{ 8 } Al Anfal ayat 1 - 40
Keterangan :
Al Qur'an berisi petunjuk & larangan yang harus dilakukan Diri-Ini <5> dan yang menerima konsekuensinya adalah Diri-Sejati <7>, baik konsekuensi positip (pahala) maupun yang negatip (siksa)
Diri meliputi:
* Diri-Ini <5>
adalah: Diri yang hidup didunia ini
(yang sedang membaca ini)
mempunyai raga berdimensi nyata
* Diri-Sejati <7>
adalah: Diri kita yang sebenarnya...,
Diri yang hidup di akhirat
berdimensi irasional (tidak nyata)
Diri-Sejati<7> mempunyai kecerdasan & pemikiran yang berbeda dengan Diri-Ini<5>.
Diri-Sejati<7> hanya bisa 'menyerap' yang berguna di akhirat....energi, cahaya dan 'ilmu-akhirat yang hakiki'.
(Baca: Prinsip untuk memahami Al Qur'an)
{ 7 } Al A'raaf
[88]
قَالَ الْمَلَاُ الَّذِيْنَ اسْتَكْبَرُوْا مِنْ قَوْمِهٖ لَـنُخْرِجَنَّكَ يٰشُعَيْبُ وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مَعَكَ مِنْ قَرْيَتِنَاۤ اَوْ لَـتَعُوْدُنَّ فِيْ مِلَّتِنَا ۗ قَالَ اَوَلَوْ كُنَّا كَارِهِيْنَ
qoolal-mala`ullaziinastakbaruu ming qoumihii lanukhrijannaka yaa syu'aibu wallaziina aamanuu ma'aka ming qoryatinaaa au lata'uudunna fii millatinaa, qoola a walau kunnaa kaarihiin
"Pemuka-pemuka yang menyombongkan diri dari kaum Syu'aib berkata, Wahai Syu'aib! Pasti kami usir engkau bersama orang-orang yang beriman dari negeri kami, kecuali engkau kembali kepada agama kami. Syu'aib berkata, Apakah (kamu akan mengusir kami), kendatipun kami tidak suka?"
[89]
قَدِ افْتَرَيْنَا عَلَى اللّٰهِ كَذِبًا اِنْ عُدْنَا فِيْ مِلَّتِكُمْ بَعْدَ اِذْ نَجّٰٮنَا اللّٰهُ مِنْهَا ۗ وَمَا يَكُوْنُ لَـنَاۤ اَنْ نَّعُوْدَ فِيْهَاۤ اِلَّاۤ اَنْ يَّشَآءَ اللّٰهُ رَبُّنَا ۗ وَسِعَ رَبُّنَا كُلَّ شَيْءٍ عِلْمًا ۗ عَلَى اللّٰهِ تَوَكَّلْنَا ۗ رَبَّنَا افْتَحْ بَيْنَنَا وَبَيْنَ قَوْمِنَا بِالْحَـقِّ وَاَنْتَ خَيْرُ الْفٰتِحِيْنَ
qodiftaroinaa 'alallohi kaziban in 'udnaa fii millatikum ba'da iz najjaanallohu min-haa, wa maa yakuunu lanaaa an na'uuda fiihaaa illaaa ay yasyaaa`allohu robbunaa, wasi'a robbunaa kulla syai`in 'ilmaa, 'alallohi tawakkalnaa, robbanaftah bainanaa wa baina qouminaa bil-haqqi wa anta khoirul-faatihiin
"Sungguh, kami<5> telah mengada-adakan kebohongan yang besar terhadap Allah, jika kami kembali mengikuti agamamu (lakumu didunia), setelah Allah melepaskan kami darinya. Dan tidaklah pantas kami kembali kepadanya, kecuali jika Allah, Tuhan kami, menghendaki. Pengetahuan Tuhan kami meliputi segala sesuatu. Hanya kepada Allah kami<5> bertawakal.
Ya Tuhan kami, berilah keputusan antara kami dan kaum kami dengan hak (adil). Engkaulah pemberi keputusan terbaik."
[90]
وَقَالَ الْمَلَاُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْ قَوْمِهٖ لَئِنِ اتَّبَعْتُمْ شُعَيْبًا اِنَّكُمْ اِذًا لَّخٰسِرُوْنَ
wa qoolal-mala`ullaziina kafaruu ming qoumihii la`inittaba'tum syu'aiban innakum izal lakhoosiruun
"Dan pemuka-pemuka dari kaumnya (Syu'aib) yang kafir berkata (kepada sesamanya), Sesungguhnya jika kamu mengikuti Syu'aib, tentu kamu menjadi orang-orang yang rugi."
[91]
فَاَخَذَتْهُمُ الرَّجْفَةُ فَاَصْبَحُوْا فِيْ دَارِهِمْ جٰثِمِيْنَ
fa akhozat-humur-rojfatu fa ashbahuu fii daarihim jaasimiin
"Lalu datanglah gempa menimpa mereka, dan mereka<5> pun mati bergelimpangan di dalam reruntuhan rumah mereka,"
[92]
الَّذِيْنَ كَذَّبُوْا شُعَيْبًا كَاَنْ لَّمْ يَغْنَوْا فِيْهَا ۚ اَ لَّذِيْنَ كَذَّبُوْا شُعَيْبًا كَانُوْا هُمُ الْخٰسِرِيْنَ
allaziina kazzabuu syu'aibang ka`al lam yaghnau fiihaa, allaziina kazzabuu syu'aibang kaanuu humul-khoosiriin
"orang-orang yang mendustakan Syu'aib seakan-akan mereka belum pernah tinggal di (negeri) itu. Mereka yang mendustakan Syu'aib, itulah orang-orang yang rugi."
[93]
فَتَوَلّٰى عَنْهُمْ وَقَالَ يٰقَوْمِ لَقَدْ اَبْلَغْتُكُمْ رِسٰلٰتِ رَبِّيْ وَنَصَحْتُ لَـكُمْ ۚ فَكَيْفَ اٰسٰی عَلٰى قَوْمٍ كٰفِرِيْنَ
fa tawallaa 'an-hum wa qoola yaa qoumi laqod ablaghtukum risaalaati robbii wa nashohtu lakum, fa kaifa aasaa 'alaa qouming kaafiriin
"Maka, Syu'aib meninggalkan mereka<5> seraya berkata, Wahai kaumku! Sungguh, aku telah menyampaikan amanat Tuhanku kepadamu dan aku telah menasihati kamu<5>.
Maka, bagaimana aku akan bersedih hati terhadap orang-orang kafir?"
[94]
وَمَاۤ اَرْسَلْنَا فِيْ قَرْيَةٍ مِّنْ نَّبِيٍّ اِلَّاۤ اَخَذْنَاۤ اَهْلَهَا بِالْبَأْسَآءِ وَالضَّرَّآءِ لَعَلَّهُمْ يَضَّرَّعُوْنَ
wa maaa arsalnaa fii qoryatim min nabiyyin illaaa akhoznaaa ahlahaa bil-ba`saaa`i wadh-dhorrooo`i la'allahum yadhdhorro'uun
"Dan Kami tidak mengutus seorang nabi pun kepada sesuatu negeri, (lalu penduduknya mendustakan nabi itu), melainkan Kami timpakan kepada penduduknya kesempitan dan penderitaan agar mereka<5> (tunduk dengan) merendahkan diri."
[95]
ثُمَّ بَدَّلْـنَا مَكَانَ السَّيِّئَةِ الْحَسَنَةَ حَتّٰى عَفَوْا وَّقَالُوْا قَدْ مَسَّ اٰبَآءَنَا الضَّرَّآءُ وَالسَّرَّآءُ فَاَخَذْنٰهُمْ بَغْتَةً وَّهُمْ لَا يَشْعُرُوْنَ
summa baddalnaa makaanas-sayyi`atil-hasanata hattaa 'afaw wa qooluu qod massa aabaaa`anadh-dhorrooo`u was-sarrooo`u fa akhoznaahum baghtataw wa hum laa yasy'uruun
"Kemudian Kami ganti penderitaan itu dengan kesenangan sehingga (keturunan dan harta mereka) bertambah banyak, lalu mereka<5> berkata, Sungguh, nenek moyang kami telah merasakan penderitaan dan kesenangan, maka Kami timpakan siksaan atas mereka<5> dengan tiba-tiba tanpa mereka sadari."
[96]
وَلَوْ اَنَّ اَهْلَ الْقُرٰۤى اٰمَنُوْا وَاتَّقَوْا لَـفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكٰتٍ مِّنَ السَّمَآءِ وَالْاَرْضِ وَلٰـكِنْ كَذَّبُوْا فَاَخَذْنٰهُمْ بِمَا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ
walau anna ahlal-qurooo aamanuu wattaqou lafatahnaa 'alaihim barokaatim minas-samaaa`i wal-ardhi wa laaking kazzabuu fa akhoznaahum bimaa kaanuu yaksibuun
"Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka<5> berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan, maka Kami siksa mereka<7> sesuai dengan apa yang telah mereka<5> kerjakan."
[97]
اَفَاَمِنَ اَهْلُ الْـقُرٰۤى اَنْ يَّأْتِيَهُمْ بَأْسُنَا بَيَاتًا وَّهُمْ نَآئِمُوْنَ
a fa amina ahlul-qurooo ay ya`tiyahum ba`sunaa bayaataw wa hum naaa`imuun
"Maka, apakah penduduk negeri itu merasa aman dari siksaan Kami yang datang malam hari ketika mereka<5> sedang tidur?"
[98]
Allah SWT berfirman:
اَوَاَمِنَ اَهْلُ الْقُرٰۤى اَنْ يَّأْتِيَهُمْ بَأْسُنَا ضُحًى وَّهُمْ يَلْعَبُوْنَ
a wa amina ahlul-qurooo ay ya`tiyahum ba`sunaa dhuhaw wa hum yal'abuun
"Atau apakah penduduk negeri itu merasa aman dari siksaan Kami yang datang pada pagi hari ketika mereka<5> sedang bermain?"
[99]
اَفَاَمِنُوْا مَكْرَ اللّٰهِ ۚ فَلَا يَأْمَنُ مَكْرَ اللّٰهِ اِلَّا الْقَوْمُ الْخٰسِرُوْنَ
a fa aminuu makrollaah, fa laa ya`manu makrollaahi illal-qoumul-khoosiruun
"Atau apakah mereka merasa aman dari siksaan Allah (yang tidak terduga-duga)? Tidak ada yang merasa aman dari siksaan Allah selain orang-orang yang rugi."
[100]
اَوَلَمْ يَهْدِ لِلَّذِيْنَ يَرِثُوْنَ الْاَرْضَ مِنْۢ بَعْدِ اَهْلِهَاۤ اَنْ لَّوْ نَشَآءُ اَصَبْنٰهُمْ بِذُنُوْبِهِمْ ۚ وَنَطْبَعُ عَلٰى قُلُوْبِهِمْ فَهُمْ لَا يَسْمَعُوْنَ
a wa lam yahdi lillaziina yarisuunal-ardho mim ba'di ahlihaaa al lau nasyaaa`u ashobnaahum bizunuubihim, wa nathba'u 'alaa quluubihim fa hum laa yasma'uun
"Atau apakah belum jelas bagi orang-orang<5> yang mewarisi suatu negeri setelah (lenyap) penduduknya? Bahwa kalau Kami menghendaki pasti Kami siksa mereka<7> karena dosa-dosanya; dan Kami mengunci qolbu mereka sehingga mereka<7> tidak dapat mendengar (tuli)."
[101]
تِلْكَ الْقُرٰى نَقُصُّ عَلَيْكَ مِنْ اَنْۢبَآئِهَا ۚ وَلَقَدْ جَآءَتْهُمْ رُسُلُهُمْ بِالْبَيِّنٰتِ ۚ فَمَا كَانُوْا لِيُؤْمِنُوْا بِمَا كَذَّبُوْا مِنْ قَبْلُ ۗ كَذٰلِكَ يَطْبَعُ اللّٰهُ عَلٰى قُلُوْبِ الْكٰفِرِيْنَ
tilkal-quroo naqushshu 'alaika min ambaaa`ihaa, wa laqod jaaa`at-hum rusuluhum bil-bayyinaat, fa maa kaanuu liyu`minuu bimaa kazzabuu ming qobl, kazaalika yathba'ullohu 'alaa quluubil-kaafiriin
"Itulah negeri-negeri (yang telah Kami binasakan) itu, Kami ceritakan sebagian kisahnya kepadamu. Rasul-rasul mereka benar-benar telah datang kepada mereka<5> dengan membawa bukti-bukti yang nyata. Tetapi mereka<5> tidak beriman (juga) kepada apa yang telah mereka<5> dustakan sebelumnya. Demikianlah Allah mengunci hati orang-orang kafir."
[102]
وَمَا وَجَدْنَا لِاَكْثَرِهِمْ مِّنْ عَهْدٍ ۚ وَاِنْ وَّجَدْنَاۤ اَكْثَرَهُمْ لَفٰسِقِيْنَ
wa maa wajadnaa li`aksarihim min 'ahd, wa iw wajadnaaa aksarohum lafaasiqiin
"Dan Kami tidak mendapati kebanyakan mereka memenuhi janji. Sebaliknya yang Kami dapati kebanyakan mereka<5> adalah orang-orang yang benar-benar fasik."
[103]
ثُمَّ بَعَثْنَا مِنْۢ بَعْدِهِمْ مُّوْسٰى بِاٰيٰتِنَاۤ اِلٰى فِرْعَوْنَ وَمَلَاۡئِهٖ فَظَلَمُوْا بِهَا ۚ فَانْظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُفْسِدِيْنَ
summa ba'asnaa mim ba'dihim muusaa bi`aayaatinaaa ilaa fir'auna wa mala`ihii fa zholamuu bihaa, fanzhur kaifa kaana 'aaqibatul-mufsidiin
"Setelah mereka, kemudian Kami utus Musa dengan membawa bukti-bukti Kami kepada Fir'aun dan pemuka-pemuka kaumnya, lalu mereka<5> mengingkari bukti-bukti itu. Maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berbuat kerusakan."
[104]
وَ قَالَ مُوْسٰى يٰفِرْعَوْنُ اِنِّيْ رَسُوْلٌ مِّنْ رَّبِّ الْعٰلَمِيْنَ
wa qoola muusaa yaa fir'aunu innii rosuulum mir robbil-'aalamiin
"Dan Musa berkata, Wahai Fir'aun! Sungguh, aku adalah seorang utusan dari Tuhan seluruh alam,"
[105]
حَقِيْقٌ عَلٰۤى اَنْ لَّاۤ اَقُوْلَ عَلَى اللّٰهِ اِلَّا الْحَـقَّ ۗ قَدْ جِئْـتُكُمْ بِبَيِّنَةٍ مِّنْ رَّبِّكُمْ فَاَرْسِلْ مَعِيَ بَنِيْۤ اِسْرَآءِيْلَ
haqiiqun 'alaaa al laaa aquula 'alallohi illal-haqq, qod ji`tukum bibayyinatim mir robbikum fa arsil ma'iya baniii isrooo`iil
"aku wajib mengatakan yang sebenarnya tentang Allah. Sungguh, aku datang kepadamu dengan membawa bukti yang nyata dari Tuhanmu, maka lepaskanlah Bani Israil (pergi) bersamaku."
[106]
قَالَ اِنْ كُنْتَ جِئْتَ بِاٰيَةٍ فَأْتِ بِهَاۤ اِنْ كُنْتَ مِنَ الصّٰدِقِيْنَ
qoola ing kunta ji`ta bi`aayatin fa`ti bihaaa ing kunta minash-shoodiqiin
"Dia (Fir'aun) menjawab, Jika benar engkau membawa sesuatu bukti, maka tunjukkanlah, kalau kamu termasuk orang-orang yang benar."
[107]
فَاَلْقٰى عَصَاهُ فَاِذَا هِيَ ثُعْبَانٌ مُّبِيْنٌ
fa alqoo 'ashoohu fa izaa hiya su'baanum mubiin
"Lalu (Musa) melemparkan tongkatnya, tiba-tiba tongkat itu menjadi ular besar yang sebenarnya."
[108]
وَّنَزَعَ يَدَهٗ فَاِذَا هِيَ بَيْضَآءُ لِلنّٰظِرِيْنَ
wa naza'a yadahuu fa izaa hiya baidhooo`u lin-naazhiriin
"Dan dia mengeluarkan tangannya, tiba-tiba tangan itu menjadi putih (bercahaya) bagi orang-orang yang melihatnya."
[109]
قَالَ الْمَلَاُ مِنْ قَوْمِ فِرْعَوْنَ اِنَّ هٰذَا لَسٰحِرٌ عَلِيْمٌ
qoolal-mala`u ming qoumi fir'auna inna haazaa lasaahirun 'aliim
"Pemuka-pemuka kaum Fir'aun berkata, Orang ini benar-benar pesihir yang pandai,"
[110]
يُّرِيْدُ اَنْ يُّخْرِجَكُمْ مِّنْ اَرْضِكُمْ ۚ فَمَاذَا تَأْمُرُوْنَ
yuriidu ay yukhrijakum min ardhikum, fa maazaa ta`muruun
"yang hendak mengusir kamu dari negerimu. (Fir'aun berkata), Maka, apa saran kamu?"
[111]
قَالُوْاۤ اَرْجِهْ وَاَخَاہُ وَاَرْسِلْ فِی الْمَدَآئِنِ حٰشِرِیْنَ
qooluuu arjih wa akhoohu wa arsil fil-madaaa`ini haasyiriin
"(Pemuka-pemuka) itu menjawab, Tahanlah (untuk sementara) dia dan saudaranya dan utuslah ke kota-kota beberapa orang untuk mengumpulkan (para pesihir),"
[112]
يَأْتُوْكَ بِكُلِّ سٰحِرٍ عَلِيْمٍ
ya`tuuka bikulli saahirin 'aliim
"agar mereka membawa semua pesihir yang pandai kepadamu."
[113]
وَجَآءَ السَّحَرَةُ فِرْعَوْنَ قَالُوْۤا اِنَّ لَـنَا لَاَجْرًا اِنْ كُنَّا نَحْنُ الْغٰلِبِيْنَ
wa jaaa`as-saharotu fir'auna qooluuu inna lanaa la`ajron ing kunnaa nahnul-ghoolibiin
"Dan para pesihir datang kepada Fir'aun. Mereka berkata, (Apakah) kami akan mendapat imbalan, jika kami menang?"
[114]
قَالَ نَـعَمْ وَاِنَّكُمْ لَمِنَ الْمُقَرَّبِيْنَ
qoola na'am wa innakum laminal-muqorrobiin
"Dia (Fir'aun) menjawab, Ya, bahkan kamu pasti termasuk orang-orang yang dekat (kepadaku)."
[115]
قَالُوْا يٰمُوْسٰۤى اِمَّاۤ اَنْ تُلْقِيَ وَاِمَّاۤ اَنْ نَّكُوْنَ نَحْنُ الْمُلْقِيْنَ
qooluu yaa muusaaa immaaa an tulqiya wa immaaa an nakuuna nahnul-mulqiin
"Mereka (para pesihir) berkata, Wahai Musa! Engkaukah yang akan melemparkan lebih dahulu, atau kami yang melemparkan?"
[116]
قَالَ اَلْقُوْا ۚ فَلَمَّاۤ اَلْقَوْا سَحَرُوْۤا اَعْيُنَ النَّاسِ وَاسْتَرْهَبُوْهُمْ وَجَآءُوْ بِسِحْرٍ عَظِيْمٍ
qoola alquu, fa lammaaa alqou saharuuu a'yunan-naasi wastar-habuuhum wa jaaa`uu bisihrin 'azhiim
"Dia (Musa) menjawab, Lemparkanlah (lebih dahulu)! Maka, setelah mereka melemparkan, mereka menyihir mata orang banyak dan menjadikan orang banyak itu takut, karena mereka memperlihatkan sihir yang hebat (menakjubkan)."
[117]
وَاَوْحَيْنَاۤ اِلٰى مُوْسٰۤى اَنْ اَلْقِ عَصَاكَ ۚ فَاِذَا هِيَ تَلْقَفُ مَا يَأْفِكُوْنَ
wa auhainaaa ilaa muusaaa an alqi 'ashook, fa izaa hiya talqofu maa ya`fikuun
"Dan Kami wahyukan kepada Musa, Lemparkanlah tongkatmu! Maka, tiba-tiba ia menelan (habis) segala kepalsuan mereka."
[118]
فَوَقَعَ الْحَـقُّ وَبَطَلَ مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ
fa waqo'al-haqqu wa bathola maa kaanuu ya'maluun
"Maka terbuktilah kebenaran, dan segala yang mereka kerjakan jadi sia-sia."
[119]
فَغُلِبُوْا هُنَالِكَ وَانْقَلَبُوْا صٰغِرِيْنَ
fa ghulibuu hunaalika wangqolabuu shooghiriin
"Maka, mereka dikalahkan di tempat itu dan jadilah mereka orang-orang yang hina."
[120]
وَ اُلْقِيَ السَّحَرَةُ سٰجِدِيْنَ
wa ulqiyas-saharotu saajidiin
"Dan para pesihir itu serta-merta menjatuhkan diri dengan bersujud,"
[121]
قَالُوْۤا اٰمَنَّا بِرَبِّ الْعٰلَمِيْنَ
qooluuu aamannaa birobbil-'aalamiin
"mereka berkata, Kami beriman kepada Tuhan seluruh alam,"
[122]
رَبِّ مُوْسٰى وَهٰرُوْنَ
robbi muusaa wa haaruun
"(yaitu) Tuhannya Musa dan Harun."
[123]
قَالَ فِرْعَوْنُ اٰمَنْتُمْ بِهٖ قَبْلَ اَنْ اٰذَنَ لَـكُمْ ۚ اِنَّ هٰذَا لَمَكْرٌ مَّكَرْتُمُوْهُ فِى الْمَدِيْنَةِ لِتُخْرِجُوْا مِنْهَاۤ اَهْلَهَا ۚ فَسَوْفَ تَعْلَمُوْنَ
qoola fir'aunu aamantum bihii qobla an aazana lakum, inna haazaa lamakrum makartumuuhu fil-madiinati litukhrijuu min-haaa ahlahaa, fa saufa ta'lamuun
"Fir'aun berkata, Mengapa kamu beriman kepadanya sebelum aku memberi izin kepadamu? Sesungguhnya ini benar-benar tipu muslihat yang telah kamu rencanakan di kota ini, untuk mengusir penduduknya. Kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu ini)."
[124]
لَاُقَطِّعَنَّ اَيْدِيَكُمْ وَاَرْجُلَكُمْ مِّنْ خِلَافٍ ثُمَّ لَاُصَلِّبَنَّكُمْ اَجْمَعِيْنَ
la`uqoththi'anna aidiyakum wa arjulakum min khilaafin summa la`ushollibannakum ajma'iin
"Pasti akan aku potong tangan dan kakimu dengan bersilang (tangan kanan dan kaki kiri atau sebaliknya), kemudian aku akan menyalib kamu semua."
[125]
قَالُـوْۤا اِنَّاۤ اِلٰى رَبِّنَا مُنْقَلِبُوْنَ
qooluuu innaaa ilaa robbinaa mungqolibuun
"Mereka (para pesihir) menjawab, Sesungguhnya kami<7> akan kembali kepada Tuhan kami,"
[126]
وَمَا تَـنْقِمُ مِنَّاۤ اِلَّاۤ اَنْ اٰمَنَّا بِاٰيٰتِ رَبِّنَا لَمَّا جَآءَتْنَا ۗ رَبَّنَاۤ اَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَّتَوَفَّنَا مُسْلِمِيْنَ
wa maa tangqimu minnaaa illaaa an aamannaa bi`aayaati robbinaa lammaa jaaa`atnaa, robbanaaa afrigh 'alainaa shobrow wa tawaffanaa muslimiin
"dan engkau tidak melakukan balas dendam kepada kami, melainkan karena kami<5> beriman kepada ayat-ayat Tuhan kami ketika ayat-ayat itu datang kepada kami. (Mereka berdoa), Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami<5> dan matikanlah kami<5> dalam keadaan muslim (berserah diri kepada-Mu)."
[127]
وَقَالَ الْمَلَاُ مِنْ قَوْمِ فِرْعَوْنَ اَتَذَرُ مُوْسٰى وَقَوْمَهٗ لِيُفْسِدُوْا فِى الْاَرْضِ وَيَذَرَكَ وَاٰلِهَتَكَ ۗ قَالَ سَنُقَتِّلُ اَبْنَآءَهُمْ وَنَسْتَحْيٖ نِسَآءَهُمْ ۚ وَاِنَّا فَوْقَهُمْ قَاهِرُوْنَ
wa qoolal-mala`u ming qoumi fir'auna a tazaru muusaa wa qoumahuu liyufsiduu fil-ardhi wa yazaroka wa aalihatak, qoola sanuqottilu abnaaa`ahum wa nastahyii nisaaa`ahum, wa innaa fauqohum qoohiruun
"Dan para pemuka dari kaum Fir'aun berkata, Apakah engkau akan membiarkan Musa dan kaumnya untuk berbuat kerusakan di negeri ini (Mesir) dan meninggalkanmu dan tuhan-tuhanmu? (Fir'aun) menjawab, Akan kita bunuh anak-anak laki-laki mereka dan kita biarkan hidup anak-anak perempuan mereka dan sesungguhnya kita berkuasa penuh atas mereka."
[128]
قَالَ مُوْسٰى لِقَوْمِهِ اسْتَعِيْنُوْا بِاللّٰهِ وَاصْبِرُوْا ۚ اِنَّ الْاَرْضَ لِلّٰهِ ۗ يُوْرِثُهَا مَنْ يَّشَآءُ مِنْ عِبَادِهٖ ۗ وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِيْنَ
qoola muusaa liqoumihista'iinuu billaahi washbiruu, innal-ardho lillaah, yuurisuhaa may yasyaaa`u min 'ibaadih, wal-'aaqibatu lil-muttaqiin
"Musa berkata kepada kaumnya, Mohonlah pertolongan kepada Allah dan bersabarlah. Sesungguhnya bumi (ini) milik Allah; diwariskan-Nya kepada siapa saja yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya. Dan kesudahan (yang baik) adalah bagi orang-orang<5> yang bertakwa."
[129]
قَالُـوْۤا اُوْذِيْنَا مِنْ قَبْلِ اَنْ تَأْتِيَنَا وَمِنْۢ بَعْدِ مَا جِئْتَنَا ۗ قَالَ عَسٰى رَبُّكُمْ اَنْ يُّهْلِكَ عَدُوَّكُمْ وَيَسْتَخْلِفَكُمْ فِى الْاَرْضِ فَيَنْظُرَ كَيْفَ تَعْمَلُوْنَ
qooluuu uuziinaa ming qobli an ta`tiyana wa mim ba'di maa ji`tana, qoola 'asaa robbukum ay yuhlika 'aduwwakum wa yastakhlifakum fil-ardhi fa yanzhuro kaifa ta'maluun
"Mereka (kaum Musa) berkata, Kami telah ditindas (oleh Fir'aun) sebelum engkau datang kepada kami dan setelah engkau datang.
(Musa) menjawab, Mudah-mudahan Tuhanmu membinasakan musuhmu dan menjadikan kamu khalifah di bumi; maka Dia akan melihat bagaimana perbuatanmu."
[130]
وَلَقَدْ اَخَذْنَاۤ اٰلَ فِرْعَوْنَ بِالسِّنِيْنَ وَنَقْصٍ مِّنَ الثَّمَرٰتِ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُوْنَ
wa laqod akhoznaaa aala fir'auna bis-siniina wa naqshim minas-samarooti la'allahum yazzakkaruun
"Dan sungguh, Kami telah menghukum Fir'aun dan kaumnya dengan (mendatangkan musim kemarau) bertahun-tahun dan kekurangan buah-buahan, agar mereka<5> mengambil pelajaran."
[131]
فَاِذَا جَآءَتْهُمُ الْحَسَنَةُ قَالُوْا لَـنَا هٰذِهٖ ۚ وَاِنْ تُصِبْهُمْ سَيِّئَةٌ يَّطَّيَّرُوْا بِمُوْسٰى وَمَنْ مَّعَهٗ ۗ اَ لَاۤ اِنَّمَا طٰٓئِرُهُمْ عِنْدَ اللّٰهِ وَلٰـكِنَّ اَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُوْنَ
fa izaa jaaa`at-humul-hasanatu qooluu lanaa haazih, wa in tushib-hum sayyi`atuy yaththoyyaruu bimuusaa wa mam ma'ah, alaaa innamaa thooo`iruhum 'indallohi wa laakinna aksarohum laa ya'lamuun
"Kemudian apabila kebaikan (kemakmuran) datang kepada mereka, mereka berkata, Ini adalah karena (usaha) kami. Dan jika mereka ditimpa kesusahan, mereka lemparkan sebab kesialan itu kepada Musa dan pengikutnya. Ketahuilah, sesungguhnya nasib mereka di tangan Allah, namun kebanyakan mereka tidak mengetahui."
[132]
وَقَالُوْا مَهْمَا تَأْتِنَا بِهٖ مِنْ اٰيَةٍ لِّـتَسْحَرَنَا بِهَا ۙ فَمَا نَحْنُ لَكَ بِمُؤْمِنِيْنَ
wa qooluu mahmaa ta`tinaa bihii min aayatil litas-haronaa bihaa fa maa nahnu laka bimu`miniin
"Dan mereka berkata (kepada Musa), Bukti apa pun yang engkau bawa kepada kami untuk menyihir kami, kami tidak akan beriman kepadamu."
[133]
فَاَرْسَلْنَا عَلَيْهِمُ الطُّوْفَانَ وَالْجَـرَادَ وَالْقُمَّلَ وَالضَّفَادِعَ وَالدَّمَ اٰيٰتٍ مُّفَصَّلٰتٍ ۗ فَاسْتَكْبَرُوْا وَكَانُوْا قَوْمًا مُّجْرِمِيْنَ
fa arsalnaa 'alaihimuth-thuufaana wal-jarooda wal-qummala wadh-dhofaadi'a wad-dama aayaatim mufashsholaat, fastakbaruu wa kaanuu qoumam mujrimiin
"Maka, Kami kirimkan kepada mereka topan, belalang, kutu, katak, dan darah (air minum berubah menjadi darah) sebagai bukti-bukti yang jelas, tetapi mereka<5> tetap menyombongkan diri dan mereka<5> adalah kaum yang berdosa."
[134]
وَلَـمَّا وَقَعَ عَلَيْهِمُ الرِّجْزُ قَالُوْا يٰمُوْسَى ادْعُ لَـنَا رَبَّكَ بِمَا عَهِدَ عِنْدَكَ ۚ لَئِنْ كَشَفْتَ عَنَّا الرِّجْزَ لَـنُؤْمِنَنَّ لَكَ وَلَـنُرْسِلَنَّ مَعَكَ بَنِيْۤ اِسْرَآءِيْلَ
wa lammaa waqo'a 'alaihimur-rijzu qooluu yaa muusad'u lanaa robbaka bimaa 'ahida 'indak, la`ing kasyafta 'annar-rijza lanu`minanna laka wa lanursilanna ma'aka baniii isrooo`iil
"Dan ketika mereka ditimpa azab (yang telah diterangkan itu) mereka pun berkata, Wahai Musa! Mohonkanlah untuk kami kepada Tuhanmu sesuai dengan janji-Nya kepadamu. Jika engkau dapat menghilangkan azab itu dari kami, niscaya kami akan beriman kepadamu dan pasti akan kami biarkan Bani Israil pergi bersamamu."
[135]
فَلَمَّا كَشَفْنَا عَنْهُمُ الرِّجْزَ اِلٰۤى اَجَلٍ هُمْ بٰلِغُوْهُ اِذَا هُمْ يَنْكُثُوْنَ
fa lammaa kasyafnaa 'an-humur-rijza ilaaa ajalin hum baalighuuhu izaa hum yangkusuun
"Tetapi setelah Kami hilangkan azab itu dari mereka hingga batas waktu yang harus mereka penuhi ternyata mereka ingkar janji".
[136]
فَانْتَقَمْنَا مِنْهُمْ فَاَغْرَقْنٰهُمْ فِى الْيَمِّ بِاَنَّهُمْ كَذَّبُوْا بِاٰيٰتِنَا وَكَانُوْا عَنْهَا غٰفِلِيْنَ
fantaqomnaa min-hum fa aghroqnaahum fil-yammi bi`annahum kazzabuu bi`aayaatinaa wa kaanuu 'an-haa ghoofiliin
"Maka, Kami hukum sebagian di antara mereka, lalu Kami tenggelamkan mereka di laut karena mereka telah mendustakan ayat-ayat Kami dan melalaikan ayat-ayat Kami."
[137]
وَاَوْرَثْنَا الْـقَوْمَ الَّذِيْنَ كَانُوْا يُسْتَضْعَفُوْنَ مَشَارِقَ الْاَرْضِ وَمَغَارِبَهَا الَّتِيْ بٰرَكْنَا فِيْهَا ۗ وَتَمَّتْ كَلِمَتُ رَبِّكَ الْحُسْنٰى عَلٰى بَنِيْۤ اِسْرَآءِيْلَ ۙ بِمَا صَبَرُوْا ۗ وَدَمَّرْنَا مَا كَانَ يَصْنَعُ فِرْعَوْنُ وَقَوْمُهٗ وَمَا كَانُوْا يَعْرِشُوْنَ
wa aurosnal-qoumallaziina kaanuu yustadh'afuuna masyaariqol-ardhi wa maghooribahallatii baaroknaa fiihaa, wa tammat kalimatu robbikal-husnaa 'alaa baniii isrooo`iila bimaa shobaruu, wa dammarnaa maa kaana yashna'u fir'aunu wa qoumuhuu wa maa kaanuu ya'risyuun
"Dan Kami wariskan kepada kaum yang tertindas itu, bumi bagian timur dan bagian baratnya yang telah Kami berkahi. Dan telah sempurnalah firman Tuhanmu yang baik itu (sebagai janji) untuk Bani Israil disebabkan kesabaran mereka. Dan Kami hancurkan apa yang telah dibuat Fir'aun dan kaumnya dan apa yang telah mereka bangun."
[138]
وَجَاوَزْنَا بِبَنِيْۤ اِسْرَآءِيْلَ الْبَحْرَ فَاَ تَوْا عَلٰى قَوْمٍ يَّعْكُفُوْنَ عَلٰۤى اَصْنَامٍ لَّهُمْ ۚ قَالُوْا يٰمُوْسَى اجْعَلْ لَّـنَاۤ اِلٰهًا كَمَا لَهُمْ اٰلِهَةٌ ۗ قَالَ اِنَّكُمْ قَوْمٌ تَجْهَلُوْنَ
wa jaawaznaa bibaniii isrooo`iilal-bahro fa atau 'alaa qoumiy ya'kufuuna 'alaaa ashnaamil lahum, qooluu yaa muusaj'al lanaaa ilaahang kamaa lahum aalihah, qoola innakum qoumun taj-haluun
"Dan Kami selamatkan Bani Israil menyeberangi laut itu (bagian utara dari Laut Merah). Ketika mereka sampai kepada suatu kaum yang tetap menyembah berhala, mereka (Bani Israil) berkata, Wahai Musa! Buatlah untuk kami sebuah Tuhan (berhala) sebagaimana mereka mempunyai beberapa Tuhan (berhala). (Musa) menjawab, Sungguh, kamu orang-orang<5> yang bodoh."
[139]
اِنَّ هٰۤؤُلَآ ءِ مُتَبَّرٌ مَّا هُمْ فِيْهِ وَبٰطِلٌ مَّا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ
inna haaa`ulaaa`i mutabbarum maa hum fiihi wa baathilum maa kaanuu ya'maluun
"Sesungguhnya mereka akan dihancurkan (oleh kepercayaan) yang dianutnya dan akan sia-sia apa yang telah mereka kerjakan."
[140]
قَالَ اَغَيْرَ اللّٰهِ اَبْغِيْكُمْ اِلٰهًا وَّهُوَ فَضَّلَـكُمْ عَلَى الْعٰلَمِيْنَ
qoola a ghoirollaahi abghiikum ilaahaw wa huwa fadhdholakum 'alal-'aalamiin
"Dia (Musa) berkata, Pantaskah aku mencari tuhan untukmu selain Allah, padahal Dia yang telah melebihkan kamu atas segala umat (pada masa itu)."
[141]
وَاِذْ اَنْجَيْنٰكُمْ مِّنْ اٰلِ فِرْعَوْنَ يَسُوْمُوْنَـكُمْ سُوْٓءَ الْعَذَابِ ۚ يُقَتِّلُوْنَ اَبْنَآءَكُمْ وَ يَسْتَحْيُوْنَ نِسَآءَكُمْ ۗ وَفِيْ ذٰ لِكُمْ بَلَآ ءٌ مِّنْ رَّبِّكُمْ عَظِيْمٌ٪
wa iz anjainaakum min aali fir'auna yasuumuunakum suuu`al-'azaab, yuqottiluuna abnaaa`akum wa yastahyuuna nisaaa`akum, wa fii zaalikum balaaa`um mir robbikum 'azhiim
"Dan (ingatlah wahai Bani Israil) ketika Kami menyelamatkan kamu dari (Fir'aun) dan kaumnya, yang menyiksa kamu dengan siksaan yang sangat berat, mereka membunuh anak-anak laki-lakimu dan membiarkan hidup anak-anak perempuanmu. Dan pada yang demikian itu merupakan cobaan yang besar dari Tuhanmu.
[142]
وَوٰعَدْنَا مُوْسٰى ثَلٰثِيْنَ لَيْلَةً وَّاَتْمَمْنٰهَا بِعَشْرٍ فَتَمَّ مِيْقَاتُ رَبِّهٖۤ اَرْبَعِيْنَ لَيْلَةً ۚ وَقَالَ مُوْسٰى لِاَخِيْهِ هٰرُوْنَ اخْلُفْنِيْ فِيْ قَوْمِيْ وَاَصْلِحْ وَلَا تَتَّبِعْ سَبِيْلَ الْمُفْسِدِيْنَ
wa waa'adnaa muusaa salaasiina lailataw wa atmamnaahaa bi'asyrin fa tamma miiqootu robbihiii arba'iina lailah, wa qoola muusaa li`akhiihi haaruunakhlufnii fii qoumii wa ashlih wa laa tattabi' sabiilal-mufsidiin
"Dan Kami telah menjanjikan kepada Musa (memberikan Taurat) tiga puluh malam, dan Kami sempurnakan jumlah malam itu dengan sepuluh (malam lagi), maka sempurnalah waktu yang telah ditentukan Tuhannya empat puluh malam. Dan Musa berkata kepada saudaranya (yaitu) Harun, Gantikanlah aku dalam (memimpin) kaumku, dan perbaikilah (dirimu dan kaummu), dan janganlah engkau mengikuti jalan orang-orang yang berbuat kerusakan."
[143]
وَلَمَّا جَآءَ مُوْسٰى لِمِيْقَاتِنَا وَكَلَّمَهٗ رَبُّهٗ ۙ قَالَ رَبِّ اَرِنِيْۤ اَنْظُرْ اِلَيْكَ ۗ قَالَ لَنْ تَرٰٮنِيْ وَلٰـكِنِ انْظُرْ اِلَى الْجَـبَلِ فَاِنِ اسْتَقَرَّ مَكَانَهٗ فَسَوْفَ تَرٰٮنِيْ ۚ فَلَمَّا تَجَلّٰى رَبُّهٗ لِلْجَبَلِ جَعَلَهٗ دَكًّا وَّخَرَّ مُوْسٰى صَعِقًا ۚ فَلَمَّاۤ اَفَاقَ قَالَ سُبْحٰنَكَ تُبْتُ اِلَيْكَ وَاَنَاۡ اَ وَّلُ الْمُؤْمِنِيْنَ
wa lammaa jaaa`a muusaa limiiqootinaa wa kallamahuu robbuhuu qoola robbi ariniii anzhur ilaiik, qoola lan taroonii wa laakininzhur ilal-jabali fa inistaqorro makaanahuu fa saufa taroonii, fa lammaa tajallaa robbuhuu lil-jabali ja'alahuu dakkaw wa khorro muusaa sho'iqoo, fa lammaaa afaaqo qoola sub-haanaka tubtu ilaika wa ana awwalul-mu`miniin
"Dan ketika Musa datang untuk (munajat) pada waktu yang telah Kami tentukan dan Tuhan telah berfirman (langsung) kepadanya, (Musa) berkata, Ya Tuhanku, tampakkanlah (diri-Mu) kepadaku agar aku<5> dapat melihat Engkau. (Allah) berfirman, Engkau<5> tidak akan (sanggup) melihat-Ku, namun lihatlah ke gunung itu, jika ia tetap di tempatnya (sebagai sediakala) niscaya engkau dapat melihat-Ku. Maka ketika Tuhannya menampakkan (keagungan-Nya) kepada gunung itu, gunung itu hancur luluh dan Musa<5> pun jatuh pingsan. Setelah Musa sadar, dia berkata, Maha Suci Engkau, aku<5> bertobat kepada Engkau dan aku adalah orang yang pertama-tama beriman."
[144]
قَالَ يٰمُوْسٰۤى اِنِّى اصْطَفَيْتُكَ عَلَى النَّاسِ بِرِسٰلٰتِيْ وَ بِكَلَامِيْ ۖ فَخُذْ مَاۤ اٰتَيْتُكَ وَكُنْ مِّنَ الشّٰكِرِيْنَ
qoola yaa muusaaa innishthofaituka 'alan-naasi birisaalaatii wa bikalaamii fa khuz maaa aataituka wa kum minasy-syaakiriin
"(Allah) berfirman, Wahai Musa! Sesungguhnya Aku memilih engkau<5> dari manusia yang lain untuk membawa risalah-Ku dan firman-Ku, sebab itu berpegang teguhlah kepada apa yang Aku berikan kepadamu dan hendaklah engkau<5> termasuk orang-orang yang bersyukur."
[145]
وَكَتَبْنَا لَهٗ فِى الْاَ لْوَاحِ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ مَّوْعِظَةً وَّتَفْصِيْلًا لِّـكُلِّ شَيْءٍ ۚ فَخُذْهَا بِقُوَّةٍ وَّأْمُرْ قَوْمَكَ يَأْخُذُوْا بِاَحْسَنِهَا ۗ سَاُورِيْكُمْ دَارَ الْفٰسِقِيْنَ
wa katabnaa lahuu fil-alwaahi ming kulli syai`im mau'izhotaw wa tafshiilal likulli syaii`, fa khuz-haa biquwwatiw wa`mur qoumaka ya`khuzuu bi`ahsanihaa, sa`uriikum daarol-faasiqiin
"Dan telah Kami tuliskan untuk Musa pada lauh-lauh (Taurat) segala sesuatu sebagai pelajaran dan penjelasan untuk segala hal; maka (Kami berfirman), Berpegang teguhlah kepadanya dan suruhlah kaummu<5> berpegang kepadanya dengan sebaik-baiknya, Aku akan memperlihatkan kepadamu negeri orang-orang fasik."
[146]
سَاَصْرِفُ عَنْ اٰيٰتِيَ الَّذِيْنَ يَتَكَبَّرُوْنَ فِى الْاَرْضِ بِغَيْرِ الْحَـقِّ ۗ وَاِنْ يَّرَوْا كُلَّ اٰيَةٍ لَّا يُؤْمِنُوْا بِهَا ۚ وَاِنْ يَّرَوْا سَبِيْلَ الرُّشْدِ لَا يَتَّخِذُوْهُ سَبِيْلًا ۚ وَّاِنْ يَّرَوْا سَبِيْلَ الْغَيِّ يَتَّخِذُوْهُ سَبِيْلًا ۗ ذٰلِكَ بِاَنَّهُمْ كَذَّبُوْا بِاٰيٰتِنَا وَكَانُوْا عَنْهَا غٰفِلِيْنَ
sa ashrifu 'an aayaatiyallaziina yatakabbaruuna fil-ardhi bighoiril-haqq, wa iy yarou kulla aayatil laa yu`minuu bihaa, wa iy yarou sabiilar-rusydi laa yattakhizuuhu sabiilaa, wa iy yarou sabiilal-ghoyyi yattakhizuuhu sabiilaa, zaalika bi`annahum kazzabuu bi`aayaatinaa wa kaanuu 'an-haa ghoofiliin
"Akan Aku palingkan dari tanda-tanda (kekuasaan-Ku) orang-orang yang menyombongkan diri di bumi tanpa alasan yang benar. Kalaupun mereka<5> melihat setiap tanda (kekuasaan-Ku) mereka tetap tidak akan beriman kepadanya. Dan jika mereka<5> melihat jalan yang membawa kepada petunjuk, mereka tidak (akan) menempuhnya, tetapi jika mereka melihat jalan kesesatan, mereka menempuhnya. Yang demikian adalah karena mereka<5> mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka selalu lengah terhadapnya."
[147]
وَالَّذِيْنَ كَذَّبُوْا بِاٰيٰتِنَا وَلِقَآءِ الْاٰخِرَةِ حَبِطَتْ اَعْمَالُهُمْ ۗ هَلْ يُجْزَوْنَ اِلَّا مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ٪
wallaziina kazzabuu bi`aayaatinaa wa liqooo`il-aakhiroti habithot a'maaluhum, hal yujzauna illaa maa kaanuu ya'maluun
"Dan orang-orang<5> yang mendustakan tanda-tanda (kekuasaan) Kami dan (mendustakan) adanya pertemuan akhirat, sia-sialah amal mereka<5>. Mereka<7. diberi balasan sesuai dengan apa yang telah mereka<5> kerjakan."
[148]
Allah SWT berfirman:
وَاتَّخَذَ قَوْمُ مُوْسٰى مِنْۢ بَعْدِهٖ مِنْ حُلِيِّهِمْ عِجْلًا جَسَدًا لَّهٗ خُوَارٌ ۗ اَلَمْ يَرَوْا اَنَّهٗ لَا يُكَلِّمُهُمْ وَلَا يَهْدِيْهِمْ سَبِيْلًا ۘ اِتَّخَذُوْهُ وَكَانُوْا ظٰلِمِيْنَ
wattakhoza qoumu muusaa mim ba'dihii min huliyyihim 'ijlan jasadal lahuu khuwaar, a lam yarou annahuu laa yukallimuhum wa laa yahdiihim sabiilaa, ittakhozuuhu wa kaanuu zhoolimiin
"Dan kaum Musa, setelah kepergian (Musa ke Gunung Sinai) mereka membuat patung anak sapi yang bertubuh dan dapat melenguh (bersuara) dari perhiasan (emas). Apakah mereka tidak mengetahui bahwa (patung) anak sapi itu tidak dapat berbicara dengan mereka dan tidak dapat (pula) menunjukkan jalan kepada mereka? Mereka menjadikannya (sebagai sembahan). Mereka adalah orang-orang yang zalim."
[149]
وَلَـمَّا سُقِطَ فِيْۤ اَيْدِيْهِمْ وَرَاَوْا اَنَّهُمْ قَدْ ضَلُّوْا ۙ قَالُوْا لَئِنْ لَّمْ يَرْحَمْنَا رَبُّنَا وَيَغْفِرْ لَـنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخٰسِرِيْنَ
wa lammaa suqitho fiii aidiihim wa ro`au annahum qod dholluu qooluu la`il lam yar-hamnaa robbunaa wa yaghfir lanaa lanakuunanna minal-khoosiriin
"Dan setelah mereka<5> menyesali perbuatannya dan mengetahui bahwa telah sesat, mereka pun berkata, Sungguh, jika Tuhan kami tidak memberi rahmat kepada kami<5> dan tidak mengampuni kami<5>, pastilah kami<7> menjadi orang-orang yang rugi."
[150]
وَلَمَّا رَجَعَ مُوْسٰۤى اِلٰى قَوْمِهٖ غَضْبَانَ اَسِفًا ۙ قَالَ بِئْسَمَا خَلَفْتُمُوْنِيْ مِنْۢ بَعْدِيْ ۚ اَعَجِلْتُمْ اَمْرَ رَبِّكُمْ ۚ وَاَلْقَى الْاَ لْوَاحَ وَاَخَذَ بِرَأْسِ اَخِيْهِ يَجُرُّهٗۤ اِلَيْهِ ۗ قَالَ ابْنَ اُمَّ اِنَّ الْـقَوْمَ اسْتَضْعَفُوْنِيْ وَكَادُوْا يَقْتُلُوْنَنِيْ ۖ فَلَا تُشْمِتْ بِيَ الْاَعْدَآءَ وَ لَا تَجْعَلْنِيْ مَعَ الْقَوْمِ الظّٰلِمِيْنَ
wa lammaa roja'a muusaaa ilaa qoumihii ghodhbaana asifang qoola bi`samaa kholaftumuunii mim ba'dii, a 'ajiltum amro robbikum, wa alqol-alwaaha wa akhoza biro`si akhiihi yajurruhuuu ilaiih, qoolabna umma innal-qoumastadh'afuunii wa kaaduu yaqtuluunanii fa laa tusymit biyal-a'daaa`a wa laa taj'alnii ma'al qoumizh-zhoolimiin
"Dan ketika Musa telah kembali kepada kaumnya, dengan marah dan sedih hati dia berkata, Alangkah buruknya perbuatan yang kamu kerjakan selama kepergianku! Apakah kamu hendak mendahului janji Tuhanmu? Musa pun melemparkan lauh-lauh (Taurat) itu dan memegang kepala saudaranya (Harun) sambil menarik ke arahnya. (Harun) berkata, Wahai anak ibuku! Kaum ini telah menganggapku lemah dan hampir saja mereka membunuhku, sebab itu janganlah engkau menjadikan musuh-musuh menyoraki melihat kemalanganku, dan janganlah engkau jadikan aku sebagai orang-orang yang zalim."
[151]
قَالَ رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَلِاَخِيْ وَ اَدْخِلْنَا فِيْ رَحْمَتِكَ ۖ وَاَنْتَ اَرْحَمُ الرّٰحِمِيْنَ٪
qoola robbighfir lii wa li`akhii wa adkhilnaa fii rohmatika wa anta ar-hamur-roohimiin
"Dia (Musa) berdoa, Ya Tuhanku, ampunilah aku<5> dan saudaraku dan masukkanlah kami<7> ke dalam rahmatMu, dan Engkau adalah Maha Penyayang dari semua penyayang."
[152]
اِنَّ الَّذِيْنَ اتَّخَذُوا الْعِجْلَ سَيَنَالُهُمْ غَضَبٌ مِّنْ رَّبِّهِمْ وَذِلَّـةٌ فِى الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا ۗ وَكَذٰلِكَ نَجْزِيْ الْمُفْتَرِيْنَ
innallaziinattakhozul-'ijla sayanaaluhum ghodhobum mir robbihim wa zillatun fil-hayaatid-dun-yaa, wa kazaalika najzil-muftariin
"Sesungguhnya orang-orang<5> yang menjadikan (patung) anak sapi (sebagai sembahannya), kelak (di akhirat) akan menerima kemurkaan dari Tuhan mereka dan kehinaan dalam kehidupan di dunia. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang<5> yang berbuat kebohongan."
[153]
وَالَّذِيْنَ عَمِلُوا السَّيِّاٰتِ ثُمَّ تَابُوْا مِنْۢ بَعْدِهَا وَاٰمَنُوْۤا اِنَّ رَبَّكَ مِنْۢ بَعْدِهَا لَغَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
wallaziina 'amilus-sayyi`aati summa taabuu mim ba'dihaa wa aamanuuu inna robbaka mim ba'dihaa laghofuurur rohiim
"Dan orang-orang<5> yang telah mengerjakan kejahatan, kemudian bertobat dan beriman, niscaya setelah itu Tuhanmu Maha Pengampun, Maha Penyayang."
[154]
وَلَـمَّا سَكَتَ عَنْ مُّوْسَى الْغَضَبُ اَخَذَ الْاَ لْوَاحَ ۖ وَفِيْ نُسْخَتِهَا هُدًى وَّرَحْمَةٌ لِّـلَّذِيْنَ هُمْ لِرَبِّهِمْ يَرْهَبُوْنَ
wa lammaa sakata 'am muusal-ghodhobu akhozal-alwaaha wa fii nuskhotihaa hudaw wa rohmatul lillaziina hum lirobbihim yar-habuun
"Dan setelah amarah Musa mereda, diambilnya (kembali) lauh-lauh (Taurat) itu; di dalam tulisannya terdapat petunjuk dan rahmat bagi orang-orang<5> yang takut kepada Tuhannya."
[155]
وَاخْتَارَ مُوْسٰى قَوْمَهٗ سَبْعِيْنَ رَجُلًا لِّمِيْقَاتِنَا ۚ فَلَمَّاۤ اَخَذَتْهُمُ الرَّجْفَةُ قَالَ رَبِّ لَوْ شِئْتَ اَهْلَـكْتَهُمْ مِّنْ قَبْلُ وَاِيَّايَ ۗ اَ تُهْلِكُنَا بِمَا فَعَلَ السُّفَهَآءُ مِنَّا ۚ اِنْ هِيَ اِلَّا فِتْنَـتُكَ ۗ تُضِلُّ بِهَا مَنْ تَشَآءُ وَتَهْدِيْ مَنْ تَشَآءُ ۗ اَنْتَ وَلِيُّنَا فَاغْفِرْ لَـنَا وَارْحَمْنَا وَاَنْتَ خَيْرُ الْغَافِرِيْنَ
wakhtaaro muusaa qoumahuu sab'iina rojulal limiiqootinaa, fa lammaaa akhozat-humur-rojfatu qoola robbi lau syi`ta ahlaktahum ming qoblu wa iyyaay, a tuhlikunaa bimaa fa'alas-sufahaaa`u minnaa, in hiya illaa fitnatuk, tudhillu bihaa man tasyaaa`u wa tahdii man tasyaaa`, anta waliyyunaa faghfir lanaa war-hamnaa wa anta khoirul-ghoofiriin
"Dan Musa memilih tujuh puluh orang dari kaumnya untuk (memohon tobat kepada Kami) pada waktu yang telah Kami tentukan. Ketika mereka ditimpa gempa bumi, Musa berkata, Ya Tuhanku, jika Engkau kehendaki, tentulah Engkau binasakan mereka dan aku sebelum ini. Apakah Engkau akan membinasakan kami karena perbuatan orang-orang yang kurang berakal di antara kami? Itu hanyalah cobaan dari-Mu, Engkau sesatkan dengan cobaan itu siapa yang Engkau kehendaki dan Engkau beri petunjuk kepada siapa yang Engkau kehendaki. Engkaulah pemimpin kami, maka ampunilah kami<5> dan berilah kami<7> rahmat. Engkaulah pemberi ampun yang terbaik."
[156]
وَاكْتُبْ لَـنَا فِيْ هٰذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِى الْاٰخِرَةِ اِنَّا هُدْنَاۤ اِلَيْكَ ۗ قَالَ عَذَابِيْۤ اُصِيْبُ بِهٖ مَنْ اَشَآءُ ۚ وَرَحْمَتِيْ وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ ۗ فَسَاَكْتُبُهَا لِلَّذِيْنَ يَتَّقُوْنَ وَيُؤْتُوْنَ الزَّكٰوةَ وَالَّذِيْنَ هُمْ بِاٰيٰتِنَا يُؤْمِنُوْنَ ۚ
waktub lana fii haazihid-dun-yaa hasanataw wa fil-aakhiroti innaa hudnaaa ilaiik, qoola 'azaabiii ushiibu bihii man asyaaa`, wa rohmatii wasi'at kulla syaii`, fa sa`aktubuhaa lillaziina yattaquuna wa yu`tuunaz-zakaata wallaziina hum bi`aayaatinaa yu`minuun
"Dan tetapkanlah untuk kami kebaikan di dunia ini (untuk <5>) dan di akhirat (untuk <7>). Sungguh, kami kembali (bertobat) kepada Engkau. (Allah) berfirman, Siksa-Ku akan Aku timpakan kepada siapa yang Aku kehendaki dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu. Maka, akan Aku tetapkan rahmat-Ku bagi orang-orang<5> yang bertakwa, yang menunaikan zakat, dan orang-orang<5> yang beriman kepada ayat-ayat Kami."
[157]*
اَ لَّذِيْنَ يَتَّبِعُوْنَ الرَّسُوْلَ النَّبِيَّ الْاُمِّيَّ الَّذِيْ يَجِدُوْنَهٗ مَكْتُوْبًا عِنْدَهُمْ فِى التَّوْرٰٮةِ وَالْاِنْجِيْلِ يَأْمُرُهُمْ بِالْمَعْرُوْفِ وَيَنْهٰٮهُمْ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبٰتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبٰٓئِثَ وَيَضَعُ عَنْهُمْ اِصْرَهُمْ وَالْاَغْلٰلَ الَّتِيْ كَانَتْ عَلَيْهِمْ ۗ فَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا بِهٖ وَعَزَّرُوْهُ وَنَصَرُوْهُ وَ اتَّبَـعُوا النُّوْرَ الَّذِيْۤ اُنْزِلَ مَعَهٗۤ ۙ اُولٰٓئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ٪
allaziina yattabi'uunar-rosuulan-nabiyyal-ummiyyallazii yajiduunahuu maktuuban 'indahum fit-taurooti wal-injiili ya`muruhum bil-ma'ruufi wa yan-haahum 'anil-mungkari wa yuhillu lahumuth-thoyyibaati wa yuharrimu 'alaihimul-khobaaa`isa wa yadho'u 'an-hum ishrohum wal-aghlaalallatii kaanat 'alaihim, fallaziina aamanuu bihii wa 'azzaruuhu wa nashoruuhu wattaba'un-nuurollaziii unzila ma'ahuuu ulaaa`ika humul-muflihuun
"(Yaitu) orang-orang yang mengikuti Rasul, Nabi yang ummi (tidak bisa baca tulis) yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada pada mereka, yang menyuruh mereka<5> berbuat yang makruf dan mencegah dari yang mungkar, dan yang menghalalkan segala yang baik bagi mereka dan mengharamkan segala yang buruk bagi mereka, dan membebaskan beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Adapun orang-orang<5> yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya, dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al-Qur'an), mereka<7> itulah orang-orang beruntung."
[158]*
قُلْ يٰۤاَيُّهَا النَّاسُ اِنِّيْ رَسُوْلُ اللّٰهِ اِلَيْكُمْ جَمِيْعًا ٭لَّذِيْ لَهٗ مُلْكُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ ۚ لَاۤ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ يُحْيٖ وَيُمِيْتُ ۖ فَاٰمِنُوْا بِاللّٰهِ وَرَسُوْلِهِ النَّبِيِّ الْاُمِّيِّ الَّذِيْ يُؤْمِنُ بِاللّٰهِ وَكَلِمٰتِهٖ وَاتَّبِعُوْهُ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُوْنَ
qul yaaa ayyuhan-naasu innii rosuulullohi ilaikum jamii'anillazii lahuu mulkus-samaawaati wal-ardh, laaa ilaaha illaa huwa yuhyii wa yumiitu fa aaminuu billaahi wa rosuulihin-nabiyyil-ummiyyillazii yu`minu billaahi wa kalimaatihii wattabi'uuhu la'allakum tahtaduun
"Katakanlah (Muhammad), Wahai manusia! Sesungguhnya aku ini utusan Allah bagi kamu semua.Yang memiliki kerajaan langit dan bumi; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, yang menghidupkan dan mematikan, maka berimanlah kamu<5> kepada Allah dan Rasul-Nya, (yaitu) Nabi yang ummi (tidak bisa baca tulis) yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya). Ikutilah dia, agar kamu<5> mendapat petunjuk."
[159]
وَ مِنْ قَوْمِ مُوْسٰۤى اُمَّةٌ يَّهْدُوْنَ بِالْحَـقِّ وَبِهٖ يَعْدِلُوْنَ
wa ming qoumi muusaaa ummatuy yahduuna bil-haqqi wa bihii ya'diluun
"Dan di antara kaum Musa itu terdapat suatu umat yang memberi petunjuk (kepada manusia) dengan (dasar) kebenaran dan dengan itu (pula) mereka berlaku adil menjalankan keadilan."
[160]*
وَقَطَّعْنٰهُمُ اثْنَتَيْ عَشْرَةَ اَسْبَاطًا اُمَمًا ۗ وَاَوْحَيْنَاۤ اِلٰى مُوْسٰۤى اِذِ اسْتَسْقٰٮهُ قَوْمُهٗۤ اَنِ اضْرِبْ بِّعَصَاكَ الْحَجَرَ ۚ فَانْۢبَجَسَتْ مِنْهُ اثْنَتَا عَشْرَةَ عَيْنًا ۗ قَدْ عَلِمَ كُلُّ اُنَاسٍ مَّشْرَبَهُمْ ۗ وَظَلَّلْنَا عَلَيْهِمُ الْغَمَامَ وَاَنْزَلْنَا عَلَيْهِمُ الْمَنَّ وَالسَّلْوٰى ۗ كُلُوْا مِنْ طَيِّبٰتِ مَا رَزَقْنٰكُمْ ۗ وَ مَا ظَلَمُوْنَا وَلٰـكِنْ كَانُوْۤا اَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُوْنَ
wa qoththo'naahumusnatai 'asyrota asbaathon umamaa, wa auhainaaa ilaa muusaaa izistasqoohu qoumuhuuu anidhrib bi'ashookal-hajar, fambajasat min-husnataa 'asyrota 'ainaa, qod 'alima kullu unaasim masyrobahum, wa zhollalnaa 'alaihimul-ghomaama wa anzalnaa 'alaihimul-manna was-salwaa, kuluu min thoyyibaati maa rozaqnaakum, wa maa zholamuunaa wa laaking kaanuuu anfusahum yazhlimuun
"Dan Kami membagi mereka menjadi dua belas suku yang masing-masing berjumlah besar, dan Kami wahyukan kepada Musa ketika kaumnya meminta air kepadanya, Pukullah batu itu dengan tongkatmu! Maka, memancarlah dari (batu) itu dua belas mata air. Setiap suku telah mengetahui tempat minumnya masing-masing. Dan Kami naungi mereka dengan awan dan Kami turunkan kepada mereka manna dan salwa. (Kami berfirman), Makanlah yang baik-baik dari rezeki yang telah Kami berikan kepadamu.
Mereka<5> tidak menzalimi Kami, tetapi merekalah<5> yang selalu menzalimi diri<7>nya sendiri."
[161]
وَاِذْ قِيْلَ لَهُمُ اسْكُنُوْا هٰذِهِ الْقَرْيَةَ وَكُلُوْا مِنْهَا حَيْثُ شِئْتُمْ وَقُوْلُوْا حِطَّةٌ وَّادْخُلُوا الْبَابَ سُجَّدًا نَّـغْفِرْ لَـكُمْ خَطِيْۤـئٰــتِكُمْ ۗ سَنَزِيْدُ الْمُحْسِنِيْنَ
wa iz qiila lahumuskunuu haazihil-qoryata wa kuluu min-haa haisu syi`tum wa quuluu hiththotuw wadkhulul-baaba sujjadan naghfir lakum khothiii`aatikum, sanaziidul-muhsiniin
"Dan (ingatlah), ketika dikatakan kepada mereka (Bani Israil), Diamlah di negeri ini (Baitulmaqdis) dan makanlah dari (hasil bumi)nya di mana saja kamu kehendaki. Dan katakanlah, Bebaskanlah kami dari dosa kami, dan masukilah pintu gerbangnya sambil membungkuk, niscaya Kami ampuni kesalahan-kesalahanmu. Kelak akan Kami tambah kepada orang-orang yang berbuat baik."
[162]
فَبَدَّلَ الَّذِيْنَ ظَلَمُوْا مِنْهُمْ قَوْلًا غَيْرَ الَّذِيْ قِيْلَ لَهُمْ فَاَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ رِجْزًا مِّنَ السَّمَآءِ بِمَا كَانُوْا يَظْلِمُوْنَ٪
fa baddalallaziina zholamuu min-hum qoulan ghoirollazii qiila lahum fa arsalnaa 'alaihim rijzam minas-samaaa`i bimaa kaanuu yazhlimuun
"Maka orang-orang<5> yang zalim di antara mereka mengganti (perkataan itu) dengan perkataan yang tidak dikatakan kepada mereka, maka Kami timpakan kepada mereka azab dari langit disebabkan kezaliman mereka."
[163]
وَسْــئَلْهُمْ عَنِ الْـقَرْيَةِ الَّتِيْ كَانَتْ حَاضِرَةَ الْبَحْرِ ۘ اِذْ يَعْدُوْنَ فِى السَّبْتِ اِذْ تَأْتِيْهِمْ حِيْتَانُهُمْ يَوْمَ سَبْتِهِمْ شُرَّعًا وَّيَوْمَ لَا يَسْبِتُوْنَ ۙ لَا تَأْتِيْهِمْ ۛ كَذٰلِكَ ۛ نَبْلُوْهُمْ بِمَا كَانُوْا يَفْسُقُوْنَ
was`al-hum 'anil-qoryatillatii kaanat haadhirotal-bahr, iz ya'duuna fis-sabti iz ta`tiihim hiitaanuhum yauma sabtihim syurro'aw wa yauma laa yasbituuna laa ta`tiihim, kazaalika nabluuhum bimaa kaanuu yafsuquun
"Dan tanyakanlah kepada Bani Israil tentang negeri yang terletak di dekat laut ketika mereka melanggar aturan pada hari Sabat, (yaitu) ketika datang kepada mereka ikan-ikan (yang berada di sekitar) mereka terapung-apung di permukaan air, padahal pada hari-hari yang bukan Sabat ikan-ikan itu tidak datang kepada mereka. Demikianlah Kami menguji mereka disebabkan mereka berlaku fasik."
[164]
وَاِذْ قَالَتْ اُمَّةٌ مِّنْهُمْ لِمَ تَعِظُوْنَ قَوْمًا ۙ ٭لـلّٰهُ مُهْلِكُهُمْ اَوْ مُعَذِّبُهُمْ عَذَابًا شَدِيْدًا ۗ قَالُوْا مَعْذِرَةً اِلٰى رَبِّكُمْ وَلَعَلَّهُمْ يَتَّقُوْنَ
wa iz qoolat ummatum min-hum lima ta'izhuuna qoumanillaahu muhlikuhum au mu'azzibuhum 'azaaban syadiidaa, qooluu ma'zirotan ilaa robbikum wa la'allahum yattaquun
"Dan (ingatlah) ketika suatu umat di antara mereka berkata, Mengapa kamu menasihati kaum yang akan dibinasakan atau diazab Allah dengan azab yang sangat keras? Mereka menjawab, Agar kami mempunyai alasan (lepas tanggung jawab) kepada Tuhanmu, dan agar mereka bertakwa."
[165]
فَلَمَّا نَسُوْا مَا ذُكِّرُوْا بِهٖۤ اَنْجَيْنَا الَّذِيْنَ يَنْهَوْنَ عَنِ السُّوْٓءِ وَاَخَذْنَا الَّذِيْنَ ظَلَمُوْا بِعَذَابٍۢ بَـئِيْسٍ بِۢمَا كَانُوْا يَفْسُقُوْنَ
fa lammaa nasuu maa zukkiruu bihiii anjainallaziina yan-hauna 'anis-suuu`i wa akhoznallaziina zholamuu bi'azaabim ba`iisim bimaa kaanuu yafsuquun
"Maka setelah mereka melupakan apa yang diperingatkan kepada mereka, Kami selamatkan orang-orang yang melarang orang berbuat jahat dan Kami timpakan kepada orang-orang<7> yang zalim siksaan yang keras, disebabkan mereka<5> selalu berbuat fasik."
[166]
فَلَمَّا عَتَوْا عَنْ مَّا نُهُوْا عَنْهُ قُلْنَا لَهُمْ كُوْنُوْا قِرَدَةً خٰسِـئِیْنَ
fa lammaa 'atau 'am maa nuhuu 'an-hu qulnaa lahum kuunuu qirodatan khoosi`iin
"Maka setelah mereka<5> bersikap sombong terhadap segala apa yang dilarang. Kami katakan kepada mereka, Jadilah kamu kera yang hina."
[167]
وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكَ لَيَبْعَثَنَّ عَلَيْهِمْ اِلٰى يَوْمِ الْقِيٰمَةِ مَنْ يَّسُوْمُهُمْ سُوْٓءَ الْعَذَابِ ۗ اِنَّ رَبَّكَ لَسَرِيْعُ الْعِقَابِ ۖ وَاِنَّهٗ لَـغَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
wa iz ta`azzana robbuka layab'asanna 'alaihim ilaa yaumil-qiyaamati may yasuumuhum suuu`al-'azaab, inna robbaka lasarii'ul-'iqoobi wa innahuu laghofuurur rohiim
"Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu memberitahukan, bahwa sungguh, Dia akan mengirim orang-orang yang akan menimpakan azab yang seburuk-buruknya kepada mereka (orang Yahudi) sampai hari Kiamat. Sesungguhnya Tuhanmu sangat cepat siksa-Nya, dan sesungguhnya Dia Maha Pengampun, Maha Penyayang."
[168]
وَقَطَّعْنٰهُمْ فِى الْاَرْضِ اُمَمًا ۚ مِنْهُمُ الصّٰلِحُوْنَ وَمِنْهُمْ دُوْنَ ذٰلِكَ ۖ وَبَلَوْنٰهُمْ بِالْحَسَنٰتِ وَالسَّيِّاٰتِ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُوْنَ
wa qoththo'naahum fil-ardhi umamaa, min-humush-shoolihuuna wa min-hum duuna zaalika wa balaunaahum bil-hasanaati was-sayyi`aati la'allahum yarji'uun
"Dan Kami pecahkan mereka<5> di dunia ini menjadi beberapa golongan; di antaranya ada orang-orang yang saleh dan ada yang tidak demikian. Dan Kami uji mereka dengan (nikmat) yang baik-baik dan (bencana) yang buruk-buruk, agar mereka<5> kembali (kepada kebenaran)."
[169]
فَخَلَفَ مِنْۢ بَعْدِهِمْ خَلْفٌ وَّرِثُوا الْكِتٰبَ يَأْخُذُوْنَ عَرَضَ هٰذَا الْاَدْنٰى وَيَقُوْلُوْنَ سَيُغْفَرُ لَـنَا ۚ وَاِنْ يَّأْتِهِمْ عَرَضٌ مِّثْلُهٗ يَأْخُذُوْهُ ۗ اَلَمْ يُؤْخَذْ عَلَيْهِمْ مِّيْثَاقُ الْـكِتٰبِ اَنْ لَّا يَقُوْلُوْا عَلَى اللّٰهِ اِلَّا الْحَـقَّ وَدَرَسُوْا مَا فِيْهِ ۗ وَالدَّارُ الْاٰخِرَةُ خَيْرٌ لِّـلَّذِيْنَ يَتَّقُوْنَ ۗ اَفَلَا تَعْقِلُوْنَ
fa kholafa mim ba'dihim kholfuw warisul-kitaaba ya`khuzuuna 'arodho haazal-adnaa wa yaquuluuna sayughfaru lanaa, wa iy ya`tihim 'arodhum misluhuu ya`khuzuuh, a lam yu`khoz 'alaihim miisaaqul-kitaabi al laa yaquuluu 'alallohi illal-haqqo wa darosuu maa fiih, wad-daarul-aakhirotu khoirul lillaziina yattaquun, a fa laa ta'qiluun
"Maka, setelah mereka, datanglah generasi (yang jahat) yang mewarisi Taurat, yang mengambil harta benda dunia yang rendah ini. Lalu mereka berkata, Kami akan diberi ampun. Dan kelak jika harta benda dunia datang kepada mereka sebanyak itu (pula), niscaya mereka akan mengambilnya (juga). Bukankah mereka sudah terikat perjanjian dalam Kitab (Taurat) bahwa mereka tidak akan mengatakan terhadap Allah, kecuali yang benar, padahal mereka telah mempelajari apa yang tersebut di dalamnya?
Negeri akhirat itu lebih baik bagi mereka yang bertakwa.
Maka tidakkah kamu mengerti?"
[170]
وَالَّذِيْنَ يُمَسِّكُوْنَ بِالْـكِتٰبِ وَاَقَامُوا الصَّلٰوةَ ۗ اِنَّا لَا نُضِيْعُ اَجْرَ الْمُصْلِحِيْنَ
wallaziina yumassikuuna bil-kitaabi wa aqoomush-sholaah, innaa laa nudhii'u ajrol-mushlihiin
"Dan orang-orang<5> yang berpegang teguh pada Kitab (Taurat) serta melaksanakan sholat, (akan diberi pahala). Sungguh, Kami tidak akan menghilangkan pahala orang-orang saleh."
[171]*
وَاِذْ نَـتَقْنَا الْجَـبَلَ فَوْقَهُمْ كَاَنَّهٗ ظُلَّةٌ وَّظَنُّوْۤا اَنَّهٗ وَاقِعٌ بِۢهِمْ ۚ خُذُوْا مَاۤ اٰتَيْنٰكُمْ بِقُوَّةٍ وَّاذْكُرُوْا مَا فِيْهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ٪
wa iz nataqnal-jabala fauqohum ka`annahuu zhullatuw wa zhonnuuu annahuu waaqi'um bihim, khuzuu maaa aatainaakum biquwwatiw wazkuruu maa fiihi la'allakum tattaquun
"Dan (ingatlah) ketika Kami mengangkat gunung ke atas mereka, seakan-akan (gunung) itu naungan awan dan mereka yakin bahwa (gunung) itu akan jatuh menimpa mereka. (Dan Kami firmankan kepada mereka), Peganglah dengan teguh apa yang telah Kami berikan kepadamu, serta ingatlah selalu (amalkanlah) apa yang tersebut di dalamnya agar kamu<5> menjadi orang-orang bertakwa."
[172]*
وَ اِذْ اَخَذَ رَبُّكَ مِنْۢ بَنِيْۤ اٰدَمَ مِنْ ظُهُوْرِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَ اَشْهَدَهُمْ عَلٰۤى اَنْفُسِهِمْ ۚ اَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ ۗ قَالُوْا بَلٰى ۛ شَهِدْنَا ۛ اَنْ تَقُوْلُوْا يَوْمَ الْقِيٰمَةِ اِنَّا كُنَّا عَنْ هٰذَا غٰفِلِيْنَ ۙ
wa iz akhoza robbuka mim baniii aadama min zhuhuurihim zurriyyatahum wa asy-hadahum 'alaaa anfusihim, a lastu birobbikum, qooluu balaa syahidnaa, an taquuluu yaumal-qiyaamati innaa kunnaa 'an haazaa ghoofiliin
"Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu mengeluarkan dari tulang belakang (punggung) anak-cucu Adam keturunan mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap diri<5> mereka, (seraya berfirman): 'Bukankah Aku ini Tuhanmu?'
Mereka menjawab: 'Betul (Engkau Tuhan kami), kami bersaksi'.
(Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari Kiamat kamu<7> tidak mengatakan, Sesungguhnya ketika itu kami lengah terhadap ini,"
Iqro' :
Kesaksian Diri :
Keluarnya sel-punca dari sumsum tulang belakang kita (anak-cucu Adam) saat kita <5> masih berupa janin dikandungan ibu, untuk kemudian sel punca tsb berubah menjadi 'sel cikal-bakal gonad' yaitu sel-sel yang membentuk organ reproduksi termasuk 'sperma atau ovum' yang nantinya menjadi keturunan kita <5>.
[173]
اَوْ تَقُوْلُوْۤا اِنَّمَاۤ اَشْرَكَ اٰبَآ ؤُنَا مِنْ قَبْلُ وَكُنَّا ذُرِّيَّةً مِّنْۢ بَعْدِهِمْ ۚ اَفَتُهْلِكُنَا بِمَا فَعَلَ الْمُبْطِلُوْنَ
au taquuluuu innamaaa asyroka aabaaa`unaa ming qoblu wa kunnaa zurriyyatam mim ba'dihim, a fa tuhlikunaa bimaa fa'alal-mubthiluun
"atau agar kamu tidak mengatakan, Sesungguhnya nenek moyang kami<5> telah mempersekutukan Tuhan sejak dahulu, sedang kami adalah keturunan yang (datang) setelah mereka. Maka apakah Engkau akan membinasakan kami<5> karena perbuatan orang-orang (dahulu) yang sesat?"
[174]
وَكَذٰلِكَ نُفَصِّلُ الْاٰيٰتِ وَلَعَلَّهُمْ يَرْجِعُوْنَ
wa kazaalika nufashshilul-aayaati wa la'allahum yarji'uun
"Dan demikianlah Kami menjelaskan ayat-ayat itu, agar mereka<5> kembali (kepada kebenaran)."
[175]
وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَاَ الَّذِيْۤ اٰتَيْنٰهُ اٰيٰتِنَا فَانْسَلَخَ مِنْهَا فَاَتْبَعَهُ الشَّيْطٰنُ فَكَانَ مِنَ الْغٰوِيْنَ
watlu 'alaihim naba`allaziii aatainaahu aayaatinaa fansalakho min-haa fa atba'ahusy-syaithoonu fa kaana minal-ghoowiin
"Dan bacakanlah (Muhammad) kepada mereka<5>, berita orang yang telah Kami berikan ayat-ayat Kami kepadanya, kemudian dia melepaskan diri dari ayat-ayat itu, lalu dia diikuti oleh setan (sampai dia tergoda), maka jadilah dia termasuk orang<5> yang sesat."
[176]
وَلَوْ شِئْنَا لَرَفَعْنٰهُ بِهَا وَلٰـكِنَّهٗۤ اَخْلَدَ اِلَى الْاَرْضِ وَاتَّبَعَ هَوٰٮهُ ۚ فَمَثَلُهٗ كَمَثَلِ الْـكَلْبِ ۚ اِنْ تَحْمِلْ عَلَيْهِ يَلْهَثْ اَوْ تَتْرُكْهُ يَلْهَثْ ۗ ذٰلِكَ مَثَلُ الْقَوْمِ الَّذِيْنَ كَذَّبُوْا بِاٰيٰتِنَا ۚ فَاقْصُصِ الْقَصَصَ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُوْنَ
walau syi`naa larofa'naahu bihaa wa laakinnahuuu akhlada ilal-ardhi wattaba'a hawaah, fa masaluhuu kamasalil-kalb, in tahmil 'alaihi yal-has au tatruk-hu yal-has, zaalika masalul-qoumillaziina kazzabuu bi`aayaatinaa, faqshushil-qoshosho la'allahum yatafakkaruun
"Dan sekiranya Kami menghendaki niscaya Kami tinggikan (derajat)<7>nya dengan (ayat-ayat) itu, tetapi dia<5> cenderung kepada dunia dan mengikuti keinginannya, maka perumpamaannya seperti anjing, jika kamu menghalaunya dijulurkan lidahnya dan jika kamu membiarkannya ia menjulurkan lidahnya (juga).
Demikianlah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah kisah-kisah itu agar mereka<5> berpikir."
[177]
سَآءَ مَثَلًا ٭ لْقَوْمُ الَّذِيْنَ كَذَّبُوْا بِاٰيٰتِنَا وَاَنْفُسَهُمْ كَانُوْا يَظْلِمُوْنَ
saaa`a masalanil-qoumullaziina kazzabuu bi`aayaatinaa wa anfusahum kaanuu yazhlimuun
"Sangat buruk perumpamaan orang-orang<5>. yang mendustakan ayat-ayat Kami; mereka menzalimi diri<7>sendiri."
[178]
مَنْ يَّهْدِ اللّٰهُ فَهُوَ الْمُهْتَدِيْ ۚ وَمَنْ يُّضْلِلْ فَاُولٰٓئِكَ هُمُ الْخٰسِرُوْنَ
may yahdillaahu fa huwal-muhtadii, wa may yudhlil fa ulaaa`ika humul-khoosiruun
"Barang siapa diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk; dan barang siapa disesatkan Allah, maka merekalah orang-orang yang rugi."
[179]*
وَلَـقَدْ ذَرَأْنَا لِجَـهَنَّمَ كَثِيْرًا مِّنَ الْجِنِّ وَالْاِنْسِ ۖ لَهُمْ قُلُوْبٌ لَّا يَفْقَهُوْنَ بِهَا ۖ وَلَهُمْ اَعْيُنٌ لَّا يُبْصِرُوْنَ بِهَا ۖ وَلَهُمْ اٰذَانٌ لَّا يَسْمَعُوْنَ بِهَا ۗ اُولٰٓئِكَ كَالْاَنْعَامِ بَلْ هُمْ اَضَلُّ ۗ اُولٰٓئِكَ هُمُ الْغٰفِلُوْنَ
wa laqod zaro`naa lijahannama kasiirom minal-jinni wal-insi lahum quluubul laa yafqohuuna bihaa wa lahum a'yunul laa yubshiruuna bihaa wa lahum aazaanul laa yasma'uuna bihaa, ulaaa`ika kal-an'aami bal hum adholl, ulaaa`ika humul-ghoofiluun
"Dan sungguh, akan Kami isi Neraka Jahanam banyak dari kalangan jin dan insan-manusia.
Mereka<5> memiliki hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah),
dan mereka memiliki mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah),
dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengarkan (ayat-ayat Allah).
Mereka<5> seperti hewan ternak, bahkan lebih sesat lagi.
Mereka<5> itulah orang-orang yang lengah."
[180]*
وَلِلّٰهِ الْاَسْمَآءُ الْحُسْنٰى فَادْعُوْهُ بِهَا ۖ وَذَرُوا الَّذِيْنَ يُلْحِدُوْنَ فِيْۤ اَسْمَآئِهٖ ۗ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ ۖ
wa lillaahil-asmaaa`ul-husnaa fad'uuhu bihaa wa zarullaziina yul-hiduuna fiii asmaaa`ih, sayujzauna maa kaanuu ya'maluun
"Dan Allah memiliki Asmaul Husna (nama-nama yang terbaik), maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut Asmaul Husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyalahartikan nama-nama-Nya. Mereka<7> kelak akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka<5> kerjakan."
[181]
وَمِمَّنْ خَلَقْنَاۤ اُمَّةٌ يَّهْدُوْنَ بِالْحَـقِّ وَبِهٖ يَعْدِلُوْنَ٪
wa mim man kholaqnaaa ummatuy yahduuna bil-haqqi wa bihii ya'diluun
"Dan di antara orang-orang<5> yang telah Kami ciptakan ada umat yang memberi petunjuk dengan (dasar) kebenaran, dan dengan itu (pula) mereka berlaku adil."
[182]
وَالَّذِيْنَ كَذَّبُوْا بِاٰيٰتِنَا سَنَسْتَدْرِجُهُمْ مِّنْ حَيْثُ لَا يَعْلَمُوْنَ
wallaziina kazzabuu bi`aayaatinaa sanastadrijuhum min haisu laa ya'lamuun
"Dan orang-orang<5> yang mendustakan ayat-ayat Kami, akan Kami biarkan mereka<5> berangsur-angsur (ke arah kebinasaan), dengan cara yang tidak mereka ketahui."
[183]
وَاُمْلِيْ لَهُمْ ۗ ۗ اِنَّ كَيْدِيْ مَتِيْنٌ
wa umlii lahum, inna kaidii matiin
"Dan Aku akan memberikan tenggang waktu kepada mereka<5>. Sungguh, rencana-Ku sangat teguh."
[184]
اَوَلَمْ يَتَفَكَّرُوْا مَا بِصَاحِبِهِمْ مِّنْ جِنَّةٍ ۗ اِنْ هُوَ اِلَّا نَذِيْرٌ مُّبِيْنٌ
a wa lam yatafakkaruu maa bishoohibihim min jinnah, in huwa illaa naziirum mubiin
"Dan apakah mereka<5> tidak merenungkan bahwa teman mereka (Muhammad) tidak gila. Dia (Muhammad) tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan yang jelas."
[185]
اَوَلَمْ يَنْظُرُوْا فِيْ مَلَـكُوْتِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَمَا خَلَقَ اللّٰهُ مِنْ شَيْءٍ ۙ وَّاَنْ عَسٰۤى اَنْ يَّكُوْنَ قَدِ اقْتَرَبَ اَجَلُهُمْ ۚ فَبِاَيِّ حَدِيْثٍ ۢ بَعْدَهٗ يُؤْمِنُوْنَ
a wa lam yanzhuruu fii malakuutis-samaawaati wal-ardhi wa maa kholaqollaahu min syai`iw wa an 'asaaa ay yakuuna qodiqtaroba ajaluhum fa bi`ayyi hadiisim ba'dahuu yu`minuun
"Dan apakah mereka tidak memperhatikan kerajaan langit dan bumi dan segala apa yang diciptakan Allah, dan kemungkinan telah dekatnya waktu mereka<5>? Lalu berita mana lagi setelah ini yang akan mereka percayai".
[186]
مَنْ يُّضْلِلِ اللّٰهُ فَلَا هَادِيَ لَهٗ ۗ وَ يَذَرُهُمْ فِيْ طُغْيَانِهِمْ يَعْمَهُوْنَ
may yudhlilillaahu fa laa haadiya lahuu wa yazaruhum fii thughyaanihim ya'mahuun
"Barang siapa dibiarkan sesat oleh Allah, maka tidak ada yang mampu memberi petunjuk. Allah membiarkannya terombang-ambing dalam kesesatan."
[187]
يَسْئَـــلُوْنَكَ عَنِ السَّاعَةِ اَيَّانَ مُرْسٰٮهَا ۗ قُلْ اِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ رَبِّيْ ۚ لَا يُجَلِّيْهَا لِوَقْتِهَاۤ اِلَّا هُوَ ۘ ثَقُلَتْ فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ ۗ لَا تَأْتِيْكُمْ اِلَّا بَغْتَةً ۗ يَسْــئَلُوْنَكَ كَاَنَّكَ حَفِيٌّ عَنْهَا ۗ قُلْ اِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ اللّٰهِ وَلٰـكِنَّ اَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُوْنَ
yas`aluunaka 'anis-saa'ati ayyaana mursaahaa, qul innamaa 'ilmuhaa 'inda robbii, laa yujalliihaa liwaqtihaaa illaa huw, saqulat fis-samaawaati wal-ardh, laa ta`tiikum illaa baghtah, yas`aluunaka ka`annaka hafiyyun 'an-haa, qul innamaa 'ilmuhaa 'indallohi wa laakinna aksaron-naasi laa ya'lamuun
"Mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang Kiamat, Kapan terjadi? Katakanlah, Sesungguhnya pengetahuan tentang Kiamat itu ada pada Tuhanku; tidak ada (seorang pun) yang dapat menjelaskan waktu terjadinya selain Dia.
(Kiamat) itu sangat berat (bagi makhluk) yang di langit dan di bumi, tidak akan datang kepadamu, kecuali secara tiba-tiba.
Mereka<5> bertanya kepadamu seakan-akan engkau mengetahuinya. Katakanlah (Muhammad), Sesungguhnya pengetahuan tentang (hari Kiamat) ada pada Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui."
[188]
قُلْ لَّاۤ اَمْلِكُ لِنَفْسِيْ نَـفْعًا وَّلَا ضَرًّا اِلَّا مَا شَآءَ اللّٰهُ ۗ وَلَوْ كُنْتُ اَعْلَمُ الْغَيْبَ لَاسْتَكْثَرْتُ مِنَ الْخَيْرِ ۛ وَمَا مَسَّنِيَ السُّۤوْءُ ۛ اِنْ اَنَاۡ اِلَّا نَذِيْرٌ وَّبَشِيْرٌ لِّقَوْمٍ يُّؤْمِنُوْنَ٪
qul laaa amliku linafsii naf'aw wa laa dhorron illaa maa syaaa`alloh, walau kuntu a'lamul-ghoiba lastaksartu minal-khoiir, wa maa massaniyas-suuu`u in ana illaa naziiruw wa basyiirul liqoumiy yu`minuun
"Katakanlah (Muhammad), Aku tidak kuasa mendatangkan manfaat maupun menolak mudarat bagi diriku kecuali apa yang dikehendaki Allah. Sekiranya aku mengetahui yang gaib, niscaya aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan tidak akan ditimpa bahaya.
Aku hanyalah pemberi peringatan, dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman."
[189]*
هُوَ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَّـفْسٍ وَّاحِدَةٍ وَّجَعَلَ مِنْهَا زَوْجَهَا لِيَسْكُنَ اِلَيْهَا ۚ فَلَمَّا تَغَشّٰٮهَا حَمَلَتْ حَمْلًا خَفِيْفًا فَمَرَّتْ بِهٖ ۚ فَلَمَّاۤ اَثْقَلَتْ دَّعَوَا اللّٰهَ رَبَّهُمَا لَئِنْ اٰتَيْتَـنَا صَالِحًا لَّـنَكُوْنَنَّ مِنَ الشّٰكِرِيْنَ
huwallazii kholaqokum min nafsiw waahidatiw wa ja'ala min-haa zaujahaa liyaskuna ilaihaa, fa lammaa taghosysyaahaa hamalat hamlan khofiifan fa marrot bih, fa lammaaa asqolad da'awalloha robbahumaa la`in aataitanaa shoolihal lanakuunanna minasy-syaakiriin
"Dialah yang menciptakan kamu dari diri yang satu dan darinya Dia menciptakan pasangannya, agar dia merasa senang kepadanya.
Maka setelah dicampurinya, (istrinya) mengandung kandungan yang ringan, dan teruslah dia merasa ringan (beberapa waktu).
Kemudian ketika dia merasa berat, keduanya (suami-istri) bermohon kepada Allah, Tuhan mereka (seraya berkata), Jika Engkau memberi kami anak yang saleh, tentulah kami akan selalu bersyukur."
[190]*
فَلَمَّاۤ اٰتٰٮهُمَا صَالِحًـا جَعَلَا لَهٗ شُرَكَآءَ فِيْمَاۤ اٰتٰٮهُمَا ۚ فَتَعٰلَى اللّٰهُ عَمَّا يُشْرِكُوْنَ
fa lammaaa aataahumaa shoolihan ja'alaa lahuu syurokaaa`a fiimaaa aataahumaa, fa ta'aalallohu 'ammaa yusyrikuun
"Maka, setelah Dia memberi keduanya seorang anak yang saleh, mereka<5> menjadikan anak yang telah dianugerahkan-Nya itu sebagai sekutu bagi Allah.
Maka, Maha Tinggi Allah dari apa yang mereka<5> persekutukan."
[191]
اَيُشْرِكُوْنَ مَا لَا يَخْلُقُ شَيْئًـــا وَّهُمْ يُخْلَقُوْنَ ۖ
a yusyrikuuna maa laa yakhluqu syai`aw wa hum yukhlaquun
"Mengapa mereka<5> mempersekutukan (Allah dengan) sesuatu yang tidak dapat menciptakan sesuatu apa pun? Padahal (berhala-berhala) itu sendiri diciptakan?."
[192]
وَلَا يَسْتَطِيْعُوْنَ لَهُمْ نَـصْرًا وَّلَاۤ اَنْفُسَهُمْ يَنْصُرُوْنَ
wa laa yastathii'uuna lahum nashrow wa laaa anfusahum yanshuruun
"Dan (berhala-berhala) itu tidak dapat memberikan pertolongan kepada penyembahnya, dan kepada dirinya sendiri pun mereka tidak dapat memberi pertolongan."
[193]
وَاِنْ تَدْعُوْهُمْ اِلَى الْهُدٰى لَا يَتَّبِعُوْكُمْ ۗ سَوَآءٌ عَلَيْكُمْ اَدَعَوْتُمُوْهُمْ اَمْ اَنْـتُمْ صٰمِتُوْنَ
wa in tad'uuhum ilal-hudaa laa yattabi'uukum, sawaaa`un 'alaikum a da'autumuuhum am antum shoomituun
"Dan jika kamu menyerunya untuk memberi petunjuk kepadamu, tidaklah (berhala-berhala) itu dapat memperkenankan seruanmu; sama saja (hasilnya) buat kamu menyeru mereka atau berdiam diri."
[194]
اِنَّ الَّذِيْنَ تَدْعُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ عِبَادٌ اَمْثَالُـكُمْ فَادْعُوْهُمْ فَلْيَسْتَجِيْبُوْا لَـكُمْ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ
innallaziina tad'uuna min duunillaahi 'ibaadun amsaalukum fad'uuhum falyastajiibuu lakum ing kuntum shoodiqiin
"Sesungguhnya mereka (berhala-berhala) yang kamu seru selain Allah adalah makhluk (yang lemah) yang serupa juga dengan kamu. Maka, serulah mereka lalu biarkanlah mereka memperkenankan permintaanmu, jika kamu orang yang benar."
[195]
اَلَهُمْ اَرْجُلٌ يَّمْشُوْنَ بِهَاۤ ۖ اَمْ لَهُمْ اَيْدٍ يَّبْطِشُوْنَ بِهَاۤ ۖ اَمْ لَهُمْ اَعْيُنٌ يُّبْصِرُوْنَ بِهَاۤ ۖ اَمْ لَهُمْ اٰذَانٌ يَّسْمَعُوْنَ بِهَا ۗ قُلِ ادْعُوْا شُرَكَآءَكُمْ ثُمَّ كِيْدُوْنِ فَلَا تُنْظِرُوْنِ
a lahum arjuluy yamsyuuna bihaaa am lahum aidiy yabthisyuuna bihaaa am lahum a'yunuy yubshiruuna bihaaa am lahum aazaanuy yasma'uuna bihaa, qulid'uu syurokaaa`akum summa kiiduuni fa laa tunzhiruun
"Apakah mereka (berhala-berhala) mempunyai kaki untuk berjalan, atau mempunyai tangan untuk memegang dengan keras, atau mempunyai mata untuk melihat, atau mempunyai telinga untuk mendengar? Katakanlah (Muhammad), Panggillah (berhala-berhalamu) yang kamu anggap sekutu Allah, kemudian lakukanlah tipu daya (untuk mencelakakan)ku, dan jangan kamu tunda lagi."
[196]
اِنَّ وَلِيِّ يَ اللّٰهُ الَّذِيْ نَزَّلَ الْـكِتٰبَ ۖ وَهُوَ يَتَوَلَّى الصّٰلِحِيْنَ
inna waliyyiyallohullazii nazzalal-kitaaba wa huwa yatawallash-shoolihiin
"Sesungguhnya pelindungku adalah Allah yang telah menurunkan Kitab (Al-Qur'an). Dia melindungi orang-orang saleh."
[197]
وَالَّذِيْنَ تَدْعُوْنَ مِنْ دُوْنِهٖ لَا يَسْتَطِيْعُوْنَ نَـصْرَكُمْ وَلَاۤ اَنْفُسَهُمْ يَنْصُرُوْنَ
wallaziina tad'uuna min duunihii laa yastathii'uuna nashrokum wa laaa anfusahum yanshuruun
"Dan berhala-berhala yang kamu seru selain Allah tidaklah sanggup menolongmu, bahkan tidak dapat menolong dirinya sendiri."
[198]
وَاِنْ تَدْعُوْهُمْ اِلَى الْهُدٰى لَا يَسْمَعُوْا ۗ وَتَرٰٮهُمْ يَنْظُرُوْنَ اِلَيْكَ وَهُمْ لَا يُبْصِرُوْنَ
wa in tad'uuhum ilal-hudaa laa yasma'uu, wa taroohum yanzhuruuna ilaika wa hum laa yubshiruun
"Dan jika kamu menyeru mereka (berhala-berhala) untuk memberi petunjuk, mereka tidak dapat mendengarnya. Dan kamu lihat mereka memandangmu padahal mereka tidak melihat."
[199]
خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَاَعْرِضْ عَنِ الْجٰهِلِيْنَ
khuzil-'afwa wa`mur bil-'urfi wa a'ridh 'anil-jaahiliin
"Jadilah pemaaf dan suruhlah orang<5> mengerjakan yang makruf, serta jangan pedulikan orang-orang<5> yang bodoh."
[200]
وَاِمَّا يَنْزَغَـنَّكَ مِنَ الشَّيْطٰنِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللّٰهِ ۗ اِنَّهٗ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ
wa immaa yanzaghonnaka minasy-syaithooni nazghun fasta'iz billaah, innahuu samii'un 'aliim
"Dan jika setan datang menggodamu, maka berlindunglah kepada Allah. Sungguh, Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui."
[201]
اِنَّ الَّذِيْنَ اتَّقَوْا اِذَا مَسَّهُمْ طٰٓئِفٌ مِّنَ الشَّيْطٰنِ تَذَكَّرُوْا فَاِذَا هُمْ مُّبْصِرُوْنَ ۚ
innallaziinattaqou izaa massahum thooo`ifum minasy-syaithooni tazakkaruu fa izaa hum mubshiruun
"Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa apabila mereka<5> dibayang-bayangi pikiran jahat dari setan, mereka pun segera ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat (kekeliruannya)".
[202]
وَاِخْوَانُهُمْ يَمُدُّوْنَهُمْ فِى الْغَيِّ ثُمَّ لَا يُقْصِرُوْنَ
wa ikhwaanuhum yamudduunahum fil-ghoyyi summa laa yuqshiruun
"Dan teman-teman mereka (yang tidak baik) tidak henti-hentinyaa membantu setan-setan dalam menyesatkan."
[203]
وَاِذَا لَمْ تَأْتِهِمْ بِاٰيَةٍ قَالُوْا لَوْلَا اجْتَبَيْتَهَا ۗ قُلْ اِنَّمَاۤ اَتَّبِعُ مَا يُوْحٰۤى اِلَيَّ مِنْ رَّبِّيْ ۚ هٰذَا بَصَآئِرُ مِنْ رَّبِّكُمْ وَهُدًى وَّ رَحْمَةٌ لِّقَوْمٍ يُّؤْمِنُوْنَ
wa izaa lam ta`tihim bi`aayating qooluu lau lajtabaitahaa, qul innamaaa attabi'u maa yuuhaaa ilayya mir robbii, haazaa bashooo`iru mir robbikum wa hudaw wa rohmatul liqoumiy yu`minuun
"Dan apabila engkau (Muhammad) tidak membacakan suatu ayat kepada mereka, mereka<5> berkata, Mengapa tidak engkau buat sendiri ayat itu?
Katakanlah (Muhammad), Sesungguhnya aku hanya mengikuti apa yang diwahyukan Tuhanku kepadaku. (Al-Qur'an) ini adalah bukti-bukti yang nyata dari Tuhanmu, petunjuk dan rahmat bagi orang-orang<5> yang beriman."
[204]*
وَاِذَا قُرِئَ الْقُرْاٰنُ فَاسْتَمِعُوْا لَهٗ وَاَنْصِتُوْا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ
wa izaa quri`al-qur`aanu fastami'uu lahuu wa anshituu la'allakum tur-hamuun
"Dan apabila dibacakan Al-Qur'an, maka dengarkanlah dan diamlah, agar kamu<5> mendapat rahmat."
[205]*
وَاذْكُرْ رَّبَّكَ فِيْ نَفْسِكَ تَضَرُّعًا وَّخِيْفَةً وَّدُوْنَ الْجَـهْرِ مِنَ الْقَوْلِ بِالْغُدُوِّ وَالْاٰصَالِ وَلَا تَكُنْ مِّنَ الْغٰفِلِيْنَ
wazkur robbaka fii nafsika tadhorru'aw wa khiifataw wa duunal-jahri minal-qouli bil-ghuduwwi wal-aashooli wa laa takum minal-ghoofiliin
"Dan ingatlah Tuhanmu dalam hatimu dengan rendah hati dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, pada waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang<5> yang lengah."
[206]
اِنَّ الَّذِيْنَ عِنْدَ رَبِّكَ لَا يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِهٖ وَيُسَبِّحُوْنَهٗ وَلَهٗ يَسْجُدُوْنَ٪
innallaziina 'inda robbika laa yastakbiruuna 'an 'ibaadatihii wa yusabbihuunahuu wa lahuu yasjuduun
"Sesungguhnya malaikat-malaikat yang ada di sisi Tuhanmu tidak merasa enggan untuk menyembah Allah dan mereka menyucikan-Nya dan hanya kepada-Nya mereka bersujud."
.
.
.
{ 8 } Al Anfal (Harta Rampasan Perang)
________________________________________
< Madinah > < 75 ayat >
[31]
وَاِذَا تُتْلٰى عَلَيْهِمْ اٰيٰتُنَا قَالُوْا قَدْ سَمِعْنَا لَوْ نَشَآءُ لَـقُلْنَا مِثْلَ هٰذَۤا ۙ اِنْ هٰذَاۤ اِلَّاۤ اَسَاطِيْرُ الْاَوَّلِيْنَ
wa izaa tutlaa 'alaihim aayaatunaa qooluu qod sami'naa lau nasyaaa`u laqulnaa misla haazaaa in haazaaa illaaa asaathiirul-awwaliin
"Dan apabila ayat-ayat Kami dibacakan kepada mereka, mereka<5> berkata, Sesungguhnya kami telah mendengar (ayat-ayat seperti ini), jika kami menghendaki niscaya kami dapat membacakan yang seperti ini. (Al-Qur'an) ini tidak lain hanyalah dongeng orang-orang terdahulu".
[32]
وَاِذْ قَالُوا اللّٰهُمَّ اِنْ كَانَ هٰذَا هُوَ الْحَـقَّ مِنْ عِنْدِكَ فَاَمْطِرْ عَلَيْنَا حِجَارَةً مِّنَ السَّمَآءِ اَوِ ائْتِنَا بِعَذَابٍ اَ لِيْمٍ
wa iz qoolullohumma ing kaana haazaa huwal-haqqo min 'indika fa amthir 'alainaa hijaarotam minas-samaaa`i awi`tinaa bi'azaabin aliim
"Dan (ingatlah), ketika mereka<5> (orang-orang musyrik) berkata, Ya Allah, jika (Al-Qur'an) ini benar (wahyu) dari Engkau, maka hujanilah kami<5> dengan batu dari langit, atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih."
[33]
وَمَا كَانَ اللّٰهُ لِيُعَذِّبَهُمْ وَاَنْتَ فِيْهِمْ ۗ وَمَا كَانَ اللّٰهُ مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُوْنَ
wa maa kaanallohu liyu'azzibahum wa anta fiihim, wa maa kaanallohu mu'azzibahum wa hum yastaghfiruun
"Tetapi Allah tidak akan menghukum mereka, selama engkau (Muhammad) berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan menghukum mereka, sedang mereka (masih) memohon ampunan."
[34]
Allah SWT berfirma
وَمَا لَهُمْ اَ لَّا يُعَذِّبَهُمُ اللّٰهُ وَهُمْ يَصُدُّوْنَ عَنِ الْمَسْجِدِ الْحَـرَامِ وَمَا كَانُوْۤا اَوْلِيَآءَهٗ ۗ اِنْ اَوْلِيَآ ؤُهٗۤ اِلَّا الْمُتَّقُوْنَ وَلٰـكِنَّ اَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُوْنَ
wa maa lahum allaa yu'azzibahumullohu wa hum yashudduuna 'anil-masjidil-haroomi wa maa kaanuuu auliyaaa`ah, in auliyaaa`uhuuu illal-muttaquuna wa laakinna aksarohum laa ya'lamuun
"Dan mengapa Allah tidak menghukum mereka padahal mereka menghalang-halangi (orang) untuk (mendatangi) Masjidilharam dan mereka bukanlah orang-orang yang berhak menguasainya? Orang yang berhak menguasai(nya), hanyalah orang-orang yang bertakwa, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui".
[35]
وَمَا كَانَ صَلَاتُهُمْ عِنْدَ الْبَيْتِ اِلَّا مُكَآءً وَّتَصْدِيَةً ۗ فَذُوْقُوا الْعَذَابَ بِمَا كُنْتُمْ تَكْفُرُوْنَ
wa maa kaana sholaatuhum 'indal-baiti illaa mukaaa`aw wa tashdiyah, fa zuuqul-'azaaba bimaa kuntum takfuruun
"Dan sholat mereka<5> di sekitar Baitullah itu, tidak lain hanyalah siulan dan tepuk tangan (sia-sia). Maka rasakanlah azab disebabkan kekafiranmu itu."
[36]
اِنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا يُنْفِقُوْنَ اَمْوَالَهُمْ لِيَـصُدُّوْا عَنْ سَبِيْلِ اللّٰهِ ۗ فَسَيُنْفِقُوْنَهَا ثُمَّ تَكُوْنُ عَلَيْهِمْ حَسْرَةً ثُمَّ يُغْلَبُوْنَ ۗ وَالَّذِيْنَ كَفَرُوْۤا اِلٰى جَهَـنَّمَ يُحْشَرُوْنَ ۙ
innallaziina kafaruu yunfiquuna amwaalahum liyashudduu 'an sabiilillaah, fa sayunfiquunahaa summa takuunu 'alaihim hasrotan summa yughlabuun, wallaziina kafaruuu ilaa jahannama yuhsyaruun
"Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu, menginfakkan harta mereka untuk menghalang-halangi (orang) dari jalan Allah. Mereka akan (terus) menginfakkan harta itu, kemudian mereka akan menyesal sendiri, dan akhirnya mereka akan dikalahkan. Ke dalam Neraka Jahanamlah orang-orang<7> kafir itu akan dikumpulkan,"
[37]
لِيَمِيْزَ اللّٰهُ الْخَبِيْثَ مِنَ الطَّيِّبِ وَ يَجْعَلَ الْخَبِيْثَ بَعْضَهٗ عَلٰى بَعْضٍ فَيَرْكُمَهٗ جَمِيْعًا فَيَجْعَلَهٗ فِيْ جَهَـنَّمَ ۗ اُولٰٓئِكَ هُمُ الْخٰسِرُوْنَ٪
liyamiizallohul-khobiisa minath-thoyyibi wa yaj'alal-khobiisa ba'dhohuu 'alaa ba'dhin fa yarkumahuu jamii'an fa yaj'alahuu fii jahannam, ulaaa`ika humul-khoosiruun
"agar Allah memisahkan (golongan) yang buruk dari yang baik dan menjadikan (golongan) yang buruk itu sebagiannya di atas yang lain, lalu kesemuanya ditumpukkan-Nya, dan dimasukkan-Nya ke dalam Neraka Jahanam. Mereka<7> itulah orang-orang yang rugi."
[38]
قُلْ لِّـلَّذِيْنَ كَفَرُوْۤا اِنْ يَّنْتَهُوْا يُغْفَرْ لَهُمْ مَّا قَدْ سَلَفَ ۚ وَاِنْ يَّعُوْدُوْا فَقَدْ مَضَتْ سُنَّتُ الْاَوَّلِيْنَ
qul lillaziina kafaruuu iy yantahuu yughfar lahum maa qod salaf, wa iy ya'uuduu fa qod madhot sunnatul-awwaliin
"Katakanlah kepada orang-orang yang kafir itu (Abu Sufyan dan kawan-kawannya), Jika mereka berhenti (dari kekafirannya), niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa mereka yang telah lalu; dan jika mereka<5> kembali lagi (memerangi Nabi) sungguh, berlaku (kepada mereka) Sunnah-Allah (terhadap) orang-orang dahulu.
[39]
وَقَاتِلُوْهُمْ حَتّٰى لَا تَكُوْنَ فِتْنَةٌ وَّيَكُوْنَ الدِّيْنُ كُلُّهٗ لِلّٰهِ ۚ فَاِنِ انْـتَهَوْا فَاِنَّ اللّٰهَ بِمَا يَعْمَلُوْنَ بَصِيْرٌ
wa qootiluuhum hattaa laa takuuna fitnatuw wa yakuunad-diinu kulluhuu lillaah, fa inintahau fa innalloha bimaa ya'maluuna bashiir
"Dan perangilah mereka itu sampai tidak ada lagi fitnah, dan agama hanya bagi Allah semata. Jika mereka<5> berhenti (dari kekafiran), maka sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang mereka<5> kerjakan."
[40]
وَاِنْ تَوَلَّوْا فَاعْلَمُوْۤا اَنَّ اللّٰهَ مَوْلٰٮكُمْ ۗ نِعْمَ الْمَوْلٰى وَنِعْمَ النَّصِيْرُ
wa in tawallau fa'lamuuu annalloha maulaakum, ni'mal-maulaa wa ni'man-nashiir
"Dan jika mereka berpaling, maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah pelindungmu. Dia adalah sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong."
.
.
.
Lanjut ke JUZ 10 >>
.
qoolal-mala`ullaziinastakbaruu ming qoumihii lanukhrijannaka yaa syu'aibu wallaziina aamanuu ma'aka ming qoryatinaaa au lata'uudunna fii millatinaa, qoola a walau kunnaa kaarihiin
"Pemuka-pemuka yang menyombongkan diri dari kaum Syu'aib berkata, Wahai Syu'aib! Pasti kami usir engkau bersama orang-orang yang beriman dari negeri kami, kecuali engkau kembali kepada agama kami. Syu'aib berkata, Apakah (kamu akan mengusir kami), kendatipun kami tidak suka?"
[89]
قَدِ افْتَرَيْنَا عَلَى اللّٰهِ كَذِبًا اِنْ عُدْنَا فِيْ مِلَّتِكُمْ بَعْدَ اِذْ نَجّٰٮنَا اللّٰهُ مِنْهَا ۗ وَمَا يَكُوْنُ لَـنَاۤ اَنْ نَّعُوْدَ فِيْهَاۤ اِلَّاۤ اَنْ يَّشَآءَ اللّٰهُ رَبُّنَا ۗ وَسِعَ رَبُّنَا كُلَّ شَيْءٍ عِلْمًا ۗ عَلَى اللّٰهِ تَوَكَّلْنَا ۗ رَبَّنَا افْتَحْ بَيْنَنَا وَبَيْنَ قَوْمِنَا بِالْحَـقِّ وَاَنْتَ خَيْرُ الْفٰتِحِيْنَ
qodiftaroinaa 'alallohi kaziban in 'udnaa fii millatikum ba'da iz najjaanallohu min-haa, wa maa yakuunu lanaaa an na'uuda fiihaaa illaaa ay yasyaaa`allohu robbunaa, wasi'a robbunaa kulla syai`in 'ilmaa, 'alallohi tawakkalnaa, robbanaftah bainanaa wa baina qouminaa bil-haqqi wa anta khoirul-faatihiin
"Sungguh, kami<5> telah mengada-adakan kebohongan yang besar terhadap Allah, jika kami kembali mengikuti agamamu (lakumu didunia), setelah Allah melepaskan kami darinya. Dan tidaklah pantas kami kembali kepadanya, kecuali jika Allah, Tuhan kami, menghendaki. Pengetahuan Tuhan kami meliputi segala sesuatu. Hanya kepada Allah kami<5> bertawakal.
Ya Tuhan kami, berilah keputusan antara kami dan kaum kami dengan hak (adil). Engkaulah pemberi keputusan terbaik."
[90]
وَقَالَ الْمَلَاُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْ قَوْمِهٖ لَئِنِ اتَّبَعْتُمْ شُعَيْبًا اِنَّكُمْ اِذًا لَّخٰسِرُوْنَ
wa qoolal-mala`ullaziina kafaruu ming qoumihii la`inittaba'tum syu'aiban innakum izal lakhoosiruun
"Dan pemuka-pemuka dari kaumnya (Syu'aib) yang kafir berkata (kepada sesamanya), Sesungguhnya jika kamu mengikuti Syu'aib, tentu kamu menjadi orang-orang yang rugi."
[91]
فَاَخَذَتْهُمُ الرَّجْفَةُ فَاَصْبَحُوْا فِيْ دَارِهِمْ جٰثِمِيْنَ
fa akhozat-humur-rojfatu fa ashbahuu fii daarihim jaasimiin
"Lalu datanglah gempa menimpa mereka, dan mereka<5> pun mati bergelimpangan di dalam reruntuhan rumah mereka,"
[92]
الَّذِيْنَ كَذَّبُوْا شُعَيْبًا كَاَنْ لَّمْ يَغْنَوْا فِيْهَا ۚ اَ لَّذِيْنَ كَذَّبُوْا شُعَيْبًا كَانُوْا هُمُ الْخٰسِرِيْنَ
allaziina kazzabuu syu'aibang ka`al lam yaghnau fiihaa, allaziina kazzabuu syu'aibang kaanuu humul-khoosiriin
"orang-orang yang mendustakan Syu'aib seakan-akan mereka belum pernah tinggal di (negeri) itu. Mereka yang mendustakan Syu'aib, itulah orang-orang yang rugi."
[93]
فَتَوَلّٰى عَنْهُمْ وَقَالَ يٰقَوْمِ لَقَدْ اَبْلَغْتُكُمْ رِسٰلٰتِ رَبِّيْ وَنَصَحْتُ لَـكُمْ ۚ فَكَيْفَ اٰسٰی عَلٰى قَوْمٍ كٰفِرِيْنَ
fa tawallaa 'an-hum wa qoola yaa qoumi laqod ablaghtukum risaalaati robbii wa nashohtu lakum, fa kaifa aasaa 'alaa qouming kaafiriin
"Maka, Syu'aib meninggalkan mereka<5> seraya berkata, Wahai kaumku! Sungguh, aku telah menyampaikan amanat Tuhanku kepadamu dan aku telah menasihati kamu<5>.
Maka, bagaimana aku akan bersedih hati terhadap orang-orang kafir?"
[94]
وَمَاۤ اَرْسَلْنَا فِيْ قَرْيَةٍ مِّنْ نَّبِيٍّ اِلَّاۤ اَخَذْنَاۤ اَهْلَهَا بِالْبَأْسَآءِ وَالضَّرَّآءِ لَعَلَّهُمْ يَضَّرَّعُوْنَ
wa maaa arsalnaa fii qoryatim min nabiyyin illaaa akhoznaaa ahlahaa bil-ba`saaa`i wadh-dhorrooo`i la'allahum yadhdhorro'uun
"Dan Kami tidak mengutus seorang nabi pun kepada sesuatu negeri, (lalu penduduknya mendustakan nabi itu), melainkan Kami timpakan kepada penduduknya kesempitan dan penderitaan agar mereka<5> (tunduk dengan) merendahkan diri."
[95]
ثُمَّ بَدَّلْـنَا مَكَانَ السَّيِّئَةِ الْحَسَنَةَ حَتّٰى عَفَوْا وَّقَالُوْا قَدْ مَسَّ اٰبَآءَنَا الضَّرَّآءُ وَالسَّرَّآءُ فَاَخَذْنٰهُمْ بَغْتَةً وَّهُمْ لَا يَشْعُرُوْنَ
summa baddalnaa makaanas-sayyi`atil-hasanata hattaa 'afaw wa qooluu qod massa aabaaa`anadh-dhorrooo`u was-sarrooo`u fa akhoznaahum baghtataw wa hum laa yasy'uruun
"Kemudian Kami ganti penderitaan itu dengan kesenangan sehingga (keturunan dan harta mereka) bertambah banyak, lalu mereka<5> berkata, Sungguh, nenek moyang kami telah merasakan penderitaan dan kesenangan, maka Kami timpakan siksaan atas mereka<5> dengan tiba-tiba tanpa mereka sadari."
[96]
وَلَوْ اَنَّ اَهْلَ الْقُرٰۤى اٰمَنُوْا وَاتَّقَوْا لَـفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكٰتٍ مِّنَ السَّمَآءِ وَالْاَرْضِ وَلٰـكِنْ كَذَّبُوْا فَاَخَذْنٰهُمْ بِمَا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ
walau anna ahlal-qurooo aamanuu wattaqou lafatahnaa 'alaihim barokaatim minas-samaaa`i wal-ardhi wa laaking kazzabuu fa akhoznaahum bimaa kaanuu yaksibuun
"Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka<5> berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan, maka Kami siksa mereka<7> sesuai dengan apa yang telah mereka<5> kerjakan."
[97]
اَفَاَمِنَ اَهْلُ الْـقُرٰۤى اَنْ يَّأْتِيَهُمْ بَأْسُنَا بَيَاتًا وَّهُمْ نَآئِمُوْنَ
a fa amina ahlul-qurooo ay ya`tiyahum ba`sunaa bayaataw wa hum naaa`imuun
"Maka, apakah penduduk negeri itu merasa aman dari siksaan Kami yang datang malam hari ketika mereka<5> sedang tidur?"
[98]
Allah SWT berfirman:
اَوَاَمِنَ اَهْلُ الْقُرٰۤى اَنْ يَّأْتِيَهُمْ بَأْسُنَا ضُحًى وَّهُمْ يَلْعَبُوْنَ
a wa amina ahlul-qurooo ay ya`tiyahum ba`sunaa dhuhaw wa hum yal'abuun
"Atau apakah penduduk negeri itu merasa aman dari siksaan Kami yang datang pada pagi hari ketika mereka<5> sedang bermain?"
[99]
اَفَاَمِنُوْا مَكْرَ اللّٰهِ ۚ فَلَا يَأْمَنُ مَكْرَ اللّٰهِ اِلَّا الْقَوْمُ الْخٰسِرُوْنَ
a fa aminuu makrollaah, fa laa ya`manu makrollaahi illal-qoumul-khoosiruun
"Atau apakah mereka merasa aman dari siksaan Allah (yang tidak terduga-duga)? Tidak ada yang merasa aman dari siksaan Allah selain orang-orang yang rugi."
[100]
اَوَلَمْ يَهْدِ لِلَّذِيْنَ يَرِثُوْنَ الْاَرْضَ مِنْۢ بَعْدِ اَهْلِهَاۤ اَنْ لَّوْ نَشَآءُ اَصَبْنٰهُمْ بِذُنُوْبِهِمْ ۚ وَنَطْبَعُ عَلٰى قُلُوْبِهِمْ فَهُمْ لَا يَسْمَعُوْنَ
a wa lam yahdi lillaziina yarisuunal-ardho mim ba'di ahlihaaa al lau nasyaaa`u ashobnaahum bizunuubihim, wa nathba'u 'alaa quluubihim fa hum laa yasma'uun
"Atau apakah belum jelas bagi orang-orang<5> yang mewarisi suatu negeri setelah (lenyap) penduduknya? Bahwa kalau Kami menghendaki pasti Kami siksa mereka<7> karena dosa-dosanya; dan Kami mengunci qolbu mereka sehingga mereka<7> tidak dapat mendengar (tuli)."
[101]
تِلْكَ الْقُرٰى نَقُصُّ عَلَيْكَ مِنْ اَنْۢبَآئِهَا ۚ وَلَقَدْ جَآءَتْهُمْ رُسُلُهُمْ بِالْبَيِّنٰتِ ۚ فَمَا كَانُوْا لِيُؤْمِنُوْا بِمَا كَذَّبُوْا مِنْ قَبْلُ ۗ كَذٰلِكَ يَطْبَعُ اللّٰهُ عَلٰى قُلُوْبِ الْكٰفِرِيْنَ
tilkal-quroo naqushshu 'alaika min ambaaa`ihaa, wa laqod jaaa`at-hum rusuluhum bil-bayyinaat, fa maa kaanuu liyu`minuu bimaa kazzabuu ming qobl, kazaalika yathba'ullohu 'alaa quluubil-kaafiriin
"Itulah negeri-negeri (yang telah Kami binasakan) itu, Kami ceritakan sebagian kisahnya kepadamu. Rasul-rasul mereka benar-benar telah datang kepada mereka<5> dengan membawa bukti-bukti yang nyata. Tetapi mereka<5> tidak beriman (juga) kepada apa yang telah mereka<5> dustakan sebelumnya. Demikianlah Allah mengunci hati orang-orang kafir."
[102]
وَمَا وَجَدْنَا لِاَكْثَرِهِمْ مِّنْ عَهْدٍ ۚ وَاِنْ وَّجَدْنَاۤ اَكْثَرَهُمْ لَفٰسِقِيْنَ
wa maa wajadnaa li`aksarihim min 'ahd, wa iw wajadnaaa aksarohum lafaasiqiin
"Dan Kami tidak mendapati kebanyakan mereka memenuhi janji. Sebaliknya yang Kami dapati kebanyakan mereka<5> adalah orang-orang yang benar-benar fasik."
[103]
ثُمَّ بَعَثْنَا مِنْۢ بَعْدِهِمْ مُّوْسٰى بِاٰيٰتِنَاۤ اِلٰى فِرْعَوْنَ وَمَلَاۡئِهٖ فَظَلَمُوْا بِهَا ۚ فَانْظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُفْسِدِيْنَ
summa ba'asnaa mim ba'dihim muusaa bi`aayaatinaaa ilaa fir'auna wa mala`ihii fa zholamuu bihaa, fanzhur kaifa kaana 'aaqibatul-mufsidiin
"Setelah mereka, kemudian Kami utus Musa dengan membawa bukti-bukti Kami kepada Fir'aun dan pemuka-pemuka kaumnya, lalu mereka<5> mengingkari bukti-bukti itu. Maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berbuat kerusakan."
[104]
وَ قَالَ مُوْسٰى يٰفِرْعَوْنُ اِنِّيْ رَسُوْلٌ مِّنْ رَّبِّ الْعٰلَمِيْنَ
wa qoola muusaa yaa fir'aunu innii rosuulum mir robbil-'aalamiin
"Dan Musa berkata, Wahai Fir'aun! Sungguh, aku adalah seorang utusan dari Tuhan seluruh alam,"
[105]
حَقِيْقٌ عَلٰۤى اَنْ لَّاۤ اَقُوْلَ عَلَى اللّٰهِ اِلَّا الْحَـقَّ ۗ قَدْ جِئْـتُكُمْ بِبَيِّنَةٍ مِّنْ رَّبِّكُمْ فَاَرْسِلْ مَعِيَ بَنِيْۤ اِسْرَآءِيْلَ
haqiiqun 'alaaa al laaa aquula 'alallohi illal-haqq, qod ji`tukum bibayyinatim mir robbikum fa arsil ma'iya baniii isrooo`iil
"aku wajib mengatakan yang sebenarnya tentang Allah. Sungguh, aku datang kepadamu dengan membawa bukti yang nyata dari Tuhanmu, maka lepaskanlah Bani Israil (pergi) bersamaku."
[106]
قَالَ اِنْ كُنْتَ جِئْتَ بِاٰيَةٍ فَأْتِ بِهَاۤ اِنْ كُنْتَ مِنَ الصّٰدِقِيْنَ
qoola ing kunta ji`ta bi`aayatin fa`ti bihaaa ing kunta minash-shoodiqiin
"Dia (Fir'aun) menjawab, Jika benar engkau membawa sesuatu bukti, maka tunjukkanlah, kalau kamu termasuk orang-orang yang benar."
[107]
فَاَلْقٰى عَصَاهُ فَاِذَا هِيَ ثُعْبَانٌ مُّبِيْنٌ
fa alqoo 'ashoohu fa izaa hiya su'baanum mubiin
"Lalu (Musa) melemparkan tongkatnya, tiba-tiba tongkat itu menjadi ular besar yang sebenarnya."
[108]
وَّنَزَعَ يَدَهٗ فَاِذَا هِيَ بَيْضَآءُ لِلنّٰظِرِيْنَ
wa naza'a yadahuu fa izaa hiya baidhooo`u lin-naazhiriin
"Dan dia mengeluarkan tangannya, tiba-tiba tangan itu menjadi putih (bercahaya) bagi orang-orang yang melihatnya."
[109]
قَالَ الْمَلَاُ مِنْ قَوْمِ فِرْعَوْنَ اِنَّ هٰذَا لَسٰحِرٌ عَلِيْمٌ
qoolal-mala`u ming qoumi fir'auna inna haazaa lasaahirun 'aliim
"Pemuka-pemuka kaum Fir'aun berkata, Orang ini benar-benar pesihir yang pandai,"
[110]
يُّرِيْدُ اَنْ يُّخْرِجَكُمْ مِّنْ اَرْضِكُمْ ۚ فَمَاذَا تَأْمُرُوْنَ
yuriidu ay yukhrijakum min ardhikum, fa maazaa ta`muruun
"yang hendak mengusir kamu dari negerimu. (Fir'aun berkata), Maka, apa saran kamu?"
[111]
قَالُوْاۤ اَرْجِهْ وَاَخَاہُ وَاَرْسِلْ فِی الْمَدَآئِنِ حٰشِرِیْنَ
qooluuu arjih wa akhoohu wa arsil fil-madaaa`ini haasyiriin
"(Pemuka-pemuka) itu menjawab, Tahanlah (untuk sementara) dia dan saudaranya dan utuslah ke kota-kota beberapa orang untuk mengumpulkan (para pesihir),"
[112]
يَأْتُوْكَ بِكُلِّ سٰحِرٍ عَلِيْمٍ
ya`tuuka bikulli saahirin 'aliim
"agar mereka membawa semua pesihir yang pandai kepadamu."
[113]
وَجَآءَ السَّحَرَةُ فِرْعَوْنَ قَالُوْۤا اِنَّ لَـنَا لَاَجْرًا اِنْ كُنَّا نَحْنُ الْغٰلِبِيْنَ
wa jaaa`as-saharotu fir'auna qooluuu inna lanaa la`ajron ing kunnaa nahnul-ghoolibiin
"Dan para pesihir datang kepada Fir'aun. Mereka berkata, (Apakah) kami akan mendapat imbalan, jika kami menang?"
[114]
قَالَ نَـعَمْ وَاِنَّكُمْ لَمِنَ الْمُقَرَّبِيْنَ
qoola na'am wa innakum laminal-muqorrobiin
"Dia (Fir'aun) menjawab, Ya, bahkan kamu pasti termasuk orang-orang yang dekat (kepadaku)."
[115]
قَالُوْا يٰمُوْسٰۤى اِمَّاۤ اَنْ تُلْقِيَ وَاِمَّاۤ اَنْ نَّكُوْنَ نَحْنُ الْمُلْقِيْنَ
qooluu yaa muusaaa immaaa an tulqiya wa immaaa an nakuuna nahnul-mulqiin
"Mereka (para pesihir) berkata, Wahai Musa! Engkaukah yang akan melemparkan lebih dahulu, atau kami yang melemparkan?"
[116]
قَالَ اَلْقُوْا ۚ فَلَمَّاۤ اَلْقَوْا سَحَرُوْۤا اَعْيُنَ النَّاسِ وَاسْتَرْهَبُوْهُمْ وَجَآءُوْ بِسِحْرٍ عَظِيْمٍ
qoola alquu, fa lammaaa alqou saharuuu a'yunan-naasi wastar-habuuhum wa jaaa`uu bisihrin 'azhiim
"Dia (Musa) menjawab, Lemparkanlah (lebih dahulu)! Maka, setelah mereka melemparkan, mereka menyihir mata orang banyak dan menjadikan orang banyak itu takut, karena mereka memperlihatkan sihir yang hebat (menakjubkan)."
[117]
وَاَوْحَيْنَاۤ اِلٰى مُوْسٰۤى اَنْ اَلْقِ عَصَاكَ ۚ فَاِذَا هِيَ تَلْقَفُ مَا يَأْفِكُوْنَ
wa auhainaaa ilaa muusaaa an alqi 'ashook, fa izaa hiya talqofu maa ya`fikuun
"Dan Kami wahyukan kepada Musa, Lemparkanlah tongkatmu! Maka, tiba-tiba ia menelan (habis) segala kepalsuan mereka."
[118]
فَوَقَعَ الْحَـقُّ وَبَطَلَ مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ
fa waqo'al-haqqu wa bathola maa kaanuu ya'maluun
"Maka terbuktilah kebenaran, dan segala yang mereka kerjakan jadi sia-sia."
[119]
فَغُلِبُوْا هُنَالِكَ وَانْقَلَبُوْا صٰغِرِيْنَ
fa ghulibuu hunaalika wangqolabuu shooghiriin
"Maka, mereka dikalahkan di tempat itu dan jadilah mereka orang-orang yang hina."
[120]
وَ اُلْقِيَ السَّحَرَةُ سٰجِدِيْنَ
wa ulqiyas-saharotu saajidiin
"Dan para pesihir itu serta-merta menjatuhkan diri dengan bersujud,"
[121]
قَالُوْۤا اٰمَنَّا بِرَبِّ الْعٰلَمِيْنَ
qooluuu aamannaa birobbil-'aalamiin
"mereka berkata, Kami beriman kepada Tuhan seluruh alam,"
[122]
رَبِّ مُوْسٰى وَهٰرُوْنَ
robbi muusaa wa haaruun
"(yaitu) Tuhannya Musa dan Harun."
[123]
قَالَ فِرْعَوْنُ اٰمَنْتُمْ بِهٖ قَبْلَ اَنْ اٰذَنَ لَـكُمْ ۚ اِنَّ هٰذَا لَمَكْرٌ مَّكَرْتُمُوْهُ فِى الْمَدِيْنَةِ لِتُخْرِجُوْا مِنْهَاۤ اَهْلَهَا ۚ فَسَوْفَ تَعْلَمُوْنَ
qoola fir'aunu aamantum bihii qobla an aazana lakum, inna haazaa lamakrum makartumuuhu fil-madiinati litukhrijuu min-haaa ahlahaa, fa saufa ta'lamuun
"Fir'aun berkata, Mengapa kamu beriman kepadanya sebelum aku memberi izin kepadamu? Sesungguhnya ini benar-benar tipu muslihat yang telah kamu rencanakan di kota ini, untuk mengusir penduduknya. Kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu ini)."
[124]
لَاُقَطِّعَنَّ اَيْدِيَكُمْ وَاَرْجُلَكُمْ مِّنْ خِلَافٍ ثُمَّ لَاُصَلِّبَنَّكُمْ اَجْمَعِيْنَ
la`uqoththi'anna aidiyakum wa arjulakum min khilaafin summa la`ushollibannakum ajma'iin
"Pasti akan aku potong tangan dan kakimu dengan bersilang (tangan kanan dan kaki kiri atau sebaliknya), kemudian aku akan menyalib kamu semua."
[125]
قَالُـوْۤا اِنَّاۤ اِلٰى رَبِّنَا مُنْقَلِبُوْنَ
qooluuu innaaa ilaa robbinaa mungqolibuun
"Mereka (para pesihir) menjawab, Sesungguhnya kami<7> akan kembali kepada Tuhan kami,"
[126]
وَمَا تَـنْقِمُ مِنَّاۤ اِلَّاۤ اَنْ اٰمَنَّا بِاٰيٰتِ رَبِّنَا لَمَّا جَآءَتْنَا ۗ رَبَّنَاۤ اَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَّتَوَفَّنَا مُسْلِمِيْنَ
wa maa tangqimu minnaaa illaaa an aamannaa bi`aayaati robbinaa lammaa jaaa`atnaa, robbanaaa afrigh 'alainaa shobrow wa tawaffanaa muslimiin
"dan engkau tidak melakukan balas dendam kepada kami, melainkan karena kami<5> beriman kepada ayat-ayat Tuhan kami ketika ayat-ayat itu datang kepada kami. (Mereka berdoa), Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami<5> dan matikanlah kami<5> dalam keadaan muslim (berserah diri kepada-Mu)."
[127]
وَقَالَ الْمَلَاُ مِنْ قَوْمِ فِرْعَوْنَ اَتَذَرُ مُوْسٰى وَقَوْمَهٗ لِيُفْسِدُوْا فِى الْاَرْضِ وَيَذَرَكَ وَاٰلِهَتَكَ ۗ قَالَ سَنُقَتِّلُ اَبْنَآءَهُمْ وَنَسْتَحْيٖ نِسَآءَهُمْ ۚ وَاِنَّا فَوْقَهُمْ قَاهِرُوْنَ
wa qoolal-mala`u ming qoumi fir'auna a tazaru muusaa wa qoumahuu liyufsiduu fil-ardhi wa yazaroka wa aalihatak, qoola sanuqottilu abnaaa`ahum wa nastahyii nisaaa`ahum, wa innaa fauqohum qoohiruun
"Dan para pemuka dari kaum Fir'aun berkata, Apakah engkau akan membiarkan Musa dan kaumnya untuk berbuat kerusakan di negeri ini (Mesir) dan meninggalkanmu dan tuhan-tuhanmu? (Fir'aun) menjawab, Akan kita bunuh anak-anak laki-laki mereka dan kita biarkan hidup anak-anak perempuan mereka dan sesungguhnya kita berkuasa penuh atas mereka."
[128]
قَالَ مُوْسٰى لِقَوْمِهِ اسْتَعِيْنُوْا بِاللّٰهِ وَاصْبِرُوْا ۚ اِنَّ الْاَرْضَ لِلّٰهِ ۗ يُوْرِثُهَا مَنْ يَّشَآءُ مِنْ عِبَادِهٖ ۗ وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِيْنَ
qoola muusaa liqoumihista'iinuu billaahi washbiruu, innal-ardho lillaah, yuurisuhaa may yasyaaa`u min 'ibaadih, wal-'aaqibatu lil-muttaqiin
"Musa berkata kepada kaumnya, Mohonlah pertolongan kepada Allah dan bersabarlah. Sesungguhnya bumi (ini) milik Allah; diwariskan-Nya kepada siapa saja yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya. Dan kesudahan (yang baik) adalah bagi orang-orang<5> yang bertakwa."
[129]
قَالُـوْۤا اُوْذِيْنَا مِنْ قَبْلِ اَنْ تَأْتِيَنَا وَمِنْۢ بَعْدِ مَا جِئْتَنَا ۗ قَالَ عَسٰى رَبُّكُمْ اَنْ يُّهْلِكَ عَدُوَّكُمْ وَيَسْتَخْلِفَكُمْ فِى الْاَرْضِ فَيَنْظُرَ كَيْفَ تَعْمَلُوْنَ
qooluuu uuziinaa ming qobli an ta`tiyana wa mim ba'di maa ji`tana, qoola 'asaa robbukum ay yuhlika 'aduwwakum wa yastakhlifakum fil-ardhi fa yanzhuro kaifa ta'maluun
"Mereka (kaum Musa) berkata, Kami telah ditindas (oleh Fir'aun) sebelum engkau datang kepada kami dan setelah engkau datang.
(Musa) menjawab, Mudah-mudahan Tuhanmu membinasakan musuhmu dan menjadikan kamu khalifah di bumi; maka Dia akan melihat bagaimana perbuatanmu."
[130]
وَلَقَدْ اَخَذْنَاۤ اٰلَ فِرْعَوْنَ بِالسِّنِيْنَ وَنَقْصٍ مِّنَ الثَّمَرٰتِ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُوْنَ
wa laqod akhoznaaa aala fir'auna bis-siniina wa naqshim minas-samarooti la'allahum yazzakkaruun
"Dan sungguh, Kami telah menghukum Fir'aun dan kaumnya dengan (mendatangkan musim kemarau) bertahun-tahun dan kekurangan buah-buahan, agar mereka<5> mengambil pelajaran."
[131]
فَاِذَا جَآءَتْهُمُ الْحَسَنَةُ قَالُوْا لَـنَا هٰذِهٖ ۚ وَاِنْ تُصِبْهُمْ سَيِّئَةٌ يَّطَّيَّرُوْا بِمُوْسٰى وَمَنْ مَّعَهٗ ۗ اَ لَاۤ اِنَّمَا طٰٓئِرُهُمْ عِنْدَ اللّٰهِ وَلٰـكِنَّ اَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُوْنَ
fa izaa jaaa`at-humul-hasanatu qooluu lanaa haazih, wa in tushib-hum sayyi`atuy yaththoyyaruu bimuusaa wa mam ma'ah, alaaa innamaa thooo`iruhum 'indallohi wa laakinna aksarohum laa ya'lamuun
"Kemudian apabila kebaikan (kemakmuran) datang kepada mereka, mereka berkata, Ini adalah karena (usaha) kami. Dan jika mereka ditimpa kesusahan, mereka lemparkan sebab kesialan itu kepada Musa dan pengikutnya. Ketahuilah, sesungguhnya nasib mereka di tangan Allah, namun kebanyakan mereka tidak mengetahui."
[132]
وَقَالُوْا مَهْمَا تَأْتِنَا بِهٖ مِنْ اٰيَةٍ لِّـتَسْحَرَنَا بِهَا ۙ فَمَا نَحْنُ لَكَ بِمُؤْمِنِيْنَ
wa qooluu mahmaa ta`tinaa bihii min aayatil litas-haronaa bihaa fa maa nahnu laka bimu`miniin
"Dan mereka berkata (kepada Musa), Bukti apa pun yang engkau bawa kepada kami untuk menyihir kami, kami tidak akan beriman kepadamu."
[133]
فَاَرْسَلْنَا عَلَيْهِمُ الطُّوْفَانَ وَالْجَـرَادَ وَالْقُمَّلَ وَالضَّفَادِعَ وَالدَّمَ اٰيٰتٍ مُّفَصَّلٰتٍ ۗ فَاسْتَكْبَرُوْا وَكَانُوْا قَوْمًا مُّجْرِمِيْنَ
fa arsalnaa 'alaihimuth-thuufaana wal-jarooda wal-qummala wadh-dhofaadi'a wad-dama aayaatim mufashsholaat, fastakbaruu wa kaanuu qoumam mujrimiin
"Maka, Kami kirimkan kepada mereka topan, belalang, kutu, katak, dan darah (air minum berubah menjadi darah) sebagai bukti-bukti yang jelas, tetapi mereka<5> tetap menyombongkan diri dan mereka<5> adalah kaum yang berdosa."
[134]
وَلَـمَّا وَقَعَ عَلَيْهِمُ الرِّجْزُ قَالُوْا يٰمُوْسَى ادْعُ لَـنَا رَبَّكَ بِمَا عَهِدَ عِنْدَكَ ۚ لَئِنْ كَشَفْتَ عَنَّا الرِّجْزَ لَـنُؤْمِنَنَّ لَكَ وَلَـنُرْسِلَنَّ مَعَكَ بَنِيْۤ اِسْرَآءِيْلَ
wa lammaa waqo'a 'alaihimur-rijzu qooluu yaa muusad'u lanaa robbaka bimaa 'ahida 'indak, la`ing kasyafta 'annar-rijza lanu`minanna laka wa lanursilanna ma'aka baniii isrooo`iil
"Dan ketika mereka ditimpa azab (yang telah diterangkan itu) mereka pun berkata, Wahai Musa! Mohonkanlah untuk kami kepada Tuhanmu sesuai dengan janji-Nya kepadamu. Jika engkau dapat menghilangkan azab itu dari kami, niscaya kami akan beriman kepadamu dan pasti akan kami biarkan Bani Israil pergi bersamamu."
[135]
فَلَمَّا كَشَفْنَا عَنْهُمُ الرِّجْزَ اِلٰۤى اَجَلٍ هُمْ بٰلِغُوْهُ اِذَا هُمْ يَنْكُثُوْنَ
fa lammaa kasyafnaa 'an-humur-rijza ilaaa ajalin hum baalighuuhu izaa hum yangkusuun
"Tetapi setelah Kami hilangkan azab itu dari mereka hingga batas waktu yang harus mereka penuhi ternyata mereka ingkar janji".
[136]
فَانْتَقَمْنَا مِنْهُمْ فَاَغْرَقْنٰهُمْ فِى الْيَمِّ بِاَنَّهُمْ كَذَّبُوْا بِاٰيٰتِنَا وَكَانُوْا عَنْهَا غٰفِلِيْنَ
fantaqomnaa min-hum fa aghroqnaahum fil-yammi bi`annahum kazzabuu bi`aayaatinaa wa kaanuu 'an-haa ghoofiliin
"Maka, Kami hukum sebagian di antara mereka, lalu Kami tenggelamkan mereka di laut karena mereka telah mendustakan ayat-ayat Kami dan melalaikan ayat-ayat Kami."
[137]
وَاَوْرَثْنَا الْـقَوْمَ الَّذِيْنَ كَانُوْا يُسْتَضْعَفُوْنَ مَشَارِقَ الْاَرْضِ وَمَغَارِبَهَا الَّتِيْ بٰرَكْنَا فِيْهَا ۗ وَتَمَّتْ كَلِمَتُ رَبِّكَ الْحُسْنٰى عَلٰى بَنِيْۤ اِسْرَآءِيْلَ ۙ بِمَا صَبَرُوْا ۗ وَدَمَّرْنَا مَا كَانَ يَصْنَعُ فِرْعَوْنُ وَقَوْمُهٗ وَمَا كَانُوْا يَعْرِشُوْنَ
wa aurosnal-qoumallaziina kaanuu yustadh'afuuna masyaariqol-ardhi wa maghooribahallatii baaroknaa fiihaa, wa tammat kalimatu robbikal-husnaa 'alaa baniii isrooo`iila bimaa shobaruu, wa dammarnaa maa kaana yashna'u fir'aunu wa qoumuhuu wa maa kaanuu ya'risyuun
"Dan Kami wariskan kepada kaum yang tertindas itu, bumi bagian timur dan bagian baratnya yang telah Kami berkahi. Dan telah sempurnalah firman Tuhanmu yang baik itu (sebagai janji) untuk Bani Israil disebabkan kesabaran mereka. Dan Kami hancurkan apa yang telah dibuat Fir'aun dan kaumnya dan apa yang telah mereka bangun."
[138]
وَجَاوَزْنَا بِبَنِيْۤ اِسْرَآءِيْلَ الْبَحْرَ فَاَ تَوْا عَلٰى قَوْمٍ يَّعْكُفُوْنَ عَلٰۤى اَصْنَامٍ لَّهُمْ ۚ قَالُوْا يٰمُوْسَى اجْعَلْ لَّـنَاۤ اِلٰهًا كَمَا لَهُمْ اٰلِهَةٌ ۗ قَالَ اِنَّكُمْ قَوْمٌ تَجْهَلُوْنَ
wa jaawaznaa bibaniii isrooo`iilal-bahro fa atau 'alaa qoumiy ya'kufuuna 'alaaa ashnaamil lahum, qooluu yaa muusaj'al lanaaa ilaahang kamaa lahum aalihah, qoola innakum qoumun taj-haluun
"Dan Kami selamatkan Bani Israil menyeberangi laut itu (bagian utara dari Laut Merah). Ketika mereka sampai kepada suatu kaum yang tetap menyembah berhala, mereka (Bani Israil) berkata, Wahai Musa! Buatlah untuk kami sebuah Tuhan (berhala) sebagaimana mereka mempunyai beberapa Tuhan (berhala). (Musa) menjawab, Sungguh, kamu orang-orang<5> yang bodoh."
[139]
اِنَّ هٰۤؤُلَآ ءِ مُتَبَّرٌ مَّا هُمْ فِيْهِ وَبٰطِلٌ مَّا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ
inna haaa`ulaaa`i mutabbarum maa hum fiihi wa baathilum maa kaanuu ya'maluun
"Sesungguhnya mereka akan dihancurkan (oleh kepercayaan) yang dianutnya dan akan sia-sia apa yang telah mereka kerjakan."
[140]
قَالَ اَغَيْرَ اللّٰهِ اَبْغِيْكُمْ اِلٰهًا وَّهُوَ فَضَّلَـكُمْ عَلَى الْعٰلَمِيْنَ
qoola a ghoirollaahi abghiikum ilaahaw wa huwa fadhdholakum 'alal-'aalamiin
"Dia (Musa) berkata, Pantaskah aku mencari tuhan untukmu selain Allah, padahal Dia yang telah melebihkan kamu atas segala umat (pada masa itu)."
[141]
وَاِذْ اَنْجَيْنٰكُمْ مِّنْ اٰلِ فِرْعَوْنَ يَسُوْمُوْنَـكُمْ سُوْٓءَ الْعَذَابِ ۚ يُقَتِّلُوْنَ اَبْنَآءَكُمْ وَ يَسْتَحْيُوْنَ نِسَآءَكُمْ ۗ وَفِيْ ذٰ لِكُمْ بَلَآ ءٌ مِّنْ رَّبِّكُمْ عَظِيْمٌ٪
wa iz anjainaakum min aali fir'auna yasuumuunakum suuu`al-'azaab, yuqottiluuna abnaaa`akum wa yastahyuuna nisaaa`akum, wa fii zaalikum balaaa`um mir robbikum 'azhiim
"Dan (ingatlah wahai Bani Israil) ketika Kami menyelamatkan kamu dari (Fir'aun) dan kaumnya, yang menyiksa kamu dengan siksaan yang sangat berat, mereka membunuh anak-anak laki-lakimu dan membiarkan hidup anak-anak perempuanmu. Dan pada yang demikian itu merupakan cobaan yang besar dari Tuhanmu.
[142]
وَوٰعَدْنَا مُوْسٰى ثَلٰثِيْنَ لَيْلَةً وَّاَتْمَمْنٰهَا بِعَشْرٍ فَتَمَّ مِيْقَاتُ رَبِّهٖۤ اَرْبَعِيْنَ لَيْلَةً ۚ وَقَالَ مُوْسٰى لِاَخِيْهِ هٰرُوْنَ اخْلُفْنِيْ فِيْ قَوْمِيْ وَاَصْلِحْ وَلَا تَتَّبِعْ سَبِيْلَ الْمُفْسِدِيْنَ
wa waa'adnaa muusaa salaasiina lailataw wa atmamnaahaa bi'asyrin fa tamma miiqootu robbihiii arba'iina lailah, wa qoola muusaa li`akhiihi haaruunakhlufnii fii qoumii wa ashlih wa laa tattabi' sabiilal-mufsidiin
"Dan Kami telah menjanjikan kepada Musa (memberikan Taurat) tiga puluh malam, dan Kami sempurnakan jumlah malam itu dengan sepuluh (malam lagi), maka sempurnalah waktu yang telah ditentukan Tuhannya empat puluh malam. Dan Musa berkata kepada saudaranya (yaitu) Harun, Gantikanlah aku dalam (memimpin) kaumku, dan perbaikilah (dirimu dan kaummu), dan janganlah engkau mengikuti jalan orang-orang yang berbuat kerusakan."
[143]
وَلَمَّا جَآءَ مُوْسٰى لِمِيْقَاتِنَا وَكَلَّمَهٗ رَبُّهٗ ۙ قَالَ رَبِّ اَرِنِيْۤ اَنْظُرْ اِلَيْكَ ۗ قَالَ لَنْ تَرٰٮنِيْ وَلٰـكِنِ انْظُرْ اِلَى الْجَـبَلِ فَاِنِ اسْتَقَرَّ مَكَانَهٗ فَسَوْفَ تَرٰٮنِيْ ۚ فَلَمَّا تَجَلّٰى رَبُّهٗ لِلْجَبَلِ جَعَلَهٗ دَكًّا وَّخَرَّ مُوْسٰى صَعِقًا ۚ فَلَمَّاۤ اَفَاقَ قَالَ سُبْحٰنَكَ تُبْتُ اِلَيْكَ وَاَنَاۡ اَ وَّلُ الْمُؤْمِنِيْنَ
wa lammaa jaaa`a muusaa limiiqootinaa wa kallamahuu robbuhuu qoola robbi ariniii anzhur ilaiik, qoola lan taroonii wa laakininzhur ilal-jabali fa inistaqorro makaanahuu fa saufa taroonii, fa lammaa tajallaa robbuhuu lil-jabali ja'alahuu dakkaw wa khorro muusaa sho'iqoo, fa lammaaa afaaqo qoola sub-haanaka tubtu ilaika wa ana awwalul-mu`miniin
"Dan ketika Musa datang untuk (munajat) pada waktu yang telah Kami tentukan dan Tuhan telah berfirman (langsung) kepadanya, (Musa) berkata, Ya Tuhanku, tampakkanlah (diri-Mu) kepadaku agar aku<5> dapat melihat Engkau. (Allah) berfirman, Engkau<5> tidak akan (sanggup) melihat-Ku, namun lihatlah ke gunung itu, jika ia tetap di tempatnya (sebagai sediakala) niscaya engkau dapat melihat-Ku. Maka ketika Tuhannya menampakkan (keagungan-Nya) kepada gunung itu, gunung itu hancur luluh dan Musa<5> pun jatuh pingsan. Setelah Musa sadar, dia berkata, Maha Suci Engkau, aku<5> bertobat kepada Engkau dan aku adalah orang yang pertama-tama beriman."
[144]
قَالَ يٰمُوْسٰۤى اِنِّى اصْطَفَيْتُكَ عَلَى النَّاسِ بِرِسٰلٰتِيْ وَ بِكَلَامِيْ ۖ فَخُذْ مَاۤ اٰتَيْتُكَ وَكُنْ مِّنَ الشّٰكِرِيْنَ
qoola yaa muusaaa innishthofaituka 'alan-naasi birisaalaatii wa bikalaamii fa khuz maaa aataituka wa kum minasy-syaakiriin
"(Allah) berfirman, Wahai Musa! Sesungguhnya Aku memilih engkau<5> dari manusia yang lain untuk membawa risalah-Ku dan firman-Ku, sebab itu berpegang teguhlah kepada apa yang Aku berikan kepadamu dan hendaklah engkau<5> termasuk orang-orang yang bersyukur."
[145]
وَكَتَبْنَا لَهٗ فِى الْاَ لْوَاحِ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ مَّوْعِظَةً وَّتَفْصِيْلًا لِّـكُلِّ شَيْءٍ ۚ فَخُذْهَا بِقُوَّةٍ وَّأْمُرْ قَوْمَكَ يَأْخُذُوْا بِاَحْسَنِهَا ۗ سَاُورِيْكُمْ دَارَ الْفٰسِقِيْنَ
wa katabnaa lahuu fil-alwaahi ming kulli syai`im mau'izhotaw wa tafshiilal likulli syaii`, fa khuz-haa biquwwatiw wa`mur qoumaka ya`khuzuu bi`ahsanihaa, sa`uriikum daarol-faasiqiin
"Dan telah Kami tuliskan untuk Musa pada lauh-lauh (Taurat) segala sesuatu sebagai pelajaran dan penjelasan untuk segala hal; maka (Kami berfirman), Berpegang teguhlah kepadanya dan suruhlah kaummu<5> berpegang kepadanya dengan sebaik-baiknya, Aku akan memperlihatkan kepadamu negeri orang-orang fasik."
[146]
سَاَصْرِفُ عَنْ اٰيٰتِيَ الَّذِيْنَ يَتَكَبَّرُوْنَ فِى الْاَرْضِ بِغَيْرِ الْحَـقِّ ۗ وَاِنْ يَّرَوْا كُلَّ اٰيَةٍ لَّا يُؤْمِنُوْا بِهَا ۚ وَاِنْ يَّرَوْا سَبِيْلَ الرُّشْدِ لَا يَتَّخِذُوْهُ سَبِيْلًا ۚ وَّاِنْ يَّرَوْا سَبِيْلَ الْغَيِّ يَتَّخِذُوْهُ سَبِيْلًا ۗ ذٰلِكَ بِاَنَّهُمْ كَذَّبُوْا بِاٰيٰتِنَا وَكَانُوْا عَنْهَا غٰفِلِيْنَ
sa ashrifu 'an aayaatiyallaziina yatakabbaruuna fil-ardhi bighoiril-haqq, wa iy yarou kulla aayatil laa yu`minuu bihaa, wa iy yarou sabiilar-rusydi laa yattakhizuuhu sabiilaa, wa iy yarou sabiilal-ghoyyi yattakhizuuhu sabiilaa, zaalika bi`annahum kazzabuu bi`aayaatinaa wa kaanuu 'an-haa ghoofiliin
"Akan Aku palingkan dari tanda-tanda (kekuasaan-Ku) orang-orang yang menyombongkan diri di bumi tanpa alasan yang benar. Kalaupun mereka<5> melihat setiap tanda (kekuasaan-Ku) mereka tetap tidak akan beriman kepadanya. Dan jika mereka<5> melihat jalan yang membawa kepada petunjuk, mereka tidak (akan) menempuhnya, tetapi jika mereka melihat jalan kesesatan, mereka menempuhnya. Yang demikian adalah karena mereka<5> mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka selalu lengah terhadapnya."
[147]
وَالَّذِيْنَ كَذَّبُوْا بِاٰيٰتِنَا وَلِقَآءِ الْاٰخِرَةِ حَبِطَتْ اَعْمَالُهُمْ ۗ هَلْ يُجْزَوْنَ اِلَّا مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ٪
wallaziina kazzabuu bi`aayaatinaa wa liqooo`il-aakhiroti habithot a'maaluhum, hal yujzauna illaa maa kaanuu ya'maluun
"Dan orang-orang<5> yang mendustakan tanda-tanda (kekuasaan) Kami dan (mendustakan) adanya pertemuan akhirat, sia-sialah amal mereka<5>. Mereka<7. diberi balasan sesuai dengan apa yang telah mereka<5> kerjakan."
[148]
Allah SWT berfirman:
وَاتَّخَذَ قَوْمُ مُوْسٰى مِنْۢ بَعْدِهٖ مِنْ حُلِيِّهِمْ عِجْلًا جَسَدًا لَّهٗ خُوَارٌ ۗ اَلَمْ يَرَوْا اَنَّهٗ لَا يُكَلِّمُهُمْ وَلَا يَهْدِيْهِمْ سَبِيْلًا ۘ اِتَّخَذُوْهُ وَكَانُوْا ظٰلِمِيْنَ
wattakhoza qoumu muusaa mim ba'dihii min huliyyihim 'ijlan jasadal lahuu khuwaar, a lam yarou annahuu laa yukallimuhum wa laa yahdiihim sabiilaa, ittakhozuuhu wa kaanuu zhoolimiin
"Dan kaum Musa, setelah kepergian (Musa ke Gunung Sinai) mereka membuat patung anak sapi yang bertubuh dan dapat melenguh (bersuara) dari perhiasan (emas). Apakah mereka tidak mengetahui bahwa (patung) anak sapi itu tidak dapat berbicara dengan mereka dan tidak dapat (pula) menunjukkan jalan kepada mereka? Mereka menjadikannya (sebagai sembahan). Mereka adalah orang-orang yang zalim."
[149]
وَلَـمَّا سُقِطَ فِيْۤ اَيْدِيْهِمْ وَرَاَوْا اَنَّهُمْ قَدْ ضَلُّوْا ۙ قَالُوْا لَئِنْ لَّمْ يَرْحَمْنَا رَبُّنَا وَيَغْفِرْ لَـنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخٰسِرِيْنَ
wa lammaa suqitho fiii aidiihim wa ro`au annahum qod dholluu qooluu la`il lam yar-hamnaa robbunaa wa yaghfir lanaa lanakuunanna minal-khoosiriin
"Dan setelah mereka<5> menyesali perbuatannya dan mengetahui bahwa telah sesat, mereka pun berkata, Sungguh, jika Tuhan kami tidak memberi rahmat kepada kami<5> dan tidak mengampuni kami<5>, pastilah kami<7> menjadi orang-orang yang rugi."
[150]
وَلَمَّا رَجَعَ مُوْسٰۤى اِلٰى قَوْمِهٖ غَضْبَانَ اَسِفًا ۙ قَالَ بِئْسَمَا خَلَفْتُمُوْنِيْ مِنْۢ بَعْدِيْ ۚ اَعَجِلْتُمْ اَمْرَ رَبِّكُمْ ۚ وَاَلْقَى الْاَ لْوَاحَ وَاَخَذَ بِرَأْسِ اَخِيْهِ يَجُرُّهٗۤ اِلَيْهِ ۗ قَالَ ابْنَ اُمَّ اِنَّ الْـقَوْمَ اسْتَضْعَفُوْنِيْ وَكَادُوْا يَقْتُلُوْنَنِيْ ۖ فَلَا تُشْمِتْ بِيَ الْاَعْدَآءَ وَ لَا تَجْعَلْنِيْ مَعَ الْقَوْمِ الظّٰلِمِيْنَ
wa lammaa roja'a muusaaa ilaa qoumihii ghodhbaana asifang qoola bi`samaa kholaftumuunii mim ba'dii, a 'ajiltum amro robbikum, wa alqol-alwaaha wa akhoza biro`si akhiihi yajurruhuuu ilaiih, qoolabna umma innal-qoumastadh'afuunii wa kaaduu yaqtuluunanii fa laa tusymit biyal-a'daaa`a wa laa taj'alnii ma'al qoumizh-zhoolimiin
"Dan ketika Musa telah kembali kepada kaumnya, dengan marah dan sedih hati dia berkata, Alangkah buruknya perbuatan yang kamu kerjakan selama kepergianku! Apakah kamu hendak mendahului janji Tuhanmu? Musa pun melemparkan lauh-lauh (Taurat) itu dan memegang kepala saudaranya (Harun) sambil menarik ke arahnya. (Harun) berkata, Wahai anak ibuku! Kaum ini telah menganggapku lemah dan hampir saja mereka membunuhku, sebab itu janganlah engkau menjadikan musuh-musuh menyoraki melihat kemalanganku, dan janganlah engkau jadikan aku sebagai orang-orang yang zalim."
[151]
قَالَ رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَلِاَخِيْ وَ اَدْخِلْنَا فِيْ رَحْمَتِكَ ۖ وَاَنْتَ اَرْحَمُ الرّٰحِمِيْنَ٪
qoola robbighfir lii wa li`akhii wa adkhilnaa fii rohmatika wa anta ar-hamur-roohimiin
"Dia (Musa) berdoa, Ya Tuhanku, ampunilah aku<5> dan saudaraku dan masukkanlah kami<7> ke dalam rahmatMu, dan Engkau adalah Maha Penyayang dari semua penyayang."
[152]
اِنَّ الَّذِيْنَ اتَّخَذُوا الْعِجْلَ سَيَنَالُهُمْ غَضَبٌ مِّنْ رَّبِّهِمْ وَذِلَّـةٌ فِى الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا ۗ وَكَذٰلِكَ نَجْزِيْ الْمُفْتَرِيْنَ
innallaziinattakhozul-'ijla sayanaaluhum ghodhobum mir robbihim wa zillatun fil-hayaatid-dun-yaa, wa kazaalika najzil-muftariin
"Sesungguhnya orang-orang<5> yang menjadikan (patung) anak sapi (sebagai sembahannya), kelak (di akhirat) akan menerima kemurkaan dari Tuhan mereka dan kehinaan dalam kehidupan di dunia. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang<5> yang berbuat kebohongan."
[153]
وَالَّذِيْنَ عَمِلُوا السَّيِّاٰتِ ثُمَّ تَابُوْا مِنْۢ بَعْدِهَا وَاٰمَنُوْۤا اِنَّ رَبَّكَ مِنْۢ بَعْدِهَا لَغَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
wallaziina 'amilus-sayyi`aati summa taabuu mim ba'dihaa wa aamanuuu inna robbaka mim ba'dihaa laghofuurur rohiim
"Dan orang-orang<5> yang telah mengerjakan kejahatan, kemudian bertobat dan beriman, niscaya setelah itu Tuhanmu Maha Pengampun, Maha Penyayang."
[154]
وَلَـمَّا سَكَتَ عَنْ مُّوْسَى الْغَضَبُ اَخَذَ الْاَ لْوَاحَ ۖ وَفِيْ نُسْخَتِهَا هُدًى وَّرَحْمَةٌ لِّـلَّذِيْنَ هُمْ لِرَبِّهِمْ يَرْهَبُوْنَ
wa lammaa sakata 'am muusal-ghodhobu akhozal-alwaaha wa fii nuskhotihaa hudaw wa rohmatul lillaziina hum lirobbihim yar-habuun
"Dan setelah amarah Musa mereda, diambilnya (kembali) lauh-lauh (Taurat) itu; di dalam tulisannya terdapat petunjuk dan rahmat bagi orang-orang<5> yang takut kepada Tuhannya."
[155]
وَاخْتَارَ مُوْسٰى قَوْمَهٗ سَبْعِيْنَ رَجُلًا لِّمِيْقَاتِنَا ۚ فَلَمَّاۤ اَخَذَتْهُمُ الرَّجْفَةُ قَالَ رَبِّ لَوْ شِئْتَ اَهْلَـكْتَهُمْ مِّنْ قَبْلُ وَاِيَّايَ ۗ اَ تُهْلِكُنَا بِمَا فَعَلَ السُّفَهَآءُ مِنَّا ۚ اِنْ هِيَ اِلَّا فِتْنَـتُكَ ۗ تُضِلُّ بِهَا مَنْ تَشَآءُ وَتَهْدِيْ مَنْ تَشَآءُ ۗ اَنْتَ وَلِيُّنَا فَاغْفِرْ لَـنَا وَارْحَمْنَا وَاَنْتَ خَيْرُ الْغَافِرِيْنَ
wakhtaaro muusaa qoumahuu sab'iina rojulal limiiqootinaa, fa lammaaa akhozat-humur-rojfatu qoola robbi lau syi`ta ahlaktahum ming qoblu wa iyyaay, a tuhlikunaa bimaa fa'alas-sufahaaa`u minnaa, in hiya illaa fitnatuk, tudhillu bihaa man tasyaaa`u wa tahdii man tasyaaa`, anta waliyyunaa faghfir lanaa war-hamnaa wa anta khoirul-ghoofiriin
"Dan Musa memilih tujuh puluh orang dari kaumnya untuk (memohon tobat kepada Kami) pada waktu yang telah Kami tentukan. Ketika mereka ditimpa gempa bumi, Musa berkata, Ya Tuhanku, jika Engkau kehendaki, tentulah Engkau binasakan mereka dan aku sebelum ini. Apakah Engkau akan membinasakan kami karena perbuatan orang-orang yang kurang berakal di antara kami? Itu hanyalah cobaan dari-Mu, Engkau sesatkan dengan cobaan itu siapa yang Engkau kehendaki dan Engkau beri petunjuk kepada siapa yang Engkau kehendaki. Engkaulah pemimpin kami, maka ampunilah kami<5> dan berilah kami<7> rahmat. Engkaulah pemberi ampun yang terbaik."
[156]
وَاكْتُبْ لَـنَا فِيْ هٰذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِى الْاٰخِرَةِ اِنَّا هُدْنَاۤ اِلَيْكَ ۗ قَالَ عَذَابِيْۤ اُصِيْبُ بِهٖ مَنْ اَشَآءُ ۚ وَرَحْمَتِيْ وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ ۗ فَسَاَكْتُبُهَا لِلَّذِيْنَ يَتَّقُوْنَ وَيُؤْتُوْنَ الزَّكٰوةَ وَالَّذِيْنَ هُمْ بِاٰيٰتِنَا يُؤْمِنُوْنَ ۚ
waktub lana fii haazihid-dun-yaa hasanataw wa fil-aakhiroti innaa hudnaaa ilaiik, qoola 'azaabiii ushiibu bihii man asyaaa`, wa rohmatii wasi'at kulla syaii`, fa sa`aktubuhaa lillaziina yattaquuna wa yu`tuunaz-zakaata wallaziina hum bi`aayaatinaa yu`minuun
"Dan tetapkanlah untuk kami kebaikan di dunia ini (untuk <5>) dan di akhirat (untuk <7>). Sungguh, kami kembali (bertobat) kepada Engkau. (Allah) berfirman, Siksa-Ku akan Aku timpakan kepada siapa yang Aku kehendaki dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu. Maka, akan Aku tetapkan rahmat-Ku bagi orang-orang<5> yang bertakwa, yang menunaikan zakat, dan orang-orang<5> yang beriman kepada ayat-ayat Kami."
[157]*
اَ لَّذِيْنَ يَتَّبِعُوْنَ الرَّسُوْلَ النَّبِيَّ الْاُمِّيَّ الَّذِيْ يَجِدُوْنَهٗ مَكْتُوْبًا عِنْدَهُمْ فِى التَّوْرٰٮةِ وَالْاِنْجِيْلِ يَأْمُرُهُمْ بِالْمَعْرُوْفِ وَيَنْهٰٮهُمْ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبٰتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبٰٓئِثَ وَيَضَعُ عَنْهُمْ اِصْرَهُمْ وَالْاَغْلٰلَ الَّتِيْ كَانَتْ عَلَيْهِمْ ۗ فَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا بِهٖ وَعَزَّرُوْهُ وَنَصَرُوْهُ وَ اتَّبَـعُوا النُّوْرَ الَّذِيْۤ اُنْزِلَ مَعَهٗۤ ۙ اُولٰٓئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ٪
allaziina yattabi'uunar-rosuulan-nabiyyal-ummiyyallazii yajiduunahuu maktuuban 'indahum fit-taurooti wal-injiili ya`muruhum bil-ma'ruufi wa yan-haahum 'anil-mungkari wa yuhillu lahumuth-thoyyibaati wa yuharrimu 'alaihimul-khobaaa`isa wa yadho'u 'an-hum ishrohum wal-aghlaalallatii kaanat 'alaihim, fallaziina aamanuu bihii wa 'azzaruuhu wa nashoruuhu wattaba'un-nuurollaziii unzila ma'ahuuu ulaaa`ika humul-muflihuun
"(Yaitu) orang-orang yang mengikuti Rasul, Nabi yang ummi (tidak bisa baca tulis) yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada pada mereka, yang menyuruh mereka<5> berbuat yang makruf dan mencegah dari yang mungkar, dan yang menghalalkan segala yang baik bagi mereka dan mengharamkan segala yang buruk bagi mereka, dan membebaskan beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Adapun orang-orang<5> yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya, dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al-Qur'an), mereka<7> itulah orang-orang beruntung."
[158]*
قُلْ يٰۤاَيُّهَا النَّاسُ اِنِّيْ رَسُوْلُ اللّٰهِ اِلَيْكُمْ جَمِيْعًا ٭لَّذِيْ لَهٗ مُلْكُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ ۚ لَاۤ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ يُحْيٖ وَيُمِيْتُ ۖ فَاٰمِنُوْا بِاللّٰهِ وَرَسُوْلِهِ النَّبِيِّ الْاُمِّيِّ الَّذِيْ يُؤْمِنُ بِاللّٰهِ وَكَلِمٰتِهٖ وَاتَّبِعُوْهُ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُوْنَ
qul yaaa ayyuhan-naasu innii rosuulullohi ilaikum jamii'anillazii lahuu mulkus-samaawaati wal-ardh, laaa ilaaha illaa huwa yuhyii wa yumiitu fa aaminuu billaahi wa rosuulihin-nabiyyil-ummiyyillazii yu`minu billaahi wa kalimaatihii wattabi'uuhu la'allakum tahtaduun
"Katakanlah (Muhammad), Wahai manusia! Sesungguhnya aku ini utusan Allah bagi kamu semua.Yang memiliki kerajaan langit dan bumi; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, yang menghidupkan dan mematikan, maka berimanlah kamu<5> kepada Allah dan Rasul-Nya, (yaitu) Nabi yang ummi (tidak bisa baca tulis) yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya). Ikutilah dia, agar kamu<5> mendapat petunjuk."
[159]
وَ مِنْ قَوْمِ مُوْسٰۤى اُمَّةٌ يَّهْدُوْنَ بِالْحَـقِّ وَبِهٖ يَعْدِلُوْنَ
wa ming qoumi muusaaa ummatuy yahduuna bil-haqqi wa bihii ya'diluun
"Dan di antara kaum Musa itu terdapat suatu umat yang memberi petunjuk (kepada manusia) dengan (dasar) kebenaran dan dengan itu (pula) mereka berlaku adil menjalankan keadilan."
[160]*
وَقَطَّعْنٰهُمُ اثْنَتَيْ عَشْرَةَ اَسْبَاطًا اُمَمًا ۗ وَاَوْحَيْنَاۤ اِلٰى مُوْسٰۤى اِذِ اسْتَسْقٰٮهُ قَوْمُهٗۤ اَنِ اضْرِبْ بِّعَصَاكَ الْحَجَرَ ۚ فَانْۢبَجَسَتْ مِنْهُ اثْنَتَا عَشْرَةَ عَيْنًا ۗ قَدْ عَلِمَ كُلُّ اُنَاسٍ مَّشْرَبَهُمْ ۗ وَظَلَّلْنَا عَلَيْهِمُ الْغَمَامَ وَاَنْزَلْنَا عَلَيْهِمُ الْمَنَّ وَالسَّلْوٰى ۗ كُلُوْا مِنْ طَيِّبٰتِ مَا رَزَقْنٰكُمْ ۗ وَ مَا ظَلَمُوْنَا وَلٰـكِنْ كَانُوْۤا اَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُوْنَ
wa qoththo'naahumusnatai 'asyrota asbaathon umamaa, wa auhainaaa ilaa muusaaa izistasqoohu qoumuhuuu anidhrib bi'ashookal-hajar, fambajasat min-husnataa 'asyrota 'ainaa, qod 'alima kullu unaasim masyrobahum, wa zhollalnaa 'alaihimul-ghomaama wa anzalnaa 'alaihimul-manna was-salwaa, kuluu min thoyyibaati maa rozaqnaakum, wa maa zholamuunaa wa laaking kaanuuu anfusahum yazhlimuun
"Dan Kami membagi mereka menjadi dua belas suku yang masing-masing berjumlah besar, dan Kami wahyukan kepada Musa ketika kaumnya meminta air kepadanya, Pukullah batu itu dengan tongkatmu! Maka, memancarlah dari (batu) itu dua belas mata air. Setiap suku telah mengetahui tempat minumnya masing-masing. Dan Kami naungi mereka dengan awan dan Kami turunkan kepada mereka manna dan salwa. (Kami berfirman), Makanlah yang baik-baik dari rezeki yang telah Kami berikan kepadamu.
Mereka<5> tidak menzalimi Kami, tetapi merekalah<5> yang selalu menzalimi diri<7>nya sendiri."
[161]
وَاِذْ قِيْلَ لَهُمُ اسْكُنُوْا هٰذِهِ الْقَرْيَةَ وَكُلُوْا مِنْهَا حَيْثُ شِئْتُمْ وَقُوْلُوْا حِطَّةٌ وَّادْخُلُوا الْبَابَ سُجَّدًا نَّـغْفِرْ لَـكُمْ خَطِيْۤـئٰــتِكُمْ ۗ سَنَزِيْدُ الْمُحْسِنِيْنَ
wa iz qiila lahumuskunuu haazihil-qoryata wa kuluu min-haa haisu syi`tum wa quuluu hiththotuw wadkhulul-baaba sujjadan naghfir lakum khothiii`aatikum, sanaziidul-muhsiniin
"Dan (ingatlah), ketika dikatakan kepada mereka (Bani Israil), Diamlah di negeri ini (Baitulmaqdis) dan makanlah dari (hasil bumi)nya di mana saja kamu kehendaki. Dan katakanlah, Bebaskanlah kami dari dosa kami, dan masukilah pintu gerbangnya sambil membungkuk, niscaya Kami ampuni kesalahan-kesalahanmu. Kelak akan Kami tambah kepada orang-orang yang berbuat baik."
[162]
فَبَدَّلَ الَّذِيْنَ ظَلَمُوْا مِنْهُمْ قَوْلًا غَيْرَ الَّذِيْ قِيْلَ لَهُمْ فَاَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ رِجْزًا مِّنَ السَّمَآءِ بِمَا كَانُوْا يَظْلِمُوْنَ٪
fa baddalallaziina zholamuu min-hum qoulan ghoirollazii qiila lahum fa arsalnaa 'alaihim rijzam minas-samaaa`i bimaa kaanuu yazhlimuun
"Maka orang-orang<5> yang zalim di antara mereka mengganti (perkataan itu) dengan perkataan yang tidak dikatakan kepada mereka, maka Kami timpakan kepada mereka azab dari langit disebabkan kezaliman mereka."
[163]
وَسْــئَلْهُمْ عَنِ الْـقَرْيَةِ الَّتِيْ كَانَتْ حَاضِرَةَ الْبَحْرِ ۘ اِذْ يَعْدُوْنَ فِى السَّبْتِ اِذْ تَأْتِيْهِمْ حِيْتَانُهُمْ يَوْمَ سَبْتِهِمْ شُرَّعًا وَّيَوْمَ لَا يَسْبِتُوْنَ ۙ لَا تَأْتِيْهِمْ ۛ كَذٰلِكَ ۛ نَبْلُوْهُمْ بِمَا كَانُوْا يَفْسُقُوْنَ
was`al-hum 'anil-qoryatillatii kaanat haadhirotal-bahr, iz ya'duuna fis-sabti iz ta`tiihim hiitaanuhum yauma sabtihim syurro'aw wa yauma laa yasbituuna laa ta`tiihim, kazaalika nabluuhum bimaa kaanuu yafsuquun
"Dan tanyakanlah kepada Bani Israil tentang negeri yang terletak di dekat laut ketika mereka melanggar aturan pada hari Sabat, (yaitu) ketika datang kepada mereka ikan-ikan (yang berada di sekitar) mereka terapung-apung di permukaan air, padahal pada hari-hari yang bukan Sabat ikan-ikan itu tidak datang kepada mereka. Demikianlah Kami menguji mereka disebabkan mereka berlaku fasik."
[164]
وَاِذْ قَالَتْ اُمَّةٌ مِّنْهُمْ لِمَ تَعِظُوْنَ قَوْمًا ۙ ٭لـلّٰهُ مُهْلِكُهُمْ اَوْ مُعَذِّبُهُمْ عَذَابًا شَدِيْدًا ۗ قَالُوْا مَعْذِرَةً اِلٰى رَبِّكُمْ وَلَعَلَّهُمْ يَتَّقُوْنَ
wa iz qoolat ummatum min-hum lima ta'izhuuna qoumanillaahu muhlikuhum au mu'azzibuhum 'azaaban syadiidaa, qooluu ma'zirotan ilaa robbikum wa la'allahum yattaquun
"Dan (ingatlah) ketika suatu umat di antara mereka berkata, Mengapa kamu menasihati kaum yang akan dibinasakan atau diazab Allah dengan azab yang sangat keras? Mereka menjawab, Agar kami mempunyai alasan (lepas tanggung jawab) kepada Tuhanmu, dan agar mereka bertakwa."
[165]
فَلَمَّا نَسُوْا مَا ذُكِّرُوْا بِهٖۤ اَنْجَيْنَا الَّذِيْنَ يَنْهَوْنَ عَنِ السُّوْٓءِ وَاَخَذْنَا الَّذِيْنَ ظَلَمُوْا بِعَذَابٍۢ بَـئِيْسٍ بِۢمَا كَانُوْا يَفْسُقُوْنَ
fa lammaa nasuu maa zukkiruu bihiii anjainallaziina yan-hauna 'anis-suuu`i wa akhoznallaziina zholamuu bi'azaabim ba`iisim bimaa kaanuu yafsuquun
"Maka setelah mereka melupakan apa yang diperingatkan kepada mereka, Kami selamatkan orang-orang yang melarang orang berbuat jahat dan Kami timpakan kepada orang-orang<7> yang zalim siksaan yang keras, disebabkan mereka<5> selalu berbuat fasik."
[166]
فَلَمَّا عَتَوْا عَنْ مَّا نُهُوْا عَنْهُ قُلْنَا لَهُمْ كُوْنُوْا قِرَدَةً خٰسِـئِیْنَ
fa lammaa 'atau 'am maa nuhuu 'an-hu qulnaa lahum kuunuu qirodatan khoosi`iin
"Maka setelah mereka<5> bersikap sombong terhadap segala apa yang dilarang. Kami katakan kepada mereka, Jadilah kamu kera yang hina."
[167]
وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكَ لَيَبْعَثَنَّ عَلَيْهِمْ اِلٰى يَوْمِ الْقِيٰمَةِ مَنْ يَّسُوْمُهُمْ سُوْٓءَ الْعَذَابِ ۗ اِنَّ رَبَّكَ لَسَرِيْعُ الْعِقَابِ ۖ وَاِنَّهٗ لَـغَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
wa iz ta`azzana robbuka layab'asanna 'alaihim ilaa yaumil-qiyaamati may yasuumuhum suuu`al-'azaab, inna robbaka lasarii'ul-'iqoobi wa innahuu laghofuurur rohiim
"Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu memberitahukan, bahwa sungguh, Dia akan mengirim orang-orang yang akan menimpakan azab yang seburuk-buruknya kepada mereka (orang Yahudi) sampai hari Kiamat. Sesungguhnya Tuhanmu sangat cepat siksa-Nya, dan sesungguhnya Dia Maha Pengampun, Maha Penyayang."
[168]
وَقَطَّعْنٰهُمْ فِى الْاَرْضِ اُمَمًا ۚ مِنْهُمُ الصّٰلِحُوْنَ وَمِنْهُمْ دُوْنَ ذٰلِكَ ۖ وَبَلَوْنٰهُمْ بِالْحَسَنٰتِ وَالسَّيِّاٰتِ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُوْنَ
wa qoththo'naahum fil-ardhi umamaa, min-humush-shoolihuuna wa min-hum duuna zaalika wa balaunaahum bil-hasanaati was-sayyi`aati la'allahum yarji'uun
"Dan Kami pecahkan mereka<5> di dunia ini menjadi beberapa golongan; di antaranya ada orang-orang yang saleh dan ada yang tidak demikian. Dan Kami uji mereka dengan (nikmat) yang baik-baik dan (bencana) yang buruk-buruk, agar mereka<5> kembali (kepada kebenaran)."
[169]
فَخَلَفَ مِنْۢ بَعْدِهِمْ خَلْفٌ وَّرِثُوا الْكِتٰبَ يَأْخُذُوْنَ عَرَضَ هٰذَا الْاَدْنٰى وَيَقُوْلُوْنَ سَيُغْفَرُ لَـنَا ۚ وَاِنْ يَّأْتِهِمْ عَرَضٌ مِّثْلُهٗ يَأْخُذُوْهُ ۗ اَلَمْ يُؤْخَذْ عَلَيْهِمْ مِّيْثَاقُ الْـكِتٰبِ اَنْ لَّا يَقُوْلُوْا عَلَى اللّٰهِ اِلَّا الْحَـقَّ وَدَرَسُوْا مَا فِيْهِ ۗ وَالدَّارُ الْاٰخِرَةُ خَيْرٌ لِّـلَّذِيْنَ يَتَّقُوْنَ ۗ اَفَلَا تَعْقِلُوْنَ
fa kholafa mim ba'dihim kholfuw warisul-kitaaba ya`khuzuuna 'arodho haazal-adnaa wa yaquuluuna sayughfaru lanaa, wa iy ya`tihim 'arodhum misluhuu ya`khuzuuh, a lam yu`khoz 'alaihim miisaaqul-kitaabi al laa yaquuluu 'alallohi illal-haqqo wa darosuu maa fiih, wad-daarul-aakhirotu khoirul lillaziina yattaquun, a fa laa ta'qiluun
"Maka, setelah mereka, datanglah generasi (yang jahat) yang mewarisi Taurat, yang mengambil harta benda dunia yang rendah ini. Lalu mereka berkata, Kami akan diberi ampun. Dan kelak jika harta benda dunia datang kepada mereka sebanyak itu (pula), niscaya mereka akan mengambilnya (juga). Bukankah mereka sudah terikat perjanjian dalam Kitab (Taurat) bahwa mereka tidak akan mengatakan terhadap Allah, kecuali yang benar, padahal mereka telah mempelajari apa yang tersebut di dalamnya?
Negeri akhirat itu lebih baik bagi mereka yang bertakwa.
Maka tidakkah kamu mengerti?"
[170]
وَالَّذِيْنَ يُمَسِّكُوْنَ بِالْـكِتٰبِ وَاَقَامُوا الصَّلٰوةَ ۗ اِنَّا لَا نُضِيْعُ اَجْرَ الْمُصْلِحِيْنَ
wallaziina yumassikuuna bil-kitaabi wa aqoomush-sholaah, innaa laa nudhii'u ajrol-mushlihiin
"Dan orang-orang<5> yang berpegang teguh pada Kitab (Taurat) serta melaksanakan sholat, (akan diberi pahala). Sungguh, Kami tidak akan menghilangkan pahala orang-orang saleh."
[171]*
وَاِذْ نَـتَقْنَا الْجَـبَلَ فَوْقَهُمْ كَاَنَّهٗ ظُلَّةٌ وَّظَنُّوْۤا اَنَّهٗ وَاقِعٌ بِۢهِمْ ۚ خُذُوْا مَاۤ اٰتَيْنٰكُمْ بِقُوَّةٍ وَّاذْكُرُوْا مَا فِيْهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ٪
wa iz nataqnal-jabala fauqohum ka`annahuu zhullatuw wa zhonnuuu annahuu waaqi'um bihim, khuzuu maaa aatainaakum biquwwatiw wazkuruu maa fiihi la'allakum tattaquun
"Dan (ingatlah) ketika Kami mengangkat gunung ke atas mereka, seakan-akan (gunung) itu naungan awan dan mereka yakin bahwa (gunung) itu akan jatuh menimpa mereka. (Dan Kami firmankan kepada mereka), Peganglah dengan teguh apa yang telah Kami berikan kepadamu, serta ingatlah selalu (amalkanlah) apa yang tersebut di dalamnya agar kamu<5> menjadi orang-orang bertakwa."
[172]*
وَ اِذْ اَخَذَ رَبُّكَ مِنْۢ بَنِيْۤ اٰدَمَ مِنْ ظُهُوْرِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَ اَشْهَدَهُمْ عَلٰۤى اَنْفُسِهِمْ ۚ اَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ ۗ قَالُوْا بَلٰى ۛ شَهِدْنَا ۛ اَنْ تَقُوْلُوْا يَوْمَ الْقِيٰمَةِ اِنَّا كُنَّا عَنْ هٰذَا غٰفِلِيْنَ ۙ
wa iz akhoza robbuka mim baniii aadama min zhuhuurihim zurriyyatahum wa asy-hadahum 'alaaa anfusihim, a lastu birobbikum, qooluu balaa syahidnaa, an taquuluu yaumal-qiyaamati innaa kunnaa 'an haazaa ghoofiliin
"Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu mengeluarkan dari tulang belakang (punggung) anak-cucu Adam keturunan mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap diri<5> mereka, (seraya berfirman): 'Bukankah Aku ini Tuhanmu?'
Mereka menjawab: 'Betul (Engkau Tuhan kami), kami bersaksi'.
(Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari Kiamat kamu<7> tidak mengatakan, Sesungguhnya ketika itu kami lengah terhadap ini,"
Iqro' :
Kesaksian Diri :
Keluarnya sel-punca dari sumsum tulang belakang kita (anak-cucu Adam) saat kita <5> masih berupa janin dikandungan ibu, untuk kemudian sel punca tsb berubah menjadi 'sel cikal-bakal gonad' yaitu sel-sel yang membentuk organ reproduksi termasuk 'sperma atau ovum' yang nantinya menjadi keturunan kita <5>.
[173]
اَوْ تَقُوْلُوْۤا اِنَّمَاۤ اَشْرَكَ اٰبَآ ؤُنَا مِنْ قَبْلُ وَكُنَّا ذُرِّيَّةً مِّنْۢ بَعْدِهِمْ ۚ اَفَتُهْلِكُنَا بِمَا فَعَلَ الْمُبْطِلُوْنَ
au taquuluuu innamaaa asyroka aabaaa`unaa ming qoblu wa kunnaa zurriyyatam mim ba'dihim, a fa tuhlikunaa bimaa fa'alal-mubthiluun
"atau agar kamu tidak mengatakan, Sesungguhnya nenek moyang kami<5> telah mempersekutukan Tuhan sejak dahulu, sedang kami adalah keturunan yang (datang) setelah mereka. Maka apakah Engkau akan membinasakan kami<5> karena perbuatan orang-orang (dahulu) yang sesat?"
[174]
وَكَذٰلِكَ نُفَصِّلُ الْاٰيٰتِ وَلَعَلَّهُمْ يَرْجِعُوْنَ
wa kazaalika nufashshilul-aayaati wa la'allahum yarji'uun
"Dan demikianlah Kami menjelaskan ayat-ayat itu, agar mereka<5> kembali (kepada kebenaran)."
[175]
وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَاَ الَّذِيْۤ اٰتَيْنٰهُ اٰيٰتِنَا فَانْسَلَخَ مِنْهَا فَاَتْبَعَهُ الشَّيْطٰنُ فَكَانَ مِنَ الْغٰوِيْنَ
watlu 'alaihim naba`allaziii aatainaahu aayaatinaa fansalakho min-haa fa atba'ahusy-syaithoonu fa kaana minal-ghoowiin
"Dan bacakanlah (Muhammad) kepada mereka<5>, berita orang yang telah Kami berikan ayat-ayat Kami kepadanya, kemudian dia melepaskan diri dari ayat-ayat itu, lalu dia diikuti oleh setan (sampai dia tergoda), maka jadilah dia termasuk orang<5> yang sesat."
[176]
وَلَوْ شِئْنَا لَرَفَعْنٰهُ بِهَا وَلٰـكِنَّهٗۤ اَخْلَدَ اِلَى الْاَرْضِ وَاتَّبَعَ هَوٰٮهُ ۚ فَمَثَلُهٗ كَمَثَلِ الْـكَلْبِ ۚ اِنْ تَحْمِلْ عَلَيْهِ يَلْهَثْ اَوْ تَتْرُكْهُ يَلْهَثْ ۗ ذٰلِكَ مَثَلُ الْقَوْمِ الَّذِيْنَ كَذَّبُوْا بِاٰيٰتِنَا ۚ فَاقْصُصِ الْقَصَصَ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُوْنَ
walau syi`naa larofa'naahu bihaa wa laakinnahuuu akhlada ilal-ardhi wattaba'a hawaah, fa masaluhuu kamasalil-kalb, in tahmil 'alaihi yal-has au tatruk-hu yal-has, zaalika masalul-qoumillaziina kazzabuu bi`aayaatinaa, faqshushil-qoshosho la'allahum yatafakkaruun
"Dan sekiranya Kami menghendaki niscaya Kami tinggikan (derajat)<7>nya dengan (ayat-ayat) itu, tetapi dia<5> cenderung kepada dunia dan mengikuti keinginannya, maka perumpamaannya seperti anjing, jika kamu menghalaunya dijulurkan lidahnya dan jika kamu membiarkannya ia menjulurkan lidahnya (juga).
Demikianlah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah kisah-kisah itu agar mereka<5> berpikir."
[177]
سَآءَ مَثَلًا ٭ لْقَوْمُ الَّذِيْنَ كَذَّبُوْا بِاٰيٰتِنَا وَاَنْفُسَهُمْ كَانُوْا يَظْلِمُوْنَ
saaa`a masalanil-qoumullaziina kazzabuu bi`aayaatinaa wa anfusahum kaanuu yazhlimuun
"Sangat buruk perumpamaan orang-orang<5>. yang mendustakan ayat-ayat Kami; mereka menzalimi diri<7>sendiri."
[178]
مَنْ يَّهْدِ اللّٰهُ فَهُوَ الْمُهْتَدِيْ ۚ وَمَنْ يُّضْلِلْ فَاُولٰٓئِكَ هُمُ الْخٰسِرُوْنَ
may yahdillaahu fa huwal-muhtadii, wa may yudhlil fa ulaaa`ika humul-khoosiruun
"Barang siapa diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk; dan barang siapa disesatkan Allah, maka merekalah orang-orang yang rugi."
[179]*
وَلَـقَدْ ذَرَأْنَا لِجَـهَنَّمَ كَثِيْرًا مِّنَ الْجِنِّ وَالْاِنْسِ ۖ لَهُمْ قُلُوْبٌ لَّا يَفْقَهُوْنَ بِهَا ۖ وَلَهُمْ اَعْيُنٌ لَّا يُبْصِرُوْنَ بِهَا ۖ وَلَهُمْ اٰذَانٌ لَّا يَسْمَعُوْنَ بِهَا ۗ اُولٰٓئِكَ كَالْاَنْعَامِ بَلْ هُمْ اَضَلُّ ۗ اُولٰٓئِكَ هُمُ الْغٰفِلُوْنَ
wa laqod zaro`naa lijahannama kasiirom minal-jinni wal-insi lahum quluubul laa yafqohuuna bihaa wa lahum a'yunul laa yubshiruuna bihaa wa lahum aazaanul laa yasma'uuna bihaa, ulaaa`ika kal-an'aami bal hum adholl, ulaaa`ika humul-ghoofiluun
"Dan sungguh, akan Kami isi Neraka Jahanam banyak dari kalangan jin dan insan-manusia.
Mereka<5> memiliki hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah),
dan mereka memiliki mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah),
dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengarkan (ayat-ayat Allah).
Mereka<5> seperti hewan ternak, bahkan lebih sesat lagi.
Mereka<5> itulah orang-orang yang lengah."
[180]*
وَلِلّٰهِ الْاَسْمَآءُ الْحُسْنٰى فَادْعُوْهُ بِهَا ۖ وَذَرُوا الَّذِيْنَ يُلْحِدُوْنَ فِيْۤ اَسْمَآئِهٖ ۗ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ ۖ
wa lillaahil-asmaaa`ul-husnaa fad'uuhu bihaa wa zarullaziina yul-hiduuna fiii asmaaa`ih, sayujzauna maa kaanuu ya'maluun
"Dan Allah memiliki Asmaul Husna (nama-nama yang terbaik), maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut Asmaul Husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyalahartikan nama-nama-Nya. Mereka<7> kelak akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka<5> kerjakan."
[181]
وَمِمَّنْ خَلَقْنَاۤ اُمَّةٌ يَّهْدُوْنَ بِالْحَـقِّ وَبِهٖ يَعْدِلُوْنَ٪
wa mim man kholaqnaaa ummatuy yahduuna bil-haqqi wa bihii ya'diluun
"Dan di antara orang-orang<5> yang telah Kami ciptakan ada umat yang memberi petunjuk dengan (dasar) kebenaran, dan dengan itu (pula) mereka berlaku adil."
[182]
وَالَّذِيْنَ كَذَّبُوْا بِاٰيٰتِنَا سَنَسْتَدْرِجُهُمْ مِّنْ حَيْثُ لَا يَعْلَمُوْنَ
wallaziina kazzabuu bi`aayaatinaa sanastadrijuhum min haisu laa ya'lamuun
"Dan orang-orang<5> yang mendustakan ayat-ayat Kami, akan Kami biarkan mereka<5> berangsur-angsur (ke arah kebinasaan), dengan cara yang tidak mereka ketahui."
[183]
وَاُمْلِيْ لَهُمْ ۗ ۗ اِنَّ كَيْدِيْ مَتِيْنٌ
wa umlii lahum, inna kaidii matiin
"Dan Aku akan memberikan tenggang waktu kepada mereka<5>. Sungguh, rencana-Ku sangat teguh."
[184]
اَوَلَمْ يَتَفَكَّرُوْا مَا بِصَاحِبِهِمْ مِّنْ جِنَّةٍ ۗ اِنْ هُوَ اِلَّا نَذِيْرٌ مُّبِيْنٌ
a wa lam yatafakkaruu maa bishoohibihim min jinnah, in huwa illaa naziirum mubiin
"Dan apakah mereka<5> tidak merenungkan bahwa teman mereka (Muhammad) tidak gila. Dia (Muhammad) tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan yang jelas."
[185]
اَوَلَمْ يَنْظُرُوْا فِيْ مَلَـكُوْتِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَمَا خَلَقَ اللّٰهُ مِنْ شَيْءٍ ۙ وَّاَنْ عَسٰۤى اَنْ يَّكُوْنَ قَدِ اقْتَرَبَ اَجَلُهُمْ ۚ فَبِاَيِّ حَدِيْثٍ ۢ بَعْدَهٗ يُؤْمِنُوْنَ
a wa lam yanzhuruu fii malakuutis-samaawaati wal-ardhi wa maa kholaqollaahu min syai`iw wa an 'asaaa ay yakuuna qodiqtaroba ajaluhum fa bi`ayyi hadiisim ba'dahuu yu`minuun
"Dan apakah mereka tidak memperhatikan kerajaan langit dan bumi dan segala apa yang diciptakan Allah, dan kemungkinan telah dekatnya waktu mereka<5>? Lalu berita mana lagi setelah ini yang akan mereka percayai".
[186]
مَنْ يُّضْلِلِ اللّٰهُ فَلَا هَادِيَ لَهٗ ۗ وَ يَذَرُهُمْ فِيْ طُغْيَانِهِمْ يَعْمَهُوْنَ
may yudhlilillaahu fa laa haadiya lahuu wa yazaruhum fii thughyaanihim ya'mahuun
"Barang siapa dibiarkan sesat oleh Allah, maka tidak ada yang mampu memberi petunjuk. Allah membiarkannya terombang-ambing dalam kesesatan."
[187]
يَسْئَـــلُوْنَكَ عَنِ السَّاعَةِ اَيَّانَ مُرْسٰٮهَا ۗ قُلْ اِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ رَبِّيْ ۚ لَا يُجَلِّيْهَا لِوَقْتِهَاۤ اِلَّا هُوَ ۘ ثَقُلَتْ فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ ۗ لَا تَأْتِيْكُمْ اِلَّا بَغْتَةً ۗ يَسْــئَلُوْنَكَ كَاَنَّكَ حَفِيٌّ عَنْهَا ۗ قُلْ اِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ اللّٰهِ وَلٰـكِنَّ اَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُوْنَ
yas`aluunaka 'anis-saa'ati ayyaana mursaahaa, qul innamaa 'ilmuhaa 'inda robbii, laa yujalliihaa liwaqtihaaa illaa huw, saqulat fis-samaawaati wal-ardh, laa ta`tiikum illaa baghtah, yas`aluunaka ka`annaka hafiyyun 'an-haa, qul innamaa 'ilmuhaa 'indallohi wa laakinna aksaron-naasi laa ya'lamuun
"Mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang Kiamat, Kapan terjadi? Katakanlah, Sesungguhnya pengetahuan tentang Kiamat itu ada pada Tuhanku; tidak ada (seorang pun) yang dapat menjelaskan waktu terjadinya selain Dia.
(Kiamat) itu sangat berat (bagi makhluk) yang di langit dan di bumi, tidak akan datang kepadamu, kecuali secara tiba-tiba.
Mereka<5> bertanya kepadamu seakan-akan engkau mengetahuinya. Katakanlah (Muhammad), Sesungguhnya pengetahuan tentang (hari Kiamat) ada pada Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui."
[188]
قُلْ لَّاۤ اَمْلِكُ لِنَفْسِيْ نَـفْعًا وَّلَا ضَرًّا اِلَّا مَا شَآءَ اللّٰهُ ۗ وَلَوْ كُنْتُ اَعْلَمُ الْغَيْبَ لَاسْتَكْثَرْتُ مِنَ الْخَيْرِ ۛ وَمَا مَسَّنِيَ السُّۤوْءُ ۛ اِنْ اَنَاۡ اِلَّا نَذِيْرٌ وَّبَشِيْرٌ لِّقَوْمٍ يُّؤْمِنُوْنَ٪
qul laaa amliku linafsii naf'aw wa laa dhorron illaa maa syaaa`alloh, walau kuntu a'lamul-ghoiba lastaksartu minal-khoiir, wa maa massaniyas-suuu`u in ana illaa naziiruw wa basyiirul liqoumiy yu`minuun
"Katakanlah (Muhammad), Aku tidak kuasa mendatangkan manfaat maupun menolak mudarat bagi diriku kecuali apa yang dikehendaki Allah. Sekiranya aku mengetahui yang gaib, niscaya aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan tidak akan ditimpa bahaya.
Aku hanyalah pemberi peringatan, dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman."
[189]*
هُوَ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَّـفْسٍ وَّاحِدَةٍ وَّجَعَلَ مِنْهَا زَوْجَهَا لِيَسْكُنَ اِلَيْهَا ۚ فَلَمَّا تَغَشّٰٮهَا حَمَلَتْ حَمْلًا خَفِيْفًا فَمَرَّتْ بِهٖ ۚ فَلَمَّاۤ اَثْقَلَتْ دَّعَوَا اللّٰهَ رَبَّهُمَا لَئِنْ اٰتَيْتَـنَا صَالِحًا لَّـنَكُوْنَنَّ مِنَ الشّٰكِرِيْنَ
huwallazii kholaqokum min nafsiw waahidatiw wa ja'ala min-haa zaujahaa liyaskuna ilaihaa, fa lammaa taghosysyaahaa hamalat hamlan khofiifan fa marrot bih, fa lammaaa asqolad da'awalloha robbahumaa la`in aataitanaa shoolihal lanakuunanna minasy-syaakiriin
"Dialah yang menciptakan kamu dari diri yang satu dan darinya Dia menciptakan pasangannya, agar dia merasa senang kepadanya.
Maka setelah dicampurinya, (istrinya) mengandung kandungan yang ringan, dan teruslah dia merasa ringan (beberapa waktu).
Kemudian ketika dia merasa berat, keduanya (suami-istri) bermohon kepada Allah, Tuhan mereka (seraya berkata), Jika Engkau memberi kami anak yang saleh, tentulah kami akan selalu bersyukur."
[190]*
فَلَمَّاۤ اٰتٰٮهُمَا صَالِحًـا جَعَلَا لَهٗ شُرَكَآءَ فِيْمَاۤ اٰتٰٮهُمَا ۚ فَتَعٰلَى اللّٰهُ عَمَّا يُشْرِكُوْنَ
fa lammaaa aataahumaa shoolihan ja'alaa lahuu syurokaaa`a fiimaaa aataahumaa, fa ta'aalallohu 'ammaa yusyrikuun
"Maka, setelah Dia memberi keduanya seorang anak yang saleh, mereka<5> menjadikan anak yang telah dianugerahkan-Nya itu sebagai sekutu bagi Allah.
Maka, Maha Tinggi Allah dari apa yang mereka<5> persekutukan."
[191]
اَيُشْرِكُوْنَ مَا لَا يَخْلُقُ شَيْئًـــا وَّهُمْ يُخْلَقُوْنَ ۖ
a yusyrikuuna maa laa yakhluqu syai`aw wa hum yukhlaquun
"Mengapa mereka<5> mempersekutukan (Allah dengan) sesuatu yang tidak dapat menciptakan sesuatu apa pun? Padahal (berhala-berhala) itu sendiri diciptakan?."
[192]
وَلَا يَسْتَطِيْعُوْنَ لَهُمْ نَـصْرًا وَّلَاۤ اَنْفُسَهُمْ يَنْصُرُوْنَ
wa laa yastathii'uuna lahum nashrow wa laaa anfusahum yanshuruun
"Dan (berhala-berhala) itu tidak dapat memberikan pertolongan kepada penyembahnya, dan kepada dirinya sendiri pun mereka tidak dapat memberi pertolongan."
[193]
وَاِنْ تَدْعُوْهُمْ اِلَى الْهُدٰى لَا يَتَّبِعُوْكُمْ ۗ سَوَآءٌ عَلَيْكُمْ اَدَعَوْتُمُوْهُمْ اَمْ اَنْـتُمْ صٰمِتُوْنَ
wa in tad'uuhum ilal-hudaa laa yattabi'uukum, sawaaa`un 'alaikum a da'autumuuhum am antum shoomituun
"Dan jika kamu menyerunya untuk memberi petunjuk kepadamu, tidaklah (berhala-berhala) itu dapat memperkenankan seruanmu; sama saja (hasilnya) buat kamu menyeru mereka atau berdiam diri."
[194]
اِنَّ الَّذِيْنَ تَدْعُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ عِبَادٌ اَمْثَالُـكُمْ فَادْعُوْهُمْ فَلْيَسْتَجِيْبُوْا لَـكُمْ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ
innallaziina tad'uuna min duunillaahi 'ibaadun amsaalukum fad'uuhum falyastajiibuu lakum ing kuntum shoodiqiin
"Sesungguhnya mereka (berhala-berhala) yang kamu seru selain Allah adalah makhluk (yang lemah) yang serupa juga dengan kamu. Maka, serulah mereka lalu biarkanlah mereka memperkenankan permintaanmu, jika kamu orang yang benar."
[195]
اَلَهُمْ اَرْجُلٌ يَّمْشُوْنَ بِهَاۤ ۖ اَمْ لَهُمْ اَيْدٍ يَّبْطِشُوْنَ بِهَاۤ ۖ اَمْ لَهُمْ اَعْيُنٌ يُّبْصِرُوْنَ بِهَاۤ ۖ اَمْ لَهُمْ اٰذَانٌ يَّسْمَعُوْنَ بِهَا ۗ قُلِ ادْعُوْا شُرَكَآءَكُمْ ثُمَّ كِيْدُوْنِ فَلَا تُنْظِرُوْنِ
a lahum arjuluy yamsyuuna bihaaa am lahum aidiy yabthisyuuna bihaaa am lahum a'yunuy yubshiruuna bihaaa am lahum aazaanuy yasma'uuna bihaa, qulid'uu syurokaaa`akum summa kiiduuni fa laa tunzhiruun
"Apakah mereka (berhala-berhala) mempunyai kaki untuk berjalan, atau mempunyai tangan untuk memegang dengan keras, atau mempunyai mata untuk melihat, atau mempunyai telinga untuk mendengar? Katakanlah (Muhammad), Panggillah (berhala-berhalamu) yang kamu anggap sekutu Allah, kemudian lakukanlah tipu daya (untuk mencelakakan)ku, dan jangan kamu tunda lagi."
[196]
اِنَّ وَلِيِّ يَ اللّٰهُ الَّذِيْ نَزَّلَ الْـكِتٰبَ ۖ وَهُوَ يَتَوَلَّى الصّٰلِحِيْنَ
inna waliyyiyallohullazii nazzalal-kitaaba wa huwa yatawallash-shoolihiin
"Sesungguhnya pelindungku adalah Allah yang telah menurunkan Kitab (Al-Qur'an). Dia melindungi orang-orang saleh."
[197]
وَالَّذِيْنَ تَدْعُوْنَ مِنْ دُوْنِهٖ لَا يَسْتَطِيْعُوْنَ نَـصْرَكُمْ وَلَاۤ اَنْفُسَهُمْ يَنْصُرُوْنَ
wallaziina tad'uuna min duunihii laa yastathii'uuna nashrokum wa laaa anfusahum yanshuruun
"Dan berhala-berhala yang kamu seru selain Allah tidaklah sanggup menolongmu, bahkan tidak dapat menolong dirinya sendiri."
[198]
وَاِنْ تَدْعُوْهُمْ اِلَى الْهُدٰى لَا يَسْمَعُوْا ۗ وَتَرٰٮهُمْ يَنْظُرُوْنَ اِلَيْكَ وَهُمْ لَا يُبْصِرُوْنَ
wa in tad'uuhum ilal-hudaa laa yasma'uu, wa taroohum yanzhuruuna ilaika wa hum laa yubshiruun
"Dan jika kamu menyeru mereka (berhala-berhala) untuk memberi petunjuk, mereka tidak dapat mendengarnya. Dan kamu lihat mereka memandangmu padahal mereka tidak melihat."
[199]
خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَاَعْرِضْ عَنِ الْجٰهِلِيْنَ
khuzil-'afwa wa`mur bil-'urfi wa a'ridh 'anil-jaahiliin
"Jadilah pemaaf dan suruhlah orang<5> mengerjakan yang makruf, serta jangan pedulikan orang-orang<5> yang bodoh."
[200]
وَاِمَّا يَنْزَغَـنَّكَ مِنَ الشَّيْطٰنِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللّٰهِ ۗ اِنَّهٗ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ
wa immaa yanzaghonnaka minasy-syaithooni nazghun fasta'iz billaah, innahuu samii'un 'aliim
"Dan jika setan datang menggodamu, maka berlindunglah kepada Allah. Sungguh, Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui."
[201]
اِنَّ الَّذِيْنَ اتَّقَوْا اِذَا مَسَّهُمْ طٰٓئِفٌ مِّنَ الشَّيْطٰنِ تَذَكَّرُوْا فَاِذَا هُمْ مُّبْصِرُوْنَ ۚ
innallaziinattaqou izaa massahum thooo`ifum minasy-syaithooni tazakkaruu fa izaa hum mubshiruun
"Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa apabila mereka<5> dibayang-bayangi pikiran jahat dari setan, mereka pun segera ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat (kekeliruannya)".
[202]
وَاِخْوَانُهُمْ يَمُدُّوْنَهُمْ فِى الْغَيِّ ثُمَّ لَا يُقْصِرُوْنَ
wa ikhwaanuhum yamudduunahum fil-ghoyyi summa laa yuqshiruun
"Dan teman-teman mereka (yang tidak baik) tidak henti-hentinyaa membantu setan-setan dalam menyesatkan."
[203]
وَاِذَا لَمْ تَأْتِهِمْ بِاٰيَةٍ قَالُوْا لَوْلَا اجْتَبَيْتَهَا ۗ قُلْ اِنَّمَاۤ اَتَّبِعُ مَا يُوْحٰۤى اِلَيَّ مِنْ رَّبِّيْ ۚ هٰذَا بَصَآئِرُ مِنْ رَّبِّكُمْ وَهُدًى وَّ رَحْمَةٌ لِّقَوْمٍ يُّؤْمِنُوْنَ
wa izaa lam ta`tihim bi`aayating qooluu lau lajtabaitahaa, qul innamaaa attabi'u maa yuuhaaa ilayya mir robbii, haazaa bashooo`iru mir robbikum wa hudaw wa rohmatul liqoumiy yu`minuun
"Dan apabila engkau (Muhammad) tidak membacakan suatu ayat kepada mereka, mereka<5> berkata, Mengapa tidak engkau buat sendiri ayat itu?
Katakanlah (Muhammad), Sesungguhnya aku hanya mengikuti apa yang diwahyukan Tuhanku kepadaku. (Al-Qur'an) ini adalah bukti-bukti yang nyata dari Tuhanmu, petunjuk dan rahmat bagi orang-orang<5> yang beriman."
[204]*
وَاِذَا قُرِئَ الْقُرْاٰنُ فَاسْتَمِعُوْا لَهٗ وَاَنْصِتُوْا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ
wa izaa quri`al-qur`aanu fastami'uu lahuu wa anshituu la'allakum tur-hamuun
"Dan apabila dibacakan Al-Qur'an, maka dengarkanlah dan diamlah, agar kamu<5> mendapat rahmat."
[205]*
وَاذْكُرْ رَّبَّكَ فِيْ نَفْسِكَ تَضَرُّعًا وَّخِيْفَةً وَّدُوْنَ الْجَـهْرِ مِنَ الْقَوْلِ بِالْغُدُوِّ وَالْاٰصَالِ وَلَا تَكُنْ مِّنَ الْغٰفِلِيْنَ
wazkur robbaka fii nafsika tadhorru'aw wa khiifataw wa duunal-jahri minal-qouli bil-ghuduwwi wal-aashooli wa laa takum minal-ghoofiliin
"Dan ingatlah Tuhanmu dalam hatimu dengan rendah hati dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, pada waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang<5> yang lengah."
[206]
اِنَّ الَّذِيْنَ عِنْدَ رَبِّكَ لَا يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِهٖ وَيُسَبِّحُوْنَهٗ وَلَهٗ يَسْجُدُوْنَ٪
innallaziina 'inda robbika laa yastakbiruuna 'an 'ibaadatihii wa yusabbihuunahuu wa lahuu yasjuduun
"Sesungguhnya malaikat-malaikat yang ada di sisi Tuhanmu tidak merasa enggan untuk menyembah Allah dan mereka menyucikan-Nya dan hanya kepada-Nya mereka bersujud."
.
.
.
{ 8 } Al Anfal (Harta Rampasan Perang)
________________________________________
< Madinah > < 75 ayat >
[1]
يَسْــئَلُوْنَكَ عَنِ الْاَنْفَالِ ۗ قُلِ الْاَنْفَالُ لِلّٰهِ وَالرَّسُوْلِ ۚ فَاتَّقُوا اللّٰهَ وَاَصْلِحُوْا ذَاتَ بَيْنِكُمْ ۖ وَاَطِيْعُوا اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗۤ اِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَ
yas`aluunaka 'anil-anfaal, qulil-anfaalu lillaahi war-rosuul, fattaqulloha wa ashlihuu zaata bainikum wa athii'ulloha wa rosuulahuuu ing kuntum mu`miniin
"Mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang (pembagian) harta rampasan perang. Katakanlah, Harta rampasan perang itu (menurut ketentuan Allah) milik Allah dan Rasul-Nya, maka bertakwalah kepada Allah dan perbaikilah hubungan di antara sesamamu, dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya jika kamu orang-orang<5> yang beriman."
[2]
اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ الَّذِيْنَ اِذَا ذُكِرَ اللّٰهُ وَجِلَتْ قُلُوْبُهُمْ وَاِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ اٰيٰتُهٗ زَادَتْهُمْ اِيْمَانًا وَّعَلٰى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُوْنَ ۙ
innamal-mu`minuunallaziina izaa zukirollaahu wajilat quluubuhum wa izaa tuliyat 'alaihim aayaatuhuu zaadat-hum iimaanaw wa 'alaa robbihim yatawakkaluun
"Sesungguhnya orang-orang<5> yang beriman adalah mereka yang apabila disebut nama Allah bergetar hatinya, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka<5>, bertambah imannya dan hanya kepada Tuhan mereka<5> bertawakal,"
[3]
الَّذِيْنَ يُقِيْمُوْنَ الصَّلٰوةَ وَمِمَّا رَزَقْنٰهُمْ يُنْفِقُوْنَ ۗ
allaziina yuqiimuunash-sholaata wa mimmaa rozaqnaahum yunfiquun
"(yaitu) orang-orang<5> yang melaksanakan sholat dan yang menginfakkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka."
[4]
اُولٰٓئِكَ هُمُ الْمُؤْمِنُوْنَ حَقًّا ۗ لَهُمْ دَرَجٰتٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَمَغْفِرَةٌ وَّرِزْقٌ كَرِيْمٌ ۚ
ulaaa`ika humul-mu`minuuna haqqoo, lahum darojaatun 'inda robbihim wa maghfirotuw wa rizqung kariim
"Mereka<5> itulah orang-orang yang benar-benar beriman. Mereka<7> akan memperoleh derajat di sisi Tuhannya dan ampunan serta rezeki yang mulia."
[5]
كَمَاۤ اَخْرَجَكَ رَبُّكَ مِنْۢ بَيْتِكَ بِالْحَـقِّ ۖ وَاِنَّ فَرِيْقًا مِّنَ الْمُؤْمِنِيْنَ لَـكٰرِهُوْنَ ۙ
kamaaa akhrojaka robbuka mim baitika bil-haqqi wa inna fariiqom minal-mu`miniina lakaarihuun
"Sebagaimana Tuhanmu menyuruhmu pergi dari rumahmu dengan kebenaran, meskipun sesungguhnya sebagian dari orang-orang<5>yang beriman itu tidak menyukainya,"
[6]
يُجَادِلُوْنَكَ فِى الْحَـقِّ بَعْدَ مَا تَبَيَّنَ كَاَنَّمَا يُسَاقُوْنَ اِلَى الْمَوْتِ وَهُمْ يَنْظُرُوْنَ ۗ
yujaadiluunaka fil-haqqi ba'da maa tabayyana ka`annamaa yusaaquuna ilal-mauti wa hum yanzhuruun
"mereka membantahmu (Muhammad) tentang kebenaran setelah nyata (bahwa mereka pasti menang), seakan-akan mereka dihalau kepada kematian, sedang mereka melihat (sebab kematian itu)."
[7]
وَاِذْ يَعِدُكُمُ اللّٰهُ اِحْدَى الطَّآئِفَتَيْنِ اَنَّهَا لَـكُمْ وَتَوَدُّوْنَ اَنَّ غَيْرَ ذَاتِ الشَّوْكَةِ تَكُوْنُ لَـكُمْ وَيُرِيْدُ اللّٰهُ اَنْ يُّحِقَّ الْحَـقَّ بِكَلِمٰتِهٖ وَيَقْطَعَ دَابِرَ الْـكٰفِرِيْنَ ۙ
wa iz ya'idukumullohu ihdath-thooo`ifataini annahaa lakum wa tawadduuna anna ghoiro zaatisy-syaukati takuunu lakum wa yuriidullohu ay yuhiqqol-haqqo bikalimaatihii wa yaqtho'a daabirol-kaafiriin
"Dan (ingatlah) ketika Allah menjanjikan kepadamu bahwa salah satu dari dua golongan (yang kamu hadapi) adalah untukmu, sedang kamu menginginkan bahwa yang tidak mempunyai kekuatan senjatalah untukmu. Tetapi Allah hendak membenarkan yang benar dengan ayat-ayat-Nya dan memusnahkan orang-orang kafir sampai ke akar-akarnya,"
[8]
لِيُحِقَّ الْحَـقَّ وَيُبْطِلَ الْبَاطِلَ وَلَوْ كَرِهَ الْمُجْرِمُوْنَ ۚ
liyuhiqqol-haqqo wa yubthilal-baathila walau karihal-mujrimuun
"agar Allah memperkuat yang hak dan menghilangkan yang batil walaupun orang-orang<5> yang berdosa itu tidak menyukainya."
[9]
اِذْ تَسْتَغِيْثُوْنَ رَبَّكُمْ فَاسْتَجَابَ لَـكُمْ اَنِّيْ مُمِدُّكُمْ بِاَلْفٍ مِّنَ الْمَلٰٓئِكَةِ مُرْدِفِيْنَ
iz tastaghiisuuna robbakum fastajaaba lakum annii mumiddukum bi`alfim minal-malaaa`ikati murdifiin
"(Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu, Sungguh, Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut."
[10]
وَمَا جَعَلَهُ اللّٰهُ اِلَّا بُشْرٰى وَلِتَطْمَئِنَّ بِهٖ قُلُوْبُكُمْ ۚ وَمَا النَّصْرُ اِلَّا مِنْ عِنْدِ اللّٰهِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ عَزِيْزٌ حَكِيْمٌ٪
wa maa ja'alahullohu illaa busyroo wa litathma`inna bihii quluubukum, wa man-nashru illaa min 'indillaah, innalloha 'aziizun hakiim
"Dan tidaklah Allah menjadikannya melainkan sebagai kabar gembira agar hatimu menjadi tenteram karenanya. Dan kemenangan itu hanyalah dari sisi Allah. Sungguh, Allah Maha Perkasa, Maha Bijaksana."
[11]
اِذْ يُغَشِّيْكُمُ النُّعَاسَ اَمَنَةً مِّنْهُ وَيُنَزِّلُ عَلَيْكُمْ مِّنَ السَّمَآءِ مَآءً لِّيُطَهِّرَكُمْ بِهٖ وَيُذْهِبَ عَنْكُمْ رِجْزَ الشَّيْطٰنِ وَلِيَرْبِطَ عَلٰى قُلُوْبِكُمْ وَيُثَبِّتَ بِهِ الْاَقْدَامَ ۗ
iz yughosysyiikumun-nu'aasa amanatam min-hu wa yunazzilu 'alaikum minas-samaaa`i maaa`al liyuthohhirokum bihii wa yuz-hiba 'angkum rijzasy-syaithooni wa liyarbitho 'alaa quluubikum wa yusabbita bihil-aqdaam
"(Ingatlah), ketika Allah membuat kamu mengantuk untuk memberi ketenteraman dari-Nya, dan Allah menurunkan air (hujan) dari langit kepadamu untuk menyucikan kamu dengan (hujan) itu dan menghilangkan gangguan-gangguan setan dari dirimu dan untuk menguatkan hatimu serta memperteguh telapak kakimu (teguh pendirian)."
[12]
اِذْ يُوْحِيْ رَبُّكَ اِلَى الْمَلٰٓئِكَةِ اَنِّيْ مَعَكُمْ فَثَبِّتُوا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا ۗ سَاُلْقِيْ فِيْ قُلُوْبِ الَّذِيْنَ كَفَرُوا الرُّعْبَ فَاضْرِبُوْا فَوْقَ الْاَعْنَاقِ وَاضْرِبُوْا مِنْهُمْ كُلَّ بَنَانٍ ۗ
iz yuuhii robbuka ilal-malaaa`ikati annii ma'akum fa sabbitullaziina aamanuu, sa`ulqii fii quluubillaziina kafarur-ru'ba fadhribuu fauqol-a'naaqi wadhribuu min-hum kulla banaan
"(Ingatlah), ketika Tuhanmu mewahyukan kepada para malaikat, Sesungguhnya Aku bersama kamu, maka teguhkanlah (pendirian) orang-orang yang telah beriman. Kelak akan Aku berikan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang kafir, maka pukullah di atas leher mereka dan pukullah tiap-tiap ujung jari mereka."
[13]
ذٰلِكَ بِاَنَّهُمْ شَاۤ قُّوا اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ ۚ وَمَنْ يُّشَاقِقِ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ فَاِنَّ اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعِقَابِ
zaalika bi`annahum syaaaqqulloha wa rosuulah, wa may yusyaaqiqillaaha wa rosuulahuu fa innalloha syadiidul-'iqoob
"(Ketentuan) yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka menentang Allah dan Rasul-Nya; dan barang siapa menentang Allah dan Rasul-Nya, sungguh, Allah sangat keras siksa-Nya."
[14]
ذٰ لِكُمْ فَذُوْقُوْهُ وَاَنَّ لِلْكٰفِرِيْنَ عَذَابَ النَّارِ
zaalikum fa zuuquuhu wa anna lil-kaafiriina 'azaaban-naar
"Demikianlah (hukuman dunia yang ditimpakan atasmu), maka rasakanlah hukuman itu. Sesungguhnya bagi orang-orang<7> kafir ada (lagi) azab neraka."
[15]
يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اِذَا لَقِيْتُمُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا زَحْفًا فَلَا تُوَلُّوْهُمُ الْاَدْبَارَ ۚ
yaaa ayyuhallaziina aamanuuu izaa laqiitumullaziina kafaruu zahfan fa laa tuwalluuhumul-adbaar
"Wahai orang yang beriman! Apabila kamu<5> bertemu dengan orang-orang kafir yang akan menyerangmu, maka janganlah kamu berbalik membelakangi mereka (mundur)."
[16]
وَمَنْ يُّوَلِّهِمْ يَوْمَئِذٍ دُبُرَهٗۤ اِلَّا مُتَحَرِّفًا لِّقِتَالٍ اَوْ مُتَحَيِّزًا اِلٰى فِئَةٍ فَقَدْ بَآءَ بِغَضَبٍ مِّنَ اللّٰهِ وَمَأْوٰٮهُ جَهَـنَّمُ ۗ وَبِئْسَ الْمَصِيْرُ
wa may yuwallihim yauma`izin duburohuuu illaa mutaharrifal liqitaalin au mutahayyizan ilaa fi`atin fa qod baaa`a bighodhobim minallohi wa ma`waahu jahannam, wa bi`sal-mashiir
"Dan barang siapa mundur pada waktu itu, kecuali berbelok untuk (siasat) perang atau hendak menggabungkan diri dengan pasukan yang lain, maka sungguh, orang itu kembali dengan membawa kemurkaan dari Allah. Tempatnya ialah Neraka Jahanam, dan seburuk-buruk tempat kembali."
[17]
فَلَمْ تَقْتُلُوْهُمْ وَلٰـكِنَّ اللّٰهَ قَتَلَهُمْ ۖ وَمَا رَمَيْتَ اِذْ رَمَيْتَ وَ لٰـكِنَّ اللّٰهَ رَمٰى ۚ وَلِيُبْلِيَ الْمُؤْمِنِيْنَ مِنْهُ بَلَآ ءً حَسَنًا ۗ اِنَّ اللّٰهَ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ
fa lam taqtuluuhum wa laakinnalloha qotalahum wa maa romaita iz romaita wa laakinnalloha romaa, wa liyubliyal-mu`miniina min-hu balaaa`an hasanaa, innalloha samii'un 'aliim
"Maka (sebenarnya) bukan kamu<5> yang membunuh mereka, melainkan Allah yang membunuh mereka, dan bukan engkau yang melempar ketika engkau melempar, tetapi Allah yang melempar.
(Allah berbuat demikian untuk membinasakan mereka) dan untuk memberi kemenangan kepada orang-orang mukmin<5>, dengan kemenangan yang baik. Sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui."
[18]
ذٰ لِكُمْ وَاَنَّ اللّٰهَ مُوْهِنُ كَيْدِ الْـكٰفِرِيْنَ
zaalikum wa annalloha muuhinu kaidil-kaafiriin
"Demikianlah (karunia Allah), dan sungguh, Allah melemahkan tipu daya orang-orang kafir<5>."
[19]
اِنْ تَسْتَفْتِحُوْا فَقَدْ جَآءَكُمُ الْفَتْحُ ۚ وَاِنْ تَنْتَهُوْا فَهُوَ خَيْرٌ لَّـكُمْ ۚ وَ اِنْ تَعُوْدُوْا نَـعُدْ ۚ وَلَنْ تُغْنِيَ عَنْكُمْ فِئَتُكُمْ شَيْئًـا وَّلَوْ كَثُرَتْ ۙ وَاَنَّ اللّٰهَ مَعَ الْمُؤْمِنِيْنَ٪
in tastaftihuu fa qod jaaa`akumul-fat-h, wa in tantahuu fa huwa khoirul lakum, wa in ta'uuduu na'ud, wa lan tughniya 'angkum fi`atukum syai`aw walau kasurot wa annalloha ma'al-mu`miniin
"Jika kamu meminta keputusan, maka sesungguhnya keputusan telah datang kepadamu; dan jika kamu berhenti (memusuhi Rasul), maka itulah yang lebih baik bagimu; dan jika kamu kembali, niscaya Kami kembali (memberi pertolongan); dan pasukanmu tidak akan dapat menolak sesuatu bahaya sedikit pun darimu, biarpun jumlahnya (pasukan) banyak. Sungguh, Allah beserta orang-orang beriman."
[20]
يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اَطِيْعُوا اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ وَلَا تَوَلَّوْا عَنْهُ وَاَنْـتُمْ تَسْمَعُوْنَ
yaaa ayyuhallaziina aamanuuu athii'ulloha wa rosuulahuu wa laa tawallau 'an-hu wa antum tasma'uun
"Wahai orang-orang yang beriman<5>! Taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya, dan janganlah kamu berpaling dari-Nya, padahal kamu mendengar (perintah-perintah-Nya),"
[21]
وَلَا تَكُوْنُوْا كَالَّذِيْنَ قَالُوْا سَمِعْنَا وَهُمْ لَا يَسْمَعُوْنَ
wa laa takuunuu kallaziina qooluu sami'naa wa hum laa yasma'uun
"dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang (munafik) yang berkata, Kami mendengarkan, padahal mereka tidak mendengarkan."
[22]
اِنَّ شَرَّ الدَّوَآ بِّ عِنْدَ اللّٰهِ الصُّمُّ الْبُكْمُ الَّذِيْنَ لَا يَعْقِلُوْنَ
inna syarrod-dawaaabbi 'indallohish-shummul-bukmullaziina laa ya'qiluun
"Sesungguhnya makhluk hidup yang bernyawa yang paling buruk dalam pandangan Allah ialah mereka yang tuli dan bisu (hatinya), yaitu orang-orang yang tidak mengerti."
[23]
وَلَوْ عَلِمَ اللّٰهُ فِيْهِمْ خَيْرًا لَّاَسْمَعَهُمْ ۗ وَلَوْ اَسْمَعَهُمْ لَـتَوَلَّوْا وَّهُمْ مُّعْرِضُوْنَ
walau 'alimallohu fiihim khoirol la`asma'ahum, walau asma'ahum latawallaw wa hum mu'ridhuun
"Dan sekiranya Allah mengetahui ada kebaikan pada mereka<5>, tentu Dia jadikan mereka dapat mendengar. Dan jika Allah menjadikan mereka dapat mendengar, niscaya mereka berpaling, sedang mereka memalingkan diri."
[24]*
يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اسْتَجِيْبُوْا لِلّٰهِ وَلِلرَّسُوْلِ اِذَا دَعَاكُمْ لِمَا يُحْيِيْكُمْ ۚ وَاعْلَمُوْۤا اَنَّ اللّٰهَ يَحُوْلُ بَيْنَ الْمَرْءِ وَقَلْبِهٖ وَاَنَّهٗۤ اِلَيْهِ تُحْشَرُوْنَ
yaaa ayyuhallaziina aamanustajiibuu lillaahi wa lir-rosuuli izaa da'aakum limaa yuhyiikum, wa'lamuuu annalloha yahuulu bainal-mar`i wa qolbihii wa annahuuu ilaihi tuhsyaruun
"Wahai orang-orang<5> yang beriman! Penuhilah seruan Allah dan Rasul, apabila dia menyerumu kepada sesuatu yang memberi kehidupan (yang sebenarnya di skhirat) kepadamu, dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya dan sesungguhnya kepada-Nyalah kamu<7> akan dikumpulkan."
[25]
وَاتَّقُوْا فِتْنَةً لَّا تُصِيْبَنَّ الَّذِيْنَ ظَلَمُوْا مِنْكُمْ خَآ صَّةً ۚ وَاعْلَمُوْۤا اَنَّ اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعِقَابِ
wattaquu fitnatal laa tushiibannallaziina zholamuu mingkum khoooshshoh, wa'lamuuu annalloha syadiidul-'iqoob
"Dan peliharalah dirimu dari siksaan yang tidak hanya menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Ketahuilah bahwa Allah sangat keras siksa-Nya."
[26]
وَاذْكُرُوْۤا اِذْ اَنْـتُمْ قَلِيْلٌ مُّسْتَضْعَفُوْنَ فِى الْاَرْضِ تَخَافُوْنَ اَنْ يَّتَخَطَّفَكُمُ النَّاسُ فَاٰوٰٮكُمْ وَاَيَّدَكُمْ بِنَصْرِهٖ وَرَزَقَكُمْ مِّنَ الطَّيِّبٰتِ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
wazkuruuu iz antum qoliilum mustadh'afuuna fil-ardhi takhoofuuna ay yatakhoththofakumun-naasu fa aawaakum wa ayyadakum binashrihii wa rozaqokum minath-thoyyibaati la'allakum tasykuruun
"Dan ingatlah ketika kamu (para Muhajirin) masih sedikit, lagi tertindas di bumi (Mekah), dan kamu takut orang-orang (Mekah) akan menculik kamu, maka Dia memberi kamu tempat menetap (Madinah) dan dijadikan-Nya kamu kuat dengan pertolongan-Nya dan diberi-Nya kamu rezeki yang baik agar kamu bersyukur."
[27]
يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَخُوْنُوا اللّٰهَ وَالرَّسُوْلَ وَتَخُوْنُوْۤا اَمٰنٰتِكُمْ وَاَنْـتُمْ تَعْلَمُوْنَ
yaaa ayyuhallaziina aamanuu laa takhuunulloha war-rosuula wa takhuunuuu amaanaatikum wa antum ta'lamuun
"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu<5> mengkhianati Allah dan Rasul dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui."
[28]*
وَاعْلَمُوْۤا اَنَّمَاۤ اَمْوَالُكُمْ وَاَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ ۙ وَّاَنَّ اللّٰهَ عِنْدَهٗۤ اَجْرٌ عَظِيْمٌ٪
wa'lamuuu annamaaa amwaalukum wa aulaadukum fitnatuw wa annalloha 'indahuuu ajrun 'azhiim
"Dan ketahuilah bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah ada pahala yang besar."
[29]
يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اِنْ تَتَّقُوا اللّٰهَ يَجْعَلْ لَّـكُمْ فُرْقَانًا وَّيُكَفِّرْ عَنْكُمْ سَيِّاٰتِكُمْ وَيَغْفِرْ لَـكُمْ ۗ وَ اللّٰهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيْمِ
yaaa ayyuhallaziina aamanuuu in tattaqulloha yaj'al lakum furqoonaw wa yukaffir 'angkum sayyi`aatikum wa yaghfir lakum, wallohu zul-fadhlil-'azhiim
"Wahai orang-orang<5> yang beriman! Jika kamu bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan furqan (kemampuan membedakan antara yang hak dan batil) kepadamu dan menghapus segala kesalahanmu dan mengampuni (dosa-dosa)mu. Allah memiliki karunia yang besar."
[30]
وَاِذْ يَمْكُرُ بِكَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا لِيُثْبِتُوْكَ اَوْ يَقْتُلُوْكَ اَوْ يُخْرِجُوْكَ ۗ وَيَمْكُرُوْنَ وَيَمْكُرُ اللّٰهُ ۗ وَاللّٰهُ خَيْرُ الْمٰكِرِيْنَ
wa iz yamkuru bikallaziina kafaruu liyusbituuka au yaqtuluuka au yukhrijuuk, wa yamkuruuna wa yamkurulloh, wallohu khoirul-maakiriin
"Dan (ingatlah), ketika orang-orang kafir (Quraisy) memikirkan tipu daya terhadapmu (Muhammad) untuk menangkap dan memenjarakanmu atau membunuhmu, atau mengusirmu. Mereka membuat tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu. Allah adalah sebaik-baik pembalas tipu daya."
يَسْــئَلُوْنَكَ عَنِ الْاَنْفَالِ ۗ قُلِ الْاَنْفَالُ لِلّٰهِ وَالرَّسُوْلِ ۚ فَاتَّقُوا اللّٰهَ وَاَصْلِحُوْا ذَاتَ بَيْنِكُمْ ۖ وَاَطِيْعُوا اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗۤ اِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَ
yas`aluunaka 'anil-anfaal, qulil-anfaalu lillaahi war-rosuul, fattaqulloha wa ashlihuu zaata bainikum wa athii'ulloha wa rosuulahuuu ing kuntum mu`miniin
"Mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang (pembagian) harta rampasan perang. Katakanlah, Harta rampasan perang itu (menurut ketentuan Allah) milik Allah dan Rasul-Nya, maka bertakwalah kepada Allah dan perbaikilah hubungan di antara sesamamu, dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya jika kamu orang-orang<5> yang beriman."
[2]
اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ الَّذِيْنَ اِذَا ذُكِرَ اللّٰهُ وَجِلَتْ قُلُوْبُهُمْ وَاِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ اٰيٰتُهٗ زَادَتْهُمْ اِيْمَانًا وَّعَلٰى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُوْنَ ۙ
innamal-mu`minuunallaziina izaa zukirollaahu wajilat quluubuhum wa izaa tuliyat 'alaihim aayaatuhuu zaadat-hum iimaanaw wa 'alaa robbihim yatawakkaluun
"Sesungguhnya orang-orang<5> yang beriman adalah mereka yang apabila disebut nama Allah bergetar hatinya, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka<5>, bertambah imannya dan hanya kepada Tuhan mereka<5> bertawakal,"
[3]
الَّذِيْنَ يُقِيْمُوْنَ الصَّلٰوةَ وَمِمَّا رَزَقْنٰهُمْ يُنْفِقُوْنَ ۗ
allaziina yuqiimuunash-sholaata wa mimmaa rozaqnaahum yunfiquun
"(yaitu) orang-orang<5> yang melaksanakan sholat dan yang menginfakkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka."
[4]
اُولٰٓئِكَ هُمُ الْمُؤْمِنُوْنَ حَقًّا ۗ لَهُمْ دَرَجٰتٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَمَغْفِرَةٌ وَّرِزْقٌ كَرِيْمٌ ۚ
ulaaa`ika humul-mu`minuuna haqqoo, lahum darojaatun 'inda robbihim wa maghfirotuw wa rizqung kariim
"Mereka<5> itulah orang-orang yang benar-benar beriman. Mereka<7> akan memperoleh derajat di sisi Tuhannya dan ampunan serta rezeki yang mulia."
[5]
كَمَاۤ اَخْرَجَكَ رَبُّكَ مِنْۢ بَيْتِكَ بِالْحَـقِّ ۖ وَاِنَّ فَرِيْقًا مِّنَ الْمُؤْمِنِيْنَ لَـكٰرِهُوْنَ ۙ
kamaaa akhrojaka robbuka mim baitika bil-haqqi wa inna fariiqom minal-mu`miniina lakaarihuun
"Sebagaimana Tuhanmu menyuruhmu pergi dari rumahmu dengan kebenaran, meskipun sesungguhnya sebagian dari orang-orang<5>yang beriman itu tidak menyukainya,"
[6]
يُجَادِلُوْنَكَ فِى الْحَـقِّ بَعْدَ مَا تَبَيَّنَ كَاَنَّمَا يُسَاقُوْنَ اِلَى الْمَوْتِ وَهُمْ يَنْظُرُوْنَ ۗ
yujaadiluunaka fil-haqqi ba'da maa tabayyana ka`annamaa yusaaquuna ilal-mauti wa hum yanzhuruun
"mereka membantahmu (Muhammad) tentang kebenaran setelah nyata (bahwa mereka pasti menang), seakan-akan mereka dihalau kepada kematian, sedang mereka melihat (sebab kematian itu)."
[7]
وَاِذْ يَعِدُكُمُ اللّٰهُ اِحْدَى الطَّآئِفَتَيْنِ اَنَّهَا لَـكُمْ وَتَوَدُّوْنَ اَنَّ غَيْرَ ذَاتِ الشَّوْكَةِ تَكُوْنُ لَـكُمْ وَيُرِيْدُ اللّٰهُ اَنْ يُّحِقَّ الْحَـقَّ بِكَلِمٰتِهٖ وَيَقْطَعَ دَابِرَ الْـكٰفِرِيْنَ ۙ
wa iz ya'idukumullohu ihdath-thooo`ifataini annahaa lakum wa tawadduuna anna ghoiro zaatisy-syaukati takuunu lakum wa yuriidullohu ay yuhiqqol-haqqo bikalimaatihii wa yaqtho'a daabirol-kaafiriin
"Dan (ingatlah) ketika Allah menjanjikan kepadamu bahwa salah satu dari dua golongan (yang kamu hadapi) adalah untukmu, sedang kamu menginginkan bahwa yang tidak mempunyai kekuatan senjatalah untukmu. Tetapi Allah hendak membenarkan yang benar dengan ayat-ayat-Nya dan memusnahkan orang-orang kafir sampai ke akar-akarnya,"
[8]
لِيُحِقَّ الْحَـقَّ وَيُبْطِلَ الْبَاطِلَ وَلَوْ كَرِهَ الْمُجْرِمُوْنَ ۚ
liyuhiqqol-haqqo wa yubthilal-baathila walau karihal-mujrimuun
"agar Allah memperkuat yang hak dan menghilangkan yang batil walaupun orang-orang<5> yang berdosa itu tidak menyukainya."
[9]
اِذْ تَسْتَغِيْثُوْنَ رَبَّكُمْ فَاسْتَجَابَ لَـكُمْ اَنِّيْ مُمِدُّكُمْ بِاَلْفٍ مِّنَ الْمَلٰٓئِكَةِ مُرْدِفِيْنَ
iz tastaghiisuuna robbakum fastajaaba lakum annii mumiddukum bi`alfim minal-malaaa`ikati murdifiin
"(Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu, Sungguh, Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut."
[10]
وَمَا جَعَلَهُ اللّٰهُ اِلَّا بُشْرٰى وَلِتَطْمَئِنَّ بِهٖ قُلُوْبُكُمْ ۚ وَمَا النَّصْرُ اِلَّا مِنْ عِنْدِ اللّٰهِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ عَزِيْزٌ حَكِيْمٌ٪
wa maa ja'alahullohu illaa busyroo wa litathma`inna bihii quluubukum, wa man-nashru illaa min 'indillaah, innalloha 'aziizun hakiim
"Dan tidaklah Allah menjadikannya melainkan sebagai kabar gembira agar hatimu menjadi tenteram karenanya. Dan kemenangan itu hanyalah dari sisi Allah. Sungguh, Allah Maha Perkasa, Maha Bijaksana."
[11]
اِذْ يُغَشِّيْكُمُ النُّعَاسَ اَمَنَةً مِّنْهُ وَيُنَزِّلُ عَلَيْكُمْ مِّنَ السَّمَآءِ مَآءً لِّيُطَهِّرَكُمْ بِهٖ وَيُذْهِبَ عَنْكُمْ رِجْزَ الشَّيْطٰنِ وَلِيَرْبِطَ عَلٰى قُلُوْبِكُمْ وَيُثَبِّتَ بِهِ الْاَقْدَامَ ۗ
iz yughosysyiikumun-nu'aasa amanatam min-hu wa yunazzilu 'alaikum minas-samaaa`i maaa`al liyuthohhirokum bihii wa yuz-hiba 'angkum rijzasy-syaithooni wa liyarbitho 'alaa quluubikum wa yusabbita bihil-aqdaam
"(Ingatlah), ketika Allah membuat kamu mengantuk untuk memberi ketenteraman dari-Nya, dan Allah menurunkan air (hujan) dari langit kepadamu untuk menyucikan kamu dengan (hujan) itu dan menghilangkan gangguan-gangguan setan dari dirimu dan untuk menguatkan hatimu serta memperteguh telapak kakimu (teguh pendirian)."
[12]
اِذْ يُوْحِيْ رَبُّكَ اِلَى الْمَلٰٓئِكَةِ اَنِّيْ مَعَكُمْ فَثَبِّتُوا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا ۗ سَاُلْقِيْ فِيْ قُلُوْبِ الَّذِيْنَ كَفَرُوا الرُّعْبَ فَاضْرِبُوْا فَوْقَ الْاَعْنَاقِ وَاضْرِبُوْا مِنْهُمْ كُلَّ بَنَانٍ ۗ
iz yuuhii robbuka ilal-malaaa`ikati annii ma'akum fa sabbitullaziina aamanuu, sa`ulqii fii quluubillaziina kafarur-ru'ba fadhribuu fauqol-a'naaqi wadhribuu min-hum kulla banaan
"(Ingatlah), ketika Tuhanmu mewahyukan kepada para malaikat, Sesungguhnya Aku bersama kamu, maka teguhkanlah (pendirian) orang-orang yang telah beriman. Kelak akan Aku berikan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang kafir, maka pukullah di atas leher mereka dan pukullah tiap-tiap ujung jari mereka."
[13]
ذٰلِكَ بِاَنَّهُمْ شَاۤ قُّوا اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ ۚ وَمَنْ يُّشَاقِقِ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ فَاِنَّ اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعِقَابِ
zaalika bi`annahum syaaaqqulloha wa rosuulah, wa may yusyaaqiqillaaha wa rosuulahuu fa innalloha syadiidul-'iqoob
"(Ketentuan) yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka menentang Allah dan Rasul-Nya; dan barang siapa menentang Allah dan Rasul-Nya, sungguh, Allah sangat keras siksa-Nya."
[14]
ذٰ لِكُمْ فَذُوْقُوْهُ وَاَنَّ لِلْكٰفِرِيْنَ عَذَابَ النَّارِ
zaalikum fa zuuquuhu wa anna lil-kaafiriina 'azaaban-naar
"Demikianlah (hukuman dunia yang ditimpakan atasmu), maka rasakanlah hukuman itu. Sesungguhnya bagi orang-orang<7> kafir ada (lagi) azab neraka."
[15]
يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اِذَا لَقِيْتُمُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا زَحْفًا فَلَا تُوَلُّوْهُمُ الْاَدْبَارَ ۚ
yaaa ayyuhallaziina aamanuuu izaa laqiitumullaziina kafaruu zahfan fa laa tuwalluuhumul-adbaar
"Wahai orang yang beriman! Apabila kamu<5> bertemu dengan orang-orang kafir yang akan menyerangmu, maka janganlah kamu berbalik membelakangi mereka (mundur)."
[16]
وَمَنْ يُّوَلِّهِمْ يَوْمَئِذٍ دُبُرَهٗۤ اِلَّا مُتَحَرِّفًا لِّقِتَالٍ اَوْ مُتَحَيِّزًا اِلٰى فِئَةٍ فَقَدْ بَآءَ بِغَضَبٍ مِّنَ اللّٰهِ وَمَأْوٰٮهُ جَهَـنَّمُ ۗ وَبِئْسَ الْمَصِيْرُ
wa may yuwallihim yauma`izin duburohuuu illaa mutaharrifal liqitaalin au mutahayyizan ilaa fi`atin fa qod baaa`a bighodhobim minallohi wa ma`waahu jahannam, wa bi`sal-mashiir
"Dan barang siapa mundur pada waktu itu, kecuali berbelok untuk (siasat) perang atau hendak menggabungkan diri dengan pasukan yang lain, maka sungguh, orang itu kembali dengan membawa kemurkaan dari Allah. Tempatnya ialah Neraka Jahanam, dan seburuk-buruk tempat kembali."
[17]
فَلَمْ تَقْتُلُوْهُمْ وَلٰـكِنَّ اللّٰهَ قَتَلَهُمْ ۖ وَمَا رَمَيْتَ اِذْ رَمَيْتَ وَ لٰـكِنَّ اللّٰهَ رَمٰى ۚ وَلِيُبْلِيَ الْمُؤْمِنِيْنَ مِنْهُ بَلَآ ءً حَسَنًا ۗ اِنَّ اللّٰهَ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ
fa lam taqtuluuhum wa laakinnalloha qotalahum wa maa romaita iz romaita wa laakinnalloha romaa, wa liyubliyal-mu`miniina min-hu balaaa`an hasanaa, innalloha samii'un 'aliim
"Maka (sebenarnya) bukan kamu<5> yang membunuh mereka, melainkan Allah yang membunuh mereka, dan bukan engkau yang melempar ketika engkau melempar, tetapi Allah yang melempar.
(Allah berbuat demikian untuk membinasakan mereka) dan untuk memberi kemenangan kepada orang-orang mukmin<5>, dengan kemenangan yang baik. Sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui."
[18]
ذٰ لِكُمْ وَاَنَّ اللّٰهَ مُوْهِنُ كَيْدِ الْـكٰفِرِيْنَ
zaalikum wa annalloha muuhinu kaidil-kaafiriin
"Demikianlah (karunia Allah), dan sungguh, Allah melemahkan tipu daya orang-orang kafir<5>."
[19]
اِنْ تَسْتَفْتِحُوْا فَقَدْ جَآءَكُمُ الْفَتْحُ ۚ وَاِنْ تَنْتَهُوْا فَهُوَ خَيْرٌ لَّـكُمْ ۚ وَ اِنْ تَعُوْدُوْا نَـعُدْ ۚ وَلَنْ تُغْنِيَ عَنْكُمْ فِئَتُكُمْ شَيْئًـا وَّلَوْ كَثُرَتْ ۙ وَاَنَّ اللّٰهَ مَعَ الْمُؤْمِنِيْنَ٪
in tastaftihuu fa qod jaaa`akumul-fat-h, wa in tantahuu fa huwa khoirul lakum, wa in ta'uuduu na'ud, wa lan tughniya 'angkum fi`atukum syai`aw walau kasurot wa annalloha ma'al-mu`miniin
"Jika kamu meminta keputusan, maka sesungguhnya keputusan telah datang kepadamu; dan jika kamu berhenti (memusuhi Rasul), maka itulah yang lebih baik bagimu; dan jika kamu kembali, niscaya Kami kembali (memberi pertolongan); dan pasukanmu tidak akan dapat menolak sesuatu bahaya sedikit pun darimu, biarpun jumlahnya (pasukan) banyak. Sungguh, Allah beserta orang-orang beriman."
[20]
يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اَطِيْعُوا اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ وَلَا تَوَلَّوْا عَنْهُ وَاَنْـتُمْ تَسْمَعُوْنَ
yaaa ayyuhallaziina aamanuuu athii'ulloha wa rosuulahuu wa laa tawallau 'an-hu wa antum tasma'uun
"Wahai orang-orang yang beriman<5>! Taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya, dan janganlah kamu berpaling dari-Nya, padahal kamu mendengar (perintah-perintah-Nya),"
[21]
وَلَا تَكُوْنُوْا كَالَّذِيْنَ قَالُوْا سَمِعْنَا وَهُمْ لَا يَسْمَعُوْنَ
wa laa takuunuu kallaziina qooluu sami'naa wa hum laa yasma'uun
"dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang (munafik) yang berkata, Kami mendengarkan, padahal mereka tidak mendengarkan."
[22]
اِنَّ شَرَّ الدَّوَآ بِّ عِنْدَ اللّٰهِ الصُّمُّ الْبُكْمُ الَّذِيْنَ لَا يَعْقِلُوْنَ
inna syarrod-dawaaabbi 'indallohish-shummul-bukmullaziina laa ya'qiluun
"Sesungguhnya makhluk hidup yang bernyawa yang paling buruk dalam pandangan Allah ialah mereka yang tuli dan bisu (hatinya), yaitu orang-orang yang tidak mengerti."
[23]
وَلَوْ عَلِمَ اللّٰهُ فِيْهِمْ خَيْرًا لَّاَسْمَعَهُمْ ۗ وَلَوْ اَسْمَعَهُمْ لَـتَوَلَّوْا وَّهُمْ مُّعْرِضُوْنَ
walau 'alimallohu fiihim khoirol la`asma'ahum, walau asma'ahum latawallaw wa hum mu'ridhuun
"Dan sekiranya Allah mengetahui ada kebaikan pada mereka<5>, tentu Dia jadikan mereka dapat mendengar. Dan jika Allah menjadikan mereka dapat mendengar, niscaya mereka berpaling, sedang mereka memalingkan diri."
[24]*
يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اسْتَجِيْبُوْا لِلّٰهِ وَلِلرَّسُوْلِ اِذَا دَعَاكُمْ لِمَا يُحْيِيْكُمْ ۚ وَاعْلَمُوْۤا اَنَّ اللّٰهَ يَحُوْلُ بَيْنَ الْمَرْءِ وَقَلْبِهٖ وَاَنَّهٗۤ اِلَيْهِ تُحْشَرُوْنَ
yaaa ayyuhallaziina aamanustajiibuu lillaahi wa lir-rosuuli izaa da'aakum limaa yuhyiikum, wa'lamuuu annalloha yahuulu bainal-mar`i wa qolbihii wa annahuuu ilaihi tuhsyaruun
"Wahai orang-orang<5> yang beriman! Penuhilah seruan Allah dan Rasul, apabila dia menyerumu kepada sesuatu yang memberi kehidupan (yang sebenarnya di skhirat) kepadamu, dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya dan sesungguhnya kepada-Nyalah kamu<7> akan dikumpulkan."
[25]
وَاتَّقُوْا فِتْنَةً لَّا تُصِيْبَنَّ الَّذِيْنَ ظَلَمُوْا مِنْكُمْ خَآ صَّةً ۚ وَاعْلَمُوْۤا اَنَّ اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعِقَابِ
wattaquu fitnatal laa tushiibannallaziina zholamuu mingkum khoooshshoh, wa'lamuuu annalloha syadiidul-'iqoob
"Dan peliharalah dirimu dari siksaan yang tidak hanya menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Ketahuilah bahwa Allah sangat keras siksa-Nya."
[26]
وَاذْكُرُوْۤا اِذْ اَنْـتُمْ قَلِيْلٌ مُّسْتَضْعَفُوْنَ فِى الْاَرْضِ تَخَافُوْنَ اَنْ يَّتَخَطَّفَكُمُ النَّاسُ فَاٰوٰٮكُمْ وَاَيَّدَكُمْ بِنَصْرِهٖ وَرَزَقَكُمْ مِّنَ الطَّيِّبٰتِ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
wazkuruuu iz antum qoliilum mustadh'afuuna fil-ardhi takhoofuuna ay yatakhoththofakumun-naasu fa aawaakum wa ayyadakum binashrihii wa rozaqokum minath-thoyyibaati la'allakum tasykuruun
"Dan ingatlah ketika kamu (para Muhajirin) masih sedikit, lagi tertindas di bumi (Mekah), dan kamu takut orang-orang (Mekah) akan menculik kamu, maka Dia memberi kamu tempat menetap (Madinah) dan dijadikan-Nya kamu kuat dengan pertolongan-Nya dan diberi-Nya kamu rezeki yang baik agar kamu bersyukur."
[27]
يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَخُوْنُوا اللّٰهَ وَالرَّسُوْلَ وَتَخُوْنُوْۤا اَمٰنٰتِكُمْ وَاَنْـتُمْ تَعْلَمُوْنَ
yaaa ayyuhallaziina aamanuu laa takhuunulloha war-rosuula wa takhuunuuu amaanaatikum wa antum ta'lamuun
"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu<5> mengkhianati Allah dan Rasul dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui."
[28]*
وَاعْلَمُوْۤا اَنَّمَاۤ اَمْوَالُكُمْ وَاَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ ۙ وَّاَنَّ اللّٰهَ عِنْدَهٗۤ اَجْرٌ عَظِيْمٌ٪
wa'lamuuu annamaaa amwaalukum wa aulaadukum fitnatuw wa annalloha 'indahuuu ajrun 'azhiim
"Dan ketahuilah bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah ada pahala yang besar."
[29]
يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اِنْ تَتَّقُوا اللّٰهَ يَجْعَلْ لَّـكُمْ فُرْقَانًا وَّيُكَفِّرْ عَنْكُمْ سَيِّاٰتِكُمْ وَيَغْفِرْ لَـكُمْ ۗ وَ اللّٰهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيْمِ
yaaa ayyuhallaziina aamanuuu in tattaqulloha yaj'al lakum furqoonaw wa yukaffir 'angkum sayyi`aatikum wa yaghfir lakum, wallohu zul-fadhlil-'azhiim
"Wahai orang-orang<5> yang beriman! Jika kamu bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan furqan (kemampuan membedakan antara yang hak dan batil) kepadamu dan menghapus segala kesalahanmu dan mengampuni (dosa-dosa)mu. Allah memiliki karunia yang besar."
[30]
وَاِذْ يَمْكُرُ بِكَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا لِيُثْبِتُوْكَ اَوْ يَقْتُلُوْكَ اَوْ يُخْرِجُوْكَ ۗ وَيَمْكُرُوْنَ وَيَمْكُرُ اللّٰهُ ۗ وَاللّٰهُ خَيْرُ الْمٰكِرِيْنَ
wa iz yamkuru bikallaziina kafaruu liyusbituuka au yaqtuluuka au yukhrijuuk, wa yamkuruuna wa yamkurulloh, wallohu khoirul-maakiriin
"Dan (ingatlah), ketika orang-orang kafir (Quraisy) memikirkan tipu daya terhadapmu (Muhammad) untuk menangkap dan memenjarakanmu atau membunuhmu, atau mengusirmu. Mereka membuat tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu. Allah adalah sebaik-baik pembalas tipu daya."
[31]
وَاِذَا تُتْلٰى عَلَيْهِمْ اٰيٰتُنَا قَالُوْا قَدْ سَمِعْنَا لَوْ نَشَآءُ لَـقُلْنَا مِثْلَ هٰذَۤا ۙ اِنْ هٰذَاۤ اِلَّاۤ اَسَاطِيْرُ الْاَوَّلِيْنَ
wa izaa tutlaa 'alaihim aayaatunaa qooluu qod sami'naa lau nasyaaa`u laqulnaa misla haazaaa in haazaaa illaaa asaathiirul-awwaliin
"Dan apabila ayat-ayat Kami dibacakan kepada mereka, mereka<5> berkata, Sesungguhnya kami telah mendengar (ayat-ayat seperti ini), jika kami menghendaki niscaya kami dapat membacakan yang seperti ini. (Al-Qur'an) ini tidak lain hanyalah dongeng orang-orang terdahulu".
[32]
وَاِذْ قَالُوا اللّٰهُمَّ اِنْ كَانَ هٰذَا هُوَ الْحَـقَّ مِنْ عِنْدِكَ فَاَمْطِرْ عَلَيْنَا حِجَارَةً مِّنَ السَّمَآءِ اَوِ ائْتِنَا بِعَذَابٍ اَ لِيْمٍ
wa iz qoolullohumma ing kaana haazaa huwal-haqqo min 'indika fa amthir 'alainaa hijaarotam minas-samaaa`i awi`tinaa bi'azaabin aliim
"Dan (ingatlah), ketika mereka<5> (orang-orang musyrik) berkata, Ya Allah, jika (Al-Qur'an) ini benar (wahyu) dari Engkau, maka hujanilah kami<5> dengan batu dari langit, atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih."
[33]
وَمَا كَانَ اللّٰهُ لِيُعَذِّبَهُمْ وَاَنْتَ فِيْهِمْ ۗ وَمَا كَانَ اللّٰهُ مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُوْنَ
wa maa kaanallohu liyu'azzibahum wa anta fiihim, wa maa kaanallohu mu'azzibahum wa hum yastaghfiruun
"Tetapi Allah tidak akan menghukum mereka, selama engkau (Muhammad) berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan menghukum mereka, sedang mereka (masih) memohon ampunan."
[34]
Allah SWT berfirma
وَمَا لَهُمْ اَ لَّا يُعَذِّبَهُمُ اللّٰهُ وَهُمْ يَصُدُّوْنَ عَنِ الْمَسْجِدِ الْحَـرَامِ وَمَا كَانُوْۤا اَوْلِيَآءَهٗ ۗ اِنْ اَوْلِيَآ ؤُهٗۤ اِلَّا الْمُتَّقُوْنَ وَلٰـكِنَّ اَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُوْنَ
wa maa lahum allaa yu'azzibahumullohu wa hum yashudduuna 'anil-masjidil-haroomi wa maa kaanuuu auliyaaa`ah, in auliyaaa`uhuuu illal-muttaquuna wa laakinna aksarohum laa ya'lamuun
"Dan mengapa Allah tidak menghukum mereka padahal mereka menghalang-halangi (orang) untuk (mendatangi) Masjidilharam dan mereka bukanlah orang-orang yang berhak menguasainya? Orang yang berhak menguasai(nya), hanyalah orang-orang yang bertakwa, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui".
[35]
وَمَا كَانَ صَلَاتُهُمْ عِنْدَ الْبَيْتِ اِلَّا مُكَآءً وَّتَصْدِيَةً ۗ فَذُوْقُوا الْعَذَابَ بِمَا كُنْتُمْ تَكْفُرُوْنَ
wa maa kaana sholaatuhum 'indal-baiti illaa mukaaa`aw wa tashdiyah, fa zuuqul-'azaaba bimaa kuntum takfuruun
"Dan sholat mereka<5> di sekitar Baitullah itu, tidak lain hanyalah siulan dan tepuk tangan (sia-sia). Maka rasakanlah azab disebabkan kekafiranmu itu."
[36]
اِنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا يُنْفِقُوْنَ اَمْوَالَهُمْ لِيَـصُدُّوْا عَنْ سَبِيْلِ اللّٰهِ ۗ فَسَيُنْفِقُوْنَهَا ثُمَّ تَكُوْنُ عَلَيْهِمْ حَسْرَةً ثُمَّ يُغْلَبُوْنَ ۗ وَالَّذِيْنَ كَفَرُوْۤا اِلٰى جَهَـنَّمَ يُحْشَرُوْنَ ۙ
innallaziina kafaruu yunfiquuna amwaalahum liyashudduu 'an sabiilillaah, fa sayunfiquunahaa summa takuunu 'alaihim hasrotan summa yughlabuun, wallaziina kafaruuu ilaa jahannama yuhsyaruun
"Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu, menginfakkan harta mereka untuk menghalang-halangi (orang) dari jalan Allah. Mereka akan (terus) menginfakkan harta itu, kemudian mereka akan menyesal sendiri, dan akhirnya mereka akan dikalahkan. Ke dalam Neraka Jahanamlah orang-orang<7> kafir itu akan dikumpulkan,"
[37]
لِيَمِيْزَ اللّٰهُ الْخَبِيْثَ مِنَ الطَّيِّبِ وَ يَجْعَلَ الْخَبِيْثَ بَعْضَهٗ عَلٰى بَعْضٍ فَيَرْكُمَهٗ جَمِيْعًا فَيَجْعَلَهٗ فِيْ جَهَـنَّمَ ۗ اُولٰٓئِكَ هُمُ الْخٰسِرُوْنَ٪
liyamiizallohul-khobiisa minath-thoyyibi wa yaj'alal-khobiisa ba'dhohuu 'alaa ba'dhin fa yarkumahuu jamii'an fa yaj'alahuu fii jahannam, ulaaa`ika humul-khoosiruun
"agar Allah memisahkan (golongan) yang buruk dari yang baik dan menjadikan (golongan) yang buruk itu sebagiannya di atas yang lain, lalu kesemuanya ditumpukkan-Nya, dan dimasukkan-Nya ke dalam Neraka Jahanam. Mereka<7> itulah orang-orang yang rugi."
[38]
قُلْ لِّـلَّذِيْنَ كَفَرُوْۤا اِنْ يَّنْتَهُوْا يُغْفَرْ لَهُمْ مَّا قَدْ سَلَفَ ۚ وَاِنْ يَّعُوْدُوْا فَقَدْ مَضَتْ سُنَّتُ الْاَوَّلِيْنَ
qul lillaziina kafaruuu iy yantahuu yughfar lahum maa qod salaf, wa iy ya'uuduu fa qod madhot sunnatul-awwaliin
"Katakanlah kepada orang-orang yang kafir itu (Abu Sufyan dan kawan-kawannya), Jika mereka berhenti (dari kekafirannya), niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa mereka yang telah lalu; dan jika mereka<5> kembali lagi (memerangi Nabi) sungguh, berlaku (kepada mereka) Sunnah-Allah (terhadap) orang-orang dahulu.
[39]
وَقَاتِلُوْهُمْ حَتّٰى لَا تَكُوْنَ فِتْنَةٌ وَّيَكُوْنَ الدِّيْنُ كُلُّهٗ لِلّٰهِ ۚ فَاِنِ انْـتَهَوْا فَاِنَّ اللّٰهَ بِمَا يَعْمَلُوْنَ بَصِيْرٌ
wa qootiluuhum hattaa laa takuuna fitnatuw wa yakuunad-diinu kulluhuu lillaah, fa inintahau fa innalloha bimaa ya'maluuna bashiir
"Dan perangilah mereka itu sampai tidak ada lagi fitnah, dan agama hanya bagi Allah semata. Jika mereka<5> berhenti (dari kekafiran), maka sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang mereka<5> kerjakan."
[40]
وَاِنْ تَوَلَّوْا فَاعْلَمُوْۤا اَنَّ اللّٰهَ مَوْلٰٮكُمْ ۗ نِعْمَ الْمَوْلٰى وَنِعْمَ النَّصِيْرُ
wa in tawallau fa'lamuuu annalloha maulaakum, ni'mal-maulaa wa ni'man-nashiir
"Dan jika mereka berpaling, maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah pelindungmu. Dia adalah sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong."
.
.
.
Lanjut ke JUZ 10 >>
.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar