Senin, 18 Maret 2019

JUZ 28 > ( 58 ) - ( 66 )

{58} Al-Mujadilah         ayat :  1  -  22
{59} Al.Hasyr                  ayat :  1  -  24
{60} Al-Mumtahanah   ayat :  1  -  13
{61} As-Saff                     ayat :  1  -  14
{62} Al-Jumu'ah             ayat :  1  -  11
{63} Al-Munafikun        ayat :  1  -  11
{64} At-Taghabun          ayat :  1  -  18
{65} At-Talaq                   ayat :  1  -  12
{66} At-Tahrim               ayat :  1  -  12



{58} Al-Mujadilah (Wanita yang         
                      menggugat)
__________________________________
       < Madinah >   < 22 ayat >


[1]
قَدْ سَمِعَ اللّٰهُ قَوْلَ الَّتِيْ تُجَادِلُكَ فِيْ زَوْجِهَا وَ تَشْتَكِيْۤ اِلَى اللّٰهِ  ۖ وَا للّٰهُ يَسْمَعُ تَحَاوُرَكُمَا  ۗ اِنَّ اللّٰهَ سَمِيْعٌ ۢ بَصِيْرٌ
qod sami'allohu qoulallatii tujaadiluka fii zaujihaa wa tasytakiii ilallohi wallohu yasma'u tahaawurokumaa, innalloha samii'um bashiir

"Sungguh, Allah telah mendengar ucapan perempuan yang mengajukan gugatan kepadamu (Muhammad) tentang suaminya, dan mengadukan (halnya) kepada Allah, dan Allah mendengar percakapan antara kamu berdua. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar, Maha Melihat."

[2]
اَلَّذِيْنَ يُظٰهِرُوْنَ مِنْكُمْ مِّنْ نِّسَآئِهِمْ مَّا هُنَّ اُمَّهٰتِهِمْ ۗ اِنْ اُمَّهٰتُهُمْ اِلَّا الّۤـٰـئِـيْ وَلَدْنَهُمْ ۗ وَاِ نَّهُمْ لَيَقُوْلُوْنَ مُنْكَرًا مِّنَ الْقَوْلِ وَزُوْرًا ۗ وَ اِنَّ اللّٰهَ لَعَفُوٌّ غَفُوْرٌ
allaziina yuzhoohiruuna mingkum min nisaaa`ihim maa hunna ummahaatihim, in ummahaatuhum illal-laaa`ii waladnahum, wa innahum layaquuluuna mungkarom minal-qouli wazuuroo, wa innalloha la'afuwwun ghofuur

"Orang-orang di antara kamu yang menzihar istrinya, (menganggap istrinya sebagai ibunya, padahal) istri mereka itu bukanlah ibunya. Ibu-ibu mereka hanyalah perempuan yang melahirkannya. Dan sesungguhnya mereka benar-benar telah mengucapkan suatu perkataan yang munkar dan dusta. Dan sesungguhnya Allah Maha Pemaaf, Maha Pengampun."

[3]
وَا لَّذِيْنَ يُظٰهِرُوْنَ مِنْ نِّسَآئِهِمْ ثُمَّ يَعُوْدُوْنَ لِمَا قَا لُوْا فَتَحْرِيْرُ رَقَبَةٍ مِّنْ قَبْلِ اَنْ يَّتَمَآ سَّا ۗ ذٰ لِكُمْ تُوْعَظُوْنَ بِهٖ ۗ وَا للّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ
wallaziina yuzhoohiruuna min nisaaa`ihim summa ya'uuduuna limaa qooluu fa tahriiru roqobatim ming qobli ay yatamaaassaa, zaalikum tuu'azhuuna bih, wallohu bimaa ta'maluuna khobiir

"Dan mereka yang menzihar istrinya, kemudian menarik kembali apa yang telah mereka ucapkan, maka (mereka diwajibkan) memerdekakan seorang budak sebelum kedua suami istri itu bercampur. Demikianlah yang diajarkan kepadamu, dan Allah Maha Mengetahui terhadap apa yang kamu kerjakan."

[4]
فَمَنْ لَّمْ يَجِدْ فَصِيَا مُ شَهْرَيْنِ مُتَتَا بِعَيْنِ مِنْ قَبْلِ اَنْ يَّتَمَآ سَّا ۗ فَمَنْ لَّمْ يَسْتَطِعْ فَاِ طْعَا مُ سِتِّيْنَ مِسْكِيْنًا ۗ ذٰلِكَ لِتُؤْمِنُوْا بِا للّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ ۗ وَتِلْكَ حُدُوْدُ اللّٰهِ ۗ وَلِلْكٰفِرِيْنَ عَذَا بٌ اَلِیْمٌ
fa mal lam yajid fa shiyaamu syahroini mutataabi'aini ming qobli ay yatamaaassaa, fa mal lam yastathi' fa ith'aamu sittiina miskiinaa, zaalika litu`minuu billaahi wa rosuulih, wa tilka huduudulloh, wa lil-kaafiriina 'azaabun aliim

"Maka barang siapa tidak dapat (memerdekakan hamba sahaya), maka (dia wajib) berpuasa dua bulan berturut-turut sebelum keduanya bercampur. Tetapi barang siapa tidak mampu, maka (wajib) memberi makan enam puluh orang miskin. Demikianlah agar kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Itulah hukum-hukum Allah, dan bagi orang-orang yang mengingkarinya akan mendapat azab yang sangat pedih."

[5]
اِنَّ الَّذِيْنَ يُحَآ دُّوْنَ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ كُبِتُوْا كَمَا كُبِتَ الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَقَدْ اَنْزَلْنَاۤ اٰيٰتٍۢ بَيِّنٰتٍ ۗ وَ لِلْكٰفِرِيْنَ عَذَا بٌ مُّهِيْنٌ ۚ 
innallaziina yuhaaadduunalloha wa rosuulahuu kubituu kamaa kubitallaziina ming qoblihim wa qod anzalnaaa aayaatim bayyinaat, wa lil-kaafiriina 'azaabum muhiin

"Sesungguhnya orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya pasti mendapat kehinaan sebagaimana kehinaan yang telah didapat oleh orang-orang sebelum mereka. Dan sungguh, Kami telah menurunkan bukti-bukti yang nyata. Dan bagi orang-orang yang mengingkarinya akan mendapat azab yang menghinakan."

[6]
يَوْمَ يَبْعَثُهُمُ اللّٰهُ جَمِيْعًا فَيُنَبِّئُهُمْ بِمَا عَمِلُوْا ۗ اَحْصٰٮهُ اللّٰهُ وَنَسُوْهُ ۗ وَا للّٰهُ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ شَهِيْدٌ
yauma yab'asuhumullohu jamii'an fa yunabbi`uhum bimaa 'amiluu, ahshoohullohu wa nasuuh, wallohu 'alaa kulli syai`in syahiid

"Pada hari itu (kiamat) mereka<7> semuanya dibangkitkan Allah, lalu diberitakan-Nya kepada mereka apa yang telah mereka<5> kerjakan. Allah menghitungnya (semua amal perbuatan itu), meskipun mereka telah melupakannya. Dan Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu."

[7]
اَلَمْ تَرَ اَنَّ اللّٰهَ يَعْلَمُ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِ ۗ مَا يَكُوْنُ مِنْ نَّجْوٰى ثَلٰثَةٍ اِلَّا هُوَ رَا بِعُهُمْ وَلَا خَمْسَةٍ اِلَّا هُوَ سَادِسُهُمْ وَلَاۤ اَدْنٰى مِنْ ذٰلِكَ وَلَاۤ اَكْثَرَ اِلَّا هُوَ مَعَهُمْ اَيْنَ مَا كَا نُوْا ۚ ثُمَّ يُنَبِّئُهُمْ بِمَا عَمِلُوْا يَوْمَ الْقِيٰمَةِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ
a lam taro annalloha ya'lamu maa fis-samaawaati wa maa fil-ardh, maa yakuunu min najwaa salaasatin illaa huwa roobi'uhum wa laa khomsatin illaa huwa saadisuhum wa laaa adnaa min zaalika wa laaa aksaro illaa huwa ma'ahum aina maa kaanuu, summa yunabbi`uhum bimaa 'amiluu yaumal-qiyaamah, innalloha bikulli syai`in 'aliim

"Tidakkah engkau perhatikan, bahwa Allah mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi? Tidak ada pembicaraan rahasia antara tiga orang, melainkan Dialah yang keempatnya. Dan tidak ada lima orang, melainkan Dialah yang keenamnya. Dan tidak ada yang kurang dari itu atau lebih banyak, melainkan Dia pasti ada bersama mereka di mana pun mereka berada. Kemudian Dia akan memberitakan kepada mereka<7> pada hari Kiamat apa yang telah mereka<5> kerjakan. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu."

[8]
اَلَمْ تَرَ اِلَى الَّذِيْنَ نُهُوْا عَنِ النَّجْوٰى ثُمَّ يَعُوْدُوْنَ لِمَا نُهُوْا عَنْهُ وَيَتَنٰجَوْنَ بِا لْاِثْمِ وَا لْعُدْوَا نِ وَمَعْصِيَتِ الرَّسُوْلِ ۖ وَاِذَا جَآءُوْكَ حَيَّوْكَ بِمَا لَمْ يُحَيِّكَ بِهِ اللّٰهُ ۙ وَيَقُوْلُوْنَ فِيْۤ اَنْفُسِهِمْ لَوْلَا يُعَذِّبُنَا اللّٰهُ بِمَا نَقُوْلُ ۗ حَسْبُهُمْ جَهَنَّمُ ۚ يَصْلَوْنَهَا ۚ فَبِئْسَ الْمَصِيْرُ
a lam taro ilallaziina nuhuu 'anin-najwaa summa ya'uuduuna limaa nuhuu 'an-hu wa yatanaajauna bil-ismi wal-'udwaani wa ma'shiyatir-rosuuli wa izaa jaaa`uuka hayyauka bimaa lam yuhayyika bihillaahu wa yaquuluuna fiii anfusihim lau laa yu'azzibunallohu bimaa naquul, hasbuhum jahannam, yashlaunahaa, fa bi`sal-mashiir

"Tidakkah engkau perhatikan orang-orang yang telah dilarang mengadakan pembicaraan rahasia, kemudian mereka kembali (mengerjakan) larangan itu dan mereka mengadakan pembicaraan rahasia untuk berbuat dosa, permusuhan, dan durhaka kepada Rasul. Dan apabila mereka datang kepadamu (Muhammad), mereka mengucapkan salam dengan cara yang bukan seperti yang ditentukan Allah untukmu. Dan mereka<5> mengatakan pada diri mereka sendiri, Mengapa Allah tidak menyiksa kita atas apa yang kita katakan itu? Cukuplah bagi mereka Neraka Jahanam yang akan mereka<7> masuki. Maka neraka itu seburuk-buruk tempat kembali."

[9]
يٰۤاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اِذَا تَنَاجَيْتُمْ فَلَا تَـتَـنَاجَوْا بِا لْاِثْمِ وَا لْعُدْوَا نِ وَمَعْصِيَتِ الرَّسُوْلِ وَتَنَاجَوْا بِا لْبِرِّ وَا لتَّقْوٰى ۗ وَا تَّقُوا اللّٰهَ الَّذِيْۤ اِلَيْهِ تُحْشَرُوْنَ
yaaa ayyuhallaziina aamanuuu izaa tanaajaitum fa laa tatanaajau bil-ismi wal-'udwaani wa ma'shiyatir-rosuuli wa tanaajau bil-birri wat-taqwaa, wattaqullohallaziii ilaihi tuhsyaruun

"Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu<5> mengadakan pembicaraan rahasia, janganlah kamu membicarakan perbuatan dosa, permusuhan, dan durhaka kepada Rasul. Tetapi bicarakanlah tentang perbuatan kebajikan dan takwa. Dan bertakwalah kepada Allah yang kepada-Nya kamu akan dikumpulkan kembali."

[10]
اِنَّمَا النَّجْوٰى مِنَ الشَّيْطٰنِ لِيَحْزُنَ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَلَيْسَ بِضَآ رِّهِمْ شَيْئًـا اِلَّا بِاِذْنِ اللّٰهِ ۗ وَعَلَى اللّٰهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُوْنَ
innaman-najwaa minasy-syaithooni liyahzunallaziina aamanuu wa laisa bidhooorrihim syai`an illaa bi`iznillaah, wa 'alallohi falyatawakkalil-mu`minuun

"Sesungguhnya pembicaraan rahasia itu termasuk (perbuatan) setan, agar orang-orang yang beriman itu bersedih hati, sedang (pembicaraan) itu tidaklah memberi bencana sedikit pun kepada mereka, kecuali dengan izin Allah. Dan kepada Allah hendaknya orang-orang yang beriman bertawakal."

[11]
يٰۤاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اِذَا قِيْلَ لَـكُمْ تَفَسَّحُوْا فِى الْمَجٰلِسِ فَا فْسَحُوْا يَفْسَحِ اللّٰهُ لَـكُمْ ۚ وَاِذَا قِيْلَ انْشُزُوْا فَا نْشُزُوْا يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْ ۙ وَا لَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍ ۗ وَا للّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ
yaaa ayyuhallaziina aamanuuu izaa qiila lakum tafassahuu fil-majaalisi fafsahuu yafsahillaahu lakum, wa izaa qiilansyuzuu fansyuzuu yarfa'illaahullaziina aamanuu mingkum wallaziina uutul-'ilma darojaat, wallohu bimaa ta'maluuna khobiir

"Wahai orang-orang<5> yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis, maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan, Berdirilah kamu, maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui terhadap apa yang kamu kerjakan."

[12]
يٰۤاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اِذَا نَاجَيْتُمُ الرَّسُوْلَ فَقَدِّمُوْا بَيْنَ يَدَيْ نَجْوٰٮكُمْ صَدَقَةً ۗ ذٰلِكَ خَيْرٌ لَّكُمْ وَاَ طْهَرُ ۗ فَاِ نْ لَّمْ تَجِدُوْا فَاِ نَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
yaaa ayyuhallaziina aamanuuu izaa naajaitumur-rosuula fa qoddimuu baina yadai najwaakum shodaqoh, zaalika khoirul lakum wa ath-har, fa il lam tajiduu fa innalloha ghofuurur rohiim

"Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu mengadakan pembicaraan khusus dengan Rasul, hendaklah kamu mengeluarkan sedekah (kepada orang miskin) sebelum (melakukan) pembicaraan itu. Yang demikian itu lebih baik bagimu dan lebih bersih. Tetapi jika kamu tidak memperoleh (yang akan disedekahkan) maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang."

[13]
ءَاَشْفَقْتُمْ اَنْ تُقَدِّمُوْا بَيْنَ يَدَيْ نَجْوٰٮكُمْ صَدَقٰتٍ ۗ فَاِذْ لَمْ تَفْعَلُوْا وَتَا بَ اللّٰهُ عَلَيْكُمْ فَاَ قِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَ اٰتُوا الزَّكٰوةَ وَاَ طِيْعُوا اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ ۗ وَا للّٰهُ خَبِيْرٌ بِۢمَا تَعْمَلُوْنَ
a asyfaqtum an tuqoddimuu baina yadai najwaakum shodaqoot, fa iz lam taf'aluu wa taaballohu 'alaikum fa aqiimush-sholaata wa aatuz-zakaata wa athii'ulloha wa rosuulah, wallohu khobiirum bimaa ta'maluun

"Apakah kamu takut akan (menjadi miskin) karena kamu memberikan sedekah sebelum (melakukan) pembicaraan dengan Rasul? Tetapi jika kamu tidak melakukannya dan Allah telah memberi ampun kepadamu, maka laksanakanlah sholat, dan tunaikanlah zakat serta taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya! Dan Allah Maha Mengetahui terhadap apa yang kamu kerjakan."

[14]
اَلَمْ تَرَ اِلَى الَّذِيْنَ تَوَلَّوْا قَوْمًا غَضِبَ اللّٰهُ عَلَيْهِم ۗ ْ مَّا هُمْ مِّنْكُمْ وَلَا مِنْهُمْ ۙ وَيَحْلِفُوْنَ عَلَى الْكَذِبِ وَهُمْ يَعْلَمُوْنَ
a lam taro ilallaziina tawallau qouman ghodhiballohu 'alaihim, maa hum mingkum wa laa min-hum wa yahlifuuna 'alal-kazibi wa hum ya'lamuun

"Tidakkah engkau perhatikan orang-orang (munafik) yang menjadikan suatu kaum yang telah dimurkai Allah sebagai sahabat? Orang-orang itu bukan dari (kaum) kamu dan bukan dari (kaum) mereka. Dan mereka bersumpah atas kebohongan, sedang mereka mengetahuinya."

[15]
اَعَدَّ اللّٰهُ لَهُمْ عَذَا بًا شَدِيْدًا ۗ اِنَّهُمْ سَآءَ مَا كَا نُوْا يَعْمَلُوْنَ
a'addallohu lahum 'azaaban syadiidaa, innahum saaa`a maa kaanuu ya'maluun

"Allah telah menyediakan azab yang sangat keras bagi mereka<7>. Sungguh, betapa buruknya apa yang telah mereka<5> kerjakan."

[16]
اِتَّخَذُوْۤا اَيْمَا نَهُمْ جُنَّةً فَصَدُّوْا عَنْ سَبِيْلِ اللّٰهِ فَلَهُمْ عَذَا بٌ مُّهِيْنٌ
ittakhozuuu aimaanahum junnatan fa shodduu 'an sabiilillaahi fa lahum 'azaabum muhiin

"Mereka<5> menjadikan sumpah-sumpah mereka sebagai perisai, lalu mereka<5> menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah; maka bagi mereka<7> azab yang menghinakan."

[17]*
لَنْ تُغْنِيَ عَنْهُمْ اَمْوَا لُهُمْ وَلَاۤ اَوْلَادُهُمْ مِّنَ اللّٰهِ شَيْـئًـا ۗ اُولٰٓئِكَ اَصْحٰبُ النَّارِ ۗ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ
lan tughniya 'an-hum amwaaluhum wa laaa aulaaduhum minallohi syai`aa, ulaaa`ika ash-haabun-naar, hum fiihaa khooliduun

"Harta benda dan anak-anak mereka tidak berguna sedikit pun (untuk menolong) mereka<7> dari azab Allah.
Mereka<7> itulah penghuni neraka, mereka<7> kekal di dalamnya."

[18]
يَوْمَ يَبْعَثُهُمُ اللّٰهُ جَمِيْعًا فَيَحْلِفُوْنَ لَهٗ كَمَا يَحْلِفُوْنَ لَـكُمْ وَيَحْسَبُوْنَ اَنَّهُمْ عَلٰى شَيْءٍ ۗ اَ لَاۤ اِنَّهُمْ هُمُ الْكٰذِبُوْنَ
yauma yab'asuhumullohu jamii'an fa yahlifuuna lahuu kamaa yahlifuuna lakum wa yahsabuuna annahum 'alaa syaii`, alaaa innahum humul-kaazibuun

"(Ingatlah) pada hari (ketika) mereka<7> semua dibangkitkan Allah, lalu mereka bersumpah kepada-Nya (bahwa mereka bukan orang musyrik) sebagaimana mereka bersumpah kepadamu; dan mereka menyangka bahwa mereka akan memperoleh sesuatu (manfaat). Ketahuilah, bahwa mereka orang-orang pendusta."

[19]
اِسْتَحْوَذَ عَلَيْهِمُ الشَّيْطٰنُ فَاَ نْسٰٮهُمْ ذِكْرَ اللّٰهِ ۗ اُولٰٓئِكَ حِزْبُ الشَّيْطٰنِ ۗ اَ لَاۤ اِنَّ حِزْبَ الشَّيْطٰنِ هُمُ الْخٰسِرُوْنَ
istahwaza 'alaihimusy-syaithoonu fa ansaahum zikrollaah, ulaaa`ika hizbusy-syaithoon, alaaa inna hizbasy-syaithooni humul-khoosiruun

"Setan telah menguasai mereka<5>, lalu menjadikan mereka<5> lupa mengingat Allah; mereka itulah golongan setan. Ketahuilah, bahwa golongan setan itulah golongan yang rugi."

[20]
اِنَّ الَّذِيْنَ يُحَآ دُّوْنَ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗۤ اُولٰٓئِكَ فِى الْاَذَلِّيْنَ
innallaziina yuhaaadduunalloha wa rosuulahuuu ulaaa`ika fil-azalliin

"Sesungguhnya orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, mereka<5> termasuk orang-orang yang sangat hina."

[21]*
كَتَبَ اللّٰهُ لَاَغْلِبَنَّ اَنَاۡ وَرُسُلِيْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ قَوِيٌّ عَزِيْزٌ
kataballohu la`aghlibanna ana wa rusulii, innalloha qowiyyun 'aziiz

"Allah telah menetapkan, Aku dan rasul-rasul-Ku pasti menang.
Sungguh, Allah Maha Kuat, Maha Perkasa."

[22]
Allah SWT berfirman:

لَا تَجِدُ قَوْمًا يُّؤْمِنُوْنَ بِا للّٰهِ وَا لْيَوْمِ الْاٰخِرِ يُوَآ دُّوْنَ مَنْ حَآ دَّ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ وَلَوْ كَا نُوْۤا اٰبَآءَهُمْ اَوْ اَبْنَآءَهُمْ اَوْ اِخْوَا نَهُمْ اَوْ عَشِيْرَتَهُمْ ۗ اُولٰٓئِكَ كَتَبَ فِيْ قُلُوْبِهِمُ الْاِيْمَا نَ وَاَيَّدَهُمْ بِرُوْحٍ مِّنْهُ ۗ وَيُدْخِلُهُمْ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ خٰلِدِيْنَ فِيْهَا ۗ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُمْ وَرَضُوْا عَنْهُ ۗ اُولٰٓئِكَ حِزْبُ اللّٰهِ ۗ اَ لَاۤ اِنَّ حِزْبَ اللّٰهِ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ
laa tajidu qoumay yu`minuuna billaahi wal-yaumil-aakhiri yuwaaadduuna man haaaddalloha wa rosuulahuu walau kaanuuu aabaaa`ahum au abnaaa`ahum au ikhwaanahum au 'asyiirotahum, ulaaa`ika kataba fii quluubihimul-iimaana wa ayyadahum biruuhim min-h, wa yudkhiluhum jannaatin tajrii min tahtihal-an-haaru khoolidiina fiihaa, rodhiyallohu 'an-hum wa rodhuu 'an-h, ulaaa`ika hizbulloh, alaaa inna hizballohi humul-muflihuun

"Engkau tidak akan mendapatkan suatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari-kemudian, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapaknya, anaknya, saudaranya, atau keluarganya.
Mereka<5> itulah orang-orang yang dalam hatinya telah ditanamkan Allah keimanan dan Allah telah menguatkan mereka<5> dengan pertolongan yang datang dari Dia. Lalu dimasukkan-Nya mereka<7>ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka<7> kekal di dalamnya. Allah rida terhadap mereka dan mereka<7> pun merasa puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya.
Merekalah golongan Allah. Ingatlah, sesungguhnya golongan Allah itulah yang beruntung."
.



{59} Al-Hasyr (Pengusiran)
_____________________________
   < Madinah >  < 24 ayat >


[1]
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِ ۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
sabbaha lillaahi maa fis-samaawaati wa maa fil-ardh, wa huwal-'aziizul-hakiim

"Apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi bertasbih kepada Allah; dan Dialah Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana."

[2]
هُوَ الَّذِيْۤ اَخْرَجَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْ اَهْلِ الْكِتٰبِ مِنْ دِيَارِهِمْ لِاَوَّلِ الْحَشْرِ ۗ مَا ظَنَنْـتُمْ اَنْ يَّخْرُجُوْا وَظَنُّوْۤا اَنَّهُمْ مَّانِعَتُهُمْ حُصُوْنُهُمْ مِّنَ اللّٰهِ فَاَ تٰٮهُمُ اللّٰهُ مِنْ حَيْثُ لَمْ يَحْتَسِبُوْاوَقَذَفَ فِيْ قُلُوْبِهِمُ الرُّعْبَ يُخْرِبُوْنَ بُيُوْتَهُمْ بِاَيْدِيْهِمْ وَاَيْدِى الْمُؤْمِنِيْنَ ۙ فَاعْتَبِـرُوْا يٰۤاُولِى الْاَبْصَارِ
huwallaziii akhrojallaziina kafaruu min ahlil-kitaabi min diyaarihim li`awwalil-hasyr, maa zhonantum ay yakhrujuu wa zhonnuuu annahum maani'atuhum hushuunuhum minallohi fa ataahumullohu min haisu lam yahtasibuu wa qozafa fii quluubihimur-ru'ba yukhribuuna buyuutahum bi`aidiihim wa aidil-mu`miniina fa'tabiruu yaaa ulil-abshoor

"Dialah yang mengeluarkan orang-orang kafir di antara Ahli Kitab dari kampung halamannya pada saat pengusiran yang pertama. Kamu tidak menyangka, bahwa mereka akan keluar dan mereka pun yakin, benteng-benteng mereka akan dapat mempertahankan mereka dari (siksaan) Allah; maka Allah mendatangkan (siksaan) kepada mereka dari arah yang tidak mereka sangka-sangka. Dan Allah menanamkan rasa takut ke dalam hati mereka<5>; sehingga mereka memusnahkan rumah-rumah mereka dengan tangannya sendiri dan tangan orang-orang mukmin. Maka ambillah (kejadian itu) untuk menjadi pelajaran, wahai orang-orang yang mempunyai pandangan!"

[3]
وَلَوْلَاۤ اَنْ كَتَبَ اللّٰهُ عَلَيْهِمُ الْجَـلَآ ءَ لَعَذَّبَهُمْ فِى الدُّنْيَا ۗ وَلَهُمْ فِى الْاٰخِرَةِ عَذَا بُ النَّارِ
walau laaa ang kataballohu 'alaihimul-jalaaa`a la'azzabahum fid-dun-yaa, wa lahum fil-aakhiroti 'azaabun-naar

"Dan sekiranya tidak karena Allah telah menetapkan pengusiran terhadap mereka, pasti Allah mengazab mereka<5> di dunia. Dan di akhirat mereka<7> akan mendapat azab neraka."

[4]
ذٰلِكَ بِاَ نَّهُمْ شَآ قُّوا اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ ۚ وَمَنْ يُّشَآ قِّ اللّٰهَ فَاِ نَّ اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعِقَا بِ
zaalika bi`annahum syaaaqqulloha wa rosuulahuu wa may yusyaaaqqillaaha fa innalloha syadiidul-'iqoob

"Yang demikian itu karena sesungguhnya mereka menentang Allah dan Rasul-Nya. Barang siapa menentang Allah, maka sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya."

[5]
مَا قَطَعْتُمْ مِّنْ لِّيْنَةٍ اَوْ تَرَكْتُمُوْهَا قَآئِمَةً عَلٰۤى اُصُوْلِهَا فَبِاِذْنِ اللّٰهِ وَلِيُخْزِيَ الْفٰسِقِيْنَ
maa qotho'tum mil liinatin au taroktumuuhaa qooo`imatan 'alaaa ushuulihaa fa bi`iznillaahi wa liyukhziyal-faasiqiin

"Apa yang kamu tebang di antara pohon kurma (milik orang-orang kafir) atau yang kamu biarkan (tumbuh) berdiri di atas pokoknya, maka (itu terjadi) dengan izin Allah; dan karena Dia hendak memberikan kehinaan kepada orang-orang fasik."

[6]
وَمَاۤ اَفَآءَ اللّٰهُ عَلٰى رَسُوْلِهٖ مِنْهُمْ فَمَاۤ اَوْجَفْتُمْ عَلَيْهِ مِنْ خَيْلٍ وَّلَا رِكَا بٍ وَّلٰكِنَّ اللّٰهَ يُسَلِّطُ رُسُلَهٗ عَلٰى مَنْ يَّشَآءُ   ۗ وَا للّٰهُ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
wa maaa afaaa`allohu 'alaa rosuulihii min-hum fa maaa aujaftum 'alaihi min khoiliw wa laa rikaabiw wa laakinnalloha yusallithu rusulahuu 'alaa may yasyaaa`, wallohu 'alaa kulli syai`ing qodiir

"Dan harta rampasan fai' dari mereka yang diberikan Allah kepada Rasul-Nya, kamu tidak memerlukan kuda atau unta untuk mendapatkannya, tetapi Allah memberikan kekuasaan kepada rasul-rasul-Nya terhadap siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu."

[7]
مَاۤ اَفَآءَ اللّٰهُ عَلٰى رَسُوْلِهٖ مِنْ اَهْلِ الْقُرٰى فَلِلّٰهِ وَلِلرَّسُوْلِ وَلِذِى الْقُرْبٰى وَا لْيَتٰمٰى وَا لْمَسٰكِيْنِ وَا بْنِ السَّبِيْلِ ۙ كَيْ لَا يَكُوْنَ دُوْلَةً ۢ بَيْنَ الْاَغْنِيَآءِ مِنْكُمْ ۗ وَمَاۤ اٰتٰٮكُمُ الرَّسُوْلُ فَخُذُوْهُ وَمَا نَهٰٮكُمْ عَنْهُ فَا نْتَهُوْا ۚ وَا تَّقُوا اللّٰهَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعِقَا بِ ۘ 
maaa afaaa`allohu 'alaa rosuulihii min ahlil-quroo fa lillaahi wa lir-rosuuli wa lizil-qurbaa wal-yataamaa wal-masaakiini wabnis-sabiili kai laa yakuuna duulatam bainal-aghniyaaa`i mingkum, wa maaa aataakumur-rosuulu fa khuzuuhu wa maa nahaakum 'an-hu fantahuu, wattaqulloh, innalloha syadiidul-'iqoob

"Harta rampasan fai' yang diberikan Allah kepada Rasul-Nya (yang berasal) dari penduduk beberapa negeri, adalah untuk Allah, Rasul, kerabat (Rasul), anak-anak yatim, orang-orang miskin, dan untuk orang-orang yang dalam perjalanan, agar harta itu jangan hanya beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu. Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah sangat keras hukuman-Nya."

[8]
لِلْفُقَرَآءِ الْمُهٰجِرِيْنَ الَّذِيْنَ اُخْرِجُوْا مِنْ دِيَارِهِمْ وَاَ مْوَا لِهِمْ يَبْتَغُوْنَ فَضْلًا مِّنَ اللّٰهِ وَرِضْوَا نًا وَّيَنْصُرُوْنَ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ ۗ اُولٰٓئِكَ هُمُ الصّٰدِقُوْنَ ۚ 
lil-fuqorooo`il-muhaajiriinallaziina ukhrijuu min diyaarihim wa amwaalihim yabtaghuuna fadhlam minallohi wa ridhwaanaw wa yanshuruunalloha wa rosuulah, ulaaa`ika humush-shoodiquun

"(Harta rampasan itu juga) untuk orang-orang fakir yang berhijrah yang terusir dari kampung halamannya dan meninggalkan harta bendanya demi mencari karunia dari Allah dan keridaan(-Nya) dan (demi) menolong (agama) Allah dan Rasul-Nya. Mereka<5> itulah orang-orang yang benar."

[9]
وَا لَّذِيْنَ تَبَوَّؤُ الدَّارَ وَا لْاِيْمَا نَ مِنْ قَبْلِهِمْ يُحِبُّوْنَ مَنْ هَاجَرَ اِلَيْهِمْ وَلَا يَجِدُوْنَ فِيْ صُدُوْرِهِمْ حَاجَةً مِّمَّاۤ اُوْتُوْا وَيُـؤْثِرُوْنَ عَلٰۤى اَنْفُسِهِمْ وَلَوْ كَا نَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ ۗ  ۗ وَمَنْ يُّوْقَ شُحَّ نَـفْسِهٖ فَاُولٰٓئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ ۚ 
wallaziina tabawwa`ud-daaro wal-iimaana ming qoblihim yuhibbuuna man haajaro ilaihim wa laa yajiduuna fii shuduurihim haajatam mimmaaa uutuu wa yu`siruuna 'alaaa anfusihim walau kaana bihim khoshooshoh, wa may yuuqo syuhha nafsihii fa ulaaa`ika humul-muflihuun

"Dan orang-orang (Ansar) yang telah menempati Kota Madinah dan telah beriman sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka<5> mencintai orang yang berhijrah ke tempat mereka. Dan mereka<5> tidak menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa yang diberikan kepada mereka (Muhajirin); dan mereka<5> mengutamakan (Muhajirin) atas dirinya sendiri, meskipun mereka juga memerlukan. Dan siapa yang dijaga dirinya dari kekikiran, maka mereka<7> itulah orang-orang yang beruntung."

[10]
وَا لَّذِيْنَ جَآءُوْ مِنْۢ بَعْدِهِمْ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَـنَا وَلِاِخْوَا نِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِا لْاِيْمَا نِ وَلَا تَجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِنَا غِلًّا لِّلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا رَبَّنَاۤ اِنَّكَ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ
wallaziina jaaa`uu mim ba'dihim yaquuluuna robbanaghfir lanaa wa li`ikhwaaninallaziina sabaquunaa bil-iimaani wa laa taj'al fii quluubinaa ghillal lillaziina aamanuu robbanaaa innaka ro`uufur rohiim

"Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Ansar), mereka berdoa, Ya Tuhan kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau tanamkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Ya Tuhan kami, sungguh, Engkau Maha Penyantun, Maha Penyayang."

[11]
اَلَمْ تَرَ اِلَى الَّذِيْنَ نَا فَقُوْا يَقُوْلُوْنَ لِاِخْوَا نِهِمُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْ اَهْلِ الْكِتٰبِ لَئِنْ اُخْرِجْتُمْ لَنَخْرُجَنَّ مَعَكُمْ وَلَا نُطِيْعُ فِيْكُمْ اَحَدًا اَبَدًا ۙ وَّاِنْ قُوْتِلْتُمْ لَـنَـنْصُرَنَّكُمْ ۗ وَا للّٰهُ يَشْهَدُ اِنَّهُمْ لَـكٰذِبُوْنَ
a lam taro ilallaziina naafaquu yaquuluuna li`ikhwaanihimullaziina kafaruu min ahlil-kitaabi la`in ukhrijtum lanakhrujanna ma'akum wa laa nuthii'u fiikum ahadan abadaw wa ing quutiltum lananshuronnakum, wallohu yasy-hadu innahum lakaazibuun

"Tidakkah engkau memperhatikan orang-orang munafik yang berkata kepada saudara-saudaranya yang kafir di antara Ahli Kitab, Sungguh, jika kamu diusir niscaya kami pun akan keluar bersama kamu; dan kami selama-lamanya tidak akan patuh kepada siapa pun demi kamu, dan jika kamu diperangi pasti kami akan membantumu. Dan Allah menyaksikan, bahwa mereka<5> benar-benar pendusta."

[12]
لَئِنْ اُخْرِجُوْا لَا يَخْرُجُوْنَ مَعَهُمْ ۚ وَلَئِنْ قُوْتِلُوْا لَا يَنْصُرُوْنَهُمْ ۚ وَلَئِنْ نَّصَرُوْهُمْ لَيُوَلُّنَّ الْاَدْبَارَ ۗ ثُمَّ لَا يُنْصَرُوْنَ
la`in ukhrijuu laa yakhrujuuna ma'ahum, wa la`ing quutiluu laa yanshuruunahum, wa la`in nashoruuhum layuwallunnal-adbaaro summa laa yunshoruun

"Sungguh, jika mereka diusir, orang-orang munafik itu tidak akan keluar bersama mereka, dan jika mereka diperangi; mereka (juga) tidak akan menolongnya; dan kalaupun mereka menolongnya pastilah mereka akan berpaling lari ke belakang, kemudian mereka tidak akan mendapat pertolongan."

[13]
لَاَ نْتُمْ اَشَدُّ رَهْبَةً فِيْ صُدُوْرِهِمْ مِّنَ اللّٰهِ ۗ ذٰلِكَ بِاَ نَّهُمْ قَوْمٌ لَّا يَفْقَهُوْنَ
la`antum asyaddu rohbatan fii shuduurihim minalloh, zaalika bi`annahum qoumul laa yafqohuun

"Sesungguhnya dalam hati mereka<5>, kamu (Muslimin) lebih ditakuti daripada Allah. Yang demikian itu karena mereka<5> orang-orang yang tidak mengerti."

[14]
لَا يُقَا تِلُوْنَكُمْ جَمِيْعًا اِلَّا فِيْ قُرًى مُّحَصَّنَةٍ اَوْ مِنْ وَّرَآءِ جُدُرٍ ۗ بَأْسُهُمْ بَيْنَهُمْ شَدِيْدٌ   ۗ تَحْسَبُهُمْ جَمِيْعًا وَّقُلُوْبُهُمْ شَتّٰى ۗ ذٰلِكَ بِاَ نَّهُمْ قَوْمٌ لَّا يَعْقِلُوْنَ ۚ 
laa yuqootiluunakum jamii'an illaa fii qurom muhashshonatin au miw warooo`i judur, ba`suhum bainahum syadiid, tahsabuhum jamii'aw wa quluubuhum syattaa, zaalika bi`annahum qoumul laa ya'qiluun

"Mereka tidak akan memerangi kamu (secara) bersama-sama, kecuali di negeri-negeri yang berbenteng atau di balik tembok. Permusuhan antara sesama mereka sangat hebat. Kamu kira mereka itu bersatu padahal hati mereka terpecah belah. Yang demikian itu karena mereka orang-orang yang tidak mengerti."

[15]
كَمَثَلِ الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِهِمْ قَرِيْبًا ذَا قُوْا وَبَا لَ اَمْرِهِمْ ۚ وَلَهُمْ عَذَا بٌ اَلِيْمٌ ۚ 
kamasalillaziina ming qoblihim qoriiban zaaquu wa baala amrihim, wa lahum 'azaabun aliim

"(Mereka) seperti orang-orang yang sebelum mereka (Yahudi) belum lama berselang, telah merasakan akibat buruk (terusir) disebabkan perbuatan mereka<5> sendiri. Dan mereka<7> akan mendapat azab yang pedih."

[16]
كَمَثَلِ الشَّيْطٰنِ اِذْ قَا لَ لِلْاِنْسَا نِ اكْفُرْ ۚ فَلَمَّا كَفَرَ قَا لَ اِنِّيْ بَرِيْٓءٌ مِّنْكَ اِنِّيْۤ اَخَا فُ اللّٰهَ رَبَّ الْعٰلَمِيْنَ
kamasalisy-syaithooni iz qoola lil-insaanikfur, fa lammaa kafaro qoola innii bariii`um mingka inniii akhoofulloha robbal-'aalamiin

"(Bujukan orang-orang munafik itu) seperti (bujukan) setan ketika ia berkata kepada manusia, Kafirlah kamu! Kemudian ketika manusia itu menjadi kafir ia berkata, Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu, karena sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan seluruh alam."

[17]
فَكَا نَ عَا قِبَتَهُمَاۤ اَنَّهُمَا فِى النَّارِ خَا لِدَيْنِ فِيْهَا ۗ وَذٰلِكَ جَزٰٓ ؤُا الظّٰلِمِيْن
fa kaana 'aaqibatahumaaa annahumaa fin-naari khoolidaini fiihaa, wa zaalika jazaaa`uzh-zhoolimiin

"Maka kesudahan bagi keduanya, bahwa keduanya masuk ke dalam neraka, kekal di dalamnya. Demikianlah balasan bagi orang-orang zalim."

[18]
يٰۤاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَـنْظُرْ نَـفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۚ وَا تَّقُوا اللّٰهَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ بِۢمَا تَعْمَلُوْنَ
yaaa ayyuhallaziina aamanuttaqulloha waltanzhur nafsum maa qoddamat lighod, wattaqulloh, innalloha khobiirum bimaa ta'maluun

"Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri<5> memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Mengetahui terhadap apa yang kamu kerjakan."

[19]
وَلَا تَكُوْنُوْا كَا لَّذِيْنَ نَسُوا اللّٰهَ فَاَ نْسٰٮهُمْ اَنْفُسَهُمْ ۗ اُولٰٓئِكَ هُمُ الْفٰسِقُوْنَ.
wa laa takuunuu kallaziina nasulloha fa ansaahum anfusahum, ulaaa`ika humul-faasiquun

"Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, sehingga Allah menjadikan mereka<5> lupa akan diri (sejati<7>)nya sendiri. Mereka itulah orang-orang fasik."

[20]
لَا يَسْتَوِيْۤ اَصْحٰبُ النَّارِ وَاَصْحٰبُ الْجَـنَّةِ ۗ اَصْحٰبُ الْجَـنَّةِ هُمُ الْفَآئِزُوْنَ
laa yastawiii ash-haabun-naari wa ash-haabul-jannah, ash-haabul-jannati humul-faaa`izuun

"Tidak sama para penghuni neraka dengan para penghuni surga; para penghuni surga itulah orang-orang<7> yang memperoleh kemenangan."

[21]
لَوْ اَنْزَلْنَا هٰذَا الْقُرْاٰنَ عَلٰى جَبَلٍ لَّرَاَيْتَهٗ خَاشِعًا مُّتَصَدِّعًا مِّنْ خَشْيَةِ اللّٰهِ ۗ وَتِلْكَ الْاَمْثَا لُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُوْنَ
lau anzalnaa haazal-qur`aana 'alaa jabalil laro`aitahuu khoosyi'am mutashoddi'am min khosy-yatillaah, wa tilkal-amsaalu nadhribuhaa lin-naasi la'allahum yatafakkaruun

"Sekiranya Kami turunkan Al-Qur'an ini kepada sebuah gunung, pasti kamu<5> akan melihatnya tunduk terpecah-belah disebabkan takut kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia agar mereka<5> berpikir."

[22]
هُوَ اللّٰهُ الَّذِيْ لَاۤ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ ۚ عٰلِمُ الْغَيْبِ وَا لشَّهَادَةِ ۚ هُوَ الرَّحْمٰنُ الرَّحِيْمُ
huwallohullazii laaa ilaaha illaa huw, 'aalimul-ghoibi wasy-syahaadah, huwar-rohmaanur-rohiim

"Dialah Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Mengetahui yang gaib dan yang nyata, Dialah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang."

[23]*
هُوَ اللّٰهُ الَّذِيْ لَاۤ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ ۚ اَلْمَلِكُ الْقُدُّوْسُ السَّلٰمُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيْزُ الْجَـبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ ۗ سُبْحٰنَ اللّٰهِ عَمَّا يُشْرِكُوْنَ
huwallohullazii laaa ilaaha illaa huw, al-malikul-qudduusus-salaamul-mu`minul-muhaiminul-'aziizul-jabbaarul-mutakabbir, sub-haanallohi 'ammaa yusyrikuun

"Dialah Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Maha Raja Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Menjaga Keamanan, Pemelihara Keselamatan, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala Keagungan. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan."

[24]
هُوَ اللّٰهُ الْخَـالِـقُ الْبَارِئُ الْمُصَوِّرُ لَـهُ الْاَسْمَآءُ الْحُسْنٰى ۗ يُسَبِّحُ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَا لْاَرْضِ ۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
huwallohul-khooliqul-baari`ul-mushowwiru lahul-asmaaa`ul-husnaa, yusabbihu lahuu maa fis-samaawaati wal-ardh, wa huwal-'aziizul-hakiim

"Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Dia memiliki nama-nama yang indah. Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada-Nya. Dan Dialah Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana."
.


{60} Al-Mumtahanah 
                 (Perempuan yang Diuji)
___________________________________
       < Madinah >    < 13 ayat >


[1]
يٰۤاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَتَّخِذُوْا عَدُوِّيْ وَعَدُوَّكُمْ اَوْلِيَآءَ تُلْقُوْنَ اِلَيْهِمْ بِا لْمَوَدَّةِ وَقَدْ كَفَرُوْا بِمَا جَآءَكُمْ مِّنَ الْحَـقِّ ۚ يُخْرِجُوْنَ الرَّسُوْلَ وَاِيَّاكُمْ اَنْ تُؤْمِنُوْا بِا للّٰهِ رَبِّكُمْ ۗ اِنْ كُنْـتُمْ خَرَجْتُمْ جِهَادًا فِيْ سَبِيْلِيْ وَ ابْتِغَآءَ مَرْضَا تِيْ تُسِرُّوْنَ اِلَيْهِمْ بِا لْمَوَدَّةِ وَاَ نَاۡ اَعْلَمُ بِمَاۤ اَخْفَيْتُمْ وَمَاۤ اَعْلَنْتُمْ ۗ وَمَنْ يَّفْعَلْهُ مِنْكُمْ فَقَدْ ضَلَّ سَوَآءَ السَّبِيْلِ
yaaa ayyuhallaziina aamanuu laa tattakhizuu 'aduwwii wa 'aduwwakum auliyaaa`a tulquuna ilaihim bil-mawaddati wa qod kafaruu bimaa jaaa`akum minal-haqq, yukhrijuunar-rosuula wa iyyaakum an tu`minuu billaahi robbikum, ing kuntum khorojtum jihaadan fii sabiilii wabtighooo`a mardhootii tusirruuna ilaihim bil-mawaddati wa ana a'lamu bimaaa akhfaitum wa maaa a'lantum, wa may yaf'al-hu mingkum fa qod dholla sawaaa`as-sabiil

"Wahai orang-orang<5> yang beriman! Janganlah kamu menjadikan musuh-Ku dan musuhmu sebagai teman-teman setia sehingga kamu sampaikan kepada mereka (berita-berita Muhammad), karena rasa kasih sayang; padahal mereka<5> telah ingkar kepada kebenaran yang disampaikan kepadamu.
Mereka<5> mengusir Rasul dan kamu sendiri karena kamu beriman kepada Allah, Tuhanmu. Jika kamu benar-benar keluar untuk berjihad pada jalan-Ku dan mencari keridaan-Ku (janganlah kamu berbuat demikian).
Kamu memberitahukan secara rahasia (berita-berita Muhammad) kepada mereka, karena rasa kasih sayang, dan Aku lebih mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu nyatakan. Dan barang siapa di antara kamu yang melakukannya, maka sungguh, dia telah tersesat dari jalan yang lurus."

[2]
اِنْ يَّثْقَفُوْكُمْ يَكُوْنُوْا لَـكُمْ اَعْدَآءً وَّيَبْسُطُوْۤا اِلَيْكُمْ اَيْدِيَهُمْ وَاَ لْسِنَتَهُمْ بِا لسُّوْٓءِ وَوَدُّوْا لَوْ تَكْفُرُوْنَ ۗ 
iy yasqofuukum yakuunuu lakum a'daaa`aw wa yabsuthuuu ilaikum aidiyahum wa alsinatahum bis-suuu`i wa wadduu lau takfuruun

"Jika mereka<5> menangkapmu, niscaya mereka bertindak sebagai musuh bagimu lalu melepaskan tangan dan lidahnya kepadamu untuk menyakiti dan mereka<5> ingin agar kamu (kembali) kafir."

[3]
لَنْ تَـنْفَعَكُمْ اَرْحَا مُكُمْ وَلَاۤ اَوْلَادُكُمْ  ۛ  يَوْمَ الْقِيٰمَةِ  ۛ  يَفْصِلُ بَيْنَكُمْ ۗ وَا للّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ بَصِيْرٌ
lan tanfa'akum ar-haamukum wa laaa aulaadukum, yaumal-qiyaamati yafshilu bainakum, wallohu bimaa ta'maluuna bashiir

"Kaum kerabatmu dan anak-anakmu tidak akan bermanfaat bagimu pada hari Kiamat. Dia akan memisahkan antara kamu. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan."

[4]
قَدْ كَا نَتْ لَـكُمْ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِيْۤ اِبْرٰهِيْمَ وَا لَّذِيْنَ مَعَهٗ ۚ اِذْ قَا لُوْا لِقَوْمِهِمْ اِنَّا بُرَءٰٓ ؤُا مِنْكُمْ وَمِمَّا تَعْبُدُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۖ كَفَرْنَا بِكُمْ وَبَدَا بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةُ وَا لْبَغْضَآءُ اَبَدًا حَتّٰى تُؤْمِنُوْا بِا للّٰهِ وَحْدَهٗۤ اِلَّا قَوْلَ اِبْرٰهِيْمَ لِاَ بِيْهِ لَاَسْتَغْفِرَنَّ لَـكَ وَمَاۤ اَمْلِكُ لَـكَ مِنَ اللّٰهِ مِنْ شَيْءٍ ۗ رَبَّنَا عَلَيْكَ تَوَكَّلْنَا وَاِ لَيْكَ اَنَـبْنَا وَاِ لَيْكَ الْمَصِيْرُ
qod kaanat lakum uswatun hasanatun fiii ibroohiima wallaziina ma'ah, iz qooluu liqoumihim innaa buro`aaa`u mingkum wa mimmaa ta'buduuna min duunillaahi kafarnaa bikum wa badaa bainanaa wa bainakumul-'adaawatu wal-baghdhooo`u abadan hattaa tu`minuu billaahi wahdahuuu illaa qoula ibroohiima li`abiihi la`astaghfironna laka wa maaa amliku laka minallohi min syaii`, robbanaa 'alaika tawakkalnaa wa ilaika anabnaa wa ilaikal-mashiir

"Sungguh, telah ada suri teladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengannya, ketika mereka berkata kepada kaumnya, Sesungguhnya kami berlepas diri dari kamu dan dari apa yang kamu sembah selain Allah, kami mengingkari (kekafiran)mu dan telah nyata antara kami dan kamu ada permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja, kecuali perkataan Ibrahim kepada ayahnya,
Sungguh, aku akan memohonkan ampunan bagimu, namun aku sama sekali tidak dapat menolak (siksaan) Allah terhadapmu. 
(Ibrahim berkata), Ya Tuhan kami, hanya kepada Engkau kami bertawakal dan hanya kepada Engkau kami bertobat dan hanya kepada Engkaulah kami kembali,"

[5]
رَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لِّلَّذِيْنَ كَفَرُوْا وَاغْفِرْ لَـنَا رَبَّنَا ۚ اِنَّكَ اَنْتَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
robbanaa laa taj'alnaa fitnatal lillaziina kafaruu waghfir lanaa robbanaa, innaka antal-'aziizul-hakiim

"Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami (sasaran) fitnah bagi orang-orang kafir. Dan ampunilah kami, ya Tuhan kami. Sesungguhnya Engkau Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana."

[6]
لَقَدْ كَا نَ لَـكُمْ فِيْهِمْ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنْ كَا نَ يَرْجُوا اللّٰهَ وَا لْيَوْمَ الْاٰخِرَ ۗ وَمَنْ يَّتَوَلَّ فَاِ نَّ اللّٰهَ هُوَ الْغَنِيُّ الْحَمِيْدُ
laqod kaana lakum fiihim uswatun hasanatul limang kaana yarjulloha wal-yaumal-aakhir, wa may yatawalla fa innalloha huwal-ghoniyyul-hamiid

"Sungguh, pada mereka itu (Ibrahim dan umatnya) terdapat suri teladan yang baik bagimu; (yaitu) bagi orang yang mengharap (pahala) Allah dan (keselamatan pada) hari Kemudian, dan barang siapa berpaling, maka sesungguhnya Allah, Dialah Yang Maha Kaya, Maha Terpuji."

[7]
عَسَى اللّٰهُ اَنْ يَّجْعَلَ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَ الَّذِيْنَ عَادَيْتُمْ مِّنْهُمْ مَّوَدَّةً    ۗ وَا للّٰهُ قَدِيْرٌ ۗ وَا للّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
'asallohu ay yaj'ala bainakum wa bainallaziina 'aadaitum min-hum mawaddah, wallohu qodiirun, wallohu ghofuurur rohiim

"Mudah-mudahan Allah menimbulkan kasih sayang di antara kamu dengan orang-orang yang pernah kamu musuhi di antara mereka. Allah Maha Kuasa. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang."

[8]*
لَا يَنْهٰٮكُمُ اللّٰهُ عَنِ الَّذِيْنَ لَمْ يُقَا تِلُوْكُمْ فِى الدِّيْنِ وَلَمْ يُخْرِجُوْكُمْ مِّنْ دِيَارِكُمْ اَنْ تَبَرُّوْهُمْ وَ تُقْسِطُوْۤا اِلَيْهِمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِيْنَ
laa yan-haakumullohu 'anillaziina lam yuqootiluukum fid-diini wa lam yukhrijuukum min diyaarikum an tabarruuhum wa tuqsithuuu ilaihim, innalloha yuhibbul-muqsithiin

"Allah tidak melarang kamu berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tidak memerangimu dalam urusan agama dan tidak mengusir kamu dari kampung halamanmu.
Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil."

[9]*
اِنَّمَا يَنْهٰٮكُمُ اللّٰهُ عَنِ الَّذِيْنَ قَا تَلُوْكُمْ فِى الدِّيْنِ وَاَخْرَجُوْكُمْ مِّنْ دِيَارِكُمْ وَظَاهَرُوْا عَلٰۤى اِخْرَاجِكُمْ اَنْ تَوَلَّوْهُمْ ۚ وَمَنْ يَّتَوَلَّهُمْ فَاُولٰٓئِكَ هُمُ الظّٰلِمُوْنَ
innamaa yan-haakumullohu 'anillaziina qootaluukum fid-diini wa akhrojuukum min diyaarikum wa zhooharuu 'alaaa ikhroojikum an tawallauhum, wa may yatawallahum fa ulaaa`ika humuzh-zhoolimuun

"Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan mereka sebagai kawanmu orang-orang yang memerangi kamu dalam urusan agama dan mengusir kamu dari kampung halamanmu dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. Barang siapa menjadikan mereka sebagai kawan, mereka itulah orang yang zalim."

[10]
يٰۤاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اِذَا جَآءَكُمُ الْمُؤْمِنٰتُ مُهٰجِرٰتٍ فَا مْتَحِنُوْهُنَّ ۗ اَللّٰهُ اَعْلَمُ بِاِيْمَا نِهِنَّ ۚ فَاِ نْ عَلِمْتُمُوْهُنَّ مُؤْمِنٰتٍ فَلَا تَرْجِعُوْهُنَّ اِلَى الْكُفَّارِ ۗ لَا هُنَّ حِلٌّ لَّهُمْ وَلَا هُمْ يَحِلُّوْنَ لَهُنَّ ۚ وَاٰ تُوْهُمْ مَّاۤ اَنْفَقُوْا ۗ وَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ اَنْ تَنْكِحُوْهُنَّ اِذَاۤ اٰ تَيْتُمُوْهُنَّ اُجُوْرَهُنَّ ۗ وَلَا تُمْسِكُوْا بِعِصَمِ الْكَوَا فِرِ وَسْـئَـلُوْا مَاۤ اَنْفَقْتُمْ وَلْيَسْـئَـلُوْا مَاۤ اَنْفَقُوْا ۗ ذٰ لِكُمْ حُكْمُ اللّٰهِ ۗ يَحْكُمُ بَيْنَكُمْ ۗ وَا للّٰهُ عَلِيْمٌ حَكِيْمٌ
yaaa ayyuhallaziina aamanuuu izaa jaaa`akumul-mu`minaatu muhaajirootin famtahinuuhunn, allohu a'lamu bi`iimaanihinna fa in 'alimtumuuhunna mu`minaatin fa laa tarji'uuhunna ilal-kuffaar, laa hunna hillul lahum wa laa hum yahilluuna lahunn, wa aatuuhum maaa anfaquu, wa laa junaaha 'alaikum an tangkihuuhunna izaaa aataitumuuhunna ujuurohunn, wa laa tumsikuu bi'ishomil-kawaafiri was`aluu maaa anfaqtum walyas`aluu maaa anfaquu, zaalikum hukmulloh, yahkumu bainakum, wallohu 'aliimun hakiim

"Wahai orang-orang yang beriman! Apabila perempuan-perempuan mukmin datang berhijrah kepadamu, maka hendaklah kamu uji (keimanan) mereka. Allah lebih mengetahui tentang keimanan mereka; jika kamu telah mengetahui bahwa mereka (benar-benar) beriman maka janganlah kamu kembalikan mereka kepada orang-orang kafir (suami-suami mereka). Mereka tidak halal bagi orang-orang kafir itu dan orang-orang kafir itu tidak halal bagi mereka. Dan berikanlah kepada (suami) mereka mahar yang telah mereka berikan. Dan tidak ada dosa bagimu menikahi mereka apabila kamu bayarkan kepada mereka maharnya. Dan janganlah kamu tetap berpegang pada tali (pernikahan) dengan perempuan-perempuan kafir; dan hendaklah kamu minta kembali mahar yang telah kamu berikan; dan (jika suaminya tetap kafir) biarkan mereka meminta kembali mahar yang telah mereka bayarkan (kepada mantan istrinya yang telah beriman). Demikianlah hukum Allah yang ditetapkan-Nya di antara kamu. Dan Allah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana."

[11]
وَاِ نْ فَا تَكُمْ شَيْءٌ مِّنْ اَزْوَاجِكُمْ اِلَى الْكُفَّارِ فَعَا قَبْتُمْ فَاٰ تُوا الَّذِيْنَ ذَهَبَتْ اَزْوَاجُهُمْ مِّثْلَ مَاۤ اَنْفَقُوْا ۗ وَا تَّقُوا اللّٰهَ الَّذِيْۤ اَنْـتُمْ بِهٖ مُؤْمِنُوْنَ
wa in faatakum syai`um min azwaajikum ilal-kuffaari fa aaqobtum fa aatullaziina zahabat azwaajuhum misla maaa anfaquu, wattaqullohallaziii antum bihii mu`minuun

"Dan jika ada sesuatu (pengembalian mahar) yang belum kamu selesaikan dari istri-istrimu yang lari kepada orang-orang kafir, lalu kamu dapat mengalahkan mereka maka berikanlah (dari harta rampasan) kepada orang-orang yang istrinya lari itu sebanyak mahar yang telah mereka berikan. Dan bertakwalah kamu kepada Allah yang kepada-Nya kamu beriman."

[12]
يٰۤاَيُّهَا النَّبِيُّ اِذَا جَآءَكَ الْمُؤْمِنٰتُ يُبَايِعْنَكَ عَلٰۤى اَنْ لَّا يُشْرِكْنَ بِا للّٰهِ شَيْـئًا وَّلَا يَسْرِقْنَ وَلَا يَزْنِيْنَ وَلَا يَقْتُلْنَ اَوْلَادَهُنَّ وَلَا يَأْتِيْنَ بِبُهْتَا نٍ يَّفْتَرِيْنَهٗ بَيْنَ اَيْدِيْهِنَّ وَاَرْجُلِهِنَّ وَلَا يَعْصِيْنَكَ فِيْ مَعْرُوْفٍ فَبَايِعْهُنَّ وَاسْتَغْفِرْ لَهُنَّ اللّٰهَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
yaaa ayyuhan-nabiyyu izaa jaaa`akal-mu`minaatu yubaayi'naka 'alaaa al laa yusyrikna billaahi syai`aw wa laa yasriqna wa laa yazniina wa laa yaqtulna aulaadahunna wa laa ya`tiina bibuhtaaniy yaftariinahuu baina aidiihinna wa arjulihinna wa laa ya'shiinaka fii ma'ruufin fa baayi'hunna wastaghfir lahunnalloh, innalloha ghofuurur rohiim

"Wahai Nabi! Apabila perempuan-perempuan mukmin datang kepadamu untuk mengadakan bai'at (janji setia), bahwa mereka tidak akan menyekutukan sesuatu apa pun dengan Allah; tidak akan mencuri, tidak akan berzina, tidak akan membunuh anak-anaknya, tidak akan berbuat dusta yang mereka ada-adakan antara tangan dan kaki mereka, dan tidak akan mendurhakaimu dalam urusan yang baik, maka terimalah janji setia mereka dan mohonkanlah ampunan untuk mereka kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang."

[13]
يٰۤاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَتَوَلَّوْا قَوْمًا غَضِبَ اللّٰهُ عَلَيْهِمْ قَدْ يَــئِـسُوْا مِنَ الْاٰخِرَةِ كَمَا يَــئِـسَ الْكُفَّارُ مِنْ اَصْحٰبِ الْقُبُوْرِ
yaaa ayyuhallaziina aamanuu laa tatawallau qouman ghodhiballohu 'alaihim qod ya`isuu minal-aakhiroti kamaa ya`isal-kuffaaru min ash-haabil-qubuur

"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu jadikan orang-orang yang dimurkai Allah sebagai penolongmu, sungguh, mereka telah putus asa terhadap akhirat sebagaimana orang-orang<7> kafir yang telah berada dalam kubur juga berputus asa."
.


{61}  As-Saff  (Barisan)
_________________________
  <Madinah> <14 ayat>


[1]
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِ ۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
sabbaha lillaahi maa fis-samaawaati wa maa fil-ardh, wa huwal-'aziizul-hakiim

"Apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi bertasbih kepada Allah; dan Dialah Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana."

[2]
يٰۤاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لِمَ تَقُوْلُوْنَ مَا لَا تَفْعَلُوْنَ
yaaa ayyuhallaziina aamanuu lima taquuluuna maa laa taf'aluun

"Wahai orang-orang yang beriman! Mengapa kamu<5> mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan?"

[3]
كَبُرَ مَقْتًا عِنْدَ اللّٰهِ اَنْ تَقُوْلُوْا مَا لَا تَفْعَلُوْنَ
kaburo maqtan 'indallohi an taquuluu maa laa taf'aluun

"(Itu) sangatlah dibenci di sisi Allah jika kamu<5> mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan."

[4]
اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الَّذِيْنَ يُقَا تِلُوْنَ فِيْ سَبِيْلِهٖ صَفًّا كَاَ نَّهُمْ بُنْيَا نٌ مَّرْصُوْصٌ
innalloha yuhibbullaziina yuqootiluuna fii sabiilihii shoffang ka`annahum bun-yaanum marshuush

"Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur, mereka seakan-akan seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh."

[5]
وَاِذْ قَا لَ مُوْسٰى لِقَوْمِهٖ يٰقَوْمِ لِمَ تُؤْذُوْنَنِيْ وَقَدْ تَّعْلَمُوْنَ اَنِّيْ رَسُوْلُ اللّٰهِ اِلَيْكُمْ ۗ فَلَمَّا زَاغُوْۤا اَزَاغَ اللّٰهُ قُلُوْبَهُمْ ۗ وَا للّٰهُ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الْفٰسِقِيْنَ
wa iz qoola muusaa liqoumihii yaa qoumi lima tu`zuunanii wa qot ta'lamuuna annii rosuulullohi ilaikum, fa lammaa zaaghuuu azaaghollaahu quluubahum, wallohu laa yahdil-qoumal-faasiqiin

"Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada kaumnya, Wahai kaumku! Mengapa kamu menyakitiku, padahal kamu sungguh mengetahui bahwa sesungguhnya aku utusan Allah kepadamu? Maka ketika mereka berpaling (dari kebenaran), Allah memalingkan hati mereka<5>. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang fasik."

[6]*
وَاِذْ قَا لَ عِيْسَى ابْنُ مَرْيَمَ يٰبَنِيْۤ اِسْرَآءِيْلَ اِنِّيْ رَسُوْلُ اللّٰهِ اِلَيْكُمْ مُّصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيَّ مِنَ التَّوْرٰٮةِ وَمُبَشِّرًا بِۢرَسُوْلٍ يَّأْتِيْ مِنْۢ بَعْدِى اسْمُهٗۤ اَحْمَدُ ۗ فَلَمَّا جَآءَهُمْ بِا لْبَيِّنٰتِ قَا لُوْا هٰذَا سِحْرٌ مُّبِيْنٌ
wa iz qoola 'iisabnu maryama yaa baniii isrooo`iila innii rosuulullohi ilaikum mushoddiqol limaa baina yadayya minat-taurooti wa mubasysyirom birosuuliy ya`tii mim ba'dismuhuuu ahmad, fa lammaa jaaa`ahum bil-bayyinaati qooluu haazaa sihrum mubiin

"Dan (ingatlah) ketika 'Isa putra Maryam berkata, Wahai Bani Israil! Sesungguhnya aku utusan Allah kepadamu, yang membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat

dan memberi kabar gembira dengan seorang rasul yang akan datang setelahku, yang namanya Ahmad (Muhammad).

Namun ketika Rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka<5> berkata, Ini adalah sihir yang nyata."

[7]
وَمَنْ اَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَـرٰى عَلَى اللّٰهِ الْكَذِبَ وَهُوَ يُدْعٰۤى اِلَى الْاِسْلَا مِ ۗ وَا للّٰهُ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الظّٰلِمِيْنَ
wa man azhlamu mim maniftaroo 'alallohil-kaziba wa huwa yud'aaa ilal-islaam, wallohu laa yahdil-qoumazh-zhoolimiin

"Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah padahal dia diajak kepada (agama) Islam? Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim."

[8]
يُرِيْدُوْنَ لِيُطْفِـئُـوْا نُوْرَ اللّٰهِ بِاَ فْوَاهِهِمْ وَا للّٰهُ مُتِمُّ نُوْرِهٖ وَلَوْ كَرِهَ الْكٰفِرُوْنَ
yuriiduuna liyuthfi`uu nuurollaahi bi`afwaahihim, wallohu mutimmu nuurihii walau karihal-kaafiruun

"Mereka<5> hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, tetapi Allah tetap menyempurnakan cahaya-Nya meskipun orang-orang kafir membencinya."

[9]
هُوَ الَّذِيْۤ اَرْسَلَ رَسُوْلَهٗ بِا لْهُدٰى وَدِيْنِ الْحَـقِّ لِيُظْهِرَهٗ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهٖ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُوْنَ
huwallaziii arsala rosuulahuu bil-hudaa wa diinil-haqqi liyuzh-hirohuu 'alad-diini kullihii walau karihal-musyrikuun

"Dialah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar, untuk memenangkannya di atas segala agama meskipun orang-orang musyrik membencinya."

[10]
يٰۤاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا هَلْ اَدُلُّكُمْ عَلٰى تِجَارَةٍ تُنْجِيْكُمْ مِّنْ عَذَا بٍ اَلِيْمٍ
yaaa ayyuhallaziina aamanuu hal adullukum 'alaa tijaarotin tunjiikum min 'azaabin aliim

"Wahai orang-orang yang beriman! Maukah kamu<5> Aku tunjukkan suatu perdagangan yang dapat menyelamatkan kamu<7> dari azab yang pedih?"

[11]
تُؤْمِنُوْنَ بِا للّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ وَتُجَاهِدُوْنَ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ بِاَ مْوَا لِكُمْ وَاَ نْفُسِكُمْ ۗ ذٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّـكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ ۙ 
tu`minuuna billaahi wa rosuulihii wa tujaahiduuna fii sabiilillaahi bi`amwaalikum wa anfusikum, zaalikum khoirul lakum ing kuntum ta'lamuun

"(Yaitu) kamu<5> beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahui,"

[12]
يَغْفِرْ لَـكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَيُدْخِلْكُمْ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ وَمَسٰكِنَ طَيِّبَةً فِيْ جَنّٰتِ عَدْنٍ ۗ ذٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيْمُ ۙ 
yaghfir lakum zunuubakum wa yudkhilkum jannaatin tajrii min tahtihal-an-haaru wa masaakina thoyyibatan fii jannaati 'adn, zaalikal-fauzul-'azhiim

"niscaya Allah mengampuni dosa-dosamu dan memasukkan kamu<7> ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, dan ke tempat-tempat tinggal yang baik di dalam Surga 'Adn. Itulah kemenangan yang agung,"

[13]
وَاُخْرٰى تُحِبُّوْنَهَا ۗ نَصْرٌ مِّنَ اللّٰهِ وَفَـتْحٌ قَرِيْبٌ ۗ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِيْنَ
wa ukhroo tuhibbuunahaa, nashrum minallohi wa fat-hung qoriib, wa basysyiril-mu`miniin

"dan (ada lagi) karunia yang lain yang kamu sukai (yaitu) pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat.
Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang mukmin."

[14]
يٰۤاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُوْنُوْۤا اَنْصَارَ اللّٰهِ كَمَا قَا لَ عِيْسَى ابْنُ مَرْيَمَ لِلْحَوٰارِيّٖنَ مَنْ اَنْصَارِيْۤ اِلَى اللّٰهِ ۗ قَا لَ الْحَـوٰرِيُّوْنَ نَحْنُ اَنْصَارُ اللّٰهِ فَاٰ مَنَتْ طَّآئِفَةٌ مِّنْۢ بَنِيْۤ اِسْرَآءِيْلَ وَكَفَرَتْ طَّآئِفَةٌ ۚ فَاَيَّدْنَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا عَلٰى عَدُوِّهِمْ فَاَصْبَحُوْا ظٰهِرِيْنَ
yaaa ayyuhallaziina aamanuu kuunuuu anshoorollaahi kamaa qoola 'iisabnu maryama lil-hawaariyyiina man anshooriii ilalloh, qoolal-hawaariyyuuna nahnu anshoorullohi fa aamanat thooo`ifatum mim baniii isrooo`iila wa kafarot thooo`ifah, fa ayyadnallaziina aamanuu 'alaa 'aduwwihim fa ashbahuu zhoohiriin

"Wahai orang-orang<5> yang beriman! Jadilah kamu penolong-penolong (agama) Allah sebagaimana 'Isa putra Maryam telah berkata kepada pengikut-pengikutnya yang setia, Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku (untuk menegakkan agama) Allah? Pengikut-pengikutnya yang setia itu berkata, Kamilah penolong-penolong (agama) Allah, lalu segolongan dari Bani Israil beriman dan segolongan (yang lain) kafir; lalu Kami berikan kekuatan kepada orang-orang yang beriman terhadap musuh-musuh mereka, sehingga mereka menjadi orang-orang yang menang."
.


{62} Al-Jumu'ah (Hari Jum'at)
_______________________________
     < Madinah >  < 11 ayat >


[1]
يُسَبِّحُ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِ الْمَلِكِ الْقُدُّوْسِ الْعَزِيْزِ الْحَكِيْمِ
yusabbihu lillaahi maa fis-samaawaati wa maa fil-ardhil-malikil-qudduusil-'aziizil-hakiim

"Apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi senantiasa bertasbih kepada Allah. Maha Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana."

[2]
هُوَ الَّذِيْ بَعَثَ فِى الْاُمِّيّٖنَ رَسُوْلًا مِّنْهُمْ يَتْلُوْا عَلَيْهِمْ اٰيٰتِهٖ وَيُزَكِّيْهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتٰبَ وَا لْحِكْمَةَ وَاِ نْ كَا نُوْا مِنْ قَبْلُ لَفِيْ ضَلٰلٍ مُّبِيْنٍ ۙ 
huwallazii ba'asa fil-ummiyyiina rosuulam min-hum yatluu 'alaihim aayaatihii wa yuzakkiihim wa yu'allimuhumul-kitaaba wal-hikmata wa ing kaanuu ming qoblu lafii dholaalim mubiin

"Dialah yang mengutus seorang Rasul kepada kaum yang buta huruf dari kalangan mereka<5> sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, menyucikan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Kitab dan Hikmah (Sunnah), meskipun sebelumnya, mereka<5> benar-benar dalam kesesatan yang nyata,"

[3]
وَّاٰخَرِيْنَ مِنْهُمْ لَمَّا يَلْحَقُوْا بِهِمْ ۗ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
wa aakhoriina min-hum lammaa yal-haquu bihim, wa huwal-'aziizul-hakiim

"dan (juga) kepada kaum yang lain dari mereka yang belum berhubungan dengan mereka. Dan Dialah Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana,"

[4]
ذٰلِكَ فَضْلُ اللّٰهِ يُؤْتِيْهِ مَنْ يَّشَآءُ ۗ وَا للّٰهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيْمِ
zaalika fadhlullohi yu`tiihi may yasyaaa`, wallohu zul-fadhlil-'azhiim

"demikianlah karunia Allah, yang diberikan kepada siapa yang Dia kehendaki; dan Allah memiliki karunia yang besar."

[5]
مَثَلُ الَّذِيْنَ حُمِّلُوا التَّوْرٰٮةَ ثُمَّ لَمْ يَحْمِلُوْهَا كَمَثَلِ الْحِمَارِ يَحْمِلُ اَسْفَارًا ۗ بِئْسَ مَثَلُ الْقَوْمِ الَّذِيْنَ كَذَّبُوْا بِاٰيٰتِ اللّٰهِ ۗ وَا للّٰهُ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الظّٰلِمِيْنَ
masalullaziina hummilut-tauroota summa lam yahmiluuhaa kamasalil-himaari yahmilu asfaaroo, bi`sa masalul-qoumillaziina kazzabuu bi`aayaatillaah, wallohu laa yahdil-qoumazh-zhoolimiin

"Perumpamaan orang-orang yang diberi tugas membawa Taurat, kemudian mereka tidak membawanya (tidak mengamalkannya) adalah seperti keledai yang membawa kitab-kitab yang tebal. Sangat buruk perumpamaan kaum yang mendustakan ayat-ayat Allah. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang<5> yang zalim."

[6]
قُلْ يٰۤاَيُّهَا الَّذِيْنَ هَادُوْۤا اِنْ زَعَمْتُمْ اَنَّكُمْ اَوْلِيَآءُ لِلّٰهِ مِنْ دُوْنِ النَّاسِ فَتَمَنَّوُا الْمَوْتَ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ
qul yaaa ayyuhallaziina haaduuu in za'amtum annakum auliyaaa`u lillaahi min duunin-naasi fa tamannawul-mauta ing kuntum shoodiqiin

"Katakanlah (Muhammad), Wahai orang-orang Yahudi! Jika kamu mengira bahwa kamulah kekasih Allah, bukan orang-orang yang lain, maka harapkanlah kematianmu, jika kamu orang yang benar."

[7]
وَلَا يَتَمَنَّوْنَهٗۤ اَبَدًا بِۢمَا قَدَّمَتْ اَيْدِيْهِمْ ۗ وَا للّٰهُ عَلِيْمٌ بِۢا لظّٰلِمِيْنَ
wa laa yatamannaunahuuu abadam bimaa qoddamat aidiihim, wallohu 'aliimum bizh-zhoolimiin

"Dan mereka<5> tidak akan mengharapkan kematian itu selamanya disebabkan kejahatan yang telah mereka<5> perbuat dengan tangan mereka sendiri. Dan Allah Maha Mengetahui orang-orang yang zalim."

[8]
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِ نَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عٰلِمِ الْغَيْبِ وَا لشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ
qul innal-mautallazii tafirruuna min-hu fa innahuu mulaaqiikum summa turodduuna ilaa 'aalimil-ghoibi wasy-syahaadati fa yunabbi`ukum bimaa kuntum ta'maluun

"Katakanlah, Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu<5>, kemudian kamu<7> akan dikembalikan kepada (Allah), Yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu<5> kerjakan (didunia)."

[9]*
يٰۤاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اِذَا نُوْدِيَ لِلصَّلٰوةِ مِنْ يَّوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا اِلٰى ذِكْرِ اللّٰهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ ۗ ذٰ لِكُمْ خَيْرٌ لَّـكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ
yaaa ayyuhallaziina aamanuuu izaa nuudiya lish-sholaati miy yaumil-jumu'ati fas'au ilaa zikrillaahi wa zarul baii', zaalikum khoirul lakum ing kuntum ta'lamuun

"Wahai orang-orang yang beriman!
Apabila telah diseru untuk melaksanakan sholat pada hari Jum'at, maka segeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli.
Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui."

[10]
فَاِذَا قُضِيَتِ الصَّلٰوةُ فَا نْتَشِرُوْا فِى الْاَرْضِ وَا بْتَغُوْا مِنْ فَضْلِ اللّٰهِ وَاذْكُرُوا اللّٰهَ كَثِيْرًا لَّعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ
fa izaa qudhiyatish-sholaatu fantasyiruu fil-ardhi wabtaghuu min fadhlillaahi wazkurulloha kasiirol la'allakum tuflihuun

"Apabila sholat telah dilaksanakan, maka bertebaranlah kamu di bumi; carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak agar kamu beruntung (di akhirat)."

[11]
وَاِذَا رَاَوْا تِجَارَةً اَوْ لَهْوَاۡ ٭نْفَضُّوْۤا اِلَيْهَا وَتَرَكُوْكَ قَآئِمًا ۗ قُلْ مَا عِنْدَ اللّٰهِ خَيْرٌ مِّنَ اللَّهْوِ وَمِنَ التِّجَارَةِ ۗ وَا للّٰهُ خَيْرُ الرّٰزِقِيْنَ
wa izaa ro`au tijaarotan au lahwaninfadhdhuuu ilaihaa wa tarokuuka qooo`imaa, qul maa 'indallohi khoirum minal-lahwi wa minat-tijaaroh, wallohu khoirur-rooziqiin

"Dan apabila mereka melihat perdagangan atau permainan, mereka segera menuju kepadanya dan mereka<5> tinggalkan engkau (Muhammad) sedang berdiri (berkhotbah).
Katakanlah, Apa yang ada di sisi Allah lebih baik daripada permainan dan perdagangan, dan Allah Pemberi Rezeki yang terbaik."
.


{63} Al-Munafiqun 
              (Orang-orang munafik)
________________________________
      < Madinah >  < 11 ayat >


[1]
اِذَا جَآءَكَ الْمُنٰفِقُوْنَ قَا لُوْا نَشْهَدُ اِنَّكَ لَرَسُوْلُ اللّٰهِ ۘ وَا للّٰهُ يَعْلَمُ اِنَّكَ لَرَسُوْلُهٗ ۗ وَا للّٰهُ يَشْهَدُ اِنَّ الْمُنٰفِقِيْنَ لَـكٰذِبُوْنَ ۚ 
izaa jaaa`akal munaafiquuna qooluu nasy-hadu innaka larosuululloh, wallohu ya'lamu innaka larosuuluh, wallohu yasy-hadu innal-munaafiqiina lakaazibuun

"Apabila orang-orang munafik datang kepadamu (Muhammad), mereka berkata, Kami mengakui, bahwa engkau adalah rasul Allah. Dan Allah mengetahui bahwa engkau benar-benar rasul-Nya; dan Allah menyaksikan bahwa orang-orang munafik itu benar-benar pendusta."

[2]
اِتَّخَذُوْۤا اَيْمَا نَهُمْ جُنَّةً فَصَدُّوْا عَنْ سَبِيْلِ اللّٰهِ ۗ اِنَّهُمْ سَآءَ مَا كَا نُوْا يَعْمَلُوْنَ
ittakhozuuu aimaanahum junnatan fa shodduu 'an sabiilillaah, innahum saaa`a maa kaanuu ya'maluun

"Mereka<5> menjadikan sumpah-sumpah mereka sebagai perisai, lalu mereka<5> menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah. Sungguh, betapa buruknya apa yang telah mereka kerjakan."

[3]
ذٰلِكَ بِاَ نَّهُمْ اٰمَنُوْا ثُمَّ كَفَرُوْا فَطُبِعَ عَلٰى قُلُوْبِهِمْ فَهُمْ لَا يَفْقَهُوْنَ
zaalika bi`annahum aamanuu summa kafaruu fa thubi'a 'alaa quluubihim fa hum laa yafqohuun

"Yang demikian itu karena sesungguhnya mereka<5> telah beriman, kemudian menjadi kafir, maka hati mereka<5> dikunci, sehingga mereka tidak dapat mengerti."

[4]
وَاِذَا رَاَيْتَهُمْ تُعْجِبُكَ اَجْسَا مُهُمْ ۗ وَاِ نْ يَّقُوْلُوْا تَسْمَعْ لِقَوْلِهِمْ ۗ كَاَ نَّهُمْ خُشُبٌ مُّسَنَّدَةٌ ۗ يَحْسَبُوْنَ كُلَّ صَيْحَةٍ عَلَيْهِمْ ۗ هُمُ الْعَدُوُّ فَاحْذَرْهُمْ ۗ قَا تَلَهُمُ اللّٰهُ ۖ اَنّٰى يُـؤْفَكُوْنَ
wa izaa ro`aitahum tu'jibuka ajsaamuhum, wa iy yaquuluu tasma' liqoulihim, ka`annahum khusyubum musannadah, yahsabuuna kulla shoihatin 'alaihim, humul-'aduwwu fahzar-hum, qootalahumullohu annaa yu`fakuun

"Dan apabila engkau melihat mereka, tubuh mereka mengagumkanmu. Dan jika mereka berkata, engkau mendengarkan tutur katanya. Mereka seakan-akan kayu yang tersandar. Mereka mengira bahwa setiap teriakan ditujukan kepada mereka. Mereka<5> itulah musuh (yang sebenarnya), maka waspadalah terhadap mereka; semoga Allah membinasakan mereka. Bagaimanakah mereka dapat dipalingkan (dari kebenaran)?"

[5]
وَاِذَا قِيْلَ لَهُمْ تَعَا لَوْا يَسْتَغْفِرْ لَـكُمْ رَسُوْلُ اللّٰهِ لَـوَّوْا رُءُوْسَهُمْ وَرَاَيْتَهُمْ يَصُدُّوْنَ وَهُمْ مُّسْتَكْبِرُوْنَ
wa izaa qiila lahum ta'aalau yastaghfir lakum rosuulullohi lawwau ru`uusahum wa ro`aitahum yashudduuna wa hum mustakbiruun

"Dan apabila dikatakan kepada mereka<5>, Marilah (beriman), agar Rasulullah memohonkan ampunan bagimu, mereka membuang muka dan engkau lihat mereka<5> berpaling dengan menyombongkan diri."

[6]
سَوَآءٌ عَلَيْهِمْ اَسْتَغْفَرْتَ لَهُمْ اَمْ لَمْ تَسْتَغْفِرْ لَهُمْ ۗ لَنْ يَّغْفِرَ اللّٰهُ لَهُمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الْفٰسِقِيْنَ
sawaaa`un 'alaihim astaghfarta lahum am lam tastaghfir lahum, lay yaghfirollaahu lahum, innalloha laa yahdil-qoumal-faasiqiin

"Sama saja bagi mereka<5>, engkau (Muhammad) mohonkan ampunan untuk mereka atau tidak engkau mohonkan ampunan bagi mereka, Allah tidak akan mengampuni mereka; sesungguhnya Allah tidak akan memberi petunjuk kepada orang-orang<5> yang fasik."

[7]
هُمُ الَّذِيْنَ يَقُوْلُوْنَ لَا تُنْفِقُوْا عَلٰى مَنْ عِنْدَ رَسُوْلِ اللّٰهِ حَتّٰى يَنْفَضُّوْا ۗ وَلِلّٰهِ خَزَآئِنُ السَّمٰوٰتِ وَا لْاَرْضِ وَلٰـكِنَّ الْمُنٰفِقِيْنَ لَا يَفْقَهُوْنَ
humullaziina yaquuluuna laa tunfiquu 'alaa man 'inda rosuulillaahi hattaa yanfadhdhuu, wa lillaahi khozaaa`inus-samaawaati wal-ardhi wa laakinnal-munaafiqiina laa yafqohuun

"Mereka yang berkata (kepada orang-orang Ansar), Janganlah kamu bersedekah kepada orang-orang (Muhajirin) yang ada di sisi Rasulullah sampai mereka bubar (meninggalkan Rasulullah). Padahal milik Allahlah perbendaharaan langit dan bumi, tetapi orang-orang munafik itu tidak memahami."

[8]
يَقُوْلُوْنَ لَئِنْ رَّجَعْنَاۤ اِلَى الْمَدِيْنَةِ لَيُخْرِجَنَّ الْاَعَزُّ مِنْهَا الْاَذَلَّ   ۗ وَلِلّٰهِ الْعِزَّةُ وَلِرَسُوْلِهٖ وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ وَلٰـكِنَّ الْمُنٰفِقِيْنَ لَا يَعْلَمُوْنَ
yaquuluuna la`ir roja'naaa ilal-madiinati layukhrijannal-a'azzu min-hal-azall, wa lillaahil-'izzatu wa lirosuulihii wa lil-mu`miniina wa laakinnal-munaafiqiina laa ya'lamuun

"Mereka berkata, Sungguh, jika kita kembali ke Madinah (kembali dari perang Bani Mustalik), pastilah orang yang kuat akan mengusir orang-orang yang lemah dari sana. Padahal kekuatan itu hanyalah bagi Allah, Rasul-Nya, dan bagi orang-orang mukmin, tetapi orang-orang munafik itu tidak mengetahui."

[9]
يٰۤاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تُلْهِكُمْ اَمْوَا لُكُمْ وَلَاۤ اَوْلَادُكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللّٰهِ ۚ وَمَنْ يَّفْعَلْ ذٰلِكَ فَاُولٰٓئِكَ هُمُ الْخٰسِرُوْنَ
yaaa ayyuhallaziina aamanuu laa tul-hikum amwaalukum wa laaa aulaadukum 'an zikrillaah, wa may yaf'al zaalika fa ulaaa`ika humul-khoosiruun

"Wahai orang-orang<5> yang beriman! Janganlah harta bendamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. 
Dan barang siapa berbuat demikian, maka mereka<5> itulah orang-orang yang rugi."

[10]
وَاَ نْفِقُوْا مِنْ مَّا رَزَقْنٰكُمْ مِّنْ قَبْلِ اَنْ يَّأْتِيَ اَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُوْلَ رَبِّ لَوْلَاۤ اَخَّرْتَنِيْۤ اِلٰۤى اَجَلٍ قَرِيْبٍ ۙ فَاَصَّدَّقَ وَاَ كُنْ مِّنَ الصّٰلِحِيْنَ
wa anfiquu mimmaa rozaqnaakum ming qobli ay ya`tiya ahadakumul-mautu fa yaquula robbi lau laaa akhkhortaniii ilaaa ajaling qoriibin fa ashshoddaqo wa akum minash-shoolihiin

"Dan infakkanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum kematian datang kepada salah seorang di antara kamu; lalu dia berkata (menyesali), Ya Tuhanku, sekiranya Engkau berkenan menunda (kematian)ku sedikit waktu lagi, maka aku dapat bersedekah dan aku akan termasuk orang-orang yang saleh."

[11]
وَلَنْ يُّؤَخِّرَ اللّٰهُ نَفْسًا اِذَا جَآءَ اَجَلُهَا ۗ وَا للّٰهُ خَبِيْرٌ بِۢمَا تَعْمَلُوْنَ
wa lay yu`akhkhirollaahu nafsan izaa jaaa`a ajaluhaa, wallohu khobiirum bimaa ta'maluun

"Dan Allah tidak akan menunda (kematian) seseorang apabila waktu kematiannya telah datang. Dan Allah Maha Mengetahui terhadap apa yang kamu kerjakan."
.



{64} At-Taghabun (Hari ditampakkan
                       segala kesalahan)
________________________________________
          < Madinah >   < 18 ayat >


[1]
يُسَبِّحُ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِ ۚ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ ۖ وَهُوَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
yusabbihu lillaahi maa fis-samaawaati wa maa fil-ardh, lahul-mulku wa lahul-hamdu wa huwa 'alaa kulli syai`ing qodiir

"Apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi senantiasa bertasbih kepada Allah; milik-Nya semua kerajaan dan bagi-Nya (pula) segala puji; dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu."

[2]
هُوَ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ فَمِنْكُمْ كَا فِرٌ وَّمِنْكُمْ مُّؤْمِنٌ ۗ وَا للّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ بَصِيْرٌ
huwallazii kholaqokum fa mingkum kaafiruw wa mingkum mu`min, wallohu bimaa ta'maluuna bashiir

"Dialah yang menciptakan kamu, lalu di antara kamu<5> ada yang kafir dan di antara kamu<5> (juga) ada yang mukmin. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan."

[3]
خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَا لْاَرْضَ بِا لْحَـقِّ وَصَوَّرَكُمْ فَاَحْسَنَ صُوَرَكُمْ ۚ وَاِ لَيْهِ الْمَصِيْرُ
kholaqos-samaawaati wal-ardho bil-haqqi wa showwarokum fa ahsana shuwarokum, wa ilaihil-mashiir

"Dia menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar, Dia membentuk rupamu lalu memperbagus rupamu, dan kepada-Nya tempat kembali."

[4]
يَعْلَمُ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَا لْاَرْضِ وَيَعْلَمُ مَا تُسِرُّوْنَ وَمَا تُعْلِنُوْنَ ۗ وَا للّٰهُ عَلِيْمٌ بِۢذَا تِ الصُّدُوْرِ
ya'lamu maa fis-samaawaati wal-ardhi wa ya'lamu maa tusirruuna wa maa tu'linuun, wallohu 'aliimum bizaatish-shuduur

"Dia mengetahui apa yang ada di langit dan di bumi, dan mengetahui apa yang kamu rahasiakan dan apa yang kamu nyatakan. Dan Allah Maha Mengetahui segala isi hati."

[5]
اَلَمْ يَأْتِكُمْ نَبَـؤُا الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْ قَبْلُ ۖ فَذَا قُوْا وَبَا لَ اَمْرِهِمْ وَلَهُمْ عَذَا بٌ اَلِيْمٌ
a lam ya`tikum naba`ullaziina kafaruu ming qoblu fa zaaquu wa baala amrihim wa lahum 'azaabun aliim

"Apakah belum sampai kepadamu (orang-orang kafir) berita orang-orang kafir dahulu? Maka mereka<5> telah merasakan akibat buruk dari perbuatannya dan mereka<7> memperoleh azab yang pedih."

[6]
ذٰلِكَ بِاَ نَّهٗ كَا نَتْ تَّأْتِيْهِمْ رُسُلُهُمْ بِا لْبَيِّنٰتِ فَقَا لُوْۤا اَبَشَرٌ يَّهْدُوْنَـنَا ۖ فَكَفَرُوْا وَتَوَلَّوْا وَّاسْتَغْنَى اللّٰهُ ۗ وَا للّٰهُ غَنِيٌّ حَمِيْدٌ
zaalika bi`annahuu kaanat ta`tiihim rusuluhum bil-bayyinaati fa qooluuu abasyaruy yahduunanaa fa kafaruu wa tawallaw wastaghnalloh, wallohu ghoniyyun hamiid

"Yang demikian itu karena sesungguhnya ketika rasul-rasul datang kepada mereka<5> membawa keterangan-keterangan, lalu mereka berkata, Apakah (pantas) manusia yang memberi petunjuk kepada kami? Lalu mereka ingkar dan berpaling; padahal Allah tidak memerlukan (mereka). Dan Allah Maha Kaya, Maha Terpuji."

[7]
زَعَمَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْۤا اَنْ لَّنْ يُّبْـعَـثُـوْا ۗ قُلْ بَلٰى وَرَبِّيْ لَـتُبْـعَـثُـنَّ ثُمَّ لَـتُنَـبَّـؤُنَّ بِمَا عَمِلْـتُمْ ۗ وَذٰلِكَ عَلَى اللّٰهِ يَسِيْرٌ
za'amallaziina kafaruuu al lay yub'asuu, qul balaa wa robbii latub'asunna summa latunabba`unna bimaa 'amiltum, wa zaalika 'alallohi yasiir

"Orang-orang yang kafir mengira, bahwa mereka tidak akan dibangkitkan. Katakanlah (Muhammad), Tidak demikian, demi Tuhanku, kamu pasti dibangkitkan, kemudian diberitakan semua yang telah kamu kerjakan. Dan yang demikian itu mudah bagi Allah."

[8]
فَاٰ مِنُوْا بِا للّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ وَا لنُّوْرِ الَّذِيْۤ اَنْزَلْنَا ۗ وَا للّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ
fa aaminuu billaahi wa rosuulihii wan-nuurillaziii anzalnaa, wallohu bimaa ta'maluuna khobiir

"Maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada cahaya (Al-Qur'an) yang telah Kami turunkan. Dan Allah Maha Mengetahui terhadap apa yang kamu kerjakan."

[9]
يَوْمَ يَجْمَعُكُمْ لِيَوْمِ الْجَمْعِ ذٰلِكَ يَوْمُ التَّغَا بُنِ ۗ وَمَنْ يُّؤْمِنْ بِۢا للّٰهِ وَيَعْمَلْ صَا لِحًـا يُّكَفِّرْ عَنْهُ سَيِّاٰتِهٖ وَيُدْخِلْهُ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ خٰلِدِيْنَ فِيْهَاۤ اَبَدًا ۗ ذٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِیْمُ
yauma yajma'ukum liyaumil-jam'i zaalika yaumut-taghoobun, wa may yu`mim billaahi wa ya'mal shoolihay yukaffir 'an-hu sayyi`aatihii wa yudkhil-hu jannaatin tajrii min tahtihal-an-haaru khoolidiina fiihaaa abadaa, zaalikal-fauzul-'azhiim

"(Ingatlah) pada hari (ketika) Allah mengumpulkan kamu<7> pada hari berhimpun, itulah hari pengungkapan kesalahan-kesalahan. Dan barang siapa beriman kepada Allah dan mengerjakan kebajikan niscaya Allah akan menghapus kesalahan-kesalahannya dan memasukkannya ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka<7> kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang agung."

[10]
وَا لَّذِيْنَ كَفَرُوْا وَكَذَّبُوْا بِاٰيٰتِنَاۤ اُولٰٓئِكَ اَصْحٰبُ النَّارِ خٰلِدِيْنَ فِيْهَا ۗ وَبِئْسَ الْمَصِيْرُ
wallaziina kafaruu wa kazzabuu bi`aayaatinaaa ulaaa`ika ash-haabun-naari khoolidiina fiihaa, wa bi`sal-mashiir

"Dan orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka<7> itulah penghuni neraka, mereka<7> kekal di dalamnya. Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali."

[11]
مَاۤ اَصَا بَ مِنْ مُّصِيْبَةٍ اِلَّا بِاِذْنِ اللّٰهِ ۗ وَمَنْ يُّؤْمِنْ بِۢا للّٰهِ يَهْدِ قَلْبَهٗ ۗ وَا للّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ
maaa ashooba mim mushiibatin illaa bi`iznillaah, wa may yu`mim billaahi yahdi qolbah, wallohu bikulli syai`in 'aliim

"Tidak ada suatu musibah yang menimpa (seseorang), kecuali dengan izin Allah; dan barang siapa beriman kepada Allah, niscaya Allah akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu."

[12]
وَاَ طِيْعُوا اللّٰهَ وَاَ طِيْعُوا الرَّسُوْلَ ۚ فَاِ نْ تَوَلَّيْتُمْ فَاِ نَّمَا عَلٰى رَسُوْلِنَا الْبَلٰغُ الْمُبِيْنُ
wa athii'ulloha wa athii'ur-rosuul, fa in tawallaitum fa innamaa 'alaa rosuulinal-balaaghul-mubiin

"Dan taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul. Jika kamu berpaling maka sesungguhnya kewajiban Rasul Kami hanyalah menyampaikan (amanah Allah) dengan terang."

[13]
اَللّٰهُ لَاۤ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ ۗ وَعَلَى اللّٰهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُوْنَ
allohu laaa ilaaha illaa huw, wa 'alallohi falyatawakkalil-mu`minuun

"(Dialah) Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Dan hendaklah orang-orang mukmin bertawakal kepada Allah."

[14]
يٰۤاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اِنَّ مِنْ اَزْوَاجِكُمْ وَاَوْلَادِكُمْ عَدُوًّا لَّكُمْ فَاحْذَرُوْهُمْ ۚ وَاِ نْ تَعْفُوْا وَتَصْفَحُوْا وَتَغْفِرُوْا فَاِ نَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
yaaa ayyuhallaziina aamanuuu inna min azwaajikum wa aulaadikum 'aduwwal lakum fahzaruuhum, wa in ta'fuu wa tashfahuu wa taghfiruu fa innalloha ghofuurur rohiim

"Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka; dan jika kamu maafkan dan kamu santuni serta ampuni (mereka), maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang."

[15]
اِنَّمَاۤ اَمْوَا لُـكُمْ وَاَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ    ۗ وَا للّٰهُ عِنْدَهٗۤ اَجْرٌ عَظِيْمٌ
innamaaa amwaalukum wa aulaadukum fitnah, wallohu 'indahuuu ajrun 'azhiim

"Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), dan di sisi Allah pahala yang besar."

[16]
فَا تَّقُوا اللّٰهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ وَاسْمَعُوْا وَاَ طِيْعُوْا وَاَ نْفِقُوْا خَيْرًا لِّاَنْفُسِكُمْ ۗ وَمَنْ يُّوْقَ شُحَّ نَفْسِهٖ فَاُولٰٓئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ
fattaqulloha mastatho'tum wasma'uu wa athii'uu wa anfiquu khoirol li`anfusikum, wa may yuuqo syuhha nafsihii fa ulaaa`ika humul-muflihuun

"Maka bertakwalah kamu<5> kepada Allah menurut kesanggupanmu dan dengarlah serta taatlah; dan infakkanlah harta yang baik untuk diri (sejati<7>)mu. Dan barangsiapa dijaga diri<5>nya dari kekikiran, mereka<7> itulah orang-orang yang beruntung."

[17]
اِنْ تُقْرِضُوا اللّٰهَ قَرْضًا حَسَنًا يُّضٰعِفْهُ لَـكُمْ وَيَغْفِرْ لَـكُمْ ۗ وَا للّٰهُ شَكُوْرٌ حَلِيْمٌ ۙ 
in tuqridhulloha qordhon hasanay yudhoo'if-hu lakum wa yaghfir lakum, wallohu syakuurun haliim

"Jika kamu meminjamkan kepada Allah dengan pinjaman yang baik, niscaya Dia melipatgandakan (balasan) untukmu dan mengampuni kamu. Dan Allah Maha Mensyukuri, Maha Penyantun."

[18]
عٰلِمُ الْغَيْبِ وَا لشَّهَادَةِ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
'aalimul-ghoibi wasy-syahaadatil-'aziizul-hakiim

"Yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata. Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana."
.


{65}  At-Talaq  (Talak)
________________________
 <Madinah> <11 ayat>


[1]
يٰۤاَيُّهَا النَّبِيُّ اِذَا طَلَّقْتُمُ النِّسَآءَ فَطَلِّقُوْهُنَّ لِعِدَّتِهِنَّ وَاَحْصُوا الْعِدَّةَ ۚ وَا تَّقُوا اللّٰهَ رَبَّكُمْ ۚ لَا تُخْرِجُوْهُنَّ مِنْۢ بُيُوْتِهِنَّ وَلَا يَخْرُجْنَ اِلَّاۤ اَنْ يَّأْتِيْنَ بِفَاحِشَةٍ مُّبَيِّنَةٍ ۗ وَتِلْكَ حُدُوْدُ اللّٰهِ ۗ وَمَنْ يَّتَعَدَّ حُدُوْدَ اللّٰهِ فَقَدْ ظَلَمَ نَفْسَهٗ ۗ لَا تَدْرِيْ لَعَلَّ اللّٰهَ يُحْدِثُ بَعْدَ ذٰلِكَ اَمْرًا
yaaa ayyuhan-nabiyyu izaa thollaqtumun-nisaaa`a fa tholliquuhunna li'iddatihinna wa ahshul-'iddah, wattaqulloha robbakum, laa tukhrijuuhunna mim buyuutihinna wa laa yakhrujna illaaa ay ya`tiina bifaahisyatim mubayyinah, wa tilka huduudulloh, wa may yata'adda huduudallohi fa qod zholama nafsah, laa tadrii la'allalloha yuhdisu ba'da zaalika amroo

"Wahai Nabi! Apabila kamu menceraikan istri-istrimu maka hendaklah kamu ceraikan mereka pada waktu mereka dapat (menghadapi) idahnya (yang wajar), dan hitunglah waktu idah itu, serta bertakwalah kepada Allah Tuhanmu. Janganlah kamu keluarkan mereka dari rumahnya dan janganlah (diizinkan) keluar kecuali jika mereka mengerjakan perbuatan keji yang jelas. Itulah hukum-hukum Allah, dan barang siapa melanggar hukum-hukum Allah, maka sungguh, dia telah berbuat zalim terhadap dirinya sendiri. Kamu tidak mengetahui barangkali setelah itu Allah mengadakan suatu ketentuan yang baru."

[2]
فَاِذَا بَلَغْنَ اَجَلَهُنَّ فَاَ مْسِكُوْهُنَّ بِمَعْرُوْفٍ اَوْ فَارِقُوْهُنَّ بِمَعْرُوْفٍ وَّاَشْهِدُوْا ذَوَيْ عَدْلٍ مِّنْكُمْ وَاَ قِيْمُوا الشَّهَادَةَ لِلّٰهِ ۗ ذٰ لِكُمْ يُوْعَظُ بِهٖ مَنْ كَا نَ يُؤْمِنُ بِا للّٰهِ وَا لْيَوْمِ الْاٰخِرِ ۙ وَمَنْ يَّـتَّـقِ اللّٰهَ يَجْعَلْ لَّهٗ مَخْرَجًا ۙ 
fa izaa balaghna ajalahunna fa amsikuuhunna bima'ruufin au faariquuhunna bima'ruufiw wa asy-hiduu zawai 'adlim mingkum wa aqiimusy-syahaadata lillaah, zaalikum yuu'azhu bihii mang kaana yu`minu billaahi wal-yaumil-aakhir, wa may yattaqillaaha yaj'al lahuu makhrojaa

"Maka apabila mereka telah mendekati akhir idahnya, maka rujuklah (kembali kepada) mereka dengan baik atau lepaskanlah mereka dengan baik dan persaksikanlah dengan dua orang saksi yang adil di antara kamu dan hendaklah kamu tegakkan kesaksian itu karena Allah. Demikianlah pengajaran itu diberikan bagi orang yang beriman kepada Allah dan hari Akhirat. Barang siapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya."

[3]
وَّيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ۗ وَمَنْ يَّتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ فَهُوَ حَسْبُهٗ ۗ اِنَّ اللّٰهَ بَا لِغُ اَمْرِهٖ ۗ قَدْ جَعَلَ اللّٰهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا
wa yarzuq-hu min haisu laa yahtasib, wa may yatawakkal 'alallohi fa huwa hasbuh, innalloha baalighu amrih, qod ja'alallohu likulli syai`ing qodroo

"dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barang siapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu."

[4]
وَا لّۤـٰـئِـيْ يَئِسْنَ مِنَ الْمَحِيْضِ مِنْ نِّسَآئِكُمْ اِنِ ارْتَبْتُمْ فَعِدَّتُهُنَّ ثَلٰثَةُ اَشْهُرٍ ۙ وَّالّۤـٰـئِـيْ لَمْ يَحِضْنَ ۗ وَاُولَا تُ الْاَحْمَا لِ اَجَلُهُنَّ اَنْ يَّضَعْنَ حَمْلَهُنَّ ۗ وَمَنْ يَّـتَّـقِ اللّٰهَ يَجْعَلْ لَّهٗ مِنْ اَمْرِهٖ یُسْرًا
wal-laaa`ii ya`isna minal-mahiidhi min nisaaa`ikum inirtabtum fa 'iddatuhunna salaasatu asy-huriw wal-laaa`ii lam yahidhn, wa ulaatul-ahmaali ajaluhunna ay yadho'na hamlahunn, wa may yattaqillaaha yaj'al lahuu min amrihii yusroo

"Perempuan-perempuan yang tidak haid lagi (menopause) di antara istri-istrimu jika kamu ragu-ragu (tentang masa idahnya) maka idahnya adalah tiga bulan; dan begitu (pula) perempuan-perempuan yang tidak haid. Sedangkan perempuan-perempuan yang hamil, waktu idah mereka itu sampai mereka melahirkan kandungannya. Dan barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia menjadikan kemudahan baginya dalam urusannya."

[5]
ذٰلِكَ اَمْرُ اللّٰهِ اَنْزَلَهٗۤ اِلَيْكُمْ ۗ وَمَنْ يَّـتَّـقِ اللّٰهَ يُكَفِّرْ عَنْهُ سَيِّاٰتِهٖ وَيُعْظِمْ لَهٗۤ اَجْرًا
zaalika amrullohi anzalahuuu ilaikum, wa may yattaqillaaha yukaffir 'an-hu sayyi`aatihii wa yu'zhim lahuuu ajroo

"Itulah perintah Allah yang diturunkan-Nya kepadamu; barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Allah akan menghapus kesalahan-kesalahannya dan akan melipatgandakan pahala baginya."

[6]
اَسْكِنُوْهُنَّ مِنْ حَيْثُ سَكَنْـتُمْ مِّنْ وُّجْدِكُمْ وَلَا تُضَآ رُّوْهُنَّ لِتُضَيِّقُوْا عَلَيْهِنَّ ۗ وَاِ نْ كُنَّ اُولَا تِ حَمْلٍ فَاَ نْفِقُوا عَلَيْهِنَّ حَتّٰى يَضَعْنَ حَمْلَهُنَّ ۚ فَاِ نْ اَرْضَعْنَ لَـكُمْ فَاٰ تُوْهُنَّ اُجُوْرَهُنَّ ۚ وَأْتَمِرُوْا بَيْنَكُمْ بِمَعْرُوْفٍ ۚ وَاِ نْ تَعَاسَرْتُمْ فَسَتُرْضِعُ لَهٗۤ اُخْرٰى ۗ 
askinuuhunna min haisu sakantum miw wujdikum wa laa tudhooorruuhunna litudhoyyiquu 'alaihinn, wa ing kunna ulaati hamlin fa anfiquu 'alaihinna hattaa yadho'na hamlahunn, fa in ardho'na lakum fa aatuuhunna ujuurohunn, wa`tamiruu bainakum bima'ruuf, wa in ta'aasartum fa saturdhi'u lahuuu ukhroo

"Tempatkanlah mereka (para istri) di mana kamu bertempat tinggal menurut kemampuanmu dan janganlah kamu menyusahkan mereka untuk menyempitkan (hati) mereka. Dan jika mereka (istri-istri yang sudah ditalak) itu sedang hamil, maka berikanlah kepada mereka nafkahnya sampai mereka melahirkan kandungannya, kemudian jika mereka menyusukan (anak-anak)mu maka berikanlah imbalannya kepada mereka; dan musyawarahkanlah di antara kamu (segala sesuatu) dengan baik; dan jika kamu menemui kesulitan, maka perempuan lain boleh menyusukan (anak itu) untuknya."

[7]
لِيُنْفِقْ ذُوْ سَعَةٍ مِّنْ سَعَتِهٖ ۗ وَمَنْ قُدِرَ عَلَيْهِ رِزْقُهٗ فَلْيُنْفِقْ مِمَّاۤ اٰتٰٮهُ اللّٰهُ ۗ لَا يُكَلِّفُ اللّٰهُ نَفْسًا اِلَّا مَاۤ اٰتٰٮهَا ۗ سَيَجْعَلُ اللّٰهُ بَعْدَ عُسْرٍ يُّسْرًا
liyunfiq zuu sa'atim min sa'atih, wa mang qudiro 'alaihi rizquhuu falyunfiq mimmaaa aataahulloh, laa yukallifullohu nafsan illaa maaa aataahaa, sayaj'alullohu ba'da 'usriy yusroo

"Hendaklah orang yang mempunyai keluasan memberi nafkah menurut kemampuannya, dan orang yang terbatas rezekinya, hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak membebani seseorang melainkan (sesuai) dengan apa yang diberikan Allah kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan setelah kesempitan."

[8]
وَكَاَيِّنْ مِّنْ قَرْيَةٍ عَتَتْ عَنْ اَمْرِ رَبِّهَا وَرُسُلِهٖ فَحَاسَبْنٰهَا حِسَا بًا شَدِيْدًا ۙ وَّعَذَّبْنٰهَا عَذَا بًا نُّكْرًا
wa ka`ayyim ming qoryatin 'atat 'an amri robbihaa wa rusulihii fa haasabnaahaa hisaaban syadiidaw wa 'azzabnaahaa 'azaaban nukroo

"Dan betapa banyak (penduduk) negeri yang mendurhakai perintah Tuhan mereka dan rasul-rasul-Nya, maka Kami buat perhitungan terhadap penduduk negeri itu dengan perhitungan yang ketat, dan Kami azab mereka<7> dengan azab yang mengerikan (di akhirat)."

[9]
فَذَا قَتْ وَبَا لَ اَمْرِهَا وَكَا نَ عَا قِبَةُ اَمْرِهَا خُسْرًا
fa zaaqot wa baala amrihaa wa kaana 'aaqibatu amrihaa khusroo

"Sehingga mereka<7> merasakan akibat yang buruk dari perbuatannya, dan akibat perbuatan mereka<5> itu adalah kerugian yang besar."

[10]
اَعَدَّ اللّٰهُ لَهُمْ عَذَا بًا شَدِيْدًا ۙ فَا تَّقُوا اللّٰهَ يٰۤاُولِى الْاَ لْبَا بِ  ۛ  الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا  ۛ  قَدْ اَنْزَلَ اللّٰهُ اِلَيْكُمْ ذِكْرًا ۙ 
a'addallohu lahum 'azaaban syadiidan fattaqulloha yaaa ulil-albaab, allaziina aamanuu qod anzalallohu ilaikum zikroo

"Allah menyediakan azab yang keras bagi mereka<7>, maka bertakwalah kepada Allah wahai orang-orang yang mempunyai akal! (Yaitu) orang-orang yang beriman. Sungguh, Allah telah menurunkan peringatan kepadamu,"

[11]
رَّسُوْلًا يَّتْلُوْا عَلَيْكُمْ اٰيٰتِ اللّٰهِ مُبَيِّنٰتٍ لِّيُخْرِجَ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ مِنَ الظُّلُمٰتِ اِلَى النُّوْرِ ۗ وَمَنْ يُّؤْمِنْ بِۢا للّٰهِ وَيَعْمَلْ صَا لِحًـا يُّدْخِلْهُ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ خٰلِدِيْنَ فِيْهَاۤ اَبَدًا ۗ قَدْ اَحْسَنَ اللّٰهُ لَهٗ رِزْقًا
rosuulay yatluu 'alaikum aayaatillaahi mubayyinaatil liyukhrijallaziina aamanuu wa 'amilush-shoolihaati minazh-zhulumaati ilan-nuur, wa may yu`mim billaahi wa ya'mal shoolihay yudkhil-hu jannaatin tajrii min tahtihal-an-haaru khoolidiina fiihaaa abadaa, qod ahsanallohu lahuu rizqoo

"(dengan mengutus) seorang Rasul yang membacakan ayat-ayat Allah kepadamu yang menerangkan (bermacam-macam hukum), agar Dia mengeluarkan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, dari kegelapan kepada cahaya. Dan barang siapa beriman kepada Allah dan mengerjakan kebajikan, niscaya Dia akan memasukkannya ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka<7> kekal di dalamnya selama-lamanya. Sungguh, Allah memberikan rezeki yang baik kepadanya."

[12]
اَللّٰهُ الَّذِيْ خَلَقَ سَبْعَ سَمٰوٰتٍ وَّمِنَ الْاَرْضِ مِثْلَهُنَّ ۗ يَتَنَزَّلُ الْاَمْرُ بَيْنَهُنَّ لِتَعْلَمُوْۤا اَنَّ اللّٰهَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ ۙ وَّاَنَّ اللّٰهَ قَدْ اَحَا طَ بِكُلِّ شَيْءٍ عِلْمًا
allohullazii kholaqo sab'a samaawaatiw wa minal-ardhi mislahunn, yatanazzalul-amru bainahunna lita'lamuuu annalloha 'alaa kulli syai`ing qodiiruw wa annalloha qod ahaatho bikulli syai`in 'ilmaa

"Allah yang menciptakan tujuh langit dan dari (penciptaan) bumi juga serupa. Perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan ilmu Allah benar-benar meliputi segala sesuatu."
.


{66} At-Tahrim (Mengharamkan)
___________________________________
       < Madinah >    < 12 ayat >


[1]
يٰۤاَيُّهَا النَّبِيُّ لِمَ تُحَرِّمُ مَاۤ اَحَلَّ اللّٰهُ لَـكَ ۚ تَبْتَغِيْ مَرْضَا تَ اَزْوَاجِكَ ۗ وَا للّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
yaaa ayyuhan-nabiyyu lima tuharrimu maaa ahallallohu lak, tabtaghii mardhoota azwaajik, wallohu ghofuurur rohiim

"Wahai Nabi! Mengapa engkau mengharamkan apa yang dihalalkan Allah bagimu? Engkau ingin menyenangkan hati istri-istrimu? Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang."

[2]
قَدْ فَرَضَ اللّٰهُ لَـكُمْ تَحِلَّةَ اَيْمَا نِكُمْ ۗ وَا للّٰهُ مَوْلٰٮكُمْ ۚ وَهُوَ الْعَلِيْمُ الْحَكِيْمُ
qod farodhollaahu lakum tahillata aimaanikum, wallohu maulaakum, wa huwal-'aliimul-hakiim

"Sungguh, Allah telah mewajibkan kepadamu membebaskan diri dari sumpahmu; dan Allah adalah pelindungmu dan Dia Maha Mengetahui, Maha Bijaksana."

[3]
وَاِذْ اَسَرَّ النَّبِيُّ اِلٰى بَعْضِ اَزْوَاجِهٖ حَدِيْثًا ۚ فَلَمَّا نَـبَّاَتْ بِهٖ وَاَ ظْهَرَهُ اللّٰهُ عَلَيْهِ عَرَّفَ بَعْضَهٗ وَاَعْرَضَ عَنْۢ بَعْضٍ ۚ فَلَمَّا نَـبَّاَهَا بِهٖ قَا لَتْ مَنْ اَنْۢبَاَ كَ هٰذَا ۗ قَا لَ نَـبَّاَنِيَ الْعَلِيْمُ الْخَبِیْرُ
wa iz asarron-nabiyyu ilaa ba'dhi azwaajihii hadiisaa, fa lammaa nabba`at bihii wa azh-harohullohu 'alaihi 'arrofa ba'dhohuu wa a'rodho 'am ba'dh, fa lammaa nabba`ahaa bihii qoolat man amba`aka haazaa, qoola nabba`aniyal-'aliimul-khobiir

"Dan ingatlah ketika secara rahasia Nabi membicarakan suatu peristiwa kepada salah seorang istrinya (Hafshah). Lalu dia menceritakan peristiwa itu (kepada Aisyah) dan Allah memberitahukan peristiwa itu kepadanya (Nabi), lalu (Nabi) memberitahukan (kepada Hafshah) sebagian dan menyembunyikan sebagian yang lain. Maka ketika dia (Nabi) memberitahukan pembicaraan itu kepadanya (Hafshah), dia bertanya, Siapa yang telah memberitahukan hal ini kepadamu? Nabi menjawab, Yang memberitahukan kepadaku adalah Allah Yang Maha Mengetahui, Maha Teliti."

[4]
اِنْ تَتُوْبَاۤ اِلَى اللّٰهِ فَقَدْ صَغَتْ قُلُوْبُكُمَا ۚ وَاِ نْ تَظٰهَرَا عَلَيْهِ فَاِ نَّ اللّٰهَ هُوَ مَوْلٰٮهُ وَجِبْرِيْلُ وَصَا لِحُ الْمُؤْمِنِيْنَ ۚ وَا لْمَلٰٓئِكَةُ بَعْدَ ذٰلِكَ ظَهِيْرٌ
in tatuubaaa ilallohi fa qod shoghot quluubukumaa, wa in tazhooharoo 'alaihi fa innalloha huwa maulaahu wa jibriilu wa shoolihul-mu`miniin, wal-malaaa`ikatu ba'da zaalika zhohiir

"Jika kamu berdua bertobat kepada Allah, maka sungguh, hati kamu berdua telah condong (untuk menerima kebenaran); dan jika kamu berdua saling bantu-membantu menyusahkan Nabi, maka sungguh, Allah menjadi pelindungnya dan (juga) Jibril dan orang-orang mukmin yang baik; dan selain itu malaikat-malaikat adalah penolongnya."

[5]
عَسٰى رَبُّهٗۤ اِنْ طَلَّقَكُنَّ اَنْ يُّبْدِلَهٗۤ اَزْوَاجًا خَيْرًا مِّنْكُنَّ مُسْلِمٰتٍ مُّؤْمِنٰتٍ قٰنِتٰتٍ تٰٓئِبٰتٍ عٰبِدٰتٍ سٰٓئِحٰتٍ ثَيِّبٰتٍ وَّاَبْكَارًا
'asaa robbuhuuu in thollaqokunna ay yubdilahuuu azwaajan khoirom mingkunna muslimaatim mu`minaating qoonitaatin taaa`ibaatin 'aabidaatin saaa`ihaatin sayyibaatiw wa abkaaroo

"Jika dia (Nabi) menceraikan kamu, boleh jadi Tuhan akan memberi ganti kepadanya dengan istri-istri yang lebih baik dari kamu, perempuan-perempuan yang patuh, yang beriman, yang taat, yang bertobat, yang beribadah, yang berpuasa, yang janda dan yang perawan."

[6]
يٰۤاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قُوْۤا اَنْفُسَكُمْ وَاَهْلِيْكُمْ نَارًا وَّقُوْدُهَا النَّاسُ وَا لْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلٰٓئِكَةٌ غِلَا ظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُوْنَ اللّٰهَ مَاۤ اَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْنَ
yaaa ayyuhallaziina aamanuu quuu anfusakum wa ahliikum naarow wa quuduhan-naasu wal-hijaarotu 'alaihaa malaaa`ikatun ghilaazhun syidaadul laa ya'shuunalloha maaa amarohum wa yaf'aluuna maa yu`maruun

"Wahai orang-orang<5> yang beriman!
Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu;
penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan."

[7]
يٰۤاَيُّهَا الَّذِيْنَ كَفَرُوْا لَا تَعْتَذِرُوا الْيَوْمَ ۗ اِنَّمَا تُجْزَوْنَ مَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ
yaaa ayyuhallaziina kafaruu laa ta'tazirul-yauum, innamaa tujzauna maa kuntum ta'maluun

"Wahai orang-orang kafir! Janganlah kamu mengemukakan alasan pada hari ini. Sesungguhnya kamu hanya diberi balasan menurut apa yang telah kamu<5> kerjakan."

[8]*
يٰۤاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا تُوْبُوْۤا اِلَى اللّٰهِ تَوْبَةً نَّصُوْحًا ۗ عَسٰى رَبُّكُمْ اَنْ يُّكَفِّرَ عَنْكُمْ سَيِّاٰتِكُمْ وَيُدْخِلَـكُمْ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ ۙ يَوْمَ لَا يُخْزِى اللّٰهُ النَّبِيَّ وَا لَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مَعَهٗ ۚ نُوْرُهُمْ يَسْعٰى بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَبِاَيْمَا نِهِمْ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَاۤ اَ تْمِمْ لَـنَا نُوْرَنَا وَاغْفِرْ لَـنَا ۚ اِنَّكَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
yaaa ayyuhallaziina aamanuu tuubuuu ilallohi taubatan nashuuhaa, 'asaa robbukum ay yukaffiro 'angkum sayyi`aatikum wa yudkhilakum jannaatin tajrii min tahtihal-an-haaru yauma laa yukhzillaahun-nabiyya wallaziina aamanuu ma'ah, nuuruhum yas'aa baina aidiihim wa bi`aimaanihim yaquuluuna robbanaaa atmim lanaa nuuronaa waghfir lanaa, innaka 'alaa kulli syai`ing qodiir

"Wahai orang-orang yang beriman! Bertobatlah kepada Allah dengan tobat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari (di akhirat) ketika Allah tidak mengecewakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersama dengannya; sedang cahaya mereka<7> memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka<7>, sambil mereka berkata, Ya Tuhan kami, sempurnakanlah untuk kami cahaya kami dan ampunilah kami; sungguh, Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu."

[9]
يٰۤاَيُّهَا النَّبِيُّ جَاهِدِ الْكُفَّارَ وَا لْمُنٰفِقِيْنَ وَاغْلُظْ عَلَيْهِمْ ۗ وَمَأْوٰٮهُمْ جَهَنَّمُ ۗ وَبِئْسَ الْمَصِيْرُ
yaaa ayyuhan-nabiyyu jaahidil-kuffaaro wal-munaafiqiina waghluzh 'alaihim, wa ma`waahum jahannam, wa bi`sal-mashiir

"Wahai Nabi! Perangilah orang-orang kafir dan orang-orang munafik dan bersikap keras lah terhadap mereka<5>. Tempat mereka<7> adalah Neraka Jahanam dan itulah seburuk-buruknya tempat kembali."

[10]
ضَرَبَ اللّٰهُ مَثَلًا لِّـلَّذِيْنَ كَفَرُوا امْرَاَ تَ نُوْحٍ وَّ امْرَاَ تَ لُوْطٍ ۗ كَا نَـتَا تَحْتَ عَبْدَيْنِ مِنْ عِبَادِنَا صَا لِحَـيْنِ فَخَا نَتٰهُمَا فَلَمْ يُغْنِيَا عَنْهُمَا مِنَ اللّٰهِ شَيْـئًا وَّقِيْلَ ادْخُلَا النَّارَ مَعَ الدّٰخِلِيْنَ
dhoroballohu masalal lillaziina kafarumro`ata nuuhiw wamro`ata luuth, kaanataa tahta 'abdaini min 'ibaadinaa shoolihaini fa khoonataahumaa fa lam yughniyaa 'an-humaa minallohi syai`aw wa qiiladkhulan-naaro ma'ad-daakhiliin

"Allah membuat perumpamaan bagi orang-orang kafir, istri Nuh, dan istri Luth. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang saleh di antara hamba-hamba Kami; lalu kedua istri itu berkhianat kepada kedua suaminya, tetapi kedua suaminya itu tidak dapat membantu mereka<7> sedikit pun dari (siksa) Allah; dan dikatakan (kepada kedua istri itu), Masuklah kamu<7> berdua ke neraka bersama orang-orang yang masuk (neraka)."

[11]
وَضَرَبَ اللّٰهُ مَثَلًا لِّـلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا امْرَاَ تَ فِرْعَوْنَ ۘ اِذْ قَا لَتْ رَبِّ ابْنِ لِيْ عِنْدَكَ بَيْتًا فِى الْجَـنَّةِ وَنَجِّنِيْ مِنْ فِرْعَوْنَ وَعَمَلِهٖ وَنَجِّنِيْ مِنَ الْقَوْمِ الظّٰلِمِيْنَ ۙ 
wa dhoroballohu masalal lillaziina aamanumro`ata fir'auun, iz qoolat robbibni lii 'indaka baitan fil-jannati wa najjinii min fir'auna wa 'amalihii wa najjinii minal-qoumizh-zhoolimiin

"Dan Allah membuat perumpamaan bagi orang-orang<5> yang beriman, istri Fir'aun, ketika dia berkata, Ya Tuhanku, bangunkan lah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Fir'aun dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku dari kaum yang zalim."

[12]*
وَمَرْيَمَ ابْنَتَ عِمْرٰنَ الَّتِيْۤ اَحْصَنَتْ فَرْجَهَا فَنَفَخْنَا فِيْهِ مِنْ رُّوْحِنَا وَصَدَّقَتْ بِكَلِمٰتِ رَبِّهَا وَكُتُبِهٖ وَكَا نَتْ مِنَ الْقٰنِتِيْنَ
wa maryamabnata 'imroonallatiii ahshonat farjahaa fa nafakhnaa fiihi mir ruuhinaa wa shoddaqot bikalimaati robbihaa wa kutubihii wa kaanat minal-qoonitiin

"dan Maryam putri 'Imran yang memelihara kehormatannya, maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari roh<6> Kami; dan dia membenarkan kalimat-kalimat Tuhannya dan Kitab-kitab-Nya; dan dia termasuk orang-orang yang taat."
.


Lanjut ke JUZ 29 >>
.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar