{78} An-Naba' {79} An-Nazi'at
{80} 'Abasa {81} At-Takwir
{82} Al-Infitar {83} Al-Muthaffifiin
{84} Al-Insyiqaq {85} Al-Buruj
{86} At-Tariq {87} Al-A'la
{88} Al-Ghasyiyah {89} Al-Fajr
{90} Al-Balad {91} Asy-Syams
{92} Al-Lail {93} Ad-Duha
{94} Al-Insyirah {95} At-Tin
{96} Al-'Alaq {97} Al-Qadr
{98} Al-Bayyinah {99} Az-Zalzalah
{100} Al-'Adiyat {101} Al-Qari'ah
{102} At-Takasur {103} Al-'Asr
{104} Al-Humazah {105} Al-Fil
{106} Quraysy {107} Al-Ma'un
{108} Al-Kausar {109} Al-Kafirun
{110} An-Nasr {111} Al-Lahab
{112} Al-Ikhlas {113} Al-Falaq
{114} An-Nas -
Keterangan :
<5> : Diri-Ini
(Kita yang hidup didunia)
<7> : Diri-Sejati
(Kita yang hidup di akhirat)
{78} An-Naba' (Berita Besar)
______________________________
< Mekah > < 40 ayat >
[1]
عَمَّ يَتَسَآءَلُوْنَ ۚ
'amma yatasaaa`aluun
"Tentang apakah mereka saling bertanya-tanya?"
[2]
عَنِ النَّبَاِ الْعَظِيْمِ ۙ
'anin-naba`il-'azhiim
"Tentang berita yang besar."
[3]
الَّذِيْ هُمْ فِيْهِ مُخْتَلِفُوْنَ ۗ
allazii hum fiihi mukhtalifuun
"yang dalam hal itu mereka<5> berselisih."
[4]
كَلَّا سَيَعْلَمُوْنَ ۙ
kallaa saya'lamuun
"Tidak! Kelak mereka<7> akan mengetahui,"
[5]
ثُمَّ كَلَّا سَيَعْلَمُوْنَ
summa kallaa saya'lamuun
"sekali lagi tidak! Kelak mereka<7> akan mengetahui."
[6]
اَلَمْ نَجْعَلِ الْاَرْضَ مِهٰدًا ۙ
a lam naj'alil-ardho mihaadaa
"Bukankah Kami telah menjadikan bumi sebagai hamparan,"
[7]
وَّالْجِبَا لَ اَوْتَادًا ۖ
wal-jibaala autaadaa
"dan gunung-gunung sebagai pasak?"
[8]
وَّخَلَقْنٰكُمْ اَزْوَاجًا ۙ
wa kholaqnaakum azwaajaa
"Dan Kami menciptakan kamu berpasang-pasangan,"
[9]
وَّجَعَلْنَا نَوْمَكُمْ سُبَا تًا ۙ
wa ja'alnaa naumakum subaataa
"dan Kami menjadikan tidurmu untuk istirahat,"
[10]*
وَّجَعَلْنَا الَّيْلَ لِبَاسًا ۙ
wa ja'alnal-laila libaasaa
"dan Kami menjadikan malam sebagai pakaian (takwa untuk diri-sejati<7>).
[11]
وَّجَعَلْنَا النَّهَارَ مَعَاشًا ۚ
wa ja'alnan-nahaaro ma'aasyaa
"dan Kami menjadikan siang untuk mencari penghidupan (didunia)."
[12]
وَّبَنَيْنَا فَوْقَكُمْ سَبْعًا شِدَادًا ۙ
wa banainaa fauqokum sab'an syidaadaa
"dan Kami membangun di atas kamu tujuh (langit) yang kokoh,"
[13]
وَّ جَعَلْنَا سِرَاجًا وَّهَّاجًا ۖ
wa ja'alnaa siroojaw wahhaajaa
"dan Kami menjadikan pelita yang terang-benderang (matahari),"
[14]
وَّاَنْزَلْنَا مِنَ الْمُعْصِرٰتِ مَآءً ثَجَّاجًا ۙ
wa anzalnaa minal-mu'shirooti maaa`an sajjaajaa
"dan Kami turunkan dari awan, air hujan yang tercurah dengan hebatnya,"
[15]
لِّـنُخْرِجَ بِهٖ حَبًّا وَّنَبَا تًا ۙ
linukhrija bihii habbaw wa nabaataa
"untuk Kami tumbuhkan dengan air itu biji-bijian dan tanam-tanaman,"
[16]
وَّجَنّٰتٍ اَلْفَا فًا ۗ
wa jannaatin alfaafaa
"dan kebun-kebun yang rindang."
[17]
اِنَّ يَوْمَ الْفَصْلِ كَا نَ مِيْقَا تًا ۙ
inna yaumal-fashli kaana miiqootaa
"Sungguh, hari keputusan adalah suatu waktu yang telah ditetapkan,"
[18]
يَّوْمَ يُنْفَخُ فِى الصُّوْرِ فَتَأْتُوْنَ اَفْوَاجًا ۙ
yauma yunfakhu fish-shuuri fa ta`tuuna afwaajaa
"(yaitu) pada hari (ketika) sangkakala ditiup, lalu kamu<7> datang berbondong-bondong,"
[19]
وَّفُتِحَتِ السَّمَآءُ فَكَا نَتْ اَبْوَا بًا ۙ
wa futihatis-samaaa`u fa kaanat abwaabaa
"dan langit pun dibuka, maka terdapatlah beberapa pintu,"
[20]
وَّ سُيِّرَتِ الْجِبَا لُ فَكَا نَتْ سَرَا بًا ۗ
wa suyyirotil-jibaalu fa kaanat saroobaa
"dan gunung-gunung pun dijalankan sehingga menjadi fatamorgana."
[21]
اِنَّ جَهَنَّمَ كَا نَتْ مِرْصَادًا ۖ
inna jahannama kaanat mirshoodaa
"Sesungguhnya jahanam itu adalah tempat yang disediakan."
[22]
لِّلطّٰغِيْنَ مَاٰ بًا ۙ
lith-thooghiina ma`aabaa
"menjadi tempat kembali bagi orang-orang<7> yang melampaui batas."
[23]
لّٰبِثِيْنَ فِيْهَاۤ اَحْقَا بًا ۚ
laabisiina fiihaaa ahqoobaa
"Mereka<7> tinggal di sana dalam masa yang lama,"
[24]
لَا يَذُوْقُوْنَ فِيْهَا بَرْدًا وَّلَا شَرَا بًا ۙ
laa yazuuquuna fiihaa bardaw wa laa syaroobaa
"mereka<7> tidak merasakan kesejukan di dalamnya dan tidak (pula mendapat) minuman,"
[25]
اِلَّا حَمِيْمًا وَّغَسَّاقًا ۙ
illaa hamiimaw wa ghossaaqoo
"selain air yang mendidih dan nanah,"
[26]
جَزَآءً وِّفَا قًا ۗ
jazaaa`aw wifaaqoo
"sebagai ganjaran yang setimpal."
[27]
اِنَّهُمْ كَا نُوْا لَا يَرْجُوْنَ حِسَا بًا ۙ
innahum kaanuu laa yarjuuna hisaabaa
"Sesungguhnya dahulu mereka<5> tidak pernah mengharapkan perhitungan,"
[28]
وَّكَذَّبُوْا بِاٰيٰتِنَا كِذَّابًا ۗ
wa kazzabuu bi`aayaatinaa kizzaabaa
"dan mereka<5> benar-benar mendustakan ayat-ayat Kami."
[29]
وَكُلَّ شَيْءٍ اَحْصَيْنٰهُ كِتٰبًا ۙ
wa kulla syai`in ahshoinaahu kitaabaa
"Dan segala sesuatu telah Kami catat dalam suatu Kitab."
[30]
فَذُوْقُوْا فَلَنْ نَّزِيْدَكُمْ اِلَّا عَذَا بًا
fa zuuquu fa lan naziidakum illaa 'azaabaa
"Maka karena itu rasakanlah! Maka tidak ada yang akan Kami tambahkan kepadamu selain azab."
[31]
اِنَّ لِلْمُتَّقِيْنَ مَفَازًا ۙ
inna lil-muttaqiina mafaazaa
"Sungguh, orang-orang<7> yang bertakwa mendapat kemenangan,"
[32]
حَدَآئِقَ وَاَعْنَا بًا ۙ
hadaaa`iqo wa a'naabaa
"(yaitu) kebun-kebun dan buah anggur,"
[33]
وَّكَوَاعِبَ اَتْرَا بًا ۙ
wa kawaa'iba atroobaa
"gadis-gadis remaja yang sebaya,"
[34]
وَّكَأْسًا دِهَا قًا ۗ
wa ka`san dihaaqoo
"dan gelas-gelas yang penuh (berisi minuman)."
[35]
لَا يَسْمَعُوْنَ فِيْهَا لَـغْوًا وَّلَا كِذّٰبًا ۚ
laa yasma'uuna fiihaa laghwaw wa laa kizzaabaa
"Di sana mereka<7> tidak mendengar percakapan yang sia-sia maupun dusta."
[36]
جَزَآءً مِّنْ رَّبِّكَ عَطَآءً حِسَا بًا ۙ
jazaaa`am mir robbika 'athooo`an hisaabaa
"Sebagai balasan dan pemberian yang cukup banyak dari Tuhanmu,"
[37]
رَّبِّ السَّمٰوٰتِ وَا لْاَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا الرَّحْمٰنِ لَا يَمْلِكُوْنَ مِنْهُ خِطَا بًا ۚ
robbis-samaawaati wal-ardhi wa maa bainahumar-rohmaani laa yamlikuuna min-hu khithoobaa
"Tuhan (yang memelihara) langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya; Yang Maha Pengasih, mereka<7> tidak mampu berbicara dengan Dia."
[38]*
يَوْمَ يَقُوْمُ الرُّوْحُ وَا لْمَلٰٓئِكَةُ صَفًّا ۙ لَّا يَتَكَلَّمُوْنَ اِلَّا مَنْ اَذِنَ لَهُ الرَّحْمٰنُ وَقَا لَ صَوَا بًا
yauma yaquumur-ruuhu wal-malaaa`ikatu shoffal laa yatakallamuuna illaa man azina lahur-rohmaanu wa qoola showaabaa
"Pada hari (penyisihan saat kiamat), ketika roh dan para malaikat berdiri bersaf-saf, mereka tidak berkata-kata, kecuali yang telah diberi izin oleh Tuhan Yang Maha Pengasih dan hanya mengatakan yang benar."
[39]
ذٰلِكَ الْيَوْمُ الْحَـقُّ ۚ فَمَنْ شَآءَ اتَّخَذَ اِلٰى رَبِّهٖ مَاٰ بًا
zaalikal-yaumul-haqq, fa man syaaa`attakhoza ilaa robbihii ma`aabaa
"Itulah hari yang pasti terjadi.
Maka barang siapa menghendaki, niscaya dia menempuh jalan kembali kepada Tuhannya."
[40]
اِنَّاۤ اَنْذَرْنٰـكُمْ عَذَا بًا قَرِيْبًا ۙ يَّوْمَ يَنْظُرُ الْمَرْءُ مَا قَدَّمَتْ يَدٰهُ وَيَقُوْلُ الْـكٰفِرُ يٰلَيْتَنِيْ كُنْتُ تُرٰبًا
innaaa anzarnaakum 'azaabang qoriibay yauma yanzhurul-mar`u maa qoddamat yadaahu wa yaquulul-kaafiru yaa laitanii kuntu turoobaa
"Sesungguhnya Kami telah memperingatkan kepadamu (orang kafir) azab yang dekat, pada hari manusia melihat apa yang telah diperbuat oleh kedua tangannya; dan orang kafir berkata, Alangkah baiknya seandainya dahulu aku jadi tanah."
.
{79} An-Nazi'at (Yang Mencabut)
___________________________________
< Mekah > < 46 ayat >
[1]
وَا لنّٰزِعٰتِ غَرْقًا ۙ
wan-naazi'aati ghorqoo
"Demi yang mencabut (nyawa) dengan keras."
[2]
Allah SWT berfirman:
وَّالنّٰشِطٰتِ نَشْطًا ۙ
wan-naasyithooti nasythoo
"Demi yang mencabut (nyawa) dengan lemah lembut."
[3]
وَّالسّٰبِحٰتِ سَبْحًا ۙ
was-saabihaati sab-haa
"Demi yang turun dari langit dengan cepat,"
[4]
فَا لسّٰبِقٰتِ سَبْقًا ۙ
fas-saabiqooti sabqoo
"dan yang mendahului dengan kencang,"
[5]
فَا لْمُدَبِّرٰتِ اَمْرًا ۘ
fal-mudabbirooti amroo
"dan yang mengatur urusan (dunia)."
[6]
يَوْمَ تَرْجُفُ الرَّاجِفَةُ ۙ
yauma tarjufur-roojifah
"Pada hari ketika tiupan pertama mengguncangkan alam,"
[7]
تَتْبَعُهَا الرَّادِفَةُ ۗ
tatba'uhar-roodifah
"Itu diiringi oleh yang mengiringi (tiupan kedua)."
[8]
قُلُوْبٌ يَّوْمَئِذٍ وَّاجِفَةٌ ۙ
quluubuy yauma`iziw waajifah
"Semua hati pada hari itu gemetar,"
[9]
اَبْصَارُهَا خَاشِعَةٌ ۘ
abshooruhaa khoosyi'ah
"pandangannya tunduk."
[10]
يَقُوْلُوْنَ ءَاِنَّا لَمَرْدُوْدُوْنَ فِى الْحَـافِرَةِ ۗ
yaquuluuna a innaa lamarduuduuna fil-haafiroh
"Apakah kita benar-benar akan dikembalikan kepada kehidupan yang semula?"
[11]
ءَاِذَا كُنَّا عِظَا مًا نَّخِرَةً ۗ
a izaa kunnaa 'izhooman nakhiroh
"Apakah (akan dibangkitkan juga) apabila kita telah menjadi tulang-belulang yang hancur?"
[12]
قَا لُوْا تِلْكَ اِذًا كَرَّةٌ خَاسِرَةٌ ۘ
qooluu tilka izang karrotun khoosiroh
"Mereka berkata, Kalau demikian, itu adalah suatu pengembalian yang merugikan."
[13]
فَاِ نَّمَا هِيَ زَجْرَةٌ وَّاحِدَةٌ ۙ
fa innamaa hiya zajrotuw waahidah
"Maka pengembalian itu hanyalah dengan sekali tiupan saja."
[14]
فَاِذَا هُمْ بِا لسَّاهِرَةِ ۗ
fa izaa hum bis-saahiroh
"Maka seketika itu mereka<7> berada dipermukaan (di akhirat)
[15]
هَلْ اَتٰٮكَ حَدِيْثُ مُوْسٰى ۘ
hal ataaka hadiisu muusaa
"Sudahkah sampai kepadamu kisah Musa?"
[16]
اِذْ نَادٰٮهُ رَبُّهٗ بِا لْوَادِ الْمُقَدَّسِ طُوًى ۚ
iz naadaahu robbuhuu bil-waadil-muqoddasi thuwaa
"Ketika Tuhan memanggilnya (Musa) di lembah suci yaitu Lembah Tuwa;"
[17]
اِذْهَبْ اِلٰى فِرْعَوْنَ اِنَّهٗ طَغٰى ۖ
iz-hab ilaa fir'auna innahuu thoghoo
"pergilah engkau kepada Fir'aun! Sesungguhnya dia telah melampaui batas,"
[18]
فَقُلْ هَلْ لَّكَ اِلٰۤى اَنْ تَزَكّٰى ۙ
fa qul hal laka ilaaa an tazakkaa
"maka katakanlah (kepada Fir'aun), Maukah kau membersihkan dirimu (dari kesesatan),"
[19]
وَاَهْدِيَكَ اِلٰى رَبِّكَ فَتَخْشٰى ۚ
wa ahdiyaka ilaa robbika fa takhsyaa
"dan engkau<5> akan kupimpin ke jalan Tuhanmu agar engkau takut kepada-Nya?"
[20]
فَاَرٰٮهُ الْاٰيَةَ الْكُبْرٰى ۖ
fa aroohul-aayatal-kubroo
"Lalu (Musa) memperlihatkan kepadanya mukjizat yang besar."
[21]
فَكَذَّبَ وَعَصٰى ۖ
fa kazzaba wa 'ashoo
"Tetapi dia (Fir'aun) mendustakan dan mendurhakai."
[22]
ثُمَّ اَدْبَرَ يَسْعٰى ۖ
summa adbaro yas'aa
"Kemudian dia berpaling seraya berusaha menantang (Musa)."
[23]
فَحَشَرَ فَنَادٰى ۖ
fa hasyaro fa naadaa
"Kemudian dia mengumpulkan (pembesar-pembesarnya) lalu berseru (memanggil kaumnya)."
[24]
فَقَا لَ اَنَاۡ رَبُّكُمُ الْاَعْلٰى ۖ
fa qoola ana robbukumul-a'laa
"(Seraya) berkata, Akulah tuhanmu yang paling tinggi."
[25]
فَاَخَذَهُ اللّٰهُ نَكَا لَ الْاٰخِرَةِ وَا لْاُوْلٰى ۗ
fa akhozahullohu nakaalal-aakhiroti wal-uulaa
"Maka Allah menghukumnya dengan azab di akhirat dan siksaan di dunia."
[26]
اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَعِبْرَةً لِّمَنْ يَّخْشٰى ۗ
inna fii zaalika la'ibrotal limay yakhsyaa
"Sungguh, pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang yang takut (kepada Allah)."
[27]
ءَاَنْتُمْ اَشَدُّ خَلْقًا اَمِ السَّمَآءُ ۚ بَنٰٮهَا ۗ
a antum asyaddu kholqon amis-samaaa`, banaahaa
"Apakah penciptaan kamu yang lebih hebat ataukah langit yang telah dibangun-Nya?"
[28]
رَفَعَ سَمْكَهَا فَسَوّٰٮهَا ۙ
rofa'a samkahaa fa sawwaahaa
"Dia telah meninggikan letaknya lalu menyempurnakannya,"
[29]
وَ اَغْطَشَ لَيْلَهَا وَاَخْرَجَ ضُحٰٮهَا ۖ
wa aghthosya lailahaa wa akhroja dhuhaahaa
"dan Dia menjadikan malamnya (gelap gulita), dan menjadikan siangnya (terang benderang)."
[30]
وَا لْاَرْضَ بَعْدَ ذٰلِكَ دَحٰٮهَا ۗ
wal-ardho ba'da zaalika dahaahaa
"Dan setelah itu bumi Dia hamparkan."
[31]
اَخْرَجَ مِنْهَا مَآءَهَا وَمَرْعٰٮهَا ۖ
akhroja min-haa maaa`ahaa wa mar'aahaa
"Darinya Dia pancarkan mata air, dan (ditumbuhkan) tumbuh-tumbuhannya."
[32]
وَا لْجِبَا لَ اَرْسٰٮهَا ۙ
wal-jibaala arsaahaa
"Dan gunung-gunung Dia pancangkan dengan teguh."
[33]
مَتَاعًا لَّـكُمْ وَلِاَ نْعَا مِكُمْ ۗ
mataa'al lakum wa li`an'aamikum
"(Semua itu) untuk kesenanganmu dan untuk hewan-hewan ternakmu."
[34]
فَاِذَا جَآءَتِ الطَّآ مَّةُ الْكُبْرٰى ۖ
fa izaa jaaa`atith-thooommatul-kubroo
"Maka apabila peristiwa besar (hari Kiamat) telah datang,"
[35]
يَوْمَ يَتَذَكَّرُ الْاِنْسَا نُ مَا سَعٰى ۙ
yauma yatazakkarul-insaanu maa sa'aa
"yaitu pada hari (ketika) insan-manusia teringat akan apa yang telah dikerjakannya,"
[36]
وَبُرِّزَتِ الْجَحِيْمُ لِمَنْ يَّرٰى
wa burrizatil-jahiimu limay yaroo
"dan neraka diperlihatkan dengan jelas kepada setiap orang<7> yang melihat."
[37]
فَاَ مَّا مَنْ طَغٰى ۙ
fa ammaa man thoghoo
"Maka adapun orang yang melampaui batas,"
[38]
وَاٰ ثَرَ الْحَيٰوةَ الدُّنْيَا ۙ
wa aasarol-hayaatad-dun-yaa
"dan lebih mengutamakan kehidupan dunia,"
[39]
فَاِ نَّ الْجَحِيْمَ هِيَ الْمَأْوٰى ۗ
fa innal-jahiima hiyal-ma`waa
"maka sungguh, nerakalah tempat tinggalnya."
[40]
وَاَ مَّا مَنْ خَا فَ مَقَا مَ رَبِّهٖ وَ نَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوٰى ۙ
wa ammaa man khoofa maqooma robbihii wa nahan-nafsa 'anil-hawaa
"Dan adapun orang-orang yang takut kepada Maqom (Kedudukan) Tuhannya dan menahan diri dari (keinginan) hawa nafsunya,"
[41]
فَاِ نَّ الْجَـنَّةَ هِيَ الْمَأْوٰى ۗ
fa innal-jannata hiyal-ma`waa
"maka sungguh, surgalah tempat tinggal(nya)."
[42]
يَسْــئَلُوْنَكَ عَنِ السَّاعَةِ اَيَّانَ مُرْسٰٮهَا ۗ
yas`aluunaka 'anis-saa'ati ayyaana mursaahaa
"Mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang hari Kiamat, Kapankah terjadinya?"
[43]
فِيْمَ اَنْتَ مِنْ ذِكْرٰٮهَا ۗ
fiima anta min zikroohaa
"Bagaimana engkau dapat menerangkannya?"
[44]
اِلٰى رَبِّكَ مُنْتَهٰٮهَا ۗ
ilaa robbika muntahaahaa
"Hanys kepada Tuhanmulah kesudahannya (ketentuan waktunya)."
[45]
اِنَّمَاۤ اَنْتَ مُنْذِرُ مَنْ يَّخْشٰٮهَا ۗ
innamaaa anta munziru may yakhsyaahaa
"Engkau (Muhammad) hanyalah pemberi peringatan bagi siapa yang takut kepadanya (hari Kiamat)."
[46]
كَاَ نَّهُمْ يَوْمَ يَرَوْنَهَا لَمْ يَلْبَثُوْۤا اِلَّا عَشِيَّةً اَوْ ضُحٰٮهَا
ka`annahum yauma yarounahaa lam yalbasuuu illaa 'asyiyyatan au dhuhaahaa
"Pada hari ketika mereka melihat hari penyaksian, mereka merasa seakan-akan hanya (sebentar saja) tinggal (di dunia) pada waktu sore atau pagi hari."
.
{80} 'Abasa (Bermuka masam)
________________________________
< Mekah > < 42 ayat >
[1]
عَبَسَ وَتَوَلّٰۤى ۙ
'abasa wa tawallaaa
"Dia (Muhammad) berwajah masam dan berpaling,"
[2]
اَنْ جَآءَهُ الْاَعْمٰى ۗ
an jaaa`ahul-a'maa
"karena seorang buta telah datang kepadanya (Abdullah bin Ummi Maktum)."
[3]
وَمَا يُدْرِيْكَ لَعَلَّهٗ يَزَّكّٰۤى ۙ
wa maa yudriika la'allahuu yazzakkaaa
"Dan tahukah engkau (Muhammad) barangkali dia ingin menyucikan dirinya (dari dosa),"
[4]
اَوْ يَذَّكَّرُ فَتَنْفَعَهُ الذِّكْرٰى ۗ
au yazzakkaru fa tanfa'ahuz-zikroo
"atau dia (ingin) mendapatkan pengajaran, yang memberi manfaat untuknya?"
[5]
اَمَّا مَنِ اسْتَغْنٰى ۙ
ammaa manistaghnaa
"Adapun orang yang merasa dirinya serba cukup (pembesar-pembesar Quraisy),"
[6]
فَاَ نْتَ لَهٗ تَصَدّٰى ۗ
fa anta lahuu tashoddaa
"maka engkau (Muhammad) memberi perhatian kepadanya,"
[7]
وَمَا عَلَيْكَ اَ لَّا يَزَّكّٰۤى ۗ
wa maa 'alaika allaa yazzakkaa
"padahal tidak ada (cela) atasmu kalau dia tidak menyucikan diri (beriman)."
[8]
وَاَ مَّا مَنْ جَآءَكَ يَسْعٰى ۙ
wa ammaa man jaaa`aka yas'aa
"Dan adapun orang yang datang kepadamu dengan bersegera (untuk mendapatkan pengajaran),"
[9]
وَهُوَ يَخْشٰى ۙ
wa huwa yakhsyaa
"sedang dia takut (kepada Allah),"
[10]
فَاَ نْتَ عَنْهُ تَلَهّٰى ۚ
fa anta 'an-hu talahhaa
"engkau (Muhammad) malah mengabaikannya."
[11]
كَلَّاۤ اِنَّهَا تَذْكِرَةٌ ۚ
kallaaa innahaa tazkiroh
"Sekali-kali jangan (begitu)! Sungguh, (ajaran-ajaran Allah) itu suatu peringatan,"
[12]
فَمَنْ شَآءَ ذَكَرَهٗ ۘ
fa man syaaa`a zakaroh
"maka barang siapa menghendaki, tentulah dia akan memerhatikannya,"
[13]
فِيْ صُحُفٍ مُّكَرَّمَةٍ ۙ
fii shuhufim mukarromah
"di dalam kitab-kitab yang dimuliakan (di sisi Allah),"
[14]
مَّرْفُوْعَةٍ مُّطَهَّرَةٍۢ ۙ
marfuu'atim muthohharoh
"yang ditinggikan (dan) disucikan,"
[15]
بِاَيْدِيْ سَفَرَةٍ ۙ
bi`aidii safaroh
"di tangan para utusan, "
[16]
كِرَا مٍۢ بَرَرَةٍ ۗ
kiroomim baroroh
"yang mulia lagi berbakti."
[17]
قُتِلَ الْاِنْسَا نُ مَاۤ اَكْفَرَهٗ ۗ
qutilal-insaanu maaa akfaroh
"Celakalah insan-manusia! Alangkah kufurnya dia<5>!"
[18]
مِنْ اَيِّ شَيْءٍ خَلَقَهٗ ۗ
min ayyi syai`in kholaqoh
"Dari apakah Dia (Allah) menciptakannya?"
[19]
مِنْ نُّطْفَةٍ ۗ خَلَقَهٗ فَقَدَّرَهٗ ۙ
min nuthfah, kholaqohuu fa qoddaroh
"Dari setetes mani, Dia menciptakannya lalu menentukannya."
[20]
ثُمَّ السَّبِيْلَ يَسَّرَهٗ ۙ
summas-sabiila yassaroh
"Kemudian jalannya Dia mudahkan,"
[21]
ثُمَّ اَمَا تَهٗ فَاَ قْبَرَهٗ ۙ
summa amaatahuu fa aqbaroh
"kemudian Dia mematikannya lalu dia dikuburkan,"
[22]
ثُمَّ اِذَا شَآءَ اَنْشَرَهٗ ۗ
summa izaa syaaa`a ansyaroh
"kemudian jika Dia menghendaki, Dia membangkitkannya kembali."
[23]
كَلَّا لَـمَّا يَقْضِ مَاۤ اَمَرَهٗ ۗ
kallaa lammaa yaqdhi maaa amaroh
"Sekali-kali jangan (begitu)! dia<5> itu belum melaksanakan apa yang Dia (Allah) perintahkan kepadanya."
[24]
فَلْيَنْظُرِ الْاِنْسَا نُ اِلٰى طَعَا مِهٖۤ ۙ
falyanzhuril-insaanu ilaa tho'aamih
"Maka hendaklah insan-manusia itu memerhatikan makanannya,"
[25]
اَنَّا صَبَبْنَا الْمَآءَ صَبًّا ۙ
annaa shobabnal-maaa`a shobbaa
"Kamilah yang telah mencurahkan air melimpah (dari langit),"
[26]
ثُمَّ شَقَقْنَا الْاَرْضَ شَقًّا ۙ
summa syaqoqnal-ardho syaqqoo
"kemudian Kami belah bumi dengan sebaik-baiknya,"
[27]
فَاَ نْۢبَتْنَا فِيْهَا حَبًّا ۙ
fa ambatnaa fiihaa habbaa
"lalu di sana Kami tumbuhkan biji-bijian,"
[28]
وَّ عِنَبًا وَّقَضْبًا ۙ
wa 'inabaw wa qodhbaa
"dan anggur dan sayur-sayuran,"
[29]
وَّزَيْتُوْنًا وَّنَخْلًا ۗ
wa zaituunaw wa nakhlaa
"dan zaitun dan pohon kurma,"
[30]
وَحَدَآئِقَ غُلْبًا ۙ
wa hadaaa`iqo ghulbaa
"dan kebun-kebun (yang) rindang,"
[31]
وَّفَا كِهَةً وَّاَبًّا ۙ
wa faakihataw wa abbaa
"dan buah-buahan serta rerumputan."
[32]
مَّتَاعًا لَّـكُمْ وَلِاَ نْعَا مِكُمْ ۗ
mataa'al lakum wa li`an'aamikum
"(Semua itu) untuk kesenanganmu dan untuk hewan-hewan ternakmu."
[33]
فَاِذَا جَآءَتِ الصَّآ خَّةُ ۖ
fa izaa jaaa`atish-shoookhkhoh
"Maka apabila datang suara yang memekakkan,"
[34]
يَوْمَ يَفِرُّ الْمَرْءُ مِنْ اَخِيْهِ ۙ
yauma yafirrul-mar`u min akhiih
"pada hari itu manusia lari dari saudaranya,"
[35]
وَاُ مِّهٖ وَاَ بِيْهِ ۙ
wa ummihii wa abiih
"dan dari ibu dan bapaknya,"
[36]
وَصَاحِبَتِهٖ وَبَنِيْهِ ۗ
wa shoohibatihii wa baniih
"dan dari istri dan anak-anaknya."
[37]
لِكُلِّ امْرِیءٍ مِّنْهُمْ يَوْمَئِذٍ شَأْنٌ يُّغْنِيْهِ ۗ
likullimri`im min-hum yauma`izin sya`nuy yughniih
"Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang menyibukkannya."
[38]
وُجُوْهٌ يَّوْمَئِذٍ مُّسْفِرَةٌ ۙ
wujuuhuy yauma`izim musfiroh
"Pada hari itu ada wajah-wajah yang berseri-seri,"
[39]
وَوُجُوْهٌ يَّوْمَئِذٍ عَلَيْهَا غَبَرَةٌ ۙ
wa wujuuhuy yauma`izin 'alaihaa ghobaroh
"dan pada hari itu ada (pula) wajah-wajah yang tertutup debu (suram),"
[40]
تَرْهَقُهَا قَتَرَةٌ ۗ
tarhaquhaa qotaroh
"diselubungi oleh kegelapan."
[41]
اُولٰٓئِكَ هُمُ الْكَفَرَةُ الْفَجَرَةُ
ulaaa`ika humul-kafarotul-fajaroh
"Mereka<7> itulah orang-orang kafir yang durhaka."
.
{81} At-Takwir (Menggulung)
_______________________________
< Mekah > < 29 ayat >
[1]
اِذَا الشَّمْسُ كُوِّرَتْ ۖ
izasy-syamsu kuwwirot
"Apabila matahari digulung,"
[2]
وَاِذَا النُّجُوْمُ انْكَدَرَتْ ۖ
wa izan-nujuumungkadarot
"dan apabila bintang-bintang berjatuhan,"
[3]
وَاِذَا الْجِبَا لُ سُيِّرَتْ ۖ
wa izal-jibaalu suyyirot
"dan apabila gunung-gunung dihancurkan,"
[4]
وَاِذَا الْعِشَارُ عُطِّلَتْ ۖ
wa izal-'isyaaru 'uththilat
"dan apabila unta-unta yang bunting ditinggalkan (tidak terurus),"
[5]
وَاِذَا الْوُحُوْشُ حُشِرَتْ ۖ
wa izal-wuhuusyu husyirot
"dan apabila binatang-binatang liar dikumpulkan,"
[6]
وَاِذَا الْبِحَارُ سُجِّرَتْ ۖ
wa izal-bihaaru sujjirot
"dan apabila lautan dipanaskan,"
[7]*
وَاِذَا النُّفُوْسُ زُوِّجَتْ ۖ
wa izan-nufuusu zuwwijat
"dan apabila diri-diri (sejati<7>) dipertemukan (dengan ruh<6>),"
[8]
وَاِذَا الْمَوْءٗدَةُ سُئِلَتْ ۖ
wa izal-mau`uudatu su`ilat
"dan apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya,"
[9]
بِاَيِّ ذَنْۢبٍ قُتِلَتْ ۚ
bi`ayyi zambing qutilat
"karena dosa apa dia dibunuh?"
[10]
وَاِذَا الصُّحُفُ نُشِرَتْ ۖ
wa izash-shuhufu nusyirot
"Dan apabila lembaran-lembaran (catatan amal) telah dibuka lebar-lebar."
[11]
وَاِذَا السَّمَآءُ كُشِطَتْ ۖ
wa izas-samaaa`u kusyithot
"dan apabila langit dilenyapkan (langit dunia),"
[12]
وَاِذَا الْجَحِيْمُ سُعِّرَتْ ۖ
wa izal-jahiimu su''irot
"dan apabila Neraka Jahim dinyalakan."
[13]
وَاِذَا الْجَـنَّةُ اُزْلِفَتْ ۖ
wa izal-jannatu uzlifat
"dan apabila surga didekatkan,"
[14]*
عَلِمَتْ نَفْسٌ مَّاۤ اَحْضَرَتْ ۗ
'alimat nafsum maaa ahdhorot
"setiap diri (sejati7>) akan mengetahui apa yang telah dikerjakan (oleh dirinya<5> sewaktu didunia)."
[15]
فَلَاۤ اُقْسِمُ بِا لْخُنَّسِ ۙ
fa laaa uqsimu bil-khunnas
"Aku bersumpah demi bintang-bintang,"
[16]
الْجَوَارِ الْكُنَّسِ ۙ
al-jawaaril-kunnas
"yang beredar dan terbenam,"
[17]
وَا لَّيْلِ اِذَا عَسْعَسَ ۙ
wal-laili izaa 'as'as
"demi malam apabila telah larut,"
[18]
وَا لصُّبْحِ اِذَا تَنَفَّسَ ۙ
wash-shub-hi izaa tanaffas
"dan demi subuh apabila fajar telah menyingsing,"
[19]*
اِنَّهٗ لَقَوْلُ رَسُوْلٍ كَرِيْمٍ ۙ
innahuu laqoulu rosuuling kariim
"sesungguhnya (Al-Qur'an) itu benar-benar firman (Allah yang dibawa oleh) utusan yang mulia [Ruh Al Amin (Jibril)]."
[20]*
ذِيْ قُوَّةٍ عِنْدَ ذِى الْعَرْشِ مَكِيْنٍ ۙ
zii quwwatin 'inda zil-'arsyi makiin
"yang memiliki kekuatan, memiliki kedudukan tinggi di sisi (Allah) yang memiliki `Arsy,"
[21]
مُّطَاعٍ ثَمَّ اَمِيْنٍ ۗ
muthoo'in samma amiin
"dipatuhi lagi dipercaya."
[22]
وَ مَا صَاحِبُكُمْ بِمَجْنُوْنٍ ۚ
wa maa shoohibukum bimajnuun
"Dan temanmu (Muhammad) itu bukanlah orang gila."
[23]*
وَلَقَدْ رَاٰهُ بِا لْاُفُقِ الْمُبِيْنِ ۚ
wa laqod ro`aahu bil-ufuqil-mubiin
"Dan sungguh, dia (Muhammad) telah melihatnya (Jibril) di ufuk yang terang."
[24]
وَمَا هُوَ عَلَى الْغَيْبِ بِضَنِيْنٍ ۚ
wa maa huwa 'alal-ghoibi bidhoniin
"Dan dia (Muhammad) bukanlah seorang yang dapat dituduh (menyembunyikan) yang gaib."
[25]
وَمَا هُوَ بِقَوْلِ شَيْطٰنٍ رَّجِيْمٍ ۙ
wa maa huwa biqouli syaithoonir rojiim
"Dan (Al-Qur'an) itu bukanlah perkataan setan yang terkutuk,"
[26]
فَاَيْنَ تَذْهَبُوْنَ ۗ
fa aina taz-habuun
"maka ke manakah kamu akan pergi?"
[27]
اِنْ هُوَ اِلَّا ذِكْرٌ لِّلْعٰلَمِيْنَ ۙ
in huwa illaa zikrul lil-'aalamiin
"(Al-Qur'an) itu tidak lain adalah peringatan bagi seluruh alam,"
[28]
لِمَنْ شَآءَ مِنْكُمْ اَنْ يَّسْتَقِيْمَ ۗ
liman syaaa`a mingkum ay yastaqiim
"bagi yang menghendaki menempuh jalan yang lurus."
[29]*
وَمَا تَشَآءُوْنَ اِلَّاۤ اَنْ يَّشَآءَ اللّٰهُ رَبُّ الْعٰلَمِيْنَ
wa maa tasyaaa`uuna illaaa ay yasyaaa`allohu robbul-'aalamiin
"Dan kamu tidak dapat menghendaki (menempuh jalan itu) kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan seluruh alam."
.
{82} Al-Infitar (Terbelah)
___________________________
< Mekah > < 19 ayat >
[1]
اِذَا السَّمَآءُ انْفَطَرَتْ ۙ
izas-samaaa`unfathorot
"Apabila langit terbelah,"
[2]
وَاِذَا الْكَوَا كِبُ انْتَثَرَتْ ۙ
wa izal-kawaakibuntasarot
"dan apabila bintang-bintang jatuh berserakan,"
[3]
وَاِذَا الْبِحَارُ فُجِّرَتْ ۙ
wa izal-bihaaru fujjirot
"dan apabila lautan dijadikan meluap,"
[4]
وَاِذَا الْقُبُوْرُ بُعْثِرَتْ ۙ
wa izal-qubuuru bu'sirot
"dan apabila kubur-kubur dibongkar,"
[5]*
عَلِمَتْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ وَاَخَّرَتْ ۗ
'alimat nafsum maa qoddamat wa akhkhorot
"setiap diri (sejati<7>) akan mengetahui apa yang telah dikerjakan dan yang dilalaikan (oleh diri<5>nya saat didunia)."
[6]
يٰۤاَيُّهَا الْاِنْسَا نُ مَا غَرَّكَ بِرَبِّكَ الْكَرِيْمِ ۙ
yaaa ayyuhal-insaanu maa ghorroka birobbikal-kariim
"Wahai manusia! Apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu Yang Maha Pengasih."
[7]
الَّذِيْ خَلَقَكَ فَسَوّٰٮكَ فَعَدَلَـكَ ۙ
allazii kholaqoka fa sawwaaka fa 'adalak
"Yang telah menciptakanmu lalu menyempurnakan dan menjadikannya seimbang,"
[8]
فِيْۤ اَيِّ صُوْرَةٍ مَّا شَآءَ رَكَّبَكَ ۗ
fiii ayyi shuurotim maa syaaa`a rokkabak
"dalam bentuk apa saja yang dikehendaki, Dia menyusun tubuhmu."
[9]
كَلَّا بَلْ تُكَذِّبُوْنَ بِا لدِّيْنِ ۙ
kallaa bal tukazzibuuna bid-diin
"Sekali-kali jangan begitu! Bahkan kamu mendustakan hari Agama."
[10]
وَاِ نَّ عَلَيْكُمْ لَحٰـفِظِيْنَ ۙ
wa inna 'alaikum lahaafizhiin
"Dan sesungguhnya bagi kamu ada yang mengawasi,"
[11]
كِرَا مًا كَا تِبِيْنَ ۙ
kiroomang kaatibiin
"yang mulia yang mencatat,"
[12]
يَعْلَمُوْنَ مَا تَفْعَلُوْنَ
ya'lamuuna maa taf'aluun
"mereka mengetahui apa yang kamu<5> kerjakan."
[13]
اِنَّ الْاَبْرَارَ لَفِيْ نَعِيْمٍ ۙ
innal-abrooro lafii na'iim
"Sesungguhnya orang-orang yang berbakti benar-benar berada dalam (surga yang penuh) kenikmatan,"
[14]
وَّاِنَّ الْفُجَّارَ لَفِيْ جَحِيْمٍ
wa innal-fujjaaro lafii jahiim
"dan sesungguhnya orang-orang yang durhaka benar-benar berada dalam neraka."
[15]
يَّصْلَوْنَهَا يَوْمَ الدِّيْنِ
yashlaunahaa yaumad-diin
"Mereka<7> masuk ke dalamnya pada hari-agama (saat kematian diri-ini<5>)"
[16]
وَمَا هُمْ عَنْهَا بِغَآئِبِيْنَ ۗ
wa maa hum 'an-haa bighooo`ibiin
"Dan mereka<7> tidak mungkin keluar dari neraka itu."
[17]*
وَمَاۤ اَدْرٰٮكَ مَا يَوْمُ الدِّيْنِ ۙ
wa maaa adrooka maa yaumud-diin
"Dan tahukah kamu apakah hari-agama (hari-kemudian) itu?"
[18]*
ثُمَّ مَاۤ اَدْرٰٮكَ مَا يَوْمُ الدِّيْنِ ۗ
summa maaa adrooka maa yaumud-diin
"Sekali lagi, tahukah kamu apakah hari-agama itu?"
[19]*
يَوْمَ لَا تَمْلِكُ نَفْسٌ لِّنَفْسٍ شَيْــئًا ۗ وَا لْاَمْرُ يَوْمَئِذٍ لِّـلّٰهِ
yauma laa tamliku nafsul linafsin syai`aa, wal-amru yauma`izil lillaah
"(Yaitu) pada hari (ketika) seseorang sama sekali tidak berdaya (menolong) orang lain.
Dan segala urusan pada hari itu dalam kekuasaan Allah."
.
{83} Al-Muthaffifin
(Orang-orang yang curang)
______________________________________
< Mekah > < 36 ayat >
[1]
وَيْلٌ لِّلْمُطَفِّفِيْنَ ۙ
wailul lil-muthoffifiin
"Celakalah bagi orang-orang yang curang!"
[2]
الَّذِيْنَ اِذَا اكْتَا لُوْا عَلَى النَّاسِ يَسْتَوْفُوْنَ ۖ
allaziina izaktaaluu 'alan-naasi yastaufuun
"Orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dicukupkan,"
[3]
وَاِذَا كَا لُوْهُمْ اَوْ وَّزَنُوْهُمْ يُخْسِرُوْنَ ۗ
wa izaa kaaluuhum aw wazanuuhum yukhsiruun
"dan apabila mereka menakar atau menimbang (untuk orang lain), mereka mengurangi."
[4]
اَ لَا يَظُنُّ اُولٰٓئِكَ اَنَّهُمْ مَّبْعُوْثُوْنَ ۙ
alaa yazhunnu ulaaa`ika annahum mab'uusuun
"Tidakkah mereka<5> itu mengira, bahwa sesungguhnya mereka<7> akan dibangkitkan,"
[5]
لِيَوْمٍ عَظِيْمٍ ۙ
liyaumin 'azhiim
"pada suatu hari yang besar."
[6]
يَّوْمَ يَقُوْمُ النَّاسُ لِرَبِّ الْعٰلَمِيْنَ ۗ
yauma yaquumun-naasu lirobbil-'aalamiin
"pada hari semua orang<7> berdiri dihadapan Tuhan seluruh alam."
[7]
كَلَّاۤ اِنَّ كِتٰبَ الْفُجَّارِ لَفِيْ سِجِّيْنٍ ۗ
kallaaa inna kitaabal-fujjaari lafii sijjiin
"Sekali-kali jangan begitu! Sesungguhnya catatan orang <5> yang durhaka benar-benar tersimpan dalam Sijjin."
[8]
وَمَاۤ اَدْرٰٮكَ مَا سِجِّيْنٌ ۗ
wa maaa adrooka maa sijjiin
"Dan tahukah engkau apakah Sijjin itu?"
[9]
كِتٰبٌ مَّرْقُوْمٌ ۗ
kitaabum marquum
"Kitab yang berisi catatan (segala perbuatan didunia)."
[10]
وَيْلٌ يَّوْمَئِذٍ لِّلْمُكَذِّبِيْنَ ۙ
wailuy yauma`izil lil-mukazzibiin
"Celakalah pada hari itu, bagi orang-orang yang mendustakan!"
[11]
الَّذِيْنَ يُكَذِّبُوْنَ بِيَوْمِ الدِّيْنِ ۗ
allaziina yukazzibuuna biyaumid-diin
"(Yaitu) orang-orang yang mendustakan hari-agama."
[12]
وَمَا يُكَذِّبُ بِهٖۤ اِلَّا كُلُّ مُعْتَدٍ اَثِيْمٍ ۙ
wa maa yukazzibu bihiii illaa kullu mu'tadin asiim
"Dan tidak ada yang mendustakannya, kecuali setiap orang<5> yang melampaui batas dan berdosa,"
[13]
اِذَا تُتْلٰى عَلَيْهِ اٰيٰتُنَا قَا لَ اَسَا طِيْرُ الْاَوَّلِيْنَ ۗ
izaa tutlaa 'alaihi aayaatunaa qoola asaathiirul-awwaliin
"yang apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami, dia berkata, Itu adalah dongeng orang-orang dahulu."
[14]
كَلَّا بَلْ ٚ رَا نَ عَلٰى قُلُوْبِهِمْ مَّا كَا نُوْا يَكْسِبُوْنَ
kallaa bal roona 'alaa quluubihim maa kaanuu yaksibuun
"Sekali-kali tidak! Bahkan apa yang mereka<5> kerjakan itu telah menutupi hati mereka."
[15]
كَلَّاۤ اِنَّهُمْ عَنْ رَّبِّهِمْ يَوْمَئِذٍ لَّمَحْجُوْبُوْنَ ۗ
kallaaa innahum 'ar robbihim yauma`izil lamahjuubuun
"Sekali-kali tidak! Sesungguhnya mereka<7> pada hari itu benar-benar terhalang dari Tuhannya."
[16]
ثُمَّ اِنَّهُمْ لَصَا لُوا الْجَحِيْمِ ۗ
summa innahum lashoolul-jahiim
"Kemudian, sesungguhnya mereka<7> benar-benar masuk neraka."
[17]
ثُمَّ يُقَا لُ هٰذَا الَّذِيْ كُنْتُمْ بِهٖ تُكَذِّبُوْنَ ۗ
summa yuqoolu haazallazii kuntum bihii tukazzibuun
"Kemudian, dikatakan: 'Inilah (azab) yang dahulu kamu<5> dustakan."
[18]
كَلَّاۤ اِنَّ كِتٰبَ الْاَبْرَارِ لَفِيْ عِلِّيِّيْنَ ۗ
kallaaa inna kitaabal-abroori lafii 'illiyyiin
"Sekali kali tidak! Sesungguhnya catatan orang-orang yang berbakti benar-benar tersimpan dalam 'Illiyyin."
[19]
وَمَاۤ اَدْرٰٮكَ مَا عِلِّيُّوْنَ ۗ
wa maaa adrooka maa 'illiyyuun
"Dan tahukah engkau apakah 'Illiyyin itu?"
[20]
كِتٰبٌ مَّرْقُوْمٌ ۙ
kitaabum marquum
"Kitab yang berisi catatan (segala perbuatan didunia)"
[21]
يَّشْهَدُهُ الْمُقَرَّبُوْنَ ۗ
yasy-haduhul-muqorrobuun
"yang disaksikan oleh yang didekatkan (kepada Allah)."
[22]
اِنَّ الْاَبْرَارَ لَفِيْ نَعِيْمٍ ۙ
innal-abrooro lafii na'iim
"Sesungguhnya orang-orang yang berbakti benar-benar berada dalam (surga yang penuh) kenikmatan.
[23]
عَلَى الْاَرَآئِكِ يَنْظُرُوْنَ ۙ
'alal-arooo`iki yanzhuruun
"mereka (duduk) di atas dipan-dipan melepas pandangan."
[24]
تَعْرِفُ فِيْ وُجُوْهِهِمْ نَضْرَةَ النَّعِيْمِ ۚ
ta'rifu fii wujuuhihim nadhrotan na'iim
"Kamu dapat mengetahui dari wajah mereka kesenangan yang penuh kenikmatan."
[25]
يُسْقَوْنَ مِنْ رَّحِيْقٍ مَّخْتُوْمٍ ۙ
yusqouna mir rohiiqim makhtuum
"Mereka diberi minum dari khamar murni (tidak memabukkan) yang masih dilak,"
[26]
خِتٰمُهٗ مِسْكٌ ۗ وَفِيْ ذٰلِكَ فَلْيَتَنَا فَسِ الْمُتَنَا فِسُوْنَ
khitaamuhuu misk, wa fii zaalika falyatanaafasil-mutanaafisuun
"laknya dari kasturi. Dan untuk yang demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba."
[27]
وَ مِزَاجُهٗ مِنْ تَسْنِيْمٍ ۙ
wa mizaajuhuu min tasniim
"Dan campurannya dari tasnim,"
[28]
عَيْنًا يَّشْرَبُ بِهَا الْمُقَرَّبُوْنَ ۗ
'ainay yasyrobu bihal-muqorrobuun
"(yaitu) mata air yang diminum oleh mereka yang dekat (kepada Allah )."
[29]
اِنَّ الَّذِيْنَ اَجْرَمُوْا كَا نُوْا مِنَ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا يَضْحَكُوْنَ ۖ
innallaziina ajromuu kaanuu minallaziina aamanuu yadh-hakuun
"Sesungguhnya orang-orang yang berdosa, adalah mereka<7> yang dahulu menertawakan orang-orang yang beriman."
[30]
وَاِذَا مَرُّوْا بِهِمْ يَتَغَا مَزُوْنَ ۖ
wa izaa marruu bihim yataghoomazuun
"Dan apabila mereka<7>(orang-orang yang beriman) melintas di hadapan mereka, mereka<7> saling mengedip-ngedipkan matanya."
[31]
وَاِذَا انْقَلَبُوْۤا اِلٰۤى اَهْلِهِمُ انْقَلَبُوْا فَكِهِيْنَ ۖ
wa izangqolabuuu ilaaa ahlihimungqolabuu fakihiin
"dan apabila kembali kepada kaumnya, mereka<7> kembali dengan gembira ria."
[32]
وَاِذَا رَاَوْهُمْ قَا لُوْۤا اِنَّ هٰۤؤُلَآ ءِ لَـضَآ لُّوْنَ ۙ
wa izaa ro`auhum qooluuu inna haaa`ulaaa`i ladhooolluun
"Dan apabila mereka melihat (orang-orang mukmin), mereka mengatakan, Sesungguhnya mereka benar-benar orang-orang sesat,"
[33]
وَمَاۤ اُرْسِلُوْا عَلَيْهِمْ حٰفِظِيْنَ ۙ
wa maaa ursiluu 'alaihim haafizhiin
"padahal (orang-orang yang berdosa itu), mereka tidak diutus sebagai penjaga (orang-orang mukmin)."
[34]
فَا لْيَوْمَ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنَ الْكُفَّارِ يَضْحَكُوْنَ ۙ
fal-yaumallaziina aamanuu minal-kuffaari yadh-hakuun
"Maka pada hari ini, orang-orang<7> yang beriman yang menertawakan orang-orang kafir."
[35]
عَلَى الْاَرَآئِكِ ۙ يَنْظُرُوْنَ ۗ
'alal-arooo`iki yanzhuruun
"mereka (duduk) di atas dipan-dipan melepas pandangan."
[36]
هَلْ ثُوِّبَ الْكُفَّارُ مَا كَا نُوْا يَفْعَلُوْنَ
hal suwwibal-kuffaaru maa kaanuu yaf'aluun
"Apakah orang-orang<7> kafir itu diberi ganjaran terhadap apa yang telah mereka<5> perbuat (didunia)?"
.
{84} Al-Insyiqaq (Terbelah)
_____________________________
< Mekah > < 25 ayat >
[1]
اِذَا السَّمَآءُ انْشَقَّتْ ۙ
izas-samaaa`unsyaqqot
"Apabila langit terbelah,"
[2]
وَاَذِنَتْ لِرَبِّهَا وَحُقَّتْ ۙ
wa azinat lirobbihaa wa huqqot
"dan patuh kepada Tuhannya, dan sudah semestinya patuh."
[3]
وَاِذَا الْاَرْضُ مُدَّتْ ۗ
wa izal-ardhu muddat
"dan apabila bumi diratakan,"
[4]
وَاَ لْقَتْ مَا فِيْهَا وَتَخَلَّتْ ۙ
wa alqot maa fiihaa wa takhollat
"dan memuntahkan apa yang ada di dalamnya dan menjadi kosong,"
[5]
وَاَذِنَتْ لِرَبِّهَا وَحُقَّتْ ۗ
wa azinat lirobbihaa wa huqqot
"dan patuh kepada Tuhannya, dan sudah semestinya patuh."
[6]
يٰۤاَيُّهَا الْاِنْسَا نُ اِنَّكَ كَادِحٌ اِلٰى رَبِّكَ كَدْحًا فَمُلٰقِيْهِ ۚ
yaaa ayyuhal-insaanu innaka kaadihun ilaa robbika kad-han fa mulaaqiih
"Wahai manusia! Sesungguhnya kamu<5> telah bekerja keras menuju Tuhanmu, maka kamu<7> akan menemui-Nya."
[7]
فَاَ مَّا مَنْ اُوْتِيَ كِتٰبَهٗ بِيَمِيْنِهٖ ۙ
fa ammaa man uutiya kitaabahuu biyamiinih
"Maka adapun orang yang catatannya diberikan dari sebelah kanannya,"
[8]
فَسَوْفَ يُحَاسَبُ حِسَا بًا يَّسِيْرًا ۙ
fa saufa yuhaasabu hisaabay yasiiroo
"maka dia akan dihisab (diperhitungkan) dengan hisab yang mudah,"
[9]
وَّيَنْقَلِبُ اِلٰۤى اَهْلِهٖ مَسْرُوْرًا ۗ
wa yangqolibu ilaaa ahlihii masruuroo
"dan dia akan kembali kepada keluarganya (yang sama-sama beriman) dengan gembira."
[10]
وَاَ مَّا مَنْ اُوْتِيَ كِتٰبَهٗ وَرَآءَ ظَهْرِهٖ ۙ
wa ammaa man uutiya kitaabahuu warooo`a zhohrih
"Dan adapun orang yang catatannya diberikan dari sebelah belakang,"
[11]
فَسَوْفَ يَدْعُوْا ثُبُوْرًا ۙ
fa saufa yad'uu subuuroo
"maka dia akan berteriak, Celakalah aku!"
[12]
وَّيَصْلٰى سَعِيْرًا ۗ
wa yashlaa sa'iiroo
"Dan dia akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka)."
[13]
اِنَّهٗ كَا نَ فِيْۤ اَهْلِهٖ مَسْرُوْرًا ۗ
innahuu kaana fiii ahlihii masruuroo
"Sungguh, dia dahulu (di dunia) bergembira di kalangan keluarganya (yang sama-sama kafir)."
[14]
اِنَّهٗ ظَنَّ اَنْ لَّنْ يَّحُوْرَ ۛ
innahuu zhonna al lay yahuur
"Sesungguhnya dia mengira bahwa dia tidak akan dikembalikan (kepada Tuhannya)."
[15]
بَلٰۤى ۛ اِنَّ رَبَّهٗ كَا نَ بِهٖ بَصِيْرًا ۗ
balaaa inna robbahuu kaana bihii bashiiroo
"Tidak demikian, sesungguhnya Tuhannya selalu melihatnya.'
[16]
فَلَاۤ اُقْسِمُ بِا لشَّفَقِ ۙ
fa laaa uqsimu bisy-syafaq
"Maka Aku bersumpah demi syafaq (cahaya merah pada waktu senja),"
[17]
وَا لَّيْلِ وَمَا وَسَقَ ۙ
wal-laili wa maa wasaq
"demi malam dan apa yang diselubunginya,"
[18]
وَا لْقَمَرِ اِذَا اتَّسَقَ ۙ
wal-qomari izattasaq
"demi bulan apabila purnama."
[19]
لَتَرْكَبُنَّ طَبَقًا عَنْ طَبَقٍ ۗ
latarkabunna thobaqon 'an thobaq
"sungguh, akan kamu jalani selapis demi selapis."
[20]
فَمَا لَهُمْ لَا يُؤْمِنُوْنَ ۙ
fa maa lahum laa yu`minuun
"Maka mengapa mereka tidak mau beriman?"
[21]
وَاِذَا قُرِئَ عَلَيْهِمُ الْقُرْاٰنُ لَا يَسْجُدُوْنَ ۗ
wa izaa quri`a 'alaihimul-qur`aanu laa yasjuduun
"Dan apabila Al-Qur'an dibacakan kepada mereka<5>, mereka<5> tidak (mau) bersujud."
[22]
بَلِ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا يُكَذِّبُوْنَ ۖ
balillaziina kafaruu yukazzibuun
"bahkan orang-orang kafir itu mendustakan(nya)."
[23]
وَا للّٰهُ اَعْلَمُ بِمَا يُوْعُوْنَ ۖ
wallohu a'lamu bimaa yuu'uun
"Dan Allah lebih mengetahui apa yang mereka<5> sembunyikan."
[24]
فَبَشِّرْهُمْ بِعَذَا بٍ اَلِيْمٍ ۙ
fa basysyir-hum bi'azaabin aliim
"Maka sampaikanlah kepada mereka<5> (ancaman) azab yang pedih,"
[25]
اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ لَهُمْ اَجْرٌ غَيْرُ مَمْنُوْنٍ
illallaziina aamanuu wa 'amilush-shoolihaati lahum ajrun ghoiru mamnuun
"kecuali orang-orang<5> yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka<7> akan mendapat pahala yang tidak putus-putusnya."
.
{85} Al-Buruj (Gugusan Bintang)
__________________________________
< Mekah > < 22 ayat>
[1]
وَا لسَّمَآءِ ذَا تِ الْبُرُوْجِ ۙ
was-samaaa`i zaatil-buruuj
"Demi langit yang mempunyai gugusan bintang,"
[2]
وَا لْيَوْمِ الْمَوْعُوْدِ ۙ
wal-yaumil-mau'uud
"dan demi hari yang dijanjikan."
[3]
وَشَاهِدٍ وَّمَشْهُوْدٍ ۗ
wa syaahidiw wa masy-huud
"Demi yang menyaksikan dan yang disaksikan."
[4]
قُتِلَ اَصْحٰبُ الْاُخْدُوْدِ ۙ
qutila ash-haabul-ukhduud
"Binasalah orang-orang yang membuat parit (yaitu para pembesar Najran di Yaman),"
[5]
النَّارِ ذَا تِ الْوَقُوْدِ ۙ
an-naari zaatil-waquud
"yang berapi (karena didalamnya penuh) kayu bakar,"
[6]
اِذْ هُمْ عَلَيْهَا قُعُوْدٌ ۙ
iz hum 'alaihaa qu'uud
"ketika mereka duduk di sekitarnya,"
[7]
وَّهُمْ عَلٰى مَا يَفْعَلُوْنَ بِا لْمُؤْمِنِيْنَ شُهُوْدٌ ۗ
wa hum 'alaa maa yaf'aluuna bil-mu`miniina syuhuud
"sedang mereka menyaksikan apa yang mereka perbuat terhadap orang-orang mukmin."
[8]*
وَمَا نَقَمُوْا مِنْهُمْ اِلَّاۤ اَنْ يُّؤْمِنُوْا بِا للّٰهِ الْعَزِيْزِ الْحَمِيْدِ ۙ
wa maa naqomuu min-hum illaaa ay yu`minuu billaahil-'aziizil-hamiid
"Dan mereka menyiksa orang-orang mukmin itu hanya karena (orang-orang mukmin itu) beriman kepada Allah yang Maha Perkasa, Maha Terpuji,"
[9]
الَّذِيْ لَهٗ مُلْكُ السَّمٰوٰتِ وَا لْاَرْضِ ۗ وَ اللّٰهُ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ شَهِيْدٌ ۗ
allazii lahuu mulkus-samaawaati wal-ardh, wallohu 'alaa kulli syai`in syahiid
"Yang memiliki kerajaan langit dan bumi. Dan Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu."
[10]
اِنَّ الَّذِيْنَ فَتَـنُوا الْمُؤْمِنِيْنَ وَ الْمُؤْمِنٰتِ ثُمَّ لَمْ يَتُوْبُوْا فَلَهُمْ عَذَا بُ جَهَنَّمَ وَلَهُمْ عَذَا بُ الْحَرِيْقِ ۗ
innallaziina fatanul-mu`miniina wal-mu`minaati summa lam yatuubuu fa lahum 'azaabu jahannama wa lahum 'azaabul-hariiq
"Sungguh, orang-orang yang mendatangkan cobaan (bencana, membunuh, menyiksa) kepada orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan lalu mereka<5> tidak bertobat, maka mereka<5> akan mendapat azab Jahanam dan mereka akan mendapat azab (neraka) yang membakar."
[11]
اِنَّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ لَهُمْ جَنّٰتٌ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ ۗ ذٰلِكَ الْفَوْزُ الْكَبِيْرُ ۗ
innallaziina aamanuu wa 'amilush-shoolihaati lahum jannaatun tajrii min tahtihal-an-haar, zaalikal-fauzul-kabiir
"Sungguh, orang-orang<5> yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka<7> akan mendapat surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, itulah kemenangan yang agung."
[12]
اِنَّ بَطْشَ رَبِّكَ لَشَدِيْدٌ ۗ
inna bathsya robbika lasyadiid
"Sungguh, azab Tuhanmu sangat keras."
[13]
اِنَّهٗ هُوَ يُبْدِئُ وَيُعِيْدُ ۚ
innahuu huwa yubdi`u wa yu'iid
"Sungguh, Dialah yang memulai penciptaan dan yang menghidupkannya."
[14]
وَهُوَ الْغَفُوْرُ الْوَدُوْدُ ۙ
wa huwal-ghofuurul-waduud
"Dan Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Pengasih,"
[15]
ذُو الْعَرْشِ الْمَجِيْدُ ۙ
zul-'arsyil-majiid
"yang memiliki 'Arsy, lagi Maha Mulia,"
[16]
فَعَّالٌ لِّمَا يُرِيْدُ ۗ
fa''aalul limaa yuriid
"Maha Kuasa berbuat apa yang Dia kehendaki."
[17]
هَلْ اَتٰٮكَ حَدِيْثُ الْجُـنُوْدِ ۙ
hal ataaka hadiisul-junuud
"Sudahkah sampai kepadamu berita tentang bala tentara,"
[18]
فِرْعَوْنَ وَثَمُوْدَ ۗ
fir'auna wa samuud
"(yaitu) Fir'aun dan Samud?"
[19]
بَلِ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا فِيْ تَكْذِيْبٍ ۙ
balillaziina kafaruu fii takziib
"Memang orang-orang<5> kafir (selalu) mendustakan,"
[20]
وَّاللّٰهُ مِنْ وَّرَآئِهِمْ مُّحِيْطٌ ۚ
wallohu miw warooo`ihim muhiith
"padahal Allah mengepung dari belakang mereka."
[21]
بَلْ هُوَ قُرْاٰنٌ مَّجِيْدٌ ۙ
bal huwa qur`aanum majiid
"Bahkan (yang didustakan itu) ialah Al-Qur'an yang mulia,"
[22]
فِيْ لَوْحٍ مَّحْفُوْظٍ
fii lauhim mahfuuzh
"yang (tersimpan) dalam (tempat) yang terjaga (Lauh Mahfuz).
.
{86} At-Tariq
(Yang datang dimalam hari)
______________________________________
< Mekah > < 17 ayat >
[1]
وَا لسَّمَآءِ وَا لطَّارِقِ ۙ
was-samaaa`i wath-thooriq
"Demi langit dan yang datang pada malam hari."
[2]
وَمَاۤ اَدْرٰٮكَ مَا الطَّارِقُ ۙ
wa maaa adrooka math-thooriq
"Dan tahukah kamu apakah yang datang pada malam hari itu?"
[3]
النَّجْمُ الثَّاقِبُ ۙ
an-najmus-saaqib
"(Yaitu) bintang yang bersinar tajam,"
[4]*
اِنْ كُلُّ نَفْسٍ لَّمَّا عَلَيْهَا حَا فِظٌ ۗ
ing kullu nafsil lammaa 'alaihaa haafizh
"setiap diri pasti ada penjaganya."
[5]
فَلْيَنْظُرِ الْاِنْسَا نُ مِمَّ خُلِقَ ۗ
falyanzhuril-insaanu mimma khuliq
"Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apa dia diciptakan."
[6]
خُلِقَ مِنْ مَّآءٍ دَا فِقٍ ۙ
khuliqo mim maaa`in daafiq
"Dia (manusia) diciptakan dari air (mani) yang terpancar,"
[7]
يَّخْرُجُ مِنْۢ بَيْنِ الصُّلْبِ وَا لتَّرَآئِبِ ۗ
yakhruju mim bainish-shulbi wat-tarooo`ib
"yang keluar dari antara tulang-sulbi dan tulang dada."
[8]
اِنَّهٗ عَلٰى رَجْعِهٖ لَقَادِرٌ ۗ
innahuu 'alaa roj'ihii laqoodir
"Sungguh, Allah benar-benar kuasa untuk mengembalikannya."
[9]
يَوْمَ تُبْلَى السَّرَآئِرُ ۙ
yauma tublas-sarooo`ir
"Pada hari ditampakkan segala rahasia,"
[10]
فَمَا لَهٗ مِنْ قُوَّةٍ وَّلَا نَاصِرٍ ۗ
fa maa lahuu ming quwwatiw wa laa naashir
"maka manusia tidak lagi mempunyai suatu kekuatan dan tidak (pula) ada penolong."
[11]
وَا لسَّمَآءِ ذَا تِ الرَّجْعِ ۙ
was-samaaa`i zaatir-roj'
"Demi langit yang mengandung hujan,"
[12]
وَا لْاَرْضِ ذَا تِ الصَّدْعِ ۙ
wal-ardhi zaatish-shod'
"dan bumi yang mempunyai tumbuh-tumbuhan,"
[13]
اِنَّهٗ لَقَوْلٌ فَصْلٌ ۙ
innahuu laqoulun fashl
"sungguh, (Al-Qur'an) itu benar-benar firman pemisah (antara yang hak dan yang batil)."
[14]
وَّمَا هُوَ بِا لْهَزْلِ ۗ
wa maa huwa bil-hazl
"dan (Al-Qur'an) itu bukanlah senda gurauan."
[15]
اِنَّهُمْ يَكِيْدُوْنَ كَيْدًا ۙ
innahum yakiiduuna kaidaa
"Sungguh, mereka (orang kafir) merencanakan tipu daya yang jahat,"
[16]
وَّاَكِيْدُ كَيْدًا ۖ
wa akiidu kaidaa
"dan Aku pun membuat rencana (tipu daya) yang jitu."
[17]
فَمَهِّلِ الْكٰفِرِيْنَ اَمْهِلْهُمْ رُوَيْدًا
fa mahhilil-kaafiriina am-hil-hum ruwaidaa
"Karena itu berilah penangguhan kepada orang-orang kafir. Berilah mereka kesempatan untuk sementara waktu."
.
{87} Al-A'la (Yang Paling Tinggi)
_________________________________
< Mekah > < 19 ayat >
[1]
سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الْاَعْلَى ۙ
sabbihisma robbikal-a'laa
"Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Maha Tinggi,"
[2]
الَّذِيْ خَلَقَ فَسَوّٰى ۖ
allazii kholaqo fa sawwaa
"yang menciptakan, lalu menyempurnakannya,"
[3]
وَا لَّذِيْ قَدَّرَ فَهَدٰى ۖ
wallazii qoddaro fa hadaa
"yang menentukan kadar (masing-masing) dan memberi petunjuk."
[4]
وَا لَّذِيْۤ اَخْرَجَ الْمَرْعٰى ۖ
wallaziii akhrojal-mar'aa
"dan yang menumbuhkan rerumputan,"
[5]
فَجَعَلَهٗ غُثَآءً اَحْوٰى ۗ
fa ja'alahuu ghusaaa`an ahwaa
"lalu dijadikan-Nya (rumput-rumput) itu kering kehitam-hitaman."
[6]
سَنُقْرِئُكَ فَلَا تَنْسٰۤى ۙ
sanuqri`uka fa laa tansaaa
"Kami akan membacakan (Al-Qur'an) kepadamu (Muhammad) sehingga engkau tidak akan lupa,"
[7]
اِلَّا مَا شَآءَ اللّٰهُ ۗ اِنَّهٗ يَعْلَمُ الْجَهْرَ وَمَا يَخْفٰى ۗ
illaa maa syaaa`alloh, innahuu ya'lamul-jahro wa maa yakhfaa
"kecuali jika Allah menghendaki. Sungguh, Dia mengetahui yang terang dan yang tersembunyi."
[8]
وَنُيَسِّرُكَ لِلْيُسْرٰى ۖ
wa nuyassiruka lil-yusroo
"Dan Kami akan memudahkan bagimu ke jalan kemudahan,"
[9]
فَذَكِّرْ اِنْ نَّفَعَتِ الذِّكْرٰى ۗ
fa zakkir in nafa'atiz-zikroo
"oleh sebab itu berikanlah peringatan, karena peringatan itu bermanfaat,"
[10]
سَيَذَّكَّرُ مَنْ يَّخْشٰى ۙ
sayazzakkaru may yakhsyaa
"orang yang takut (kepada Allah) akan mendapat pelajaran,"
[11]
وَيَتَجَنَّبُهَا الْاَشْقَى ۙ
wa yatajannabuhal-asyqoo
"dan orang yang celaka akan menjauhinya,"
[12]
الَّذِيْ يَصْلَى النَّارَ الْكُبْرٰى ۚ
allazii yashlan-naarol-kubroo
"(yaitu) orang yang akan memasuki api yang besar (neraka),"
[13]
ثُمَّ لَا يَمُوْتُ فِيْهَا وَلَا يَحْيٰى ۗ
summa laa yamuutu fiihaa wa laa yahyaa
"selanjutnya dia di sana tidak mati dan tidak (pula) hidup."
[14]
قَدْ اَفْلَحَ مَنْ تَزَكّٰى ۙ
qod aflaha man tazakkaa
"Sungguh beruntung orang yang menyucikan diri,"
[15]
وَذَكَرَ اسْمَ رَبِّهٖ فَصَلّٰى ۗ
wa zakarosma robbihii fa shollaa
"Dan mengingat nama Tuhannya, lalu dia sholat."
[16]
بَلْ تُؤْثِرُوْنَ الْحَيٰوةَ الدُّنْيَا ۖ
bal tu`siruunal-hayaatad-dun-yaa
"Sedangkan kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan dunia,"
[17]
وَا لْاٰخِرَةُ خَيْرٌ وَّ اَبْقٰى ۗ
wal-aakhirotu khoiruw wa abqoo
"padahal kehidupan akhirat itu lebih baik dan lebih kekal."
[18]
اِنَّ هٰذَا لَفِى الصُّحُفِ الْاُوْلٰى ۙ
inna haazaa lafish-shuhufil-uula
"Sesungguhnya ini terdapat dalam kitab-kitab yang dahulu,"
[19]
صُحُفِ اِبْرٰهِيْمَ وَمُوْسٰى
shuhufi ibroohiima wa muusaa
"(yaitu) Kitab-kitab Ibrahim dan Musa."
.
{88} Al-Ghasyiyah
(Kejadian Yang Dahsyat)
____________________________________
< Mekah > < 26 ayat >
[1]
هَلْ اَتٰٮكَ حَدِيْثُ الْغَاشِيَةِ ۗ
hal ataaka hadiisul-ghoosyiyah
"Sudahkah sampai kepadamu berita kejadian yang dahsyat ?"
[2]
وُجُوْهٌ يَّوْمَئِذٍ خَاشِعَةٌ ۙ
wujuuhuy yauma`izin khoosyi'ah
"Pada hari itu banyak wajah yang tertunduk terhina."
[3]
عَا مِلَةٌ نَّاصِبَةٌ ۙ
'aamilatun naashibah
"(karena) bekerja keras lagi kepayahan."
[4]
تَصْلٰى نَارًا حَا مِيَةً ۙ
tashlaa naaron haamiyah
"mereka<7> memasuki api yang sangat panas (neraka)."
[5]
تُسْقٰى مِنْ عَيْنٍ اٰنِيَةٍ ۗ
tusqoo min 'ainin aaniyah
"diberi minum dari sumber mata air yang sangat panas."
[6]
لَـيْسَ لَهُمْ طَعَا مٌ اِلَّا مِنْ ضَرِيْعٍ ۙ
laisa lahum tho'aamun illaa min dhorii'
"Tidak ada makanan bagi mereka<7> selain dari pohon yang berduri,"
[7]
لَّا يُسْمِنُ وَلَا يُغْنِيْ مِنْ جُوْعٍ ۗ
laa yusminu wa laa yughnii min juu'
"yang tidak menggemukkan dan tidak menghilangkan lapar."
[8]
وُجُوْهٌ يَّوْمَئِذٍ نَّاعِمَةٌ ۙ
wujuuhuy yauma`izin naa'imah
"Pada hari itu banyak (pula) wajah yang berseri-seri."
[9]
لِّسَعْيِهَا رَاضِيَةٌ ۙ
lisa'yihaa roodhiyah
"merasa senang karena usahanya (sendiri),"
[10]
فِيْ جَنَّةٍ عَا لِيَةٍ ۙ
fii jannatin 'aaliyah
"dalam surga yang tinggi,'
[11]
لَّا تَسْمَعُ فِيْهَا لَاغِيَةً ۗ
laa tasma'u fiihaa laaghiyah
"di sana (kamu) tidak mendengar perkataan yang tidak berguna."
[12]
فِيْهَا عَيْنٌ جَارِيَةٌ ۘ
fiihaa 'ainun jaariyah
"Di sana ada mata air yang mengalir."
[13]
فِيْهَا سُرُرٌ مَّرْفُوْعَةٌ ۙ
fiihaa sururum marfuu'ah
"Di sana ada dipan-dipan yang ditinggikan."
[14]
وَّاَكْوَا بٌ مَّوْضُوْعَةٌ ۙ
wa akwaabum maudhuu'ah
"dan gelas-gelas yang tersedia (di dekatnya),"
[15]
وَّنَمَارِقُ مَصْفُوْفَةٌ ۙ
wa namaariqu mashfuufah
"dan bantal-bantal sandaran yang tersusun,"
[16]
وَّزَرَا بِيُّ مَبْثُوْثَةٌ ۗ
wa zaroobiyyu mabsuusah
"dan permadani-permadani yang terhampar."
[17]
اَفَلَا يَنْظُرُوْنَ اِلَى الْاِ بِلِ كَيْفَ خُلِقَتْ ۗ
a fa laa yanzhuruuna ilal-ibili kaifa khuliqot
"Maka tidaklah mereka<5> memerhatikan unta, bagaimana diciptakan."
[18]
وَاِ لَى السَّمَآءِ كَيْفَ رُفِعَتْ ۗ
wa ilas-samaaa`i kaifa rufi'at
"Dan langit, bagaimana ditinggikan."
[19]
وَاِ لَى الْجِبَا لِ كَيْفَ نُصِبَتْ ۗ
wa ilal-jibaali kaifa nushibat
"Dan gunung-gunung ditegakkan."
[20]
وَاِ لَى الْاَرْضِ كَيْفَ سُطِحَتْ ۗ
wa ilal-ardhi kaifa suthihat
"Dan bumi bagaimana dihamparkan."
[21]
فَذَكِّرْ ۗ اِنَّمَاۤ اَنْتَ مُذَكِّرٌ ۗ
fa zakkir, innamaaa anta muzakkir
"Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya engkau (Muhammad) hanyalah pemberi peringatan,"
[22]
لَـسْتَ عَلَيْهِمْ بِمُصَيْطِرٍ ۙ
lasta 'alaihim bimushoithir
"engkau bukanlah orang yang berkuasa atas mereka,
[23]
اِلَّا مَنْ تَوَلّٰى وَكَفَرَ ۙ
illaa man tawallaa wa kafar
"kecuali (jika ada) orang yang berpaling dan kafir,"
[24]
فَيُعَذِّبُهُ اللّٰهُ الْعَذَا بَ الْاَكْبَرَ ۗ
fa yu'azzibuhullohul-'azaabal-akbar
"maka Allah akan mengazabnya dengan azab yang besar.
[25]
اِنَّ اِلَيْنَاۤ اِيَا بَهُمْ ۙ
inna ilainaaa iyaabahum
"Sungguh, kepada Kamilah mereka<7> kembali,"
[26]
ثُمَّ اِنَّ عَلَيْنَا حِسَا بَهُمْ
summa inna 'alainaa hisaabahum
"kemudian sesungguhnya (kewajiban) Kamilah membuat perhitungan atas mereka<7>."
.
{89} Al-Fajr ( Fajar )
_______________________
<Mekah> <30 ayat>
[1]
وَا لْفَجْرِ ۙ
wal-fajr
"Demi fajar."
[2]
وَلَيَا لٍ عَشْرٍ ۙ
wa layaalin 'asyr
"demi malam yang sepuluh,"
[3]
وَّالشَّفْعِ وَا لْوَتْرِ ۙ
wasy-syaf'i wal-watr
"demi yang genap dan yang ganjil,"
[4]
وَا لَّيْلِ اِذَا يَسْرِ ۚ
wal-laili izaa yasr
"demi malam apabila berlalu."
[5]
هَلْ فِيْ ذٰلِكَ قَسَمٌ لِّذِيْ حِجْرٍ ۗ
hal fii zaalika qosamul lizii hijr
"Adakah pada yang demikian itu terdapat sumpah (yang dapat diterima) bagi orang-orang yang berakal?"
[6]
اَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِعَادٍ ۖ
a lam taro kaifa fa'ala robbuka bi'aad
"Tidakkah engkau (Muhammad) memerhatikan bagaimana Tuhanmu berbuat terhadap (kaum) 'Ad."
[7]
اِرَمَ ذَا تِ الْعِمَادِ ۖ
iroma zaatil-'imaad
"(yaitu) penduduk Iram (ibukota kaum `Ad) yang mempunyai bangunan-bangunan yang tinggi,
[8]
الَّتِيْ لَمْ يُخْلَقْ مِثْلُهَا فِى الْبِلَادِ ۖ
allatii lam yukhlaq misluhaa fil-bilaad
"yang belum pernah dibangun (suatu kota) seperti itu, di negeri-negeri lain,"
[9]
وَثَمُوْدَ الَّذِيْنَ جَا بُوا الصَّخْرَ بِا لْوَادِ ۖ
wa samuudallaziina jaabush-shokhro bil-waad
"dan (terhadap) kaum Samud yang memotong batu-batu besar di lembah,"
[10]
وَفِرْعَوْنَ ذِى الْاَوْتَادِ ۖ
wa fir'auna zil-autaad
"dan (terhadap) Fir'aun yang mempunyai pasak-pasak (bangunan yang besar),"
[11]
الَّذِيْنَ طَغَوْا فِى الْبِلَادِ ۖ
allaziina thoghou fil-bilaad
"yang berbuat sewenang-wenang dalam negeri,"
[12]
فَاَ كْثَرُوْا فِيْهَا الْفَسَادَ ۖ
fa aksaruu fiihal-fasaad
"lalu mereka banyak berbuat kerusakan dalam negeri itu,"
[13]
فَصَبَّ عَلَيْهِمْ رَبُّكَ سَوْطَ عَذَا بٍ ۖ
fa shobba 'alaihim robbuka sautho 'azaab
"karena itu Tuhanmu menimpakan cemeti azab kepada mereka<7>."
[14]
اِنَّ رَبَّكَ لَبِا لْمِرْصَادِ ۗ
inna robbaka labil-mirshood
"sungguh, Tuhanmu benar-benar mengawasi."
[15]
فَاَ مَّا الْاِنْسَا نُ اِذَا مَا ابْتَلٰٮهُ رَبُّهٗ فَاَ كْرَمَهٗ وَنَعَّمَهٗ ۙ فَيَقُوْلُ رَبِّيْۤ اَكْرَمَنِ ۗ
fa ammal-insaanu izaa mabtalaahu robbuhuu fa akromahuu wa na''amahuu fa yaquulu robbiii akroman
"Maka adapun manusia, apabila Tuhan mengujinya lalu memuliakannya dan memberinya kesenangan, maka dia berkata, Tuhanku telah memuliakanku."
[16]
وَاَ مَّاۤ اِذَا مَا ابْتَلٰٮهُ فَقَدَرَ عَلَيْهِ رِزْقَهٗ ۙ فَيَقُوْلُ رَبِّيْۤ اَهَا نَنِ ۚ
wa ammaaa izaa mabtalaahu fa qodaro 'alaihi rizqohuu fa yaquulu robbiii ahaanan
"Namun apabila Tuhan mengujinya lalu membatasi rezekinya, maka dia berkata, Tuhanku telah menghinaku."
[17]
كَلَّا بَلْ لَّا تُكْرِمُوْنَ الْيَتِيْمَ ۙ
kallaa bal laa tukrimuunal-yatiim
"Sekali-kali tidak! Bahkan kamu tidak memuliakan anak yatim,"
[18]
وَلَا تَحٰٓ ضُّوْنَ عَلٰى طَعَا مِ الْمِسْكِيْنِ ۙ
wa laa tahaaadhdhuuna 'alaa tho'aamil-miskiin
"dan kamu tidak saling mengajak memberi makan orang miskin."
[19]
وَتَأْكُلُوْنَ التُّرَا ثَ اَكْلًا لَّـمًّا ۙ
wa ta`kuluunat-turoosa aklal lammaa
"sedangkan kamu memakan harta warisan dengan cara mencampurbaurkan (yang halal dan yang haram),"
[20]
وَّتُحِبُّوْنَ الْمَا لَ حُبًّا جَمًّا ۗ
wa tuhibbuunal-maala hubban jammaa
"dan kamu mencintai harta dengan kecintaan yang berlebihan."
[21]
كَلَّاۤ اِذَا دُكَّتِ الْاَرْضُ دَكًّا دَكًّا ۙ
kallaaa izaa dukkatil-ardhu dakkan dakkaa
"Sekali-kali tidak! Apabila bumi diguncangkan berturut-turut (berbenturan)."
[22]
وَّجَآءَ رَبُّكَ وَا لْمَلَكُ صَفًّا صَفًّا ۚ
wa jaaa`a robbuka wal-malaku shoffan shoffaa
"dan datanglah Tuhanmu; dan malaikat berbaris bersaf-saf,"
[23]
وَجِايْٓءَ يَوْمَئِذٍ بِۢجَهَنَّمَ ۙ يَوْمَئِذٍ يَّتَذَكَّرُ الْاِنْسَا نُ وَاَ نّٰى لَـهُ الذِّكْرٰى ۗ
wa jiii`a yauma`izim bijahannama yauma`iziy yatazakkarul-insaanu wa annaa lahuz-zikroo
"dan pada hari itu diperlihatkan Neraka Jahanam; pada hari itu sadarlah manusia, tetapi tidak berguna lagi baginya kesadaran itu."
[24]
يَقُوْلُ يٰلَيْتَنِيْ قَدَّمْتُ لِحَـيَا تِى ۚ
yaquulu yaa laitanii qoddamtu lihayaatii
"Dia berkata, Alangkah baiknya sekiranya dahulu aku mengerjakan (kebajikan) untuk hidupku ini."
[25]
فَيَوْمَئِذٍ لَّا يُعَذِّبُ عَذَا بَهٗۤ اَحَدٌ ۙ
fa yauma`izil laa yu'azzibu 'azaabahuuu ahad
"Maka pada hari itu tidak ada seorang pun yang mengazab seperti azab-Nya."
[26]
وَّلَا يُوْثِقُ وَثَا قَهٗۤ اَحَدٌ ۗ
wa laa yuusiqu wasaaqohuuu ahad
"dan tidak ada seorang pun yang mengikat seperti ikatan-Nya."
[27]*
يٰۤاَ يَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ ۖ
yaaa ayyatuhan-nafsul-muthma`innah
"Wahai diri yang mutmainah."
Iqro':
Diri yang mutmainah akan menghasilkan jiwa (gelombang pikiran) yang tenang pula....< 12 hz.
[28]*
ارْجِعِيْۤ اِلٰى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةً ۚ
irji'iii ilaa robbiki roodhiyatam mardhiyyah
"Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang rida dan diridai-Nya."
[29]*
فَادْخُلِيْ فِيْ عِبٰدِى ۙ
fadkhulii fii 'ibaadii
"Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku."
[30]
وَادْخُلِيْ جَنَّتِى
wadkhulii jannatii
"dan masuklah ke surgaku."
.
{90} Al-Balad ( Negeri )
_________________________
< Mekah > < 20 ayat >
[1]
لَاۤ اُقْسِمُ بِهٰذَا الْبَلَدِ ۙ
laaa uqsimu bihaazal-balad
(Allah berfirman) "Aku bersumpah dengan negeri ini (Mekah)."
[2]
وَاَ نْتَ حِلٌّ بِۢهٰذَا الْبَلَدِ ۙ
wa anta hillum bihaazal-balad
"dan engkau (Muhammad), bertempat di negeri (Mekah) ini."
[3]
وَوَا لِدٍ وَّمَا وَلَدَ ۙ
wa waalidiw wa maa walad
"dan demi (pertalian) bapak dan anaknya."
[4]
لَقَدْ خَلَقْنَا الْاِنْسَا نَ فِيْ كَبَدٍ ۗ
laqod kholaqnal-insaana fii kabad
"Sungguh, Kami telah menciptakan manusia berada dalam keadaan yang sulit."
[5]
اَيَحْسَبُ اَنْ لَّنْ يَّقْدِرَ عَلَيْهِ اَحَدٌ ۘ
a yahsabu al lay yaqdiro 'alaihi ahad
"Apakah dia (manusia) itu mengira bahwa tidak ada sesuatu pun yang berkuasa atasnya?.
[6]
يَقُوْلُ اَهْلَكْتُ مَا لًا لُّبَدًا ۗ
yaquulu ahlaktu maalal lubadaa
"Dia (manusia) mengatakan, Aku telah menghabiskan harta yang banyak."
[7]
اَيَحْسَبُ اَنْ لَّمْ يَرَهٗۤ اَحَدٌ ۗ
a yahsabu al lam yarohuuu ahad
"Apakah dia mengira bahwa tidak ada sesuatu pun yang melihatnya?"
[8]
اَلَمْ نَجْعَلْ لَّهٗ عَيْنَيْنِ ۙ
a lam naj'al lahuu 'ainaiin
"Bukankah Kami telah menjadikan untuknya sepasang mata."
[9]
وَلِسَا نًا وَّشَفَتَيْنِ ۙ
wa lisaanaw wa syafataiin
"dan lidah dan sepasang bibir?"
[10]
وَهَدَيْنٰهُ النَّجْدَيْنِ ۚ
wa hadainaahun-najdaiin
"Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan (kebajikan dan kejahatan)."
[11]
فَلَا اقْتَحَمَ الْعَقَبَةَ ۖ
fa laqtahamal-'aqobah
"Tetapi dia tidak mau menempuh jalan yang mendaki dan sukar (jalan kebajikan)."
[12]
وَمَاۤ اَدْرٰٮكَ مَا الْعَقَبَةُ ۗ
wa maaa adrooka mal-'aqobah
"Dan tahukah kamu apakah jalan yang mendaki dan sukar itu.?
[13]
فَكُّ رَقَبَةٍ ۙ
fakku roqobah
"(Yaitu) melepaskan perbudakan (hamba sahaya),"
[14]
اَوْ اِطْعٰمٌ فِيْ يَوْمٍ ذِيْ مَسْغَبَةٍ ۙ
au ith'aamun fii yaumin zii masghobah
"atau memberi makan pada hari terjadi kelaparan."
[15]
يَّتِيْمًا ذَا مَقْرَبَةٍ ۙ
yatiiman zaa maqrobah
"(kepada) anak yatim yang ada hubungan kerabat."
[16]
اَوْ مِسْكِيْنًا ذَا مَتْرَبَةٍ ۗ
au miskiinan zaa matrobah
"atau orang miskin yang sangat fakir.
[17]
ثُمَّ كَا نَ مِنَ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَوَاصَوْا بِا لصَّبْرِ وَتَوَاصَوْا بِا لْمَرْحَمَةِ ۗ
summa kaana minallaziina aamanuu wa tawaashou bish-shobri wa tawaashou bil-mar-hamah
"Kemudian dia termasuk orang-orang yang beriman, dan saling berpesan untuk bersabar dan saling berpesan untuk berkasih sayang."
[18]
اُولٰٓئِكَ اَصْحٰبُ الْمَيْمَنَةِ ۗ
ulaaa`ika ash-haabul-maimanah
"Mereka itu adalah golongan kanan."
[19]
وَا لَّذِيْنَ كَفَرُوْا بِاٰيٰتِنَا هُمْ اَصْحٰبُ الْمَشْئَـمَةِ ۗ
wallaziina kafaruu bi`aayaatinaa hum ash-haabul-masy`amah
"Dan orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, mereka itu adalah golongan kiri."
[20]
عَلَيْهِمْ نَارٌ مُّؤْصَدَةٌ
'alaihim naarum mu`shodah
"Mereka berada dalam neraka yang ditutup rapat."
.
{91} Asy-Syam (Matahari)
___________________________
< Mekah > < 15 ayat >
[1]
وَا لشَّمْسِ وَضُحٰٮهَا ۖ
wasy-syamsi wa dhuhaahaa
"Demi matahari dan sinarnya pada pagi hari,"
[2]
وَا لْقَمَرِ اِذَا تَلٰٮهَا ۖ
wal-qomari izaa talaahaa
"demi bulan yang mengiringinya (mengitarinya),"
[3]
وَا لنَّهَارِ اِذَا جَلّٰٮهَا ۖ
wan-nahaari izaa jal-laahaa
"demi siang yang menampakkannya."
[4]
وَا لَّيْلِ اِذَا يَغْشٰٮهَا ۖ
wal-laili izaa yaghsyaahaa
"demi malam yang menutupinya (gelap gulita),"
[5]
وَا لسَّمَآءِ وَمَا بَنٰٮهَا ۖ
was-samaaa`i wa maa banaahaa
"demi langit serta penataannya (yang menakjubkan),"
[6]
وَا لْاَرْضِ وَمَا طَحٰٮهَا ۖ
wal-ardhi wa maa thohaahaa
"demi bumi serta hamparannya,"
[7]*
وَنَفْسٍ وَّمَا سَوّٰٮهَا ۖ
wa nafsiw wa maa sawwaahaa
"demi diri serta penyempurnanya,"
[8]*
فَاَ لْهَمَهَا فُجُوْرَهَا وَتَقْوٰٮهَا ۖ
fa al-hamahaa fujuurohaa wa taqwaahaa
"maka Dia mengilhamkan kepadanya (kepada diri) kejahatan dan ketakwaannya."
[9]*
قَدْ اَفْلَحَ مَنْ زَكّٰٮهَا ۖ
qod aflaha man zakkaahaa
"sungguh beruntung orang yang menyucikannya (diri itu)
[10]
وَقَدْ خَا بَ مَنْ دَسّٰٮهَا ۗ
wa qod khooba man dassaahaa
"dan sungguh rugi orang yang mengotorinya."
[11]
كَذَّبَتْ ثَمُوْدُ بِطَغْوٰٮهَاۤ ۖ
kazzabat samuudu bithoghwaahaaa
"(Kaum) Samud telah mendustakan (Rasul-Nya) karena mereka<5> melampaui batas."
[12]
اِذِ انْۢبَعَثَ اَشْقٰٮهَا ۖ
izimba'asa asyqoohaa
"ketika bangkit orang yang paling celaka di antara mereka."
[13]
فَقَا لَ لَهُمْ رَسُوْلُ اللّٰهِ نَا قَةَ اللّٰهِ وَسُقْيٰهَا ۗ
fa qoola lahum rosuulullohi naaqotallohi wa suqyaahaa
"lalu Rasul Allah (Salih) berkata kepada mereka<5>, (Biarkanlah) unta betina dari Allah ini dengan minumannya."
[14]
فَكَذَّبُوْهُ فَعَقَرُوْهَا ۖ فَدَمْدَمَ عَلَيْهِمْ رَبُّهُمْ بِذَنْبِۢهِمْ فَسَوّٰٮهَا ۖ
fa kazzabuuhu fa 'aqoruuhaa fa damdama 'alaihim robbuhum bizambihim fa sawwaahaa
"Namun mereka<5> mendustakannya dan menyembelihnya, karena itu Tuhan membinasakan mereka karena dosanya, lalu diratakan-Nya (dengan tanah)."
[15]
وَلَا يَخَا فُ عُقْبٰهَا
wa laa yakhoofu 'uqbaahaa
"Dan Dia tidak takut terhadap akibatnya."
.
{92} Al-Lail ( Malam )
_______________________
<Mekah> <21ayat>
[1]
وَا لَّيْلِ اِذَا يَغْشٰى ۙ
wal-laili izaa yaghsyaa
"Demi malam apabila menutupi,"
[2]
وَا لنَّهَارِ اِذَا تَجَلّٰى ۙ
wan-nahaari izaa tajallaa
"demi siang apabila terang benderang."
[3]
وَمَا خَلَقَ الذَّكَرَ وَا لْاُنْثٰۤى ۙ
wa maa kholaqoz-zakaro wal-unsaaa
"demi penciptaan laki-laki dan perempuan,"
[4]
اِنَّ سَعْيَكُمْ لَشَتّٰى ۗ
inna sa'yakum lasyattaa
"sungguh, usahamu memang beraneka macam."
[5]
فَاَ مَّا مَنْ اَعْطٰى وَا تَّقٰى ۙ
fa ammaa man a'thoo wattaqoo
"Maka barang siapa memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa."
[6]
وَصَدَّقَ بِا لْحُسْنٰى ۙ
wa shoddaqo bil-husnaa
"dan membenarkan (adanya pahala) yang terbaik (kembali disisiNya)."
[7]
فَسَنُيَسِّرُهٗ لِلْيُسْرٰى ۗ
fa sanuyassiruhuu lil-yusroo
"maka akan Kami mudahkan baginya jalan menuju kemudahan (keberdayaan diakhirat)."
[8]
وَاَ مَّا مَنْۢ بَخِلَ وَاسْتَغْنٰى ۙ
wa ammaa mam bakhila wastaghnaa
"Dan adapun orang yang kikir dan merasa dirinya cukup (tidak perlu pertolongan Allah),"
[9]
وَكَذَّبَ بِا لْحُسْنٰى ۙ
wa kazzaba bil-husnaa
"serta mendustakan (pahala) yang terbaik,"
[10]
فَسَنُيَسِّرُهٗ لِلْعُسْرٰى ۗ
fa sanuyassiruhuu lil-'usroo
"maka akan Kami mudahkan baginya jalan menuju kesukaran (kesengsaraan diakhirat)."
[11]*
وَمَا يُغْنِيْ عَنْهُ مَا لُهٗۤ اِذَا تَرَدّٰى ۗ
wa maa yughnii 'an-hu maaluhuuu izaa taroddaa
"Dan hartanya tidak bermanfaat bagi (diri-sejati<7>)nya apabila dia<5> telah tewas"
[12]
اِنَّ عَلَيْنَا لَـلْهُدٰى ۖ
inna 'alainaa lal-hudaa
"Sesungguhnya Kamilah yang memberikan petunjuk.
[13]
وَاِ نَّ لَـنَا لَـلْاٰخِرَةَ وَا لْاُوْلٰى
wa inna lanaa lal-aakhirota wal-uulaa
"dan sesungguhnya milik Kamilah akhirat dan dunia itu."
[14]
فَاَ نْذَرْتُكُمْ نَارًا تَلَظّٰى ۚ
fa anzartukum naaron talazhzhoo
"Maka Aku memperingatkan kamu<5> dengan neraka yang menyala-nyala,"
[15]
لَا يَصْلٰٮهَاۤ اِلَّا الْاَشْقَى ۙ
laa yashlaahaaa illal-asyqoo
"yang hanya dimasuki oleh orang<7> yang paling celaka."
[16]
الَّذِيْ كَذَّبَ وَتَوَلّٰى ۗ
allazii kazzaba wa tawallaa
"yang mendustakan dan berpaling (dari kebenaran hakiki)."
[17]
وَسَيُجَنَّبُهَا الْاَتْقَى ۙ
wa sayujannabuhal-atqoo
"Dan akan dijauhkan darinya (neraka) orang yang bertakwa."
[18]
الَّذِيْ يُؤْتِيْ مَا لَهٗ يَتَزَكّٰى ۚ
allazii yu`tii maalahuu yatazakkaa
"yang menginfakkan hartanya (di jalan Allah) untuk membersihkan (dirinya)."
[19]
وَمَا لِاَحَدٍ عِنْدَهٗ مِنْ نِّعْمَةٍ تُجْزٰۤى ۙ
wa maa li`ahadin 'indahuu min ni'matin tujzaaa
"dan tidak ada seorang pun memberikan suatu nikmat padanya yang harus dibalasnya,"
[20]
اِلَّا ابْتِغَآءَ وَجْهِ رَبِّهِ الْاَعْلٰى ۚ
illabtighooo`a waj-hi robbihil-a'laa
"tetapi (dia memberikan itu semata-mata) karena mencari keridaan Tuhannya Yang Maha Tinggi."
[21]
وَلَسَوْفَ يَرْضٰى
wa lasaufa yardhaa
Dan (semoga) Dia akan ridha
.
{93} Adh-Dhuha (Waktu Dhuha)
_________________________________
< Mekah > < 11 ayat >
[1]
وَا لضُّحٰى ۙ
wadh-dhuhaa
"Demi waktu duha (ketika matahari naik sepenggalan)."
[2]
وَا لَّيْلِ اِذَا سَجٰى ۙ
wal-laili izaa sajaa
"dan demi malam apabila telah sunyi,"
[3]
مَا وَدَّعَكَ رَبُّكَ وَمَا قَلٰى ۗ
maa wadda'aka robbuka wa maa qolaa
"Tuhanmu tidak meninggalkan engkau (Muhammad) dan tidak (pula) membencimu,"
[4]
وَلَـلْاٰخِرَةُ خَيْرٌ لَّكَ مِنَ الْاُوْلٰى ۗ
wa lal-aakhirotu khoirul laka minal-uulaa
"dan sungguh, yang kemudian itu lebih baik bagimu daripada yang permulaan."
[5]
وَلَسَوْفَ يُعْطِيْكَ رَبُّكَ فَتَرْضٰى ۗ
wa lasaufa yu'thiika robbuka fa tardhoo
"Dan sungguh, kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, sehingga engkau menjadi puas."
[6]
اَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيْمًا فَاٰوٰى ۖ
a lam yajidka yatiiman fa aawaa
"Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungi(mu)."
[7]
وَوَجَدَكَ ضَاۤ لًّا فَهَدٰى ۖ
wa wajadaka dhooollan fa hadaa
"Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk."
[8]
وَوَجَدَكَ عَآئِلًا فَاَغْنٰى ۗ
wa wajadaka 'aaa`ilan fa aghnaa
"Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan."
[9]
فَاَ مَّا الْيَتِيْمَ فَلَا تَقْهَرْ ۗ
fa ammal-yatiima fa laa taq-har
"Maka terhadap anak yatim janganlah engkau berlaku sewenang-wenang."
[10]
وَاَ مَّا السَّآئِلَ فَلَا تَنْهَرْ ۗ
wa ammas-saaa`ila fa laa tan-har
"Dan terhadap orang yang meminta-minta, janganlah engkau menghardik(nya)."
[11]
وَاَ مَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ
wa ammaa bini'mati robbika fa haddis
"Dan terhadap nikmat Tuhanmu, hendaklah engkau nyatakan (dengan bersyukur)."
.
{94} Al Insyirah (Kelapangan)
________________________________
< Mekah > < 8 ayat >
[1]
اَلَمْ نَشْرَحْ لَـكَ صَدْرَكَ ۙ
a lam nasyroh laka shodrok
"Bukankah Kami telah melapangkan dadamu (Muhammad)?,"
[2]
وَوَضَعْنَا عَنْكَ وِزْرَكَ ۙ
wa wadho'naa 'angka wizrok
"dan Kami pun telah menurunkan bebanmu darimu,"
[3]
الَّذِيْۤ اَنْقَضَ ظَهْرَكَ ۙ
allaziii angqodho zhohrok
"yang memberatkan punggungmu,"
[4]
وَرَفَعْنَا لَـكَ ذِكْرَكَ ۗ
wa rofa'naa laka zikrok
"dan Kami tinggikan sebutan (nama)mu bagimu."
[5]*
فَاِ نَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا ۙ
inna ma'al-'usri yusroo
"sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan,"
[6]
اِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا ۗ
fa inna ma'al-'usri yusroo
"maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.
[7]
فَاِذَا فَرَغْتَ فَا نْصَبْ ۙ
fa izaa faroghta fanshob
"Maka apabila engkau telah selesai (dari sesuatu urusan), tetaplah berupaya keras (untuk urusan yang lainnya)."
[8]
وَاِ لٰى رَبِّكَ فَارْغَبْ
wa ilaa robbika farghob
"dan hanya kepada Tuhanmulah engkau berharap."
.
{95} At-Tin (Buah Tin)
_______________________
<Mekah> <8 ayat>
[1]
وَا لتِّيْنِ وَا لزَّيْتُوْنِ ۙ
wat-tiini waz-zaituun
"Demi (buah) Tin dan (buah) Zaitun,"
[2]
وَطُوْرِ سِيْنِيْنَ ۙ
wa thuuri siiniin
"demi Gunung Sinai,"
[3]
وَهٰذَا الْبَلَدِ الْاَمِيْنِ ۙ
wa haazal-baladil-amiin
"dan demi negeri (Mekah) yang aman ini."
[4]
لَقَدْ خَلَقْنَا الْاِنْسَا نَ فِيْۤ اَحْسَنِ تَقْوِيْمٍ ۖ
laqod kholaqnal-insaana fiii ahsani taqwiim
"Sungguh, Kami telah menciptakan insan-manusia dalam komposisi yang sebaik-baiknya,"
[5]
ثُمَّ رَدَدْنٰهُ اَسْفَلَ سَا فِلِيْنَ ۙ
summa rodadnaahu asfala saafiliin
"kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya,"
[6]
اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ فَلَهُمْ اَجْرٌ غَيْرُ مَمْنُوْنٍ ۗ
illallaziina aamanuu wa 'amilush-shoolihaati fa lahum ajrun ghoiru mamnuun
"kecuali orang-orang<5> yang beriman dan mengerjakan kebajikan; maka mereka<7> akan mendapat pahala yang tidak ada putus-putusnya."
[7]
فَمَا يُكَذِّبُكَ بَعْدُ بِا لدِّيْنِ
fa maa yukazzibuka ba'du bid-diin
"Maka apa yang menyebabkan (mereka) mendustakanmu (tentang) hari-agama setelah (adanya keterangan-keterangan) itu?"
[8]
اَلَيْسَ اللّٰهُ بِاَحْكَمِ الْحٰكِمِيْنَ
a laisallohu bi`ahkamil-haakimiin
"Bukankah Allah hakim yang paling adil?"
.
{96} Al-'Alaq (Segumpal darah)
_________________________________
< Mekah > < 19 ayat >
[1]
اِقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِيْ خَلَقَ ۚ
iqro` bismi robbikallazii kholaq
"Iqro' (baca dan renungkanlah) dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan."
Catatan:
Iqro' merupakan kata yang pertama kali yang dibacakan kepada Muhammad saw...., mengisaratkan betapa pentingnya melakukan iqro'....., membaca dan merenungi firman Allah secara konsisten.
[2]
خَلَقَ الْاِنْسَا نَ مِنْ عَلَقٍ ۚ
kholaqol-insaana min 'alaq
"Dia telah menciptakan insan-manusia dari segumpal darah."
[3]
اِقْرَأْ وَرَبُّكَ الْاَكْرَمُ ۙ
iqro` wa robbukal-akrom
"Iqro' (baca dan renungkanlah), dan Tuhanmulah Yang Maha Mulia."
[4]
الَّذِيْ عَلَّمَ بِا لْقَلَمِ ۙ
allazii 'allama bil-qolam
"Yang mengajar dengan kalam"
[5]
عَلَّمَ الْاِنْسَا نَ مَا لَمْ يَعْلَمْ ۗ
'allamal-insaana maa lam ya'lam
"Dia mengajarkan insan-manusia apa yang tidak diketahuinya."
[6]
كَلَّاۤ اِنَّ الْاِنْسَا نَ لَيَطْغٰۤى ۙ
kallaaa innal-insaana layathghooo
"Sekali-kali tidak! Sungguh, insan-manusia itu benar-benar melampaui batas."
[7]
اَنْ رَّاٰهُ اسْتَغْنٰى ۗ
ar ro`aahustaghnaa
"apabila melihat dirinya serba cukup."
[8]
اِنَّ اِلٰى رَبِّكَ الرُّجْعٰى ۗ
inna ilaa robbikar-ruj'aa
"Sungguh, hanya kepada Tuhanmulah tempat kembali."
[9]
اَرَءَيْتَ الَّذِيْ يَنْهٰى ۗ
a ro`aitallazii yan-haa
"Bagaimana pendapatmu tentang orang yang melarang,"
[10]
عَبْدًا اِذَا صَلّٰى ۗ
'abdan izaa shollaa
"seorang hamba ketika dia melaksanakan sholat."
[11]
اَرَءَيْتَ اِنْ كَا نَ عَلَى الْهُدٰۤى ۙ
a ro`aita ing kaana 'alal-hudaaa
"bagaimana pendapatmu jika dia (yang dilarang sholat itu) berada di atas kebenaran (petunjuk),"
[12]
اَوْ اَمَرَ بِا لتَّقْوٰى ۙ
au amaro bit-taqwaa
"atau dia menyuruh bertakwa (kepada Allah)?"
[13]
اَرَءَيْتَ اِنْ كَذَّبَ وَتَوَلّٰى ۗ
a ro`aita ing kazzaba wa tawallaa
"Bagaimana pendapatmu jika dia (yang melarang) itu mendustakan dan berpaling?"
[14]
اَلَمْ يَعْلَمْ بِاَ نَّ اللّٰهَ يَرٰى ۗ
a lam ya'lam bi`annalloha yaroo
"Tidakkah dia mengetahui bahwa sesungguhnya Allah melihat (segala perbuatannya)?."
[15]
كَلَّا لَئِنْ لَّمْ يَنْتَهِ ۙ لَنَسْفَعًا بِۢا لنَّاصِيَةِ ۙ
kallaa la`il lam yantahi lanasfa'am bin-naashiyah
"Sekali-kali tidak! Sungguh, jika dia tidak berhenti (berbuat demikian) niscaya Kami sentak ubun-ubunnya."
[16]
نَاصِيَةٍ كَاذِبَةٍ خَا طِئَةٍ ۚ
naashiyating kaazibatin khoothi`ah
"(yaitu) ubun-ubun orang yang mendustakan dan durhaka."
[17]
فَلْيَدْعُ نَادِيَهٗ ۙ
falyad'u naadiyah
"Maka biarlah dia memanggil golongannya (untuk menolongnya),"
[18]
سَنَدْعُ الزَّبَا نِيَةَ ۙ
sanad'uz-zabaaniyah
"Kami akan memanggil Malaikat-malaikat (penjaga neraka)
[19]
كَلَّا ۗ لَا تُطِعْهُ وَاسْجُدْ وَا قْتَرِبْ
kallaa, laa tuthi'hu wasjud waqtarib
"sekali-kali tidak! Janganlah kamu patuh kepadanya; dan sujudlah serta dekatkanlah (dirimu kepada Allah)."
.
{97} Al-Qadr (Kemuliaan)
___________________________
< Mekah > < 5 ayat >
[1]
اِنَّاۤ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ
innaaa anzalnaahu fii lailatil-qodr
"Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada lailatul-qadar."
[2]
وَمَاۤ اَدْرٰٮكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ ۗ
wa maaa adrooka maa lailatul-qodr
"Dan tahukah kamu apakah lailatul-qadar itu?."
[3]
لَيْلَةُ الْقَدْرِ ۙ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍ ۗ
lailatul-qodri khoirum min alfi syahr
"Lailatul-qadar itu lebih baik daripada seribu bulan."
[4]
تَنَزَّلُ الْمَلٰٓئِكَةُ وَا لرُّوْحُ فِيْهَا بِاِذْنِ رَبِّهِمْ ۚ مِّنْ كُلِّ اَمْرٍ ۛ
tanazzalul-malaaa`ikatu war-ruuhu fiihaa bi`izni robbihim, ming kulli amr
"Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh dengan izin Tuhannya membawa segala perintah."
[5]
سَلٰمٌ ۛ هِيَ حَتّٰى مَطْلَعِ الْفَجْرِ
salaamun hiya hattaa mathla'il-fajr
"Sejahteralah (malam itu) sampai terbit fajar."
.
{98} Al-Bayyinah
(Bukti yang nyata)
______________________________
< Madinah > < 8 ayat >
[1]
لَمْ يَكُنِ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْ اَهْلِ الْكِتٰبِ وَا لْمُشْرِكِيْنَ مُنْفَكِّيْنَ حَتّٰى تَأْتِيَهُمُ الْبَيِّنَةُ ۙ
lam yakunillaziina kafaruu min ahlil-kitaabi wal-musyrikiina munfakkiina hattaa ta`tiyahumul-bayyinah
"Orang-orang yang kafir dari golongan Ahli Kitab dan orang-orang musyrik tidak akan meninggalkan (agama mereka) sampai datang kepada mereka bukti yang nyata,"
[2]
رَسُوْلٌ مِّنَ اللّٰهِ يَتْلُوْا صُحُفًا مُّطَهَّرَةً ۙ
rosuulum minallohi yatluu shuhufam muthohharoh
"(yaitu) seorang Rasul dari Allah (Muhammad) yang membacakan lembaran-lembaran yang suci (Al-Qur'an),
[3]
فِيْهَا كُتُبٌ قَيِّمَةٌ ۗ
fiihaa kutubung qoyyimah
"di dalamnya terdapat (isi) kitab-kitab yang lurus (benar)."
[4]
وَمَا تَفَرَّقَ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ اِلَّا مِنْۢ بَعْدِ مَا جَآءَتْهُمُ الْبَيِّنَةُ ۗ
wa maa tafarroqollaziina uutul-kitaaba illaa mim ba'di maa jaaa`at-humul-bayyinah
"Dan tidaklah terpecah-belah orang-orang Ahli Kitab melainkan setelah datang kepada mereka bukti yang nyata."
[5]
وَمَاۤ اُمِرُوْۤا اِلَّا لِيَعْبُدُوا اللّٰهَ مُخْلِصِيْنَ لَـهُ الدِّيْنَ ۙ حُنَفَآءَ وَيُقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوا الزَّكٰوةَ وَذٰلِكَ دِيْنُ الْقَيِّمَةِ ۗ
wa maaa umiruuu illaa liya'budulloha mukhlishiina lahud-diina hunafaaa`a wa yuqiimush-sholaata wa yu`tuz-zakaata wa zaalika diinul-qoyyimah
"Padahal mereka hanya diperintah menyembah Allah, dengan ikhlas menaati-Nya semata-mata sebagai (tuntunan) agama, dan juga agar melaksanakan sholat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus (benar)."
Iqro':
Agama adalah 'laku kita didunia'.
[6]
اِنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْ اَهْلِ الْكِتٰبِ وَ الْمُشْرِكِيْنَ فِيْ نَارِ جَهَنَّمَ خٰلِدِيْنَ فِيْهَا ۗ اُولٰٓئِكَ هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِ ۗ
innallaziina kafaruu min ahlil-kitaabi wal-musyrikiina fii naari jahannama khoolidiina fiihaa, ulaaa`ika hum syarrul-bariyyah
"Sungguh, orang-orang<5> yang kafir dari golongan Ahli Kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke Neraka Jahanam; mereka<7> kekal di dalamnya selama-lamanya.
Mereka<5> itu adalah sejahat-jahat makhluk."
[7]
اِنَّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ ۙ اُولٰٓئِكَ هُمْ خَيْرُ الْبَرِيَّةِ ۗ
innallaziina aamanuu wa 'amilush-shoolihaati ulaaa`ika hum khoirul-bariyyah
"Sungguh, orang-orang<5> yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka<5> itu adalah sebaik-baik makhluk."
[8]
جَزَآ ؤُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ جَنّٰتُ عَدْنٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ خٰلِدِيْنَ فِيْهَاۤ اَبَدًا ۗ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُمْ وَرَضُوْا عَنْهُ ۗ ذٰلِكَ لِمَنْ خَشِيَ رَبَّهٗ
jazaaa`uhum 'inda robbihim jannaatu 'adnin tajrii min tahtihal-an-haaru khoolidiina fiihaaa abadaa, rodhiyallohu 'an-hum wa rodhuu 'an-h, zaalika liman khosyiya robbah
"Balasan mereka<7> di sisi Tuhan mereka ialah Surga 'Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka<7> kekal di dalamnya selama-lamanya.
Allah rida terhadap mereka<7> dan mereka<5> pun rida kepada-Nya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang<5> yang takut kepada Tuhannya."
.
{99} Az-Zalzalah (Keguncangan)
__________________________________
< Madinah > < 8 ayat >
[1]
اِذَا زُلْزِلَتِ الْاَرْضُ زِلْزَا لَهَا ۙ
izaa zulzilatil-ardhu zilzaalahaa
"Apabila bumi diguncangkan dengan guncangan yang dahsyat,"
[2]
وَاَخْرَجَتِ الْاَرْضُ اَثْقَا لَهَا ۙ
wa akhrojatil-ardhu asqoolahaa
"dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya,"
[3]
وَقَا لَ الْاِنْسَا نُ مَا لَهَا ۚ
wa qoolal-insaanu maa lahaa
"dan, manusia bertanya, Apa yang terjadi pada bumi ini?"
[4]
يَوْمَئِذٍ تُحَدِّثُ اَخْبَارَهَا ۙ
yauma`izin tuhaddisu akhbaarohaa
"Pada hari itu bumi menyampaikan beritanya,"
[5]
بِاَ نَّ رَبَّكَ اَوْحٰى لَهَا ۗ
bi`anna robbaka auhaa lahaa
"karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang demikian itu) padanya."
[6]
يَوْمَئِذٍ يَّصْدُرُ النَّاسُ اَشْتَا تًا ۙ لِّيُرَوْا اَعْمَا لَهُمْ ۗ
yauma`iziy yashdurun-naasu asytaatal liyurou a'maalahum
"Pada hari itu manusia<7> keluar dari kuburnya dalam keadaan berpisah-pisah, untuk diperlihatkan kepada mereka<7> (ganjaran) semua perbuatannya."
[7]
فَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَا لَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَّرَهٗ ۗ
fa may ya'mal misqoola zarrotin khoiroy yaroh
"Maka barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia<7> akan melihat (ganjaran)nya."
[8]
وَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَا لَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَّرَهٗ
wa may ya'mal misqoola zarrotin syarroy yaroh
"Dan barang siapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia<7> akan melihat (ganjaran)nya."
.
{100} Al-'Adiyat (Yang berlari)
________________________________
< Mekah > < 11 ayat >
[1]
وَا لْعٰدِيٰتِ ضَبْحًا ۙ
wal-'aadiyaati dhob-haa
"Demi (kuda perang) yang berlari kencang terengah-engah,"
[2]
فَا لْمُوْرِيٰتِ قَدْحًا ۙ
fal-muuriyaati qod-haa
"lalu memercikkan bunga api,"
[3]
فَا لْمُغِيْرٰتِ صُبْحًا ۙ
fal-mughiirooti shub-haa
"lalu menyerbu diwaktu subuh,"
[4]
فَاَ ثَرْنَ بِهٖ نَقْعًا ۙ
fa asarna bihii naq'aa
"sehingga menerbangkan debu,"
[5]
فَوَسَطْنَ بِهٖ جَمْعًا ۙ
fa wasathna bihii jam'aa
"lalu menyerbu ke tengah-tengah kumpulan musuh,"
[6]
اِنَّ الْاِنْسَا نَ لِرَبِّهٖ لَـكَنُوْدٌ ۚ
innal-insaana lirobbihii lakanuud
"sungguh, insan-manusia<5> itu sangat ingkar, (tidak bersyukur) kepada Tuhannya,"
[7]
وَاِ نَّهٗ عَلٰى ذٰلِكَ لَشَهِيْدٌ ۚ
wa innahuu 'alaa zaalika lasyahiid
"dan sesungguhnya dia (manusia) menyaksikan (mengakui) keingkarannya,"
[8]
وَاِ نَّهٗ لِحُبِّ الْخَيْرِ لَشَدِيْدٌ ۗ
wa innahuu lihubbil-khoiri lasyadiid
"dan sesungguhnya cintanya kepada harta benar-benar berlebihan."
[9]
اَفَلَا يَعْلَمُ اِذَا بُعْثِرَ مَا فِى الْقُبُوْرِ ۙ
a fa laa ya'lamu izaa bu'siro maa fil-qubuur
"Maka tidakkah dia mengetahui apabila apa yang di dalam kubur dikeluarkan,"
[10]
وَحُصِّلَ مَا فِى الصُّدُوْرِ ۙ
wa hushshila maa fish-shuduur
"dan apa yang tersimpan di dalam dada dibukakan?"
[11]
Allah SWT berfirman:
اِنَّ رَبَّهُمْ بِهِمْ يَوْمَئِذٍ لَّخَبِيْرٌ
inna robbahum bihim yauma`izil lakhobiir
"Sungguh, Tuhan mereka pada hari itu Maha Mengetahui terhadap keadaan mereka."
.
{101} Al-Qari'ah (Peristiwa besar)
____________________________________
< Mekah > < 11 ayat >
[1]
اَلْقَارِعَةُ ۙ
al-qoori'ah
"Peristiwa besar,"
[2]
مَا الْقَارِعَةُ ۚ
mal-qoori'ah
"apakah peristiwa besar itu?,"
[3]
Allah SWT berfirman:
وَمَاۤ اَدْرٰٮكَ مَا الْقَارِعَةُ ۗ
wa maaa adrooka mal-qoori'ah
"Dan tahukah kamu apakah peristiwa besar itu?"
[4]
يَوْمَ يَكُوْنُ النَّاسُ كَا لْفَرَاشِ الْمَبْثُوْثِ ۙ
yauma yakuunun-naasu kal-faroosyil-mabsuus
"Pada hari itu manusia<7> seperti laron yang beterbangan,"
[5]
وَتَكُوْنُ الْجِبَا لُ كَا لْعِهْنِ الْمَنْفُوْشِ ۗ
wa takuunul-jibaalu kal-'ihnil-manfuusy
"dan gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan."
[6]
فَاَ مَّا مَنْ ثَقُلَتْ مَوَازِيْنُهٗ ۙ
fa ammaa man saqulat mawaaziinuh
"Maka adapun orang yang berat timbangan (kebaikan)nya,"
[7]
فَهُوَ فِيْ عِيْشَةٍ رَّاضِيَةٍ ۗ
fa huwa fii 'iisyatir roodhiyah
"maka dia berada dalam kehidupan yang menyenangkan (diakhirat)."
[8]
وَاَ مَّا مَنْ خَفَّتْ مَوَازِيْنُهٗ ۙ
wa ammaa man khoffat mawaaziinuh
"Dan adapun orang yang ringan timbangan (kebaikan)nya,"
[9]
فَاُ مُّهٗ هَاوِيَةٌ ۗ
fa ummuhuu haawiyah
"maka tempat kembalinya adalah Hawiyah."
[10]
وَمَاۤ اَدْرٰٮكَ مَا هِيَهْ ۗ
wa maaa adrooka maa hiyah
"Dan tahukah kamu apakah Neraka Hawiyah itu?"
[11]
نَارٌ حَا مِيَةٌ
naarun haamiyah
"(Yaitu) api yang sangat panas."
.
{102} At-Takasur
(Bermegah-megahan)
__________________________________
<Mekah > < 8 ayat)
[1]
اَلْهٰٮكُمُ التَّكَا ثُرُ ۙ
al-haakumut-takaasur
"Bermegah-megahan telah melalaikan kamu<5>,"
[2]
حَتّٰى زُرْتُمُ الْمَقَا بِرَ ۗ
hattaa zurtumul-maqoobir
"sampai kamu<5> masuk ke dalam kubur."
[3]
كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُوْنَ ۙ
kallaa saufa ta'lamuun
"Sekali-kali tidak! Kelak kamu<7> akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu),"
[4]
ثُمَّ كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُوْنَ ۗ
summa kallaa saufa ta'lamuun
"kemudian sekali-kali tidak! Kelak kamu<7> akan mengetahui."
[5]
كَلَّا لَوْ تَعْلَمُوْنَ عِلْمَ الْيَقِيْنِ ۗ
kallaa lau ta'lamuuna 'ilmal-yaqiin
"Sekali-kali tidak! Sekiranya kamu<7> mengetahui dengan pasti,"
[6]
لَتَرَوُنَّ الْجَحِيْمَ ۙ
latarowunnal-jahiim
"niscaya kamu<7> benar-benar akan melihat Neraka Jahim,"
[7]
ثُمَّ لَتَرَوُنَّهَا عَيْنَ الْيَقِيْنِ ۙ
summa latarowunnahaa 'ainal-yaqiin
"kemudian kamu<7> benar-benar akan melihatnya dengan penglihatan yang yakin"
[8]
ثُمَّ لَـتُسْئَـلُنَّ يَوْمَئِذٍ عَنِ النَّعِيْمِ
summa latus`alunna yauma`izin 'anin-na'iim
"kemudian kamu<7> benar-benar akan ditanya pada hari itu tentang kenikmatan (yang megah di dunia itu)."
.
{103} Al-'Asr ( Masa )
________________________
< Mekah > < 3 ayat >
[1]
وَا لْعَصْرِ ۙ
wal-'ashr
"Demi masa."
[2]
اِنَّ الْاِنْسَا نَ لَفِيْ خُسْرٍ ۙ
innal-insaana lafii khusr
"Sungguh, insan-manusia berada dalam kerugian,"
[3]*
اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَ عَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوْا بِا لْحَقِّ ۙ وَتَوَاصَوْا بِا لصَّبْرِ
illallaziina aamanuu wa 'amilush-shoolihaati wa tawaashou bil-haqqi wa tawaashou bish-shobr
"kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran."
.
{104} Al-Humazah (Pengumpat)
__________________________________
< Mekah > < 9 ayat >
[1]
وَيْلٌ لِّـكُلِّ هُمَزَةٍ لُّمَزَةٍ ۙ
wailul likulli humazatil lumazah
"Celakalah bagi setiap pengumpat dan pencela,"
[2]
٭لَّذِيْ جَمَعَ مَا لًا وَّعَدَّدَهٗ ۙ
allazii jama'a maalaw wa 'addadah
"yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya,"
[3]
يَحْسَبُ اَنَّ مَا لَهٗۤ اَخْلَدَهٗ ۚ
yahsabu anna maalahuuu akhladah
"dia mengira bahwa hartanya itu dapat mengekalkannya."
[4]
كَلَّا لَيُنْۢبَذَنَّ فِى الْحُطَمَةِ ۖ
kallaa layumbazanna fil-huthomah
"Sekali-kali tidak! Pasti dia akan dilemparkan ke dalam (Neraka) Hutamah."
[5]
وَمَاۤ اَدْرٰٮكَ مَا الْحُطَمَةُ ۗ
wa maaa adrooka mal-huthomah
"Dan tahukah kamu apakah (Neraka) Hutamah itu?"
[6]
نَارُ اللّٰهِ الْمُوْقَدَةُ ۙ
naarullohil-muuqodah
"(Yaitu) api Allah yang dinyalakan,"
[7]
الَّتِيْ تَطَّلِعُ عَلَى الْاَفْــئِدَةِ ۗ
allatii taththoli'u 'alal-af`idah
"yang naik sampai ke hati."
[8]
اِنَّهَا عَلَيْهِمْ مُّؤْصَدَةٌ ۙ
innahaa 'alaihim mu`shodah
"Sungguh, api itu ditutup rapat atas mereka<7>,"
[9]
فِيْ عَمَدٍ مُّمَدَّدَةٍ
fii 'amadim mumaddadah
"(sedang mereka itu) diikat pada tiang-tiang yang panjang."
.
{105} Al-Fil ( Gajah )
_______________________
<Mekah> <5 ayat>
[1]
اَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِاَصْحٰبِ الْفِيْلِ ۗ
a lam taro kaifa fa'ala robbuka bi`ash-haabil-fiil
"Tidakkah engkau (Muhammad) perhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap pasukan bergajah?"
[2]
اَلَمْ يَجْعَلْ كَيْدَهُمْ فِيْ تَضْلِيْلٍ ۙ
a lam yaj'al kaidahum fii tadhliil
"Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka<5> (untuk menghancurkan ka'bah) itu sia-sia?"
[3]
وَّاَرْسَلَ عَلَيْهِمْ طَيْرًا اَبَا بِيْلَ ۙ
wa arsala 'alaihim thoiron abaabiil
"Dan Dia mengirimkan kepada mereka burung yang berbondong-bondong,"
[4]
تَرْمِيْهِمْ بِحِجَارَةٍ مِّنْ سِجِّيْلٍ ۙ
tarmiihim bihijaarotim min sijjiil
"yang melempari mereka dengan batu dari tanah liat yang dibakar."
[5]
فَجَعَلَهُمْ كَعَصْفٍ مَّأْكُوْلٍ
fa ja'alahum ka'ashfim ma`kuul
"sehingga mereka dijadikan-Nya seperti daun-daun yang dimakan (ulat)."
.
{106} Quraysy (Suku Quraysy)
________________________________
< Mekah > < 4 ayat >
[1]
لِاِيْلٰفِ قُرَيْشٍ ۙ
li`iilaafi quroiisy
"Karena kebiasaan orang-irang Quraisy."
[2]
اٖلٰفِهِمْ رِحْلَةَ الشِّتَآءِ وَا لصَّيْفِ ۚ
iilaafihim rihlatasy-syitaaa`i wash-shoiif
"(yaitu) kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas."
[3]
فَلْيَـعْبُدُوْا رَبَّ هٰذَا الْبَيْتِ ۙ
falya'buduu robba haazal-baiit
"Maka hendaklah mereka<5> menyembah Tuhan (pemilik) rumah ini (Ka'bah),"
[4]
الَّذِيْۤ اَطْعَمَهُمْ مِّنْ جُوْعٍ ۙ وَّاٰمَنَهُمْ مِّنْ خَوْفٍ
allaziii ath'amahum min juu'iw wa aamanahum min khouuf
"yang telah memberi makanan kepada mereka<5> untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari rasa ketakutan."
.
{107} Al-Ma'un (Bantuan)
___________________________
< Mekah > < 7 ayat >
[1]
اَرَءَيْتَ الَّذِيْ يُكَذِّبُ بِا لدِّيْنِ ۗ
a ro`aitallazii yukazzibu bid-diin
"Tahukah kamu (orang) yang mendustakan hari-agama (hari-kemudian)?."
[2]
فَذٰلِكَ الَّذِيْ يَدُعُّ الْيَتِيْمَ ۙ
fa zaalikallazii yadu''ul-yatiim
"Maka itulah orang<5> yang menghardik anak yatim."
[3]
وَ لَا يَحُضُّ عَلٰى طَعَا مِ الْمِسْكِيْنِ ۗ
wa laa yahudhdhu 'alaa tho'aamil-miskiin
"dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin.
[4]*
فَوَيْلٌ لِّلْمُصَلِّيْنَ ۙ
fa wailul lil-musholliin
"Maka celakalah orang yang sholat,
[5]*
الَّذِيْنَ هُمْ عَنْ صَلَا تِهِمْ سَاهُوْنَ ۙ
allaziina hum 'an sholaatihim saahuun
"(yaitu) orang-orang yang lalai terhadap sholatnya,"
[6]
الَّذِيْنَ هُمْ يُرَآءُوْنَ ۙ
allaziina hum yurooo`uun
"yang berbuat riya',"
[7]
وَيَمْنَعُوْنَ الْمَاعُوْنَ
wa yamna'uunal-maa'uun
"dan enggan (memberikan) bantuan.
.
{108} Al-Kautsar
(Nikmat yang banyak)
__________________________________
< Mekah > < 3 ayat >
[1]
اِنَّاۤ اَعْطَيْنٰكَ الْكَوْثَرَ ۗ
innaaa a'thoinaakal-kautsar
"Sungguh, Kami telah memberimu nikmat yang banyak."
[2]
فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَا نْحَرْ ۗ
fa sholli lirobbika wan-har
"Maka laksanakanlah sholat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah."
[3]
اِنَّ شَا نِئَكَ هُوَ الْاَبْتَرُ
inna syaani`aka huwal-abtar
"Sungguh, orang-orang yang membencimu dialah yang terputus."
.
{109} Al-Kafirun (Orang-orang Kafir)
_______________________________________
< Mekah > < 6 ayat >
[1]
قُلْ يٰۤاَيُّهَا الْكٰفِرُوْنَ ۙ
qul yaaa ayyuhal-kaafiruun
"Katakanlah: 'Wahai orang-orang kafir!"
[2]
لَاۤ اَعْبُدُ مَا تَعْبُدُوْنَ ۙ
laaa a'budu maa ta'buduun
"Aku tidak akan menyembah apa yang kalian sembah,"
[3]
وَلَاۤ اَنْـتُمْ عٰبِدُوْنَ مَاۤ اَعْبُدُ ۚ
wa laaa antum 'aabiduuna maaa a'bud
"dan kalian bukan penyembah Tuhan yang aku sembah,"
[4]
وَلَاۤ اَنَاۡ عَا بِدٌ مَّا عَبَدْ تُّمْ ۙ
wa laaa ana 'aabidum maa 'abattum
"dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kalian sembah,"
[5]
وَ لَاۤ اَنْـتُمْ عٰبِدُوْنَ مَاۤ اَعْبُدُ ۗ
wa laaa antum 'aabiduuna maaa a'bud
"dan kalian tidak pernah (pula) menjadi penyembah apa yang aku sembah.
[6]
لَـكُمْ دِيْنُكُمْ وَلِيَ دِيْنِ
lakum diinukum wa liya diin
"Untukmu agamamu, dan untukku agamaku."
.
{110} An-Nasr (Pertolongan)
______________________________
< Madinah > < 3 ayat >
[1]
اِذَا جَآءَ نَصْرُ اللّٰهِ وَا لْفَتْحُ ۙ
izaa jaaa`a nashrullohi wal-fat-h
"Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan,"
[2]
وَرَاَيْتَ النَّاسَ يَدْخُلُوْنَ فِيْ دِيْنِ اللّٰهِ اَفْوَاجًا ۙ
wa ro`aitan-naasa yadkhuluuna fii diinillaahi afwaajaa
"dan engkau melihat manusia berbondong-bondong masuk agama Allah,"
[3]
فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَاسْتَغْفِرْهُ ۗ اِنَّهٗ كَا نَ تَوَّابًا
fa sabbih bihamdi robbika wastaghfir-h, innahuu kaana tawwaabaa
"maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampunan kepada-Nya.
Sungguh, Dia Maha Penerima Tobat."
.
{111} Al-Lahab (Nyala api)
____________________________
< Mekah > < 5 ayat >
[1]
تَبَّتْ يَدَاۤ اَبِيْ لَهَبٍ وَّتَبَّ ۗ
tabbat yadaaa abii lahabiw wa tabb
"Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa."
[2]
مَاۤ اَغْنٰى عَنْهُ مَا لُهٗ وَمَا كَسَبَ ۗ
maaa aghnaa 'an-hu maaluhuu wa maa kasab
"Tidaklah bermanfaat baginya hartanya dan apa yang dia usahakan."
[3]
سَيَصْلٰى نَارًا ذَا تَ لَهَبٍ ۙ
sayashlaa naaron zaata lahab
"Kelak dia<7> akan masuk ke dalam api yang bergejolak (neraka)."
[4]
وَّامْرَاَ تُهٗ ۗ حَمَّالَةَ الْحَطَبِ ۚ
wamro`atuh, hammaalatal-hathob
"Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar (penyebar fitnah).
[5]
فِيْ جِيْدِهَا حَبْلٌ مِّنْ مَّسَدٍ
fii jiidihaa hablum mim masad
"Di lehernya ada tali dari sabut."
.
{112} Al-Ikhlas (Ikhlas)
_________________________
< Mekah > < 4 ayat >
[1]
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌ ۚ
qul huwallohu ahad
"Katakanlah, Dialah Allah, Yang Maha Esa."
[2]
اَللّٰهُ الصَّمَدُ ۚ
allohush-shomad
"Allah..., yang segala sesuatu bergantung padaNya."
[3]
لَمْ يَلِدْ ۙ وَلَمْ يُوْلَدْ ۙ
lam yalid wa lam yuulad
"Tidak beranak dan tidak pula diperanakkan."
[4]
وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا اَحَدٌ
wa lam yakul lahuu kufuwan ahad
"Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia."
.
{113} Al-Falaq (Waktu subuh)
_______________________________
< Mekah > < 5 ayat >
[1]
قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ ۙ
qul a'uuzu birobbil-falaq
"Katakanlah, Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh,"
[2]
مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ ۙ
min syarri maa kholaq
"dari kejahatan mahluk-Nya,
[3]
وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ اِذَا وَقَبَ ۙ
wa min syarri ghoosiqin izaa waqob
"dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita."
[4]
وَمِنْ شَرِّ النَّفّٰثٰتِ فِى الْعُقَدِ ۙ
wa min syarrin-naffaasaati fil-'uqod
"dan dari kejahatan wanita-wanita penyihir yang meniup pada buhul-buhul (simpul-simpul)."
[5]
وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ
wa min syarri haasidin izaa hasad
"dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki."
.
{114} An-Nas (manusia)
_________________________
< Mekah > < 6 ayat >
[1]
قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِ ۙ
qul a'uuzu birobbin-naas
"Katakanlah, Aku berlindung kepada Tuhannya manusia."
[2]
مَلِكِ النَّاسِ ۙ
malikin-naas
"Rajanya manusia,
[3]
اِلٰهِ النَّاسِ ۙ
ilaahin-naas
"Sesembahannya manusia."
[4]
مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ ۙ الْخَـنَّاسِ ۖ
min syarril-waswaasil-khonnaas
"dari kejahatan pembisik (setan) yang bersembunyi,"
[5]
الَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِيْ صُدُوْرِ النَّاسِ ۙ
allazii yuwaswisu fii shuduurin-naas
"yang membisikkan (keburukan) ke dalam dada manusia,"
[6]
مِنَ الْجِنَّةِ وَا لنَّاسِ
minal-jinnati wan-naas
"dari jin dan manusia."
......
.............
......................
surabaya, 1 syawal 1440 H
.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar