Senin, 18 Maret 2019

JUZ 27 > (51:31-60)(52)(53)(54)(55)(56)(57)

{51} Az-Zariyat         ayat : 31  -  60

{52} At-Tur                ayat :  1  -  49

{53} An-Najm            ayat :  1  -  62

{54} Al-Qamar          ayat :  1  -  55

{55} Ar-Rahman      ayat :  1  -  78

{56} Al-Waqi'ah       ayat :  1  -  96

{57} Al-Hadid           ayat :  1  -  29



{51} Az-Zariyat


[31]
قَا لَ فَمَا خَطْبُكُمْ اَيُّهَا الْمُرْسَلُوْنَ
qoola fa maa khothbukum ayyuhal-mursaluun

"Dia (Ibrahim) berkata, Apakah urusanmu yang penting wahai para utusan?"

[32]
قَا لُـوْۤا اِنَّاۤ اُرْسِلْنَاۤ اِلٰى قَوْمٍ مُّجْرِمِيْنَ ۙ 
qooluuu innaaa ursilnaaa ilaa qoumim mujrimiin

"Mereka menjawab, Sesungguhnya kami diutus kepada kaum yang berdosa (kaum Luth),"

[33]
لِنُرْسِلَ عَلَيْهِمْ حِجَارَةً مِّنْ طِيْنٍ ۙ 
linursila 'alaihim hijaarotam min thiin

"agar kami menimpa mereka<5> dengan batu-batu dari tanah (yang keras),"

[34]
مُّسَوَّمَةً عِنْدَ رَبِّكَ لِلْمُسْرِفِيْنَ
musawwamatan 'inda robbika lil-musrifiin

"yang ditandai dari Tuhanmu untuk (membinasakan) orang-orang yang melampaui batas."

[35]
فَاَخْرَجْنَا مَنْ كَا نَ فِيْهَا مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ ۚ 
fa akhrojnaa mang kaana fiihaa minal-mu`miniin

"Lalu Kami keluarkan orang-orang yang beriman yang berada di dalamnya (negeri kaum Luth) itu."

[36]
فَمَا وَجَدْنَا فِيْهَا غَيْرَ بَيْتٍ مِّنَ الْمُسْلِمِيْنَ ۚ 
fa maa wajadnaa fiihaa ghoiro baitim minal-muslimiin

"Maka Kami tidak mendapati di dalamnya (negeri itu), kecuali sebuah rumah dari orang-orang muslim (Luth)."

[37]
وَتَرَكْنَا فِيْهَاۤ اٰيَةً لِّـلَّذِيْنَ يَخَا فُوْنَ الْعَذَا بَ الْاَلِيْمَ ۗ 
wa taroknaa fiihaaa aayatal lillaziina yakhoofuunal-'azaabal-aliim

"Dan Kami tinggalkan padanya (negeri itu) suatu tanda bagi orang-orang<5> yang takut kepada azab yang pedih."

[38]
وَفِيْ مُوْسٰۤی اِذْ اَرْسَلْنٰهُ اِلٰى فِرْعَوْنَ بِسُلْطٰنٍ مُّبِيْنٍ
wa fii muusaaa iz arsalnaahu ilaa fir'auna bisulthoonim mubiin

"Dan pada Musa (terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah) ketika Kami mengutusnya kepada Fir'aun dengan membawa mukjizat yang nyata."

[39]
فَتَوَلّٰى بِرُكْنِهٖ وَقَا لَ سٰحِرٌ اَوْ مَجْنُوْنٌ
fa tawallaa biruknihii wa qoola saahirun au majnuun

"Tetapi dia (Fir'aun) bersama bala tentaranya berpaling dan berkata, Dia adalah seorang pesihir atau orang gila."

[40]
فَاَخَذْنٰهُ وَجُنُوْدَهٗ فَنَبَذْنٰهُمْ فِى الْيَمِّ وَهُوَ مُلِيْمٌ ۗ 
fa akhoznaahu wa junuudahuu fa nabaznaahum fil-yammi wa huwa muliim

"Maka Kami siksa dia beserta bala tentaranya, lalu Kami lemparkan mereka<5> ke dalam laut, dalam keadaan tercela."

[41]
وَفِيْ عَادٍ اِذْ اَرْسَلْنَا عَلَيْهِمُ الرِّيْحَ الْعَقِيْمَ ۚ 
wa fii 'aadin iz arsalnaa 'alaihimur-riihal-'aqiim

"Dan (juga) pada (kisah kaum) 'Ad, ketika Kami kirimkan kepada mereka angin yang membinasakan,"

[42]
مَا تَذَرُ مِنْ شَيْءٍ اَتَتْ عَلَيْهِ اِلَّا جَعَلَتْهُ كَا لرَّمِيْمِ ۗ 
maa tazaru min syai`in atat 'alaihi illaa ja'alat-hu kar-romiim

"(angin itu) tidak membiarkan suatu apa pun yang dilandanya, bahkan dijadikannya seperti serbuk."

[43]
وَفِيْ ثَمُوْدَ اِذْ قِيْلَ لَهُمْ تَمَتَّعُوْا حَتّٰى حِيْنٍ
wa fii samuuda iz qiila lahum tamatta'uu hattaa hiin

"Dan pada (kisah kaum) Samud, ketika dikatakan kepada mereka<5>, Bersenang-senanglah kamu sampai waktu yang ditentukan."

[44]
فَعَتَوْا عَنْ اَمْرِ رَبِّهِمْ فَاَخَذَتْهُمُ الصّٰعِقَةُ وَ هُمْ يَنْظُرُوْنَ
fa 'atau 'an amri robbihim fa akhozat-humush-shoo'iqotu wa hum yanzhuruun

"Lalu mereka<5> berlaku angkuh terhadap perintah Tuhannya, maka mereka disambar petir sedang mereka melihatnya."

[45]
فَمَا اسْتَطَاعُوْا مِنْ قِيَا مٍ وَّمَا كَا نُوْا مُنْتَصِرِيْنَ ۙ 
fa mastathoo'uu ming qiyaamiw wa maa kaanuu muntashiriin

"Maka mereka<5> tidak mampu bangun dan juga tidak mendapat pertolongan,"

[46]
وَقَوْمَ نُوْحٍ مِّنْ قَبْلُ ۗ اِنَّهُمْ كَا نُوْا قَوْمًا فٰسِقِيْنَ
wa qouma nuuhim ming qobl, innahum kaanuu qouman faasiqiin

"dan sebelum itu (telah Kami binasakan) kaum Nuh. Sungguh, mereka<5> adalah kaum yang fasik."

[47]
وَ السَّمَآءَ بَنَيْنٰهَا بِاَيْٮدٍ وَّاِنَّا لَمُوْسِعُوْنَ
was-samaaa`a banainaahaa bi`aidiw wa innaa lamuusi'uun

"Dan langit Kami bangun dengan kekuasaan (Kami), dan Kami benar-benar meluaskannya."

[48]
وَا لْاَرْضَ فَرَشْنٰهَا فَنِعْمَ الْمٰهِدُوْنَ
wal-ardho farosynaahaa fa ni'mal-maahiduun

"Dan bumi telah Kami hamparkan; maka (Kami) sebaik-baik yang menghamparkan."

[49]
وَمِنْ كُلِّ شَيْءٍ خَلَقْنَا زَوْجَيْنِ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ
wa ming kulli syai`in kholaqnaa zaujaini la'allakum tazakkaruun

"Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan agar kamu mengingat (kebesaran Allah)."

[50]
فَفِرُّوْۤا اِلَى اللّٰهِ ۗ اِنِّيْ لَـكُمْ مِّنْهُ نَذِيْرٌ مُّبِيْنٌ ۚ 
fa firruuu ilalloh, innii lakum min-hu naziirum mubiin

"Maka segeralah kembali kepada (agama) Allah. Sungguh, aku seorang pemberi peringatan yang jelas dari Allah untukmu."

[51]
وَلَا تَجْعَلُوْا مَعَ اللّٰهِ اِلٰهًا اٰخَرَ ۗ اِنِّيْ لَـكُمْ مِّنْهُ نَذِيْرٌ مُّبِيْنٌ ۚ 
wa laa taj'aluu ma'allohi ilaahan aakhor, innii lakum min-hu naziirum mubiin

"Dan janganlah kamu mengadakan tuhan yang lain selain Allah. Sungguh, aku seorang pemberi peringatan yang jelas dari Allah untukmu."

[52]
كَذٰلِكَ مَاۤ اَتَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِهِمْ مِّنْ رَّسُوْلٍ اِلَّا قَا لُوْا سَاحِرٌ اَوْ مَجْنُوْنٌ ۚ 
kazaalika maaa atallaziina ming qoblihim mir rosuulin illaa qooluu saahirun au majnuun

"Demikianlah setiap kali seorang rasul yang datang kepada orang-orang yang sebelum mereka<5>, mereka (kaumnya) pasti mengatakan, Dia itu pesihir atau orang gila."

[53]
اَتَوَاصَوْا بِهٖ ۚ بَلْ هُمْ قَوْمٌ طَاغُوْنَ ۚ 
a tawaashou bih, bal hum qoumun thooghuun

"Apakah mereka saling berpesan tentang apa yang dikatakan itu. Sebenarnya mereka<5> adalah kaum yang melampaui batas."

[54]
فَتَوَلَّ عَنْهُمْ فَمَاۤ اَنْتَ بِمَلُوْمٍ
fa tawalla 'an-hum fa maaa anta bimaluum

"Maka berpalinglah engkau dari mereka<5>, dan engkau sama sekali tidak tercela."

[55]
وَّذَكِّرْ فَاِ نَّ الذِّكْرٰى تَنْفَعُ الْمُؤْمِنِيْنَ
wa zakkir fa innaz-zikroo tanfa'ul-mu`miniin

"Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang<5> mukmin."

[56]*
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَا لْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ
wa maa kholaqtul-jinna wal-insa illaa liya'buduun

"(Allah berfirman) Dan Aku tidak menciptakan jin dan insan-manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku."

[57]
مَاۤ اُرِيْدُ مِنْهُمْ مِّنْ رِّزْقٍ وَّمَاۤ اُرِيْدُ اَنْ يُّطْعِمُوْنِ
maaa uriidu min-hum mir rizqiw wa maaa uriidu ay yuth'imuun

"(Allah berfirman) Aku tidak menghendaki rezeki sedikit pun dari mereka<5> dan Aku tidak menghendaki agar mereka<5> memberi makan kepada-Ku."

[58]
اِنَّ اللّٰهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِيْنُ
innalloha huwar-rozzaaqu zul-quwwatil-matiin

"Sungguh Allah, Dialah pemberi rezeki yang mempunyai kekuatan lagi sangat kokoh."

[59]
فَاِ نَّ لِلَّذِيْنَ ظَلَمُوْا ذَنُوْبًا مِّثْلَ ذَنُوْبِ اَصْحٰبِهِمْ فَلَا يَسْتَعْجِلُوْنِ
fa inna lillaziina zholamuu zanuubam misla zanuubi ash-haabihim fa laa yasta'jiluun

"Maka sungguh, untuk orang-orang yang zalim ada bagian (azab) seperti bagian teman-teman mereka (dahulu); maka janganlah mereka<5> meminta kepada-Ku untuk menyegerakannya."

[60]
فَوَيْلٌ لِّـلَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْ يَّوْمِهِمُ الَّذِيْ يُوْعَدُوْنَ
fa wailul lillaziina kafaruu miy yaumihimullazii yuu'aduun

"Maka celakalah orang-orang yang kafir pada hari yang telah dijanjikan kepada mereka<5> (hari Kiamat)."
.


{52}  At-Tur (Bukit)
_____________________
 <Mekah> <49 ayat>


[1]
وَا لطُّوْرِ ۙ 
wath-thuur

"Demi bukit,"

[2]
وَكِتٰبٍ مَّسْطُوْرٍ ۙ 
wa kitaabim masthuur

"dan demi Kitab yang ditulis,"

[3]
فِيْ رَقٍّ مَّنْشُوْرٍ ۙ 
fii roqqim mansyuur

"pada lembaran yang terbuka,"

[4]*
وَا لْبَيْتِ الْمَعْمُوْرِ ۙ 
wal-baitil-ma'muur

"dan demi Baitul Ma'mur [Ka'bah dipusat langit (irasional)]

[5]
وَا لسَّقْفِ الْمَرْفُوْعِ ۙ 
was-saqfil-marfuu'

"dan atap yang ditinggikan (langit),"

[6]
وَا لْبَحْرِ الْمَسْجُوْرِ ۙ 
wal-bahril-masjuur

"dan laut yang di dalam tanahnya ada api (magma),"

[7]
اِنَّ عَذَا بَ رَبِّكَ لَوٰ قِعٌ ۙ 
inna 'azaaba robbika lawaaqi'

"sungguh, azab Tuhanmu pasti terjadi,"

[8]
مَّا لَهٗ مِنْ دَا فِعٍ ۙ 
maa lahuu min daafi'

"tidak sesuatu pun yang dapat menolaknya,"

[9]
يَّوْمَ تَمُوْرُ السَّمَآءُ مَوْرًا ۙ 
yauma tamuurus-samaaa`u mauroo

"pada hari (ketika) langit berguncang sekeras-kerasnya (kiamat),"

[10]
وَّتَسِيْرُ الْجِبَا لُ سَيْرًا ۗ 
wa tasiirul-jibaalu sairoo

"dan gunung berjalan (bergeser)."

[11]
فَوَيْلٌ يَّوْمَئِذٍ لِّـلْمُكَذِّبِيْنَ ۙ 
fa wailuy yauma`izil lil-mukazzibiin

"Maka celakalah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan,"

[12]
الَّذِيْنَ هُمْ فِيْ خَوْضٍ يَّلْعَبُوْنَ ۘ 
allaziina hum fii khoudhiy yal'abuun

"orang-orang<5> yang bermain-main dalam kebatilan (perbuatan dosa),"

[13]
يَوْمَ يُدَعُّوْنَ اِلٰى نَارِ جَهَنَّمَ دَعًّا ۗ 
yauma yuda''uuna ilaa naari jahannama da''aa

"pada hari (ketika) itu mereka<7> didorong ke Neraka Jahanam dengan sekuat-kuatnya."

[14]
هٰذِهِ النَّارُ الَّتِيْ كُنْتُمْ بِهَا تُكَذِّبُوْنَ
haazihin-naarullatii kuntum bihaa tukazzibuun

"(Dikatakan kepada mereka), Inilah neraka yang dahulu kamu mendustakannya."

[15]
اَفَسِحْرٌ هٰذَاۤ اَمْ اَنْتُمْ لَا تُبْصِرُوْنَ ۚ 
a fa sihrun haazaaa am antum laa tubshiruun

"Maka apakah ini sihir? Ataukah kamu tidak melihat?"

[16]
اِصْلَوْهَا فَاصْبِرُوْۤا اَوْ لَا تَصْبِرُوْا ۚ سَوَآءٌ عَلَيْكُمْ ۗ اِنَّمَا تُجْزَوْنَ مَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ
ishlauhaa fashbiruuu au laa tashbiruu, sawaaa`un 'alaikum, innamaa tujzauna maa kuntum ta'maluun

"Masuklah ke dalamnya (rasakanlah panas apinya); baik kamu bersabar atau tidak, sama saja bagimu; sesungguhnya kamu<7> hanya diberi balasan atas apa yang telah kamu<5> kerjakan."

[17]
اِنَّ الْمُتَّقِيْنَ فِيْ جَنّٰتٍ وَّنَعِيْمٍ ۙ 
innal-muttaqiina fii jannaatiw wa na'iim

"Sesungguhnya orang-orang<7> yang bertakwa berada dalam surga dan kenikmatan,"

[18]
فٰكِهِيْنَ بِمَاۤ اٰتٰٮهُمْ رَبُّهُمْ ۚ وَوَقٰٮهُمْ رَبُّهُمْ عَذَا بَ الْجَحِيْمِ
faakihiina bimaaa aataahum robbuhum, wa waqoohum robbuhum 'azaabal-jahiim

"mereka<7> bersuka ria dengan apa yang diberikan Tuhan kepada mereka; dan Tuhan memelihara mereka<7> dari azab neraka."

[19]
كُلُوْا وَاشْرَبُوْا هَـنِۤـيـْئًا بِۢمَا كُنْـتُمْ تَعْمَلُوْنَ ۙ 
kuluu wasyrobuu haniii`am bimaa kuntum ta'maluun

"(Dikatakan kepada mereka), Makan dan minumlah dengan rasa nikmat sebagai balasan dari apa yang telah kamu<5> kerjakan,"

[20]
مُتَّكِــئِيْنَ عَلٰى سُرُرٍ مَّصْفُوْفَةٍ ۚ وَزَوَّجْنٰهُمْ بِحُوْرٍ عِيْنٍ
muttaki`iina 'alaa sururim mashfuufah, wa zawwajnaahum bihuurin 'iin

"mereka<7> bersandar di atas dipan-dipan yang tersusun dan Kami berikan kepada mereka pasangan yang bermata indah."

[21]*
وَا لَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَا تَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُمْ بِاِيْمَا نٍ اَلْحَـقْنَا بِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَمَاۤ اَلَـتْنٰهُمْ مِّنْ عَمَلِهِمْ مِّنْ شَيْءٍ ۗ كُلُّ امْرِیءٍ بِۢمَا كَسَبَ رَهِيْنٌ
wallaziina aamanuu wattaba'at-hum zurriyyatuhum bi`iimaanin alhaqnaa bihim zurriyyatahum wa maaa alatnaahum min 'amalihim min syaii`, kullumri`im bimaa kasaba rohiin

"Dan orang-orang<5> yang beriman, beserta anak cucu mereka<5> yang mengikuti mereka dalam keimanan,
Kami pertemukan mereka<7> dengan anak cucu mereka<7> (diakhirat), dan Kami tidak mengurangi sedikit pun pahala amal (kebajikan) mereka.
Setiap orang terikat dengan apa yang dikerjakannya (didunia)."

[22]
وَاَ مْدَدْنٰهُمْ بِفَا كِهَةٍ وَّلَحْمٍ مِّمَّا يَشْتَهُوْنَ
wa amdadnaahum bifaakihatiw wa lahmim mimmaa yasytahuun

"Dan Kami berikan kepada mereka<7> tambahan berupa buah-buahan dan daging dari segala jenis yang mereka ingini."

[23]
يَـتَـنَازَعُوْنَ فِيْهَا كَأْسًا لَّا لَغْوٌ فِيْهَا وَلَا تَأْثِيْمٌ
yatanaaza'uuna fiihaa ka`sal laa laghwun fiihaa wa laa ta`siim

"mereka<7> saling mengulurkan gelas yang isinya tidak (menimbulkan) ucapan yang tidak berfaedah ataupun perbuatan dosa."

[24]
وَيَطُوْفُ عَلَيْهِمْ غِلْمَا نٌ لَّهُمْ كَاَ نَّهُمْ لُـؤْلُـؤٌ مَّكْنُوْنٌ
wa yathuufu 'alaihim ghilmaanul lahum ka`annahum lu`lu`um maknuun

"Dan di sekitar mereka<7> ada anak-anak muda yang berkeliling untuk (melayani) mereka, seakan-akan mereka itu mutiara yang tersimpan."

[25]
وَاَ قْبَلَ بَعْضُهُمْ عَلٰى بَعْضٍ يَّتَسَآءَلُوْنَ
wa aqbala ba'dhuhum 'alaa ba'dhiy yatasaaa`aluun

"Dan sebagian mereka berhadap-hadapan satu sama lain saling bertegur sapa."

[26]
قَا لُـوْۤا اِنَّا كُـنَّا قَبْلُ فِيْۤ اَهْلِنَا مُشْفِقِيْنَ
qooluuu innaa kunnaa qoblu fiii ahlinaa musyfiqiin

"Mereka<7> berkata, Sesungguhnya kami dahulu, sewaktu berada di tengah-tengah keluarga kami merasa takut (akan diazab)."

[27]
فَمَنَّ اللّٰهُ عَلَيْنَا وَوَقٰٮنَا عَذَا بَ السَّمُوْمِ
fa mannallohu 'alainaa wa waqoonaa 'azaabas-samuum

"Maka Allah memberikan karunia kepada kami dan memelihara kami dari azab neraka."

[28]
اِنَّا كُـنَّا مِنْ قَبْلُ نَدْعُوْهُ ۗ اِنَّهٗ هُوَ الْبَـرُّ الرَّحِيْمُ
innaa kunnaa ming qoblu nad'uuh, innahuu huwal-barrur-rohiim

"Sesungguhnya kami menyembah-Nya sejak dahulu. Dialah Yang Maha Melimpahkan kebaikan, Maha Penyayang."

[29]
فَذَكِّرْ فَمَاۤ اَنْتَ بِنِعْمَتِ رَبِّكَ بِكَاهِنٍ وَّلَا مَجْنُوْنٍ ۗ 
fa zakkir fa maaa anta bini'mati robbika bikaahiniw wa laa majnuun

"Maka peringatkanlah, karena dengan nikmat Tuhanmu engkau (Muhammad) bukanlah seorang tukang tenung dan bukan pula orang gila."

[30]
اَمْ يَقُوْلُوْنَ شَاعِرٌ نَّتَـرَبَّصُ بِهٖ رَيْبَ الْمَنُوْنِ
am yaquuluuna syaa'irun natarobbashu bihii roibal-manuun

"Bahkan mereka berkata, Dia adalah seorang penyair yang kami tunggu-tunggu kecelakaan menimpanya."

[31]
قُلْ تَرَبَّصُوْا فَاِ نِّيْ مَعَكُمْ مِّنَ الْمُتَـرَبِّصِيْنَ ۗ 
qul tarobbashuu fa innii ma'akum minal-mutarobbishiin

"Katakanlah (Muhammad), Tunggulah! Sesungguhnya aku pun termasuk orang yang sedang menunggu bersama kamu."

[32]
اَمْ تَأْمُرُهُمْ اَحْلَا مُهُمْ بِهٰذَاۤ اَمْ هُمْ قَوْمٌ طَاغُوْنَ ۚ 
am ta`muruhum ahlaamuhum bihaazaaa am hum qoumun thooghuun

"Apakah mereka<5> diperintah oleh pikiran-pikiran mereka untuk mengucapkan (tuduhan-tuduhan) ini ataukah mereka kaum yang melampaui batas?"

[33]
اَمْ يَقُوْلُوْنَ تَقَوَّلَهٗ ۚ بَلْ لَّا يُؤْمِنُوْنَ ۚ 
am yaquuluuna taqowwalah, bal laa yu`minuun

"Ataukah mereka<5> berkata, Dia (Muhammad) mereka-rekanya. Tidak! Merekalah yang tidak beriman."

[34]
فَلْيَأْتُوْا بِحَدِيْثٍ مِّثْلِهٖۤ اِنْ كَا نُوْا صٰدِقِيْنَ ۗ 
falya`tuu bihadiisim mislihiii ing kaanuu shoodiqiin

"Maka cobalah mereka<5> membuat yang semisal dengannya (Al-Qur'an) jika mereka orang-orang yang benar."

[35]
اَمْ خُلِقُوْا مِنْ غَيْرِ شَيْءٍ اَمْ هُمُ الْخٰلِقُوْنَ ۗ 
am khuliquu min ghoiri syai`in am humul-khooliquun

"Atau apakah mereka<5> tercipta tanpa asal-usul ataukah mereka<5> yang menciptakan (diri mereka sendiri)?"

[36]
اَمْ خَلَـقُوا السَّمٰوٰتِ وَا لْاَرْضَ ۚ بَلْ لَّا يُوْقِنُوْنَ ۗ 
am kholaqus-samaawaati wal-ardh, bal laa yuuqinuun

"Ataukah mereka<5> telah menciptakan langit dan bumi? Sebenarnya mereka tidak meyakini (apa yang mereka katakan)."

[37]
اَمْ عِنْدَهُمْ خَزَآئِنُ رَبِّكَ اَمْ هُمُ الْمُصَۜيْطِرُوْنَ ۗ 
am 'indahum khozaaa`inu robbika am humul-mushoithiruun

"Ataukah di sisi mereka ada perbendaharaan Tuhanmu ataukah mereka yang berkuasa?"

[38]
اَمْ لَهُمْ سُلَّمٌ يَّسْتَمِعُوْنَ فِيْهِ  ۚ فَلْيَأْتِ مُسْتَمِعُهُمْ بِسُلْطٰنٍ مُّبِيْنٍ ۗ 
am lahum sullamuy yastami'uuna fiih, falya`ti mustami'uhum bisulthoonim mubiin

"Atau apakah mereka mempunyai tangga (ke langit) untuk mendengarkan (hal-hal yang gaib)? Maka hendaklah orang yang mendengarkan di antara mereka itu datang membawa keterangan yang nyata."

[39]
اَمْ لَـهُ الْبَنٰتُ وَلَـكُمُ الْبَنُوْنَ ۗ 
am lahul-banaatu wa lakumul-banuun

"Ataukah (pantas) untuk Dia anak-anak perempuan sedangkan untuk kamu anak-anak laki-laki?"

[40]
اَمْ تَسْئَـلُهُمْ اَجْرًا فَهُمْ مِّنْ مَّغْرَمٍ مُّثْقَلُوْنَ ۗ 
am tas`aluhum ajron fa hum mim maghromim musqoluun

"Ataukah engkau (Muhammad) meminta imbalan kepada mereka sehingga mereka dibebani dengan utang?"

[41]
اَمْ عِنْدَهُمُ الْغَيْبُ فَهُمْ يَكْتُبُوْنَ ۗ 
am 'indahumul-ghoibu fa hum yaktubuun

"Ataukah di sisi mereka<5> mempunyai (pengetahuan) tentang yang gaib lalu mereka menuliskannya?"

[42]
اَمْ يُرِيْدُوْنَ كَيْدًا ۗ فَا لَّذِيْنَ كَفَرُوْا هُمُ الْمَكِيْدُوْنَ ۗ 
am yuriiduuna kaidaa, fallaziina kafaruu humul-makiiduun

"Ataukah mereka hendak melakukan tipu daya? Tetapi orang-orang yang kafir itu, justru merekalah yang terkena tipu daya."

[43]
اَمْ لَهُمْ اِلٰهٌ غَيْرُ اللّٰهِ ۗ سُبْحٰنَ اللّٰهِ عَمَّا يُشْرِكُوْنَ
am lahum ilaahun ghoirulloh, sub-haanallohi 'ammaa yusyrikuun

"Ataukah mereka<5> mempunyai tuhan selain Allah? Maha Suci Allah dari apa yang mereka sekutukan."

[44]
وَاِ نْ يَّرَوْا كِسْفًا مِّنَ السَّمَآءِ سَا قِطًا يَّقُوْلُوْا سَحَا بٌ مَّرْكُوْمٌ
wa iy yarou kisfam minas-samaaa`i saaqithoy yaquuluu sahaabum markuum

"Dan jika mereka melihat gumpalan-gumpalan awan berjatuhan dari langit, mereka berkata, Itu adalah awan yang bertumpuk-tumpuk."

[45]
فَذَرْهُمْ حَتّٰى يُلٰقُوْا يَوْمَهُمُ الَّذِيْ فِيْهِ يُصْعَقُوْنَ ۙ 
fazar-hum hattaa yulaaquu yaumahumullazii fiihi yush'aquun

"Maka biarkanlah mereka<5> hingga mereka menemui hari (yang dijanjikan kepada) mereka, pada hari itu mereka<5> dibinasakan,"

[46]
يَوْمَ لَا يُغْنِيْ عَنْهُمْ كَيْدُهُمْ شَيْئًـا وَّلَا هُمْ يُنْصَرُوْنَ ۗ 
yauma laa yughnii 'an-hum kaiduhum syai`aw wa laa hum yunshoruun

"(yaitu) pada hari (ketika) tipu daya mereka<5> tidak berguna sedikit pun bagi mereka<7> dan mereka<7> tidak akan diberi pertolongan."

[47]
وَاِ نَّ لِلَّذِيْنَ ظَلَمُوْا عَذَا بًا دُوْنَ ذٰلِكَ وَلٰـكِنَّ اَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُوْنَ
wa inna lillaziina zholamuu 'azaaban duuna zaalika wa laakinna aksarohum laa ya'lamuun

"Dan sesungguhnya bagi orang-orang yang zalim masih ada azab selain itu. Tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui."

[48]
وَاصْبِرْ لِحُكْمِ رَبِّكَ فَاِ نَّكَ بِاَعْيُنِنَا وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ حِيْنَ تَقُوْمُ ۙ 
washbir lihukmi robbika fa innaka bi`a'yuninaa wa sabbih bihamdi robbika hiina taquum

"Dan bersabarlah (Muhammad) menunggu ketetapan Tuhanmu, karena sesungguhnya engkau berada dalam pengawasan Kami, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu ketika engkau bangun,"

[49]
وَمِنَ الَّيْلِ فَسَبِّحْهُ وَاِدْبَارَ النُّجُوْمِ
wa minal-laili fa sabbih-hu wa idbaaron-nujuum

"dan pada sebagian malam bertasbihlah kepada-Nya dan (juga) pada waktu terbenamnya bintang-bintang (pada waktu fajar)."
.


{53}  An-Najm (Bintang)
__________________________
   < Mekah > < 62 ayat >


[1]
وَا لنَّجْمِ اِذَا هَوٰى ۙ 
wan-najmi izaa hawaa

"Demi bintang ketika terbenam,"

[2]
مَا ضَلَّ صَاحِبُكُمْ وَمَا غَوٰى ۚ 
maa dholla shoohibukum wa maa ghowaa

"kawanmu (Muhammad) tidak sesat dan tidak (pula) keliru,"

[3]
وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوٰى ۗ 
wa maa yanthiqu 'anil-hawaa

"dan tidaklah yang diucapkannya itu (Al-Qur'an) menurut keinginannya."

[4]
اِنْ هُوَ اِلَّا وَحْيٌ يُّوْحٰى ۙ 
in huwa illaa wahyuy yuuhaa

"Tidak lain (Al-Qur'an itu) adalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya),"

[5]
عَلَّمَهٗ شَدِيْدُ الْقُوٰى ۙ 
'allamahuu syadiidul-quwaa

"yang diajarkan kepadanya oleh (ruh al amin) yang sangat kuat,"

[6]
ذُوْ مِرَّةٍ ۗ فَاسْتَوٰى ۙ 
zuu mirroh, fastawaa

"yang mempunyai keteguhan; maka (Jibril itu) menampakkan diri dengan rupa yang sebenarnya,"

[7]
وَهُوَ بِا لْاُفُقِ الْاَعْلٰى ۗ 
wa huwa bil-ufuqil-a'laa

"sedang dia berada di ufuk yang tinggi."

[8]
ثُمَّ دَنَا فَتَدَلّٰى ۙ 
summa danaa fa tadallaa

"Kemudian dia mendekat (pada Muhammad), lalu bertambah dekat,"

[9]
فَكَا نَ قَا بَ قَوْسَيْنِ اَوْ اَدْنٰى ۚ 
fa kaana qooba qousaini au adnaa

"sehingga jaraknya (sekitar) dua busur panah atau lebih dekat (lagi)."

[10]
فَاَوْحٰۤى اِلٰى عَبْدِهٖ مَاۤ اَوْحٰى ۗ 
fa auhaaa ilaa 'abdihii maaa auhaa

"Lalu disampaikannya (wahyu) kepada hamba-Nya (Muhammad) apa yang telah diwahyukan Allah."

[11]
مَا كَذَبَ الْفُؤَادُ مَا رَاٰى
maa kazabal-fu`aadu maa ro`aa

"Hatinya tidak mendustakan apa yang telah dilihatnya."

[12]
اَفَتُمٰرُوْنَهٗ عَلٰى مَا يَرٰى
a fa tumaaruunahuu 'alaa maa yaroo

"Maka apakah kamu (musyrikin Mekah) hendak membantahnya tentang apa yang dilihatnya itu?"

[13]
وَلَقَدْ رَاٰهُ نَزْلَةً اُخْرٰى ۙ 
wa laqod ro`aahu nazlatan ukhroo

"Dan sungguh, dia (Muhammad) telah melihatnya pada waktu yang lain,"

[14]
عِنْدَ سِدْرَةِ الْمُنْتَهٰى
'inda sidrotil-muntahaa

"(yaitu) di Sidratilmuntaha."

[15]
عِنْدَهَا جَنَّةُ الْمَأْوٰى ۗ 
'indahaa jannatul-ma`waa

"Di dekatnya ada surga tempat tinggal,"

[16]
اِذْ يَغْشَى السِّدْرَةَ مَا يَغْشٰى ۙ 
iz yaghsyas-sidrota maa yaghsyaa

"ketika Sidratilmuntaha diliputi oleh sesuatu,"

[17]
مَا زَاغَ الْبَصَرُ وَمَا طَغٰى
maa zaaghol-bashoru wa maa thoghoo

"penglihatannya (Muhammad) tidak menyimpang dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya."

[18]
لَقَدْ رَاٰى مِنْ اٰيٰتِ رَبِّهِ الْكُبْرٰى
laqod ro`aa min aayaati robbihil-kubroo

"Sungguh, dia telah melihat sebagian tanda-tanda (kebesaran) Tuhannya yang paling besar."

[19]
اَفَرَءَيْتُمُ اللّٰتَ وَا لْعُزّٰى ۙ 
a fa ro`aitumul-laata wal-'uzzaa

"Maka apakah patut kamu (orang-orang musyrik) menganggap (berhala) Al-Lata dan Al-`Uzza,"

[20]
وَمَنٰوةَ الثَّالِثَةَ الْاُخْرٰى
wa manaatas-saalisatal-ukhroo

"dan Manat, yang ketiga yang paling kemudian."

[21]
اَلَـكُمُ الذَّكَرُ وَلَهُ الْاُنْثٰى
a lakumuz-zakaru wa lahul-unsaa

"Apakah (pantas) untuk kamu yang laki-laki dan untuk-Nya yang perempuan?"

[22]
تِلْكَ اِذًا قِسْمَةٌ ضِيْزٰى
tilka izang qismatun dhiizaa

"Yang demikian itu tentulah suatu pembagian yang tidak adil."

[23]
اِنْ هِيَ اِلَّاۤ اَسْمَآءٌ سَمَّيْتُمُوْهَاۤ اَنْتُمْ وَاٰ بَآ ؤُكُمْ مَّاۤ اَنْزَلَ اللّٰهُ بِهَا مِنْ سُلْطٰنٍ ۗ اِنْ يَّتَّبِعُوْنَ اِلَّا الظَّنَّ وَمَا تَهْوَى الْاَنْفُسُ ۚ وَلَقَدْ جَآءَهُمْ مِّنْ رَّبِّهِمُ الْهُدٰى ۗ 
in hiya illaaa asmaaa`un sammaitumuuhaaa antum wa aabaaa`ukum maaa anzalallohu bihaa min sulthoon, iy yattabi'uuna illazh-zhonna wa maa tahwal-anfus, wa laqod jaaa`ahum mir robbihimul-hudaa

"Itu tidak lain hanyalah nama-nama yang kamu dan nenek moyangmu mengada-adakannya; Allah tidak menurunkan suatu keterangan apa pun untuk (menyembah)nya. Mereka hanya mengikuti dugaan, dan apa yang diingini oleh keinginannya. Padahal sungguh, telah datang petunjuk dari Tuhan mereka."

[24]
اَمْ لِلْاِنْسَا نِ مَا تَمَنّٰى ۖ 
am lil-insaani maa tamannaa

"Atau apakah insan-manusia akan mendapat segala yang dicita-citakannya?"

[25]
فَلِلّٰهِ الْاٰخِرَةُ وَا لْاُوْلٰى
fa lillaahil-aakhirotu wal-uulaa

"(Tidak), maka milik Allahlah kehidupan akhirat dan kehidupan dunia."

[26]
وَكَمْ مِّنْ مَّلَكٍ فِى السَّمٰوٰتِ لَا تُغْنِيْ شَفَاعَتُهُمْ شَيْـئًــا اِلَّا مِنْۢ بَعْدِ اَنْ يَّأْذَنَ اللّٰهُ لِمَنْ يَّشَآءُ وَيَرْضٰى
wa kam mim malakin fis-samaawaati laa tughnii syafaa'atuhum syai`an illaa mim ba'di ay ya`zanallohu limay yasyaaa`u wa yardhoo

"Dan betapa banyak malaikat di langit, syafaat (pertolongan) mereka sedikit pun tidak berguna kecuali apabila Allah telah mengizinkan (dan hanya) bagi siapa yang Dia kehendaki dan Dia ridai."

[27]
اِنَّ الَّذِيْنَ لَا يُؤْمِنُوْنَ بِا لْاٰخِرَةِ لَيُسَمُّوْنَ الْمَلٰٓئِكَةَ تَسْمِيَةَ الْاُنْثٰى
innallaziina laa yu`minuuna bil-aakhiroti layusammuunal-malaaa`ikata tasmiyatal-unsaa

"Sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, sungguh mereka menamakan para malaikat dengan nama perempuan."

[28]
وَمَا لَهُمْ بِهٖ مِنْ عِلْمٍ ۗ اِنْ يَّتَّبِعُوْنَ اِلَّا الظَّنَّ ۚ وَاِ نَّ الظَّنَّ لَا يُغْنِيْ مِنَ الْحَـقِّ شَيْئًـا ۚ 
wa maa lahum bihii min 'ilm, iy yattabi'uuna illazh-zhonna wa innazh-zhonna laa yughnii minal-haqqi syai`aa

"Dan mereka tidak mempunyai ilmu tentang itu. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti dugaan, dan sesungguhnya dugaan itu tidak berfaedah sedikit pun terhadap kebenaran."

[29]
فَاَعْرِضْ عَنْ مَّنْ تَوَلّٰى ۙ عَنْ ذِكْرِنَا وَلَمْ يُرِدْ اِلَّا الْحَيٰوةَ الدُّنْيَا ۗ 
fa a'ridh 'am man tawallaa 'an zikrinaa wa lam yurid illal-hayaatad-dun-yaa

"Maka tinggalkanlah (Muhammad) orang yang berpaling dari peringatan Kami, dan dia hanya mengingini kehidupan dunia."

[30]
ذٰلِكَ مَبْلَـغُهُمْ مِّنَ الْعِلْمِ ۗ اِنَّ رَبَّكَ هُوَ اَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيْلِهٖ ۙ وَهُوَ اَعْلَمُ بِمَنِ اهْتَدٰى
zaalika mablaghuhum minal-'ilm, inna robbaka huwa a'lamu biman dholla 'an sabiilihii wa huwa a'lamu bimanihtadaa

"Itulah kadar ilmu mereka. Sungguh, Tuhanmu, Dia lebih mengetahui siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dia pula yang lebih mengetahui siapa yang mendapat petunjuk."

[31]
وَلِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِ ۙ لِيَجْزِيَ الَّذِيْنَ اَسَآءُوْا بِمَا عَمِلُوْا وَيَجْزِيَ الَّذِيْنَ اَحْسَنُوْا بِا لْحُسْنٰى ۚ 
wa lillaahi maa fis-samaawaati wa maa fil-ardh, liyajziyallaziina asaaa`uu bimaa 'amiluu wa yajziyallaziina ahsanuu bil-husnaa

"Dan milik Allah-lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dia akan memberi ganjaran kepada orang-orang yang berbuat jahat sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan dan Dia akan memberi ganjaran kepada orang-orang yang berbuat baik dengan pahala yang lebih baik."

[32]
اَلَّذِيْنَ يَجْتَنِبُوْنَ كَبٰٓئِرَ الْاِثْمِ وَا لْفَوَاحِشَ اِلَّا اللَّمَمَ ۗ اِنَّ رَبَّكَ وَاسِعُ الْمَغْفِرَةِ ۗ هُوَ اَعْلَمُ بِكُمْ اِذْ اَنْشَاَ كُمْ مِّنَ الْاَرْضِ وَاِذْ اَنْتُمْ اَجِنَّةٌ فِيْ بُطُوْنِ اُمَّهٰتِكُمْ ۚ فَلَا تُزَكُّوْۤا اَنْفُسَكُمْ  ۗ هُوَ اَعْلَمُ بِمَنِ اتَّقٰى
allaziina yajtanibuuna kabaaa`irol-ismi wal-fawaahisya illal-lamama inna robbaka waasi'ul-maghfiroh, huwa a'lamu bikum iz ansya`akum minal-ardhi wa iz antum ajinnatun fii buthuuni ummahaatikum, fa laa tuzakkuuu anfusakum, huwa a'lamu bimanittaqoo

"(Yaitu) mereka yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji, kecuali kesalahan-kesalahan kecil. Sungguh, Tuhanmu Maha Luas ampunan-Nya. Dia mengetahui tentang kamu, sejak Dia menjadikan kamu dari tanah lalu ketika kamu masih janin dalam perut ibumu. Maka janganlah kamu menganggap dirimu suci. Dia mengetahui tentang orang yang bertakwa."

[33]
اَفَرَءَيْتَ الَّذِيْ تَوَلّٰى ۙ 
a fa ro`aitallazii tawallaa

"Maka tidakkah engkau melihat orang yang berpaling (dari Al-Qur'an)?,"

[34]
وَاَعْطٰى قَلِيْلًا وَّاَكْدٰى
wa a'thoo qoliilaw wa akdaa

"dan dia memberikan sedikit (dari apa yang dijanjikan) lalu menahan sisanya."

[35]
اَعِنْدَهٗ عِلْمُ الْغَيْبِ فَهُوَ يَرٰى
a 'indahuu 'ilmul-ghoibi fa huwa yaroo

"Apakah dia mempunyai ilmu tentang yang gaib sehingga dia dapat melihat(nya)?"

[36]
اَمْ لَمْ يُنَبَّأْ بِمَا فِيْ صُحُفِ مُوْسٰى ۙ 
am lam yunabba` bimaa fii shuhufi muusaa

"Ataukah belum diberitakan (kepadanya) apa yang ada dalam lembaran-lembaran (Kitab suci yang diturunkan kepada) Musa?"

[37]
وَاِ بْرٰهِيْمَ الَّذِيْ وَفّٰىۤ ۙ 
wa ibroohiimallazii waffaaa

"Dan (lembaran-lembaran) Ibrahim yang selalu menyempurnakan janji?,"

[38]
اَ لَّا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِّزْرَ اُخْرٰى ۙ 
allaa taziru waazirotuw wizro ukhroo

"(yaitu) bahwa seseorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain,"

[39]
وَاَ نْ لَّيْسَ لِلْاِنْسَا نِ اِلَّا مَا سَعٰى ۙ 
wa al laisa lil-insaani illaa maa sa'aa

"dan bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya,"

[40]
وَاَ نَّ سَعْيَهٗ سَوْفَ يُرٰى ۖ 
wa anna sa'yahuu saufa yuroo

"dan sesungguhnya usahanya itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya),"

[41]
ثُمَّ يُجْزٰٮهُ الْجَزَآءَ الْاَوْفٰى ۙ 
summa yujzaahul-jazaaa`al-aufaa

"kemudian akan diberi ganjaran kepadanya dengan ganjaran yang paling sempurna,"

[42]
وَاَ نَّ اِلٰى رَبِّكَ الْمُنْتَهٰى ۙ 
wa anna ilaa robbikal-muntahaa

"dan sesungguhnya kepada Tuhanmulah kesudahannya (segala sesuatu),"

[43]
وَاَ نَّهٗ هُوَ اَضْحَكَ وَاَ بْكٰى ۙ 
wa annahuu huwa adh-haka wa abkaa

"dan sesungguhnya Dialah yang menjadikan orang tertawa dan menangis,"

[44]
وَاَ نَّهٗ هُوَ اَمَا تَ وَ اَحْيَا ۙ 
wa annahuu huwa amaata wa ahyaa

"dan sesungguhnya Dialah yang mematikan dan menghidupkan,"

[45]
وَاَ نَّهٗ خَلَقَ الزَّوْجَيْنِ الذَّكَرَ وَا لْاُنْثٰى ۙ 
wa annahuu kholaqoz-zaujainiz-zakaro wal-unsaa

"dan sesungguhnya Dialah yang menciptakan pasangan laki-laki dan perempuan,"

[46]
مِنْ نُّطْفَةٍ اِذَا تُمْنٰى ۙ 
min nuthfatin izaa tumnaa

"dari mani, apabila dipancarkan,"

[47]
وَاَ نَّ عَلَيْهِ النَّشْاَةَ الْاُخْرٰى ۙ 
wa anna 'alaihin-nasy`atal-ukhroo

"dan sesungguhnya Dialah yang menetapkan penciptaan yang lain (diri-sejati<7>),"

[48]
وَاَ نَّهٗ هُوَ اَغْنٰى وَ اَقْنٰى ۙ 
wa annahuu huwa aghnaa wa aqnaa

"dan sesungguhnya Dialah yang memberikan kekayaan dan kecukupan."

[49]
وَاَ نَّهٗ هُوَ رَبُّ الشِّعْرٰى ۙ 
wa annahuu huwa robbusy-syi'roo

"dan sesungguhnya Dialah Tuhan bintang Syi`ra"

[50]
وَاَ نَّهٗۤ اَهْلَكَ عَادَاۡ ٭لْـٮُٔـوْلٰى ۙ 
wa annahuuu ahlaka 'aadanil-uulaa

"dan sesungguhnya Dialah yang telah membinasakan kaum 'Ad dahulu kala,"

[51]
وَثَمُوْدَاۡ فَمَاۤ اَبْقٰى ۙ 
wa samuuda fa maaa abqoo

"dan kaum Samud, tidak seorang pun yang ditinggalkan-Nya (hidup),"

[52]
وَقَوْمَ نُوْحٍ مِّنْ قَبْلُ ۗ اِنَّهُمْ كَا نُوْا هُمْ اَظْلَمَ وَاَ طْغٰى ۗ 
wa qouma nuuhim ming qobl, innahum kaanuu hum azhlama wa athghoo

"dan (juga) kaum Nuh sebelum itu. Sungguh, mereka adalah orang-orang yang paling zalim dan paling durhaka."

[53]
وَا لْمُؤْتَفِكَةَ اَهْوٰى ۙ 
wal-mu`tafikata ahwaa

"Dan prahara angin telah meruntuhkan (negeri kaum Luth),"

[54]
فَغَشّٰٮهَا مَا غَشّٰى ۚ 
fa ghosysyaahaa maa ghosysyaa

"lalu menimbuni negeri itu (sebagai azab) dengan (puing-puing) yang menimpanya."

[55]
فَبِاَيِّ اٰلَآ ءِ رَبِّكَ تَتَمَارٰى
fa bi`ayyi aalaaa`i robbika tatamaaroo

"Maka terhadap nikmat Tuhanmu yang manakah yang masih kamu ragukan?"

[56]
هٰذَا نَذِيْرٌ مِّنَ النُّذُرِ الْاُوْلٰۤى
haazaa naziirum minan-nuzuril-uulaa

"Ini (Muhammad) salah seorang pemberi peringatan di antara para pemberi peringatan yang telah terdahulu."

[57]
اَزِفَتِ الْاٰزِفَةُ ۚ 
azifatil-aazifah

"Yang dekat (hari kematian diri-ini<5>) telah makin mendekat."

[58]
لَيْسَ لَهَا مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ كَاشِفَةٌ ۗ 
laisa lahaa min duunillaahi kaasyifah

"Tidak ada yang akan dapat mengungkapkan (terjadinya hari itu) selain Allah."

[59]
اَفَمِنْ هٰذَا الْحَدِيْثِ تَعْجَبُوْنَ ۙ 
a fa min haazal-hadiisi ta'jabuun

"Maka apakah kamu merasa heran terhadap pemberitaan ini?,"

[60]
وَتَضْحَكُوْنَ وَلَا تَبْكُوْنَ ۙ 
wa tadh-hakuuna wa laa tabkuun

"dan kamu tertawakan dan tidak menangis,"

[61]
وَاَ نْتُمْ سٰمِدُوْنَ
wa antum saamiduun

"sedang kamu lengah (darinya)."

[62]
فَاسْجُدُوْا لِلّٰهِ وَاعْبُدُوْا
fasjuduu lillaahi wa'buduu

"Maka bersujudlah kepada Allah dan sembahlah (Dia)."
.


{54}  Al-Qamar (Bulan)
_________________________
  < Mekah >  < 55 ayat >


[1]
اِقْتَـرَبَتِ السَّاعَةُ وَا نْشَقَّ الْقَمَرُ
iqtarobatis-saa'atu wansyaqqol-qomar

"Waktunya semakin dekat, bulan pun terbelah."

[2]
وَاِ نْ يَّرَوْا اٰيَةً يُّعْرِضُوْا وَيَقُوْلُوْا سِحْرٌ مُّسْتَمِرٌّ
wa iy yarou aayatay yu'ridhuu wa yaquuluu sihrum mustamirr

"Dan jika mereka (orang-orang musyrikin) melihat suatu tanda (kebenaran), mereka<5> berpaling dan berkata, (Ini adalah) sihir yang terus-menerus."

[3]
وَكَذَّبُوْا وَا تَّبَعُوْۤا اَهْوَآءَهُمْ وَكُلُّ اَمْرٍ مُّسْتَقِرٌّ
wa kazzabuu wattaba'uuu ahwaaa`ahum wa kullu amrim mustaqirr

"Dan mereka<5> mendustakan (Muhammad) dan mengikuti keinginannya, padahal setiap urusan telah ada ketetapannya."

[4]
وَلَقَدْ جَآءَهُمْ مِّنَ الْاَنْۢبَآءِ مَا فِيْهِ مُزْدَجَرٌ ۙ 
wa laqod jaaa`ahum minal-ambaaa`i maa fiihi muzdajar

"Dan sungguh, telah datang kepada mereka<5> beberapa kisah yang di dalamnya terdapat ancaman (terhadap kekafiran),"

[5]
حِكْمَةٌ  ۢ بَا لِغَةٌ فَمَا تُغْنِ النُّذُرُ ۙ 
hikmatum baalighotun fa maa tughnin-nuzur

"(itulah) suatu Hikmah yang sempurna, tetapi peringatan-peringatan itu tidak berguna (bagi mereka),"

[6]
فَتَوَلَّ عَنْهُمْ ۘ يَوْمَ يَدْعُ الدَّاعِ اِلٰى شَيْءٍ نُّكُرٍ ۙ 
fa tawalla 'an-hum, yauma yad'ud-daa'i ilaa syai`in nukur

"maka berpalinglah engkau (Muhammad) dari mereka<5> pada hari (ketika) penyeru (malaikat) mengajak (mereka) kepada sesuatu yang tidak menyenangkan (hari kematiannya)."

[7]
خُشَّعًا اَبْصَارُهُمْ يَخْرُجُوْنَ مِنَ الْاَجْدَا ثِ كَاَ نَّهُمْ جَرَادٌ مُّنْتَشِرٌ ۙ 
khusysya'an abshooruhum yakhrujuuna minal-ajdaasi ka`annahum jaroodum muntasyir

"pandangan mereka<7> tertunduk, ketika mereka<7> keluar (dari kuburan), seakan-akan mereka belalang yang beterbangan,"

[8]
مُّهْطِعِيْنَ اِلَى الدَّاعِ ۗ يَقُوْلُ الْكٰفِرُوْنَ هٰذَا يَوْمٌ عَسِرٌ
muhthi'iina ilad-daa', yaquulul-kaafiruuna haazaa yaumun 'asir

"dengan patuh mereka segera datang kepada penyeru itu. Orang-orang kafir berkata, Ini adalah hari yang sulit."

[9]
كَذَّبَتْ قَبْلَهُمْ قَوْمُ نُوْحٍ فَكَذَّبُوْا عَبْدَنَا وَقَا لُوْا مَجْنُوْنٌ وَّازْدُجِرَ
kazzabat qoblahum qoumu nuuhin fa kazzabuu 'abdanaa wa qooluu majnuunuw wazdujir

"Sebelum mereka, kaum Nuh juga telah mendustakan (Rasul), maka mereka<5> mendustakan hamba Kami (Nuh) dan mengatakan, Dia orang gila! Lalu diusirnya dengan ancaman."

[10]
فَدَعَا رَبَّهٗۤ اَنِّيْ مَغْلُوْبٌ فَا نْـتَصِرْ
fa da'aa robbahuuu annii maghluubun fantashir

"Maka dia (Nuh) mengadu kepada Tuhannya, Sesungguhnya aku telah dikalahkan, maka tolonglah (aku)."

[11]
فَفَتَحْنَاۤ اَبْوَا بَ السَّمَآءِ بِمَآءٍ مُّنْهَمِرٍ ۖ 
fa fatahnaaa abwaabas-samaaa`i bimaaa`im mun-hamir

"Lalu Kami bukakan pintu-pintu langit dengan (menurunkan) air yang tercurah,"

[12]
وَّفَجَّرْنَا الْاَرْضَ عُيُوْنًا فَا لْتَقَى الْمَآءُ عَلٰۤى اَمْرٍ قَدْ قُدِرَ ۚ 
wa fajjarnal-ardho 'uyuunan faltaqol-maaa`u 'alaaa amring qod qudir

"dan Kami jadikan bumi menyemburkan mata air-mata air maka bertemulah (air-air) itu sehingga (meluap menimbulkan) keadaan (bencana) yang telah ditetapkan."

[13]
وَحَمَلْنٰهُ عَلٰى ذَا تِ اَلْوَاحٍ وَّدُسُرٍ ۙ 
wa hamalnaahu 'alaa zaati alwaahiw wa dusur

"Dan Kami angkut dia (Nuh) ke atas (kapal) yang terbuat dari papan dan pasak,"

[14]
تَجْرِيْ بِاَعْيُنِنَا ۚ جَزَآءً لِّمَنْ كَا نَ كُفِرَ
tajrii bi`a'yuninaa, jazaaa`al limang kaana kufir

"yang berlayar dengan pemeliharaan (pengawasan). Kami sebagai balasan bagi orang yang telah diingkari (kaumnya)."

[15]
وَلَقَدْ تَّرَكْنٰهَاۤ اٰيَةً فَهَلْ مِنْ مُّدَّكِرٍ
wa laqot taroknaahaaa aayatan fa hal mim muddakir

"Dan sungguh, kapal itu telah Kami jadikan sebagai tanda (pelajaran). Maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?"

[16]
فَكَيْفَ كَا نَ عَذَا بِيْ وَنُذُرِ
fa kaifa kaana 'azaabii wa nuzur

"Maka betapa dahsyatnya azab-Ku dan peringatan-Ku!"

[17]
وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْاٰنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُّدَّكِرٍ
wa laqod yassarnal-qur`aana liz-zikri fa hal mim muddakir

"Dan sungguh, telah Kami mudahkan Al-Qur'an untuk peringatan, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?"

[18]
كَذَّبَتْ عَادٌ فَكَيْفَ كَا نَ عَذَا بِيْ وَنُذُرِ
kazzabat 'aadun fa kaifa kaana 'azaabii wa nuzur

"Kaum 'Ad pun telah mendustakan. Maka betapa dahsyatnya azab-Ku dan peringatan-Ku!"

[19]
اِنَّاۤ اَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ رِيْحًا صَرْصَرًا فِيْ يَوْمِ نَحْسٍ مُّسْتَمِرٍّ ۙ 
innaaa arsalnaa 'alaihim riihan shorshoron fii yaumi nahsim mustamirr

"Sesungguhnya Kami telah mengembuskan angin yang sangat kencang kepada mereka<5> pada hari nahas yang terus-menerus,"

[20]
تَنْزِعُ النَّاسَ ۙ كَاَ نَّهُمْ اَعْجَازُ نَخْلٍ مُّنْقَعِرٍ
tanzi'un-naasa ka`annahum a'jaazu nakhlim mungqo'ir

"yang membuat manusia bergelimpangan, mereka bagaikan pohon-pohon kurma yang tumbang dengan akar-akarnya."

[21]
فَكَيْفَ كَا نَ عَذَا بِيْ وَنُذُرِ
fa kaifa kaana 'azaabii wa nuzur

"Maka betapa dahsyatnya azab-Ku dan peringatan-Ku!"

[22]
وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْاٰنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُّدَّكِرٍ
wa laqod yassarnal-qur`aana liz-zikri fa hal mim muddakir

"Dan sungguh, telah Kami mudahkan Al-Qur'an untuk peringatan, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?"

[23]
كَذَّبَتْ ثَمُوْدُ بِا لنُّذُرِ
kazzabas samuudu bin-nuzur

"Kaum Samud pun telah mendustakan peringatan itu."

[24]
فَقَا لُـوْۤا اَبَشَرًا مِّنَّا وَاحِدًا نَّتَّبِعُهٗۤ   ۙ اِنَّاۤ اِذًا لَّفِيْ ضَلٰلٍ وَّسُعُرٍ
fa qooluuu abasyarom minnaa waahidan nattabi'uhuuu innaaa izal lafii dholaaliw wa su'ur

"Maka mereka<5> berkata, Bagaimana kita akan mengikuti seorang manusia (biasa) di antara kita? Sungguh, kalau begitu kita benar-benar telah sesat dan gila."

[25]
ءَاُلْقِيَ الذِّكْرُ عَلَيْهِ مِنْۢ بَيْنِنَا بَلْ هُوَ كَذَّابٌ اَشِرٌ
a ulqiyaz-zikru 'alaihi mim baininaa bal huwa kazzaabun asyir

"Apakah wahyu itu diturunkan kepadanya di antara kita? Pastilah dia (Salih) seorang yang sangat pendusta (dan) sombong."

[26]
سَيَعْلَمُوْنَ غَدًا مَّنِ الْكَذَّابُ الْاَشِرُ
saya'lamuuna ghodam manil-kazzaabul-asyir

"Kelak mereka<7> akan mengetahui siapa yang sebenarnya sangat pendusta (dan) sombong itu."

[27]
اِنَّا مُرْسِلُوا النَّاقَةِ فِتْنَةً لَّهُمْ فَارْتَقِبْهُمْ وَاصْطَبِرْ ۖ 
innaa mursilun-naaqoti fitnatal lahum fartaqib-hum washthobir

"Sesungguhnya Kami akan mengirimkan unta betina sebagai cobaan bagi mereka, maka tunggulah mereka dan bersabarlah (Salih)."

[28]
وَنَبِّئْهُمْ اَنَّ الْمَآءَ قِسْمَةٌ ۢ بَيْنَهُمْ ۚ كُلُّ شِرْبٍ مُّحْتَضَرٌ
wa nabbi`hum annal-maaa`a qismatum bainahum, kullu syirbim muhtadhor

"Dan beritahukanlah kepada mereka bahwa air itu dibagi di antara mereka (dengan unta betina itu); setiap orang berhak mendapat giliran minum."

[29]
فَنَادَوْا صَاحِبَهُمْ فَتَعَا طٰى فَعَقَرَ
fa naadau shoohibahum fa ta'aathoo fa 'aqor

"Maka mereka memanggil kawannya, lalu dia menangkap (unta itu) dan memotongnya."

[30]
فَكَيْفَ كَا نَ عَذَا بِيْ وَنُذُرِ
fa kaifa kaana 'azaabii wa nuzur

"Maka betapa dahsyatnya azab-Ku dan peringatan-Ku!"

[31]
اِنَّاۤ اَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ صَيْحَةً وَّاحِدَةً فَكَا نُوْا كَهَشِيْمِ الْمُحْتَظِرِ
innaaa arsalnaa 'alaihim shoihataw waahidatan fa kaanuu kahasyiimil-muhtazhir

"Kami kirimkan atas mereka satu suara yang keras mengguntur, maka jadilah mereka seperti batang-batang kering yang lapuk."

[32]
وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْاٰنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُّدَّكِرٍ
wa laqod yassarnal-qur`aana liz-zikri fa hal mim muddakir

"Dan sungguh, telah Kami mudahkan Al-Qur'an untuk peringatan, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?"

[33]
كَذَّبَتْ قَوْمُ لُوْطٍ  بِۢا لنُّذُرِ
kazzabat qoumu luuthim bin-nuzur

"Kaum Luth pun telah mendustakan peringatan itu."

[34]
اِنَّاۤ اَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ حَاصِبًا اِلَّاۤ اٰلَ لُوْطٍ ۗ نَّجَّيْنٰهُمْ بِسَحَرٍ ۙ 
innaaa arsalnaa 'alaihim haashiban illaaa aala luuth, najjainaahum bisahar

"Sesungguhnya Kami kirimkan kepada mereka badai yang membawa batu-batu (yang menimpa mereka), kecuali keluarga Luth. Kami selamatkan mereka sebelum fajar menyingsing,"

[35]
نِّعْمَةً مِّنْ عِنْدِنَا ۗ كَذٰلِكَ نَجْزِيْ مَنْ شَكَرَ
ni'matam min 'indinaa, kazaalika najzii man syakar

"sebagai nikmat dari Kami. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang<5> yang bersyukur."

[36]
وَلَقَدْ اَنْذَرَهُمْ بَطْشَتَـنَا فَتَمَارَوْا بِا لنُّذُرِ
wa laqod anzarohum bathsyatanaa fa tamaarou bin-nuzur

"Dan sungguh, dia (Luth) telah memperingatkan mereka akan hukuman Kami, tetapi mereka<5> mendustakan peringatan-Ku."

[37]
وَلَقَدْ رَاوَدُوْهُ عَنْ ضَيْفِهٖ فَطَمَسْنَاۤ اَعْيُنَهُمْ فَذُوْقُوْا عَذَا بِيْ وَنُذُرِ
wa laqod roowaduuhu 'an dhoifihii fa thomasnaaa a'yunahum fa zuuquu 'azaabii wa nuzur

"Dan sungguh, mereka telah membujuknya (agar menyerahkan) tamunya (kepada mereka), lalu Kami butakan mata mereka, maka rasakanlah azab-Ku dan peringatanKu."

[38]
وَلَقَدْ صَبَّحَهُمْ بُكْرَةً عَذَا بٌ مُّسْتَقِرٌّ ۚ 
wa laqod shobbahahum bukrotan 'azaabum mustaqirr

"Dan sungguh, pada esok harinya mereka<7> benar-benar ditimpa azab yang tetap."

[39]
فَذُوْقُوْا عَذَا بِيْ وَنُذُرِ
fa zuuquu 'azaabii wa nuzur

"Maka rasakanlah azab-Ku dan peringatan-Ku!"

[40]
وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْاٰنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُّدَّكِرٍ
wa laqod yassarnal-qur`aana liz-zikri fa hal mim muddakir

"Dan sungguh, telah Kami mudahkan Al-Qur'an untuk peringatan, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?"

[41]
وَلَقَدْ جَآءَ اٰلَ فِرْعَوْنَ النُّذُرُ ۚ 
wa laqod jaaa`a aala fir'aunan-nuzur

"Dan sungguh, peringatan telah datang kepada keluarga Fir'aun."

[42]
كَذَّبُوْا بِاٰيٰتِنَا كُلِّهَا فَاَخَذْنٰهُمْ اَخْذَ عَزِيْزٍ مُّقْتَدِرٍ
kazzabuu bi`aayaatinaa kullihaa fa`akhoznaahum akhza 'aziizim muqtadir

"Mereka<5> mendustakan ayat-ayat (mukjizat-mukjizat) Kami semuanya, maka Kami azab mereka dengan azab dari Yang Maha Perkasa, Maha Kuasa."

[43]
اَكُفَّارُكُمْ خَيْرٌ مِّنْ اُولٰٓئِكُمْ اَمْ لَكُمْ بَرَآءَةٌ فِى الزُّبُرِ ۚ 
a kuffaarukum khoirum min ulaaa`ikum am lakum barooo`atun fiz-zubur

"Apakah orang-orang kafir di lingkunganmu (kaum musyrikin) lebih baik dari mereka, ataukah kamu telah mempunyai jaminan kebebasan (dari azab) dalam kitab-kitab terdahulu?"

[44]
اَمْ يَقُوْلُوْنَ نَحْنُ جَمِيْعٌ مُّنْتَصِرٌ
am yaquuluuna nahnu jamii'um muntashir

"Atau mereka<5> mengatakan, Kami ini golongan yang bersatu yang pasti menang."

[45]
سَيُهْزَمُ الْجَمْعُ وَيُوَلُّوْنَ الدُّبُرَ
sayuhzamul-jam'u wa yuwalluunad-dubur

"Golongan itu pasti akan dikalahkan dan mereka<5> akan mundur ke belakang."

[46]
بَلِ السَّاعَةُ مَوْعِدُهُمْ وَا لسَّاعَةُ اَدْهٰى وَاَ مَرُّ
balis-saa'atu mau'iduhum was-saa'atu ad-haa wa amarr

"Bahkan (hari Kiamat) itulah hari yang dijanjikan kepada mereka dan (hari Kiamat) itu lebih dahsyat dan lebih pahit."

[47]
اِنَّ الْمُجْرِمِيْنَ فِيْ ضَلٰلٍ وَّسُعُرٍ ۘ 
innal-mujrimiina fii dholaaliw wa su'ur

"Sungguh, orang-orang yang berdosa berada dalam kesesatan (di dunia) dan akan berada dalam neraka (di akhirat)."

[48]
يَوْمَ يُسْحَبُوْنَ فِى النَّارِ عَلٰى وُجُوْهِهِمْ ۗ ذُوْقُوْا مَسَّ سَقَرَ
yauma yus-habuuna fin-naari 'alaa wujuuhihim, zuuquu massa saqor

"Pada hari mereka<7> diseret ke neraka pada wajahnya. (Dikatakan kepada mereka), Rasakanlah sentuhan api neraka."

[49]
اِنَّا كُلَّ شَيْءٍ خَلَقْنٰهُ بِقَدَرٍ
innaa kulla syai`in kholaqnaahu biqodar

"Sungguh, Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran."

[50]
وَمَاۤ اَمْرُنَاۤ اِلَّا وَاحِدَةٌ كَلَمْحٍ بِۢا لْبَصَرِ
wa maaa amrunaaa illaa waahidatung kalam-him bil-bashor

"Dan perintah Kami hanyalah (dengan) satu perkataan seperti kejapan mata."

[51]
وَلَقَدْ اَهْلَـكْنَاۤ اَشْيَاعَكُمْ فَهَلْ مِنْ مُّدَّكِرٍ
wa laqod ahlaknaaa asy-yaa'akum fa hal mim muddakir

"Dan sungguh, telah Kami binasakan orang yang serupa dengan kamu (kekafirannya). Maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?"

[52]
وَكُلُّ شَيْءٍ فَعَلُوْهُ فِى الزُّبُرِ
wa kullu syai`in fa'aluuhu fiz-zubur

"Dan segala sesuatu yang telah mereka<5> perbuat tercatat dalam buku-buku catatan."

[53]
وَ كُلُّ صَغِيْرٍ وَّكَبِيْرٍ مُّسْتَطَرٌ
wa kullu shoghiiriw wa kabiirim mustathor

"Dan segala (sesuatu) yang kecil maupun yang besar (semuanya) tertulis."

[54]
اِنَّ الْمُتَّقِيْنَ فِيْ جَنّٰتٍ وَّنَهَرٍ ۙ 
innal-muttaqiina fii jannaatiw wa nahar

"Sungguh, orang-orang<7> yang bertakwa berada di taman-taman dan sungai-sungai,"

[55]
فِيْ مَقْعَدِ صِدْقٍ عِنْدَ مَلِيْكٍ مُّقْتَدِرٍ
fii maq'adi shidqin 'inda maliikim muqtadir

"di tempat yang disenangi di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa."
.


{55} Ar-Rahman (Yang Maha Pengasih)
_________________________________________
             < Mekah >      < 78 ayat >


[1]
اَلرَّحْمٰنُ ۙ 
ar-rohmaan

"(Allah) Yang Maha Pengasih,"

[2]*
عَلَّمَ الْقُرْاٰنَ ۗ 
'allamal-qur`aan

"Yang telah mengajarkan Al-Qur'an."

(Mengajarkan melalui PotensiNya yaitu Ruh<6>...., yang telah ditiupkanNya kepada semua insan-manusia)

[3]
خَلَقَ الْاِنْسَا نَ ۙ 
kholaqol-insaan

"Dia menciptakan insan-manusia."

[4]
عَلَّمَهُ الْبَيَا نَ
'allamahul-bayaan

"mengajarnya pandai berbicara.

[5]
اَلشَّمْسُ وَا لْقَمَرُ بِحُسْبَا نٍ ۙ 
asy-syamsu wal-qomaru bihusbaan

"Matahari dan bulan beredar menurut perhitungan,"

[6]
وَّالنَّجْمُ وَا لشَّجَرُ يَسْجُدٰنِ
wan-najmu wasy-syajaru yasjudaan

"dan tetumbuhan dan pepohonan, keduanya tunduk (kepadaNya)."

[7]
وَا لسَّمَآءَ رَفَعَهَا وَوَضَعَ الْمِيْزَا نَ ۙ 
was-samaaa`a rofa'ahaa wa wadho'al-miizaan

"Dan langit telah ditinggikan-Nya dan Dia ciptakan keseimbangan (di alam semesta ini),"

[8]
اَ لَّا تَطْغَوْا فِى الْمِيْزَا نِ
allaa tathghou fil-miizaan

"agar kamu jangan merusak keseimbangan itu."

[9]
وَاَ قِيْمُوا الْوَزْنَ بِا لْقِسْطِ وَلَا تُخْسِرُوا الْمِيْزَا نَ
wa aqiimul-wazna bil-qisthi wa laa tukhsirul-miizaan

"Dan tegakkanlah keseimbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi keseimbangan itu."

[10]
وَا لْاَرْضَ وَضَعَهَا لِلْاَنَا مِ ۙ 
wal-ardho wadho'ahaa lil-anaam

"Dan bumi telah dibentangkan-Nya untuk makhluk(-Nya).

[11]
فِيْهَا فَا كِهَةٌ وَّالنَّخْلُ ذَا تُ الْاَكْمَا مِ ۖ 
fiihaa faakihatuw wan-nakhlu zaatul-akmaam

"di dalamnya ada buah-buahan dan pohon kurma yang mempunyai kelopak mayang."

[12]
وَا لْحَبُّ ذُو الْعَصْفِ وَا لرَّيْحَا نُ ۚ 
wal-habbu zul-'ashfi war-roihaan

"dan biji-bijian yang berkulit dan bunga-bunga yang harum baunya."

[13]
فَبِاَيِّ اٰلَآ ءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ
fa bi`ayyi aalaaa`i robbikumaa tukazzibaan

"Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan."

[14]
خَلَقَ الْاِنْسَا نَ مِنْ صَلْصَا لٍ كَا لْفَخَّارِ ۙ 
kholaqol-insaana min sholshooling kal-fakhkhoor

"Dia menciptakan manusia dari tanah kering seperti tembikar."

[15]
وَخَلَقَ الْجَآ نَّ مِنْ مَّارِجٍ مِّنْ نَّارٍ ۚ 
wa kholaqol-jaaanna mim maarijim min naar

"dan Dia menciptakan jin dari nyala api tanpa asap."

[16]
فَبِاَيِّ اٰلَآ ءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ
fa bi`ayyi aalaaa`i robbikumaa tukazzibaan

"Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan."

[17]
رَبُّ الْمَشْرِقَيْنِ وَ رَبُّ الْمَغْرِبَيْنِ ۚ 
robbul-masyriqoini wa robbul-maghribaiin

"Tuhan (yang memelihara) dua timur dan Tuhan (yang memelihara) dua barat."

[18]
فَبِاَيِّ اٰلَآ ءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ
fa bi`ayyi aalaaa`i robbikumaa tukazzibaan

"Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan."

[19]
مَرَجَ الْبَحْرَيْنِ يَلْتَقِيٰنِ ۙ 
marojal-bahroini yaltaqiyaan

"Dia membiarkan dua laut mengalir yang (kemudian) keduanya bertemu,"

[20]
بَيْنَهُمَا بَرْزَخٌ لَّا يَبْغِيٰنِ ۚ 
bainahumaa barzakhul laa yabghiyaan

"di antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui oleh masing-masing."

[21]
فَبِاَيِّ اٰلَآ ءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ
fa bi`ayyi aalaaa`i robbikumaa tukazzibaan

"Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?"

[22]
يَخْرُجُ مِنْهُمَا اللُّـؤْلُـؤُ وَا لْمَرْجَا نُ ۚ 
yakhruju min-humal-lu`lu`u wal-marjaan

"Dari keduanya keluar mutiara dan marjan."

[23]
فَبِاَيِّ اٰلَآ ءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ
fa bi`ayyi aalaaa`i robbikumaa tukazzibaan

"Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?"

[24]
وَلَهُ الْجَوَارِ الْمُنْشَئٰتُ فِى الْبَحْرِ كَا لْاَعْلَا مِ ۚ 
wa lahul-jawaaril-munsya`aatu fil-bahri kal-a'laam

"Milik-Nyalah kapal-kapal yang berlayar di lautan bagaikan gunung-gunung."

[25]
فَبِاَيِّ اٰلَآ ءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ
fa bi`ayyi aalaaa`i robbikumaa tukazzibaan

"Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan."

[26]
كُلُّ مَنْ عَلَيْهَا فَا نٍ ۖ 
kullu man 'alaihaa faan

"Semua yang ada di bumi itu akan binasa."

[27]
وَّيَبْقٰى وَجْهُ رَبِّكَ ذُو الْجَلٰلِ وَا لْاِكْرَا مِ ۚ 
wa yabqoo waj-hu robbika zul-jalaali wal-ikroom

"Dan tetap kekal Wajah Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan."

[28]
فَبِاَيِّ اٰلَآ ءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ
fa bi`ayyi aalaaa`i robbikumaa tukazzibaan

"Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?"

[29]
يَسْئَـلُهٗ مَنْ فِى السَّمٰوٰتِ وَا لْاَرْضِ ۗ كُلَّ يَوْمٍ هُوَ فِيْ شَأْنٍ ۚ 
yas`aluhuu man fis-samaawaati wal-ardh, kulla yaumin huwa fii sya`n

"Apa yang di langit dan di bumi selalu meminta kepada-Nya. Setiap waktu Dia dalam kesibukan."

[30]
فَبِاَيِّ اٰلَآ ءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ
fa bi`ayyi aalaaa`i robbikumaa tukazzibaan

"Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?"

[31]
سَنَفْرُغُ لَـكُمْ اَيُّهَ الثَّقَلٰنِ ۚ 
sanafrughu lakum ayyuhas-saqolaan

"Kami akan memberi perhatian sepenuhnya kepadamu wahai (golongan) manusia dan jin!"

[32]
فَبِاَيِّ اٰلَآ ءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ
fa bi`ayyi aalaaa`i robbikumaa tukazzibaan

"Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?"

[33]
يٰمَعْشَرَ الْجِنِّ وَا لْاِنْسِ اِنِ اسْتَطَعْتُمْ اَنْ تَنْفُذُوْا مِنْ اَقْطَارِ السَّمٰوٰتِ وَا لْاَرْضِ فَا نْفُذُوْا ۗ لَا تَنْفُذُوْنَ اِلَّا بِسُلْطٰنٍ ۚ 
yaa ma'syarol-jinni wal-insi inistatho'tum an tanfuzuu min aqthooris-samaawaati wal-ardhi fanfuzuu, laa tanfuzuuna illaa bisulthoon

"Wahai golongan jin dan manusia! Jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka tembuslah. Kamu tidak akan mampu menembusnya kecuali dengan kekuatan (dari Allah)."

[34]
فَبِاَيِّ اٰلَآ ءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ
fa bi`ayyi aalaaa`i robbikumaa tukazzibaan

"Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?"

[35]
يُرْسَلُ عَلَيْكُمَا شُوَا ظٌ مِّنْ نَّارٍ ۙ وَّنُحَاسٌ فَلَا تَنْتَصِرٰنِ ۚ 
yursalu 'alaikumaa syuwaazhum min naariw wa nuhaasun fa laa tantashiroon

"Kepada kamu (jin dan manusia), akan dikirim nyala api dan cairan tembaga (panas) sehingga kamu tidak dapat menyelamatkan diri (darinya)."

[36]
فَبِاَيِّ اٰلَآ ءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ
fa bi`ayyi aalaaa`i robbikumaa tukazzibaan

"Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?"

[37]
فَاِذَا انْشَقَّتِ السَّمَآءُ فَكَا نَتْ وَرْدَةً كَا لدِّهَا نِ ۚ 
fa izansyaqqotis-samaaa`u fa kaanat wardatang kad-dihaan

"Maka apabila langit telah terbelah dan menjadi merah mawar seperti (kilauan) minyak."

[38]
فَبِاَيِّ اٰلَآ ءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ
fa bi`ayyi aalaaa`i robbikumaa tukazzibaan

"Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?"

[39]
فَيَوْمَئِذٍ لَّا يُسْئَـلُ عَنْ ذَنْبِۢهٖۤ اِنْسٌ وَّلَا جَآ نٌّ ۚ 
fa yauma`izil laa yus`alu 'an zambihiii insuw wa laa jaaann

"Maka pada hari itu manusia dan jin tidak ditanya tentang dosanya."

[40]
فَبِاَيِّ اٰلَآ ءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ
fa bi`ayyi aalaaa`i robbikumaa tukazzibaan

"Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?"

[41]
يُعْرَفُ الْمُجْرِمُوْنَ بِسِيْمٰهُمْ فَيُؤْخَذُ بِا لنَّوَاصِيْ وَ الْاَقْدَا مِ ۚ 
yu'roful-mujrimuuna bisiimaahum fa yu`khozu bin-nawaashii wal-aqdaam

"Orang-orang yang berdosa itu diketahui dengan tanda-tandanya, lalu direnggut ubun-ubun dan kakinya."

[42]
فَبِاَيِّ اٰلَآ ءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ
fa bi`ayyi aalaaa`i robbikumaa tukazzibaan

"Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?"

[43]
هٰذِهٖ جَهَنَّمُ الَّتِيْ يُكَذِّبُ بِهَا الْمُجْرِمُوْنَ ۘ 
haazihii jahannamullatii yukazzibu bihal-mujrimuun

"Inilah Neraka Jahanam yang didustakan oleh orang-orang yang berdosa."

[44]
يَطُوْفُوْنَ بَيْنَهَا وَبَيْنَ حَمِيْمٍ اٰنٍ ۚ 
yathuufuuna bainahaa wa baina hamiimin aan

"Mereka berkeliling di sana dan di antara air yang mendidih."

[45]
فَبِاَيِّ اٰلَآ ءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ
fa bi`ayyi aalaaa`i robbikumaa tukazzibaan

"Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?"

[46]*
وَلِمَنْ خَا فَ مَقَا مَ رَبِّهٖ جَنَّتٰنِ ۚ 
wa liman khoofa maqooma robbihii jannataan

"Dan bagi siapa yang takut akan saat menghadap Tuhannya ada dua surga."

Iqro' :
2 Surga: 1 ut. manusia dan 1 ut. jin.
Surga ini sudah ada saat ini...berada dilangit kedua dan diperuntukan bagi 'orang-orang yang telah diberi nikmat' (Al Fatihah 1:7), 'orang-orang yang mendahului masuk surga' (Al Waqi'ah 56:10)

[47]
فَبِاَيِّ اٰلَآ ءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ
fa bi`ayyi aalaaa`i robbikumaa tukazzibaan

"Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?"

[48]
ذَوَا تَاۤ اَفْنَا نٍ ۚ 
zawaataaa afnaan

"Kedua surga itu mempunyai aneka pepohonan dan buah-buahan."

[49]
فَبِاَيِّ اٰلَآ ءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ
fa bi`ayyi aalaaa`i robbikumaa tukazzibaan

"Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?"

[50]
فِيْهِمَا عَيْنٰنِ تَجْرِيٰنِ ۚ 
fiihimaa 'ainaani tajriyaan

"Di dalam kedua surga itu ada dua buah mata air yang memancar."

[51]
فَبِاَيِّ اٰلَآ ءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ
fa bi`ayyi aalaaa`i robbikumaa tukazzibaan

"Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?"

[52]
فِيْهِمَا مِنْ كُلِّ فَا كِهَةٍ زَوْجٰنِ ۚ 
fiihimaa ming kulli faakihatin zaujaan

"Di dalam kedua surga itu terdapat aneka buah-buahan yang berpasang-pasangan."

[53]
فَبِاَيِّ اٰلَآ ءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ
fa bi`ayyi aalaaa`i robbikumaa tukazzibaan

"Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?"

[54]
مُتَّكِــئِيْنَ عَلٰى فُرُشٍۢ بَطَآئِنُهَا مِنْ اِسْتَبْرَقٍ ۗ وَجَنَاالْجَـنَّتَيْنِ دَا نٍ ۚ 
muttaki`iina 'alaa furusyim bathooo`inuhaa min istabroq, wa janal-jannataini daan

"Mereka bersandar di atas permadani yang bagian dalamnya dari sutra tebal. Dan buah-buahan di kedua surga itu dapat (dipetik) dari dekat."

[55]
فَبِاَيِّ اٰلَآ ءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ
fa bi`ayyi aalaaa`i robbikumaa tukazzibaan

"Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?"

[56]
فِيْهِنَّ قٰصِرٰتُ الطَّرْفِ ۙ لَمْ يَطْمِثْهُنَّ اِنْسٌ قَبْلَهُمْ وَلَا جَآ نٌّ ۚ 
fiihinna qooshirootuth-thorfi lam yathmis-hunna insung qoblahum wa laa jaaann

"Di dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang membatasi pandangan, yang tidak pernah disentuh oleh manusia maupun jin sebelumnya."

[57]
فَبِاَيِّ اٰلَآ ءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ
fa bi`ayyi aalaaa`i robbikumaa tukazzibaan

"Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?"

[58]
كَاَ نَّهُنَّ الْيَا قُوْتُ وَا لْمَرْجَا نُ ۚ 
ka`annahunnal-yaaquutu wal-marjaan

"Seakan-akan mereka itu permata yakut dan marjan."

[59]
فَبِاَيِّ اٰلَآ ءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ
fa bi`ayyi aalaaa`i robbikumaa tukazzibaan

"Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?"

[60]
هَلْ جَزَآءُ الْاِحْسَا نِ اِلَّا الْاِحْسَا نُ ۚ 
hal jazaaa`ul-ihsaani illal-ihsaan

"Tidak ada balasan untuk kebaikan selain kebaikan (pula)."

[61]
فَبِاَيِّ اٰلَآ ءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ
fa bi`ayyi aalaaa`i robbikumaa tukazzibaan

"Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?"

[62]*
وَمِنْ دُوْنِهِمَا جَنَّتٰنِ ۚ 
wa min duunihimaa jannataan

"Dan selain dari dua surga itu ada dua surga lagi."

Iqro' :
2 surga lagi: 1 ut. manusia & 1 ut. jin.
Karena kasih Allah...surga II ini diadakanNya...., Allah masih memberi kesempatan kepada diri manusia yang tidak mampu meraih surga I untuk meraih surga II melalui penyisihan di Hari Kiamat....menjadi golongan kanan (Al Waqiah 56:8).

[63]
فَبِاَيِّ اٰلَآ ءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ
fa bi`ayyi aalaaa`i robbikumaa tukazzibaan

"Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?"

[64]
مُدْهَآ مَّتٰنِ ۚ 
mud-haaammataan

"Kedua surga itu (kelihatan) hijau tua warnanya."

[65]
فَبِاَيِّ اٰلَآ ءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ
fa bi`ayyi aalaaa`i robbikumaa tukazzibaan

"Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?"

[66]
فِيْهِمَا عَيْنٰنِ نَضَّاخَتٰنِ ۚ 
fiihimaa 'ainaani nadhdhookhotaan

"Di dalam keduanya (surga itu) ada dua buah mata air yang memancar."

[67]
فَبِاَيِّ اٰلَآ ءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ
fa bi`ayyi aalaaa`i robbikumaa tukazzibaan

"Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?"

[68]
فِيْهِمَا فَا كِهَةٌ وَّنَخْلٌ وَّرُمَّانٌ ۚ 
fiihimaa faakihatuw wa nakhluw wa rummaan

"Di dalam kedua surga itu ada buah-buahan, kurma, dan delima."

[69]
فَبِاَيِّ اٰلَآ ءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ
fa bi`ayyi aalaaa`i robbikumaa tukazzibaan

"Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?"

[70]
فِيْهِنَّ خَيْرٰتٌ حِسَا نٌ ۚ 
fiihinna khoirootun hisaan

"Di dalam surga-surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik dan jelita."

[71]
فَبِاَيِّ اٰلَآ ءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ
fa bi`ayyi aalaaa`i robbikumaa tukazzibaan

"Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?"

[72]
حُوْرٌ مَّقْصُوْرٰتٌ فِى الْخِيَا مِ ۚ 
huurum maqshuurootun fil-khiyaam

"Bidadari-bidadari yang dipelihara di dalam kemah-kemah."

[73]
فَبِاَيِّ اٰلَآ ءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ
fa bi`ayyi aalaaa`i robbikumaa tukazzibaan

"Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?"

[74]

لَمْ يَطْمِثْهُنَّ اِنْسٌ قَبْلَهُمْ وَلَا جَآ نٌّ ۚ 
lam yathmis-hunna insung qoblahum wa laa jaaann

"Mereka sebelumnya tidak pernah disentuh oleh manusia maupun oleh jin."

[75]
فَبِاَيِّ اٰلَآ ءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ
fa bi`ayyi aalaaa`i robbikumaa tukazzibaan

"Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?"

[76]
مُتَّكِـئِيْنَ عَلٰى رَفْرَفٍ خُضْرٍ وَّعَبْقَرِيٍّ حِسَا نٍ ۚ 
muttaki`iina 'alaa rofrofin khudhriw wa 'abqoriyyin hisaan

"Mereka bersandar pada bantal-bantal yang hijau dan permadani-permadani yang indah."

[77]
فَبِاَيِّ اٰلَآ ءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ
fa bi`ayyi aalaaa`i robbikumaa tukazzibaan

"Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?"

[78]
تَبٰـرَكَ اسْمُ رَبِّكَ ذِى الْجَـلٰلِ وَا لْاِكْرَا مِ
tabaarokasmu robbika zil-jalaali wal-ikroom

"Maha Suci nama Tuhanmu Pemilik Keagungan dan Kemuliaan."
.


{56} Al-Waqi'ah (Hari Kiamat)
________________________________
       < Mekah >   < 96 ayat >


[1]
اِذَا وَقَعَتِ الْوَا قِعَةُ ۙ 
izaa waqo'atil-waaqi'ah

"Apabila terjadi hari Kiamat,"

[2]
لَيْسَ لِـوَقْعَتِهَا كَاذِبَةٌ ۘ 
laisa liwaq'atihaa kaazibah

"terjadinya tidak dapat didustakan (disangkal)."

[3]
خَا فِضَةٌ رَّافِعَةٌ ۙ 
khoofidhotur roofi'ah

"(Kejadian itu) merendahkan (satu golongan) dan meninggikan (golongan yang lain)."

[4]
اِذَا رُجَّتِ الْاَرْضُ رَجًّا ۙ 
izaa rujjatil-ardhu rojjaa

"Apabila bumi diguncangkan sedahsyat-dahsyatnya."

[5]
وَّبُسَّتِ الْجِبَا لُ بَسًّا ۙ 
wa bussatil-jibaalu bassaa

"dan gunung-gunung dihancurluluhkan sehancur-hancurnya,"

[6]
فَكَا نَتْ هَبَآءً مُّنْۢبَـثًّا ۙ 
fa kaanat habaaa`am mumbassaa

"maka jadilah ia debu yang beterbangan,"

[7]*
وَّكُنْـتُمْ اَزْوَاجًا ثَلٰـثَـةً ۗ 
wa kuntum azwaajan salaasah

"dan kamu menjadi tiga golongan."

[8]*
فَاَصْحٰبُ الْمَيْمَنَةِ ۙ مَاۤ اَصْحٰبُ الْمَيْمَنَةِ ۗ 
fa ash-haabul-maimanati maaa ash-haabul-maimanah

"yaitu golongan kanan, alangkah mulianya golongan kanan itu,"

[9]
وَاَصْحٰبُ الْمَشْئَـمَةِ ۙ مَاۤ اَصْحٰبُ الْمَشْئَـمَةِ ۗ 
wa ash-haabul-masy`amati maaa ash-haabul-masy`amah

"dan golongan kiri, alangkah sengsaranya golongan kiri itu,"

[10]*
وَا لسّٰبِقُوْنَ السّٰبِقُوْنَ ۙ 
was-saabiquunas-saabiquun

"dan orang-orang<7> yang telah mendahului (masuk surga...., surga I > 55:46)

[11]
اُولٰٓئِكَ الْمُقَرَّبُوْنَ ۚ 
ulaaa`ikal-muqorrobuun

"mereka<7> itulah orang yang dekat (kepada Allah),"

[12]
فِيْ جَنّٰتِ النَّعِيْمِ
fii jannaatin-na'iim

"berada dalam surga kenikmatan."

[13]
ثُلَّةٌ مِّنَ الْاَوَّلِيْنَ ۙ 
sullatum minal-awwaliin

"segolongan besar dari orang-orang<7> yang terdahulu."

[14]
وَقَلِيْلٌ مِّنَ الْاٰخِرِيْنَ ۗ 
wa qoliilum minal-aakhiriin

"dan segolongan kecil dari orang-orang<7>  yang kemudian."

[15]
عَلٰى سُرُرٍ مَّوْضُوْنَةٍ ۙ 
'alaa sururim maudhuunah

"mereka<7> berada di atas dipan-dipan yang bertahtakan emas dan permata,"

[16]
مُّتَّكِــئِيْنَ عَلَيْهَا مُتَقٰبِلِيْنَ
muttaki`iina 'alaihaa mutaqoobiliin

"mereka<7> bersandar di atasnya berhadap-hadapan."

[17]
يَطُوْفُ عَلَيْهِمْ وِلْدَا نٌ مُّخَلَّدُوْنَ ۙ 
yathuufu 'alaihim wildaanum mukholladuun

"Mereka<7> dikelilingi oleh anak-anak muda yang tetap muda,"

[18]
بِاَ كْوَا بٍ وَّاَبَارِيْقَ ۙ وَكَأْسٍ مِّنْ مَّعِيْنٍ ۙ 
bi`akwaabiw wa abaariiqo wa ka`sim mim ma'iin

"dengan membawa gelas, cerek, dan sloki (piala) berisi minuman yang diambil dari air yang mengalir,"

[19]
لَّا يُصَدَّعُوْنَ عَنْهَا وَلَا يُنْزِفُوْنَ ۙ 
laa yushodda'uuna 'an-haa wa laa yunzifuun

"mereka<7> tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk,"

[20]
وَفَا كِهَةٍ مِّمَّا يَتَخَيَّرُوْنَ ۙ 
wa faakihatim mimmaa yatakhoyyaruun

"dan buah-buahan apa pun yang mereka<7> pilih,"

[21]
وَلَحْمِ طَيْرٍ مِّمَّا يَشْتَهُوْنَ ۗ 
wa lahmi thoirim mimmaa yasytahuun

"dan daging burung apa pun yang mereka<7> inginkan."

[22]
وَحُوْرٌ عِيْنٌ ۙ 
wa huurun 'iin

"dan ada bidadari-bidadari yang bermata indah,"

[23]
كَاَ مْثَا لِ اللُّـؤْلُـوٴِالْمَكْنُوْنِ ۚ 
ka`amsaalil-lu`lu`il-maknuun

"laksana mutiara yang tersimpan baik."

[24]
جَزَآءً بِۢمَا كَا نُوْا يَعْمَلُوْنَ
jazaaa`am bimaa kaanuu ya'maluun

"Sebagai balasan atas apa yang mereka<5> kerjakan (sewaktu didunia)."

[25]
لَا يَسْمَعُوْنَ فِيْهَا لَغْوًا وَّلَا تَأْثِيْمًا ۙ 
laa yasma'uuna fiihaa laghwaw wa laa ta`siimaa

"Di sana mereka tidak mendengar percakapan yang sia-sia maupun yang menimbulkan dosa,"

[26]
اِلَّا قِيْلًا سَلٰمًا سَلٰمًا
illaa qiilan salaaman salaamaa

"tetapi mereka mendengar ucapan salam."

[27]*
وَاَصْحٰبُ الْيَمِيْنِ ۙ مَاۤ اَصْحٰبُ الْيَمِيْنِ ۗ 
wa ash-haabul-yamiini maaa ash-haabul-yamiin

"Dan golongan kanan, alangkah mulianya golongan kanan itu."

[28]
فِيْ سِدْرٍ مَّخْضُوْدٍ ۙ 
fii sidrim makhdhuud

"(Mereka) berada di antara pohon bidara yang tidak berduri."

[29]
وَّطَلْحٍ مَّنْضُوْدٍ ۙ 
wa thol-him mandhuud

"dan pohon pisang yang bersusun-susun (buahnya),"

[30]
وَّظِلٍّ مَّمْدُوْدٍ ۙ 
wa zhillim mamduud

"dan naungan yang terbentang luas."

[31]
وَّ مَآءٍ مَّسْكُوْبٍ ۙ 
wa maaa`im maskuub

"dan air yang mengalir terus-menerus,"

[32]
وَّفَا كِهَةٍ كَثِيْرَةٍ ۙ 
wa faakihating kasiiroh

"dan buah-buahan yang banyak."

[33]
لَّا مَقْطُوْعَةٍ وَّلَا مَمْنُوْعَةٍ ۙ 
laa maqthuu'atiw wa laa mamnuu'ah

"yang tidak berhenti berbuah dan tidak terlarang mengambilnya,"

[34]
وَّ فُرُشٍ مَّرْفُوْعَةٍ ۗ 
wa furusyim marfuu'ah

"dan kasur-kasur yang tebal lagi empuk."

[35]
اِنَّاۤ اَنْشَأْنٰهُنَّ اِنْشَآءً ۙ 
innaaa ansya`naahunna insyaaa`aa

"Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari itu) secara langsung,

[36]
فَجَعَلْنٰهُنَّ اَبْكَارًا ۙ 
fa ja'alnaahunna abkaaroo

"lalu Kami jadikan mereka perawan-perawan,"

[37]
عُرُبًا اَتْرَا بًا ۙ 
'uruban atroobaa

"yang penuh cinta (dan) sebaya umurnya,"

[38]
لِّاَصْحٰبِ الْيَمِيْنِ ۗ 
li`ash-haabil-yamiin

"untuk golongan kanan,"

[39]
ثُلَّةٌ مِّنَ الْاَوَّلِيْنَ ۙ 
sullatum minal-awwaliin

"segolongan besar dari orang-orang<7> yang terdahulu,"

[40]
وَثُلَّةٌ مِّنَ الْاٰخِرِيْنَ ۗ 
wa sullatum minal-aakhiriin

"dan segolongan besar pula dari orang<7> yang kemudian."

[41]
وَاَصْحٰبُ الشِّمَا لِ ۙ مَاۤ اَصْحٰبُ الشِّمَا لِ ۗ 
wa ash-haabusy-syimaali maaa ash-haabusy-syimaal

"Dan golongan kiri, alangkah sengsaranya golongan kiri itu."

[42]
فِيْ سَمُوْمٍ وَّحَمِيْمٍ ۙ 
fii samuumiw wa hamiim

"(Mereka) dalam siksaan angin yang sangat panas dan air yang mendidih."

[43]
وَّظِلٍّ مِّنْ يَّحْمُوْمٍ ۙ 
wa zhillim miy yahmuum

"dan naungan asap yang hitam,"

[44]
لَّا بَارِدٍ وَّلَا كَرِيْمٍ
laa baaridiw wa laa kariim

"tidak sejuk dan tidak menyenangkan."

[45]
اِنَّهُمْ كَا نُوْا قَبْلَ ذٰلِكَ مُتْرَفِيْنَ ۚ 
innahum kaanuu qobla zaalika mutrofiin

"Sesungguhnya mereka<7> sebelum itu (dahulu) hidup bermewah-mewah (didunia),"

[46]
وَكَا نُوْا يُصِرُّوْنَ عَلَى الْحِنْثِ الْعَظِيْمِ ۚ 
wa kaanuu yushirruuna 'alal-hinsil-'azhiim

"dan mereka<5> terus-menerus mengerjakan dosa yang besar."

[47]
وَكَا نُوْا يَقُوْلُوْنَ ۙ اَئِذَا مِتْنَا وَكُنَّا تُرَا بًا وَّعِظَا مًا ءَاِنَّا لَمَبْعُوْثُوْنَ ۙ 
wa kaanuu yaquuluuna a izaa mitnaa wa kunnaa turoobaw wa 'izhooman a innaa lamab'uusuun

"dan mereka<5> berkata, Apabila kami sudah mati, menjadi tanah dan tulang-belulang, apakah kami benar-benar akan dibangkitkan kembali?"

[48]
اَوَاٰ بَآ ؤُنَا الْاَوَّلُوْنَ
a wa aabaaa`unal-awwaluun

"Apakah nenek moyang kami yang terdahulu (dibangkitkan pula)?"

[49]
قُلْ اِنَّ الْاَوَّلِيْنَ وَا لْاٰخِرِيْنَ ۙ 
qul innal-awwaliina wal-aakhiriin

"Katakanlah, (Ya), sesungguhnya orang-orang yang terdahulu dan yang kemudian,"

[50]
لَمَجْمُوْعُوْنَ ۙ اِلٰى مِيْقَا تِ يَوْمٍ مَّعْلُوْمٍ
lamajmuu'uuna ilaa miiqooti yaumim ma'luum

"pasti semua akan dikumpulkan pada waktu tertentu, pada hari yang sudah dimaklumi."

[51]
ثُمَّ اِنَّكُمْ اَيُّهَا الضَّآ لُّوْنَ الْمُكَذِّبُوْنَ ۙ 
summa innakum ayyuhadh-dhooolluunal-mukazzibuun

"Kemudian sesungguhnya kamu, wahai orang-orang yang sesat lagi mendustakan!."

[52]
لَاٰ كِلُوْنَ مِنْ شَجَرٍ مِّنْ زَقُّوْمٍ ۙ 
la`aakiluuna min syajarim min zaqquum

"Pasti akan memakan pohon zaqqum,"

[53]
فَمٰلِـئُوْنَ مِنْهَا الْبُطُوْنَ ۚ 
fa maali`uuna min-hal-buthuun

"maka akan penuh perutmu dengannya."

[54]
فَشٰرِبُوْنَ عَلَيْهِ مِنَ الْحَمِيْمِ ۚ 
fa syaaribuuna 'alaihi minal-hamiim

"Setelah itu kamu<7> akan meminum air yang sangat panas."

[55]
فَشٰرِبُوْنَ شُرْبَ الْهِيْمِ ۗ 
fa syaaribuuna syurbal-hiim

"Maka kamu<7> minum seperti unta (yang sangat haus) minum."

[56]
هٰذَا نُزُلُهُمْ يَوْمَ الدِّيْنِ ۗ 
haazaa nuzuluhum yaumad-diin

"Itulah hidangan untuk mereka<7> pada hari-agama."

[57]
نَحْنُ خَلَقْنٰكُمْ فَلَوْلَا تُصَدِّقُوْنَ
nahnu kholaqnaakum falau laa tushoddiquun

"Kami telah menciptakan kamu, mengapa kamu tidak membenarkan (hari berbangkit)

[58]
اَفَرَءَيْتُمْ مَّا تُمْنُوْنَ ۗ 
a fa ro`aitum maa tumnuun

"Maka adakah kamu<5> perhatikan, tentang (benih manusia) yang kamu pancarkan."

[59]
ءَاَنْتُمْ تَخْلُقُوْنَهٗۤ اَمْ نَحْنُ الْخٰلِقُوْنَ
a antum takhluquunahuuu am nahnul-khooliquun

"Kamukah yang menciptakannya, ataukah Kami yang menciptakan?."

[60]
نَحْنُ قَدَّرْنَا بَيْنَكُمُ الْمَوْتَ وَمَا نَحْنُ بِمَسْبُوْقِيْنَ ۙ 
nahnu qoddarnaa bainakumul-mauta wa maa nahnu bimasbuuqiin

"Kami telah menentukan kematian masing-masing kamu dan Kami tidak lemah,"

[61]
عَلٰۤى اَنْ نُّبَدِّلَ اَمْثَا لَـكُمْ وَنُـنْشِئَكُمْ فِيْ مَا لَا تَعْلَمُوْنَ
'alaaa an nubaddila amsaalakum wa nunsyi`akum fii maa laa ta'lamuun

"untuk menggantikan kamu dengan orang-orang yang seperti kamu (di dunia) dan membangkitkan kamu<7> kelak (di akhirat) dalam keadaan yang tidak kamu<5> ketahui."

[62]
وَلَـقَدْ عَلِمْتُمُ النَّشْاَةَ الْاُوْلٰى فَلَوْلَا تَذَكَّرُوْنَ
wa laqod 'alimtumun-nasy`atal-uulaa falau laa tazakkaruun

"Dan sungguh, kamu telah tahu penciptaan yang pertama, mengapa kamu tidak mengambil pelajaran."

[63]
اَفَرَءَيْتُمْ مَّا تَحْرُثُوْنَ ۗ 
a fa ro`aitum maa tahrusuun

"Pernahkah kamu perhatikan benih yang kamu tanam?."

[64]
ءَاَنْتُمْ تَزْرَعُوْنَهٗۤ اَمْ نَحْنُ الزّٰرِعُوْنَ
a antum tazro'uunahuuu am nahnuz-zaari'uun

"Kamukah yang menumbuhkannya ataukah Kami yang menumbuhkannya?."

[65]
لَوْ نَشَآءُ لَجَـعَلْنٰهُ حُطَا مًا فَظَلْتُمْ تَفَكَّهُوْنَ
lau nasyaaa`u laja'alnaahu huthooman fa zholtum tafakkahuun

"Sekiranya Kami kehendaki, niscaya Kami hancurkan sampai lumat; maka kamu akan heran tercengang,"

[66]
اِنَّا لَمُغْرَمُوْنَ ۙ 
innaa lamughromuun

"(sambil berkata), Sungguh, kami benar-benar menderita kerugian,"

[67]
بَلْ نَحْنُ مَحْرُوْمُوْنَ
bal nahnu mahruumuun

"bahkan kami tidak mendapat hasil apa pun.

[68]
اَفَرَءَيْتُمُ الْمَآءَ الَّذِيْ تَشْرَبُوْنَ ۗ 
a fa ro`aitumul-maaa`allazii tasyrobuun

"Pernahkah kamu memperhatikan air yang kamu minum?."

[69]
ءَاَنْـتُمْ اَنْزَلْـتُمُوْهُ مِنَ الْمُزْنِ اَمْ نَحْنُ الْمُنْزِلُوْنَ
a antum anzaltumuuhu minal-muzni am nahnul-munziluun

"Kamukah yang menurunkannya dari awan ataukah Kami yang menurunkan?"

[70]
لَوْ نَشَآءُ جَعَلْنٰهُ اُجَاجًا فَلَوْلَا تَشْكُرُوْنَ
lau nasyaaa`u ja'alnaahu ujaajan falau laa tasykuruun

"Sekiranya Kami menghendaki, niscaya Kami menjadikannya asin, mengapa kamu tidak bersyukur?"

[71]
اَفَرَءَيْتُمُ النَّارَ الَّتِيْ تُوْرُوْنَ ۗ 
a fa ro`aitumun-naarollatii tuuruun

"Maka pernahkah kamu memperhatikan tentang api yang kamu nyalakan (dengan kayu)?"

[72]
ءَاَنْتُمْ اَنْشَأْتُمْ شَجَرَتَهَاۤ اَمْ نَحْنُ الْمُنْشِئُـوْنَ
a antum ansya`tum syajarotahaaa am nahnul-munsyi`uun

"Kamukah yang menumbuhkan kayu itu ataukah Kami yang menumbuhkan?."

[73]
نَحْنُ جَعَلْنٰهَا تَذْكِرَةً وَّمَتَاعًا لِّلْمُقْوِيْنَ ۚ 
nahnu ja'alnaahaa tazkirotaw wa mataa'al lil-muqwiin

"Kami menjadikannya (api itu) untuk peringatan dan bahan yang berguna bagi musafir."

[74]
فَسَبِّحْ بِاسْمِ رَبِّكَ الْعَظِيْمِ
fa sabbih bismi robbikal-'azhiim

"Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Maha Besar."

[75]
فَلَاۤ اُقْسِمُ بِمَوٰقِعِ النُّجُوْمِ ۙ ‏
fa laaa uqsimu bimawaaqi'in-nujuum

"Lalu Aku bersumpah dengan tempat beredarnya bintang-bintang."

[76]
وَاِ نَّهٗ لَقَسَمٌ لَّوْ تَعْلَمُوْنَ عَظِيْمٌ ۙ 
wa innahuu laqosamul lau ta'lamuuna 'azhiim

"Dan sesungguhnya itu benar-benar sumpah yang besar sekiranya kamu mengetahui."

[77]
اِنَّهٗ لَـقُرْاٰنٌ كَرِيْمٌ ۙ 
innahuu laqur`aanung kariim

"dan (ini) sesungguhnya Al-Qur'an yang sangat mulia,"

[78]
فِيْ كِتٰبٍ مَّكْنُوْنٍ ۙ 
fii kitaabim maknuun

"dalam Kitab yang terpelihara (Lauh Mahfuz),"

[79]
لَّا يَمَسُّهٗۤ اِلَّا الْمُطَهَّرُوْنَ ۗ 
laa yamassuhuuu illal-muthohharuun

"tidak ada yang menyentuhnya selain hamba-hamba yang disucikan."

[80]
تَنْزِيْلٌ مِّنْ رَّبِّ الْعٰلَمِيْنَ
tanziilum mir robbil-'aalamiin

"Diturunkan dari Tuhan seluruh alam."

[81]
اَفَبِهٰذَا الْحَـدِيْثِ اَنْتُمْ مُّدْهِنُوْنَ ۙ 
a fa bihaazal-hadiisi antum mud-hinuun

"Apakah kamu<5> menganggap remeh berita ini (Al-Qur'an)?"

[82]
وَتَجْعَلُوْنَ رِزْقَكُمْ اَنَّكُمْ تُكَذِّبُوْنَ
wa taj'aluuna rizqokum annakum tukazzibuun

"Dan kamu<5> menjadikan rezeki yang kamu terima (dari Allah) justru untuk mendustakan(-Nya)."

[83]
فَلَوْلَاۤ اِذَا بَلَغَتِ الْحُـلْقُوْمَ ۙ 
falau laaa izaa balaghotil-hulquum

"Maka kalau begitu mengapa (tidak mencegah) ketika (nyawa) telah sampai di kerongkongan,"

[84]
وَاَ نْتُمْ حِيْنَئِذٍ تَـنْظُرُوْنَ ۙ 
wa antum hiina`izin tanzhuruun

"dan kamu<5> ketika itu melihat,"

[85]
وَنَحْنُ اَقْرَبُ اِلَيْهِ مِنْكُمْ وَلٰـكِنْ لَّا تُبْصِرُوْنَ
wa nahnu aqrobu ilaihi mingkum wa laakil laa tubshiruun

"dan Kami lebih dekat kepadanya daripada kamu, tetapi kamu<5> tidak melihat."

[86]
فَلَوْلَاۤ اِنْ كُنْتُمْ غَيْرَ مَدِيْنِيْنَ ۙ 
falau laaa ing kuntum ghoiro madiiniin

"maka mengapa jika kamu<5> memang tidak dikuasai (oleh Allah),"

[87]
تَرْجِعُوْنَهَاۤ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ
tarji'uunahaaa ing kuntum shoodiqiin

"kamu<5> tidak mengembalikannya (nyawa itu) jika kamu orang yang benar?"

[88]
فَاَ مَّاۤ اِنْ كَا نَ مِنَ الْمُقَرَّبِيْنَ ۙ 
fa ammaaa ing kaana minal-muqorrobiin

"Jika dia<5> itu termasuk yang didekatkan (kepada Allah)."

[89]
فَرَوْحٌ وَّ رَيْحَا نٌ ۙ وَّجَنَّتُ نَعِيْمٍ
fa rouhuw wa roihaanuw wa jannatu na'iim

"maka dia<7> memperoleh ketenteraman dan rezeki serta surga (yang penuh) kenikmatan."

[90]
وَاَ مَّاۤ اِنْ كَا نَ مِنْ اَصْحٰبِ الْيَمِيْنِ ۙ 
wa ammaaa ing kaana min ash-haabil-yamiin

"Dan adapun jika dia<5> termasuk golongan kanan."

[91]
فَسَلٰمٌ لَّكَ مِنْ اَصْحٰبِ الْيَمِيْنِ ۗ 
fa salaamul laka min ash-haabil-yamiin

"maka, Salam bagimu<7> (wahai) dari golongan kanan!. (sambut malaikat)

[92]
وَاَ مَّاۤ اِنْ كَا نَ مِنَ الْمُكَذِّبِيْنَ الضَّآ لِّيْنَ ۙ 
wa ammaaa ing kaana minal-mukazzibiinadh-dhooolliin

"Dan adapun jika dia<5> termasuk golongan orang yang mendustakan dan sesat,"

[93]
فَنُزُلٌ مِّنْ حَمِيْمٍ ۙ 
fa nuzulum min hamiim

"maka dia<7> disambut siraman air yang mendidih,"

[94]
وَّتَصْلِيَةُ جَحِيْمٍ
wa tashliyatu jahiim

"dan dibakar di dalam neraka."

[95]
اِنَّ هٰذَا لَهُوَ حَقُّ الْيَـقِيْنِ ۚ 
inna haazaa lahuwa haqqul-yaqiin

"Sungguh, inilah keyakinan yang benar."

[96]
فَسَبِّحْ بِاسْمِ رَبِّكَ الْعَظِيْمِ
fa sabbih bismi robbikal-'azhiim

"Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Maha Besar."
.


{57}  Al-Hadid  ( Besi )
_________________________
 < Madinah > < 29 ayat >


[1]
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَا لْاَرْضِ ۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
sabbaha lillaahi maa fis-samaawaati wal-ardh, wa huwal-'aziizul-hakiim

"Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana."

[2]
لَهٗ مُلْكُ السَّمٰوٰتِ وَا لْاَرْضِ ۚ يُحْيٖ وَيُمِيْتُ ۚ وَهُوَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
lahuu mulkus-samaawaati wal-ardh, yuhyii wa yumiit, wa huwa 'alaa kulli syai`ing qodiir

"Milik-Nyalah kerajaan langit dan bumi, Dia menghidupkan dan mematikan dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu."

[3]
هُوَ الْاَوَّلُ وَا لْاٰخِرُ وَا لظَّاهِرُ وَا لْبَا طِنُ ۚ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ
huwal-awwalu wal-aakhiru wazh-zhoohiru wal-baathin, wa huwa bikulli syai`in 'aliim

"Dialah Yang Awal, Yang Akhir, Yang Zahir, dan Yang Batin; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu."

[4]*
هُوَ الَّذِيْ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَا لْاَرْضَ فِيْ سِتَّةِ اَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوٰى عَلَى الْعَرْشِ ۗ يَعْلَمُ مَا يَلِجُ فِى الْاَرْضِ وَمَا يَخْرُجُ مِنْهَا وَمَا يَنْزِلُ مِنَ السَّمَآءِ وَمَا يَعْرُجُ فِيْهَا ۗ وَهُوَ مَعَكُمْ اَيْنَ مَا كُنْتُمْ ۗ وَا للّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ بَصِيْرٌ
huwallazii kholaqos-samaawaati wal-ardho fii sittati ayyaamin summastawaa 'alal-'arsy, ya'lamu maa yaliju fil-ardhi wa maa yakhruju min-haa wa maa yanzilu minas-samaaa`i wa maa ya'ruju fiihaa, wa huwa ma'akum aina maa kuntum, wallohu bimaa ta'maluuna bashiir

"Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa; kemudian Dia bersemayam di atas `Arsy. Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi dan apa yang keluar dari dalamnya, apa yang turun dari langit dan apa yang naik ke sana.
Dan Dia bersama kamu<5> di mana saja kamu<5> berada, dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan."

[5]
لَهٗ مُلْكُ السَّمٰوٰتِ وَا لْاَرْضِ ۗ وَاِ لَى اللّٰهِ تُرْجَعُ الْاُمُوْرُ
lahuu mulkus-samaawaati wal-ardh, wa ilallohi turja'ul-umuur

"Milik-Nyalah kerajaan langit dan bumi. Dan hanya kepada Allah segala urusan dikembalikan."

[6]
يُوْلِجُ الَّيْلَ فِى النَّهَارِ وَيُوْلِجُ النَّهَارَ فِى الَّيْلِ ۗ وَهُوَ عَلِيْمٌ بِۢذَا تِ الصُّدُوْرِ
yuulijul-laila fin-nahaari wa yuulijun-nahaaro fil-laiil, wa huwa 'aliimum bizaatish-shuduur

"Dia memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam. Dan Dia Maha Mengetahui segala isi hati."

[7]
اٰمِنُوْا بِا للّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ وَاَ نْفِقُوْا مِمَّا جَعَلَـكُمْ مُّسْتَخْلَفِيْنَ فِيْهِ ۗ فَا لَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْ وَاَ نْفَقُوْا لَهُمْ اَجْرٌ كَبِيْرٌ
aaminuu billaahi wa rosuulihii wa anfiquu mimmaa ja'alakum mustakhlafiina fiih, fallaziina aamanuu mingkum wa anfaquu lahum ajrung kabiir

"Berimanlah kamu<5> kepada Allah dan Rasul-Nya dan infakkanlah (di jalan Allah) sebagian dari harta yang Dia telah menjadikan kamu sebagai penguasanya (amanah). Maka orang-orang yang beriman di antara kamu dan menginfakkan (hartanya di jalan Allah) memperoleh pahala yang besar."

[8]
وَمَا لَـكُمْ لَا تُؤْمِنُوْنَ بِا للّٰهِ ۚ وَا لرَّسُوْلُ يَدْعُوْكُمْ لِتُؤْمِنُوْا بِرَبِّكُمْ وَقَدْ اَخَذَ مِيْثَا قَكُمْ اِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَ
wa maa lakum laa tu`minuuna billaah, war-rosuulu yad'uukum litu`minuu birobbikum wa qod akhoza miisaaqokum ing kuntum mu`miniin

"Dan mengapa kamu<5> tidak beriman kepada Allah, padahal Rasul mengajak kamu<5> beriman kepada Tuhanmu? Dan Dia telah mengambil janji (setia)mu, jika kamu orang-orang mukmin."

[9]*
هُوَ الَّذِيْ يُنَزِّلُ عَلٰى عَبْدِهٖۤ اٰيٰتٍۢ بَيِّنٰتٍ لِّيُخْرِجَكُمْ مِّنَ الظُّلُمٰتِ اِلَى النُّوْرِ ۗ وَاِ نَّ اللّٰهَ بِكُمْ لَرَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ
huwallazii yunazzilu 'alaa 'abdihiii aayaatim bayyinaatil liyukhrijakum minazh-zhulumaati ilan-nuur, wa innalloha bikum laro`uufur rohiim

"Dialah yang menurunkan ayat-ayat yang terang (Al-Qur'an) kepada hamba-Nya (Muhammad) untuk mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya. Dan sungguh, terhadap kamu<5> Allah Maha Penyantun, Maha Penyayang."

[10]
وَ مَا لَـكُمْ اَ لَّا تُنْفِقُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَلِلّٰهِ مِيْـرَا ثُ السَّمٰوٰتِ وَ الْاَرْضِ ۗ لَا يَسْتَوِيْ مِنْكُمْ مَّنْ اَنْفَقَ مِنْ قَبْلِ الْفَتْحِ وَقَا تَلَ ۗ اُولٰٓئِكَ اَعْظَمُ دَرَجَةً مِّنَ الَّذِيْنَ اَنْفَقُوْا مِنْۢ بَعْدُ وَقَا تَلُوْا ۗ وَكُلًّا وَّعَدَ اللّٰهُ الْحُسْنٰى ۗ وَا للّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ
wa maa lakum allaa tunfiquu fii sabiilillaahi wa lillaahi miiroosus-samaawaati wal-ardh, laa yastawii mingkum man anfaqo ming qoblil-fat-hi wa qootal, ulaaa`ika a'zhomu darojatam minallaziina anfaquu mim ba'du wa qootaluu, wa kullaw wa'adallohul-husnaa, wallohu bimaa ta'maluuna khobiir

"Dan mengapa kamu<5> tidak menginfakkan hartamu di jalan Allah, padahal milik Allah semua pusaka langit dan bumi? Tidak sama orang yang menginfakkan (hartanya di jalan Allah) di antara kamu dan berperang sebelum penaklukan (Mekah). Mereka lebih tinggi derajatnya daripada orang-orang yang menginfakkan (hartanya) dan berperang setelah itu. Dan Allah menjanjikan kepada masing-masing mereka (balasan) yang lebih baik. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan."

[11]
مَنْ ذَا الَّذِيْ يُقْرِضُ اللّٰهَ قَرْضًا حَسَنًا فَيُضٰعِفَهٗ لَهٗ وَلَهٗۤ اَجْرٌ كَرِيْمٌ ۚ 
man zallazii yuqridhulloha qordhon hasanan fa yudhoo'ifahuu lahuu wa lahuuu ajrung kariim

"Barang siapa meminjamkan kepada Allah dengan pinjaman yang baik, maka Allah akan mengembalikannya berlipat ganda untuknya, dan baginya pahala yang mulia."

[12]*
يَوْمَ تَرَى الْمُؤْمِنِيْنَ وَا لْمُؤْمِنٰتِ يَسْعٰى نُوْرُهُمْ بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَبِاَيْمَا نِهِمْ بُشْرٰٮكُمُ الْيَوْمَ جَنّٰتٌ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ خٰلِدِيْنَ فِيْهَا ۗ ذٰلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيْمُ ۚ 
yauma tarol-mu`miniina wal-mu`minaati yas'aa nuuruhum baina aidiihim wa bi`aimaanihim busyrookumul-yauma jannaatun tajrii min tahtihal-an-haaru khoolidiina fiihaa, zaalika huwal-fauzul-'azhiim

"Pada hari (diakhirat) engkau akan melihat orang-orang yang beriman laki-laki dan perempuan, betapa cahaya mereka<7> bersinar di hadapan dan di samping kanan mereka, (dikatakan kepada mereka), Pada hari ini ada berita gembira untukmu, (yaitu) surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka<7> kekal di dalamnya. Demikian itulah kemenangan yang agung."

[13]*
يَوْمَ يَقُوْلُ الْمُنٰفِقُوْنَ وَا لْمُنٰفِقٰتُ لِلَّذِيْنَ اٰمَنُوا انْظُرُوْنَا نَقْتَبِسْ مِنْ نُّوْرِكُمْ ۚ قِيْلَ ارْجِعُوْا وَرَآءَكُمْ فَا لْتَمِسُوْا نُوْرًا ۗ فَضُرِبَ بَيْنَهُمْ بِسُوْرٍ لَّهٗ بَا بٌ ۗ بَا طِنُهٗ فِيْهِ الرَّحْمَةُ وَظَاهِرُهٗ مِنْ قِبَلِهِ الْعَذَا بُ ۗ 
yauma yaquulul-munaafiquuna wal-munaafiqootu lillaziina aamanunzhuruunaa naqtabis min nuurikum, qiilarji'uu warooo`akum faltamisuu nuuroo, fa dhuriba bainahum bisuuril lahuu baab, baathinuhuu fiihir-rohmatu wa zhoohiruhuu ming qibalihil-'azaab

"Pada hari orang-orang<7> munafik laki-laki dan perempuan berkata kepada orang-orang<7> yang beriman, Tunggulah kami! Kami<7> ingin mengambil cahayamu. (Kepada mereka) dikatakan, Kembalilah kamu ke belakang dan carilah sendiri cahaya (untukmu).
Lalu di antara mereka diadakan pembatas (pemisah) yang berpintu. Di sebelah dalam ada rahmat dan di luarnya hanya ada azab."

[14]
Allah SWT berfirman:

يُنَادُوْنَهُمْ اَلَمْ نَكُنْ مَّعَكُمْ ۗ قَا لُوْا بَلٰى وَلٰـكِنَّكُمْ فَتَنْتُمْ اَنْفُسَكُمْ وَ تَرَبَّصْتُمْ وَارْتَبْتُمْ وَغَرَّتْكُمُ الْاَمَا نِيُّ حَتّٰى جَآءَ اَمْرُ اللّٰهِ وَ غَرَّكُمْ بِا للّٰهِ الْغَرُوْرُ
yunaaduunahum a lam nakum ma'akum, qooluu balaa wa laakinnakum fatantum anfusakum wa tarobbashtum wartabtum wa ghorrotkumul-amaaniyyu hattaa jaaa`a amrullohi wa ghorrokum billaahil-ghoruur

"Orang-orang munafik memanggil orang-orang mukmin, Bukankah kami dahulu bersama kamu? Mereka menjawab Benar, tetapi kamu mencelakakan diri (sejati<7>)mu sendiri, dan kamu hanya menunggu, meragukan (janji Allah) dan ditipu oleh angan-angan kosong sampai datang ketetapan Allah; dan penipu (setan) datang memperdaya kamu tentang Allah."

[15]
فَا لْيَوْمَ لَا يُؤْخَذُ مِنْكُمْ فِدْيَةٌ وَّلَا مِنَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا ۗ مَأْوٰٮكُمُ النَّارُ ۗ هِيَ مَوْلٰٮكُمْ ۗ وَبِئْسَ الْمَصِيْرُ
fal-yauma laa yu`khozu mingkum fidyatuw wa laa minallaziina kafaruu, ma`waakumun-naar, hiya maulaakum, wa bi`sal-mashiir

"Maka pada hari ini tidak akan diterima tebusan dari kamu maupun dari orang-orang kafir. Tempat kamu<7> di neraka. Itulah tempat berlindungmu, dan itulah seburuk-buruk tempat kembali."

[16]
اَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اَنْ تَخْشَعَ قُلُوْبُهُمْ لِذِكْرِ اللّٰهِ وَمَا نَزَلَ مِنَ الْحَـقِّ ۙ وَلَا يَكُوْنُوْا كَا لَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ مِنْ قَبْلُ فَطَا لَ عَلَيْهِمُ الْاَمَدُ فَقَسَتْ قُلُوْبُهُمْ ۗ وَكَثِيْرٌ مِّنْهُمْ فٰسِقُوْنَ
a lam ya`ni lillaziina aamanuuu an takhsya'a quluubuhum lizikrillaahi wa maa nazala minal-haqqi wa laa yakuunuu kallaziina uutul-kitaaba ming qoblu fa thoola 'alaihimul-amadu fa qosat quluubuhum, wa kasiirum min-hum faasiquun

"Belum tibakah waktunya bagi orang-orang<5> yang beriman, untuk secara khusyuk mengingat Allah dan mematuhi kebenaran yang telah diwahyukan (kepada mereka) dan janganlah mereka (berlaku) seperti orang-orang yang telah menerima Kitab sebelum itu, kemudian mereka<5> melalui masa yang panjang sehingga hati mereka<5> menjadi keras. Dan banyak di antara mereka menjadi orang-orang fasik."

[17]
اِعْلَمُوْۤا اَنَّ اللّٰهَ يُحْيِ الْاَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا ۗ قَدْ بَيَّنَّا لَكُمُ الْاٰيٰتِ لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُوْنَ
i'lamuuu annalloha yuhyil-ardho ba'da mautihaa, qod bayyannaa lakumul-aayaati la'allakum ta'qiluun

"Ketahuilah bahwa Allah yang menghidupkan bumi setelah matinya (kering). Sungguh, telah Kami jelaskan kepadamu tanda-tanda (kebesaran Kami) agar kamu<5> mengerti."

[18]
اِنَّ الْمُصَّدِّقِيْنَ وَا لْمُصَّدِّقٰتِ وَاَ قْرَضُوا اللّٰهَ قَرْضًا حَسَنًا يُّضٰعَفُ لَهُمْ وَلَهُمْ اَجْرٌ كَرِيْمٌ
innal-mushshoddiqiina wal-mushshoddiqooti wa aqrodhulloha qordhon hasanay yudhoo'afu lahum wa lahum ajrung kariim

"Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah dengan pinjaman yang baik, akan dilipatgandakan (balasannya) bagi mereka<5>; dan mereka<7> akan mendapat pahala yang mulia."

[19]*
وَا لَّذِيْنَ اٰمَنُوْا بِا للّٰهِ وَرُسُلِهٖۤ اُولٰٓئِكَ هُمُ الصِّدِّيْقُوْنَ ۖ وَا لشُّهَدَآءُ عِنْدَ رَبِّهِمْ ۗ لَهُمْ اَجْرُهُمْ وَنُوْرُهُمْ ۗ وَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا وَكَذَّبُوْا بِاٰيٰتِنَاۤ اُولٰٓئِكَ اَصْحٰبُ الْجَحِيْمِ
wallaziina aamanuu billaahi wa rusulihiii ulaaa`ika humush-shiddiiquuna wasy-syuhadaaa`u 'inda robbihim, lahum ajruhum wa nuuruhum, wallaziina kafaruu wa kazzabuu bi`aayaatinaaa ulaaa`ika ash-haabul-jahiim

"Dan orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-rasul-Nya, mereka<5> itu orang-orang yang tulus hati (pecinta kebenaran) dan (menjadi syuhada) saksi-saksi<7> di sisi Tuhan mereka.
Mereka<7> berhak mendapat pahala dan cahaya.
Tetapi orang-orang<5> yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka<7> itu penghuni-penghuni neraka."

[20]*
اِعْلَمُوْۤا اَنَّمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَّلَهْوٌ وَّزِيْنَةٌ وَّتَفَاخُرٌۢ بَيْنَكُمْ وَتَكَا ثُرٌ فِى الْاَمْوَا لِ وَا لْاَوْلَادِ ۗ كَمَثَلِ غَيْثٍ اَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَا تُهٗ ثُمَّ يَهِيْجُ فَتَرٰٮهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُوْنُ حُطٰمًا ۗ وَفِى الْاٰخِرَةِ عَذَا بٌ شَدِيْدٌ ۙ وَّمَغْفِرَةٌ مِّنَ اللّٰهِ وَرِضْوَا نٌ ۗ وَمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَاۤ اِلَّا مَتَاعُ الْغُرُوْرِ
i'lamuuu annamal-hayaatud-dun-yaa la'ibuw wa lahwuw wa ziinatuw wa tafaakhurum bainakum wa takaasurun fil-amwaali wal-aulaad, kamasali ghoisin a'jabal-kuffaaro nabaatuhuu summa yahiiju fa taroohu mushfarron summa yakuunu huthoomaa, wa fil-aakhiroti 'azaabun syadiiduw wa maghfirotum minallohi wa ridhwaan, wa mal-hayaatud-dun-yaaa illaa mataa'ul-ghuruur

"Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan senda gurauan, perhiasan dan saling berbangga di antara kamu serta berlomba dalam kekayaan dan anak keturunan, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian (tanaman) itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur.

Dan di akhirat (sekarang ini) ada:
azab yang keras (bagi yg dimurkai) dan
ampunan dari Allah (ut. yg dipertengahan) serta
keridaan-Nya (bagi orang-orang<7> yang telah diberi nikmat).

Dan kehidupan dunia tidak lain hanyalah kesenangan yang palsu.

[21]*
سَا بِقُوْۤا اِلٰى مَغْفِرَةٍ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا كَعَرْضِ السَّمَآءِ وَ الْاَرْضِ ۙ اُعِدَّتْ لِلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا بِا للّٰهِ وَرُسُلِهٖ ۗ ذٰلِكَ فَضْلُ اللّٰهِ يُؤْتِيْهِ مَنْ يَّشَآءُ ۗ وَا للّٰهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيْمِ
saabiquuu ilaa maghfirotim mir robbikum wa jannatin 'ardhuhaa ka'ardhis-samaaa`i wal-ardhi u'iddat lillaziina aamanuu billaahi wa rusulih, zaalika fadhlullohi yu`tiihi may yasyaaa`, wallohu zul-fadhlil-'azhiim

"Berlomba-lombalah kamu untuk mendapatkan ampunan dari Tuhanmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-rasul-Nya.
Itulah karunia Allah, yang diberikan kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah mempunyai karunia yang besar."

[22]*
مَاۤ اَصَا بَ مِنْ مُّصِيْبَةٍ فِى الْاَرْضِ وَلَا فِيْۤ اَنْفُسِكُمْ اِلَّا فِيْ كِتٰبٍ مِّنْ قَبْلِ اَنْ نَّبْـرَاَهَا ۗ اِنَّ ذٰلِكَ عَلَى اللّٰهِ يَسِيْرٌ ۖ 
maaa ashooba mim mushiibatin fil-ardhi wa laa fiii anfusikum illaa fii kitaabim ming qobli an nabro`ahaa, inna zaalika 'alallohi yasiir

"Setiap bencana yang menimpa di bumi dan yang menimpa dirimu sendiri, semuanya telah tertulis dalam Kitab (Lauh Mahfuz) sebelum Kami mewujudkannya. Sungguh, yang demikian itu mudah bagi Allah."

[23]
لِّـكَيْلَا تَأْسَوْا عَلٰى مَا فَا تَكُمْ وَلَا تَفْرَحُوْا بِمَاۤ اٰتٰٮكُمْ ۗ وَا للّٰهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَا لٍ فَخُوْرِ ۙ 
likai laa ta`sau 'alaa maa faatakum wa laa tafrohuu bimaaa aataakum, wallohu laa yuhibbu kulla mukhtaalin fakhuur

"Agar kamu tidak bersedih hati terhadap apa yang luput dari kamu, dan tidak pula terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong dan membanggakan diri,"

[24]
٭لَّذِيْنَ يَبْخَلُوْنَ وَيَأْمُرُوْنَ النَّاسَ بِا لْبُخْلِ ۗ وَمَنْ يَّتَوَلَّ فَاِ نَّ اللّٰهَ هُوَ الْغَنِيُّ الْحَمِيْدُ
allaziina yabkholuuna wa ya`muruunan-naasa bil-bukhl, wa may yatawalla fa innalloha huwal-ghoniyyul-hamiid

"yaitu orang-orang yang kikir dan menyuruh orang lain berbuat kikir. Barang siapa berpaling (dari perintah-perintah Allah), maka sesungguhnya Allah, Dia Maha Kaya, Maha Terpuji."

[25]
لَـقَدْ اَرْسَلْنَا رُسُلَنَا بِا لْبَيِّنٰتِ وَاَ نْزَلْنَا مَعَهُمُ الْكِتٰبَ وَا لْمِيْزَا نَ لِيَقُوْمَ النَّاسُ بِا لْقِسْطِ ۚ وَاَ نْزَلْنَا الْحَـدِيْدَ فِيْهِ بَأْسٌ شَدِيْدٌ وَّمَنَا فِعُ لِلنَّاسِ وَلِيَـعْلَمَ اللّٰهُ مَنْ يَّنْصُرُهٗ وَ رُسُلَهٗ بِا لْغَيْبِ  ۗ اِنَّ اللّٰهَ قَوِيٌّ عَزِيْزٌ
laqod arsalnaa rusulanaa bil-bayyinaati wa anzalnaa ma'ahumul-kitaaba wal-miizaana liyaquuman-naasu bil-qisth, wa anzalnal-hadiida fiihi ba`sun syadiiduw wa manaafi'u lin-naasi wa liya'lamallohu may yanshuruhuu wa rusulahuu bil-ghoiib, innalloha qowiyyun 'aziiz

"Sungguh, Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan bukti-bukti yang nyata dan Kami turunkan bersama mereka Kitab dan neraca (keadilan) agar manusia dapat berlaku adil. Dan Kami menciptakan besi yang mempunyai kekuatan hebat dan banyak manfaat bagi manusia, dan agar Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)-Nya dan rasul-rasul-Nya walaupun (Allah) tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat, Maha Perkasa."

[26]
وَلَقَدْ اَرْسَلْنَا نُوْحًا وَّ اِبْرٰهِيْمَ وَجَعَلْنَا فِيْ ذُرِّيَّتِهِمَا النُّبُوَّةَ وَا لْـكِتٰبَ فَمِنْهُمْ مُّهْتَدٍ ۚ وَكَثِيْرٌ مِّنْهُمْ فٰسِقُوْنَ
wa laqod arsalnaa nuuhaw wa ibroohiima wa ja'alnaa fii zurriyyatihiman-nubuwwata wal-kitaaba fa min-hum muhtad, wa kasiirum min-hum faasiquun

"Dan sungguh, Kami telah mengutus Nuh dan Ibrahim dan Kami berikan kenabian dan Kitab (hikmah) kepada keturunan keduanya, di antara mereka<5> ada yang menerima petunjuk dan banyak di antara mereka yang fasik."

[27]
ثُمَّ قَفَّيْنَا عَلٰۤى اٰثَارِهِمْ بِرُسُلِنَا وَقَفَّيْنَا بِعِيْسَى ابْنِ مَرْيَمَ وَاٰ تَيْنٰهُ الْاِنْجِيْلَ ۙ وَجَعَلْنَا فِيْ قُلُوْبِ الَّذِيْنَ اتَّبَعُوْهُ رَأْفَةً وَّرَحْمَةً ۗ وَرَهْبَا نِيَّةَ ٭ِبْتَدَعُوْهَا مَا كَتَبْنٰهَا عَلَيْهِمْ اِلَّا ابْتِغَآءَ رِضْوَا نِ اللّٰهِ فَمَا رَعَوْهَا حَقَّ رِعَايَتِهَا ۚ فَاٰ تَيْنَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْهُمْ اَجْرَهُمْ ۚ وَكَثِيْرٌ مِّنْهُمْ فٰسِقُوْنَ
summa qoffainaa 'alaaa aasaarihim birusulinaa wa qoffainaa bi'iisabni maryama wa aatainaahul-injiila wa ja'alnaa fii quluubillaziinattaba'uuhu ro`fataw wa rohmah, wa rohbaaniyyatanibtada'uuhaa maa katabnaahaa 'alaihim illabtighooo`a ridhwaanillaahi fa maa ro'auhaa haqqo ri'aayatihaa, fa aatainallaziina aamanuu min-hum ajrohum, wa kasiirum min-hum faasiquun

"Kemudian Kami susulkan rasul-rasul Kami mengikuti jejak mereka dan Kami susulkan (pula) 'Isa putra Maryam; dan Kami berikan Injil kepadanya dan Kami jadikan rasa santun dan kasih sayang dalam hati orang-orang yang mengikutinya.
Mereka<5> mengada-adakan rahbaniyyah padahal Kami tidak mewajibkannya kepada mereka (yang Kami wajibkan hanyalah) mencari keridaan Allah, tetapi tidak mereka<5> pelihara dengan semestinya. Maka kepada orang-orang yang beriman di antara mereka Kami berikan pahalanya, dan banyak di antara mereka yang fasik."

[28]
يٰۤاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَاٰ مِنُوْا بِرَسُوْلِهٖ يُؤْتِكُمْ كِفْلَيْنِ مِنْ رَّحْمَتِهٖ وَيَجْعَلْ لَّـكُمْ نُوْرًا تَمْشُوْنَ بِهٖ وَيَغْفِرْ لَـكُمْ ۗ وَا للّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ ۙ 
yaaa ayyuhallaziina aamanuttaqulloha wa aaminuu birosuulihii yu`tikum kiflaini mir rohmatihii wa yaj'al lakum nuuron tamsyuuna bihii wa yaghfir lakum, wallohu ghofuurur rohiim

"Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan berimanlah kepada Rasul-Nya (Muhammad), niscaya Allah memberikan rahmat-Nya kepada<7>mu dua bagian, dan menjadikan cahaya untukmu yang dengan cahaya itu kamu<7> dapat berjalan (di akhirat) serta Dia mengampuni kamu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang,

[29]
لِّـئَلَّا يَعْلَمَ اَهْلُ الْكِتٰبِ اَ لَّا يَقْدِرُوْنَ عَلٰى شَيْءٍ مِّنْ فَضْلِ اللّٰهِ وَاَ نَّ الْفَضْلَ بِيَدِ اللّٰهِ يُؤْتِيْهِ مَنْ يَّشَآءُ ۗ وَا للّٰهُ ذُوْ الْفَضْلِ الْعَظِيْمِ
li`allaa ya'lama ahlul-kitaabi allaa yaqdiruuna 'alaa syai`im min fadhlillaahi wa annal-fadhla biyadillaahi yu`tiihi may yasyaaa`, wallohu zul-fadhlil-'azhiim

"agar Ahli Kitab mengetahui bahwa sedikit pun mereka tidak akan mendapat karunia Allah (jika mereka tidak beriman kepada Muhammad), dan bahwa karunia itu ada di tangan Allah, Dia memberikannya kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah mempunyai karunia yang besar."
.


Lanjut ke JUZ 28  >>
.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar