{ 5 } Al Ma'idah ayat 1 - 82
Keterangan :
Al Qur'an berisi petunjuk & larangan yang harus dilakukan Diri-Ini <5> dan yang menerima konsekuensinya adalah Diri-Sejati <7>, baik konsekuensi positip (pahala) maupun yang negatip (siksa)
Diri meliputi:
* Diri-Ini <5>
adalah: Diri yang hidup didunia ini
(yang sedang membaca ini)
mempunyai raga berdimensi nyata
* Diri-Sejati <7>
adalah: Diri kita yang sebenarnya...,
Diri yang hidup di akhirat
berdimensi irasional (tidak nyata)
Diri-Sejati<7> mempunyai kecerdasan & pemikiran yang berbeda dengan Diri-Ini<5>.
Diri-Sejati<7> hanya bisa 'menyerap' yang berguna di akhirat....energi, cahaya dan 'ilmu-akhirat yang hakiki'.
(Baca: Prinsip untuk memahami Al Qur'an)
{ 4 } An Nisa'
[148]
لَا يُحِبُّ اللّٰهُ الْجَــهْرَ بِالسُّوْٓءِ مِنَ الْقَوْلِ اِلَّا مَنْ ظُلِمَ ۗ وَكَانَ اللّٰهُ سَمِيْعًا عَلِيْمًا
laa yuhibbullohul-jahro bis-suuu`i minal-qouli illaa man zhulim, wa kaanallohu samii'an 'aliimaa
"Allah tidak menyukai perkataan buruk, (yang diucapkan) secara terus terang kecuali oleh orang yang dizalimi. Dan Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui."
[149]
اِنْ تُبْدُوْا خَيْرًا اَوْ تُخْفُوْهُ اَوْ تَعْفُوْا عَنْ سُوْٓءٍ فَاِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَفُوًّا قَدِيْرًا
in tubduu khoiron au tukhfuuhu au ta'fuu 'an suuu`in fa innalloha kaana 'afuwwang qodiiroo
"Jika kamu menyatakan sesuatu kebajikan, menyembunyikannya, atau memaafkan sesuatu kesalahan (orang lain), maka sungguh, Allah Maha Pemaaf, Maha Kuasa."
[150]
اِنَّ الَّذِيْنَ يَكْفُرُوْنَ بِاللّٰهِ وَرُسُلِهٖ وَيُرِيْدُوْنَ اَنْ يُّفَرِّقُوْا بَيْنَ اللّٰهِ وَرُسُلِهٖ وَيَقُوْلُوْنَ نُؤْمِنُ بِبَعْضٍ وَّنَكْفُرُ بِبَعْضٍ ۙ وَّيُرِيْدُوْنَ اَنْ يَّتَّخِذُوْا بَيْنَ ذٰلِكَ سَبِيْلًا
innallaziina yakfuruuna billaahi wa rusulihii wa yuriiduuna ay yufarriquu bainallohi wa rusulihii wa yaquuluuna nu`minu biba'dhiw wa nakfuru biba'dhiw wa yuriiduuna ay yattakhizuu baina zaalika sabiilaa
"Sesungguhnya orang-orang <5> yang ingkar kepada Allah dan rasul-rasul-Nya, dan bermaksud membeda-bedakan antara (keimanan kepada) Allah dan rasul-rasul-Nya, dengan mengatakan, Kami beriman kepada sebagian dan kami mengingkari sebagian (yang lain), serta bermaksud mengambil jalan tengah (iman atau kafir),"
[151]
اُولٰٓئِكَ هُمُ الْـكٰفِرُوْنَ حَقًّا ۚ وَ اَعْتَدْنَا لِلْكٰفِرِيْنَ عَذَابًا مُّهِيْنًا
ulaaa`ika humul-kaafiruuna haqqoo, wa a'tadnaa lil-kaafiriina 'azaabam muhiinaa
"merekalah<5> orang-orang kafir yang sebenarnya. Dan Kami sediakan untuk <7>orang-orang kafir itu azab yang menghinakan."
[152]
وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا بِاللّٰهِ وَرُسُلِهٖ وَلَمْ يُفَرِّقُوْا بَيْنَ اَحَدٍ مِّنْهُمْ اُولٰٓئِكَ سَوْفَ يُؤْتِيْهِمْ اُجُوْرَهُمْ ۗ وَكَانَ اللّٰهُ غَفُوْرًا رَّحِيْمًا
wallaziina aamanuu billaahi wa rusulihii wa lam yufarriquu baina ahadim min-hum ulaaa`ika saufa yu`tiihim ujuurohum, wa kaanallohu ghofuuror rohiimaa
"Adapun orang-orang<5> yang beriman kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan tidak membeda-bedakan di antara mereka (para rasul), kelak Allah akan memberikan pahala kepada mereka<7>. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang."
[153]
يَسْـئَـلُكَ اَهْلُ الْـكِتٰبِ اَنْ تُنَزِّلَ عَلَيْهِمْ كِتٰبًا مِّنَ السَّمَآءِ فَقَدْ سَاَ لُوْا مُوْسٰۤى اَكْبَرَ مِنْ ذٰلِكَ فَقَالُوْۤا اَرِنَا اللّٰهَ جَهْرَةً فَاَخَذَتْهُمُ الصّٰعِقَةُ بِظُلْمِهِمْ ۚ ثُمَّ اتَّخَذُوا الْعِجْلَ مِنْۢ بَعْدِ مَا جَآءَتْهُمُ الْبَيِّنٰتُ فَعَفَوْنَا عَنْ ذٰلِكَ ۚ وَاٰتَيْنَا مُوْسٰى سُلْطٰنًا مُّبِيْنًا
yas`aluka ahlul-kitaabi an tunazzila 'alaihim kitaabam minas-samaaa`i fa qod sa`aluu muusaaa akbaro min zaalika fa qooluuu arinalloha jahrotan fa akhozat-humush-shoo'iqotu bizhulmihim, summattakhozul-'ijla mim ba'di maa jaaa`at-humul-bayyinaatu fa 'afaunaa 'an zaalik, wa aatainaa muusaa sulthoonam mubiinaa
"Ahli Kitab meminta kepadamu (Muhammad) agar engkau menurunkan sebuah kitab dari langit kepada mereka. Sesungguhnya mereka<5> telah meminta kepada Musa yang lebih besar dari itu. Mereka berkata, Perlihatkanlah Allah kepada kami secara nyata. Maka mereka disambar petir karena kezalimannya. Kemudian mereka menyembah anak sapi, setelah mereka melihat bukti-bukti yang nyata, namun demikian Kami maafkan mereka, dan telah Kami berikan kepada Musa kekuasaan yang nyata."
[154]
وَرَفَعْنَا فَوْقَهُمُ الطُّوْرَ بِمِيْثَاقِهِمْ وَقُلْنَا لَهُمُ ادْخُلُوا الْبَابَ سُجَّدًا وَّقُلْنَا لَهُمْ لَا تَعْدُوْا فِى السَّبْتِ وَاَخَذْنَا مِنْهُمْ مِّيْثَاقًا غَلِيْظًا
wa rofa'naa fauqohumuth-thuuro bimiisaaqihim wa qulnaa lahumudkhulul-baaba sujjadaw wa qulnaa lahum laa ta'duu fis-sabti wa akhoznaa min-hum miisaaqon gholiizhoo
"Dan Kami angkat Gunung (Sinai) di atas mereka untuk (menguatkan) perjanjian mereka. Dan Kami perintahkan kepada mereka, Masukilah pintu gerbang (Baitulmaqdis) itu sambil bersujud, dan Kami perintahkan (pula), kepada mereka, Janganlah kamu melanggar peraturan mengenai hari Sabat. Dan Kami telah mengambil dari mereka perjanjian yang kukuh."
[155]
فَبِمَا نَقْضِهِمْ مِّيْثَاقَهُمْ وَكُفْرِهِمْ بِاٰيٰتِ اللّٰهِ وَقَتْلِهِمُ الْاَنْۢبِيَآءَ بِغَيْرِ حَقٍّ وَّقَوْلِهِمْ قُلُوْبُنَا غُلْفٌ ۗ بَلْ طَبَعَ اللّٰهُ عَلَيْهَا بِكُفْرِهِمْ فَلَا يُؤْمِنُوْنَ اِلَّا قَلِيْلًا
fa bimaa naqdhihim miisaaqohum wa kufrihim bi`aayaatillaahi wa qotlihimul-ambiyaaa`a bighoiri haqqiw wa qoulihim quluubunaa ghulf, bal thoba'allohu 'alaihaa bikufrihim fa laa yu`minuuna illaa qoliilaa
"Maka, (Kami hukum mereka) karena mereka melanggar perjanjian itu dan karena kekafiran mereka<5> terhadap keterangan-keterangan Allah, serta karena mereka telah membunuh nabi-nabi tanpa hak (alasan yang benar), dan karena mereka<5> mengatakan, Hati kami tertutup. Sebenarnya, Allah telah mengunci hati mereka<5> karena kekafirannya, karena itu hanya sebagian kecil dari mereka yang beriman,"
[156]
وَّبِكُفْرِهِمْ وَقَوْلِهِمْ عَلٰى مَرْيَمَ بُهْتَانًـا عَظِيْمًا
wa bikufrihim wa qoulihim 'alaa maryama buhtaanan 'azhiimaa
"dan (Kami hukum juga) karena kekafiran mereka<5> (terhadap 'Isa) dan tuduhan mereka yang sangat keji terhadap Maryam,"
[157]
وَّقَوْلِهِمْ اِنَّا قَتَلْنَا الْمَسِيْحَ عِيْسَى ابْنَ مَرْيَمَ رَسُوْلَ اللّٰهِ ۚ وَمَا قَتَلُوْهُ وَمَا صَلَبُوْهُ وَلٰـكِنْ شُبِّهَ لَهُمْ ۗ وَاِنَّ الَّذِيْنَ اخْتَلَـفُوْا فِيْهِ لَفِيْ شَكٍّ مِّنْهُ ۗ مَا لَهُمْ بِهٖ مِنْ عِلْمٍ اِلَّا اتِّبَاعَ الظَّنِّ ۚ وَمَا قَتَلُوْهُ يَقِيْنًا ۢ
wa qoulihim innaa qotalnal-masiiha 'iisabna maryama rosuulalloh, wa maa qotaluuhu wa maa sholabuuhu wa laakin syubbiha lahum, wa innallaziinakhtalafuu fiihi lafii syakkim min-h, maa lahum bihii min 'ilmin illattibaa'azh-zhonni wa maa qotaluuhu yaqiinaa
"dan (Kami hukum juga) karena ucapan mereka, Sesungguhnya kami telah membunuh Al-Masih, 'Isa putra Maryam, Rasul Allah. Padahal, mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh adalah) orang yang diserupakan dengan 'Isa. Sesungguhnya mereka yang berselisih pendapat tentang (pembunuhan) 'Isa, selalu dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka benar-benar tidak tahu (siapa sebenarnya yang dibunuh itu), melainkan mengikuti persangkaan belaka, jadi mereka tidak yakin telah membunuhnya,"
[158]
بَلْ رَّفَعَهُ اللّٰهُ اِلَيْهِ ۗ وَكَانَ اللّٰهُ عَزِيْزًا حَكِيْمًا
bal rofa'ahullohu ilaiih, wa kaanallohu 'aziizan hakiimaa
"Tetapi Allah telah mengangkat 'Isa<7> kepada-Nya. Allah Maha Perkasa, Maha Bijaksana."
[159]
وَاِنْ مِّنْ اَهْلِ الْكِتٰبِ اِلَّا لَيُـؤْمِنَنَّ بِهٖ قَبْلَ مَوْتِهٖ ۚ وَيَوْمَ الْقِيٰمَةِ يَكُوْنُ عَلَيْهِمْ شَهِيْدًا
wa im min ahlil-kitaabi illaa layu`minanna bihii qobla mautih, wa yaumal-qiyaamati yakuunu 'alaihim syahiidaa
"Tidak ada seorang pun di antara Ahli Kitab<5> yang tidak beriman kepadanya ('Isa) menjelang kematiannya.
Dan pada hari Kiamat dia<7> ('Isa) akan menjadi saksi mereka<7>."
[160]
فَبِظُلْمٍ مِّنَ الَّذِيْنَ هَادُوْا حَرَّمْنَا عَلَيْهِمْ طَيِّبٰتٍ اُحِلَّتْ لَهُمْ وَبِصَدِّهِمْ عَنْ سَبِيْلِ اللّٰهِ كَثِيْرًا
fa bizhulmim minallaziina haaduu harromnaa 'alaihim thoyyibaatin uhillat lahum wa bishoddihim 'an sabiilillaahi kasiiroo
"Karena kezaliman orang-orang Yahudi, Kami haramkan bagi mereka makanan yang baik-baik yang (dahulu) pernah dihalalkan; dan karena mereka sering menghalangi (orang lain) dari jalan Allah,"
[161]
وَّاَخْذِهِمُ الرِّبٰوا وَقَدْ نُهُوْا عَنْهُ وَاَكْلِـهِمْ اَمْوَالَ النَّاسِ بِالْبَاطِلِ ۗ وَاَعْتَدْنَـا لِلْـكٰفِرِيْنَ مِنْهُمْ عَذَابًا اَ لِيْمًا
wa akhzihimur-ribaa wa qod nuhuu 'an-hu wa aklihim amwaalan-naasi bil-baathil, wa a'tadnaa lil-kaafiriina min-hum 'azaaban aliimaa
"dan karena mereka<5> menjalankan riba, padahal sungguh mereka telah dilarang darinya, dan karena mereka memakan harta orang dengan cara tidak sah.Dan Kami sediakan untuk orang-orang kafir di antara mereka<7> azab yang pedih."
[162]
لٰـكِنِ الرّٰسِخُوْنَ فِى الْعِلْمِ مِنْهُمْ وَالْمُؤْمِنُوْنَ يُـؤْمِنُوْنَ بِمَاۤ اُنْزِلَ اِلَيْكَ وَمَاۤ اُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ وَالْمُقِيْمِيْنَ الصَّلٰوةَ وَالْمُؤْتُوْنَ الزَّكٰوةَ وَ الْمُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِ ۗ اُولٰٓئِكَ سَنُؤْتِيْهِمْ اَجْرًا عَظِيْمًا
laakinir-roosikhuuna fil-'ilmi min-hum wal-mu`minuuna yu`minuuna bimaaa unzila ilaika wa maaa unzila ming qoblika wal-muqiimiinash-sholaata wal-mu`tuunaz-zakaata wal-mu`minuuna billaahi wal-yaumil-aakhir, ulaaa`ika sanu`tiihim ajron 'azhiimaa
"Tetapi orang-orang yang ilmunya mendalam di antara mereka, dan orang-orang yang beriman, mereka<5> beriman kepada (Al-Qur'an) yang diturunkan kepadamu (Muhammad), dan kepada (kitab-kitab) yang diturunkan sebelummu, begitu pula mereka<5> yang melaksanakan sholat dan menunaikan zakat dan beriman kepada Allah dan hari kemudian. Kepada mereka<7> akan Kami berikan pahala yang besar."
[163]
اِنَّاۤ اَوْحَيْنَاۤ اِلَيْكَ كَمَاۤ اَوْحَيْنَاۤ اِلٰى نُوْحٍ وَّالنَّبِيّٖنَ مِنْۢ بَعْدِهٖ ۚ وَاَوْحَيْنَاۤ اِلٰۤى اِبْرٰهِيْمَ وَاِسْمٰعِيْلَ وَاِسْحٰقَ وَيَعْقُوْبَ وَالْاَسْبَاطِ وَعِيْسٰى وَاَيُّوْبَ وَيُوْنُسَ وَهٰرُوْنَ وَسُلَيْمٰنَ ۚ وَاٰتَيْنَا دَاوٗدَ زَبُوْرًا
innaaa auhainaaa ilaika kamaaa auhainaaa ilaa nuuhiw wan-nabiyyiina mim ba'dih, wa auhainaaa ilaaa ibroohiima wa ismaa'iila wa is-haaqo wa ya'quuba wal-asbaathi wa 'iisaa wa ayyuuba wa yuunusa wa haaruuna wa sulaimaan, wa aatainaa daawuuda zabuuroo
"Sesungguhnya Kami mewahyukan kepadamu (Muhammad) sebagaimana Kami telah mewahyukan kepada Nuh dan nabi-nabi setelahnya, dan Kami telah mewahyukan (pula) kepada Ibrahim, lsmail, Ishaq, Ya'qub dan anak cucunya; 'Isa, Ayyub, Yunus, Harun, dan Sulaiman. Dan Kami telah memberikan Kitab Zabur kepada Daud."
[164]
وَرُسُلًا قَدْ قَصَصْنٰهُمْ عَلَيْكَ مِنْ قَبْلُ وَرُسُلًا لَّمْ نَقْصُصْهُمْ عَلَيْكَ ۗ وَكَلَّمَ اللّٰهُ مُوْسٰى تَكْلِيْمًا
wa rusulang qod qoshoshnaahum 'alaika ming qoblu wa rusulal lam naqshush-hum 'alaiik, wa kallamallohu muusaa takliimaa
"Dan ada beberapa rasul yang telah Kami kisahkan mereka<5> kepadamu sebelumnya dan ada beberapa rasul (lain) yang tidak Kami kisahkan mereka<5> kepadamu. Dan kepada Musa, Allah langsung berfirman."
[165]
رُسُلًا مُّبَشِّرِيْنَ وَمُنْذِرِيْنَ لِئَلَّا يَكُوْنَ لِلنَّاسِ عَلَى اللّٰهِ حُجَّةٌ ۢ بَعْدَ الرُّسُلِ ۗ وَكَانَ اللّٰهُ عَزِيْزًا حَكِيْمًا
rusulam mubasysyiriina wa munziriina li`allaa yakuuna lin-naasi 'alallohi hujjatum ba'dar-rusul, wa kaanallohu 'aziizan hakiimaa
"Rasul-rasul itu adalah sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan agar tidak ada alasan bagi manusia<5> untuk membantah Allah setelah rasul-rasul itu diutus. Allah Maha Perkasa, Maha Bijaksana."
[166]
لٰـكِنِ اللّٰهُ يَشْهَدُ بِمَاۤ اَنْزَلَ اِلَيْكَ اَنْزَلَهٗ بِعِلْمِهٖ ۚ وَالْمَلٰٓئِكَةُ يَشْهَدُوْنَ ۗ وَكَفٰى بِاللّٰهِ شَهِيْدًا
laakinillaahu yasy-hadu bimaaa anzala ilaika anzalahuu bi'ilmih, wal-malaaa`ikatu yasy-haduun, wa kafaa billaahi syahiidaa
"Tetapi Allah menjadi saksi atas (Al-Qur'an) yang diturunkan-Nya kepadamu (Muhammad). Dia menurunkannya dengan ilmu-Nya, dan para malaikat pun menyaksikan. Dan cukuplah Allah yang menjadi saksi."
[167]
اِنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا وَ صَدُّوْا عَنْ سَبِيْلِ اللّٰهِ قَدْ ضَلُّوْا ضَلٰلًاۢ بَعِيْدًا
innallaziina kafaruu wa shodduu 'an sabiilillaahi qod dholluu dholaalam ba'iidaa
"Sesungguhnya orang-orang<5> yang kafir dan menghalang-halangi (orang lain) dari jalan Allah, benar-benar telah sesat sejauh-jauhnya."
[168]
اِنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا وَظَلَمُوْا لَمْ يَكُنِ اللّٰهُ لِيَـغْفِرَ لَهُمْ وَلَا لِيَـهْدِيَهُمْ طَرِيْقًا
innallaziina kafaruu wa zholamuu lam yakunillaahu liyaghfiro lahum wa laa liyahdiyahum thoriiqoo
"Sesungguhnya orang-orang<5> yang kafir dan melakukan kezaliman, Allah tidak akan mengampuni mereka, dan tidak (pula) akan menunjukkan kepada mereka<5> jalan (yang lurus),"
[169]
اِلَّا طَرِيْقَ جَهَـنَّمَ خٰلِدِيْنَ فِيْهَاۤ اَبَدًا ۗ وَكَانَ ذٰلِكَ عَلَى اللّٰهِ يَسِيْرًا
illaa thoriiqo jahannama khoolidiina fiihaaa abadaa, wa kaana zaalika 'alallohi yasiiroo
"kecuali jalan ke Neraka Jahanam; mereka<7> kekal di dalamnya selama-lamanya. Dan hal itu (sangat) mudah bagi Allah."
[170]
يٰۤـاَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَآءَكُمُ الرَّسُوْلُ بِالْحَـقِّ مِنْ رَّبِّكُمْ فَاٰمِنُوْا خَيْرًا لَّـكُمْ ۗ وَاِنْ تَكْفُرُوْا فَاِنَّ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ ۗ وَكَانَ اللّٰهُ عَلِيْمًا حَكِيْمًا
yaaa ayyuhan-naasu qod jaaa`akumur-rosuulu bil-haqqi mir robbikum fa aaminuu khoirol lakum, wa in takfuruu fa inna lillaahi maa fis-samaawaati wal-ardh, wa kaanallohu 'aliiman hakiimaa
"Wahai manusia! Sungguh, telah datang Rasul (Muhammad) kepadamu<5> dengan (membawa) kebenaran dari Tuhanmu, maka berimanlah (kepada-Nya), itu lebih baik bagimu<5>. Dan jika kamu<5> kafir (itu tidak merugikan Allah sedikit pun), karena sesungguhnya milik Allah-lah apa yang di langit dan di bumi. Allah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana."
[171]
يٰۤـاَهْلَ الْكِتٰبِ لَا تَغْلُوْا فِيْ دِيْـنِكُمْ وَلَا تَقُوْلُوْا عَلَى اللّٰهِ اِلَّا الْحَـقَّ ۗ اِنَّمَا الْمَسِيْحُ عِيْسَى ابْنُ مَرْيَمَ رَسُوْلُ اللّٰهِ وَكَلِمَتُهٗ ۚ اَ لْقٰٮهَاۤ اِلٰى مَرْيَمَ وَرُوْحٌ مِّنْهُ ۖ فَاٰمِنُوْا بِاللّٰهِ وَرُسُلِهٖ ۗ وَلَا تَقُوْلُوْا ثَلٰثَةٌ ۗ اِنْتَهُوْا خَيْرًا لَّـكُمْ ۗ اِنَّمَا اللّٰهُ اِلٰـهٌ وَّاحِدٌ ۗ سُبْحٰنَهٗۤ اَنْ يَّكُوْنَ لَهٗ وَلَدٌ ۘ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِ ۗ وَكَفٰى بِاللّٰهِ وَكِيْلًا
yaaa ahlal-kitaabi laa taghluu fii diinikum wa laa taquuluu 'alallohi illal-haqq, innamal-masiihu 'iisabnu maryama rosuulullohi wa kalimatuh, alqoohaaa ilaa maryama wa ruuhum min-hu fa aaminuu billaahi wa rusulih, wa laa taquuluu salaasah, intahuu khoirol lakum, innamallohu ilaahuw waahid, sub-haanahuuu ay yakuuna lahuu walad, lahuu maa fis-samaawaati wa maa fil-ardh, wa kafaa billaahi wakiilaa
"Wahai Ahli Kitab! Janganlah kamu<5> melampaui batas dalam agamamu (lakumu didunia), dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sungguh, Al-Masih 'Isa putra Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan roh<6> dari-Nya. Maka, berimanlah kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan, (Tuhan itu) tiga, berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Dia dari (anggapan) mempunyai anak. Milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan cukuplah Allah sebagai pelindung."
[172]
لَنْ يَّسْتَـنْكِفَ الْمَسِيْحُ اَنْ يَّكُوْنَ عَبْدًا لِّـلّٰـهِ وَلَا الْمَلٰٓئِكَةُ الْمُقَرَّبُوْنَ ۗ وَمَنْ يَّسْتَـنْكِفْ عِبَادَ تِهٖ وَيَسْتَكْبِرْ فَسَيَحْشُرُهُمْ اِلَيْهِ جَمِيْعًا
lay yastangkifal-masiihu ay yakuuna 'abdal lillaahi wa lal-malaaa`ikatul-muqorrobuun, wa may yastangkif 'an 'ibaadatihii wa yastakbir fa sayahsyuruhum ilaihi jamii'aa
"Al-Masih sama sekali tidak enggan menjadi hamba Allah, dan begitu pula para malaikat yang terdekat (kepada Allah). Dan barang siapa<5> enggan menyembah-Nya dan menyombongkan diri, maka Allah akan mengumpulkan mereka<7> semua kepada-Nya."
[173]
فَاَمَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ فَيُوَفِّيْهِمْ اُجُوْرَهُمْ وَ يَزِيْدُهُمْ مِّنْ فَضْلِهٖ ۚ وَاَمَّا الَّذِيْنَ اسْتَـنْكَفُوْا وَاسْتَكْبَرُوْا فَيُعَذِّبُهُمْ عَذَابًا اَ لِيْمًا ۙ وَّلَا يَجِدُوْنَ لَهُمْ مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ وَلِيًّا وَّلَا نَصِيْرًا
fa ammallaziina aamanuu wa 'amilush-shoolihaati fa yuwaffiihim ujuurohum wa yaziiduhum min fadhlih, wa ammallaziinastangkafuu wastakbaruu fa yu'azzibuhum 'azaaban aliimaw wa laa yajiduuna lahum min duunillaahi waliyyaw wa laa nashiiroo
"Adapun orang-orang<5> yang beriman dan mengerjakan kebajikan, Allah akan menyempurnakan pahala bagi mereka<7> dan menambah sebagian dari karunia-Nya. Sedangkan orang-orang<5> yang enggan (menyembah Allah) dan menyombongkan diri, maka Allah akan mengazab mereka<7> dengan azab yang pedih. Dan mereka<7> tidak akan mendapatkan pelindung dan penolong selain Allah."
[174]
يٰۤـاَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَآءَكُمْ بُرْهَانٌ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَاَنْزَلْنَاۤ اِلَيْكُمْ نُوْرًا مُّبِيْنًا
yaaa ayyuhan-naasu qod jaaa`akum bur-haanum mir robbikum wa anzalnaaa ilaikum nuurom mubiinaa
"Wahai manusia! Sesungguhnya telah sampai kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu, (Muhammad saw) dan telah Kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang (Al-Qur'an)."
[175]
yangمَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا بِاللّٰهِ وَاعْتَصَمُوْا بِهٖ فَسَيُدْخِلُهُمْ فِيْ رَحْمَةٍ مِّنْهُ وَفَضْلٍ ۙ وَّيَهْدِيْهِمْ اِلَيْهِ صِرَاطًا مُّسْتَقِيْمًا
fa ammallaziina aamanuu billaahi wa'tashomuu bihii fa sayudkhiluhum fii rohmatim min-hu wa fadhliw wa yahdiihim ilaihi shiroothom mustaqiimaa
"Adapun orang-orang<5> yang beriman kepada Allah dan berpegang teguh kepada (tuntunan agama)-Nya, maka Allah akan memasukkan mereka<7> ke dalam rahmat dan karunia dari-Nya, dan menunjukkan mereka<5> jalan yang lurus kepada-Nya."
[176]
يَسْتَفْتُوْنَكَ ۗ قُلِ اللّٰهُ يُفْتِيْكُمْ فِى الْـكَلٰلَةِ ۗ اِنِ امْرُؤٌا هَلَكَ لَـيْسَ لَهٗ وَلَدٌ وَّلَهٗۤ اُخْتٌ فَلَهَا نِصْفُ مَا تَرَكَ ۚ وَهُوَ يَرِثُهَاۤ اِنْ لَّمْ يَكُنْ لَّهَا وَلَدٌ ۗ فَاِنْ كَانَـتَا اثْنَتَيْنِ فَلَهُمَا الثُّلُثٰنِ مِمَّا تَرَكَ ۗ وَاِنْ كَانُوْۤا اِخْوَةً رِّجَالًا وَّنِسَآءً فَلِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ الْاُنْثَيَيْنِ ۗ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَـكُمْ اَنْ تَضِلُّوْا ۗ وَاللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ
yastaftuunak, qulillaahu yuftiikum fil-kalaalah, inimru`un halakan laisa lahuu waladuw wa lahuuu ukhtun fa lahaa nishfu maa tarok, wa huwa yarisuhaaa il lam yakul lahaa walad, fa ing kaanatasnataini fa lahumas-sulusaani mimmaa tarok, wa ing kaanuuu ikhwatar rijaalaw wa nisaaa`an fa liz-zakari mislu hazhzhil-unsayaiin, yubayyinullohu lakum an tadhilluu, wallohu bikulli syai`in 'aliim
"Mereka meminta fatwa kepadamu. Katakanlah, Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah, (yaitu) jika seseorang mati dan dia tidak mempunyai anak tetapi mempunyai saudara perempuan, maka bagiannya (saudara perempuannya itu) seperdua dari harta yang ditinggalkannya, dan saudaranya yang laki-laki mewarisi (seluruh harta saudara perempuan), jika dia tidak mempunyai anak. Tetapi jika saudara perempuan itu dua orang, maka bagi keduanya dua pertiga dari harta yang ditinggalkan. Dan jika mereka (ahli waris itu terdiri dari) saudara-saudara laki-laki dan perempuan, maka bagian seorang saudara laki-laki sama dengan bagian dua saudara perempuan. Allah menerangkan (hukum ini) kepadamu agar kamu tidak sesat. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu."
{ 5 } Al Ma'idah (Hidangan)
______________________________
< Madinah > <120 ayat>
[1]
يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اَوْفُوْا بِالْعُقُوْدِ ۗ اُحِلَّتْ لَـكُمْ بَهِيْمَةُ الْاَنْعَامِ اِلَّا مَا يُتْلٰى عَلَيْكُمْ غَيْرَ مُحِلِّى الصَّيْدِ وَاَنْـتُمْ حُرُمٌ ۗ اِنَّ اللّٰهَ يَحْكُمُ مَا يُرِيْدُ
yaaa ayyuhallaziina aamanuuu aufuu bil-'uquud, uhillat lakum bahiimatul-an'aami illaa maa yutlaa 'alaikum ghoiro muhillish-shoidi wa antum hurum, innalloha yahkumu maa yuriid
"Wahai orang-orang yang beriman! Penuhilah janji-janji. Hewan ternak dihalalkan bagimu, kecuali yang akan disebutkan kepadamu, dengan tidak menghalalkan berburu ketika kamu sedang berihram (haji atau umrah). Sesungguhnya Allah menetapkan hukum sesuai dengan yang Dia kehendaki."
[2]
يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تُحِلُّوْا شَعَآئِرَ اللّٰهِ وَلَا الشَّهْرَ الْحَـرَامَ وَلَا الْهَدْيَ وَلَا الْقَلَۤائِدَ وَلَاۤ آٰ مِّيْنَ الْبَيْتَ الْحَـرَامَ يَبْـتَغُوْنَ فَضْلًا مِّنْ رَّبِّهِمْ وَرِضْوَانًا ۗ وَاِذَا حَلَلْتُمْ فَاصْطَادُوْا ۗ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَاٰنُ قَوْمٍ اَنْ صَدُّوْكُمْ عَنِ الْمَسْجِدِ الْحَـرَامِ اَنْ تَعْتَدُوْا ۘ وَتَعَاوَنُوْا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوٰى ۖ وَلَا تَعَاوَنُوْا عَلَى الْاِثْمِ وَالْعُدْوَانِ ۖ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعِقَابِ
yaaa ayyuhallaziina aamanuu laa tuhilluu sya'aaa`irollaahi wa lasy-syahrol-harooma wa lal-hadya wa lal-qolaaa`ida wa laaa aaammiinal-baital-harooma yabtaghuuna fadhlam mir robbihim wa ridhwaanaa, wa izaa halaltum fashthooduu, wa laa yajrimannakum syana`aanu qoumin an shodduukum 'anil-masjidil-haroomi an ta'taduu, wa ta'aawanuu 'alal-birri wat-taqwaa wa laa ta'aawanuu 'alal-ismi wal-'udwaani wattaqulloh, innalloha syadiidul-'iqoob
"Wahai orang-orang yang beriman<5>! Janganlah kamu melanggar syi'ar-syi'ar kesucian Allah, dan jangan (melanggar kehormatan) bulan-bulan haram, jangan (mengganggu) hadyu (hewan-hewan kurban), dan Qalaid (hewan-hewan kurban yang diberi tanda), dan jangan (pula) mengganggu orang-orang yang mengunjungi Baitulharam; mereka mencari karunia dan keridaan Tuhannya. Tetapi apabila kamu telah menyelesaikan ihram, maka bolehlah kamu berburu. Jangan sampai kebencian(mu) kepada suatu kaum karena mereka menghalang-halangimu dari Masjidilharam mendorongmu berbuat melampaui batas (kepada mereka). Dan tolong-menolonglah kamu<5> dalam kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah, sungguh, Allah sangat berat siksa-Nya."
[3] *
حُرِّمَتْ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةُ وَالدَّمُ وَلَحْمُ الْخِنْزِيْرِ وَمَاۤ اُهِلَّ لِغَيْرِ اللّٰهِ بِهٖ وَالْمُنْخَنِقَةُ وَالْمَوْقُوْذَةُ وَالْمُتَرَدِّيَةُ وَالنَّطِيْحَةُ وَمَاۤ اَكَلَ السَّبُعُ اِلَّا مَا ذَكَّيْتُمْ ۗ وَمَا ذُ بِحَ عَلَى النُّصُبِ وَاَنْ تَسْتَقْسِمُوْا بِالْاَزْلَامِ ۗ ذٰ لِكُمْ فِسْقٌ ۗ اَلْيَوْمَ يَئِسَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْ دِيْـنِكُمْ فَلَا تَخْشَوْهُمْ وَاخْشَوْنِ ۗ اَ لْيَوْمَ اَكْمَلْتُ لَـكُمْ دِيْنَكُمْ وَاَ تْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِيْ وَرَضِيْتُ لَـكُمُ الْاِسْلَامَ دِيْنًا ۗ فَمَنِ اضْطُرَّ فِيْ مَخْمَصَةٍ غَيْرَ مُتَجَانِفٍ لِّاِثْمٍ ۙ فَاِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
hurrimat 'alaikumul-maitatu wad-damu wa lahmul-khinziiri wa maaa uhilla lighoirillaahi bihii wal-munkhoniqotu wal-mauquuzatu wal-mutaroddiyatu wan-nathiihatu wa maaa akalas-sabu'u illaa maa zakkaitum, wa maa zubiha 'alan-nushubi wa an tastaqsimuu bil-azlaam, zaalikum fisq, al-yauma ya`isallaziina kafaruu min diinikum fa laa takhsyauhum wakhsyauun, al-yauma akmaltu lakum diinakum wa atmamtu 'alaikum ni'matii wa rodhiitu lakumul-islaama diinaa, fa manidhthurro fii makhmashotin ghoiro mutajaanifil li`ismin fa innalloha ghofuurur rohiim.
"Diharamkan bagimu<5> (memakan) bangkai, darah, daging babi, dan (daging) hewan yang disembelih bukan atas (nama) Allah, yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu sembelih. Dan (diharamkan pula) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan pula) mengundi nasib dengan azlam (anak panah) (karena) itu suatu perbuatan fasik. Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku.
Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridai Islam sebagai agamamu.
Tetapi barang siapa terpaksa karena lapar bukan karena ingin berbuat dosa, maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang."
Catatan :
Ayat ini merupakan firman terakhir yang diterima Nabi Muhammad saw...., dan tuntunan agama islam telah disempurnakan.
[4]
يَسْئَـــلُوْنَكَ مَاذَاۤ اُحِلَّ لَهُمْ ۗ قُلْ اُحِلَّ لَـكُمُ الطَّيِّبٰتُ ۙ وَمَا عَلَّمْتُمْ مِّنَ الْجَـوَارِحِ مُكَلِّبِيْنَ تُعَلِّمُوْنَهُنَّ مِمَّا عَلَّمَكُمُ اللّٰهُ فَكُلُوْا مِمَّاۤ اَمْسَكْنَ عَلَيْكُمْ وَاذْكُرُوا اسْمَ اللّٰهِ عَلَيْهِ ۖ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ سَرِيْعُ الْحِسَابِ
yas`aluunaka maazaaa uhilla lahum, qul uhilla lakumuth-thoyyibaatu wa maa 'allamtum minal-jawaarihi mukallibiina tu'allimuunahunna mimmaa 'allamakumullohu fa kuluu mimmaaa amsakna 'alaikum wazkurusmallohi 'alaihi wattaqulloh, innalloha sarii'ul-hisaab
"Mereka bertanya kepadamu (Muhammad), Apakah yang dihalalkan bagi mereka? Katakanlah, Yang dihalalkan bagimu (adalah makanan) yang baik-baik dan (buruan yang ditangkap) oleh binatang pemburu yang telah kamu latih untuk berburu, yang kamu latih menurut apa yang telah diajarkan Allah kepadamu. Maka, makanlah apa yang ditangkapnya untukmu, dan sebutlah nama Allah (waktu melepasnya). Dan bertakwalah kepada Allah, sungguh, Allah sangat cepat perhitungan-Nya."
[5]
اَلْيَوْمَ اُحِلَّ لَـكُمُ الطَّيِّبٰتُ ۗ وَطَعَامُ الَّذِيْنَ اُوْتُوْا الْكِتٰبَ حِلٌّ لَّـکُمْ ۖ وَطَعَامُكُمْ حِلٌّ لَّهُمْ ۖ وَالْمُحْصَنٰتُ مِنَ الْمُؤْمِنٰتِ وَالْمُحْصَنٰتُ مِنَ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْـكِتٰبَ مِنْ قَبْلِكُمْ اِذَاۤ اٰتَيْتُمُوْهُنَّ اُجُوْرَهُنَّ مُحْصِنِيْنَ غَيْرَ مُسَافِحِيْنَ وَلَا مُتَّخِذِيْۤ اَخْدَانٍ ۗ وَمَنْ يَّكْفُرْ بِالْاِيْمَانِ فَقَدْ حَبِطَ عَمَلُهٗ ۖ وَهُوَ فِى الْاٰخِرَةِ مِنَ الْخٰسِرِيْنَ
al-yauma uhilla lakumuth-thoyyibaat, wa tho'aamullaziina uutul-kitaaba hillul lakum wa tho'aamukum hillul lahum wal-muhshonaatu minal-mu`minaati wal-muhshonaatu minallaziina uutul-kitaaba ming qoblikum izaaa aataitumuuhunna ujuurohunna muhshiniina ghoiro musaafihiina wa laa muttakhiziii akhdaan, wa may yakfur bil-iimaani fa qod habitho 'amaluhuu wa huwa fil-aakhiroti minal-khoosiriin
"Pada hari ini, dihalalkan bagimu<5> segala yang baik-baik. Makanan (sembelihan) Ahli Kitab itu halal bagimu, dan makananmu halal bagi mereka. Dan (dihalalkan bagimu menikahi) perempuan-perempuan yang menjaga kehormatan di antara perempuan-perempuan yang beriman dan perempuan-perempuan yang menjaga kehormatan di antara orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu, apabila kamu membayar maskawin mereka untuk menikahinya, tidak dengan maksud berzina dan bukan untuk menjadikan perempuan piaraan. Barang siapa kafir setelah beriman, maka sungguh sia-sia amal mereka<5> dan di akhirat dia<7> termasuk orang-orang yang rugi."
[6]*
يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اِذَا قُمْتُمْ اِلَى الصَّلٰوةِ فَاغْسِلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَاَيْدِيَكُمْ اِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوْا بِرُءُوْسِكُمْ وَاَرْجُلَكُمْ اِلَى الْـكَعْبَيْنِ ۗ وَاِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوْا ۗ وَاِنْ كُنْتُمْ مَّرْضٰۤى اَوْ عَلٰى سَفَرٍ اَوْ جَآءَ اَحَدٌ مِّنْكُمْ مِّنَ الْغَآئِطِ اَوْ لٰمَسْتُمُ النِّسَآءَ فَلَمْ تَجِدُوْا مَآءً فَتَيَمَّمُوْا صَعِيْدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوْا بِوُجُوْهِكُمْ وَاَيْدِيْكُمْ مِّنْهُ ۗ مَا يُرِيْدُ اللّٰهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِّنْ حَرَجٍ وَّلٰـكِنْ يُّرِيْدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَ لِيُتِمَّ نِعْمَتَهٗ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
yaaa ayyuhallaziina aamanuuu izaa qumtum ilash-sholaati faghsiluu wujuuhakum wa aidiyakum ilal-maroofiqi wamsahuu biru`uusikum wa arjulakum ilal-ka'baiin, wa ing kuntum junuban faththohharuu, wa ing kuntum mardhooo au 'alaa safarin au jaaa`a ahadum mingkum minal-ghooo`ithi au laamastumun-nisaaa`a fa lam tajiduu maaa`an fa tayammamuu sho'iidan thoyyiban famsahuu biwujuuhikum wa aidiikum min-h, maa yuriidullohu liyaj'ala 'alaikum min harojiw wa laakiy yuriidu liyuthohhirokum wa liyutimma ni'matahuu 'alaikum la'allakum tasykuruun
"Wahai orang-orang yang beriman<5>! Apabila kamu hendak melaksanakan sholat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki.
Jika kamu junub, maka mandilah. Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, maka jika kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu.
Allah tidak ingin menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, agar kamu bersyukur."
[7]
وَاذْکُرُوْ انِعْمَةَ اللهِ عَلَیْکُمْ وَمِیْثَاقَهُ الَّذِیْ وَاثَقَکُمْ بِهٖۤ ۖ اِذْقُلْتُمْ سَمِعْنَا وَاَطَعْنَا ۖ وَاتَّقُوا اللهَ ۗ اِنَّ اللهَ عَلِیْمٌۢ بِذَاتِ الصُّدُوْرِ
wazkuruu ni'matallohi 'alaikum wa miisaaqohullazii waasaqokum bihiii iz qultum sami'naa wa atho'naa wattaqulloh, innalloha 'aliimum bizaatish-shuduur
"Dan ingatlah akan karunia Allah kepadamu dan perjanjian-Nya yang telah diikatkan kepadamu ketika kamu mengatakan, Kami mendengar dan kami menaati.
Dan bertakwalah kepada Allah, sungguh, Allah Maha Mengetahui segala isi hati."
[8]
يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُوْنُوْا قَوَّا مِيْنَ لِلّٰهِ شُهَدَآءَ بِالْقِسْطِ ۖ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَاٰنُ قَوْمٍ عَلٰۤى اَ لَّا تَعْدِلُوْا ۗ اِعْدِلُوْا ۗ هُوَ اَقْرَبُ لِلتَّقْوٰى ۖ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌۢ بِمَا تَعْمَلُوْنَ
yaaa ayyuhallaziina aamanuu kuunuu qowwaamiina lillaahi syuhadaaa`a bil-qisthi wa laa yajrimannakum syana`aanu qoumin 'alaaa allaa ta'diluu, i'diluu, huwa aqrobu lit-taqwaa wattaqulloh, innalloha khobiirum bimaa ta'maluun
"Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu sebagai penegak keadilan karena Allah (ketika) menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil.
Berlaku adillah, karena (adil) itu lebih dekat kepada takwa.
Dan bertakwalah kepada Allah, sungguh, Allah Maha Mengetahui terhadap apa yang kamu kerjakan."
[9]
وَعَدَ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ ۙ لَهُمْ مَّغْفِرَةٌ وَّاَجْرٌ عَظِيْمٌ
wa'adallohullaziina aamanuu wa 'amilush-shoolihaati lahum maghfirotuw wa ajrun 'azhiim
"Allah telah menjanjikan kepada orang-orang<5> yang beriman dan beramal saleh (bahwa) mereka<7> akan mendapat ampunan dan pahala yang besar."
[10]
وَالَّذِيْنَ كَفَرُوْا وَكَذَّبُوْا بِاٰيٰتِنَاۤ اُولٰٓئِكَ اَصْحٰبُ الْجَحِيْمِ
wallaziina kafaruu wa kazzabuu bi`aayaatinaaa ulaaa`ika ash-haabul-jahiim
"Ada pun orang-orang yang kafir<5> dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka<7> itulah penghuni neraka."
[11]
يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اذْكُرُوْا نِعْمَتَ اللّٰهِ عَلَيْكُمْ اِذْ هَمَّ قَوْمٌ اَنْ يَّبْسُطُوْۤا اِلَيْكُمْ اَيْدِيَهُمْ فَكَفَّ اَيْدِيَهُمْ عَنْكُمْ ۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗ وَعَلَى اللّٰهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُوْنَ
yaaa ayyuhallaziina aamanuzkuruu ni'matallohi 'alaikum iz hamma qoumun ay yabsuthuuu ilaikum aidiyahum fa kaffa aidiyahum 'angkum, wattaqulloh, wa 'alallohi falyatawakkalil-mu`minuun
"Wahai orang-orang yang beriman! Ingatlah nikmat Allah (yang diberikan) kepadamu ketika suatu kaum bermaksud hendak menyerangmu dengan tangannya, lalu Allah menahan tangan mereka dari kamu.
Dan bertakwalah kepada Allah dan hanya kepada Allah-lah hendaknya orang-orang beriman<5> itu bertawakal."
Catatan:
Tawakkal ialah menyandarkan kepada Allah swt tatkala menghadapi suatu kepentingan, bersandar kepadaNya diwaktu kesukaran, teguh hati tatkala ditimpa bencana disertai jiwa yang tenang dan hati yang tenteram.
[12]
وَلَقَدْ اَخَذَ اللّٰهُ مِيْثَاقَ بَنِيْۤ اِسْرَآءِيْلَ ۚ وَبَعَثْنَا مِنْهُمُ اثْنَيْ عَشَرَ نَقِيْبًا ۗ وَقَالَ اللّٰهُ اِنِّيْ مَعَكُمْ ۗ لَئِنْ اَقَمْتُمُ الصَّلٰوةَ وَاٰتَيْتُمُ الزَّكٰوةَ وَاٰمَنْتُمْ بِرُسُلِيْ وَعَزَّرْتُمُوْهُمْ وَاَقْرَضْتُمُ اللّٰهَ قَرْضًا حَسَنًا لَّاُكَفِّرَنَّ عَنْكُمْ سَيِّاٰتِكُمْ وَلَاُدْخِلَـنَّكُمْ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ ۚ فَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذٰلِكَ مِنْكُمْ فَقَدْ ضَلَّ سَوَآءَ السَّبِيْلِ
wa laqod akhozallohu miisaaqo baniii isrooo`iil, wa ba'asnaa min-humusnai 'asyaro naqiibaa, wa qoolallohu innii ma'akum, la`in aqomtumush-sholaata wa aataitumuz-zakaata wa aamantum birusulii wa 'azzartumuuhum wa aqrodhtumulloha qordhon hasanal la`ukaffironna 'angkum sayyi`aatikum wa la`udkhilannakum jannaatin tajrii min tahtihal-an-haar, fa mang kafaro ba'da zaalika mingkum fa qod dholla sawaaa`as-sabiil
"Dan sungguh, Allah telah mengambil perjanjian dari Bani Israil dan Kami telah mengangkat dua belas orang pemimpin di antara mereka. Dan Allah berfirman, Aku bersamamu. Sungguh, jika kamu<5> melaksanakan sholat dan menunaikan zakat serta beriman kepada rasul-rasul-Ku dan kamu bantu mereka dan kamu<5> pinjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, pasti akan Aku hapus kesalahan-kesalahanmu, dan pasti akan Aku masukkan (kamu<7>) ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Tetapi barang siapa kafir<5> di antaramu setelah itu, maka sesungguhnya dia telah tersesat dari jalan yang lurus."
[13]
فَبِمَا نَقْضِهِمْ مِّيْثَاقَهُمْ لَعَنّٰهُمْ وَجَعَلْنَا قُلُوْبَهُمْ قٰسِيَةً ۚ يُحَرِّفُوْنَ الْـكَلِمَ عَنْ مَّوَاضِعِهٖ ۙ وَنَسُوْا حَظًّا مِّمَّا ذُكِّرُوْا بِهٖ ۚ وَلَا تَزَالُ تَطَّلِعُ عَلٰى خَآئِنَةٍ مِّنْهُمْ اِلَّا قَلِيْلًا مِّنْهُمْ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاصْفَحْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَ
fa bimaa naqdhihim miisaaqohum la'annaahum wa ja'alnaa quluubahum qoosiyah, yuharrifuunal-kalima 'am mawaadhi'ihii wa nasuu hazhzhom mimmaa zukkiruu bih, wa laa tazaalu taththoli'u 'alaa khooo`inatim min-hum illaa qoliilam min-hum fa'fu 'an-hum washfah, innalloha yuhibbul-muhsiniin
"(Tetapi) karena mereka<5> melanggar janjinya, maka Kami melaknat mereka dan Kami jadikan hati mereka<5> keras membatu. Mereka suka mengubah firman (Allah) dari tempatnya, dan mereka (sengaja) melupakan sebagian pesan yang telah diperingatkan kepada mereka. Engkau (Muhammad) senantiasa akan melihat pengkhianatan dari mereka kecuali sekelompok kecil di antara mereka (yang tidak berkhianat), maka maafkanlah mereka dan biarkan mereka. Sungguh, Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik."
[14]
وَمِنَ الَّذِيْنَ قَالُوْۤا اِنَّا نَصٰرٰۤى اَخَذْنَا مِيْثَاقَهُمْ فَنَسُوْا حَظًّا مِّمَّا ذُكِّرُوْا بِهٖ ۖ فَاَغْرَيْنَا بَيْنَهُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَآءَ اِلٰى يَوْمِ الْقِيٰمَةِ ۗ وَسَوْفَ يُنَبِّئُهُمُ اللّٰهُ بِمَا كَانُوْا يَصْنَعُوْنَ
wa minallaziina qooluuu innaa nashoorooo akhoznaa miisaaqohum fa nasuu hazhzhom mimmaa zukkiruu bihii fa aghroinaa bainahumul-'adaawata wal-baghdhooo`a ilaa yaumil-qiyaamah, wa saufa yunabbi`uhumullohu bimaa kaanuu yashna'uun
"Dan di antara orang-orang yang mengatakan, Kami ini orang Nasrani, Kami telah mengambil perjanjian mereka, tetapi mereka (sengaja) melupakan sebagian pesan yang telah diperingatkan kepada mereka, maka Kami timbulkan permusuhan dan kebencian di antara mereka hingga hari Kiamat. Dan kelak Allah akan memberitakan kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan."
[15]
يٰۤـاَهْلَ الْكِتٰبِ قَدْ جَآءَكُمْ رَسُوْلُـنَا يُبَيِّنُ لَـكُمْ كَثِيْرًا مِّمَّا كُنْتُمْ تُخْفُوْنَ مِنَ الْكِتٰبِ وَيَعْفُوْا عَنْ كَثِيْرٍ ۗ قَدْ جَآءَكُمْ مِّنَ اللّٰهِ نُوْرٌ وَّكِتٰبٌ مُّبِيْنٌ
yaaa ahlal-kitaabi qod jaaa`akum rosuulunaa yubayyinu lakum kasiirom mimmaa kuntum tukhfuuna minal-kitaabi wa ya'fuu 'ang kasiir, qod jaaa`akum minallohi nuuruw wa kitaabum mubiin
"Wahai Ahli Kitab! Sungguh, Rasul Kami telah datang kepadamu, menjelaskan kepadamu banyak hal dari (isi) kitab yang kamu sembunyikan, dan banyak (pula) yang dibiarkannya. Sungguh, telah datang kepadamu cahaya dari Allah dan Kitab yang menjelaskan,"
[16]
يَّهْدِيْ بِهِ اللّٰهُ مَنِ اتَّبَعَ رِضْوَانَهٗ سُبُلَ السَّلٰمِ وَيُخْرِجُهُمْ مِّنَ الظُّلُمٰتِ اِلَى النُّوْرِ بِاِذْنِهٖ وَيَهْدِيْهِمْ اِلٰى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيْمٍ
yahdii bihillaahu manittaba'a ridhwaanahuu subulas-salaami wa yukhrijuhum minazh-zhulumaati ilan-nuuri bi`iznihii wa yahdiihim ilaa shiroothim mustaqiim
"dengan Kitab itulah Allah memberi petunjuk kepada orang yang mengikuti keridaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan Kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang itu<7> dari gelap gulita kepada cahaya dengan izin-Nya dan menunjukkan (dia<5>) ke jalan yang lurus."
[17]
لَـقَدْ كَفَرَ الَّذِيْنَ قَالُوْۤا اِنَّ اللّٰهَ هُوَ الْمَسِيْحُ ابْنُ مَرْيَمَ ۗ قُلْ فَمَنْ يَّمْلِكُ مِنَ اللّٰهِ شَيْئًـــا اِنْ اَرَادَ اَنْ يُّهْلِكَ الْمَسِيْحَ ابْنَ مَرْيَمَ وَاُمَّهٗ وَمَنْ فِى الْاَرْضِ جَمِيْعًا ۗ وَلِلّٰهِ مُلْكُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا ۗ يَخْلُقُ مَا يَشَآءُ ۗ وَاللّٰهُ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
laqod kafarollaziina qooluuu innalloha huwal-masiihubnu maryam, qul fa may yamliku minallohi syai`an in arooda ay yuhlikal-masiihabna maryama wa ummahuu wa man fil-ardhi jamii'aa, wa lillaahi mulkus-samaawaati wal-ardhi wa maa bainahumaa, yakhluqu maa yasyaaa`, wallohu 'alaa kulli syai`ing qodiir
"Sungguh, telah kafir orang<5> yang berkata, Sesungguhnya Allah itu dialah Al-Masih putra Maryam. Katakanlah (Muhammad), Siapakah yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah, jika Dia hendak membinasakan Al-Masih putra Maryam beserta ibunya dan seluruh (manusia) yang berada di bumi?
Dan milik Allah-lah kerajaan langit dan bumi dan yang ada di antara keduanya (atmosfir).
Dia menciptakan apa yang Dia Kehendaki. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu."
[18]
وَقَالَتِ الْيَهُوْدُ وَالنَّصٰرٰى نَحْنُ اَبْنٰٓ ؤُا اللّٰهِ وَاَحِبَّآ ؤُهٗ ۗ قُلْ فَلِمَ يُعَذِّبُكُمْ بِذُنُوْبِكُمْ ۗ بَلْ اَنْـتُمْ بَشَرٌ مِّمَّنْ خَلَقَ ۗ يَغْفِرُ لِمَنْ يَّشَآءُ وَيُعَذِّبُ مَنْ يَّشَآءُ ۗ وَلِلّٰهِ مُلْكُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا ۖ وَاِلَيْهِ الْمَصِيْرُ
wa qoolatil-yahuudu wan-nashooroo nahnu abnaaa`ullohi wa ahibbaaa`uh, qul fa lima yu'azzibukum bizunuubikum, bal antum basyarum mim man kholaq, yaghfiru limay yasyaaa`u wa yu'azzibu may yasyaaa`, wa lillaahi mulkus-samaawaati wal-ardhi wa maa bainahumaa wa ilaihil-mashiir
"Orang Yahudi dan Nasrani berkata, Kami adalah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya. Katakanlah, Mengapa Allah menyiksa kamu karena dosa-dosamu? Tidak, kamu adalah manusia (biasa) di antara orang-orang yang Dia ciptakan. Dia mengampuni siapa yang Dia kehendaki dan menyiksa siapa yang Dia kehendaki.
Dan milik Allah seluruh kerajaan langit dan bumi serta yang ada di antara keduanya (atmosfir).
Dan kepada-Nya semua akan kembali."
[19]
يٰۤـاَهْلَ الْـكِتٰبِ قَدْ جَآءَكُمْ رَسُوْلُـنَا يُبَيِّنُ لَـكُمْ عَلٰى فَتْرَةٍ مِّنَ الرُّسُلِ اَنْ تَقُوْلُوْا مَا جَآءَنَا مِنْۢ بَشِيْرٍ وَّلَا نَذِيْرٍ ۗ فَقَدْ جَآءَكُمْ بَشِيْرٌ وَّنَذِيْرٌ ۗ وَاللّٰهُ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
yaaa ahlal-kitaabi qod jaaa`akum rosuulunaa yubayyinu lakum 'alaa fatrotim minar-rusuli an taquuluu maa jaaa`anaa mim basyiiriw wa laa naziir, fa qod jaaa`akum basyiiruw wa naziir, wallohu 'alaa kulli syai`ing qodiir
"Wahai Ahli Kitab! Sungguh, Rasul Kami telah datang kepadamu, menjelaskan kepadamu ketika terputus (pengiriman) rasul-rasul, agar kamu tidak mengatakan, Tidak ada yang datang kepada kami baik seorang pembawa berita gembira maupun seorang pemberi peringatan. Sungguh, telah datang kepadamu pembawa berita gembira dan pemberi peringatan. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu".
[20]
وَاِذْ قَالَ مُوْسٰى لِقَوْمِهٖ يٰقَوْمِ اذْكُرُوْا نِعْمَةَ اللّٰهِ عَلَيْكُمْ اِذْ جَعَلَ فِيْكُمْ اَنْۢـبِيَآءَ وَجَعَلَـكُمْ مُّلُوْكًا ۖ وَّاٰتٰٮكُمْ مَّا لَمْ يُؤْتِ اَحَدًا مِّنَ الْعٰلَمِيْنَ
wa iz qoola muusaa liqoumihii yaa qoumizkuruu ni'matallohi 'alaikum iz ja'ala fiikum ambiyaaa`a wa ja'alakum muluukaw wa aataakum maa lam yu`ti ahadam minal-'aalamiin
"Dan (ingatlah), ketika Musa berkata kepada kaumnya, Wahai kaumku! Ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika Dia mengangkat nabi-nabi di antaramu, dan menjadikan kamu sebagai orang-orang merdeka, dan memberikan kepada kamu apa yang belum pernah diberikan kepada seorang pun di antara umat yang lain."
[21]
يٰقَوْمِ ادْخُلُوا الْاَرْضَ الْمُقَدَّسَةَ الَّتِيْ كَتَبَ اللّٰهُ لَـكُمْ وَلَا تَرْتَدُّوْا عَلٰۤى اَدْبَارِكُمْ فَتَـنْقَلِبُوْا خٰسِرِيْنَ
yaa qoumidkhulul-ardhol-muqoddasatallatii kataballohu lakum wa laa tartadduu 'alaaa adbaarikum fa tangqolibuu khoosiriin
"Wahai kaumku! Masuklah ke tanah suci (Palestina) yang telah ditentukan Allah bagimu, dan janganlah kamu berbalik ke belakang (karena takut kepada musuh), nanti kamu menjadi orang yang rugi."
[22]
قَالُوْا يٰمُوْسٰۤى اِنَّ فِيْهَا قَوْمًا جَبَّارِيْنَ ۖ وَاِنَّا لَنْ نَّدْخُلَهَا حَتّٰى يَخْرُجُوْا مِنْهَا ۚ فَاِنْ يَّخْرُجُوْا مِنْهَا فَاِنَّا دَاخِلُوْنَ
qooluu yaa muusaaa inna fiihaa qouman jabbaariina wa innaa lan nadkhulahaa hattaa yakhrujuu min-haa, fa iy yakhrujuu min-haa fa innaa daakhiluun
"Mereka berkata, Wahai Musa! Sesungguhnya di dalam negeri itu ada orang-orang yang sangat kuat dan kejam, kami tidak akan memasukinya sebelum mereka keluar darinya. Jika mereka keluar dari sana, niscaya kami akan masuk."
[23]
قَالَ رَجُلٰنِ مِنَ الَّذِيْنَ يَخَافُوْنَ اَنْعَمَ اللّٰهُ عَلَيْهِمَا ادْخُلُوْا عَلَيْهِمُ الْبَابَ ۚ فَاِذَا دَخَلْتُمُوْهُ فَاِنَّكُمْ غٰلِبُوْنَ ۚ وَعَلَى اللّٰهِ فَتَوَكَّلُوْۤا اِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَ
qoola rojulaani minallaziina yakhoofuuna an'amallohu 'alaihimadkhuluu 'alaihimul-baab, fa izaa dakholtumuuhu fa innakum ghoolibuuna wa 'alallohi fa tawakkaluuu ing kuntum mu`miniin
"Berkatalah dua orang laki-laki di antara mereka yang bertakwa, yang telah diberi nikmat oleh Allah, Serbulah mereka melalui pintu gerbang (negeri) itu. Jika kamu memasukinya, niscaya kamu akan menang. Dan bertawakallah kamu<5> hanya kepada Allah, jika kamu<5> orang-orang beriman."
[24]
قَالُوْا يٰمُوْسٰۤى اِنَّا لَنْ نَّدْخُلَهَاۤ اَبَدًا مَّا دَامُوْا فِيْهَا فَاذْهَبْ اَنْتَ وَرَبُّكَ فَقَاتِلَاۤ اِنَّا هٰهُنَا قَاعِدُوْنَ
qooluu yaa muusaaa innaa lan nadkhulahaaa abadam maa daamuu fiihaa faz-hab anta wa robbuka fa qootilaaa innaa haahunaa qoo'iduun
"Mereka berkata, Wahai Musa! Sampai kapan pun kami tidak akan memasukinya selama mereka masih ada di dalamnya, karena itu pergilah engkau bersama Tuhanmu dan berperanglah kamu berdua. Biarlah kami tetap (menanti) di sini saja."
[25]
قَالَ رَبِّ اِنِّيْ لَاۤ اَمْلِكُ اِلَّا نَفْسِيْ وَاَخِيْ فَافْرُقْ بَيْنَـنَا وَبَيْنَ الْـقَوْمِ الْفٰسِقِيْنَ
qoola robbi innii laaa amliku illaa nafsii wa akhii fafruq bainanaa wa bainal-qoumil-faasiqiin
"Dia (Musa) berkata, Ya Tuhanku, aku hanya menguasai diriku sendiri dan saudaraku. Sebab itu, pisahkanlah antara kami dengan orang-orang yang fasik itu."
[26]
قَالَ فَاِنَّهَا مُحَرَّمَةٌ عَلَيْهِمْ اَرْبَعِيْنَ سَنَةً ۚ يَتِيْهُوْنَ فِى الْاَرْضِ ۗ فَلَا تَأْسَ عَلَى الْقَوْمِ الْفٰسِقِيْنَ
qoola fa innahaa muharromatun 'alaihim arba'iina sanah, yatiihuuna fil-ardh, fa laa ta`sa 'alal-qoumil-faasiqiin
"(Allah) berfirman, (Jika demikian), maka (negeri) itu terlarang buat mereka selama empat puluh tahun, (selama itu) mereka akan mengembara kebingungan di bumi. Maka, janganlah engkau (Musa) bersedih hati (memikirkan nasib) orang-orang yang fasik itu."
[27]
وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَاَ ابْنَيْ اٰدَمَ بِالْحَـقِّ ۘ اِذْ قَرَّبَا قُرْبَانًا فَتُقُبِّلَ مِنْ اَحَدِهِمَا وَلَمْ يُتَقَبَّلْ مِنَ الْاٰخَرِ ۗ قَالَ لَاَقْتُلَـنَّكَ ۗ قَالَ اِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللّٰهُ مِنَ الْمُتَّقِيْنَ
watlu 'alaihim naba`abnai aadama bil-haqq, iz qorrobaa qurbaanan fa tuqubbila min ahadihimaa wa lam yutaqobbal minal-aakhor, qoola la`aqtulannak, qoola innamaa yataqobbalullohu minal-muttaqiin
"Dan ceritakanlah (Muhammad) yang sebenarnya kepada mereka tentang kisah dua turunan Adam, ketika keduanya mempersembahkan kurban, maka (kurban) salah seorang dari mereka berdua (Habil) diterima dan dari yang lain (Qabil) tidak diterima. Dia (Qabil) berkata, Sungguh, aku pasti membunuhmu! Dia (Habil) berkata, Sesungguhnya Allah hanya menerima (amal) dari orang yang bertakwa."
[28]
لَئِنْۢ بَسَطْتَّ اِلَيَّ يَدَكَ لِتَقْتُلَنِيْ مَاۤ اَنَاۡ بِبَاسِطٍ يَّدِيَ اِلَيْكَ لِاَقْتُلَكَ ۚ اِنِّيْۤ اَخَافُ اللّٰهَ رَبَّ الْعٰلَمِيْنَ
la`im basatta ilayya yadaka litaqtulanii maaa ana bibaasithiy yadiya ilaika li`aqtulak, inniii akhoofulloha robbal-'aalamiin
"Sungguh, jika engkau (Qabil) menggerakkan tanganmu kepadaku untuk membunuhku, aku tidak akan menggerakkan tanganku kepadamu untuk membunuhmu. Aku takut kepada Allah, Tuhan seluruh alam."
[29]
اِنِّيْۤ اُرِيْدُ اَنْ تَبُوْٓءَ بِاِثْمِيْ وَ اِثْمِكَ فَتَكُوْنَ مِنْ اَصْحٰبِ النَّارِ ۚ وَذٰلِكَ جَزٰٓ ؤُا الظّٰلِمِيْنَ ۚ
inniii uriidu an tabuuu`a bi`ismii wa ismika fa takuuna min ash-haabin-naar, wa zaalika jazaaa`uzh-zhoolimiin
"Sesungguhnya aku ingin agar engkau kembali dengan (membawa) dosa (membunuh)ku dan dosamu sendiri, maka engkau<7> akan menjadi penghuni neraka; dan itulah balasan bagi orang yang zalim."
[30]
فَطَوَّعَتْ لَهٗ نَفْسُهٗ قَـتْلَ اَخِيْهِ فَقَتَلَهٗ فَاَصْبَحَ مِنَ الْخٰسِرِيْنَ
fa thowwa'at lahuu nafsuhuu qotla akhiihi fa qotalahuu fa ashbaha minal-khoosiriin
"Maka, nafsu (Qabil) mendorongnya untuk membunuh saudaranya, kemudian dia<5> pun (benar-benar) membunuhnya, maka jadilah dia<7> termasuk orang yang rugi."
[31]
فَبَـعَثَ اللّٰهُ غُرَابًا يَّبْحَثُ فِيْ الْاَرْضِ لِيُرِيَهٗ كَيْفَ يُوَارِيْ سَوْءَةَ اَخِيْهِ ۗ قَالَ يَاوَيْلَتٰۤى اَعَجَزْتُ اَنْ اَكُوْنَ مِثْلَ هٰذَا الْغُرَابِ فَاُوَارِيَ سَوْءَةَ اَخِيْ ۚ فَاَصْبَحَ مِنَ النّٰدِمِيْنَ
fa ba'asallohu ghuroobay yab-hasu fil-ardhi liyuriyahuu kaifa yuwaarii sau`ata akhiih, qoola yaa wailataaa a 'ajaztu an akuuna misla haazal-ghuroobi fa uwaariya sau`ata akhii, fa ashbaha minan-naadimiin
"Kemudian Allah mengutus seekor burung gagak menggali tanah untuk diperlihatkan kepadanya (Qabil) bagaimana dia seharusnya menguburkan mayat saudaranya. (Qabil) berkata, Oh, celaka aku! Mengapa aku tidak mampu berbuat seperti burung gagak ini sehingga aku dapat menguburkan mayat saudaraku ini? Maka, jadilah dia termasuk orang yang menyesal".
[32]
مِنْ اَجْلِ ذٰلِكَ ۛ كَتَبْنَا عَلٰى بَنِيْۤ اِسْرَآءِيْلَ اَنَّهٗ مَنْ قَتَلَ نَفْسًۢا بِغَيْرِ نَفْسٍ اَوْ فَسَادٍ فِى الْاَرْضِ فَكَاَنَّمَا قَتَلَ النَّاسَ جَمِيْعًا ۗ وَمَنْ اَحْيَاهَا فَكَاَنَّمَاۤ اَحْيَا النَّاسَ جَمِيْعًا ۗ وَلَـقَدْ جَآءَتْهُمْ رُسُلُنَا بِالْبَيِّنٰتِ ثُمَّ اِنَّ كَثِيْرًا مِّنْهُمْ بَعْدَ ذٰلِكَ فِى الْاَرْضِ لَمُسْرِفُوْنَ
min ajli zaalika katabnaa 'alaa baniii isrooo`iila annahuu mang qotala nafsam bighoiri nafsin au fasaadin fil-ardhi fa ka`annamaa qotalan-naasa jamii'aa, wa man ahyaahaa fa ka`annamaaa ahyan-naasa jamii'aa, wa laqod jaaa`at-hum rusulunaa bil-bayyinaati summa inna kasiirom min-hum ba'da zaalika fil-ardhi lamusrifuun
"Oleh karena itu, Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa barang siapa membunuh seseorang, bukan karena orang itu membunuh orang lain, atau bukan karena berbuat kerusakan di bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh semua manusia. Barang siapa memelihara kehidupan seorang manusia, maka seakan-akan dia telah memelihara kehidupan semua manusia. Sesungguhnya rasul Kami telah datang kepada mereka dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas. Tetapi kemudian banyak di antara mereka setelah itu melampaui batas di bumi"
[33]
اِنَّمَا جَزٰٓ ؤُا الَّذِيْنَ يُحَارِبُوْنَ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ وَيَسْعَوْنَ فِى الْاَرْضِ فَسَادًا اَنْ يُّقَتَّلُوْۤا اَوْ يُصَلَّبُوْۤا اَوْ تُقَطَّعَ اَيْدِيْهِمْ وَاَرْجُلُهُمْ مِّنْ خِلَافٍ اَوْ يُنْفَوْا مِنَ الْاَرْضِ ۗ ذٰلِكَ لَهُمْ خِزْيٌ فِى الدُّنْيَا وَ لَهُمْ فِى الْاٰخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيْمٌ
innamaa jazaaa`ullaziina yuhaaribuunalloha wa rosuulahuu wa yas'auna fil-ardhi fasaadan ay yuqottaluuu au yushollabuuu au tuqoththo'a aidiihim wa arjuluhum min khilaafin au yunfau minal-ardh, zaalika lahum khizyun fid-dun-yaa wa lahum fil-aakhiroti 'azaabun 'azhiim
"Hukuman bagi orang-orang yang memerangi Allah dan rasul-Nya dan membuat kerusakan di bumi, hanyalah dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka secara silang, atau diasingkan dari tempat kediamannya. Yang demikian itu kehinaan bagi mereka<5> di dunia, dan di akhirat mereka<7> mendapat azab yang besar."
[34]
اِلَّا الَّذِيْنَ تَابُوْا مِنْ قَبْلِ اَنْ تَقْدِرُوْا عَلَيْهِمْ ۚ فَاعْلَمُوْۤا اَنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
illallaziina taabuu ming qobli an taqdiruu 'alaihim, fa'lamuuu annalloha ghofuurur rohiim
"Kecuali orang-orang yang bertobat sebelum kamu dapat menguasai mereka; maka ketahuilah, bahwa Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang."
[35]
يٰۤاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَابْتَغُوْۤا اِلَيْهِ الْوَسِيْلَةَ وَجَاهِدُوْا فِيْ سَبِيْلِهٖ لَعَلَّـكُمْ تُفْلِحُوْنَ
yaaa ayyuhallaziina aamanuttaqulloha wabtaghuuu ilaihil-wasiilata wa jaahiduu fii sabiilihii la'allakum tuflihuun
"Wahai orang-orang yang beriman<5>! Bertakwalah kepada Allah dan carilah wasilah (jalan) untuk mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah (berjuanglah) di jalan-Nya, agar kamu beruntung."
[36]
اِنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا لَوْ اَنَّ لَهُمْ مَّا فِى الْاَرْضِ جَمِيْعًا وَّمِثْلَهٗ مَعَهٗ لِيَـفْتَدُوْا بِهٖ مِنْ عَذَابِ يَوْمِ الْقِيٰمَةِ مَا تُقُبِّلَ مِنْهُمْ ۚ وَلَهُمْ عَذَابٌ اَ لِيْمٌ
innallaziina kafaruu lau anna lahum maa fil-ardhi jamii'aw wa mislahuu ma'ahuu liyaftaduu bihii min 'azaabi yaumil-qiyaamati maa tuqubbila min-hum, wa lahum 'azaabun aliim
"Sesungguhnya orang-orang yang kafir, seandainya mereka memiliki segala apa yang ada di bumi dan ditambah dengan sebanyak itu (lagi) untuk menebus diri<7> mereka dari azab pada hari Kiamat, niscaya semua (tebusan) dari mereka itu tidak akan diterima. Mereka<7> (tetap) mendapat azab yang pedih."
[37]
يُرِيْدُوْنَ اَنْ يَّخْرُجُوْا مِنَ النَّارِ وَمَا هُمْ بِخَارِجِيْنَ مِنْهَا ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ مُّقِيْمٌ
yuriiduuna ay yakhrujuu minan-naari wa maa hum bikhoorijiina min-haa wa lahum 'azaabum muqiim
"Mereka<7> ingin keluar dari neraka, tetapi tidak akan dapat keluar dari sana. Dan mereka<7> mendapat azab yang kekal."
[38]
وَالسَّارِقُ وَالسَّارِقَةُ فَاقْطَعُوْۤا اَيْدِيَهُمَا جَزَآءًۢ بِمَا كَسَبَا نَـكَالًا مِّنَ اللّٰهِ ۗ وَاللّٰهُ عَزِيْزٌ حَكِيْمٌ
was-saariqu was-saariqotu faqtho'uuu aidiyahumaa jazaaa`am bimaa kasabaa nakaalam minalloh, wallohu 'aziizun hakiim
"Adapun orang laki-laki<5> maupun perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya (sebagai) balasan atas perbuatan yang mereka lakukan dan sebagai siksaan dari Allah. Dan Allah Maha Perkasa, Maha Bijaksana."
[39]
فَمَنْ تَابَ مِنْۢ بَعْدِ ظُلْمِهٖ وَاَصْلَحَ فَاِنَّ اللّٰهَ يَتُوْبُ عَلَيْهِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
fa man taaba mim ba'di zhulmihii wa ashlaha fa innalloha yatuubu 'alaiih, innalloha ghofuurur rohiim
"Tetapi barang siapa bertobat setelah melakukan kejahatan itu dan memperbaiki diri, maka sesungguhnya Allah menerima tobatnya. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang."
[40]
اَلَمْ تَعْلَمْ اَنَّ اللّٰهَ لَهٗ مُلْكُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ ۗ يُعَذِّبُ مَنْ يَّشَآءُ وَيَغْفِرُ لِمَنْ يَّشَآءُ ۗ وَاللّٰهُ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
a lam ta'lam annalloha lahuu mulkus-samaawaati wal-ardh, yu'azzibu may yasyaaa`u wa yaghfiru limay yasyaaa`, wallohu 'alaa kulli syai`ing qodiir
"Tidakkah kamu tahu bahwa Allah memiliki seluruh kerajaan langit dan bumi, Dia menyiksa siapa yang Dia kehendaki dan mengampuni siapa yang Dia kehendaki. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu."
[41]
يٰۤـاَيُّهَا الرَّسُوْلُ لَا يَحْزُنْكَ الَّذِيْنَ يُسَارِعُوْنَ فِى الْكُفْرِ مِنَ الَّذِيْنَ قَالُوْۤا اٰمَنَّا بِاَ فْوَاهِهِمْ وَلَمْ تُؤْمِنْ قُلُوْبُهُمْ ۛ وَمِنَ الَّذِيْنَ هَادُوْا ۛ سَمّٰعُوْنَ لِلْكَذِبِ سَمّٰعُوْنَ لِقَوْمٍ اٰخَرِيْنَ ۙ لَمْ يَأْتُوْكَ ۗ يُحَرِّفُوْنَ الْـكَلِمَ مِنْۢ بَعْدِ مَوَاضِعِهٖ ۚ يَقُوْلُوْنَ اِنْ اُوْتِيْتُمْ هٰذَا فَخُذُوْهُ وَاِنْ لَّمْ تُؤْتَوْهُ فَاحْذَرُوْا ۗ وَمَنْ يُّرِدِ اللّٰهُ فِتْنَـتَهٗ فَلَنْ تَمْلِكَ لَهٗ مِنَ اللّٰهِ شَيْـئًـا ۗ اُولٰٓئِكَ الَّذِيْنَ لَمْ يُرِدِ اللّٰهُ اَنْ يُّطَهِّرَ قُلُوْبَهُمْ ۗ لَهُمْ فِيْ الدُّنْيَا خِزْيٌ ۖ وَّلَهُمْ فِيْ الْاٰخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيْمٌ
yaaa ayyuhar-rosuulu laa yahzungkallaziina yusaari'uuna fil-kufri minallaziina qooluuu aamannaa bi`afwaahihim wa lam tu`ming quluubuhum, wa minallaziina haaduu sammaa'uuna lil-kazibi sammaa'uuna liqoumin aakhoriina lam ya`tuuk, yuharrifuunal-kalima mim ba'di mawaadhi'ihii, yaquuluuna in uutiitum haazaa fa khuzuuhu wa il lam tu`tauhu fahzaruu, wa may yuridillaahu fitnatahuu fa lan tamlika lahuu minallohi syai`aa, ulaaa`ikallaziina lam yuridillaahu ay yuthohhiro quluubahum, lahum fid-dun-yaa khizyuw wa lahum fil-aakhiroti 'azaabun 'azhiim
"Wahai Rasul (Muhammad)! Janganlah engkau disedihkan karena mereka berlomba-lomba dalam kekafirannya. Yaitu orang-orang (munafik) yang mengatakan dengan mulut mereka, Kami telah beriman, padahal hati mereka belum beriman; dan juga orang-orang Yahudi yang sangat suka mendengar (berita-berita) bohong dan sangat suka mendengar (perkataan-perkataan) orang lain yang belum pernah datang kepadamu. Mereka mengubah kata-kata (Taurat) dari makna yang sebenarnya. Mereka mengatakan, Jika ini yang diberikan kepadamu (yang sudah diubah) terimalah, dan jika kamu diberi yang bukan ini, maka hati-hatilah. Barang siapa dikehendaki Allah untuk dibiarkan sesat, sedikit pun engkau tidak akan mampu menolak sesuatu pun dari Allah (untuk menolongnya). Mereka itu adalah orang-orang yang sudah tidak dikehendaki Allah untuk menyucikan hati mereka. Di dunia mereka<5> mendapat kehinaan dan di akhirat (diri<7>nya) akan mendapat azab yang besar."
[42]
سَمّٰعُوْنَ لِلْكَذِبِ اَ كّٰلُوْنَ لِلسُّحْتِ ۗ فَاِنْ جَآءُوْكَ فَاحْكُمْ بَيْنَهُمْ اَوْ اَعْرِضْ عَنْهُمْ ۚ وَاِنْ تُعْرِضْ عَنْهُمْ فَلَنْ يَّضُرُّوْكَ شَيْـئًـا ۗ وَاِنْ حَكَمْتَ فَاحْكُمْ بَيْنَهُمْ بِالْقِسْطِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِيْنَ
sammaa'uuna lil-kazibi akkaaluuna lis-suht, fa in jaaa`uuka fahkum bainahum au a'ridh 'an-hum, wa in tu'ridh 'an-hum fa lay yadhurruuka syai`aa, wa in hakamta fahkum bainahum bil-qisth, innalloha yuhibbul-muqsithiin
"Mereka sangat suka mendengar berita bohong, banyak memakan (makanan) yang haram. Jika mereka (orang Yahudi) datang kepadamu (Muhammad untuk meminta putusan), maka berilah putusan di antara mereka atau berpalinglah dari mereka, dan jika engkau berpaling dari mereka, maka mereka tidak akan membahayakanmu sedikit pun. Tetapi jika engkau memutuskan (perkara mereka), maka putuskanlah dengan adil. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang adil."
[43]
وَكَيْفَ يُحَكِّمُوْنَكَ وَعِنْدَهُمُ التَّوْرٰٮةُ فِيْهَا حُكْمُ اللّٰهِ ثُمَّ يَتَوَلَّوْنَ مِنْۢ بَعْدِ ذٰلِكَ ۗ وَمَاۤ اُولٰٓئِكَ بِالْمُؤْمِنِيْنَ
wa kaifa yuhakkimuunaka wa 'indahumut-taurootu fiihaa hukmullohi summa yatawallauna mim ba'di zaalik, wa maaa ulaaa`ika bil-mu`miniin
"Dan bagaimana mereka akan mengangkatmu menjadi hakim mereka, padahal mereka mempunyai Taurat yang di dalamnya (ada) hukum Allah, nanti mereka berpaling (dari putusanmu) setelah itu? Sungguh, mereka bukan orang-orang yang beriman."
[44]
اِنَّاۤ اَنْزَلْنَا التَّوْرٰٮةَ فِيْهَا هُدًى وَّنُوْرٌ ۚ يَحْكُمُ بِهَا النَّبِيُّوْنَ الَّذِيْنَ اَسْلَمُوْا لِلَّذِيْنَ هَادُوْا وَ الرَّبَّانِيُّوْنَ وَالْاَحْبَارُ بِمَا اسْتُحْفِظُوْا مِنْ كِتٰبِ اللّٰهِ وَكَانُوْا عَلَيْهِ شُهَدَآءَ ۚ فَلَا تَخْشَوُا النَّاسَ وَاخْشَوْنِ وَلَا تَشْتَرُوْا بِاٰيٰتِيْ ثَمَنًا قَلِيْلًا ۗ وَمَنْ لَّمْ يَحْكُمْ بِمَاۤ اَنْزَلَ اللّٰهُ فَاُولٰٓئِكَ هُمُ الْكٰفِرُوْنَ
innaaa anzalnat-tauroota fiihaa hudaw wa nuur, yahkumu bihan-nabiyyuunallaziina aslamuu lillaziina haaduu war-robbaaniyyuuna wal-ahbaaru bimastuhfizhuu ming kitaabillaahi wa kaanuu 'alaihi syuhadaaa`, fa laa takhsyawun-naasa wakhsyauni wa laa tasytaruu bi`aayaatii samanang qoliilaa, wa mal lam yahkum bimaaa anzalallohu fa ulaaa`ika humul-kaafiruun
"Sungguh, Kami yang menurunkan Kitab Taurat, di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya. Yang dengan Kitab itu para nabi yang berserah diri kepada Allah memberi putusan atas perkara orang Yahudi, demikian juga para ulama dan pendeta-pendeta mereka, sebab mereka diperintahkan memelihara kitab-kitab Allah dan mereka menjadi saksi terhadapnya. Karena itu janganlah kamu takut kepada manusia, (tetapi) takutlah kepada-Ku.
Dan janganlah kamu<5> jual ayat-ayat-Ku dengan harga murah.
Barang siapa tidak memutuskan dengan apa yang diturunkan Allah, maka mereka itulah orang-orang kafir".
[45]
وَكَتَبْنَا عَلَيْهِمْ فِيْهَاۤ اَنَّ النَّفْسَ بِالنَّفْسِ ۙ وَالْعَيْنَ بِالْعَيْنِ وَالْاَنْفَ بِالْاَنْفِ وَالْاُذُنَ بِالْاُذُنِ وَالسِّنَّ بِالسِّنِّ ۙ وَالْجُرُوْحَ قِصَاصٌ ۗ فَمَنْ تَصَدَّقَ بِهٖ فَهُوَ كَفَّارَةٌ لَّهٗ ۗ وَمَنْ لَّمْ يَحْكُمْ بِمَاۤ اَنْزَلَ اللّٰهُ فَاُولٰٓئِكَ هُمُ الظّٰلِمُوْنَ
wa katabnaa 'alaihim fiihaaa annan-nafsa bin-nafsi wal-'aina bil-'aini wal-anfa bil-anfi wal-uzuna bil-uzuni was-sinna bis-sinni wal-juruuha qishoosh, fa man tashoddaqo bihii fa huwa kaffaarotul lah, wa mal lam yahkum bimaaa anzalallohu fa ulaaa`ika humuzh-zhoolimuun
"Kami telah menetapkan bagi mereka di dalamnya (Taurat) bahwa nyawa (dibalas) dengan nyawa, mata dengan mata, hidung dengan hidung, telinga dengan telinga, gigi dengan gigi, dan luka-luka (pun) ada qisasnya (balasan yang sama). Barang siapa melepaskan (hak qisas)nya, maka itu (menjadi) penebus dosa baginya. Barang siapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itulah orang-orang zalim."
[46]
وَقَفَّيْنَا عَلٰۤى اٰثَارِهِمْ بِعِيْسَى ابْنِ مَرْيَمَ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ التَّوْرٰٮةِ ۖ وَاٰتَيْنٰهُ الْاِنْجِيْلَ فِيْهِ هُدًى وَّنُوْرٌ ۙ وَّ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ التَّوْرٰٮةِ وَهُدًى وَّمَوْعِظَةً لِّـلْمُتَّقِيْنَ
wa qoffainaa 'alaaa aasaarihim bi'iisabni maryama mushoddiqol limaa baina yadaihi minat-taurooti wa aatainaahul-injiila fiihi hudaw wa nuuruw wa mushoddiqol limaa baina yadaihi minat-taurooti wa hudaw wa mau'izhotal lil-muttaqiin
"Dan Kami teruskan jejak mereka dengan mengutus Isa putra Maryam, membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Taurat. Dan Kami menurunkan Injil kepadanya, di dalamnya terdapat petunjuk dan cahaya, dan membenarkan kitab yang sebelumnya yaitu Taurat, dan sebagai petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa."
[47]
وَلْيَحْكُمْ اَهْلُ الْاِنْجِيْلِ بِمَاۤ اَنْزَلَ اللّٰهُ فِيْهِ ۗ وَمَنْ لَّمْ يَحْكُمْ بِمَاۤ اَنْزَلَ اللّٰهُ فَاُولٰٓئِكَ هُمُ الْفٰسِقُوْنَ
walyahkum ahlul-injiili bimaaa anzalallohu fiih, wa mal lam yahkum bimaaa anzalallohu fa ulaaa`ika humul-faasiquun
"Dan hendaklah pengikut Injil memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah di dalamnya. Barang siapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka<5> itulah orang-orang fasik."
[48]
وَاَنْزَلْنَاۤ اِلَيْكَ الْكِتٰبَ بِالْحَـقِّ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ الْكِتٰبِ وَمُهَيْمِنًا عَلَيْهِ فَاحْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَاۤ اَنْزَلَ اللّٰهُ وَلَا تَتَّبِعْ اَهْوَآءَهُمْ عَمَّا جَآءَكَ مِنَ الْحَـقِّ ۗ لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنْكُمْ شِرْعَةً وَّمِنْهَاجًا ۗ وَلَوْ شَآءَ اللّٰهُ لَجَـعَلَـكُمْ اُمَّةً وَّاحِدَةً وَّلٰـكِنْ لِّيَبْلُوَكُمْ فِيْ مَاۤ اٰتٰٮكُمْ فَاسْتَبِقُوا الْخَـيْـرٰتِ ۗ اِلَى اللّٰهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيْعًا فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ فِيْهِ تَخْتَلِفُوْنَ
wa anzalnaaa ilaikal-kitaaba bil-haqqi mushoddiqol limaa baina yadaihi minal-kitaabi wa muhaiminan 'alaihi fahkum bainahum bimaaa anzalallohu wa laa tattabi' ahwaaa`ahum 'ammaa jaaa`aka minal-haqq, likullin ja'alnaa mingkum syir'ataw wa min-haajaa, walau syaaa`allohu laja'alakum ummataw waahidataw wa laakil liyabluwakum fii maaa aataakum fastabiqul-khoiroot, ilallohi marji'ukum jamii'an fa yunabbi`ukum bimaa kuntum fiihi takhtalifuun
"Dan Kami telah menurunkan Kitab (Al-Qur'an) kepadamu (Muhammad) dengan membawa kebenaran, yang membenarkan kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya dan menjaganya, maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang diturunkan Allah dan janganlah engkau mengikuti keinginan mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu.
Untuk setiap umat<5> di antara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Kalau Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap karunia yang telah diberikan-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan.
Hanya kepada Allah kamu semua kembali, lalu diberitahukan-Nya kepadamu terhadap apa yang dahulu kamu perselisihkan,"
[49]
وَاَنِ احْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَاۤ اَنْزَلَ اللّٰهُ وَلَا تَتَّبِعْ اَهْوَآءَهُمْ وَاحْذَرْهُمْ اَنْ يَّفْتِنُوْكَ عَنْۢ بَعْضِ مَاۤ اَنْزَلَ اللّٰهُ اِلَيْكَ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَاعْلَمْ اَنَّمَا يُرِيْدُ اللّٰهُ اَنْ يُّصِيْبَهُمْ بِبَـعْضِ ذُنُوْبِهِمْ ۗ وَاِنَّ كَثِيْرًا مِّنَ النَّاسِ لَفٰسِقُوْنَ
wa anihkum bainahum bimaaa anzalallohu wa laa tattabi' ahwaaa`ahum wahzar-hum ay yaftinuuka 'am ba'dhi maaa anzalallohu ilaiik, fa in tawallau fa'lam annamaa yuriidullohu ay yushiibahum biba'dhi zunuubihim, wa inna kasiirom minan-naasi lafaasiquun
"Dan hendaklah engkau memutuskan perkara di antara mereka<5> menurut apa yang diturunkan Allah dan janganlah engkau mengikuti keinginan mereka. Dan waspadalah terhadap mereka, jangan sampai mereka memerdayakan engkau terhadap sebagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah berkehendak menimpakan musibah kepada mereka<7> disebabkan sebagian dosa-dosa mereka<5>.
Dan sungguh, kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik."
[50]
اَفَحُكْمَ الْجَـاهِلِيَّةِ يَـبْغُوْنَ ۗ وَمَنْ اَحْسَنُ مِنَ اللّٰهِ حُكْمًا لِّـقَوْمٍ يُّوْقِنُوْنَ
a fa hukmal-jaahiliyyati yabghuun, wa man ahsanu minallohi hukmal liqoumiy yuuqinuun
"Apakah hukum jahiliah yang mereka kehendaki? (Hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang meyakini?"
[51]
يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَتَّخِذُوا الْيَهُوْدَ وَالنَّصٰرٰۤى اَوْلِيَآءَ ۘ بَعْضُهُمْ اَوْلِيَآءُ بَعْضٍ ۗ وَمَنْ يَّتَوَلَّهُمْ مِّنْكُمْ فَاِنَّهٗ مِنْهُمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الظّٰلِمِيْنَ
yaaa ayyuhallaziina aamanuu laa tattakhizul-yahuuda wan-nashoorooo auliyaaa`, ba'dhuhum auliyaaa`u ba'dh, wa may yatawallahum mingkum fa innahuu min-hum, innalloha laa yahdil-qoumazh-zhoolimiin
"Wahai orang-orang yang beriman<5>! Janganlah kamu menjadikan orang Yahudi dan Nasrani sebagai pemimpin(mu); mereka satu sama lain saling melindungi. Barang siapa di antara kamu yang menjadikan mereka pemimpin, maka sesungguhnya dia termasuk golongan mereka. Sungguh, Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim."
[52]
فَتَـرَى الَّذِيْنَ فِيْ قُلُوْبِهِمْ مَّرَضٌ يُّسَارِعُوْنَ فِيْهِمْ يَقُوْلُوْنَ نَخْشٰۤى اَنْ تُصِيْبَـنَا دَآئِرَةٌ ۗ فَعَسَى اللّٰهُ اَنْ يَّأْتِيَ بِالْفَتْحِ اَوْ اَمْرٍ مِّنْ عِنْدِهٖ فَيُصْبِحُوْا عَلٰى مَاۤ اَسَرُّوْا فِيْۤ اَنْفُسِهِمْ نٰدِمِيْنَ
fa tarollaziina fii quluubihim marodhuy yusaari'uuna fiihim yaquuluuna nakhsyaaa an tushiibanaa daaa`iroh, fa 'asallohu ay ya`tiya bil-fat-hi au amrim min 'indihii fa yushbihuu 'alaa maaa asarruu fiii anfusihim naadimiin
"Maka, kamu akan melihat orang-orang yang hatinya berpenyakit segera mendekati mereka (Yahudi dan Nasrani), seraya berkata, Kami takut akan mendapat bencana. Mudah-mudahan Allah akan mendatangkan kemenangan (kepada rasul-Nya), atau sesuatu keputusan dari sisi-Nya, sehingga mereka menjadi menyesal terhadap apa yang mereka rahasiakan dalam diri mereka."
[53]
وَيَقُوْلُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اَهٰۤؤُلَآ ءِ الَّذِيْنَ اَقْسَمُوْا بِاللّٰهِ جَهْدَ اَيْمَانِهِمْ ۙ اِنَّهُمْ لَمَعَكُمْ ۗ حَبِطَتْ اَعْمَالُهُمْ فَاَصْبَحُوْا خٰسِرِيْنَ
wa yaquulullaziina aamanuuu a haaa`ulaaa`illaziina aqsamuu billaahi jahda aimaanihim innahum lama'akum, habithot a'maaluhum fa ashbahuu khoosiriin
"Dan orang-orang yang beriman akan berkata, Inikah orang yang bersumpah secara sungguh-sungguh dengan (nama) Allah bahwa mereka benar-benar beserta kamu? Segala amal mereka menjadi sia-sia sehingga mereka menjadi orang yang rugi".
[54]
يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مَنْ يَّرْتَدَّ مِنْكُمْ عَنْ دِيْـنِهٖ فَسَوْفَ يَأْتِى اللّٰهُ بِقَوْمٍ يُّحِبُّهُمْ وَيُحِبُّوْنَهٗۤ ۙ اَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ اَعِزَّةٍ عَلَى الْكٰفِرِيْنَ ۖ يُجَاهِدُوْنَ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَلَا يَخَافُوْنَ لَوْمَةَ لَآ ئِمٍ ۗ ذٰلِكَ فَضْلُ اللّٰهِ يُؤْتِيْهِ مَنْ يَّشَآءُ ۗ وَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ
yaaa ayyuhallaziina aamanuu may yartadda mingkum 'an diinihii fa saufa ya`tillaahu biqoumiy yuhibbuhum wa yuhibbuunahuuu azillatin 'alal-mu`miniina a'izzatin 'alal-kaafiriina yujaahiduuna fii sabiilillaahi wa laa yakhoofuuna laumata laaa`im, zaalika fadhlullohi yu`tiihi may yasyaaa`, wallohu waasi'un 'aliim
"Wahai orang-orang yang beriman! Barang siapa di antara kamu yang murtad (keluar) dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum, Dia mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, dan bersikap lemah lembut terhadap orang-orang yang beriman, tetapi bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah yang diberikan-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), Maha Mengetahui".
[55]
اِنَّمَا وَلِيُّكُمُ اللّٰهُ وَرَسُوْلُهٗ وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوا الَّذِيْنَ يُقِيْمُوْنَ الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوْنَ الزَّكٰوةَ وَهُمْ رَاكِعُوْنَ
innamaa waliyyukumullohu wa rosuuluhuu wallaziina aamanullaziina yuqiimuunash-sholaata wa yu`tuunaz-zakaata wa hum rooki'uun
"Sesungguhnya penolongmu hanyalah Allah, rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yang melaksanakan sholat dan menunaikan zakat, seraya tunduk (kepada Allah)."
[56]
وَمَنْ يَّتَوَلَّ اللّٰهَ وَ رَسُوْلَهٗ وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا فَاِنَّ حِزْبَ اللّٰهِ هُمُ الْغٰلِبُوْنَ
wa may yatawallalloha wa rosuulahuu wallaziina aamanuu fa inna hizballohi humul-ghoolibuun
"Dan barang siapa menjadikan Allah, rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman sebagai penolongnya, maka sungguh, pengikut Allah itulah yang menang."
[57]
يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَـتَّخِذُوا الَّذِيْنَ اتَّخَذُوْا دِيْنَكُمْ هُزُوًا وَّلَعِبًا مِّنَ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَالْـكُفَّارَ اَوْلِيَآءَ ۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ اِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَ
yaaa ayyuhallaziina aamanuu laa tattakhizullaziinattakhozuu diinakum huzuwaw wa la'ibam minallaziina uutul-kitaaba ming qoblikum wal-kuffaaro auliyaaa`, wattaqulloha ing kuntum mu`miniin
"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu<5> menjadikan pemimpinmu orang-orang yang membuat agamamu jadi bahan ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi kitab sebelummu dan orang-orang kafir (orang musyrik).
Dan bertakwalah kepada Allah jika kamu orang-orang beriman."
[58]
وَ اِذَا نَادَيْتُمْ اِلَى الصَّلٰوةِ اتَّخَذُوْهَا هُزُوًا وَّلَعِبًا ۗ ذٰلِكَ بِاَنَّهُمْ قَوْمٌ لَّا يَعْقِلُوْنَ
wa izaa naadaitum ilash-sholaatittakhozuuhaa huzuwaw wa la'ibaa, zaalika bi`annahum qoumul laa ya'qiluun
"Dan apabila kamu menyeru (mereka) untuk (melaksanakan) sholat, mereka menjadikannya bahan ejekan dan permainan. Yang demikian itu adalah karena mereka<5> orang-orang yang tidak mengerti."
[59]
قُلْ يٰۤـاَهْلَ الْـكِتٰبِ هَلْ تَـنْقِمُوْنَ مِنَّاۤ اِلَّاۤ اَنْ اٰمَنَّا بِاللّٰهِ وَمَاۤ اُنْزِلَ اِلَـيْنَا وَمَاۤ اُنْزِلَ مِنْ قَبْلُ ۙ وَاَنَّ اَكْثَرَكُمْ فٰسِقُوْنَ
qul yaaa ahlal-kitaabi hal tangqimuuna minnaaa illaaa an aamannaa billaahi wa maaa unzila ilainaa wa maaa unzila ming qoblu wa anna aksarokum faasiquun
"Katakanlah, Wahai Ahli Kitab! Apakah kamu memandang kami salah hanya karena kami beriman kepada Allah, kepada apa yang diturunkan kepada kami, dan kepada apa yang diturunkan sebelumnya? Sungguh, kebanyakan dari kamu<5> adalah orang-orang yang fasik".
[60]
قُلْ هَلْ اُنَـبِّئُكُمْ بِشَرٍّ مِّنْ ذٰلِكَ مَثُوْبَةً عِنْدَ اللّٰهِ ۗ مَنْ لَّعَنَهُ اللّٰهُ وَغَضِبَ عَلَيْهِ وَجَعَلَ مِنْهُمُ الْقِرَدَةَ وَالْخَـنَازِيْرَ وَعَبَدَ الطَّاغُوْتَ ۗ اُولٰٓئِكَ شَرٌّ مَّكَانًا وَّاَضَلُّ عَنْ سَوَآءِ السَّبِيْلِ
qul hal unabbi`ukum bisyarrim min zaalika masuubatan 'indalloh, mal la'anahullohu wa ghodhiba 'alaihi wa ja'ala min-humul-qirodata wal-khonaaziiro wa 'abadath-thooghuut, ulaaa`ika syarrum makaanaw wa adhollu 'an sawaaa`is-sabiil
"Katakanlah (Muhammad), Apakah akan aku beritakan kepadamu tentang orang yang lebih buruk pembalasannya dari (orang fasik) di sisi Allah? Yaitu, orang yang dilaknat dan dimurkai Allah, di antara mereka (ada) yang dijadikan kera dan babi dan (orang yang) menyembah Tagut. Mereka itu lebih buruk tempatnya dan lebih tersesat dari jalan yang lurus."
[61]
وَاِذَا جَآءُوْكُمْ قَالُوْۤا اٰمَنَّا وَقَدْ دَّخَلُوْا بِالْكُفْرِ وَهُمْ قَدْ خَرَجُوْا بِهٖ ۗ وَاللّٰهُ اَعْلَمُ بِمَا كَانُوْا يَكْتُمُوْنَ
wa izaa jaaa`uukum qooluuu aamannaa wa qod dakholuu bil-kufri wa hum qod khorojuu bih, wallohu a'lamu bimaa kaanuu yaktumuun
"Dan apabila mereka datang kepadamu; mereka mengatakan, Kami telah beriman, padahal mereka datang kepadamu dengan kekafiran dan mereka pergi pun demikian; dan Allah lebih mengetahui apa yang mereka sembunyikan."
[62]
وَتَرٰى كَثِيْرًا مِّنْهُمْ يُسَارِعُوْنَ فِى الْاِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاَكْلِهِمُ السُّحْتَ ۗ لَبِئْسَ مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ
wa taroo kasiirom min-hum yusaari'uuna fil-ismi wal-'udwaani wa aklihimus-suht, labi`sa maa kaanuu ya'maluun
"Dan kamu akan melihat banyak di antara mereka<5> berlomba dalam berbuat dosa, permusuhan, dan memakan yang haram. Sungguh, sangat buruk apa yang mereka<5> perbuat."
[63]
لَوْلَا يَنْهٰٮهُمُ الرَّبَّانِيُّوْنَ وَالْاَحْبَارُ عَنْ قَوْلِهِمُ الْاِثْمَ وَاَكْلِهِمُ السُّحْتَ ۗ لَبِئْسَ مَا كَانُوْا يَصْنَعُوْنَ
lau laa yan-haahumur-robbaaniyyuuna wal-ahbaaru 'ang qoulihimul-isma wa aklihimus-suht, labi`sa maa kaanuu yashna'uun
"Mengapa para ulama dan para pendeta mereka tidak melarang mereka mengucapkan perkataan bohong dan memakan yang haram? Sungguh, sangat buruk apa yang mereka perbuat."
[64]
وَقَالَتِ الْيَهُوْدُ يَدُ اللّٰهِ مَغْلُوْلَةٌ ۗ غُلَّتْ اَيْدِيْهِمْ وَلُعِنُوْا بِمَا قَالُوْا ۘ بَلْ يَدٰهُ مَبْسُوْطَتٰنِ ۙ يُنْفِقُ كَيْفَ يَشَآءُ ۗ وَلَيَزِيْدَنَّ كَثِيْرًا مِّنْهُمْ مَّاۤ اُنْزِلَ اِلَيْكَ مِنْ رَّبِّكَ طُغْيَانًا وَّكُفْرًا ۗ وَاَ لْقَيْنَا بَيْنَهُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَآءَ اِلٰى يَوْمِ الْقِيٰمَةِ ۗ كُلَّمَاۤ اَوْقَدُوْا نَارًا لِّلْحَرْبِ اَطْفَاَهَا اللّٰهُ ۙ وَيَسْعَوْنَ فِى الْاَرْضِ فَسَادًا ۗ وَاللّٰهُ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِيْنَ
wa qoolatil-yahuudu yadullohi maghluulah, ghullat aidiihim wa lu'inuu bimaa qooluu, bal yadaahu mabsuuthotaani yunfiqu kaifa yasyaaa`, wa layaziidanna kasiirom min-hum maaa unzila ilaika mir robbika thughyaanaw wa kufroo, wa alqoinaa bainahumul-'adaawata wal-baghdhooo`a ilaa yaumil-qiyaamah, kullamaaa auqoduu naarol lil-harbi athfa`ahallohu wa yas'auna fil-ardhi fasaadaa, wallohu laa yuhibbul-mufsidiin
"Dan orang-orang<5> Yahudi berkata, Tangan Allah terbelenggu. Sebenarnya tangan mereka<7>lah yang dibelenggu dan mereka<7>lah yang dilaknat disebabkan apa yang telah mereka<5> katakan itu, padahal kedua tangan Allah terbuka; Dia memberi rezeki sebagaimana Dia kehendaki. Dan (Al-Qur'an) yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu itu pasti akan menambah kedurhakaan dan kekafiran bagi kebanyakan mereka. Dan Kami timbulkan permusuhan dan kebencian di antara mereka sampai hari Kiamat. Setiap mereka menyalakan api peperangan, Allah memadamkannya. Dan mereka berusaha (menimbulkan) kerusakan di bumi. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan."
[65]
وَلَوْ اَنَّ اَهْلَ الْـكِتٰبِ اٰمَنُوْا وَاتَّقَوْا لَـكَفَّرْنَا عَنْهُمْ سَيِّاٰتِهِمْ وَلَاَدْخَلْنٰهُمْ جَنّٰتِ النَّعِيْمِ
walau anna ahlal-kitaabi aamanuu wattaqou lakaffarnaa 'an-hum sayyi`aatihim wa la`adkholnaahum jannaatin-na'iim
"Dan sekiranya Ahli Kitab<5> itu beriman dan bertakwa, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahan mereka dan mereka<7> tentu Kami masukkan ke dalam surga-surga yang penuh kenikmatan."
[66]
وَلَوْ اَنَّهُمْ اَقَامُوا التَّوْرٰٮةَ وَالْاِنْجِيْلَ وَمَاۤ اُنْزِلَ اِلَيْهِمْ مِّنْ رَّبِّهِمْ لَاَ كَلُوْا مِنْ فَوْقِهِمْ وَمِنْ تَحْتِ اَرْجُلِهِمْ ۗ مِنْهُمْ اُمَّةٌ مُّقْتَصِدَةٌ ۗ وَكَثِيْرٌ مِّنْهُمْ سَآءَ مَا يَعْمَلُوْنَ
walau annahum aqoomut-tauroota wal-injiila wa maaa unzila ilaihim mir robbihim la`akaluu min fauqihim wa min tahti arjulihim, min-hum ummatum muqtashidah, wa kasiirum min-hum saaa`a maa ya'maluun
"Dan sekiranya mereka sungguh-sungguh menjalankan (hukum) Taurat, Injil, dan (Al-Qur'an) yang diturunkan kepada mereka dari Tuhannya, niscaya mereka akan mendapat makanan dari atas mereka dan dari bawah kaki mereka. Di antara mereka ada sekelompok yang jujur dan taat. Dan banyak di antara mereka sangat buruk apa yang mereka kerjakan."
[67]
يٰۤـاَيُّهَا الرَّسُوْلُ بَلِّغْ مَاۤ اُنْزِلَ اِلَيْكَ مِنْ رَّبِّكَ ۗ وَاِنْ لَّمْ تَفْعَلْ فَمَا بَلَّغْتَ رِسٰلَـتَهٗ ۗ وَاللّٰهُ يَعْصِمُكَ مِنَ النَّاسِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الْـكٰفِرِيْنَ
yaaa ayyuhar-rosuulu balligh maaa unzila ilaika mir robbik, wa il lam taf'al fa maa ballaghta risaalatah, wallohu ya'shimuka minan-naas, innalloha laa yahdil-qoumal-kaafiriin
"Wahai Rasul! Sampaikanlah apa yang diturunkan Tuhanmu kepadamu. Jika tidak engkau lakukan (apa yang diperintahkan itu) berarti engkau tidak menyampaikan amanat-Nya. Dan Allah memelihara engkau dari (gangguan) manusia. Sungguh, Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang kafir."
[68]
قُلْ يٰۤـاَهْلَ الْـكِتٰبِ لَسْتُمْ عَلٰى شَيْءٍ حَتّٰى تُقِيْمُوا التَّوْرٰٮةَ وَالْاِنْجِيْلَ وَمَاۤ اُنْزِلَ اِلَيْكُمْ مِّنْ رَّبِّكُمْ ۗ وَلَيَزِيْدَنَّ كَثِيْرًا مِّنْهُمْ مَّاۤ اُنْزِلَ اِلَيْكَ مِنْ رَّبِّكَ طُغْيَانًا وَّكُفْرًا ۚ فَلَا تَأْسَ عَلَى الْقَوْمِ الْكٰفِرِيْنَ
qul yaaa ahlal-kitaabi lastum 'alaa syai`in hattaa tuqiimut-tauroota wal-injiila wa maaa unzila ilaikum mir robbikum, wa layaziidanna kasiirom min-hum maaa unzila ilaika mir robbika thughyaanaw wa kufroo, fa laa ta`sa 'alal-qoumil-kaafiriin
"Katakanlah (Muhammad), Wahai Ahli Kitab! Kamu tidak dipandang sedikit pun hingga kamu menegakkan ajaran-ajaran Taurat, Injil, dan (Al-Qur'an) yang diturunkan Tuhanmu kepadamu. Dan apa yang diturunkan Tuhanmu kepadamu pasti akan membuat banyak di antara mereka lebih durhaka dan lebih ingkar, maka janganlah engkau berputus asa terhadap orang-orang kafir itu."
[69] *
اِنَّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَالَّذِيْنَ هَادُوْا وَالصَّابِئُـوْنَ وَالنَّصٰرٰى مَنْ اٰمَنَ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِ وَعَمِلَ صَالِحًـا فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَ
innallaziina aamanuu wallaziina haaduu wash-shoobi`uuna wan-nashooroo man aamana billaahi wal-yaumil-aakhiri wa 'amila shoolihan fa laa khoufun 'alaihim wa laa hum yahzanuun
"Sesungguhnya orang-orang<5> yang beriman, orang-orang Yahudi, Sabi'in, dan orang-orang Nasrani, barang siapa beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta berbuat kebajikan, maka tidak ada rasa khawatir padanya dan mereka<7> tidak bersedih hati."
Catatan: Lihat 2:62
[70]
لَقَدْ اَخَذْنَا مِيْثَاقَ بَنِيْۤ اِسْرَآءِيْلَ وَاَرْسَلْنَاۤ اِلَيْهِمْ رُسُلًا ۗ كُلَّمَا جَآءَهُمْ رَسُوْلٌ ۢ بِمَا لَا تَهْوٰۤى اَنْفُسُهُمْ ۙ فَرِيْقًا كَذَّبُوْا وَفَرِيْقًا يَّقْتُلُوْنَ
laqod akhoznaa miisaaqo baniii isrooo`iila wa arsalnaaa ilaihim rusulaa, kullamaa jaaa`ahum rosuulum bimaa laa tahwaaa anfusuhum fariiqong kazzabuu wa fariiqoy yaqtuluun
"Sesungguhnya Kami telah mengambil perjanjian dari Bani Israil, dan telah Kami utus kepada mereka rasul-rasul. Tetapi setiap rasul datang kepada mereka dengan membawa apa yang tidak sesuai dengan keinginan mereka, (maka) sebagian (dari rasul itu) mereka dustakan dan sebagian yang lain mereka bunuh."
[71]
وَحَسِبُوْۤا اَ لَّا تَكُوْنَ فِتْنَةٌ فَعَمُوْا وَصَمُّوْا ثُمَّ تَابَ اللّٰهُ عَلَيْهِمْ ثُمَّ عَمُوْا وَصَمُّوْا كَثِيْرٌ مِّنْهُمْ ۗ وَاللّٰهُ بَصِيْرٌۢ بِمَا يَعْمَلُوْنَ
wa hasibuuu allaa takuuna fitnatun fa 'amuu wa shommuu summa taaballohu 'alaihim summa 'amuu wa shommuu kasiirum min-hum, wallohu bashiirum bimaa ya'maluun
"Dan mereka mengira bahwa tidak akan terjadi bencana apa pun (terhadap mereka dengan membunuh nabi-nabi itu), karena itu mereka menjadi buta dan tuli, kemudian Allah menerima tobat mereka, lalu banyak di antara mereka buta dan tuli. Dan Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan."
[72]
لَقَدْ كَفَرَ الَّذِيْنَ قَالُوْۤا اِنَّ اللّٰهَ هُوَ الْمَسِيْحُ ابْنُ مَرْيَمَ ۗ وَقَالَ الْمَسِيْحُ يٰبَنِيْۤ اِسْرَآءِيْلَ اعْبُدُوا اللّٰهَ رَبِّيْ وَرَبَّكُمْ ۗ اِنَّهٗ مَنْ يُّشْرِكْ بِاللّٰهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللّٰهُ عَلَيْهِ الْجَـنَّةَ وَمَأْوٰٮهُ النَّارُ ۗ وَمَا لِلظّٰلِمِيْنَ مِنْ اَنْصَارٍ
laqod kafarollaziina qooluuu innalloha huwal-masiihubnu maryam, wa qoolal-masiihu yaa baniii isrooo`iila'budulloha robbii wa robbakum, innahuu may yusyrik billaahi fa qod harromallohu 'alaihil-jannata wa ma`waahun-naar, wa maa lizh-zhoolimiina min anshoor
"Sungguh, telah kafir orang-orang yang berkata, Sesungguhnya Allah itu dialah Al-Masih putra Maryam. Padahal Al-Masih (sendiri) berkata, Wahai Bani Israil! Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu. Sesungguhnya barang siapa<5> mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka sungguh, Allah mengharamkan surga bagi<7>nya, dan tempatnya ialah neraka. Dan tidak ada seorang penolong pun bagi orang-orang zalim itu".
[73]
لَـقَدْ كَفَرَ الَّذِيْنَ قَالُوْۤا اِنَّ اللّٰهَ ثَالِثُ ثَلٰثَةٍ ۘ وَمَا مِنْ اِلٰهٍ اِلَّاۤ اِلٰـهٌ وَّاحِدٌ ۗ وَاِنْ لَّمْ يَنْتَهُوْا عَمَّا يَقُوْلُوْنَ لَيَمَسَّنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْهُمْ عَذَابٌ اَ لِيْمٌ
laqod kafarollaziina qooluuu innalloha saalisu salaasah, wa maa min ilaahin illaaa ilaahuw waahid, wa il lam yantahuu 'ammaa yaquuluuna layamassannallaziina kafaruu min-hum 'azaabun aliim
"Sungguh, telah kafir orang-orang yang mengatakan bahwa Allah adalah salah satu dari yang tiga, padahal tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan, pasti orang-orang yang kafir di antara mereka akan ditimpa azab yang pedih."
[74]
اَفَلَا يَتُوْبُوْنَ اِلَى اللّٰهِ وَيَسْتَغْفِرُوْنَهٗ ۗ وَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
a fa laa yatuubuuna ilallohi wa yastaghfiruunah, wallohu ghofuurur rohiim
"Mengapa mereka tidak bertobat kepada Allah dan memohon ampunan kepada-Nya? Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang."
[75]
مَا الْمَسِيْحُ ابْنُ مَرْيَمَ اِلَّا رَسُوْلٌ ۚ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهِ الرُّسُلُ ۗ وَاُمُّهٗ صِدِّيْقَةٌ ۗ كَانَا يَأْكُلٰنِ الطَّعَامَ ۗ اُنْظُرْ كَيْفَ نُبَيِّنُ لَهُمُ الْاٰيٰتِ ثُمَّ انْظُرْ اَ نّٰى يُؤْفَكُوْنَ
mal-masiihubnu maryama illaa rosuul, qod kholat ming qoblihir-rusul, wa ummuhuu shiddiiqoh, kaanaa ya`kulaanith-tho'aam, unzhur kaifa nubayyinu lahumul-aayaati summanzhur annaa yu`fakuun
"Al-Masih putra Maryam hanyalah seorang rasul. Sebelumnya pun sudah berlalu beberapa rasul. Dan ibunya seorang yang berpegang teguh pada kebenaran. Keduanya biasa memakan makanan. Perhatikanlah bagaimana Kami menjelaskan ayat-ayat (tanda-tanda kekuasaan) kepada mereka (Ahli Kitab), kemudian perhatikanlah bagaimana mereka dipalingkan (oleh keinginan mereka)."
[76]
قُلْ اَ تَعْبُدُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ مَا لَا يَمْلِكُ لَـكُمْ ضَرًّا وَّلَا نَفْعًا ۗ وَاللّٰهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ
qul a ta'buduuna min duunillaahi maa laa yamliku lakum dhorrow wa laa naf'aa, wallohu huwas-samii'ul-'aliim
"Katakanlah (Muhammad), Mengapa kamu<5> menyembah yang selain Allah, sesuatu yang tidak dapat menimbulkan bencana kepadamu dan tidak (pula) memberi manfaat? Dan Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui."
[77]
قُلْ يٰۤـاَهْلَ الْـكِتٰبِ لَا تَغْلُوْا فِيْ دِيْـنِكُمْ غَيْرَ الْحَـقِّ وَلَا تَتَّبِعُوْۤا اَهْوَآءَ قَوْمٍ قَدْ ضَلُّوْا مِنْ قَبْلُ وَاَضَلُّوْا كَثِيْرًا وَّضَلُّوْا عَنْ سَوَآءِ السَّبِيْلِ
qul yaaa ahlal-kitaabi laa taghluu fii diinikum ghoirol-haqqi wa laa tattabi'uuu ahwaaa`a qouming qod dholluu ming qoblu wa adholluu kasiirow wa dholluu 'an sawaaa`is-sabiil
"Katakanlah (Muhammad), Wahai Ahli Kitab! Janganlah kamu berlebih-lebihan dengan cara yang tidak benar dalam agamamu. Dan janganlah kamu mengikuti keinginan orang-orang yang telah tersesat dahulu dan (telah) menyesatkan banyak (manusia), dan mereka<5> sendiri tersesat dari jalan yang lurus."
[78]
لُعِنَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْۢ بَنِيْۤ اِسْرَآءِيْلَ عَلٰى لِسَانِ دَاوٗدَ وَعِيْسَى ابْنِ مَرْيَمَ ۗ ذٰلِكَ بِمَا عَصَوْا وَّكَانُوْا يَعْتَدُوْنَ
lu'inallaziina kafaruu mim baniii isrooo`iila 'alaa lisaani daawuuda wa 'iisabni maryam, zaalika bimaa 'ashow wa kaanuu ya'taduun
"Orang-orang kafir dari Bani Israil telah dilaknat melalui lisan (ucapan) Daud dan 'Isa putra Maryam. Yang demikian itu karena mereka durhaka dan selalu melampaui batas."
[79]
كَانُوْا لَا يَتَـنَاهَوْنَ عَنْ مُّنْكَرٍ فَعَلُوْهُ ۗ لَبِئْسَ مَا كَانُوْا يَفْعَلُوْنَ
kaanuu laa yatanaahauna 'am mungkarin fa'aluuh, labi`sa maa kaanuu yaf'aluun
"Mereka<5> tidak saling mencegah perbuatan mungkar yang selalu mereka perbuat. Sungguh, sangat buruk apa yang mereka perbuat."
[80]
تَرٰى كَثِيْرًا مِّنْهُمْ يَتَوَلَّوْنَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا ۗ لَبِئْسَ مَا قَدَّمَتْ لَهُمْ اَنْفُسُهُمْ اَنْ سَخِطَ اللّٰهُ عَلَيْهِمْ وَفِى الْعَذَابِ هُمْ خٰلِدُوْنَ
taroo kasiirom min-hum yatawallaunallaziina kafaruu, labi`sa maa qoddamat lahum anfusuhum an sakhithollaahu 'alaihim wa fil-'azaabi hum khooliduun
"Kamu melihat banyak di antara mereka<5> tolong-menolong dengan orang-orang kafir (musyrik). Sungguh, sangat buruk apa yang mereka lakukan untuk diri<7>mereka sendiri, yaitu kemurkaan Allah, dan mereka<7> akan kekal dalam azab."
[81]
وَلَوْ كَانُوْا يُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِ وَالنَّبِيِّ وَمَاۤ اُنْزِلَ اِلَيْهِ مَا اتَّخَذُوْهُمْ اَوْلِيَآءَ وَلٰـكِنَّ كَثِيْرًا مِّنْهُمْ فٰسِقُوْنَ
walau kaanuu yu`minuuna billaahi wan-nabiyyi wa maaa unzila ilaihi mattakhozuuhum auliyaaa`a wa laakinna kasiirom min-hum faasiquun
"Dan sekiranya mereka<5> beriman kepada Allah, kepada Nabi (Muhammad) dan kepada apa yang diturunkan kepadanya, niscaya mereka tidak akan menjadikan orang musyrik itu sebagai teman setia. Tetapi banyak di antara mereka, orang-orang yang fasik."
[82]
لَـتَجِدَنَّ اَشَدَّ النَّاسِ عَدَاوَةً لِّـلَّذِيْنَ اٰمَنُوا الْيَهُوْدَ وَالَّذِيْنَ اَشْرَكُوْا ۚ وَلَـتَجِدَنَّ اَ قْرَبَهُمْ مَّوَدَّةً لِّـلَّذِيْنَ اٰمَنُوا الَّذِيْنَ قَالُوْۤا اِنَّا نَصٰرٰى ۗ ذٰلِكَ بِاَنَّ مِنْهُمْ قِسِّيْسِيْنَ وَرُهْبَانًا وَّاَنَّهُمْ لَا يَسْتَكْبِرُوْنَ
latajidanna asyaddan-naasi 'adaawatal lillaziina aamanul-yahuuda wallaziina asyrokuu, wa latajidanna aqrobahum mawaddatal lillaziina aamanullaziina qooluuu innaa nashooroo, zaalika bi`anna min-hum qissiisiina wa ruhbaanaw wa annahum laa yastakbiruun
"Pasti akan kamu dapati orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman, ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. Dan pasti akan kamu dapati orang yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman, ialah orang-orang yang berkata, Sesungguhnya kami adalah orang Nasrani. Yang demikian itu karena di antara mereka terdapat para pendeta dan para rahib, (juga) karena mereka tidak menyombongkan diri."
.
.
Lanjut ke JUZ 7 >>
.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar