Senin, 18 Maret 2019

JUZ 23 > (36:22-83)(37)(38)(39:1-31)

{36}  Ya-Sin                   ayat  22 - 83                
     
{37}  As-Saffat              ayat   1 - 182       

{38}  Sad                        ayat   1 - 88

{39}  Az-Zumar            ayat   1 - 31
         



{36}  Ya-Sin  (Ya Sin)
______________________

[22]
وَمَا لِيَ لَاۤ اَعْبُدُ الَّذِيْ فَطَرَنِيْ وَاِ لَيْهِ تُرْجَعُوْنَ
wa maa liya laaa a'budullazii fathoronii wa ilaihi turja'uun

"Dan tidak ada alasan bagiku untuk tidak menyembah (Allah) yang telah menciptakanku dan hanya kepada-Nyalah kamu akan dikembalikan."

[23]
ءَاَ تَّخِذُ مِنْ دُوْنِهٖۤ اٰلِهَةً اِنْ يُّرِدْنِ الرَّحْمٰنُ بِضُرٍّ لَّا تُغْنِ عَنِّيْ شَفَاعَتُهُمْ شَيْــئًا وَّلَا يُنْقِذُوْنِ ۚ 
a attakhizu min duunihiii aalihatan iy yuridnir-rohmaanu bidhurril laa tughni 'annii syafaa'atuhum syai`aw wa laa yungqizuun

"Mengapa aku akan menyembah tuhan-tuhan selain-Nya? Jika (Allah) Yang Maha Pengasih menghendaki bencana terhadapku, pasti pertolongan mereka tidak berguna sama sekali bagi diriku dan mereka (juga) tidak dapat menyelamatkanku."

[24]
اِنِّيْۤ اِذًا لَّفِيْ ضَلٰلٍ مُّبِيْنٍ
inniii izal lafii dholaalim mubiin

"Sesungguhnya jika aku (berbuat) begitu, pasti aku berada dalam kesesatan yang nyata."

[25]
اِنِّيْۤ اٰمَنْتُ بِرَبِّكُمْ فَاسْمَعُوْنِ ۗ 
inniii aamantu birobbikum fasma'uun

"Sesungguhnya aku telah beriman kepada Tuhanmu; maka dengarkanlah (pengakuan keimanan)ku."

[26]
قِيْلَ ادْخُلِ الْجَـنَّةَ   ۗ قَا لَ يٰلَيْتَ قَوْمِيْ يَعْلَمُوْنَ ۙ 
qiiladkhulil-jannah, qoola yaa laita qoumii ya'lamuun

"Dikatakan (kepadanya), Masuklah ke surga. Dia (laki-laki itu) berkata, Alangkah baiknya sekiranya kaumku mengetahui,"

[27]
بِمَا غَفَرَلِيْ رَبِّيْ وَجَعَلَنِيْ مِنَ الْمُكْرَمِيْنَ
bimaa ghofaro lii robbii wa ja'alanii minal-mukromiin

"apa yang menyebabkan Tuhanku memberi ampun kepadaku dan menjadikan aku termasuk orang-orang yang telah dimuliakan."

[28]
وَمَاۤ اَنْزَلْنَا عَلٰى قَوْمِهٖ مِنْۢ بَعْدِهٖ مِنْ جُنْدٍ مِّنَ السَّمَآءِ وَمَا كُـنَّا مُنْزِلِيْنَ
wa maaa anzalnaa 'alaa qoumihii mim ba'dihii min jundim minas-samaaa`i wa maa kunnaa munziliin

"Dan setelah dia (meninggal), Kami tidak menurunkan suatu pasukan pun dari langit kepada kaumnya, dan Kami tidak perlu menurunkannya."

[29]
اِنْ كَا نَتْ اِلَّا صَيْحَةً وَّاحِدَةً فَاِذَا هُمْ خٰمِدُوْنَ
ing kaanat illaa shoihataw waahidatan fa izaa hum khoomiduun

"Tidak ada siksaan terhadap mereka<5> melainkan dengan satu teriakan saja; maka seketika itu mereka<5> mati."

[30]
يٰحَسْرَةً عَلَى الْعِبَادِ ۚ مَا يَأْتِيْهِمْ مِّنْ رَّسُوْلٍ اِلَّا كَا نُوْا بِهٖ يَسْتَهْزِءُوْنَ
yaa hasrotan 'alal-'ibaad, maa ya`tiihim mir rosuulin illaa kaanuu bihii yastahzi`uun

"Alangkah besar penyesalan terhadap hamba-hamba itu, setiap datang seorang rasul kepada mereka, mereka<5> selalu mengolok-olokkannya."

[31]
اَلَمْ يَرَوْا كَمْ اَهْلَـكْنَا قَبْلَهُمْ مِّنَ الْقُرُوْنِ اَنَّهُمْ اِلَيْهِمْ لَا يَرْجِعُوْنَ ۗ 
a lam yarou kam ahlaknaa qoblahum minal-quruuni annahum ilaihim laa yarji'uun

"Tidakkah mereka mengetahui berapa banyak umat-umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan. Orang-orang (yang telah Kami binasakan) itu tidak ada yang kembali kepada mereka."

[32]
وَاِ نْ كُلٌّ لَّمَّا جَمِيْعٌ لَّدَيْنَا مُحْضَرُوْنَ
wa ing kullul lammaa jamii'ul ladainaa muhdhoruun

"Dan setiap (umat), semuanya akan dihadapkan kepada Kami."

[33]
وَاٰيَةٌ لَّهُمُ الْاَرْضُ الْمَيْتَةُ ۖ اَحْيَيْنٰهَا وَاَخْرَجْنَا مِنْهَا حَبًّا فَمِنْهُ يَأْكُلُوْنَ
wa aayatul lahumul-ardhul-maitatu ahyainaahaa wa akhrojnaa min-haa habban fa min-hu ya`kuluun

"Dan suatu tanda (kebesaran Allah) bagi mereka adalah bumi yang mati (tandus). Kami hidupkan bumi itu dan Kami keluarkan darinya biji-bijian, maka dari (biji-bijian) itu mereka makan."

[34]
وَجَعَلْنَا فِيْهَا جَنّٰتٍ مِّنْ نَّخِيْلٍ وَّاَعْنَا بٍ وَّفَجَّرْنَا فِيْهَا مِنَ الْعُيُوْنِ ۙ 
wa ja'alnaa fiihaa jannaatim min nakhiiliw wa a'naabiw wa fajjarnaa fiihaa minal-'uyuun

"Dan Kami jadikan padanya di bumi itu kebun-kebun kurma dan anggur dan Kami pancarkan padanya beberapa mata air."

[35]
لِيَأْكُلُوْا مِنْ ثَمَرِهٖ ۙ وَمَا عَمِلَـتْهُ اَيْدِيْهِمْ ۗ اَفَلَا يَشْكُرُوْنَ
liya`kuluu min samarihii wa maa 'amilat-hu aidiihim, a fa laa yasykuruun

"agar mereka<5> dapat makan dari buahnya, dan dari hasil usaha tangan mereka. Maka mengapa mereka<5> tidak bersyukur?"

[36]
سُبْحٰنَ الَّذِيْ خَلَقَ الْاَزْوَاجَ كُلَّهَا مِمَّا تُنْبِۢتُ الْاَرْضُ وَمِنْ اَنْفُسِهِمْ وَمِمَّا لَا يَعْلَمُوْنَ
sub-haanallazii kholaqol-azwaaja kullahaa mimmaa tumbitul-ardhu wa min anfusihim wa mimmaa laa ya'lamuun

"Maha Suci (Allah) yang telah menciptakan semuanya berpasang-pasangan, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka sendiri, maupun dari apa yang tidak mereka<5> ketahui."

[37]
وَاٰيَةٌ لَّهُمُ الَّيْلُ ۖ نَسْلَخُ مِنْهُ النَّهَارَ فَاِذَا هُمْ مُّظْلِمُوْنَ ۙ 
wa aayatul lahumul-lailu naslakhu min-hun-nahaaro fa izaa hum muzhlimuun

"Dan suatu tanda (kebesaran Allah) bagi mereka adalah malam; Kami tanggalkan siang dari (malam) itu, maka seketika itu mereka<5> (berada dalam) kegelapan,"

[38]
وَا لشَّمْسُ تَجْرِيْ لِمُسْتَقَرٍّ لَّهَا   ۗ ذٰلِكَ تَقْدِيْرُ الْعَزِيْزِ الْعَلِيْمِ ۗ 
wasy-syamsu tajrii limustaqorril lahaa, zaalika taqdiirul-'aziizil-'aliim

"dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan (Allah) Yang Maha Perkasa, Maha Mengetahui."

[39]
وَا لْقَمَرَ قَدَّرْنٰهُ مَنَازِلَ حَتّٰى عَادَ كَا لْعُرْجُوْنِ الْقَدِيْمِ
wal-qomaro qoddarnaahu manaazila hattaa 'aada kal-'urjuunil-qodiim

"Dan telah Kami tetapkan tempat peredaran bagi bulan, sehingga (setelah ia sampai ke tempat peredaran yang terakhir) kembalilah ia seperti bentuk tandan yang tua."

[40]
لَا الشَّمْسُ يَنْۢبَغِيْ لَهَاۤ اَنْ تُدْرِكَ الْقَمَرَ وَلَا الَّيْلُ سَا بِقُ النَّهَارِ ۗ وَكُلٌّ فِيْ فَلَكٍ يَّسْبَحُوْنَ
lasy-syamsu yambaghii lahaaa an tudrikal-qomaro wa lal-lailu saabiqun-nahaar, wa kullun fii falakiy yasbahuun

"Tidaklah mungkin bagi matahari mengejar bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Masing-masing beredar pada garis edarnya."

[41]
وَاٰيَةٌ لَّهُمْ اَنَّا حَمَلْنَا ذُرِّيَّتَهُمْ فِى الْفُلْكِ الْمَشْحُوْنِ ۙ 
wa aayatul lahum annaa hamalnaa zurriyyatahum fil-fulkil-masy-huun

"Dan suatu tanda (kebesaran Allah) bagi mereka<5> adalah bahwa Kami angkut keturunan mereka<5> dalam kapal yang penuh muatan,"

[42]
وَخَلَقْنَا لَهُمْ مِّنْ مِّثْلِهٖ مَا يَرْكَبُوْنَ
wa kholaqnaa lahum mim mislihii maa yarkabuun

"dan Kami ciptakan (juga) untuk mereka<5> (angkutan lain) seperti apa yang mereka kendarai."

[43]
وَاِ نْ نَّشَأْ نُغْرِقْهُمْ فَلَا صَرِيْخَ لَهُمْ وَلَا هُمْ يُنْقَذُوْنَ ۙ 
wa in nasya` nughriq-hum fa laa shoriikho lahum wa laa hum yungqozuun

"Dan jika Kami menghendaki, Kami tenggelamkan mereka<5>. Maka tidak ada penolong bagi mereka dan tidak (pula) mereka diselamatkan,"

[44]
اِلَّا رَحْمَةً مِّنَّا وَمَتَاعًا اِلٰى حِيْنٍ
illaa rohmatam minnaa wa mataa'an ilaa hiin

"melainkan (Kami selamatkan mereka) karena rahmat yang besar dari Kami dan untuk memberikan kesenangan hidup sampai waktu tertentu."

[45]
وَاِذَا قِيْلَ لَهُمُ اتَّقُوْا مَا بَيْنَ اَيْدِيْكُمْ وَمَا خَلْفَكُمْ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ
wa izaa qiila lahumuttaquu maa baina aidiikum wa maa kholfakum la'allakum tur-hamuun

"Dan apabila dikatakan kepada mereka<5>, Takutlah kamu akan siksa yang dihadapanmu (di dunia) dan azab yang akan datang (akhirat) agar kamu mendapat rahmat."

[46]
وَمَا تَأْتِيْهِمْ مِّنْ اٰيَةٍ مِّنْ اٰيٰتِ رَبِّهِمْ اِلَّا كَا نُوْا عَنْهَا مُعْرِضِيْنَ
wa maa ta`tiihim min aayatim min aayaati robbihim illaa kaanuu 'an-haa mu'ridhiin

"Dan setiap kali suatu tanda dari tanda-tanda (kebesaran) Tuhan datang kepada mereka<5>, mereka selalu berpaling darinya."

[47]
وَاِذَا قِيْلَ لَهُمْ اَنْفِقُوْا مِمَّا رَزَقَكُمُ اللّٰهُ ۙ قَا لَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا لِلَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اَنُطْعِمُ مَنْ لَّوْ يَشَآءُ اللّٰهُ اَطْعَمَهٗۤ ۖ اِنْ اَنْـتُمْ اِلَّا فِيْ ضَلٰلٍ مُّبِيْنٍ
wa izaa qiila lahum anfiquu mimmaa rozaqokumullohu qoolallaziina kafaruu lillaziina aamanuuu a nuth'imu mal lau yasyaaa`ullohu ath'amahuuu in antum illaa fii dholaalim mubiin

"Dan apabila dikatakan kepada mereka, Infakkanlah sebagian rezeki yang diberikan Allah kepadamu, orang-orang yang kafir itu berkata kepada orang-orang yang beriman, Apakah pantas kami memberi makan kepada orang-orang yang jika Allah menghendaki Dia akan memberinya makan?
Kamu benar-benar dalam kesesatan yang nyata."

[48]
وَيَقُوْلُوْنَ مَتٰى هٰذَا الْوَعْدُ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ
wa yaquuluuna mataa haazal-wa'du ing kuntum shoodiqiin

"Dan mereka (orang-orang kafir) berkata, Kapan janji (hari berbangkit) itu (terjadi) jika kamu orang-orang yang benar?"

[49]
مَا يَنْظُرُوْنَ اِلَّا صَيْحَةً وَّاحِدَةً تَأْخُذُهُمْ وَهُمْ يَخِصِّمُوْنَ
maa yanzhuruuna illaa shoihataw waahidatan ta`khuzuhum wa hum yakhishshimuun

"Mereka<5> hanya menunggu satu teriakan, yang akan membinasakan mereka ketika mereka sedang bertengkar."

[50]
فَلَا يَسْتَطِيْعُوْنَ تَوْصِيَةً وَّلَاۤ اِلٰۤى اَهْلِهِمْ يَرْجِعُوْنَ
fa laa yastathii'uuna taushiyataw wa laaa ilaaa ahlihim yarji'uun

"Sehingga mereka<5> tidak mampu membuat suatu wasiat dan mereka (juga) tidak dapat kembali kepada keluarganya."

[51]
وَنُفِخَ فِى الصُّوْرِ فَاِذَا هُمْ مِّنَ الْاَجْدَا ثِ اِلٰى رَبِّهِمْ يَنْسِلُوْنَ
wa nufikho fish-shuuri fa izaa hum minal-ajdaasi ilaa robbihim yansiluun

"Lalu ditiuplah sangkakala, maka seketika itu mereka<7> keluar dari kuburnya (dalam keadaan hidup), menuju kepada Tuhannya."

[52]
قَا لُوْا يٰوَيْلَنَا مَنْۢ بَعَثَنَا مِنْ مَّرْقَدِنَا  ٚ  هٰذَا مَا وَعَدَ الرَّحْمٰنُ وَصَدَقَ الْمُرْسَلُوْنَ
qooluu yaa wailanaa mam ba'asanaa mim marqodinaa haazaa maa wa'adar-rohmaanu wa shodaqol-mursaluun

"Mereka<7> berkata, Celakalah kami! Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami (kubur)? Inilah yang dijanjikan (Allah) Yang Maha Pengasih dan benarlah rasul-rasul-Nya."

[53]
اِنْ كَا نَتْ اِلَّا صَيْحَةً وَّاحِدَةً فَاِذَا هُمْ جَمِيْعٌ لَّدَيْنَا مُحْضَرُوْنَ
ing kaanat illaa shoihataw waahidatan fa izaa hum jamii'ul ladainaa muhdhoruun

"Teriakan itu hanya sekali saja, maka seketika itu mereka<7> semua dihadapkan kepada Kami (untuk dihisab)."

[54]
فَا لْيَوْمَ لَا تُظْلَمُ نَفْسٌ شَيْــئًا وَّلَا تُجْزَوْنَ اِلَّا مَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ
fal-yauma laa tuzhlamu nafsun syai`aw wa laa tujzauna illaa maa kuntum ta'maluun

"Maka pada hari itu seseorang tidak akan dirugikan sedikit pun dan kamu tidak akan diberi balasan, kecuali sesuai dengan apa yang telah kamu kerjakan (sewaktu didunia)."

[55]*
اِنَّ اَصْحٰبَ الْجَـنَّةِ الْيَوْمَ فِيْ شُغُلٍ فٰكِهُوْنَ ۚ 
inna ash-haabal-jannatil-yauma fii syughulin faakihuun

"Sesungguhnya penghuni surga pada hari itu (kiamat) bersenang-senang dalam kesibukan (mereka)."

[56]
هُمْ وَاَزْوَاجُهُمْ فِيْ ظِلٰلٍ عَلَى الْاَرَآئِكِ مُتَّكِــئُوْنَ
hum wa azwaajuhum fii zhilaalin 'alal-arooo`iki muttaki`uun

"Mereka<7> dan pasangan-pasangannya berada dalam ditempat teduh, bersandar di atas dipan-dipan."

[57]
لَهُمْ فِيْهَا فَا كِهَةٌ وَّلَهُمْ مَّا يَدَّعُوْنَ ۚ 
lahum fiihaa faakihatuw wa lahum maa yadda'uun

"Di surga itu mereka<7> memperoleh buah-buahan dan memperoleh apa saja yang mereka<7> inginkan."

[58]
سَلٰمٌ ۗ قَوْلًا مِّنْ رَّبٍّ رَّحِيْمٍ
salaam, qoulam mir robbir rohiim

"(Kepada mereka dikatakan), Salam, sebagai ucapan selamat dari Tuhan Yang Maha Penyayang."

[59]
وَا مْتَازُوا الْيَوْمَ اَيُّهَا الْمُجْرِمُوْنَ
wamtaazul-yauma ayyuhal-mujrimuun

"Dan (dikatakan kepada orang-orang kafir), Berpisahlah kamu (dari orang-orang mukmin) pada hari ini, wahai orang-orang yang berdosa!"

[60]
اَلَمْ اَعْهَدْ اِلَيْكُمْ يٰبَنِيْۤ اٰدَمَ اَنْ لَّا تَعْبُدُوا الشَّيْطٰنَ ۚ اِنَّهٗ لَـكُمْ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ ۙ 
a lam a'had ilaikum yaa baniii aadama al laa ta'budusy-syaithoon, innahuu lakum 'aduwwum mubiin

"Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu wahai anak cucu Adam agar kamu tidak menyembah setan? Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagi kamu,"

[61]
وَّاَنِ اعْبُدُوْنِيْ ۗ هٰذَا صِرَا طٌ مُّسْتَقِيْمٌ
wa ani'buduunii, haazaa shiroothum mustaqiim

"dan hendaklah kamu menyembah-Ku. Inilah jalan yang lurus."

[62]
وَلَقَدْ اَضَلَّ مِنْكُمْ جِبِلًّا كَثِيْرًا ۗ اَفَلَمْ تَكُوْنُوْا تَعْقِلُوْنَ
wa laqod adholla mingkum jibillang kasiiroo, a fa lam takuunuu ta'qiluun

"Dan sungguh, ia (setan itu) telah menyesatkan sebagian besar di antara kamu<5>. 
Maka apakah kamu tidak mengerti?"

[63]
هٰذِهٖ جَهَنَّمُ الَّتِيْ كُنْتُمْ تُوْعَدُوْنَ
haazihii jahannamullatii kuntum tuu'aduun

"Inilah (Neraka) Jahanam yang dahulu telah diperingatkan kepadamu."

[64]
اِصْلَوْهَا الْيَوْمَ بِمَا كُنْتُمْ تَكْفُرُوْنَ
ishlauhal-yauma bimaa kuntum takfuruun

"Masuklah ke dalamnya pada hari ini karena dahulu (sewaktu didunia) kamu mengingkarinya."

[65]
اَلْيَوْمَ نَخْتِمُ عَلٰۤى اَفْوَاهِهِمْ وَتُكَلِّمُنَاۤ اَيْدِيْهِمْ وَتَشْهَدُ اَرْجُلُهُمْ بِمَا كَا نُوْا يَكْسِبُوْنَ
al-yauma nakhtimu 'alaaa afwaahihim wa tukallimunaaa aidiihim wa tasy-hadu arjuluhum bimaa kaanuu yaksibuun

"Pada hari ini Kami tutup mulut mereka<7>; tangan mereka akan berkata kepada Kami dan kaki mereka akan memberi kesaksian terhadap apa yang dahulu mereka<5> kerjakan."

[66]
وَلَوْ نَشَآءُ لَـطَمَسْنَا عَلٰۤى اَعْيُنِهِمْ فَاسْتَبَقُوا الصِّرَا طَ فَاَ نّٰى يُبْصِرُوْنَ
walau nasyaaa`u lathomasnaa 'alaaa a'yunihim fastabaqush-shirootho fa annaa yubshiruun

"Dan jika Kami menghendaki, pastilah Kami hapuskan penglihatan mata mereka<7>; sehingga mereka berlomba-lomba (mencari) jalan. Maka bagaimana mungkin mereka<7> dapat melihat?"

[67]
وَلَوْ نَشَآءُ لَمَسَخْنٰهُمْ عَلٰى مَكَا نَتِهِمْ فَمَا اسْتَطَاعُوْا مُضِيًّا وَّلَا يَرْجِعُوْنَ
walau nasyaaa`u lamasakhnaahum 'alaa makaanatihim famastathoo'uu mudhiyyaw wa laa yarji'uun

"Dan jika Kami menghendaki, pastilah Kami ubah bentuk mereka<7> di tempat mereka berada; sehingga mereka<7> tidak sanggup berjalan lagi dan juga tidak sanggup kembali."

[68]
وَمَنْ نُّعَمِّرْهُ نُـنَكِّسْهُ فِى الْخَـلْقِ ۗ اَفَلَا يَعْقِلُوْنَ
wa man nu'ammir-hu nunakkis-hu fil-kholq, a fa laa ya'qiluun

"Dan barang siapa Kami panjangkan umurnya niscaya Kami kembalikan dia kepada awal kejadian(nya). Maka mengapa mereka<5> tidak mengerti?"

[69]
وَمَا عَلَّمْنٰهُ الشِّعْرَ وَمَا يَنْۢبَغِيْ لَهٗ ۗ اِنْ هُوَ اِلَّا ذِكْرٌ وَّقُرْاٰنٌ مُّبِيْنٌ ۙ 
wa maa 'allamnaahusy-syi'ro wa maa yambaghii lah, in huwa illaa zikruw wa qur`aanum mubiin

"Dan Kami tidak mengajarkan syair kepadanya (Muhammad) dan bersyair itu tidaklah pantas baginya.
Al-Qur'an itu tidak lain hanyalah pelajaran dan Kitab yang jelas,"

[70]
لِّيُنْذِرَ مَنْ كَا نَ حَيًّا وَّيَحِقَّ الْقَوْلُ عَلَى الْكٰفِرِيْنَ
liyunziro mang kaana hayyaw wa yahiqqol-qoulu 'alal-kaafiriin

"agar dia (Muhammad) memberi peringatan kepada orang-orang yang hidup dan agar pasti ketetapan (azab) terhadap orang-orang kafir."

[71]
اَوَلَمْ يَرَوْا اَنَّا خَلَقْنَا لَهُمْ مِّمَّا عَمِلَتْ اَيْدِيْنَاۤ اَنْعَا مًا فَهُمْ لَهَا مٰلِكُوْنَ
a wa lam yarou annaa kholaqnaa lahum mimmaa 'amilat aidiinaaa an'aaman fa hum lahaa maalikuun

"Dan tidakkah mereka<5 melihat bahwa Kami telah menciptakan hewan ternak untuk mereka, yaitu sebagian dari apa yang telah Kami ciptakan dengan kekuasaan Kami, lalu mereka<5> menguasainya."

[72]
وَذَلَّـلْنٰهَا لَهُمْ فَمِنْهَا رَكُوْبُهُمْ وَمِنْهَا يَأْكُلُوْنَ
wa zallalnaahaa lahum fa min-haa rokuubuhum wa min-haa ya`kuluun

"Dan Kami menundukkannya (hewan-hewan itu) untuk mereka<5>; lalu sebagiannya untuk menjadi tunggangan mereka dan sebagian untuk mereka makan."

[73]
وَلَهُمْ فِيْهَا مَنَا فِعُ وَمَشَارِبُ ۗ اَفَلَا يَشْكُرُوْنَ
wa lahum fiihaa manaafi'u wa masyaarib, a fa laa yasykuruun

"Dan mereka<5> memperoleh berbagai manfaat dan minuman darinya.
Maka mengapa mereka<5> tidak bersyukur?"

[74]
وَا تَّخَذُوْا مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ اٰلِهَةً لَّعَلَّهُمْ يُنْصَرُوْنَ ۗ 
wattakhozuu min duunillaahi aalihatal la'allahum yunshoruun

"Dan mereka<5> mengambil sesembahan selain Allah agar mereka mendapat pertolongan."

[75]
لَا يَسْتَطِيْعُوْنَ نَصْرَهُمْ ۙ وَهُمْ لَهُمْ جُنْدٌ مُّحْضَرُوْنَ
laa yastathii'uuna nashrohum wa hum lahum jundum muhdhoruun

"Mereka (sesembahan) itu tidak dapat menolong mereka; padahal mereka itu menjadi tentara yang disiapkan untuk menjaga (sesembahan) itu."

[76]
فَلَا يَحْزُنْكَ قَوْلُهُمْ ۘ اِنَّا نَـعْلَمُ مَا يُسِرُّوْنَ وَمَا يُعْلِنُوْنَ
fa laa yahzungka qouluhum, innaa na'lamu maa yusirruuna wa maa yu'linuun

"Maka jangan sampai ucapan mereka<5> membuat engkau (Muhammad) bersedih hati. Sungguh, Kami mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka nyatakan."

[77]
اَوَلَمْ يَرَ الْاِنْسَا نُ اَنَّا خَلَقْنٰهُ مِنْ نُّطْفَةٍ فَاِذَا هُوَ خَصِيْمٌ مُّبِيْنٌ
a wa lam yarol-insaanu annaa kholaqnaahu min nuthfatin fa izaa huwa khoshiimum mubiin

"Dan tidakkah manusia memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari setetes mani, ternyata dia<5> menjadi musuh yang nyata!"

[78]
وَضَرَبَ لَـنَا مَثَلًا وَّ نَسِيَ خَلْقَهٗ ۗ قَا لَ مَنْ يُّحْيِ الْعِظَا مَ وَهِيَ رَمِيْمٌ
wa dhoroba lanaa masalaw wa nasiya kholqoh, qoola may yuhyil-'izhooma wa hiya romiim

"Dan dia<5> membuat perumpamaan bagi Kami dan melupakan asal kejadiannya; dia berkata, Siapakah yang dapat menghidupkan tulang-belulang, yang telah hancur luluh?"

[79]
قُلْ يُحْيِيْهَا الَّذِيْۤ اَنْشَاَهَاۤ اَوَّلَ مَرَّةٍ ۗ وَهُوَ بِكُلِّ خَلْقٍ عَلِيْمُ ۙ 
qul yuhyiihallaziii ansya`ahaaa awwala marroh, wa huwa bikulli kholqin 'aliim

"Katakanlah (Muhammad), Yang akan menghidupkannya ialah (Allah) yang menciptakannya pertama kali. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk,"

[80]
٭لَّذِيْ جَعَلَ لَـكُمْ مِّنَ الشَّجَرِ الْاَخْضَرِ نَارًا فَاِذَاۤ اَنْـتُمْ مِّنْهُ تُوْقِدُوْنَ
allazii ja'ala lakum minasy-syajaril-akhdhori naaron fa izaaa antum min-hu tuuqiduun

"yaitu (Allah) yang menjadikan api untukmu dari kayu yang hijau, maka seketika itu kamu nyalakan (api) dari kayu itu."

[81]
اَوَلَيْسَ الَّذِيْ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَا لْاَرْضَ بِقٰدِرٍ عَلٰۤى اَنْ يَّخْلُقَ مِثْلَهُمْ ۗ بَلٰی وَهُوَ الْخَـلّٰقُ الْعَلِيْمُ
a wa laisallazii kholaqos-samaawaati wal-ardho biqoodirin 'alaaa ay yakhluqo mislahum, balaa wa huwal-khollaaqul-'aliim

"Dan bukankah (Allah) yang menciptakan langit dan bumi, mampu menciptakan kembali yang serupa itu ? Benar, dan Dia Maha Pencipta, Maha Mengetahui."

[82]
اِنَّمَاۤ اَمْرُهٗۤ اِذَاۤ اَرَادَ شَیْئًـا اَنْ يَّقُوْلَ لَهٗ كُنْ فَيَكُوْنُ
innamaaa amruhuuu izaaa arooda syai`an ay yaquula lahuu kun fa yakuun

"Sesungguhnya urusan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu Dia hanya berkata kepadanya, Jadilah! Maka jadilah sesuatu itu."

[83]
فَسُبْحٰنَ الَّذِيْ بِيَدِهٖ مَلَـكُوْتُ كُلِّ شَيْءٍ وَّاِلَيْهِ تُرْجَعُوْنَ
fa sub-haanallazii biyadihii malakuutu kulli syai`iw wa ilaihi turja'uun

"Maka Maha Suci (Allah) yang di tangan-Nya kekuasaan atas segala sesuatu dan kepada-Nya kamu<7> dikembalikan."

.
.
{37}  As-Saffat  (Yang bersaf-saf)
__________________________________
        < Mekah >   < 182 ayat >

[1]
وَا لصّٰٓفّٰتِ صَفًّا ۙ 
wash-shoooffaati shoffaa

"Demi (para malaikat) yang bersaf-saf,"

[2]
Allah SWT berfirman:

فَا لزّٰجِرٰتِ زَجْرًا ۙ 
faz-zaajirooti zajroo

"demi yang mencegah dengan sungguh-sungguh,"

[3]
فَا لتّٰلِيٰتِ ذِكْرًا ۙ 
fat-taaliyaati zikroo

"demi yang membacakan peringatan,"

[4]
اِنَّ اِلٰهَكُمْ لَوَاحِدٌ ۗ 
inna ilaahakum lawaahid

"sungguh, Tuhanmu benar-benar Esa."

[5]
رَبُّ السَّمٰوٰتِ وَا لْاَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا وَرَبُّ الْمَشَارِقِ ۗ 
robbus-samaawaati wal-ardhi wa maa bainahumaa wa robbul-masyaariq

"Tuhan langit dan bumi dan apa yang berada di antara keduanya dan Tuhan tempat-tempat terbitnya matahari."

[6]
اِنَّا زَيَّنَّا السَّمَآءَ الدُّنْيَا بِزِيْنَةِ ٭ِلْكَوَا كِبِ ۙ 
innaa zayyannas-samaaa`ad-dun-yaa biziinatinil-kawaakib

"Sesungguhnya Kami telah menghiasi langit dunia, dengan hiasan bintang-bintang."

[7]
وَحِفْظًا مِّنْ كُلِّ شَيْطٰنٍ مَّارِدٍ ۚ 
wa hifzhom ming kulli syaithoonim maarid

"Dan (Kami) telah menjaganya dari setiap setan yang durhaka,"

[8]
لَّا يَسَّمَّعُوْنَ اِلَى الْمَلَاِ الْاَعْلٰى وَيُقْذَفُوْنَ مِنْ كُلِّ جَا نِبٍ ۖ 
laa yassamma'uuna ilal-mala`il-a'laa wa yuqzafuuna ming kulli jaanib

"mereka (setan-setan itu) tidak dapat mendengar (pembicaraan) para malaikat dan mereka dilempari dari segala penjuru,"

[9]
دُحُوْرًا وَّلَهُمْ عَذَا بٌ وَّاصِبٌ ۙ 
duhuurow wa lahum 'azaabuw waashib

"untuk mengusir mereka dan mereka akan mendapat azab yang kekal,"

[10]
اِلَّا مَنْ خَطِفَ الْخَطْفَةَ فَاَ تْبَعَهٗ شِهَا بٌ ثَا قِبٌ
illaa man khothifal-khothfata fa atba'ahuu syihaabun saaqib

"kecuali (setan) yang mencuri (pembicaraan); maka ia dikejar oleh suluh api yang cemerlang."

[11]
فَاسْتَفْتِهِمْ اَهُمْ اَشَدُّ خَلْقًا اَمْ مَّنْ خَلَقْنَا ۗ اِنَّا خَلَقْنٰهُمْ مِّنْ طِيْنٍ لَّازِبٍ
fastaftihim a hum asyaddu kholqon am man kholaqnaa, innaa kholaqnaahum min thiinil laazib

"Maka tanyakanlah kepada mereka<5> (musyrik Mekah), Apakah penciptaan mereka yang lebih sulit ataukah apa yang telah Kami ciptakan itu? Sesungguhnya Kami telah menciptakan mereka dari tanah liat."

[12]
بَلْ عَجِبْتَ وَيَسْخَرُوْنَ ۖ 
bal 'ajibta wa yaskhoruun

"Bahkan engkau (Muhammad) menjadi heran (terhadap keingkaran mereka) dan mereka<5> menghinakan (engkau)."

[13]
وَاِذَا ذُكِّرُوْا لَا يَذْكُرُوْنَ ۖ 
wa izaa zukkiruu laa yazkuruun

"Dan apabila mereka<5> diberi peringatan, mereka tidak mengindahkannya."

[14]
وَاِذَا رَاَوْا اٰيَةً يَّسْتَسْخِرُوْنَ ۖ 
wa izaa ro`au aayatay yastaskhiruun

"Dan apabila mereka<5> melihat suatu tanda (kebesaran) Allah, mereka mengolok-olokkan."

[15]
وَقَا لُوْۤا اِنْ هٰذَاۤ اِلَّا سِحْرٌ مُّبِيْنٌ ۚ 
wa qooluuu in haazaaa illaa sihrum mubiin

"Dan mereka berkata, Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata."

[16]
ءَاِذَا مِتْنَا وَكُـنَّا تُرَا بًا وَّعِظَا مًا ءَاِنَّا لَمَبْعُوْثُوْنَ ۙ 
a izaa mitnaa wa kunnaa turoobaw wa 'izhooman a innaa lamab'uusuun

"Apabila kami telah mati dan telah menjadi tanah dan tulang-belulang, apakah benar kami akan dibangkitkan (kembali)?,"

[17]
اَوَاٰ بَآ ؤُنَا الْاَوَّلُوْنَ ۗ 
a wa aabaaa`unal-awwaluun

"dan apakah nenek moyang kami yang telah terdahulu (akan dibangkitkan pula)?"

[18]
قُلْ نَعَمْ وَاَ نْـتُمْ دٰخِرُوْنَ ۚ 
qul na'am wa antum daakhiruun

"Katakanlah (Muhammad), Ya, dan kamu akan terhina."

[19]
فَاِ نَّمَا هِيَ زَجْرَةٌ وَّاحِدَةٌ فَاِذَا هُمْ يَنْظُرُوْنَ
fa innamaa hiya zajrotuw waahidatun fa izaa hum yanzhuruun

"Maka sesungguhnya kebangkitan itu hanya dengan satu teriakan saja; maka seketika itu mereka<7> melihatnya."

[20]
وَقَا لُوْا يٰوَيْلَنَا هٰذَا يَوْمُ الدِّيْنِ
wa qooluu yaa wailanaa haazaa yaumud-diin

"Dan mereka<7> berkata, Alangkah celaka kami! (Kiranya) inilah hari-agama itu."

Iqro':
Hari-Agama:
Hari dimana diri-ini<5> mati dan kita menjadi diri-sejati<7>....dan laku (agama) kita 'dibuka' dan terekspresi pada keadaan kita sebagai diri-sejati<7>.

[21]
هٰذَا يَوْمُ الْفَصْلِ الَّذِيْ كُنْتُمْ بِهٖ تُكَذِّبُوْنَ
haazaa yaumul-fashlillazii kuntum bihii tukazzibuun

"Inilah hari keputusan yang dahulu kamu dustakan."

[22]
اُحْشُرُوا الَّذِيْنَ ظَلَمُوْا وَاَزْوَاجَهُمْ وَمَا كَا نُوْا يَعْبُدُوْنَ ۙ 
uhsyurullaziina zholamuu wa azwaajahum wa maa kaanuu ya'buduun

"(Diperintahkan kepada malaikat), Kumpulkanlah orang-orang yang zalim beserta teman sejawat mereka dan apa yang dahulu mereka<5> sembah,"

[23]
مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ فَاهْدُوْهُمْ اِلٰى صِرَا طِ الْجَحِيْمِ
min duunillaahi fahduuhum ilaa shiroothil-jahiim

"selain Allah, lalu tunjukkanlah kepada mereka<7> jalan ke neraka."

[24]*
وَقِفُوْهُمْ اِنَّهُمْ مَّسْئُـوْلُوْنَ ۙ 
waqifuuhum innahum mas`uuluun

"Tahanlah mereka (di 'alam-kubur')), sesungguhnya mereka akan ditanya,"

[25]
مَا لَـكُمْ لَا تَنَاصَرُوْنَ
maa lakum laa tanaashoruun

"Mengapa kamu tidak tolong-menolong?"

[26]
بَلْ هُمُ الْيَوْمَ مُسْتَسْلِمُوْنَ
bal humul-yauma mustaslimuun

"Bahkan mereka pada hari itu menyerah (kepada keputusan Allah)."

[27]
وَاَ قْبَلَ بَعْضُهُمْ عَلٰى بَعْضٍ يَّتَسَآءَلُوْنَ
wa aqbala ba'dhuhum 'alaa ba'dhiy yatasaaa`aluun

"Dan sebagian mereka<7> menghadap kepada sebagian yang lain saling berbantah-bantahan."

[28]
قَا لُوْۤا اِنَّكُمْ كُنْتُمْ تَأْتُوْنَنَا عَنِ الْيَمِيْنِ
qooluuu innakum kuntum ta`tuunanaa 'anil-yamiin

"Sesungguhnya (pengikut-pengikut) mereka berkata (kepada pemimpin-pemimpin mereka), Kamulah yang dahulu datang kepada kami dari kanan."

[29]
قَا لُوْا بَلْ لَّمْ تَكُوْنُوْا مُؤْمِنِيْنَ ۚ 
qooluu bal lam takuunuu mu`miniin

"(Pemimpin-pemimpin) mereka menjawab, (Tidak), bahkan kamulah yang tidak (mau) menjadi orang mukmin,"

[30]
وَمَا كَا نَ لَنَا عَلَيْكُمْ مِّنْ سُلْطٰنِ ۚ بَلْ كُنْتُمْ قَوْمًا طٰغِيْنَ
wa maa kaana lanaa 'alaikum min sulthoon, bal kuntum qouman thooghiin

"sedangkan kami tidak berkuasa terhadapmu, bahkan kamu menjadi kaum yang melampaui batas."

[31]
فَحَقَّ عَلَيْنَا قَوْلُ رَبِّنَاۤ    ۖ اِنَّا لَذَآئِقُوْنَ
fa haqqo 'alainaa qoulu robbinaaa innaa lazaaa`iquun

"Maka pantas putusan (azab) Tuhan menimpa kita<7>; pasti kita akan merasakan (azab itu)."

[32]
فَاَغْوَيْنٰكُمْ اِنَّا كُنَّا غٰوِيْنَ
fa aghwainaakum innaa kunnaa ghoowiin

"Maka kami telah menyesatkan kamu, sesungguhnya kami sendiri, orang-orang yang sesat."

[33]
فَاِ نَّهُمْ يَوْمَئِذٍ فِى الْعَذَا بِ مُشْتَرِكُوْنَ
fa innahum yauma`izin fil-'azaabi musytarikuun

"Maka sesungguhnya mereka<7> pada hari itu bersama-sama merasakan azab."

[34]
اِنَّا كَذٰلِكَ نَفْعَلُ بِا لْمُجْرِمِيْنَ
innaa kazaalika naf'alu bil-mujrimiin

"Sungguh, demikianlah Kami memperlakukan terhadap orang-orang<5> yang berbuat dosa."

[35]*
اِنَّهُمْ كَا نُوْۤا اِذَا قِيْلَ لَهُمْ لَاۤ اِلٰهَ اِلَّا اللّٰهُ ۙ يَسْتَكْبِرُوْنَ ۙ 
innahum kaanuuu izaa qiila lahum laaa ilaaha illallohu yastakbiruun

"Sungguh, dahulu (didunia) apabila dikatakan kepada mereka, La ilaha illallah (Tidak ada tuhan selain Allah), mereka<5> menyombongkan diri,"

[36]
وَيَقُوْلُوْنَ اَئِنَّا لَتٰرِكُوْۤا اٰلِهَـتِنَا لِشَاعِرٍ مَّجْـنُوْنٍ ۗ 
wa yaquuluuna a innaa lataarikuuu aalihatinaa lisyaa'irim majnuun

"dan mereka<5> berkata, Apakah kami harus meninggalkan sesembahan kami karena seorang penyair gila?"

[37]
بَلْ جَآءَ بِا لْحَقِّ وَصَدَّقَ الْمُرْسَلِيْنَ
bal jaaa`a bil-haqqi wa shoddaqol-mursaliin

"Padahal dia (Muhammad) datang dengan membawa kebenaran dan membenarkan rasul-rasul (sebelumnya)."

[38]
اِنَّكُمْ لَذَآئِقُوا الْعَذَا بِ الْاَلِيْمِ ۚ 
innakum lazaaa`iqul-'azaabil-aliim

"Sungguh, kamu pasti akan merasakan azab yang pedih."

[39]
وَمَا تُجْزَوْنَ اِلَّا مَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ۙ 
wa maa tujzauna illaa maa kuntum ta'maluun

"Dan kamu<7> tidak diberi ganjaran melainkan terhadap apa yang telah kamu<5> kerjakan,"

[40]
اِلَّا عِبَادَ اللّٰهِ الْمُخْلَصِيْنَ
illaa 'ibaadallohil-mukhlashiin

"tetapi hamba-hamba Allah yang dibersihkan (dari dosa),"

[41]
اُولٰٓئِكَ لَهُمْ رِزْقٌ مَّعْلُوْمٌ ۙ 
ulaaa`ika lahum rizqum ma'luum

"mereka<7> itu memperoleh rezeki yang sudah ditentukan,"

[42]
فَوَا كِهُ ۚ وَهُمْ مُّكْرَمُوْنَ ۙ 
fawaakih, wa hum mukromuun

"(yaitu) buah-buahan. Dan mereka<7> orang yang dimuliakan,"

[43]
فِيْ جَنّٰتِ النَّعِيْمِ ۙ 
fii jannaatin na'iim

"di dalam surga-surga yang penuh kenikmatan."

[44]
عَلٰى سُرُرٍ مُّتَقٰبِلِيْنَ
'alaa sururim mutaqoobiliin

"(mereka duduk) berhadap-hadapan di atas dipan-dipan."

[45]
يُطَا فُ عَلَيْهِمْ بِكَأْسٍ مِّنْ مَّعِيْنٍۢ  ۙ 
yuthoofu 'alaihim bika`sim mim ma'iin

"Kepada mereka<7> diedarkan gelas (yang berisi air) dari mata air (surga),"

[46]
بَيْضَآءَ لَذَّةٍ لِّلشّٰرِبِيْنَ ۚ 
baidhooo`a lazzatil lisy-syaaribiin

"(warnanya) putih bersih, sedap rasanya bagi yang meminumnya."

[47]
لَا فِيْهَا غَوْلٌ وَّلَا هُمْ عَنْهَا يُنْزَفُوْنَ
laa fiihaa ghouluw wa laa hum 'an-haa yunzafuun

"Tidak ada di dalamnya (unsur) yang memabukkan dan mereka<7> tidak mabuk karenanya."

[48]
وَعِنْدَهُمْ قٰصِرٰتُ الطَّرْفِ عِيْنٌ ۙ 
wa 'indahum qooshirootuth-thorfi 'iin

"Dan di sisi mereka<7> ada (bidadari-bidadari) yang bermata indah, dan membatasi pandangannya,"

[49]
كَاَ نَّهُنَّ بَيْضٌ مَّكْنُوْنٌ
ka`annahunna baidhum maknuun

"seakan-akan mereka adalah telur yang tersimpan dengan baik."

[50]
فَاَ قْبَلَ بَعْضُهُمْ عَلٰى بَعْضٍ يَّتَسَآءَلُوْنَ
fa aqbala ba'dhuhum 'alaa ba'dhiy yatasaaa`aluun

"Lalu mereka berhadap-hadapan satu sama lain sambil bercakap-cakap."

[51]
قَا لَ قَآئِلٌ مِّنْهُمْ اِنِّيْ كَا نَ لِيْ قَرِيْنٌ ۙ 
qoola qooo`ilum min-hum innii kaana lii qoriin

"Berkatalah salah seorang di antara mereka<7>, Sesungguhnya aku dahulu (di dunia) pernah mempunyai seorang teman,"

[52]
يَقُوْلُ اَءِ نَّكَ لَمِنَ الْمُصَدِّقِيْنَ
yaquulu a innaka laminal-mushoddiqiin

"yang berkata, Apakah sesungguhnya kamu<5> termasuk orang-orang yang membenarkan (hari Berbangkit)?"

[53]
ءَاِذَا مِتْنَا وَكُنَّا تُرَا بًا وَّعِظَا مًا ءَاِنَّا لَمَدِيْنُوْنَ
a izaa mitnaa wa kunnaa turoobaw wa 'izhooman a innaa lamadiinuun

"Apabila kita telah mati dan telah menjadi tanah dan tulang-belulang, apakah kita benar-benar (akan dibangkitkan) untuk diberi ganjaran?"

[54]
قَا لَ هَلْ اَنْتُمْ مُّطَّلِعُوْنَ
qoola hal antum muththoli'uun

"Dia berkata, Maukah kamu meninjau (temanku itu)?"

[55]
فَا طَّلَعَ فَرَاٰهُ فِيْ سَوَآءِ الْجَحِيْمِ
faththola'a fa ro`aahu fii sawaaa`il-jahiim

"Maka dia meninjaunya, lalu dia melihat (teman)nya itu di tengah-tengah neraka yang menyala-nyala."

[56]
قَا لَ تَا للّٰهِ اِنْ كِدْتَّ لَـتُرْدِيْنِ ۙ 
qoola tallohi ing kitta laturdiin

"Dia berkata, Demi Allah, engkau hampir saja mencelakakanku,"

[57]
وَلَوْلَا نِعْمَةُ رَبِّيْ لَـكُنْتُ مِنَ الْمُحْضَرِيْنَ
walau laa ni'matu robbii lakuntu minal-muhdhoriin

"dan sekiranya bukan karena nikmat Tuhanku pastilah aku termasuk orang-orang yang diseret (ke neraka)

[58]
اَفَمَا نَحْنُ بِمَيِّتِيْنَ ۙ 
a fa maa nahnu bimayyitiin

"Maka apakah kita tidak akan mati?"

[59]
اِلَّا مَوْتَتَـنَا الْاُوْلٰى وَمَا نَحْنُ بِمُعَذَّبِيْنَ
illaa mautatanal-uulaa wa maa nahnu bimu'azzabiin

"Kecuali kematian kita yang pertama saja (kematian diri-ini<5> di dunia), dan kita tidak akan diazab (di akhirat ini)?"

[60]
اِنَّ هٰذَا لَهُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيْمُ
inna haazaa lahuwal-fauzul-'azhiim

"Sungguh, ini benar-benar kemenangan yang agung."

[61]
لِمِثْلِ هٰذَا فَلْيَعْمَلِ الْعٰمِلُوْنَ
limisli haazaa falya'malil-'aamiluun

"Untuk (kemenangan) serupa ini, hendaklah beramal bagi orang-orang<5> yang mampu beramal."

[62]
اَذٰلِكَ خَيْرٌ نُّزُلًا اَمْ شَجَرَةُ الزَّقُّوْمِ
a zaalika khoirun nuzulan am syajarotuz-zaqquum

"Apakah (makanan surga) itu hidangan yang lebih baik ataukah pohon zaqqum."

[63]
اِنَّا جَعَلْنٰهَا فِتْنَةً لِّلظّٰلِمِيْنَ
innaa ja'alnaahaa fitnatal lizh-zhoolimiin

"Sungguh, Kami menjadikannya (pohon zaqqum) sebagai azab bagi orang-orang zalim."

[64]
اِنَّهَا شَجَرَةٌ تَخْرُجُ فِيْۤ اَصْلِ الْجَحِيْمِ ۙ 
innahaa syajarotun takhruju fiii ashlil-jahiim

"Sungguh, itu adalah pohon yang keluar dari dasar Neraka Jahim,"

[65]
طَلْعُهَا كَاَ نَّهٗ رُءُوْسُ الشَّيٰطِيْنِ
thol'uhaa ka`annahuu ru`uususy-syayaathiin

"mayangnya seperti kepala-kepala setan."

[66]
فَاِ نَّهُمْ لَاٰ كِلُوْنَ مِنْهَا فَمٰلِـئُــوْنَ مِنْهَا الْبُطُوْنَ ۗ 
fa innahum la`aakiluuna min-haa famaali`uuna min-hal buthuun

"Maka sungguh, mereka<7> benar-benar memakan sebagian darinya (buah pohon itu), dan mereka memenuhi perutnya dengan buahnya (zaqqum)."

[67]
ثُمَّ اِنَّ لَهُمْ عَلَيْهَا لَشَوْبًا مِّنْ حَمِيْمٍ ۚ 
summa inna lahum 'alaihaa lasyaubam min hamiim

"Kemudian sungguh, setelah makan (buah zaqqum) mereka<7> mendapat minuman yang dicampur dengan air yang sangat panas."

[68]
ثُمَّ اِنَّ مَرْجِعَهُمْ لَاۡاِلَى الْجَحِيْمِ
summa inna marji'ahum la`ilal-jahiim

"Kemudian pasti tempat kembali mereka<7> ke Neraka Jahim."

[69]
اِنَّهُمْ اَلْفَوْا اٰبَآءَهُمْ ضَآ لِّيْنَ ۙ 
innahum alfau aabaaa`ahum dhooolliin

"Sesungguhnya mereka<5> mendapati nenek moyang mereka dalam keadaan sesat,"

[70]
فَهُمْ عَلٰۤى اٰثٰرِهِمْ يُهْرَعُوْنَ
fa hum 'alaaa aasaarihim yuhro'uun

"lalu mereka<5> tergesa-gesa mengikuti jejak (nenek moyang) mereka."

[71]
وَلَـقَدْ ضَلَّ قَبْلَهُمْ اَكْثَرُ الْاَوَّلِيْنَ ۙ 
wa laqod dholla qoblahum aksarul-awwaliin

"Dan sungguh, sebelum mereka (suku Quraisy), telah sesat sebagian besar dari orang-orang yang dahulu,"

[72]
وَلَقَدْ اَرْسَلْنَا فِيْهِمْ مُّنْذِرِيْنَ
wa laqod arsalnaa fiihim munziriin

"dan sungguh, Kami telah mengutus (rasul) pemberi peringatan di kalangan mereka."

[73]
فَا نْظُرْ كَيْفَ كَا نَ عَا قِبَةُ الْمُنْذَرِيْنَ ۙ 
fanzhur kaifa kaana 'aaqibatul-munzariin

"Maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang diberi peringatan itu,"

[74]
اِلَّا عِبَادَ اللّٰهِ الْمُخْلَصِيْنَ
illaa 'ibaadallohil-mukhlashiin

"kecuali hamba-hamba Allah yang disucikan (dari dosa)."

[75]
وَلَقَدْ نَادٰٮنَا نُوْحٌ فَلَنِعْمَ الْمُجِيْبُوْنَ ۖ 
wa laqod naadaanaa nuuhun fa lani'mal-mujiibuun

"Dan sungguh, Nuh telah berdoa kepada Kami, maka sungguh, Kamilah sebaik-baik yang memperkenankan do'a."

[76]
وَنَجَّيْنٰهُ وَاَهْلَهٗ مِنَ الْكَرْبِ الْعَظِيْمِ ۖ 
wa najjainaahu wa ahlahuu minal-karbil-'azhiim

"Kami telah menyelamatkan dia dan pengikutnya dari bencana yang besar."

[77]
وَجَعَلْنَا ذُرِّيَّتَهٗ هُمُ الْبٰقِيْنَ
wa ja'alnaa zurriyyatahuu humul-baaqiin

"Dan Kami jadikan anak cucunya orang-orang yang melanjutkan keturunan."

[78]
وَتَرَكْنَا عَلَيْهِ فِى الْاٰخِرِيْنَ ۖ 
wa taroknaa 'alaihi fil-aakhiriin

"Dan Kami abadikan untuk Nuh di kalangan orang-orang yang datang kemudian."

[79]
سَلٰمٌ عَلٰى نُوْحٍ فِى الْعٰلَمِيْنَ
salaamun 'alaa nuuhin fil-'aalamiin

"Kesejahteraan atas Nuh di seluruh alam."

[80]
اِنَّا كَذٰلِكَ نَجْزِى الْمُحْسِنِيْنَ
innaa kazaalika najzil-muhsiniin

"Sungguh, demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat kebajikan."

[81]
اِنَّهٗ مِنْ عِبَادِنَا الْمُؤْمِنِيْنَ
innahuu min 'ibaadinal-mu`miniin

"Sungguh, dia termasuk di antara hamba-hamba Kami yang beriman."

[82]
ثُمَّ اَغْرَقْنَا الْاٰخَرِيْنَ
summa aghroqnal-aakhoriin

"Kemudian Kami tenggelamkan yang lain."

[83]
وَاِ نَّ مِنْ شِيْعَتِهٖ لَاِ بْرٰهِيْمَ ۘ 
wa inna min syii'atihii la`ibroohiim

"Dan sungguh, Ibrahim termasuk golongannya (Nuh)."

[84]
اِذْ جَآءَ رَبَّهٗ بِقَلْبٍ سَلِيْمٍ
iz jaaa`a robbahuu biqolbin saliim

"ketika dia datang kepada Tuhannya dengan hati yang suci."

[85]
اِذْ قَا لَ لِاَ بِيْهِ وَقَوْمِهٖ مَاذَا تَعْبُدُوْنَ ۚ 
iz qoola li`abiihi wa qoumihii maazaa ta'buduun

"ketika dia berkata kepada ayahnya dan kaumnya, Apakah yang kamu sembah itu?"

[86]
اَئِفْكًا اٰلِهَةً دُوْنَ اللّٰهِ تُرِيْدُوْنَ ۗ 
a ifkan aalihatan duunallohi turiiduun

"Apakah kamu menghendaki kebohongan dengan sesembahan selain Allah itu?"

[87]
فَمَا ظَنُّكُمْ بِرَبِّ الْعٰلَمِيْنَ
fa maa zhonnukum birobbil-'aalamiin

"Maka bagaimana anggapanmu terhadap Tuhan seluruh alam?"

[88]
فَنَظَرَ نَظْرَةً فِى النُّجُوْمِ ۙ 
fa nazhoro nazhrotan fin-nujuum

"Lalu dia memandang sekilas ke bintang-bintang,"

[89]
فَقَا لَ اِنِّيْ سَقِيْمٌ
fa qoola innii saqiim

"kemudian dia (Ibrahim) berkata, Sesungguhnya aku sakit."

[90]
فَتَوَلَّوْا عَنْهُ مُدْبِرِيْنَ
fa tawallau 'an-hu mudbiriin

"Lalu mereka berpaling dari dia dan pergi meninggalkannya."

[91]
فَرَاغَ اِلٰۤى اٰلِهَتِهِمْ فَقَا لَ اَ لَا تَأْكُلُوْنَ ۚ 
fa roogho ilaaa aalihatihim fa qoola alaa ta`kuluun

"Kemudian dia (Ibrahim) pergi dengan diam-diam kepada berhala-berhala mereka; lalu dia berkata, Mengapa kamu tidak makan?"

[92]
مَا لَـكُمْ لَا تَنْطِقُوْنَ
maa lakum laa tanthiquun

"Mengapa kamu tidak menjawab?"

[93]
فَرَاغَ عَلَيْهِمْ ضَرْبًا بِۢا لْيَمِيْنِ
fa roogho 'alaihim dhorbam bil-yamiin

"Lalu dihadapinya (berhala-berhala) itu sambil memukulnya dengan tangan kanannya."

[94]
فَاَ قْبَلُوْۤا اِلَيْهِ يَزِفُّوْنَ
fa aqbaluuu ilaihi yaziffuun

"Kemudian mereka (kaumnya) datang bergegas kepadanya."

[95]
قَا لَ اَتَعْبُدُوْنَ مَا تَنْحِتُوْنَ ۙ 
qoola a ta'buduuna maa tan-hituun

"Dia (Ibrahim) berkata, Apakah kamu menyembah patung-patung yang kamu pahat itu?,"

[96]
وَا للّٰهُ خَلَقَكُمْ وَمَا تَعْمَلُوْنَ
wallohu kholaqokum wa maa ta'maluun

"padahal Allah-lah yang menciptakan kamu dan apa yang kamu perbuat itu."

[97]
قَا لُوا ابْنُوْا لَهٗ بُنْيَا نًا فَاَ لْقُوْهُ فِى الْجَحِيْمِ
qoolubnuu lahuu bun-yaanan fa alquuhu fil-jahiim

"Mereka berkata, Buatlah bangunan (perapian) untuknya (membakar Ibrahim); lalu lemparkan dia ke dalam api yang menyala-nyala itu."

[98]
فَاَرَادُوْا بِهٖ كَيْدًا فَجَعَلْنٰهُمُ الْاَسْفَلِيْنَ
fa arooduu bihii kaidan fa ja'alnaahumul-asfaliin

"Maka mereka bermaksud memperdayainya dengan (membakar)nya, (namun Allah menyelamatkannya), lalu Kami jadikan mereka orang-orang yang hina."

[99]
Allah SW
وَقَا لَ اِنِّيْ ذَاهِبٌ اِلٰى رَبِّيْ سَيَهْدِيْنِ
wa qoola innii zaahibun ilaa robbii sayahdiin

"Dan dia (Ibrahim) berkata, Sesungguhnya aku harus pergi (menghadap) kepada Tuhanku, Dia akan memberi petunjuk kepadaku."

[100]
رَبِّ هَبْ لِيْ مِنَ الصّٰلِحِيْنَ
robbi hab lii minash-shoolihiin

"Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang yang saleh."

[101]
فَبَشَّرْنٰهُ بِغُلٰمٍ حَلِيْمٍ
fa  basysyarnaahu bighulaamin haliim

"Maka Kami beri kabar gembira kepadanya dengan (kelahiran) seorang anak yang sangat sabar (Ismail)."

[102]
فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَا لَ يٰبُنَيَّ اِنِّيْۤ اَرٰى فِى الْمَنَا مِ اَنِّيْۤ اَذْبَحُكَ فَا نْظُرْ مَاذَا تَرٰى ۗ قَا لَ يٰۤاَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ ۖ سَتَجِدُنِيْۤ اِنْ شَآءَ اللّٰهُ مِنَ الصّٰبِرِيْنَ
fa lammaa balagho ma'ahus-sa'ya qoola yaa bunayya inniii aroo fil-manaami anniii azbahuka fanzhur maazaa taroo, qoola yaaa abatif'al maa tu`maru satajiduniii in syaaa`allohu minash-shoobiriin

"Maka ketika anak itu sampai (pada umur) sanggup berusaha bersamanya, (Ibrahim) berkata, Wahai anakku! Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. 
Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu! Dia (Ismail) menjawab, Wahai ayahku! Lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu; insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar."

[103]
فَلَمَّاۤ اَسْلَمَا وَتَلَّهٗ لِلْجَبِيْنِ ۚ 
fa lammaaa aslamaa wa tallahuu lil-jabiin

"Maka ketika keduanya telah patuh dan dia (Ibrahim) membaringkan anaknya atas pelipisnya, (untuk melaksanakan perintah Allah)."

[104]
وَنَادَيْنٰهُ اَنْ يّٰۤاِبْرٰهِيْمُ ۙ 
wa naadainaahu ay yaaa ibroohiim

"Lalu Kami panggil dia, Wahai Ibrahim!"

[105)
قَدْ صَدَّقْتَ الرُّءْيَا ۚ اِنَّا كَذٰلِكَ نَجْزِى الْمُحْسِنِيْنَ
qod shoddaqtar-ru`yaa, innaa kazaalika najzil-muhsiniin

"Sungguh, engkau telah membenarkan mimpi itu. Sungguh, demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik."

[106]
اِنَّ هٰذَا لَهُوَ الْبَلٰٓ ؤُا الْمُبِيْنُ
inna haazaa lahuwal-balaaa`ul mubiin

"Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata."

[107]
وَفَدَيْنٰهُ بِذِبْحٍ عَظِيْمٍ
wa fadainaahu bizib-hin 'azhiim

"Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar."

[108]
وَتَرَكْنَا عَلَيْهِ فِى الْاٰخِرِيْنَ ۖ 
wa taroknaa 'alaihi fil-aakhiriin

"Dan Kami abadikan untuk Ibrahim (pujian) di kalangan orang-orang yang datang kemudian,"

[109]
سَلٰمٌ عَلٰۤى اِبْرٰهِيْمَ
salaamun 'alaaa ibroohiim

"Selamat sejahtera bagi Ibrahim."

[110]
كَذٰلِكَ نَجْزِى الْمُحْسِنِيْنَ
kazaalika najzil-muhsiniin

"Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik."

[111]
اِنَّهٗ مِنْ عِبَادِنَا الْمُؤْمِنِيْنَ
innahuu min 'ibaadinal-mu`miniin

"Sungguh, dia termasuk hamba-hamba Kami yang beriman."

[112]
وَبَشَّرْنٰهُ بِاِسْحٰقَ نَبِيًّا مِّنَ الصّٰلِحِيْنَ
wa basysyarnaahu bi`is-haaqo nabiyyam minash-shoolihiin

"Dan Kami beri dia kabar gembira dengan (kelahiran) Ishaq seorang nabi yang termasuk orang-orang yang saleh."

[113]
وَبٰرَكْنَا عَلَيْهِ وَعَلٰۤى اِسْحٰقَ ۗ وَ مِنْ ذُرِّيَّتِهِمَا مُحْسِنٌ وَّظَا لِمٌ لِّنَفْسِهٖ مُبِيْنٌ
wa baaroknaa 'alaihi wa 'alaaa is-haaq, wa min zurriyyatihimaa muhsinuw wa zhoolimul linafsihii mubiin

"Dan Kami limpahkan keberkahan kepadanya dan kepada Ishaq. Dan di antara keturunan keduanya ada yang berbuat baik dan ada (pula) yang terang-terangan berbuat zalim terhadap diri (sejati<7>) nya sendiri."

[114]
وَلَقَدْ مَنَنَّا عَلٰى مُوْسٰى وَهٰرُوْنَ ۚ 
wa laqod manannaa 'alaa muusaa wa haaruun

"Dan sungguh, Kami telah melimpahkan nikmat kepada Musa dan Harun."

[115]
وَنَجَّيْنٰهُمَا وَقَوْمَهُمَا مِنَ الْكَرْبِ الْعَظِيْمِ ۚ 
wa najjainaahumaa wa qoumahumaa minal-karbil-'azhiim

"Dan Kami selamatkan keduanya dan kaumnya dari bencana yang besar,"

[116]
وَنَصَرْنٰهُمْ فَكَا نُوْا هُمُ الْغٰلِبِيْنَ ۚ 
wa nashornaahum fa kaanuu humul-ghoolibiin

"dan Kami tolong mereka, sehingga jadilah mereka orang-orang yang menang."

[117]
وَاٰ تَيْنٰهُمَا الْكِتٰبَ الْمُسْتَبِيْنَ ۚ 
wa aatainaahumal-kitaabal-mustabiin

"Dan Kami berikan kepada keduanya Kitab yang sangat jelas."

[118]
وَهَدَيْنٰهُمَا الصِّرَا طَ الْمُسْتَقِيْمَ ۚ 
wa hadainaahumash-shiroothol-mustaqiim

"dan Kami tunjukkan keduanya jalan yang lurus."

[119]
وَتَرَكْنَا عَلَيْهِمَا فِى الْاٰخِرِيْنَ ۙ 
wa taroknaa 'alaihimaa fil-aakhiriin

"Dan Kami abadikan untuk keduanya (pujian) di kalangan orang-orang yang datang kemudian,"

[120]
سَلٰمٌ عَلٰى مُوْسٰى وَهٰرُوْنَ
salaamun 'alaa muusaa wa haaruun

"Selamat sejahtera bagi Musa dan Harun."

[121]
اِنَّا كَذٰلِكَ نَجْزِى الْمُحْسِنِيْنَ
innaa kazaalika najzil-muhsiniin

"Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang<5> yang berbuat kebajikan."

[122]
اِنَّهُمَا مِنْ عِبَادِنَا الْمُؤْمِنِيْنَ
innahumaa min 'ibaadinal-mu`miniin

"Sungguh, keduanya termasuk hamba-hamba Kami yang beriman."

[123]
وَاِ نَّ اِلْيَاسَ لَمِنَ الْمُرْسَلِيْنَ ۗ 
wa inna ilyaasa laminal-mursaliin

"Dan sungguh, Ilyas benar-benar termasuk salah seorang rasul."

[124]
اِذْ قَا لَ لِقَوْمِهٖۤ اَ لَا تَتَّقُوْنَ
iz qoola liqoumihiii alaa tattaquun

"Ketika dia berkata kepada kaumnya, Mengapa kamu tidak bertakwa?"

[125]
اَتَدْعُوْنَ بَعْلًا وَّتَذَرُوْنَ اَحْسَنَ الْخٰلِقِيْنَ ۙ 
a tad'uuna ba'law wa tazaruuna ahsanal-khooliqiin

"Patutkah kamu<5> menyembah Ba'al dan kamu tinggalkan (Allah) sebaik-baik Pencipta,"

[126]
اللّٰهَ رَبَّكُمْ وَرَبَّ اٰبَآئِكُمُ الْاَوَّلِيْنَ
alloha robbakum wa robba aabaaa`ikumul-awwaliin

"(yaitu) Allah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu yang terdahulu?"

[127]
فَكَذَّبُوْهُ فَاِ نَّهُمْ لَمُحْضَرُوْنَ ۙ 
fa kazzabuuhu fa innahum lamuhdhoruun

"Tetapi mereka<5>mendustakannya (Ilyas), maka sungguh, mereka<7> akan diseret (ke neraka),"

[128]
اِلَّا عِبَادَ اللّٰهِ الْمُخْلَصِيْنَ
illaa 'ibaadallohil-mukhlashiin

"kecuali hamba-hamba Allah yang disucikan (dari dosa)."

[129]
وَتَرَكْنَا عَلَيْهِ فِى الْاٰخِرِيْنَ ۙ 
wa taroknaa 'alaihi fil-aakhiriin

"Dan Kami abadikan untuk Ilyas (pujian) di kalangan orang-orang yang datang kemudian,"

[130]
سَلٰمٌ عَلٰۤى اِلْ يَاسِيْنَ
salaamun 'alaaa ilyaasiin

"Selamat sejahtera bagi Ilyas."

[131]
اِنَّا كَذٰلِكَ نَجْزِى الْمُحْسِنِيْنَ
innaa kazaalika najzil-muhsiniin

"Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang<5> yang berbuat kebajikan."

[132]
اِنَّهٗ مِنْ عِبَادِنَا الْمُؤْمِنِيْنَ
innahuu min 'ibaadinal-mu`miniin

"Sungguh, dia termasuk hamba-hamba Kami yang beriman."

[133]
وَاِ نَّ لُوْطًا لَّمِنَ الْمُرْسَلِيْنَ ۗ 
wa inna luuthol laminal-mursaliin

"Dan sungguh, Luth benar-benar termasuk salah seorang rasul."

[134]
اِذْ نَجَّيْنٰهُ وَاَهْلَهٗۤ اَجْمَعِيْنَ ۙ 
iz najjainaahu wa ahlahuuu ajma'iin

"Ketika Kami telah menyelamatkan dia dan pengikutnya semua,"

[135]
اِلَّا عَجُوْزًا فِى الْغٰبِرِيْنَ
illaa 'ajuuzan fil-ghoobiriin

"kecuali seorang perempuan tua (istrinya) bersama-sama orang yang tinggal (di kota)."

[136]
ثُمَّ دَمَّرْنَا الْاٰخَرِيْنَ
summa dammarnal-aakhoriin

"Kemudian Kami binasakan orang-orang yang lain."

[137]
وَاِ نَّكُمْ لَتَمُرُّوْنَ عَلَيْهِمْ مُّصْبِحِيْنَ ۙ 
wa innakum latamurruuna 'alaihim mushbihiin

"Dan sesungguhnya kamu (penduduk Mekah) benar-benar akan melalui (bekas-bekas) mereka pada waktu pagi,"

[138]
وَبِا لَّيْلِ ۗ اَفَلَا تَعْقِلُوْنَ
wa bil-laiil, a fa laa ta'qiluun

"dan pada waktu malam. Maka mengapa kamu tidak mengerti?"

[139]
وَاِ نَّ يُوْنُسَ لَمِنَ الْمُرْسَلِيْنَ ۗ 
wa inna yuunusa laminal-mursaliin

"Dan sungguh, Yunus benar-benar termasuk salah seorang rasul,"

[140]
اِذْ اَبَقَ اِلَى الْفُلْكِ الْمَشْحُوْنِ ۙ 
iz abaqo ilal-fulkil-masy-huun

"Ketika dia lari, ke kapal yang penuh muatan,"

[141]
فَسَاهَمَ فَكَا نَ مِنَ الْمُدْحَضِيْنَ ۚ 
fa saahama fa kaana minal-mud-hadhiin

"kemudian dia ikut diundi ternyata dia termasuk orang-orang yang kalah (dalam undian)."

[142]
فَا لْتَقَمَهُ الْحُوْتُ وَهُوَ مُلِيْمٌ
faltaqomahul-huutu wa huwa muliim

"Maka dia ditelan oleh ikan besar dalam keadaan tercela."

[143]
فَلَوْلَاۤ اَنَّهٗ كَا نَ مِنَ الْمُسَبِّحِيْنَ ۙ 
falau laaa annahuu kaana minal-musabbihiin

"Maka sekiranya dia tidak termasuk orang yang banyak berzikir (bertasbih) kepada Allah,"

[144]
لَلَبِثَ فِيْ بَطْنِهٖۤ اِلٰى يَوْمِ يُبْعَثُوْنَ ۚ 
lalabisa fii bathnihiii ilaa yaumi yub'asuun

"niscaya dia akan tetap tinggal di perut (ikan itu) sampai hari Berbangkit."

[145]
فَنَبَذْنٰهُ بِا لْعَرَآءِ وَهُوَ سَقِيْمٌ ۚ 
fa nabaznaahu bil-'arooo`i wa huwa saqiim

"Kemudian Kami lemparkan dia ke daratan yang tandus, sedang dia dalam keadaan sakit."

[146]
وَاَ نْۢبَتْنَا عَلَيْهِ شَجَرَةً مِّنْ يَّقْطِيْنٍ ۚ 
wa ambatnaa 'alaihi syajarotam miy yaqthiin

"Kemudian untuk dia Kami tumbuhkan sebatang pohon dari jenis labu."

[147]
وَاَرْسَلْنٰهُ اِلٰى مِائَةِ اَلْفٍ اَوْ يَزِيْدُوْنَ ۚ 
wa arsalnaahu ilaa mi`ati alfin au yaziiduun

"Dan Kami utus dia kepada seratus ribu (orang) atau lebih,"

[148]
فَاٰ مَنُوْا فَمَتَّعْنٰهُمْ اِلٰى حِيْنٍ ۗ 
fa aamanuu fa matta'naahum ilaa hiin

"sehingga mereka<5> beriman, karena itu Kami anugerahkan kenikmatan hidup kepada mereka<5> hingga waktu tertentu."

[149]
فَاسْتَفْتِهِمْ اَلِرَبِّكَ الْبَنَا تُ وَلَهُمُ الْبَنُوْنَ ۙ 
fastaftihim a lirobbikal-banaatu wa lahumul-banuun

"Maka tanyakanlah (Muhammad) kepada mereka (orang-orang kafir Mekah), Apakah anak-anak perempuan itu untuk Tuhanmu sedangkan untuk mereka anak-anak laki-laki?"

[150]
اَمْ خَلَقْنَا الْمَلٰٓئِكَةَ اِنَا ثًا وَّهُمْ شٰهِدُوْنَ
am kholaqnal-malaaa`ikata inaasaw wa hum syaahiduun

"Atau apakah Kami menciptakan malaikat-malaikat berupa perempuan sedangkan mereka menyaksikan(nya)?"

[151]
اَ لَاۤ اِنَّهُمْ مِّنْ اِفْكِهِمْ لَيَقُوْلُوْنَ ۙ 
alaaa innahum min ifkihim layaquuluun

"Ingatlah, sesungguhnya di antara kebohongannya mereka benar-benar mengatakan,"

[152]
وَلَدَ اللّٰهُ ۙ وَاِ نَّهُمْ لَـكٰذِبُوْنَ
waladallohu wa innahum lakaazibuun

"Allah mempunyai anak. Dan sungguh, mereka<5> benar-benar pendusta,"

[153]
اَصْطَفَى الْبَنَا تِ عَلَى الْبَنِيْنَ ۗ 
ashthofal-banaati 'alal-baniin

"apakah Dia (Allah) memilih anak-anak perempuan daripada anak-anak laki-laki?"

[154]
مَا لَـكُمْ ۗ كَيْفَ تَحْكُمُوْنَ
maa lakum, kaifa tahkumuun

"Mengapa kamu ini? Bagaimana (caranya) kamu menetapkan?"

[155]
اَفَلَا تَذَكَّرُوْنَ ۚ 
a fa laa tazakkaruun

"Maka mengapa kamu tidak memikirkan?"

[156]
اَمْ لَـكُمْ سُلْطٰنٌ مُّبِيْنٌ ۙ 
am lakum sulthoonum mubiin

"Ataukah kamu mempunyai bukti yang jelas?,"

[157]
فَأْتُوْا بِكِتٰبِكُمْ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ
fa`tuu bikitaabikum ing kuntum shoodiqiin

"(kalau begitu) maka bawalah Kitabmu jika kamu orang yang benar."

[158]
وَجَعَلُوْا بَيْنَهٗ وَبَيْنَ الْجِنَّةِ نَسَبًا  ۗ وَلَقَدْ عَلِمَتِ الْجِنَّةُ اِنَّهُمْ لَمُحْضَرُوْنَ ۙ 
wa ja'aluu bainahuu wa bainal-jinnati nasabaa, wa laqod 'alimatil-jinnatu innahum lamuhdhoruun

"Dan mereka<5> mengadakan (hubungan) nasab (keluarga) antara Dia (Allah) dengan jin. Dan sungguh, jin telah mengetahui bahwa mereka pasti akan diseret."

[159]
سُبْحٰنَ اللّٰهِ عَمَّا يَصِفُوْنَ ۙ 
sub-hanallohi 'ammaa yashifuun

"Maha Suci Allah dari apa yang mereka<5> sifatkan."

[160]
اِلَّا عِبَادَ اللّٰهِ الْمُخْلَصِيْنَ
illaa 'ibaadallohil-mukhlashiin

"kecuali hamba-hamba Allah yang disucikan."

[161]
فَاِ نَّكُمْ وَمَا تَعْبُدُوْنَ ۙ 
fa innakum wa maa ta'buduun

"Maka sesungguhnya kamu dan apa yang kamu sembah itu,"

[162]
مَاۤ اَنْـتُمْ عَلَيْهِ بِفٰتِنِيْنَ ۙ 
maaa antum 'alaihi bifaatiniin

"tidak akan dapat menyesatkan (seseorang) terhadap Allah,"

[163]
اِلَّا مَنْ هُوَ صَا لِ الْجَحِيْمِ
illaa man huwa shoolil-jahiim

"kecuali orang-orang yang akan masuk ke Neraka Jahim."

[164]
وَمَا مِنَّاۤ اِلَّا لَهٗ مَقَا مٌ مَّعْلُوْمٌ ۙ 
wa maa minnaaa illaa lahuu maqoomum ma'luum

"Dan tidak satu pun di antara kami (malaikat) melainkan masing-masing mempunyai kedudukan tertentu,"

[165]
وَّاِنَّا لَـنَحْنُ الصَّآ فُّوْنَ ۚ 
wa innaa lanahnush-shoooffuun

"dan sesungguhnya kami selalu teratur dalam barisan (dalam melaksanakan perintah Allah)."

[166]
وَاِ نَّا لَـنَحْنُ الْمُسَبِّحُوْنَ
wa innaa lanahnul-musabbihuun

"Dan sungguh, kami benar-benar terus bertasbih (kepada Allah)."

[167]
وَاِ نْ كَا نُوْا لَيَقُوْلُوْنَ ۙ 
wa ing kaanuu layaquuluun

"Dan sesungguhnya mereka (orang kafir Mekah) benar-benar pernah berkata,"

[168]
لَوْ اَنَّ عِنْدَنَا ذِكْرًا مِّنَ الْاَوَّلِيْنَ ۙ 
lau anna 'indanaa zikrom minal-awwaliin

"Sekiranya di sisi kami ada sebuah Kitab dari (Kitab-Kitab yang diturunkan) kepada orang-orang dahulu,"

[169]
لَـكُنَّا عِبَادَ اللّٰهِ الْمُخْلَصِيْنَ
lakunnaa 'ibaadallohil-mukhlashiin

"tentu kami akan menjadi hamba Allah yang disucikan."

[170]
فَكَفَرُوْا بِهٖ فَسَوْفَ يَعْلَمُوْنَ
fa kafaruu bih, fa saufa ya'lamuun

"Tetapi ternyata mereka<5> mengingkarinya (Al-Qur'an); maka kelak mereka<7> akan mengetahui (akibat keingkarannya itu)."

[171]
وَلَقَدْ سَبَقَتْ كَلِمَتُنَا لِعِبَادِنَا الْمُرْسَلِيْنَ ۖ 
wa laqod sabaqot kalimatunaa li'ibaadinal-mursaliin

"Dan sungguh, janji Kami telah tetap bagi hamba-hamba Kami yang menjadi rasul,"

[172]
اِنَّهُمْ لَهُمُ الْمَنْصُوْرُوْنَ ۖ 
innahum lahumul-manshuuruun

"(yaitu) mereka<7> itu pasti akan mendapat pertolongan."

[173]
وَاِ نَّ جُنْدَنَا لَهُمُ الْغٰلِبُوْنَ
wa inna jundanaa lahumul-ghoolibuun

"Dan sesungguhnya bala tentara Kami itulah yang pasti menang."

[174]
فَتَوَلَّ عَنْهُمْ حَتّٰى حِيْنٍ ۙ 
fa tawalla 'an-hum hattaa hiin

"Maka berpalinglah engkau (Muhammad) dari mereka<5> sampai waktu tertentu."

[175]
وَاَ بْصِرْهُمْ فَسَوْفَ يُبْصِرُوْنَ
wa abshir-hum, fa saufa yubshiruun

"dan perlihatkanlah kepada mereka<5>, maka kelak mereka<7> akan melihat (azab itu)."

[176]
اَفَبِعَذَا بِنَا يَسْتَعْجِلُوْنَ
a fa bi'azaabinaa yasta'jiluun

"Maka apakah mereka<5> meminta agar azab Kami disegerakan."

[177]
فَاِذَا نَزَلَ بِسَاحَتِهِمْ فَسَآءَ صَبَاحُ الْمُنْذَرِيْنَ
fa izaa nazala bisaahatihim fa saaa`a shobaahul-munzariin

"Maka apabila (siksaan) itu turun di halaman mereka, maka sangat buruklah pagi hari bagi orang-orang yang diperingatkan itu."

[178]
وَتَوَلَّ عَنْهُمْ حَتّٰى حِيْنٍ ۙ 
wa tawalla 'an-hum hattaa hiin

"Dan berpalinglah engkau dari mereka<5> sampai waktu tertentu."

[179]
وَّاَبْصِرْ فَسَوْفَ يُبْصِرُوْنَ
wa abshir, fa saufa yubshiruun

"Dan perlihatkanlah, maka kelak mereka<7> akan melihat (azab itu)."

[180]
سُبْحٰنَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ ۚ 
sub-haana robbika robbil-'izzati 'ammaa yashifuun

"Maha Suci Tuhanmu, Tuhan Yang Maha Perkasa dari sifat yang mereka<5> katakan."

[181]
وَسَلٰمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ ۚ 
wa salaamun 'alal-mursaliin

"Dan selamat sejahtera bagi para rasul."

[182]
وَا لْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ
wal-hamdu lillaahi robbil-'aalamiin

"Dan segala puji bagi Allah Tuhan seluruh alam."

.
.
{ 38 }  Sad  ( Sad )
___________________
(Mekah)  (88 ayat)


[1]
صٓ ۗ وَا لْقُرْاٰنِ ذِى الذِّكْرِ ۗ 
shoood, wal-qur`aani ziz-zikr

"Shad, demi Al-Qur'an yang mengandung peringatan."

[2]
بَلِ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا فِيْ عِزَّةٍ وَّشِقَا قٍ
balillaziina kafaruu fii 'izzatiw wa syiqooq

"Tetapi orang-orang yang kafir (berada) dalam kesombongan dan permusuhan."

[3]
كَمْ اَهْلَـكْنَا مِنْ قَبْلِهِمْ مِّنْ قَرْنٍ فَنَادَوْا وَّلَا تَ حِيْنَ مَنَاصٍ
kam ahlaknaa ming qoblihim ming qornin fa naadaw wa laata hiina manaash

"Betapa banyak umat sebelum mereka<5> yang telah Kami binasakan, lalu mereka meminta tolong padahal (waktu itu) bukanlah saat untuk lari melepaskan diri."

[4]
وَعَجِبُوْۤا اَنْ جَآءَهُمْ مُّنْذِرٌ مِّنْهُمْ ۖ وَقَا لَ الْكٰفِرُوْنَ هٰذَا سٰحِرٌ كَذَّابٌ ۚ 
wa 'ajibuuu an jaaa`ahum munzirum min-hum wa qoolal-kaafiruuna haazaa saahirung kazzaab

"Dan mereka<5> heran karena mereka kedatangan seorang pemberi peringatan (rasul) dari kalangan mereka; dan orang-orang kafir berkata, Orang ini adalah pesihir yang banyak berdusta."

[5]
اَجَعَلَ الْاٰلِهَةَ اِلٰهًا وَّاحِدًا ۖ اِنَّ هٰذَا لَشَيْءٌ عُجَا بٌ
a ja'alal-aalihata ilaahaw waahidan inna haazaa lasyai`un 'ujaab

"Apakah dia menjadikan tuhan-tuhan itu Tuhan yang satu saja? Sungguh, ini benar-benar sesuatu yang sangat mengherankan."

[6]
وَا نْطَلَقَ الْمَلَاُ مِنْهُمْ اَنِ امْشُوْا وَاصْبِرُوْا عَلٰۤى اٰلِهَتِكُمْ ۖ اِنَّ هٰذَا لَشَيْءٌ يُّرَادُ ۖ 
wantholaqol-mala`u min-hum animsyuu washbiruu 'alaaa aalihatikum inna haazaa lasyai`uy yurood

"Lalu pergilah pemimpin-pemimpin mereka (seraya berkata), Pergilah kamu dan tetaplah (menyembah) tuhan-tuhanmu, sesungguhnya ini benar-benar suatu hal yang dikehendaki."

[7]÷
مَا سَمِعْنَا بِهٰذَا فِى الْمِلَّةِ الْاٰخِرَةِ ۖ اِنْ هٰذَاۤ اِلَّا اخْتِلَا قٌ ۚ 
maa sami'naa bihaazaa fil-millatil-aakhiroti in haazaaa illakhtilaaq

"Kami tidak pernah mendengar hal ini dalam agama yang terakhir; ini (mengesakan Allah), tidak lain hanyalah (dusta) yang diada-adakan,"

[8]
ءَاُنْزِلَ عَلَيْهِ الذِّكْرُ مِنْۢ بَيْنِنَا ۗ بَلْ هُمْ فِيْ شَكٍّ مِّنْ ذِكْرِيْ ۚ بَلْ لَّمَّا يَذُوْقُوْا عَذَا بِ ۗ 
a unzila 'alaihiz-zikru mim baininaa, bal hum fii syakkim min zikrii, bal lammaa yazuuquu 'azaab

"mengapa Al-Qur'an itu diturunkan kepada dia di antara kita?
Sebenarnya mereka<5> ragu-ragu terhadap Al-Qur'anKu, tetapi mereka belum merasakan azab (Ku)

[9]
اَمْ عِنْدَهُمْ خَزَآئِنُ رَحْمَةِ رَبِّكَ الْعَزِيْزِ الْوَهَّابِ ۚ 
am 'indahum khozaaa`inu rohmati robbikal-'aziizil wahhaab

"Atau apakah mereka itu mempunyai perbendaharaan rahmat Tuhanmu Yang Maha Perkasa, Maha Pemberi?"

[10]
اَمْ لَهُمْ مُّلْكُ السَّمٰوٰتِ وَا لْاَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا ۗ فَلْيَرْتَقُوْا فِى الْاَسْبَا بِ
am lahum mulkus-samaawaati wal-ardhi wa maa bainahumaa, falyartaquu fil-asbaab

"Atau apakah mereka mempunyai kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya? (Jika ada), maka biarlah mereka menaiki tangga-tangga (ke langit)

[11]
جُنْدٌ مَّا هُنَا لِكَ مَهْزُوْمٌ مِّنَ الْاَحْزَا بِ
jundum maa hunaalika mahzuumum minal-ahzaab

"(Mereka itu) kelompok besar bala tentara yang berada di sana yang akan dikalahkan."

[12]
كَذَّبَتْ قَبْلَهُمْ قَوْمُ نُوْحٍ وَّعَادٌ وَّفِرْعَوْنُ ذُو الْاَوْتَادِ ۙ 
kazzabat qoblahum qoumu nuuhiw wa 'aaduw wa fir'aunu zul-autaad

"Sebelum mereka itu, kaum Nuh, 'Ad, dan Fir'aun yang mempunyai bala tentara yang banyak, juga telah mendustakan (rasul)."

[13]
وَثَمُوْدُ وَقَوْمُ لُوْطٍ وَّاَصْحٰبُ لْئَیْكَةِ ۗ اُولٰٓئِكَ الْاَحْزَا بُ
wa samuudu wa qoumu luuthiw wa ash-haabul-aikah, ulaaa`ikal-ahzaab

"dan (begitu juga) Samud, kaum Luth, dan penduduk Aikah. Mereka itulah golongan-golongan yang bersekutu (menentang rasul-rasul)."

[14]
اِنْ كُلٌّ اِلَّا كَذَّبَ الرُّسُلَ فَحَقَّ عِقَا بِ
ing kullun illaa kazzabar-rusula fa haqqo 'iqoob

"Semua mereka<5> itu mendustakan rasul-rasul, maka pantas mereka<7> merasakan azab-Ku."

[15]*
وَمَا يَنْظُرُ هٰۤؤُلَآ ءِ اِلَّا صَيْحَةً وَّاحِدَةً مَّا لَهَا مِنْ فَوَا قٍ
wa maa yanzhuru haaa`ulaaa`i illaa shoihataw waahidatam maa lahaa min fawaaq

"Dan sebenarnya yang mereka tunggu adalah satu teriakan saja yang tidak ada selanya."

[16]
وَقَا لُوْا رَبَّنَا عَجِّلْ لَّنَا قِطَّنَا قَبْلَ يَوْمِ الْحِسَا بِ
wa qooluu robbanaa 'ajjil lanaa qiththonaa qobla yaumil-hisaab

"Dan mereka berkata, Ya Tuhan kami, segerakanlah azab yang diperuntukkan bagi kami sebelum hari Perhitungan."

[17]
اِصْبِرْ عَلٰى مَا يَقُوْلُوْنَ وَاذْكُرْ عَبْدَنَا دَاوٗدَ ذَا الْاَيْدِ ۚ اِنَّـهٗۤ اَوَّابٌ
ishbir 'alaa maa yaquuluuna wazkur 'abdanaa daawuuda zal-aiid, innahuuu awwaab

"Bersabarlah atas apa yang mereka katakan; dan ingatlah akan hamba Kami Daud yang mempunyai kekuatan; sungguh dia sangat taat (kepada Allah)."

[18]
اِنَّا سَخَّرْنَا الْجِبَا لَ مَعَهٗ يُسَبِّحْنَ بِا لْعَشِيِّ وَا لْاِشْرَا قِ ۙ 
innaa sakhkhornal-jibaala ma'ahuu yusabbihna bil-'asyiyyi wal-isyrooq

"Sungguh, Kamilah yang menundukkan gunung-gunung untuk bertasbih bersama dia (Daud) pada waktu petang dan pagi."

[19]
وَا لطَّيْرَ مَحْشُوْرَةً    ۗ كُلٌّ لَّـهٗۤ اَوَّابٌ
wath-thoiro mahsyuuroh, kullul lahuuu awwaab

"dan (Kami tundukkan pula) burung-burung dalam keadaan terkumpul. Masing-masing sangat taat (kepada Allah)."

[20]
وَشَدَدْنَا مُلْكَهٗ وَاٰ تَيْنٰهُ الْحِكْمَةَ وَفَصْلَ الْخِطَا بِ
wa syadadnaa mulkahuu wa aatainaahul-hikmata wa fashlal-khithoob

"Dan Kami kuatkan kerajaannya dan Kami berikan Hikmah kepadanya serta kebijaksanaan dalam memutuskan perkara."

[21]
وَهَلْ اَتٰٮكَ نَبَؤُا الْخَصْمِ ۘ اِذْ تَسَوَّرُوا الْمِحْرَا بَ ۙ 
wa hal ataaka naba`ul khoshm, iz tasawwarul-mihroob

"Dan apakah telah sampai kepadamu berita orang-orang yang berselisih ketika mereka memanjat dinding mihrab?"

[22]
اِذْ دَخَلُوْا عَلٰى دَاوٗدَ فَفَزِعَ مِنْهُمْ قَا لُوْا لَا تَخَفْ ۚ خَصْمٰنِ بَغٰى بَعْضُنَا عَلٰى بَعْضٍ فَاحْكُمْ بَيْنَنَا بِا لْحَقِّ وَلَا تُشْطِطْ وَاهْدِنَاۤ اِلٰى سَوَآءِ الصِّرَا طِ
iz dakholuu 'alaa daawuuda fa fazi'a min-hum qooluu laa takhof, khoshmaani baghoo ba'dhunaa 'alaa ba'dhin fahkum bainanaa bil-haqqi wa laa tusythith wahdinaaa ilaa sawaaa`ish-shirooth

"Ketika mereka masuk menemui Daud lalu dia terkejut karena (kedatangan) mereka. Mereka berkata, Janganlah takut! (Kami) berdua sedang berselisih, sebagian dari kami berbuat zalim kepada yang lain; maka berilah keputusan di antara kami secara adil dan janganlah menyimpang dari kebenaran serta tunjukilah kami<5> ke jalan yang lurus."

[23]
اِنَّ هٰذَاۤ اَخِيْ ۗ لَهٗ تِسْعٌ وَّتِسْعُوْنَ نَعْجَةً وَّلِيَ نَعْجَةٌ وَّاحِدَةٌ ۗ فَقَا لَ اَكْفِلْنِيْهَا وَعَزَّنِيْ فِى الْخِطَا بِ
inna haazaaa akhii, lahuu tis'uw wa tis'uuna na'jataw wa liya na'jatuw waahidah, fa qoola akfilniihaa wa 'azzanii fil-khithoob

"Sesungguhnya saudaraku ini mempunyai sembilan puluh sembilan ekor kambing betina dan aku mempunyai seekor saja, lalu dia berkata, Serahkanlah (kambingmu) itu kepadaku! Dan dia mengalahkan aku dalam perdebatan."

[24]
قَا لَ لَقَدْ ظَلَمَكَ بِسُؤَالِ نَعْجَتِكَ اِلٰى نِعَاجِهٖ ۗ وَاِ نَّ كَثِيْرًا مِّنَ الْخُلَـطَآءِ لَيَبْغِيْ بَعْضُهُمْ عَلٰى بَعْضٍ اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَقَلِيْلٌ مَّا هُمْ ۗ وَظَنَّ دَاوٗدُ اَنَّمَا فَتَنّٰهُ فَاسْتَغْفَرَ رَبَّهٗ وَخَرَّ رَا كِعًا وَّاَنَا بَ
qoola laqod zholamaka bisu`aali na'jatika ilaa ni'aajih, wa inna kasiirom minal-khulathooo`i layabghii ba'dhuhum 'alaa ba'dhin illallaziina aamanuu wa 'amilush-shoolihaati wa qoliilum maa hum, wa zhonna daawuudu annamaa fatannaahu fastaghfaro robbahuu wa khorro rooki'aw wa anaab

"Dia (Daud) berkata, Sungguh, dia telah berbuat zalim kepadamu dengan meminta kambingmu itu untuk (ditambahkan) kepada kambingnya. Memang banyak di antara orang-orang yang bersekutu itu berbuat zalim kepada yang lain, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan; dan hanya sedikitlah mereka yang begitu. Dan Daud menduga bahwa Kami mengujinya; maka dia memohon ampunan kepada Tuhannya lalu menyungkur sujud dan bertobat."

[25]
فَغَفَرْنَا لَهٗ ذٰلِكَ ۗ وَاِ نَّ لَهٗ عِنْدَنَا لَزُلْفٰى وَحُسْنَ مَاٰ بٍ
fa ghofarnaa lahuu zaalik, wa inna lahuu 'indanaa lazulfaa wa husna ma`aab

"Lalu Kami mengampuni (kesalahannya) itu. Dan sungguh, dia mempunyai kedudukan yang benar-benar dekat di sisi Kami dan tempat kembali yang baik."

[26]
Allah SWT berfirman:

يٰدَاوٗدُ اِنَّا جَعَلْنٰكَ خَلِيْفَةً فِى الْاَرْضِ فَاحْكُمْ بَيْنَ النَّاسِ بِا لْحَقِّ وَلَا تَتَّبِعِ الْهَوٰى فَيُضِلَّكَ عَنْ سَبِيْلِ اللّٰهِ ۗ اِنَّ الَّذِيْنَ يَضِلُّوْنَ عَنْ سَبِيْلِ اللّٰهِ لَهُمْ عَذَا بٌ شَدِيْدٌ بِۢمَا نَسُوْا يَوْمَ الْحِسَا بِ
yaa daawuudu innaa ja'alnaaka kholiifatan fil-ardhi fahkum bainan-naasi bil-haqqi wa laa tattabi'il-hawaa fa yudhillaka 'an sabiilillaah, innallaziina yadhilluuna 'an sabiilillaahi lahum 'azaabun syadiidum bimaa nasuu yaumal-hisaab

"(Allah berfirman), Wahai Daud! Sesungguhnya engkau Kami jadikan khalifah (penguasa) di bumi, maka berilah keputusan (perkara) di antara manusia dengan adil dan janganlah engkau mengikuti hawa nafsu, karena akan menyesatkan engkau dari jalan Allah. Sungguh, orang-orang<5> yang sesat dari jalan Allah akan mendapat azab yang berat, karena mereka<5> melupakan hari-perhitungan.

[27]
وَمَا خَلَقْنَا السَّمَآءَ وَا لْاَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا بَا طِلًا ۗ ذٰلِكَ ظَنُّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا ۚ فَوَيْلٌ لِّلَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنَ النَّارِ ۗ 
wa maa kholaqnas-samaaa`a wal-ardho wa maa bainahumaa baathilaa, zaalika zhonnullaziina kafaruu fa wailul lillaziina kafaruu minan-naar

"Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dengan sia-sia. Itu anggapan orang-orang<5> kafir, maka celakalah orang-orang yang kafir itu karena mereka<7> akan masuk neraka."

[28]
اَمْ نَجْعَلُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ كَا لْمُفْسِدِيْنَ فِى الْاَرْضِ ۖ اَمْ نَجْعَلُ الْمُتَّقِيْنَ كَا لْفُجَّارِ
am naj'alullaziina aamanuu wa 'amilush-shoolihaati kal-mufsidiina fil-ardhi am naj'alul-muttaqiina kal-fujjaar

"Pantaskah Kami memperlakukan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan sama dengan orang-orang yang berbuat kerusakan di bumi? Atau pantaskah Kami menganggap orang-orang yang bertakwa sama dengan orang-orang yang jahat?"

[29]
كِتٰبٌ اَنْزَلْنٰهُ اِلَيْكَ مُبٰرَكٌ لِّيَدَّبَّرُوْۤا اٰيٰتِهٖ وَلِيَتَذَكَّرَ اُولُوا الْاَ لْبَا بِ
kitaabun anzalnaahu ilaika mubaarokul liyaddabbaruuu aayaatihii wa liyatazakkaro ulul-albaab

"Kitab (Al-Qur'an) yang Kami turunkan kepadamu penuh berkah agar mereka menghayati ayat-ayatnya dan agar orang-orang yang berakal sehat mendapat pelajaran."

[30]
وَوَهَبْنَا لِدَاوٗدَ سُلَيْمٰنَ ۗ نِعْمَ الْعَبْدُ ۗ اِنَّـهٗۤ اَوَّابٌ ۗ 
wa wahabnaa lidaawuuda sulaimaan, ni'mal-'abd, innahuuu awwaab

"Dan kepada Daud Kami karuniakan Sulaiman; dia adalah sebaik-baik hamba. Sungguh, dia sangat taat (kepada Allah)."

[31]
اِذْ عُرِضَ عَلَيْهِ بِا لْعَشِيِّ الصّٰفِنٰتُ الْجِيَادُ ۙ 
iz 'uridho 'alaihi bil-'asyiyyish-shoofinaatul-jiyaad

"(Ingatlah) ketika pada suatu sore dipertunjukkan kepadanya (kuda-kuda) yang jinak, (tetapi) sangat cepat larinya,"

[32]
فَقَا لَ اِنِّيْۤ اَحْبَبْتُ حُبَّ الْخَيْرِ عَنْ ذِكْرِ رَبِّيْ ۚ حَتّٰى تَوَارَتْ بِا لْحِجَا بِ ۗ 
fa qoola inniii ahbabtu hubbal-khoiri 'an zikri robbii, hattaa tawaarot bil-hijaab

"maka dia berkata, Sesungguhnya aku menyukai segala yang baik (kuda), yang membuat aku tersibukkan dari ingat akan (kekuasaan) Tuhanku, sampai matahari terbenam."

[33]
رُدُّوْهَا عَلَيَّ   ۗ فَطَفِقَ مَسْحًا بِۢا لسُّوْقِ وَ الْاَعْنَا قِ
rudduuhaa 'alayy, fa thofiqo mas-ham bis-suuqi wal-a'naaq

"Bawalah semua kuda itu kembali kepadaku. Lalu dia mengusap-usap kaki dan leher kuda itu."

[34]*
وَلَقَدْ فَتَنَّا سُلَيْمٰنَ وَاَ لْقَيْنَا عَلٰى كُرْسِيِّهٖ جَسَدًا ثُمَّ اَنَا بَ
wa laqod fatannaa sulaimaana wa alqoinaa 'alaa kursiyyihii jasadan summa anaab

"Dan sungguh, Kami telah menguji Sulaiman dan Kami jadikan (dia) tergeletak di atas kursinya sebagai tubuh (yang lemah karena sakit), kemudian dia bertobat."

[35]
قَا لَ رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَهَبْ لِيْ مُلْكًا لَّا يَنْۢبَغِيْ لِاَحَدٍ مِّنْۢ بَعْدِيْ ۚ اِنَّكَ اَنْتَ الْوَهَّابُ
qoola robbighfir lii wa hab lii mulkal laa yambaghii li`ahadim mim ba'dii, innaka antal-wahhaab

"Dia berkata, Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh siapa pun setelahku. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Pemberi."

[36]
فَسَخَّرْنَا لَهُ الرِّيْحَ تَجْرِيْ بِاَ مْرِهٖ رُخَآءً حَيْثُ اَصَا بَ ۙ 
fa sakhkhornaa lahur-riiha tajrii bi`amrihii rukhooo`an haisu ashoob

"Kemudian Kami tundukkan kepadanya angin yang berhembus dengan baik menurut perintahnya ke mana saja yang dikehendakinya,"

[37]
وَا لشَّيٰطِيْنَ كُلَّ بَنَّآءٍ وَّغَوَّاصٍ ۙ 
wasy-syayaathiina kulla bannaaa`iw wa ghowwaash

"dan (Kami tundukkan pula kepadanya) setan-setan, semuanya ahli bangunan dan penyelam,"

[38]
وَّاٰخَرِيْنَ مُقَرَّنِيْنَ فِيْ الْاَصْفَادِ
wa aakhoriina muqorroniina fil-ashfaad

"dan (setan) yang lain yang terikat dalam belenggu."

[39]
هٰذَا عَطَآ ؤُنَا فَا مْنُنْ اَوْ اَمْسِكْ بِغَيْرِ حِسَا بٍ
haazaa 'athooo`unaa famnun au amsik bighoiri hisaab

"Inilah anugerah Kami; maka berikanlah (kepada orang lain) atau tahanlah (untuk dirimu sendiri) tanpa perhitungan."

[40]
وَاِ نَّ لَهٗ عِنْدَنَا لَزُلْفٰى وَحُسْنَ مَاٰ بٍ
wa inna lahuu 'indanaa lazulfaa wa husna ma`aab

"Dan sungguh, dia mempunyai kedudukan yang dekat pada sisi Kami dan tempat kembali yang baik."

[41]
وَاذْكُرْ عَبْدَنَاۤ اَيُّوْبَ ۘ اِذْ نَادٰى رَبَّهٗۤ اَنِّيْ مَسَّنِيَ الشَّيْطٰنُ بِنُصْبٍ وَّعَذَا بٍ ۗ 
wazkur 'abdanaaa ayyuub, iz naadaa robbahuuu annii massaniyasy-syaithoonu binushbiw wa 'azaab

"Dan ingatlah akan hamba Kami Ayyub ketika dia menyeru Tuhannya, Sesungguhnya aku diganggu setan dengan penderitaan dan bencana."

[42]
اُرْكُضْ بِرِجْلِكَ ۚ هٰذَا مُغْتَسَلٌۢ بَارِدٌ وَّشَرَا بٌ
urkudh birijlik, haazaa mughtasalum baariduw wa syaroob

"(Allah berfirman), Hentakkanlah kakimu; inilah air yang sejuk untuk mandi dan untuk minum."

[43]
وَوَهَبْنَا لَهٗۤ اَهْلَهٗ وَمِثْلَهُمْ مَّعَهُمْ رَحْمَةً مِّنَّا وَذِكْرٰى لِاُولِى الْا َلْبَا بِ
wa wahabnaa lahuuu ahlahuu wa mislahum ma'ahum rohmatam minnaa wa zikroo li`ulil-albaab

"Dan Kami anugerahi dia (dengan mengumpulkan kembali) keluarganya dan Kami lipat gandakan jumlah mereka, sebagai rahmat dari Kami dan pelajaran bagi orang-orang yang berpikiran sehat."

[44]
وَخُذْ بِيَدِكَ ضِغْثًا فَاضْرِبْ بِّهٖ وَلَا تَحْنَثْ ۗ اِنَّا وَجَدْنٰهُ صَا بِرًا ۗ نِعْمَ الْعَبْدُ ۗ اِنَّـهٗۤ اَوَّابٌ
wa khuz biyadika dhighsan fadhrib bihii wa laa tahnas, innaa wajadnaahu shoobiroo, ni'mal-'abd, innahuuu awwaab

"Dan ambillah seikat (rumput) dengan tanganmu, lalu pukullah dengan itu dan janganlah engkau melanggar sumpah. Sesungguhnya Kami dapati dia (Ayyub) seorang yang sabar. Dialah sebaik-baik hamba. Sungguh, dia sangat taat (kepada Allah)."

[45]
وَاذْكُرْ عِبٰدَنَاۤ اِبْرٰهِيْمَ وَاِسْحٰقَ وَيَعْقُوْبَ اُولِى الْاَيْدِيْ وَا لْاَبْصَارِ
wazkur 'ibaadanaaa ibroohiima wa is-haaqo wa ya'quuba ulil-aidii wal-abshoor

"Dan ingatlah hamba-hamba Kami: Ibrahim, Ishaq, dan Ya'qub yang mempunyai kekuatan-kekuatan yang besar dan ilmu-ilmu (yang tinggi)."

[46]
اِنَّاۤ اَخْلَصْنٰهُمْ بِخَا لِصَةٍ ذِكْرَى الدَّارِ ۚ 
innaaa akhlashnaahum bikhoolishotin zikrod-daar

"Sungguh, Kami telah menyucikan mereka<5> dengan (senantiasa) mengingat negeri akhirat."

[47]
وَاِ نَّهُمْ عِنْدَنَا لَمِنَ الْمُصْطَفَيْنَ الْاَخْيَارِ ۗ 
wa innahum 'indanaa laminal-mushthofainal-akhyaar

"Dan sungguh, di sisi Kami mereka termasuk orang-orang pilihan yang paling baik."

[48]
وَاذْكُرْ اِسْمٰعِيْلَ وَ الْيَسَعَ وَذَا الْكِفْلِ ۗ وَكُلٌّ مِّنَ الْاَخْيَارِ ۗ 
wazkur ismaa'iila walyasa'a wa zal-kifl, wa kullum minal-akhyaar

"Dan ingatlah Ismail, Ilyasa', dan Zulkifli. Semuanya termasuk orang-orang yayang paling baik."

[49]
هٰذَا ذِكْرٌ ۗ وَاِ نَّ لِلْمُتَّقِيْنَ لَحُسْنَ مَاٰ بٍ ۙ 
haazaa zikr, wa inna lil-muttaqiina lahusna ma`aab

"Ini adalah kehormatan (bagi mereka). Dan sungguh, bagi orang-orang<5> yang bertakwa (disediakan) tempat kembali yang terbaik,"

[50]
جَنّٰتِ عَدْنٍ مُّفَتَّحَةً لَّهُمُ الْاَبْوَا بُ ۚ 
jannaati 'adnim mufattahatal lahumul-abwaab

"(yaitu) Surga 'Adn yang pintu-pintunya terbuka bagi mereka<7>,"

[51]
مُتَّكِــئِيْنَ فِيْهَا يَدْعُوْنَ فِيْهَا بِفَا كِهَةٍ كَثِيْرَةٍ وَّشَرَا بٍ
muttaki`iina fiihaa yad'uuna fiihaa bifaakihating kasiirotiw wa syaroob

"di dalamnya (surga) mereka<7> bersandar sambil meminta buah-buahan yang banyak serta minuman."

[52]
وَعِنْدَهُمْ قٰصِرٰتُ الطَّرْفِ اَتْرَا بٌ
wa 'indahum qooshirootuth-thorfi atroob

"Dan di samping mereka<7> (ada bidadari-bidadari) yang redup pandangannya dan sebaya.

[53]
هٰذَا مَا تُوْعَدُوْنَ لِيَوْمِ الْحِسَا بِ
haazaa maa tuu'aduuna liyaumil-hisaab

"Inilah apa yang dijanjikan kepadamu pada hari Perhitungan."

[54]
اِنَّ هٰذَا لَرِزْقُنَا مَا لَهٗ مِنْ نَّـفَادٍ ۚ 
inna haazaa larizqunaa maa lahuu min nafaad

"Sungguh, inilah rezeki dari Kami yang tidak ada habis-habisnya "

[55]
هٰذَا ۗ وَاِ نَّ لِلطّٰغِيْنَ لَشَرَّ مَاٰ بٍ ۙ 
haazaa, wa inna lith-thooghiina lasyarro ma`aab

"Beginilah (keadaan mereka). Dan sungguh, bagi orang-orang yang durhaka pasti (disediakan) tempat kembali yang buruk."

[56]
جَهَـنَّمَ ۚ يَصْلَوْنَهَا ۚ فَبِئْسَ الْمِهَادُ
jahannam, yashlaunahaa, fa bi`sal-mihaad

"(yaitu) Neraka Jahanam yang mereka masuki; maka itulah seburuk-buruk tempat kembali."

[57]
هٰذَا ۙ فَلْيَذُوْقُوْهُ حَمِيْمٌ وَّغَسَّاقٌ ۙ 
haazaa falyazuuquuhu hamiimuw wa ghossaaq

"Inilah (azab neraka), maka biarlah mereka<7> merasakannya, air yang sangat panas dan sangat dingin.'

[58]
وَّاٰخَرُ مِنْ شَكْلِهٖۤ اَزْوَاجٌ ۗ 
wa aakhoru min syaklihiii azwaaj

"dan berbagai macam (azab) yang lain yang serupa itu."

[59]
هٰذَا فَوْجٌ مُّقْتَحِمٌ مَّعَكُمْ ۚ لَا مَرْحَبًۢـا بِهِمْ ۗ اِنَّهُمْ صَا لُوا النَّارِ
haazaa faujum muqtahimum ma'akum, laa mar-habam bihim, innahum shoolun-naar

"(Dikatakan kepada mereka), Ini rombongan besar (pengikut-pengikutmu) yang masuk berdesak-desakan bersama kamu (ke neraka). Tidak ada ucapan selamat datang bagi mereka karena sesungguhnya mereka akan masuk neraka (kata pemimpin-pemimpin mereka)."

[60]
قَا لُوْا بَلْ اَنْتُمْ ۗ  لَا مَرْحَبًۢـا بِكُمْ ۗ اَنْتُمْ قَدَّمْتُمُوْهُ لَنَا ۚ فَبِئْسَ الْقَرَارُ
qooluu bal antum laa mar-habam bikum, antum qoddamtumuuhu lanaa, fa bi`sal-qoroor

"(Para pengikut mereka menjawab), Sebenarnya kamulah yang (lebih pantas) tidak menerima ucapan selamat datang, karena kamulah yang menjerumuskan kami ke dalam azab, maka itulah seburuk tempat menetap."

[61]
قَا لُوْا رَبَّنَا مَنْ قَدَّمَ لَنَا هٰذَا فَزِدْهُ عَذَا بًا ضِعْفًا فِى النَّارِ
qooluu robbanaa mang qoddama lanaa haazaa fa zid-hu 'azaaban dhi'fan fin-naar

"Mereka<7> berkata (lagi), Ya Tuhan kami, barang siapa menjerumuskan kami ke dalam (azab) ini, maka tambahkanlah azab kepadanya dua kali lipat di dalam neraka."

[62]
وَقَا لُوْا مَا لَنَا لَا نَرٰى رِجَا لًا كُنَّا نَـعُدُّهُمْ مِّنَ الْاَشْرَارِ ۗ 
wa qooluu maa lanaa laa naroo rijaalang kunnaa na'udduhum minal-asyroor

"Dan (orang-orang durhaka) berkata, Mengapa kami tidak melihat orang-orang yang dahulu (di dunia) kami anggap sebagai orang-orang yang jahat (hina)."

[63]
اَ تَّخَذْنٰهُمْ سِخْرِيًّا اَمْ زَاغَتْ عَنْهُمُ الْاَبْصَارُ
attakhoznaahum sikhriyyan am zaaghot 'an-humul-abshoor

"Dahulu kami menjadikan mereka olok-olokan, ataukah karena penglihatan kami yang tidak melihat mereka."

[64]
اِنَّ ذٰلِكَ لَحَقّ ٌ تَخَاصُمُ اَهْلِ النَّارِ
inna zaalika lahaqqun takhooshumu ahlin-naar

"Sungguh, yang demikian benar-benar terjadi, (yaitu) pertengkaran diantara penghuni neraka."

[65]
قُلْ اِنَّمَاۤ اَنَاۡ مُنْذِرٌ ۖ وَّمَا مِنْ اِلٰهٍ اِلَّا اللّٰهُ الْوَاحِدُ الْقَهَّارُ
qul innamaaa ana munziruw wa maa min ilaahin illallohul-waahidul-qohhaar

"Katakanlah (Muhammad), Sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan, tidak ada tuhan selain Allah Yang Maha Esa, Maha Perkasa."

[66]
رَبُّ السَّمٰوٰتِ وَا لْاَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا الْعَزِيْزُ الْغَفَّارُ
robbus-samaawaati wal-ardhi wa maa bainahumal-'aziizul-ghoffaar

"(yaitu) Tuhan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, Yang Maha Perkasa, Maha Pengampun."

[67]
قُلْ هُوَ نَبَؤٌا عَظِيْمٌ ۙ 
qul huwa naba`un 'azhiim

"Katakanlah, Itu (Al-Qur'an) adalah berita besar,"

[68]
اَنْتُمْ عَنْهُ مُعْرِضُوْنَ
antum 'an-hu mu'ridhuun

"yang kamu berpalibg darinya."

[69]
مَا كَا نَ لِيَ مِنْ عِلْمٍ بِۢا لْمَلَاِ الْاَعْلٰۤى اِذْ يَخْتَصِمُوْنَ
maa kaana liya min 'ilmim bil-mala`il-a'laaa iz yakhtashimuun

"Aku tidak mempunyai pengetahuan sedikit pun tentang al-mala'ul a'la (malaikat) itu ketika mereka berbantah-bantahan."

[70]
اِنْ يُّوْحٰۤى اِلَيَّ اِلَّاۤ اَنَّمَاۤ اَنَاۡ نَذِيْرٌ مُّبِيْنٌ
iy yuuhaaa ilayya illaaa annamaaa ana naziirum mubiin

"Yang diwahyukan kepadaku, bahwa aku hanyalah seorang pemberi peringatan yang nyata."

[71]
اِذْ قَا لَ رَبُّكَ لِلْمَلٰٓئِكَةِ اِنِّيْ خَا لِـقٌ ۢ بَشَرًا مِّنْ طِيْنٍ
iz qoola robbuka lil-malaaa`ikati innii khooliqum basyarom min thiin

"(Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat, Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah."

[72]*
فَاِذَا سَوَّيْتُهٗ وَنَفَخْتُ فِيْهِ مِنْ رُّوْحِيْ فَقَعُوْا لَهٗ سٰجِدِيْنَ
fa izaa sawwaituhuu wa nafakhtu fiihi mir ruuhii faqo'uu lahuu saajidiin

"Kemudian apabila telah Aku sempurnakan kejadiannya dan Aku tiupkan roh-Ku<6> kepadanya; maka tunduklah kamu dengan bersujud kepadanya."

[73]
فَسَجَدَ الْمَلٰٓئِكَةُ كُلُّهُمْ اَجْمَعُوْنَ ۙ 
fa sajadal-malaaa`ikatu kulluhum ajma'uun

"Lalu para malaikat itu bersujud semuanya."

[74]
اِلَّاۤ اِبْلِيْسَ ۗ اِسْتَكْبَرَ وَكَا نَ مِنَ الْكٰفِرِيْنَ
illaaa ibliis, istakbaro wa kaana minal-kaafiriin

"kecuali iblis; ia menyombongkan diri dan ia termasuk golongan yang kafir."

[75]
قَا لَ يٰۤـاِبْلِيْسُ مَا مَنَعَكَ اَنْ تَسْجُدَ لِمَا خَلَقْتُ بِيَدَيَّ ۗ اَسْتَكْبَرْتَ اَمْ كُنْتَ مِنَ الْعَا لِيْنَ
qoola yaaa ibliisu maa mana'aka an tasjuda limaa kholaqtu biyadayy, astakbarta am kunta minal-'aaliin

"(Allah) berfirman, Wahai Iblis, apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Aku ciptakan dengan kekuasaan-Ku. Apakah kamu menyombongkan diri atau kamu (merasa) termasuk golongan yang (lebih) tinggi?"

[76]
قَا لَ اَنَاۡ خَيْرٌ مِّنْهُ ۗ خَلَقْتَنِيْ مِنْ نَّارٍ وَّخَلَقْتَهٗ مِنْ طِيْنٍ
qoola ana khoirum min-hu kholaqtanii min naariw wa kholaqtahuu min thiin

"(Iblis) berkata, Aku lebih baik daripadanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah."

[77]
قَا لَ فَاخْرُجْ مِنْهَا فَاِ نَّكَ رَجِيْمٌ ۖ 
qoola fakhruj min-haa fa innaka rojiim

"(Allah) berfirman, Kalau begitu keluarlah kamu dari surga! Sesungguhnya kamu adalah makhluk yang terkutuk."

[78]
وَّاِنَّ عَلَيْكَ لَعْنَتِيْۤ اِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ
wa inna 'alaika la'natiii ilaa yaumid-diin

"Dan sungguh, kutukanKu tetap atasmu sampai hari-agama

[79]
قَا لَ رَبِّ فَاَ نْظِرْنِيْۤ اِلٰى يَوْمِ يُبْعَثُوْنَ
qoola robbi fa anzhirniii ilaa yaumi yub'asuun

"(Iblis) berkata, Ya Tuhanku, tangguhkanlah aku sampai pada hari mereka<7> dibangkitkan."

[80]
قَا لَ فَاِ نَّكَ مِنَ الْمُنْظَرِيْنَ ۙ 
qoola fa innaka minal-munzhoriin

"(Allah) berfirman, Maka sesungguhnya kamu termasuk golongan yang diberi penangguhan."

[81]
اِلٰى يَوْمِ الْوَقْتِ الْمَعْلُوْمِ
ilaa yaumil-waqtil-ma'luum

"sampai pada hari yang telah ditentukan waktunya (hari kiamat)

[82]
قَا لَ فَبِعِزَّتِكَ لَاُغْوِيَنَّهُمْ اَجْمَعِيْنَ ۙ 
qoola fa bi'izzatika la`ughwiyannahum ajma'iin

"(Iblis) menjawab, Demi kemuliaan-Mu, pasti aku akan menyesatkan mereka semua."

[83]
اِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِيْنَ
illaa 'ibaadaka min-humul-mukhlashiin

"kecuali hamba-hamba-Mu yang terpilih diantara mereka."

[84]
قَا لَ فَا لْحَقُّ ۖ وَا لْحَقَّ اَ قُوْلُ ۚ 
qoola fal-haqqu wal-haqqo aquul

"(Allah) berfirman, Maka yang benar (adalah sumpahku), dan hanya kebenaran
itulah yang Aku katakan."

[85]
لَاَ مْلَئَنَّ جَهَنَّمَ مِنْكَ وَمِمَّنْ تَبِعَكَ مِنْهُمْ اَجْمَعِيْنَ
la`amla`anna jahannama mingka wa mim man tabi'aka min-hum ajma'iin

"Sungguh, Aku akan memenuhi Neraka Jahanam dengan kamu dan dengan orang-orang<5> yang mengikutimu diantara mereka semuanya."

[86]*
قُلْ مَاۤ اَسْئَــلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ اَجْرٍ وَّمَاۤ اَنَاۡ مِنَ الْمُتَكَلِّفِيْنَ
qul maaa as`alukum 'alaihi min ajriw wa maaa ana minal-mutakallifiin

"Katakanlah (Muhammad), Aku tidak meminta imbalan sedikit pun kepadamu atasnya (dakwahku); dan aku bukanlah termasuk orang yang mengada-ada."

[87]*
اِنْ هُوَ اِلَّا ذِكْرٌ لِّلْعٰلَمِيْنَ
in huwa illaa zikrul lil-'aalamiin

"(Al-Qur'an) ini tidak lain hanyalah peringatan bagi seluruh alam."

[88]
وَلَتَعْلَمُنَّ نَبَاَهٗ بَعْدَ حِيْنِ
wa lata'lamunna naba`ahuu ba'da hiin

"Dan sungguh, kamu akan mengetahui (kebenaran) beritanya (Al-Qur'an) setelah beberapa waktu lagi."

.
.
{39}  Az-Zumar (Rombongan-rombongan)
____________________________________________
              < Mekah >      < 75 ayat >


[1]
تَنْزِيْلُ الْكِتٰبِ مِنَ اللّٰهِ الْعَزِيْزِ الْحَكِيْمِ
tanziilul-kitaabi minallohil-'aziizil-hakiim

"Kitab (Al-Qur'an) ini diturunkan oleh Allah Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana."

[2]
اِنَّاۤ اَنْزَلْنَاۤ اِلَيْكَ الْكِتٰبَ بِا لْحَقِّ فَاعْبُدِ اللّٰهَ مُخْلِصًا لَّهُ الدِّيْنَ ۗ 
innaaa anzalnaaa ilaikal-kitaaba bil-haqqi fa'budillaaha mukhlishol lahud-diin

"Sesungguhnya Kami menurunkan Kitab (Al-Qur'an) kepadamu (Muhammad) dengan (membawa) kebenaran. Maka sembahlah Allah dengan tulus ikhlas beragama kepada-Nya."

[3]
اَ لَا لِلّٰهِ الدِّيْنُ الْخَا لِصُ ۗ وَا لَّذِيْنَ اتَّخَذُوْا مِنْ دُوْنِهٖۤ اَوْلِيَآءَ ۘ مَا نَعْبُدُهُمْ اِلَّا لِيُقَرِّبُوْنَاۤ اِلَى اللّٰهِ زُلْفٰى ۗ اِنَّ اللّٰهَ يَحْكُمُ بَيْنَهُمْ فِيْ مَا هُمْ فِيْهِ يَخْتَلِفُوْنَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يَهْدِيْ مَنْ هُوَ كٰذِبٌ كَفَّارٌ
alaa lillaahid-diinul-khoolish, wallaziinattakhozuu min duunihiii auliyaaa`, maa na'buduhum illaa liyuqorribuunaaa ilallohi zulfaa, innalloha yahkumu bainahum fii maa hum fiihi yakhtalifuun, innalloha laa yahdii man huwa kaazibung kaffaar

"Ingatlah! Hanya milik Allah agama yang murni (dari syirik). Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Dia (berkata), Kami tidak menyembah mereka melainkan (berharap) agar mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya. Sungguh, Allah akan memberi putusan di antara mereka tentang apa yang mereka perselisihkan. Sungguh, Allah tidak memberi petunjuk kepada pendusta dan orang yang sangat ingkar."

[4]
لَوْ اَرَادَ اللّٰهُ اَنْ يَّـتَّخِذَ وَلَدًا لَّاصْطَفٰى مِمَّا يَخْلُقُ مَا يَشَآءُ ۙ سُبْحٰنَهٗ ۗ هُوَ اللّٰهُ الْوَاحِدُ الْقَهَّارُ
lau aroodallohu ay yattakhiza waladal lashthofaa mimmaa yakhluqu maa yasyaaa`u sub-haanah, huwallohul-waahidul-qohhaar

"Sekiranya Allah hendak mengambil anak, tentu Dia akan memilih apa yang Dia kehendaki dari apa yang telah diciptakan-Nya. Maha Suci Dia. Dialah Allah Yang Maha Esa, Maha Perkasa."

[5]
خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَا لْاَرْضَ بِا لْحَقِّ  ۚ يُكَوِّرُ الَّيْلَ عَلَى النَّهَارِ وَيُكَوِّرُ النَّهَارَ عَلَى الَّيْلِ وَسَخَّرَ الشَّمْسَ وَا لْقَمَرَ ۗ كُلٌّ يَّجْرِيْ لِاَجَلٍ مُّسَمًّى ۗ اَ لَا هُوَ الْعَزِيْزُ الْغَفَّارُ
kholaqos-samaawaati wal-ardho bil-haqq, yukawwirul-laila 'alan-nahaari wa yukawwirun-nahaaro 'alal-laili wa sakhkhorosy-syamsa wal-qomar, kulluy yajrii li`ajalim musammaa, alaa huwal-'aziizul-ghoffaar

"Dia menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar;
Dia memasukkan malam atas siang dan memasukkan siang atas malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan.
Ingatlah! Dialah Yang Maha Perkasa, Maha Pengampun."

[6]*
خَلَقَكُمْ مِّنْ نَّفْسٍ وَّاحِدَةٍ ثُمَّ جَعَلَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَاَ نْزَلَ لَـكُمْ مِّنَ الْاَنْعَا مِ ثَمٰنِيَةَ اَزْوَاجٍ ۗ يَخْلُقُكُمْ فِيْ بُطُوْنِ اُمَّهٰتِكُمْ خَلْقًا مِّنْۢ بَعْدِ خَلْقٍ فِيْ ظُلُمٰتٍ ثَلٰثٍ ۗ ذٰ لِكُمُ اللّٰهُ رَبُّكُمْ لَهُ الْمُلْكُ ۗ لَاۤ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ ۚ فَاَ نّٰى تُصْرَفُوْنَ
kholaqokum min nafsiw waahidatin summa ja'ala min-haa zaujahaa wa anzala lakum minal-an'aami samaaniyata azwaaj, yakhluqukum fii buthuuni ummahaatikum kholqom mim ba'di kholqin fii zhulumaatin salaas, zaalikumullohu robbukum lahul-mulk, laaa ilaaha illaa huw, fa annaa tushrofuun

"Dia menciptakan kamu dari diri yang satu, kemudian darinya Dia jadikan pasangannya dan Dia menurunkan delapan pasang hewan ternak untukmu. Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan. Yang (berbuat) demikian itu adalah Allah, Tuhan kamu, Tuhan yang memiliki kerajaan. Tidak ada tuhan selain Dia; maka kenapa kamu dapat dipalingkan ?

[7]
اِنْ تَكْفُرُوْا فَاِ نَّ اللّٰهَ غَنِيٌّ عَنْكُمْ ۗ وَلَا يَرْضٰى لِعِبَادِهِ الْـكُفْرَ ۚ وَاِ نْ تَشْكُرُوْا يَرْضَهُ لَـكُمْ ۗ وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِّزْرَ اُخْرٰى ۗ ثُمَّ اِلٰى رَبِّكُمْ مَّرْجِعُكُمْ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ۗ اِنَّهٗ عَلِيْمٌ بِۢذَا تِ الصُّدُوْرِ
in takfuruu fa innalloha ghoniyyun 'angkum, wa laa yardhoo li'ibaadihil-kufr, wa in tasykuruu yardhohu lakum, wa laa taziru waazirotuw wizro ukhroo, summa ilaa robbikum marji'ukum fa yunabbi`ukum bimaa kuntum ta'maluun, innahuu 'aliimum bizaatish-shuduur

"Jika kamu kafir (ketahuilah) maka sesungguhnya Allah tidak memerlukanmu dan Dia tidak meridai kekafiran hamba-hambanya.
Jika kamu bersyukur, Dia meridai kesyukuranmu itu.
Seseorang yang berdosa tidak memikul dosa orang lain. Kemudian kepada Tuhanmulah kembalimu lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. Sungguh, Dia Maha Mengetahui apa yang tersimpan dalam dada(mu)."

[8]
وَاِذَا مَسَّ الْاِنْسَا نَ ضُرٌّ دَعَا رَبَّهٗ مُنِيْبًا اِلَيْهِ ثُمَّ اِذَا خَوَّلَهٗ نِعْمَةً مِّنْهُ نَسِيَ مَا كَا نَ يَدْعُوْۤا اِلَيْهِ مِنْ قَبْلُ وَجَعَلَ لِلّٰهِ اَنْدَادًا لِّيُـضِلَّ عَنْ سَبِيْلِهٖ ۗ قُلْ تَمَتَّعْ بِكُفْرِكَ قَلِيْلًا ۖ اِنَّكَ مِنْ اَصْحٰبِ النَّارِ
wa izaa massal-insaana dhurrun da'aa robbahuu muniiban ilaihi summa izaa khowwalahuu ni'matam min-hu nasiya maa kaana yad'uuu ilaihi ming qoblu wa ja'ala lillaahi andaadal liyudhilla 'an sabiilih, qul tamatta' bikufrika qoliilan innaka min ash-haabin-naar

"Dan apabila manusia ditimpa bencana, dia memohon (pertolongan) kepada Tuhannya dengan kembali (taat) kepada-Nya; tetapi apabila Dia memberikan nikmat kepadanya, dia lupa (akan bencana) yang pernah dia berdoa kepada Allah sebelum itu, dan diadakannya sekutu-sekutu bagi Allah untuk menyesatkan (manusia) dari jalan-Nya. Katakanlah, Bersenang-senanglah kamu dengan kekafiranmu itu untuk sementara waktu. Sungguh, kamu termasuk penghuni neraka."

[9]
اَمَّنْ هُوَ قَا نِتٌ اٰنَآءَ الَّيْلِ سَاجِدًا وَّقَآئِمًا يَّحْذَرُ الْاٰخِرَةَ وَيَرْجُوْا رَحْمَةَ رَبِّهٖ ۗ قُلْ هَلْ يَسْتَوِى الَّذِيْنَ يَعْلَمُوْنَ وَا لَّذِيْنَ لَا يَعْلَمُوْنَ ۗ اِنَّمَا يَتَذَكَّرُ اُولُوا الْاَ لْبَا بِ
am man huwa qoonitun aanaaa`al-laili saajidaw wa qooo`imay yahzarul-aakhirota wa yarjuu rohmata robbih, qul hal yastawillaziina ya'lamuuna wallaziina laa ya'lamuun, innamaa yatazakkaru ulul-albaab

"(Apakah kamu orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadah pada waktu malam dengan sujud dan berdiri, karena takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah, Apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui? Sebenarnya hanya orang yang berakal sehat yang dapat menerima pelajaran."

[10]
قُلْ يٰعِبَادِ الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوْا رَبَّكُمْ ۗ لِلَّذِيْنَ اَحْسَنُوْا فِيْ هٰذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةٌ ۗ وَاَرْضُ اللّٰهِ وَاسِعَةٌ ۗ اِنَّمَا يُوَفَّى الصّٰبِرُوْنَ اَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَا بٍ
qul yaa 'ibaadillaziina aamanuttaquu robbakum, lillaziina ahsanuu fii haazihid-dun-yaa hasanah, wa ardhullohi waasi'ah, innamaa yuwaffash-shoobiruuna ajrohum bighoiri hisaab

"Katakanlah (Muhammad), Wahai hamba-hamba-Ku yang beriman! Bertakwalah kepada Tuhanmu. Bagi orang-orang yang berbuat baik di dunia ini akan memperoleh kebaikan. Dan Bumi Allah itu luas. Hanya orang-orang yang bersabarlah yang disempurnakan pahalanya tanpa batas."

[11]
قُلْ اِنِّيْۤ اُمِرْتُ اَنْ اَعْبُدَ اللّٰهَ مُخْلِصًا لَّهُ الدِّيْنَ ۙ 
qul inniii umirtu an a'budalloha mukhlishol lahud-diin

"Katakanlah, Sesungguhnya aku diperintahkan agar menyembah Allah dengan penuh ketaatan kepadaNya dalam (menjalankan) agama.

[12]
وَاُ مِرْتُ لِاَ نْ اَكُوْنَ اَوَّلَ الْمُسْلِمِيْنَ
wa umirtu li`an akuuna awwalal-muslimiin

"Dan aku diperintahkan agar menjadi orang yang pertama-tama berserah diri."

[13]
قُلْ اِنِّيْۤ اَخَا فُ اِنْ عَصَيْتُ رَبِّيْ عَذَا بَ يَوْمٍ عَظِيْمٍ
qul inniii akhoofu in 'ashoitu robbii 'azaaba yaumin 'azhiim

"Katakanlah, Sesungguhnya aku takut akan azab pada hari yang besar jika aku durhaka kepada Tuhanku."

[14]
قُلِ اللّٰهَ اَعْبُدُ مُخْلِصًا لَّهٗ دِيْنِى ۙ 
qulillaaha a'budu mukhlishol lahuu diinii

"Katakanlah, Hanya Allah yang aku sembah dengan penuh ketaatan kepada-Nya dalam agamaku (lakuku didunia)."

[15]
فَاعْبُدُوْا مَا شِئْتُمْ مِّنْ دُوْنِهٖ ۗ قُلْ اِنَّ الْخٰسِرِيْنَ الَّذِيْنَ خَسِرُوْۤا اَنْـفُسَهُمْ وَ اَهْلِيْهِمْ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ ۗ اَ لَا ذٰلِكَ هُوَ الْخُسْرَا نُ الْمُبِيْنُ
fa'buduu maa syi`tum min duunih, qul innal-khoosiriinallaziina khosiruuu anfusahum wa ahliihim yaumal-qiyaamah, alaa zaalika huwal-khusroonul-mubiin

"Maka sembahlah selain Dia sesukamu! (wahai orang-orang musyrik). Katakanlah, Sesungguhnya orang-orang yang rugi ialah orang-orang yang merugikan diri (sejati<7>) mereka sendiri dan keluarganya pada hari Kiamat. Ingatlah! Yang demikian itu adalah kerugian yang nyata."

[16]
لَهُمْ مِّنْ فَوْقِهِمْ ظُلَلٌ مِّنَ النَّارِ وَمِنْ تَحْتِهِمْ ظُلَلٌ ۗ ذٰلِكَ يُخَوِّفُ اللّٰهُ بِهٖ عِبَادَهٗ ۗ يٰعِبَادِ فَا تَّقُوْنِ
lahum min fauqihim zhulalum minan-naari wa min tahtihim zhulal, zaalika yukhowwifullohu bihii 'ibaadah, yaa 'ibaadi fattaquun

"Di atas mereka ada lapisan-lapisan dari api dan di bawahnya juga ada lapisan-lapisan yang disediakan bagi mereka<7>. Demikianlah Allah mengancam hamba-hamba-Nya (dengan azab itu). Wahai hamba-hamba-Ku, maka bertakwalah kepada-Ku."

[17]
وَا لَّذِيْنَ اجْتَنَـبُـوا الطَّاغُوْتَ اَنْ يَّعْبُدُوْهَا وَاَ نَا بُوْۤا اِلَى اللّٰهِ لَهُمُ الْبُشْرٰى ۚ فَبَشِّرْ عِبَادِ ۙ 
wallaziinajtanabuth-thooghuuta ay ya'buduuhaa wa anaabuuu ilallohi lahumul-busyroo, fa basysyir 'ibaad

"Dan orang-orang yang menjauhi Tagut (yaitu) tidak menyembahnya dan kembali kepada Allah, mereka pantas mendapat berita gembira; sebab itu sampaikanlah kabar gembira itu kepada hamba-hamba-Ku."

[18]
الَّذِيْنَ يَسْتَمِعُوْنَ الْقَوْلَ فَيَتَّبِعُوْنَ اَحْسَنَهٗ ۗ اُولٰٓئِكَ الَّذِيْنَ هَدٰٮهُمُ اللّٰهُ وَاُولٰٓئِكَ هُمْ اُولُوا الْاَ لْبَا بِ
allaziina yastami'uunal-qoula fa yattabi'uuna ahsanah, ulaaa`ikallaziina hadaahumullohu wa ulaaa`ika hum ulul-albaab

"(yaitu) mereka<5> yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya. Mereka<5> itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah dan mereka<5> itulah orang-orang yang mempunyai akal sehat."

[19]
اَفَمَنْ حَقَّ عَلَيْهِ كَلِمَةُ الْعَذَا بِ ۗ اَفَاَ نْتَ تُنْقِذُ مَنْ فِى النَّارِ ۚ 
a fa man haqqo 'alaihi kalimatul-'azaab, a fa anta tungqizu man fin-naar

"Maka apakah (engkau hendak mengubah nasib) orang-orang yang telah dipastikan mendapat azab? Apakah engkau (Muhammad) akan menyelamatkan orang yang berada dalam api neraka."

[20]
لٰـكِنِ الَّذِيْنَ اتَّقَوْا رَبَّهُمْ لَهُمْ غُرَفٌ مِّنْ فَوْقِهَا غُرَفٌ مَّبْنِيَّةٌ ۙ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ ۗ وَعْدَ اللّٰهِ ۗ لَا يُخْلِفُ اللّٰهُ الْمِيْعَادَ
laakinillaziinattaqou robbahum lahum ghurofum min fauqihaa ghurofum mabniyyatun tajrii min tahtihal-an-haar, wa'dalloh, laa yukhlifullohul-mii'aad

"Tetapi orang-orang yang bertakwa kepada Tuhannya, mereka mendapat kamar-kamar (di surga), di atasnya terdapat pula kamar-kamar yang dibangun (bertingkat-tingkat), yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. (Itulah) janji Allah. Allah tidak akan memungkiri janji(-Nya)."

[21]
اَلَمْ تَرَ اَنَّ اللّٰهَ اَنْزَلَ مِنَ السَّمَآءِ مَآءً فَسَلَـكَهٗ يَنَا بِيْعَ فِى الْاَرْضِ ثُمَّ يُخْرِجُ بِهٖ زَرْعًا مُّخْتَلِفًا اَ لْوَا نُهٗ ثُمَّ يَهِيْجُ فَتَـرٰٮهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَجْعَلُهٗ حُطَا مًا ۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَذِكْرٰى لِاُولِى الْاَ لْبَا بِ
a lam taro annalloha anzala minas-samaaa`i maaa`an fa salakahuu yanaabii'a fil-ardhi summa yukhriju bihii zar'am mukhtalifan alwaanuhuu summa yahiiju fa taroohu mushfarron summa yaj'aluhuu huthoomaa, inna fii zaalika lazikroo li`ulil-albaab

"Apakah engkau tidak memperhatikan, bahwa Allah menurunkan air dari langit, lalu diaturnya menjadi sumber-sumber air di bumi, kemudian dengan air itu ditumbuhkan-Nya tanam-tanaman yang bermacam-macam warnanya, kemudian menjadi kering, lalu engkau melihatnya kekuning-kuningan, kemudian dijadikan-Nya hancur berderai-derai. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang-orang<5> yang mempunyai akal sehat."

[22]
اَفَمَنْ شَرَحَ اللّٰهُ صَدْرَهٗ لِلْاِسْلَا مِ فَهُوَ عَلٰى نُوْرٍ مِّنْ رَّبِّهٖ ۗ فَوَيْلٌ لِّلْقٰسِيَةِ قُلُوْبُهُمْ مِّنْ ذِكْرِ اللّٰهِ ۗ اُولٰٓئِكَ فِيْ ضَلٰلٍ مُّبِيْنٍ
a fa man syarohallohu shodrohuu lil-islaami fa huwa 'alaa nuurim mir robbih, fa wailul lil-qoosiyati quluubuhum min zikrillaah, ulaaa`ika fii dholaalim mubiin

"Maka apakah orang-orang yang dibukakan hatinya oleh Allah untuk (ber)agama Islam lalu dia mendapat cahaya dari Tuhannya (sama dengan orang yang hatinya membatu)?
Maka celakalah mereka<5> yang hatinya telah membatu untuk mengingat Allah. Mereka<7> itu dalam kesesatan yang nyata."

[23]
اَللّٰهُ نَزَّلَ اَحْسَنَ الْحَدِيْثِ كِتٰبًا مُّتَشَا بِهًا مَّثَا نِيَ ۖ تَقْشَعِرُّ مِنْهُ جُلُوْدُ الَّذِيْنَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ ۚ ثُمَّ تَلِيْنُ جُلُوْدُهُمْ وَقُلُوْبُهُمْ اِلٰى ذِكْرِ اللّٰهِ ۗ ذٰلِكَ هُدَى اللّٰهِ يَهْدِيْ بِهٖ مَنْ يَّشَآءُ ۗ وَمَنْ يُّضْلِلِ اللّٰهُ فَمَا لَهٗ مِنْ هَادٍ
allohu nazzala ahsanal-hadiisi kitaabam mutasyaabiham masaaniya taqsya'irru min-hu juluudullaziina yakhsyauna robbahum, summa taliinu juluuduhum wa quluubuhum ilaa zikrillaah, zaalika hudallohi yahdii bihii may yasyaaa`, wa may yudhlilillaahu fa maa lahuu min haad

"Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al-Qur'an yang serupa (ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka ketika mengingat Allah.

Itulah petunjuk Allah, dengan Kitab itu Dia memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. 
Dan barang siapa dibiarkan sesat oleh Allah, maka tidak seorang pun yang dapat memberi petunjuk."

[24]
اَ فَمَنْ يَّتَّقِيْ بِوَجْهِهٖ سُوْٓءَ الْعَذَا بِ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ ۗ وَقِيْلَ لِلظّٰلِمِيْنَ ذُوْقُوْا مَا كُنْـتُمْ تَكْسِبُوْنَ
a fa may yattaqii biwaj-hihii suuu`al-'azaabi yaumal-qiyaamah, wa qiila lizh-zhoolimiina zuuquu maa kuntum taksibuun

"Maka apakah orang-orang yang melindungi wajahnya menghindari azab yang buruk pada hari Kiamat (sama dengan orang mukmin yang tidak kena azab)? Dan dikatakan kepada orang-orang yang zalim, Rasakanlah olehmu balasan apa yang telah kamu kerjakan."

[25]
كَذَّبَ الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَاَ تٰٮهُمُ الْعَذَا بُ مِنْ حَيْثُ لَا يَشْعُرُوْنَ
kazzaballaziina ming qoblihim fa ataahumul-'azaabu min haisu laa yasy'uruun

"Orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan (rasul-rasul), maka datanglah kepada mereka<5> azab dari arah yang tidak mereka sangka."

[26]
فَاَذَا قَهُمُ اللّٰهُ الْخِزْيَ فِى الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا ۚ وَلَعَذَا بُ الْاٰخِرَةِ اَكْبَرُ ۘ لَوْ كَا نُوْا يَعْلَمُوْنَ
fa azaaqohumullohul-khizya fil-hayaatid-dun-yaa, wa la'azaabul-aakhiroti akbar, lau kaanuu ya'lamuun

"Maka Allah menimpakan kepada mereka<5> kehinaan pada kehidupan dunia. Dan sungguh, azab akhirat lebih besar, kalau (saja) mereka<5> mengetahui."

[27]
وَلَقَدْ ضَرَبْنَا لِلنَّاسِ فِيْ هٰذَا الْقُرْاٰنِ مِنْ كُلِّ مَثَلٍ لَّعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُوْنَ ۚ 
wa laqod darobnaa lin-naasi fii haazal-qur`aani ming kulli masalil la'allahum yatazakkaruun

"Dan sungguh, telah Kami buatkan dalam Al-Qur'an ini segala macam perumpamaan bagi manusia agar mereka<5> mendapatkan pelajaran."

[28]
قُرْاٰنًا عَرَبِيًّا غَيْرَ ذِيْ عِوَجٍ لَّعَلَّهُمْ يَتَّقُوْنَ
qur`aanan 'arobiyyan ghoiro zii 'iwajil la'allahum yattaquun

"(Yaitu) Al-Qur'an dalam bahasa Arab, tidak ada kebengkokan (didalamnya) agar mereka<5> bertakwa."

[29]
ضَرَبَ اللّٰهُ مَثَلًا رَّجُلًا فِيْهِ شُرَكَآءُ مُتَشٰكِسُوْنَ وَرَجُلًا سَلَمًا لِّرَجُلٍ ۗ هَلْ يَسْتَوِيٰنِ مَثَلًا ۗ اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ ۚ بَلْ اَكْثَرُهُمْ لَا يَعْلَمُوْنَ
dhoroballohu masalar rojulan fiihi syurokaaa`u mutasyaakisuuna wa rojulan salamal lirojulin hal yastawiyaani masalaa, al-hamdu lillaah, bal aksaruhum laa ya'lamuun

"Allah membuat perumpamaan (yaitu) seorang laki-laki (hamba sahaya) yang dimiliki oleh beberapa orang yang berserikat yang dalam perselisihan, dan seorang hamba sahaya yang menjadi milik penuh dari seorang (saja). Adakah kedua hamba sahaya itu sama keadaannya? Segala puji bagi Allah, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui."

[30]
اِنَّكَ مَيِّتٌ وَّاِنَّهُمْ مَّيِّتُوْنَ ۖ 
innaka mayyituw wa innahum mayyituun

"Sesungguhnya engkau (Muhammad) akan mati dan mereka<5> akan mati (pula)."

[31]
ثُمَّ اِنَّكُمْ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ عِنْدَ رَبِّكُمْ تَخْتَصِمُوْنَ
summa innakum yaumal-qiyaamati 'inda robbikum takhtashimuun

"Kemudian sesungguhnya kamu pada hari Kiamat akan berbantah-bantahan di hadapan Tuhanmu."

.
.
Lanjut ke JUZ 24 >>>

.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar