Senin, 18 Maret 2019

JUZ 29 > ( 67 ) - ( 77 )

{67} Al-Mulk                   ayat :  1  -  30
{68} Al-Qalam                ayat :  1  -  52
{69} Al-Haqqah.            ayat :  1  -  52
{70} Al-Ma'arij               ayat :  1  -  44
{71} Nuh                          ayat :  1  -  28
{72} Al-Jinn                     ayat :  1  -  28
{73} Al-Muzzammil      ayat :  1  -  20
{74} Al-Muddassir        ayat :  1  -  56
{75} Al-Qiyamah           ayat :  1  -  40
{76} Al-Insan                  ayat :  1  -  31
{77} Al-Mursalat           ayat :  1  -  50



{67} Al-Mulk (Kerajaan)
_________________________
  < Mekah >  < 30 ayat >


[1]
تَبٰرَكَ الَّذِيْ بِيَدِهِ الْمُلْكُ ۖ وَهُوَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ ۙ 
tabaarokallazii biyadihil-mulku wa huwa 'alaa kulli syai`ing qodiir

"Maha Suci Allah yang menguasai (segala) kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu,"

[2]
٭لَّذِيْ خَلَقَ الْمَوْتَ وَا لْحَيٰوةَ لِيَبْلُوَكُمْ اَيُّكُمْ اَحْسَنُ عَمَلًا ۗ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْغَفُوْرُ ۙ 
allazii kholaqol-mauta wal-hayaata liyabluwakum ayyukum ahsanu 'amalaa, wa huwal-'aziizul-ghofuur

"yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu<5>, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa, Maha Pengampun,"

[3]
الَّذِيْ خَلَقَ سَبْعَ سَمٰوٰتٍ طِبَا قًا ۗ مَا تَرٰى فِيْ خَلْقِ الرَّحْمٰنِ مِنْ تَفٰوُتٍ ۗ فَارْجِعِ الْبَصَرَ ۙ هَلْ تَرٰى مِنْ فُطُوْرٍ
allazii kholaqo sab'a samaawaatin thibaaqoo, maa taroo fii kholqir-rohmaani min tafaawut, farji'il-bashoro hal taroo min futhuur

"yang menciptakan tujuh langit berlapis-lapis.
Tidak akan kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pengasih.
Maka lihatlah sekali lagi, adakah kamu<5> lihat sesuatu yang cacat?"

[4]
ثُمَّ ارْجِعِ الْبَصَرَ كَرَّتَيْنِ يَنْقَلِبْ اِلَيْكَ الْبَصَرُ خَاسِئًا وَّهُوَ حَسِيْرٌ
summarji'il-bashoro karrotaini yangqolib ilaikal-bashoru khoosi`aw wa huwa hasiir

"Kemudian ulangi pandangan(mu) sekali lagi (dan) sekali lagi, niscaya pandanganmu akan kembali kepadamu tanpa menemukan cacat dan ia (pandanganmu) dalam keadaan letih."

[5]
وَلَـقَدْ زَيَّـنَّا السَّمَآءَ الدُّنْيَا بِمَصَا بِيْحَ وَجَعَلْنٰهَا رُجُوْمًا لِّلشَّيٰطِيْنِ وَاَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَا بَ السَّعِيْرِ
wa laqod zayyannas-samaaa`ad-dun-yaa bimashoobiiha wa ja'alnaahaa rujuumal lisy-syayaathiini wa a'tadnaa lahum 'azaabas-sa'iir

"Dan sungguh, telah Kami hiasi langit yang dekat (langit yang bisa kita lihat didunia ini), dengan bintang-bintang dan Kami menjadikannya (bintang-bintang itu) sebagai alat-alat pelempar setan, dan Kami sediakan bagi mereka azab neraka yang menyala-nyala."

[6]
وَلِلَّذِيْنَ كَفَرُوْا بِرَبِّهِمْ عَذَا بُ جَهَنَّمَ ۗ وَبِئْسَ الْمَصِيْرُ
wa lillaziina kafaruu birobbihim 'azaabu jahannam, wa bi`sal-mashiir

"Dan orang-orang yang ingkar kepada Tuhannya, akan mendapat azab Jahanam. Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali."

[7]
اِذَاۤ اُلْقُوْا فِيْهَا سَمِعُوْا لَهَا شَهِيْقًا وَّهِيَ تَفُوْرُ ۙ 
izaaa ulquu fiihaa sami'uu lahaa syahiiqow wa hiya tafuur

"Apabila mereka<7> dilemparkan ke dalamnya mereka<7> mendengar suara neraka yang mengerikan, sedang neraka itu membara,"

[8]
تَكَادُ تَمَيَّزُ مِنَ الْغَيْظِ ۗ كُلَّمَاۤ اُلْقِيَ فِيْهَا فَوْجٌ سَاَ لَهُمْ خَزَنَـتُهَاۤ اَلَمْ يَأْتِكُمْ نَذِيْرٌ
takaadu tamayyazu minal-ghoiizh, kullamaaa ulqiya fiihaa faujun sa`alahum khozanatuhaaa a lam ya`tikum naziir

"hampir meledak karena marah. Setiap kali ada sekumpulan (orang-orang kafir) dilemparkan kedalamnya, penjaga-penjaga (neraka itu) bertanya kepada mereka, Apakah belum pernah ada orang yang datang memberi peringatan kepadamu (di dunia)?"

[9]
قَا لُوْا بَلٰى قَدْ جَآءَنَا نَذِيْرٌ ۙ فَكَذَّبْنَا وَقُلْنَا مَا نَزَّلَ اللّٰهُ مِنْ شَيْءٍ ۖ اِنْ اَنْتُمْ اِلَّا فِيْ ضَلٰلٍ كَبِيْرٍ
qooluu balaa qod jaaa`anaa naziirun fa kazzabnaa wa qulnaa maa nazzalallohu min syai`in in antum illaa fii dholaaling kabiir

"Mereka menjawab, Benar, sungguh, seorang pemberi peringatan telah datang kepada kami, tetapi kami mendustakan(nya) dan kami katakan, Allah tidak menurunkan sesuatu apa pun, kamu sebenarnya di dalam kesesatan yang besar."

[10]
وَقَا لُوْا لَوْ كُنَّا نَسْمَعُ اَوْ نَعْقِلُ مَا كُنَّا فِيْۤ اَصْحٰبِ السَّعِيْرِ
wa qooluu lau kunnaa nasma'u au na'qilu maa kunnaa fiii ash-haabis-sa'iir

"Dan mereka<7>  berkata, Sekiranya (dahulu) kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu) tentulah kami tidak termasuk penghuni neraka yang menyala-nyala."

[11]
فَاعْتَرَفُوْا بِذَنْبِۢهِمْ ۚ فَسُحْقًا لِّاَصْحٰبِ السَّعِيْرِ
fa'tarofuu bizambihim, fa suhqol li`ash-haabis-sa'iir

"Maka mereka<7> mengakui dosanya. Tetapi jauhlah (dari rahmat Allah) bagi penghuni neraka yang menyala-nyala itu."

[12]
اِنَّ الَّذِيْنَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ بِا لْغَيْبِ لَهُمْ مَّغْفِرَةٌ وَّاَجْرٌ كَبِيْرٌ
innallaziina yakhsyauna robbahum bil-ghoibi lahum maghfirotuw wa ajrung kabiir

"Sesungguhnya orang-orang yang takut kepada Tuhannya yang tidak terlihat oleh mereka<5>, mereka<7> memperoleh ampunan dan pahala yang besar."

[13]
وَاَسِرُّوْا قَوْلَـكُمْ اَوِ اجْهَرُوْا بِهٖ ۗ اِنَّهٗ عَلِيْمٌ بِۢذَا تِ الصُّدُوْرِ
wa asirruu qoulakum awij-haruu bih, innahuu 'aliimum bizaatish-shuduur

"Dan rahasiakanlah perkataanmu atau nyatakanlah. Sungguh, Dia Maha Mengetahui segala isi hati."

[14]
اَ لَا يَعْلَمُ مَنْ خَلَقَ ۗ وَهُوَ اللَّطِيْفُ الْخَبِيْرُ
alaa ya'lamu man kholaq, wa huwal-lathiiful-khobiir

"Apakah (pantas) Allah yang menciptakan itu tidak mengetahui? Dan Dia Maha Halus, Maha Mengetahui."

[15]
هُوَ الَّذِيْ جَعَلَ لَـكُمُ الْاَرْضَ ذَلُوْلًا فَا مْشُوْا فِيْ مَنَا كِبِهَا وَكُلُوْا مِنْ رِّزْقِهٖ ۗ وَاِ لَيْهِ النُّشُوْرُ
huwallazii ja'ala lakumul-ardho zaluulan famsyuu fii manaakibihaa wa kuluu mir rizqih, wa ilaihin-nusyuur

"Dialah yang menjadikan bumi untuk kamu yang mudah dijelajahi, maka jelajahi lah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu<7> (kembali setelah) dibangkitkan."

[16]
ءَاَمِنْتُمْ مَّنْ فِيْ السَّمَآءِ اَنْ يَّخْسِفَ بِكُمُ الْاَرْضَ فَاِذَا هِيَ تَمُوْرُ ۙ 
a amintum man fis-samaaa`i ay yakhsifa bikumul-ardho fa izaa hiya tamuur

"Sudah merasa amankah kamu, bahwa Dia yang di langit tidak akan membuat kamu ditelan bumi ketika tiba-tiba ia terguncang?"

[17]
اَمْ اَمِنْتُمْ مَّنْ فِى السَّمَآءِ اَنْ يُّرْسِلَ عَلَيْكُمْ حَاصِبًا ۗ فَسَتَعْلَمُوْنَ كَيْفَ نَذِيْرِ
am amintum man fis-samaaa`i ay yursila 'alaikum haashibaa, fa sata'lamuuna kaifa naziir

"Atau sudah merasa amankah kamu<5>, bahwa Dia yang di langit tidak akan mengirimkan badai yang berbatu kepadamu? Namun kelak kamu akan mengetahui bagaimana (akibat mendustakan) peringatan-Ku."

[18]
وَلَـقَدْ كَذَّبَ الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَكَيْفَ كَا نَ نَكِيْرِ
wa laqod kazzaballaziina ming qoblihim fa kaifa kaana nakiir

"Dan sungguh, orang-orang yang sebelum mereka pun telah mendustakan (para rasul-Nya). Maka betapa hebatnya kemurkaan-Ku!"

[19
اَوَلَمْ يَرَوْا اِلَى الطَّيْرِ فَوْقَهُمْ صٰٓـفّٰتٍ وَّيَقْبِضْنَ ۘ مَا يُمْسِكُهُنَّ اِلَّا الرَّحْمٰنُ ۗ اِنَّهٗ بِكُلِّ شَيْءٍۢ بَصِيْرٌ
a wa lam yarou ilath-thoiri fauqohum shoooffaatiw wa yaqbidhn, maa yumsikuhunna illar-rohmaan, innahuu bikulli syai`im bashiir

"Tidakkah mereka memperhatikan burung-burung yang mengembangkan dan mengatupkan sayapnya di atas mereka? Tidak ada yang menahannya (di udara) selain Yang Maha Pengasih. Sungguh, Dia Maha Melihat segala sesuatu."

[20]
اَمَّنْ هٰذَا الَّذِيْ هُوَ جُنْدٌ لَّكُمْ يَنْصُرُكُمْ مِّنْ دُوْنِ الرَّحْمٰنِ ۗ اِنِ الْكٰفِرُوْنَ اِلَّا فِيْ غُرُوْرٍ ۚ 
am man haazallazii huwa jundul lakum yanshurukum min duunir-rohmaan, inil-kaafiruuna illaa fii ghuruur

"Atau siapakah yang akan menjadi bala tentara bagimu yang dapat membelamu selain (Allah) Yang Maha Pengasih? Orang-orang kafir itu hanyalah dalam (keadaan) tertipu."

[21]
اَمَّنْ هٰذَا الَّذِيْ يَرْزُقُكُمْ اِنْ اَمْسَكَ رِزْقَهٗ ۚ بَلْ لَّجُّوْا فِيْ عُتُوٍّ وَّنُفُوْرٍ
am man haazallazii yarzuqukum in amsaka rizqoh, bal lajjuu fii 'utuwwiw wa nufuur

"Atau siapakah yang dapat memberimu rezeki jika Dia menahan rezeki-Nya? Bahkan mereka terus-menerus dalam kesombongan dan menjauhkan diri (dari kebenaran)."

[22]
اَفَمَنْ يَّمْشِيْ مُكِبًّا عَلٰى وَجْهِهٖۤ اَهْدٰۤى اَمَّنْ يَّمْشِيْ سَوِيًّا عَلٰى صِرَا طٍ مُّسْتَقِيْمٍ
a fa may yamsyii mukibban 'alaa waj-hihiii ahdaaa am may yamsyii sawiyyan 'alaa shiroothim mustaqiim

"Apakah orang yang merangkak dengan wajah tertelungkup yang lebih terpimpin (dalam kebenaran) ataukah orang yang berjalan tegap di atas jalan yang lurus?"

[23]
قُلْ هُوَ الَّذِيْۤ اَنْشَاَ كُمْ وَجَعَلَ لَـكُمُ السَّمْعَ وَا لْاَبْصَارَ وَ الْاَفْــئِدَةَ ۗ قَلِيْلًا مَّا تَشْكُرُوْنَ
qul huwallaziii ansya`akum wa ja'ala lakumus-sam'a wal-abshooro wal-af`idah, qoliilam maa tasykuruun

"Katakanlah, Dialah yang menciptakan kamu dan menjadikan pendengaran, penglihatan, dan hati nurani bagi kamu. (Tetapi) sedikit sekali kamu bersyukur."

[24]
قُلْ هُوَ الَّذِيْ ذَرَاَ كُمْ فِى الْاَرْضِ وَاِ لَيْهِ تُحْشَرُوْنَ
qul huwallazii zaro`akum fil-ardhi wa ilaihi tuhsyaruun

"Katakanlah, Dialah yang menjadikan kamu<5> berkembang biak di muka bumi, dan hanya kepada-Nya kamu<7> akan dikumpulkan."

[25]
وَيَقُوْلُوْنَ مَتٰى هٰذَا الْوَعْدُ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ
wa yaquuluuna mataa haazal-wa'du ing kuntum shoodiqiin

"Dan mereka<5> berkata, Kapan (datangnya) ancaman itu jika kamu orang yang benar?"

[26]
قُلْ اِنَّمَا الْعِلْمُ عِنْدَ اللّٰهِ ۖ وَاِ نَّمَاۤ اَنَاۡ نَذِيْرٌ مُّبِيْنٌ
qul innamal-'ilmu 'indallohi wa innamaaa ana naziirum mubiin

"Katakanlah (Muhammad), Sesungguhnya ilmu (tentang hari Kiamat itu) hanya ada pada Allah. Dan aku hanyalah seorang pemberi peringatan yang menjelaskan."

[27]
فَلَمَّا رَاَوْهُ زُلْفَةً سِیْۤـئَتْ وُجُوْهُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا وَقِيْلَ هٰذَا الَّذِيْ كُنْتُمْ بِهٖ تَدَّعُوْنَ
fa lammaa ro`auhu zulfatan siii`at wujuuhullaziina kafaruu wa qiila haazallazii kuntum bihii tadda'uun

"Maka ketika mereka<7> melihat azab sudah dekat, wajah orang-orang kafir itu menjadi muram. Dan dikatakan (kepada mereka), Inilah (azab) yang dahulu kamu memintanya."

[28
قُلْ اَرَءَيْتُمْ اِنْ اَهْلَـكَنِيَ اللّٰهُ وَمَنْ مَّعِيَ اَوْ رَحِمَنَا  ۙ فَمَنْ يُّجِيْرُ الْكٰفِرِيْنَ مِنْ عَذَا بٍ اَلِيْمٍ
qul aro`aitum in ahlakaniyallohu wa mam ma'iya au rohimanaa fa may yujiirul-kaafiriina min 'azaabin aliim

"Katakanlah (Muhammad), Tahukah kamu jika Allah mematikan aku dan orang-orang yang bersamaku atau memberi rahmat kepada kami, (maka kami akan masuk surga), lalu siapa yang dapat melindungi orang-orang kafir dari azab yang pedih?"

[29]
قُلْ هُوَ الرَّحْمٰنُ اٰمَنَّا بِهٖ وَعَلَيْهِ تَوَكَّلْنَا ۚ فَسَتَعْلَمُوْنَ مَنْ هُوَ فِيْ ضَلٰلٍ مُّبِيْنٍ
qul huwar-rohmaanu aamannaa bihii wa 'alaihi tawakkalnaa, fa sata'lamuuna man huwa fii dholaalim mubiin

"Katakanlah, Dialah Yang Maha Pengasih, kami beriman kepada-Nya dan kepada-Nya kami bertawakal. Maka kelak kamu akan tahu siapa yang berada dalam kesesatan yang nyata."

[30]
قُلْ اَرَءَيْتُمْ اِنْ اَصْبَحَ مَآ ؤُكُمْ غَوْرًا فَمَنْ يَّأْتِيْكُمْ بِمَآءٍ مَّعِيْنٍ
qul aro`aitum in ashbaha maaa`ukum ghouron fa may ya`tiikum bimaaa`im ma'iin

"Katakanlah (Muhammad), Terangkanlah kepadaku jika sumber air kamu menjadi kering; maka siapa yang akan memberimu air yang mengalir?"
.


{68} Al-Qalam (Kalam)
________________________
  < Mekah > < 52 ayat >


[1]
نٓ ۚ وَا لْقَلَمِ وَمَا يَسْطُرُوْنَ ۙ 
nuuun, wal-qolami wa maa yasthuruun

"Nun. Demi kalam dan apa yang mereka tuliskan,"

[2]
مَاۤ اَنْتَ بِـنِعْمَةِ رَبِّكَ بِمَجْنُوْنٍ ۚ 
maaa anta bini'mati robbika bimajnuun

"dengan karunia Tuhanmu engkau (Muhammad) bukanlah orang gila."

[3]
وَاِ نَّ لَكَ لَاَجْرًا غَيْرَ مَمْنُوْنٍ ۚ 
wa inna laka la`ajron ghoiro mamnuun

"Dan sesungguhnya engkau pasti mendapat pahala yang besar yang tidak putus-putusnya."

[4]
وَاِ نَّكَ لَعَلٰى خُلُقٍ عَظِيْمٍ
wa innaka la'alaa khuluqin 'azhiim

"Dan sesungguhnya engkau benar-benar, berbudi pekerti yang luhur."

[5]
فَسَتُبْصِرُ وَيُبْصِرُوْنَ ۙ 
fa satubshiru wa yubshiruun

"Maka kelak engkau akan melihat dan mereka (orang-orang kafir) pun akan melihat,"

[6]
بِاَيِّٮكُمُ الْمَفْتُوْنُ
bi`ayyikumul-maftuun

"siapa di antara kamu yang gila?"

[7]
اِنَّ رَبَّكَ هُوَ اَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيْلِهٖ ۖ وَهُوَ اَعْلَمُ بِا لْمُهْتَدِيْنَ
inna robbaka huwa a'lamu biman dholla 'an sabiilihii wa huwa a'lamu bil-muhtadiin

"Sungguh, Tuhanmu, Dialah yang paling mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya; dan Dialah yang paling mengetahui siapa orang yang mendapat petunjuk."

[8]
فَلَا تُطِعِ الْمُكَذِّبِيْنَ
fa laa tuthi'il-mukazzibiin

"Maka janganlah engkau patuhi orang-orang yang mendustakan (ayat-ayat Allah)."

[9]
وَدُّوْا لَوْ تُدْهِنُ فَيُدْهِنُوْنَ
wadduu lau tud-hinu fa yud-hinuun

"Mereka menginginkan agar engkau bersikap lunak maka mereka bersikap lunak (pula)."

[10]
وَلَا تُطِعْ كُلَّ حَلَّافٍ مَّهِيْنٍ ۙ 
wa laa tuthi' kulla hallaafim mahiin

"Dan janganlah engkau patuhi setiap orang yang suka bersumpah dan suka menghina,"

[11]
هَمَّازٍ مَّشَّآءٍ بِۢنَمِيْمٍ ۙ 
hammaazim masysyaaa`im binamiim

"suka mencela, yang kian kemari menyebarkan fitnah,"

[12]
مَّنَّاعٍ لِّلْخَيْرِ مُعْتَدٍ اَثِيْمٍ ۙ 
mannaa'il lil-khoiri mu'tadin asiim

"yang merintangi segala yang baik, yang melampaui batas, dan banyak dosa,"

[13]
عُتُلٍّۢ بَعْدَ ذٰلِكَ زَنِيْمٍ ۙ 
'utullim ba'da zaalika zaniim

"yang bertabiat kasar, selain itu juga terkenal kejahatannya,"

[14]
اَنْ كَا نَ ذَا مَا لٍ وَّبَنِيْنَ ۗ 
ang kaana zaa maaliw wa baniin

"karena dia kaya dan banyak anak."

[15]
اِذَا تُتْلٰى عَلَيْهِ اٰيٰتُنَا قَا لَ اَسَا طِيْرُ الْاَوَّلِيْنَ
izaa tutlaa 'alaihi aayaatunaa qoola asaathiirul-awwaliin

"Apabila ayat-ayat Kami dibacakan kepadanya, dia berkata, (Ini adalah) dongeng-dongeng orang dahulu."

[16]
سَنَسِمُهٗ عَلَى الْخُـرْطُوْمِ
sanasimuhuu 'alal-khurthuum

"Kelak dia akan Kami beri tanda pada belalai(nya)."

[17]
اِنَّا بَلَوْنٰهُمْ كَمَا بَلَوْنَاۤ اَصْحٰبَ الْجَـنَّةِ ۚ اِذْ اَقْسَمُوْا لَيَصْرِمُنَّهَا مُصْبِحِيْنَ ۙ 
innaa balaunaahum kamaa balaunaaa ash-haabal-jannah, iz aqsamuu layashrimunnahaa mushbihiin

"Sungguh, Kami telah menguji mereka (orang musyrik Mekah) sebagaimana Kami telah menguji pemilik-pemilik kebun, ketika mereka bersumpah pasti akan memetik (hasil)nya pada pagi hari,"

[18]
وَلَا يَسْتَثْنُوْنَ
wa laa yastasnuun

"tetapi mereka tidak menyisihkan (dengan mengucapkan, Insya Allah)."

[19]
فَطَا فَ عَلَيْهَا طَآئِفٌ مِّنْ رَّبِّكَ وَهُمْ نَآئِمُوْنَ
fa thoofa 'alaihaa thooo`ifum mir robbika wa hum naaa`imuun

"Lalu kebun itu ditimpa bencana (yang datang) dari Tuhanmu ketika mereka sedang tidur."

[20]
فَاَصْبَحَتْ كَا لصَّرِيْمِ ۙ 
fa ashbahat kash-shoriim

"Maka jadilah kebun itu hitam seperti malam yang gelap gulita,"

[21]
فَتَـنَادَوْا مُصْبِحِيْنَ ۙ 
fa tanaadau mushbihiin

"lalu pada pagi hari mereka saling memanggil."

[22]
اَنِ اغْدُوْا عَلٰى حَرْثِكُمْ اِنْ كُنْتُمْ صٰرِمِيْنَ
anighduu 'alaa harsikum ing kuntum shoorimiin

"Pergilah pagi-pagi ke kebunmu jika kamu hendak memetik hasil."

[23]
فَا نْطَلَقُوْا وَهُمْ يَتَخَا فَتُوْنَ ۙ 
fantholaquu wa hum yatakhoofatuun

"Maka mereka<5> pun berangkat sambil berbisik-bisik."

[24]
اَنْ لَّا يَدْخُلَنَّهَا الْيَوْمَ عَلَيْكُمْ مِّسْكِيْنٌ ۙ 
al laa yadkhulannahal-yauma 'alaikum miskiin

"Pada hari ini jangan sampai ada orang miskin masuk ke dalam kebunmu."

[25]
وَّغَدَوْا عَلٰى حَرْدٍ قٰدِرِيْنَ
wa ghodau 'alaa harding qoodiriin

"Dan berangkatlah mereka di pagi hari dengan niat menghalangi (orang-orang miskin) padahal mereka mampu (menolongnya)."

[26]
فَلَمَّا رَاَوْهَا قَا لُوْۤا اِنَّا لَـضَآ لُّوْنَ ۙ 
fa lammaa ro`auhaa qooluuu innaa ladhooolluun

"Maka ketika mereka<5> melihat kebun itu, mereka<5> berkata, Sungguh, kita ini benar-benar orang-orang yang sesat,"

[27]
بَلْ نَحْنُ مَحْرُوْمُوْنَ
bal nahnu mahruumuun

"bahkan kita tidak memperoleh apa pun."

[28]
قَا لَ اَوْسَطُهُمْ اَلَمْ اَقُلْ لَّكُمْ لَوْلَا تُسَبِّحُوْنَ
qoola ausathuhum a lam aqul lakum lau laa tusabbihuun

"Berkatalah seorang yang paling bijak di antara mereka, Bukankah aku telah mengatakan kepadamu, mengapa kamu<5> tidak bertasbih (kepada Tuhanmu)."

[29
قَا لُوْا سُبْحٰنَ رَبِّنَاۤ اِنَّا كُنَّا ظٰلِمِيْنَ
qooluu sub-haana robbinaaa innaa kunnaa zhoolimiin

"Mereka<5> mengucapkan, Maha Suci Tuhan kami, sungguh, kami adalah orang-orang yang zalim."

[30]
فَاَ قْبَلَ بَعْضُهُمْ عَلٰى بَعْضٍ يَّتَلَاوَمُوْنَ
fa aqbala ba'dhuhum 'alaa ba'dhiy yatalaawamuun

"Lalu mereka<5> saling berhadapan dan saling menyalahkan."

[31]
قَا لُوْا يٰوَيْلَنَاۤ اِنَّا كُنَّا طٰغِيْنَ
qooluu yaa wailanaaa innaa kunnaa thooghiin

"Mereka<5> berkata, Celaka kita! Sesungguhnya kita orang-orang yang melampaui batas."

[32]
عَسٰى رَبُّنَاۤ اَنْ يُّبْدِلَـنَا خَيْرًا مِّنْهَاۤ اِنَّاۤ اِلٰى رَبِّنَا رٰغِبُوْنَ
'asaa robbunaaa ay yubdilanaa khoirom min-haaa innaaa ilaa robbinaa rooghibuun

"Mudah-mudahan Tuhan memberikan ganti kepada kita dengan (kebun) yang lebih baik daripada yang ini, sungguh, kita mengharapkan ampunan dari Tuhan kita."

[33]
كَذٰلِكَ الْعَذَا بُ ۗ وَلَعَذَا بُ الْاٰخِرَةِ اَكْبَرُ ۘ لَوْ كَا نُوْا يَعْلَمُوْنَ
kazaalikal-'azaab, wa la'azaabul-aakhiroti akbar, lau kaanuu ya'lamuun

"Seperti itulah azab (di dunia). Dan sungguh, azab akhirat lebih besar sekiranya mereka<5> mengetahui."

[34]
اِنَّ لِلْمُتَّقِيْنَ عِنْدَ رَبِّهِمْ جَنّٰتِ النَّعِيْمِ
inna lil-muttaqiina 'inda robbihim jannaatin na'iim

"Sungguh, bagi orang-orang<7> yang bertakwa (disediakan) surga yang penuh kenikmatan di sisi Tuhannya."

[35]
اَفَنَجْعَلُ الْمُسْلِمِيْنَ كَا لْمُجْرِمِيْنَ ۗ 
a fa naj'alul-muslimiina kal-mujrimiin

"Apakah patut Kami memperlakukan orang-orang Islam itu seperti orang-orang yang berdosa?"

[36]
مَا لَـكُمْ ۗ كَيْفَ تَحْكُمُوْنَ ۚ 
maa lakum, kaifa tahkumuun

"Mengapa kamu (berbuat demikian)? Bagaimana kamu mengambil keputusan?"

[37]
اَمْ لَـكُمْ كِتٰبٌ فِيْهِ تَدْرُسُوْنَ ۙ 
am lakum kitaabun fiihi tadrusuun

"Atau apakah kamu mempunyai kitab (yang diturunkan Allah) yang kamu pelajari?"

[38]
اِنَّ لَـكُمْ فِيْهِ لَمَا تَخَيَّرُوْنَ ۚ 
inna lakum fiihi lamaa takhoyyaruun

"Sesungguhnya kamu dapat memilih apa saja yang ada di dalamnya."

[39]
اَمْ لَـكُمْ اَيْمَا نٌ عَلَيْنَا بَا لِغَةٌ اِلٰى يَوْمِ الْقِيٰمَةِ ۙ اِنَّ لَـكُمْ لَمَا تَحْكُمُوْنَ ۚ 
am lakum aimaanun 'alainaa baalighotun ilaa yaumil-qiyaamati inna lakum lamaa tahkumuun

"Atau apakah kamu memperoleh (janji-janji yang diperkuat dengan) sumpah dari Kami, yang tetap berlaku sampai hari Kiamat; bahwa kamu dapat mengambil keputusan (sekehendakmu)?"

[40]
سَلْهُمْ اَيُّهُمْ بِذٰلِكَ زَعِيْمٌ ۚ 
sal-hum ayyuhum bizaalika za'iim

"Tanyakanlah kepada mereka, Siapakah di antara mereka yang bertanggung jawab terhadap (keputusan yang diambil itu)?"

[41]
اَمْ لَهُمْ شُرَكَآءُ ۚ فَلْيَأْتُوْا بِشُرَكَآئِهِمْ اِنْ كَا نُوْا صٰدِقِيْنَ
am lahum syurokaaa`, falya`tuu bisyurokaaa`ihim ing kaanuu shoodiqiin

"Atau apakah mereka<5> mempunyai sekutu-sekutu? Kalau begitu hendaklah mereka mendatangkan sekutu-sekutunya jika mereka orang-orang yang benar."

[42]
يَوْمَ يُكْشَفُ عَنْ سَا قٍ وَّيُدْعَوْنَ اِلَى السُّجُوْدِ فَلَا يَسْتَطِيْعُوْنَ ۙ 
yauma yuksyafu 'an saaqiw wa yud'auna ilas-sujuudi fa laa yastathii'uun

"(Ingatlah) pada hari ketika betis disingkapkan dan mereka<7> diseru untuk bersujud; maka mereka<7> tidak mampu,"

[43]
خَاشِعَةً اَبْصَارُهُمْ تَرْهَقُهُمْ ذِلَّةٌ ۗ وَقَدْ كَا نُوْا يُدْعَوْنَ اِلَى السُّجُوْدِ وَهُمْ سٰلِمُوْنَ
khoosyi'atan abshooruhum tar-haquhum zillah, wa qod kaanuu yud'auna ilas-sujuudi wa hum saalimuun

"pandangan mereka tertunduk ke bawah, diliputi kehinaan. Dan sungguh, dahulu (di dunia) mereka<5> telah diseru untuk bersujud waktu mereka<5> sehat (tetapi mereka tidak melakukan)."

[44]
فَذَرْنِيْ وَمَنْ يُّكَذِّبُ بِهٰذَا الْحَـدِيْثِ ۗ سَنَسْتَدْرِجُهُمْ مِّنْ حَيْثُ لَا يَعْلَمُوْنَ ۙ 
fa zarnii wa may yukazzibu bihaazal-hadiis, sanastadrijuhum min haisu laa ya'lamuun

"Maka serahkanlah kepada-Ku (urusannya) dan orang-orang yang mendustakan perkataan ini (Al-Qur'an). Kelak akan Kami hukum mereka berangsur-angsur dari arah yang tidak mereka ketahui,"

[45]
وَاُ مْلِيْ لَهُمْ ۗ اِنَّ كَيْدِيْ مَتِيْنٌ
wa umlii lahum, inna kaidii matiin

"dan Aku memberi tenggang waktu kepada mereka<5>. Sungguh, rencana-Ku sangat teguh."

[46]
اَمْ تَسْئَـلُهُمْ اَجْرًا فَهُمْ مِّنْ مَّغْرَمٍ مُّثْقَلُوْنَ ۚ 
am tas`aluhum ajron fa hum mim maghromim musqoluun

"Ataukah engkau (Muhammad) meminta imbalan kepada mereka<5>, sehingga mereka dibebani dengan utang?"

[47]
اَمْ عِنْدَهُمُ الْغَيْبُ فَهُمْ يَكْتُبُوْنَ
am 'indahumul-ghoibu fa hum yaktubuun

"Ataukah mereka mengetahui yang gaib, lalu mereka<5> menuliskannya?"

[48]
فَاصْبِرْ لِحُكْمِ رَبِّكَ وَلَا تَكُنْ كَصَاحِبِ الْحُوْتِ ۘ اِذْ نَادٰى وَهُوَ مَكْظُوْمٌ ۗ 
fashbir lihukmi robbika wa laa takung kashoohibil-huut, iz naadaa wa huwa makzhuum

"Maka bersabarlah engkau (Muhammad) terhadap ketetapan Tuhanmu, dan janganlah engkau seperti (Yunus) orang yang berada dalam (perut) ikan ketika dia berdoa dengan hati sedih."

[49]
لَوْلَاۤ اَنْ تَدٰرَكَهٗ نِعْمَةٌ مِّنْ رَّبِّهٖ لَنُبِذَ بِا لْعَرَآءِ وَهُوَ مَذْمُوْمٌ
lau laaa an tadaarokahuu ni'matum mir robbihii lanubiza bil-'arooo`i wa huwa mazmuum

"Sekiranya dia tidak segera mendapat nikmat dari Tuhannya, pastilah dia dicampakkan ke tanah tandus dalam keadaan tercela."

[50]
فَاجْتَبٰهُ رَبُّهٗ فَجَعَلَهٗ مِنَ الصّٰلِحِيْنَ
fajtabaahu robbuhuu fa ja'alahuu minash-shoolihiin

"Lalu Tuhannya memilihnya dan menjadikannya termasuk orang yang saleh."

[51]
وَاِ نْ يَّكَادُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا لَيُزْلِقُوْنَكَ بِاَ بْصَارِهِمْ لَمَّا سَمِعُوا الذِّكْرَ وَيَقُوْلُوْنَ اِنَّهٗ لَمَجْنُوْنٌ ۘ 
wa iy yakaadullaziina kafaruu layuzliquunaka bi`abshoorihim lammaa sami'uz-zikro wa yaquuluuna innahuu lamajnuun

"Dan sungguh, orang-orang kafir itu hampir-hampir menggelincirkanmu dengan pandangan mata mereka, ketika mereka<5> mendengar Al-Qur'an dan mereka<5> berkata, Dia (Muhammmad) itu benar-benar orang gila."

[52]
وَمَا هُوَ اِلَّا ذِكْرٌ لِّلْعٰلَمِيْنَ
wa maa huwa illaa zikrul lil-'aalamiin

"Padahal Al-Qur'an itu tidak lain adalah peringatan bagi seluruh alam."
.


{69} Al-Haqqah (Hari Kiamat)
________________________________
      < Mekah >    < 52 ayat >


[1]
اَلْحَـآ قَّةُ ۙ 
al-haaaqqoh

"Hari Kiamat,"

[2]
مَا الْحَـآ قَّةُ ۚ 
mal-haaaqqoh

"apakah hari Kiamat itu?"

[3]
وَمَاۤ اَدْرٰٮكَ مَا الْحَــآ قَّةُ ۗ 
wa maaa adrooka mal-haaaqqoh

"Dan tahukah kamu apakah hari Kiamat itu?"

[4]
كَذَّبَتْ ثَمُوْدُ وَعَادٌ بِۢا لْقَارِعَةِ
kazzabas samuudu wa 'aadum bil-qoori'ah

"Kaum Samud, dan 'Ad telah mendustakan hari Kiamat."

[5]
فَاَ مَّا ثَمُوْدُ فَاُهْلِكُوْا بِا لطَّاغِيَةِ
fa ammaa samuudu fa uhlikuu bith-thooghiyah

"Maka adapun kaum Samud, mereka telah dibinasakan dengan suara yang sangat keras,"

[6]
وَاَ مَّا عَادٌ فَاُهْلِكُوْا بِرِيْحٍ صَرْصَرٍ عَا تِيَةٍ ۙ 
wa ammaa 'aadun fa uhlikuu biriihin shorshorin 'aatiyah

"sedangkan kaum `Ad, mereka telah dibinasakan dengan angin topan yang sangat dingin,"

[7]
سَخَّرَهَا عَلَيْهِمْ سَبْعَ لَيَا لٍ وَّثَمٰنِيَةَ اَيَّامٍ ۙ حُسُوْمًا ۙ فَتَرَى الْقَوْمَ فِيْهَا صَرْعٰى ۙ كَاَ نَّهُمْ اَعْجَازُ نَخْلٍ خَاوِيَةٍ ۚ 
sakhkhorohaa 'alaihim sab'a layaaliw wa samaaniyata ayyaamin husuuman fa tarol-qouma fiihaa shor'aa ka`annahum a'jaazu nakhlin khoowiyah

"Allah menimpakan angin itu kepada mereka selama tujuh malam delapan hari terus-menerus; maka kamu melihat kaum `Ad pada waktu itu mati bergelimpangan seperti batang-batang pohon kurma yang telah kosong (lapuk)."

[8]
فَهَلْ تَرٰى لَهُمْ مِّنْۢ بَا قِيَةٍ
fa hal taroo lahum mim baaqiyah

"Maka adakah kamu melihat seorang pun yang masih tersisa di antara mereka?"

[9]
وَجَآءَ فِرْعَوْنُ وَمَنْ قَبْلَهٗ وَا لْمُؤْتَفِكٰتُ بِا لْخَـاطِئَةِ ۚ 
wa jaaa`a fir'aunu wa mang qoblahuu wal-mu`tafikaatu bil-khoothi`ah

"Kemudian datang Fir`aun dan orang-orang yang sebelumnya dan (penduduk) negeri-negeri yang dijungkirbalikkan karena kesalahan yang besar."

[10]
فَعَصَوْا رَسُوْلَ رَبِّهِمْ فَاَخَذَهُمْ اَخْذَةً رَّابِيَةً
fa 'ashou rosuula robbihim fa akhozahum akhzatar roobiyah

"Maka mereka<5> mendurhakai utusan Tuhannya, Allah menyiksa mereka dengan siksaan yang sangat keras."

[11]
اِنَّا لَمَّا طَغَا الْمَآءُ حَمَلْنٰكُمْ فِى الْجَارِيَةِ ۙ 
innaa lammaa thoghol-maaa`u hamalnaakum fil-jaariyah

"Sesungguhnya ketika air naik (sampai ke gunung), Kami membawa (nenek moyang) kamu ke dalam kapal,"

[12]
لِنَجْعَلَهَا لَـكُمْ تَذْكِرَةً وَّتَعِيَهَاۤ اُذُنٌ وَّاعِيَةٌ
linaj'alahaa lakum tazkirotaw wa ta'iyahaaa uzunuw waa'iyah

"agar Kami jadikan (peristiwa itu) sebagai peringatan bagi kamu dan agar diperhatikan oleh telinga yang mau mendengar."

[13]
فَاِذَا نُفِخَ فِى الصُّوْرِ نَفْخَةٌ وَّاحِدَةٌ ۙ 
fa izaa nufikho fish-shuuri nafkhotuw waahidah

"Maka apabila sangkakala ditiup sekali tiup,"

[14]
وَحُمِلَتِ الْاَرْضُ وَ الْجِبَا لُ فَدُكَّتَا دَكَّةً وَّاحِدَةً ۙ 
wa humilatil-ardhu wal-jibaalu fa dukkataa dakkataw waahidah

"dan diangkatlah bumi dan gunung-gunung, lalu dibenturkan keduanya sekali benturan."

[15]
فَيَوْمَئِذٍ وَّقَعَتِ الْوَا قِعَةُ ۙ 
fa yauma`iziw waqo'atil-waaqi'ah

"Maka pada hari itu terjadilah hari Kiamat,"

[16]
وَا نْشَقَّتِ السَّمَآءُ فَهِيَ يَوْمَئِذٍ وَّاهِيَةٌ ۙ 
wansyaqqotis-samaaa`u fa hiya yauma`iziw waahiyah

"dan terbelahlah langit, karena pada hari itu langit menjadi rapuh."

[17]*
وَّالْمَلَكُ عَلٰۤى اَرْجَآئِهَا ۗ وَيَحْمِلُ عَرْشَ رَبِّكَ فَوْقَهُمْ يَوْمَئِذٍ ثَمٰنِيَةٌ ۗ 
wal-malaku 'alaaa arjaaa`ihaa, wa yahmilu 'arsya robbika fauqohum yauma`izin samaaniyah

"Dan para malaikat berada disegala penjuru langit.
Pada hari itu delapan malaikat menjunjung `Arsy (singgasana) Tuhanmu di atas mereka."

[18]
يَوْمَئِذٍ تُعْرَضُوْنَ لَا تَخْفٰى مِنْكُمْ خَا فِيَةٌ
yauma`izin tu'rodhuuna laa takhfaa mingkum khoofiyah

"Pada hari itu kamu<7> dihadapkan (kepada Tuhanmu), tidak ada sesuatu pun dari kamu yang tersembunyi (bagi Allah)."

[19]
فَاَ مَّا مَنْ اُوْتِيَ كِتٰبَهٗ بِيَمِيْنِهٖ ۙ فَيَقُوْلُ هَآ ؤُمُ اقْرَءُوْا كِتٰبِيَهْ ۚ 
fa ammaa man uutiya kitaabahuu biyamiinihii fa yaquulu haaa`umuqro`uu kitaabiyah

"Adapun orang yang kitabnya diberikan di tangan kanannya, maka dia berkata, Ambillah, bacalah kitabku (ini)."

[20]
اِنِّيْ ظَنَنْتُ اَنِّيْ مُلٰقٍ حِسَا بِيَهْ ۚ 
innii zhonantu annii mulaaqin hisaabiyah

"Sesungguhnya aku yakin, bahwa (suatu saat) aku akan menerima perhitungan terhadap diriku."

[21]
فَهُوَ فِيْ عِيْشَةٍ رَّاضِيَةٍ ۙ 
fa huwa fii 'iisyatir roodhiyah

"Maka orang itu berada dalam kehidupan yang diridai,"

[22]*
فِيْ جَنَّةٍ عَا لِيَةٍ ۙ 
fii jannatin 'aaliyah

"dalam surga yang tinggi,"

[23]
قُطُوْفُهَا دَا نِيَةٌ
quthuufuhaa daaniyah

"buah-buahannya dekat,"

[24]
كُلُوْا وَاشْرَبُوْا هَنِيْۤــئًا بِۢمَاۤ اَسْلَفْتُمْ فِى الْاَيَّامِ الْخَـالِيَةِ
kuluu wasyrobuu haniii`am bimaaa aslaftum fil-ayyaamil-khooliyah

"(kepada mereka dikatakan), Makan dan minumlah dengan nikmat karena amal yang telah kamu<5> kerjakan pada hari-hari yang telah lalu (didunia)."

[25]
وَاَ مَّا مَنْ اُوْتِيَ كِتٰبَهٗ بِشِمَا لِهٖ ۙ فَيَقُوْلُ يٰلَيْتَنِيْ لَمْ اُوْتَ كِتٰبِيَهْ ۚ 
wa ammaa man uutiya kitaabahuu bisyimaalihii fa yaquulu yaa laitanii lam uuta kitaabiyah

"Dan adapun orang yang kitabnya diberikan di tangan kirinya, maka dia berkata, Alangkah baiknya jika kitabku (ini) tidak diberikan kepadaku."

[26]
وَلَمْ اَدْرِ مَا حِسَا بِيَهْ ۚ 
wa lam adri maa hisaabiyah

"Sehingga aku tidak mengetahui bagaimana perhitunganku,"

[27]
يٰلَيْتَهَا كَا نَتِ الْقَاضِيَةَ ۚ 
yaa laitahaa kaanatil-qoodhiyah

"wahai, kiranya (kematian) itulah yang menyudahi segala sesuatu."

[28]
مَاۤ اَغْنٰى عَنِّيْ مَا لِيَهْ ۚ 
maaa aghnaa 'annii maaliyah

"Hartaku sama sekali tidak berguna bagiku."

[29]
هَلَكَ عَنِّيْ سُلْطٰنِيَهْ ۚ 
halaka 'annii sulthooniyah

"Kekuasaanku telah hilang dariku."

[30]
خُذُوْهُ فَغُلُّوْهُ ۙ 
khuzuuhu fa ghulluuh

"(Allah berfirman), Tangkaplah dia<7> lalu belenggulah tangannya ke lehernya."

[31]
ثُمَّ الْجَحِيْمَ صَلُّوْهُ ۙ 
summal-jahiima sholluuh

"Kemudian masukkanlah dia<7> ke dalam api neraka yang menyala-nyala."

[32]
Allah SWT berfirman:

ثُمَّ فِيْ سِلْسِلَةٍ ذَرْعُهَا سَبْعُوْنَ ذِرَاعًا فَاسْلُكُوْهُ ۗ 
summa fii silsilatin zar'uhaa sab'uuna ziroo'an faslukuuh

"Kemudian belitlah dia dengan rantai yang panjangnya tujuh puluh hasta."

[33]
اِنَّهٗ كَا نَ لَا يُؤْمِنُ بِا للّٰهِ الْعَظِيْمِ ۙ 
innahuu kaana laa yu`minu billaahil-'azhiim

"Sesungguhnya dialah orang yang tidak beriman kepada Allah Yang Maha Besar."

[34]
وَلَا يَحُضُّ عَلٰى طَعَا مِ الْمِسْكِيْنِ ۗ 
wa laa yahudhdhu 'alaa tho'aamil-miskiin

"Dan juga dia tidak mendorong (orang lain) untuk memberi makan orang miskin."

[35]
فَلَيْسَ لَـهُ الْيَوْمَ هٰهُنَا حَمِيْمٌ ۙ 
fa laisa lahul-yauma haahunaa hamiim

"Maka pada hari ini di sini (akhirat) tidak ada seorang teman pun baginya.

[36]
وَّلَا طَعَا مٌ اِلَّا مِنْ غِسْلِيْنٍ ۙ 
wa laa tho'aamun illaa min ghisliin

"Dan tidak ada makanan (baginya) kecuali dari darah dan nanah."

[37]
Allah SWT berfirman:

لَّا يَأْكُلُهٗۤ اِلَّا الْخٰطِئُوْنَ
laa ya`kuluhuuu illal-khoothi`uun

"Tidak ada yang memakannya kecuali orang-orang yang berdosa."

[38]
فَلَاۤ اُقْسِمُ بِمَا تُبْصِرُوْنَ ۙ 
fa laaa uqsimu bimaa tubshiruun

"Maka Aku bersumpah demi apa yang kamu lihat,"

[39]
وَمَا لَا تُبْصِرُوْنَ ۙ 
wa maa laa tubshiruun

"dan demi apa yang tidak kamu lihat."

[40]
اِنَّهٗ لَقَوْلُ رَسُوْلٍ كَرِيْمٍ ۙ 
innahuu laqoulu rosuuling kariim

"Sesungguhnya ia (Al-Qur'an itu) benar-benar wahyu (yang diturunkan kepada) Rasul yang mulia,"

[41]
وَّمَا هُوَ بِقَوْلِ شَاعِرٍ ۗ قَلِيْلًا مَّا تُؤْمِنُوْنَ ۙ 
wa maa huwa biqouli syaa'ir, qoliilam maa tu`minuun

"dan ia (Al-Qur'an) bukanlah perkataan seorang penyair. Sedikit sekali kamu beriman kepadanya.

[42]
وَلَا بِقَوْلِ كَاهِنٍ ۗ قَلِيْلًا مَّا تَذَكَّرُوْنَ ۗ 
wa laa biqouli kaahin, qoliilam maa tazakkaruun

"Dan bukan pula perkataan tukang tenung. Sedikit sekali kamu mengambil pelajaran darinya."

[43]
تَنْزِيْلٌ مِّنْ رَّبِّ الْعٰلَمِيْنَ
tanziilum mir robbil-'aalamiin

"la (Al-Qur'an) adalah wahyu yang diturunkan dari Tuhan seluruh alam."

[44]
وَلَوْ تَقَوَّلَ عَلَيْنَا بَعْضَ الْاَقَاوِيْلِ ۙ 
walau taqowwala 'alainaa ba'dhol-aqoowiil

"Dan sekiranya dia (Muhammad) mengada-adakan sebagian perkataan atas (nama) Kami,"

[45]
لَاَخَذْنَا مِنْهُ بِا لْيَمِيْنِ ۙ 
la`akhoznaa min-hu bil-yamiin

"pasti Kami pegang dia pada tangan kanannya."

[46]
ثُمَّ لَقَطَعْنَا مِنْهُ الْوَتِيْنَ ۖ 
summa laqotho'naa min-hul-watiin

"Kemudian Kami potong pembuluh jantungnya."

[47]
فَمَا مِنْكُمْ مِّنْ اَحَدٍ عَنْهُ حَاجِزِيْنَ
fa maa mingkum min ahadin 'an-hu haajiziin

"Maka tidak seorang pun dari kamu yang dapat menghalangi (Kami untuk menghukumnya)."

[48]
وَاِ نَّهٗ لَتَذْكِرَةٌ لِّلْمُتَّقِيْنَ
wa innahuu latazkirotul lil-muttaqiin

"Dan sungguh, Al-Qur'an itu pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa."

[49]
وَاِ نَّا لَنَعْلَمُ اَنَّ مِنْكُمْ مُّكَذِّبِيْنَ
wa innaa lana'lamu anna mingkum mukazzibiin

"Dan sungguh, Kami mengetahui bahwa di antara kamu ada orang yang mendustakan."

[50]
وَاِ نَّهٗ لَحَسْرَةٌ عَلَى الْكٰفِرِيْنَ
wa innahuu lahasrotun 'alal-kaafiriin

"Dan sungguh, Al-Qur'an itu akan menimbulkan penyesalan bagi orang-orang kafir (di akhirat)."

[51]
وَاِ نَّهٗ لَحَـقُّ الْيَقِيْنِ
wa innahuu lahaqqul-yaqiin

"Dan sungguh, Al-Qur'an itu kebenaran yang meyakinkan."

[52]
فَسَبِّحْ بِاسْمِ رَبِّكَ الْعَظِيْمِ
fa sabbih bismi robbikal-'azhiim

"Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Maha Agung."
.


{70} Al-Ma'arij (Tempat-tempat naik)
_______________________________________
            < Mekah >    < 44 ayat >


[1]
سَاَ لَ سَآئِلٌ بِۢعَذَا بٍ وَّاقِعٍ ۙ 
sa`ala saaa`ilum bi'azaabiw waaqi'

"Seseorang bertanya tentang azab yang pasti terjadi,"

[2]
لِّلْكٰفِرِيْنَ لَيْسَ لَهٗ دَا فِعٌ ۙ 
lil-kaafiriina laisa lahuu daafi'

"bagi orang-orang kafir, yang tidak seorang pun dapat menolaknya,"

[3]*
مِّنَ اللّٰهِ ذِى الْمَعَارِجِ ۗ 
minallohi zil-ma'aarij

"(azab) dari Allah, yang memiliki tempat-tempat naik."

[4]*
تَعْرُجُ الْمَلٰٓئِكَةُ وَ الرُّوْحُ اِلَيْهِ فِيْ يَوْمٍ كَا نَ مِقْدَارُهٗ خَمْسِيْنَ اَلْفَ سَنَةٍ ۚ 
ta'rujul-malaaa`ikatu war-ruuhu ilaihi fii yauming kaana miqdaaruhuu khomsiina alfa sanah

"Para malaikat dan Ruh naik kepada Tuhan, dalam sehari setara dengan lima puluh ribu tahun (cahaya)."

Iqro' :
Jari-jari galaxy Bima-Sakti dengan Supermassive Black-Hole sebagai pusatnya adalah : 50 ribu tahun cahaya.

[5]
فَاصْبِرْ صَبْرًا جَمِيْلًا
fashbir shobron jamiilaa

"Maka bersabarlah engkau (Muhammad) dengan kesabaran yang baik."

[6]
اِنَّهُمْ يَرَوْنَهٗ بَعِيْدًا ۙ 
innahum yarounahuu ba'iidaa

"Mereka memandang (azab) itu jauh (mustahil)."

[7]
وَّنَرٰٮهُ قَرِيْبًا ۗ 
wa naroohu qoriibaa

"Sedangkan Kami memandangnya dekat (pasti terjadi)."

[8]
يَوْمَ تَكُوْنُ السَّمَآءُ كَا لْمُهْلِ ۙ 
yauma takuunus-samaaa`u kal-muhl

"Pada hari ketika langit menjadi bagaikan cairan tembaga,"

[9]
وَتَكُوْنُ الْجِبَا لُ كَا لْعِهْنِ ۙ 
wa takuunul-jibaalu kal-'ihn

"dan gunung-gunung bagaikan bulu (yang beterbangan),"

[10]
وَلَا يَسْئَـلُ حَمِيْمٌ حَمِيْمًا ۚ 
wa laa yas`alu hamiimun hamiimaa

"dan tidak ada seorang teman karib pun menanyakan temannya,"

[11]
يُّبَصَّرُوْنَهُمْ ۗ يَوَدُّ الْمُجْرِمُ لَوْ يَفْتَدِيْ مِنْ عَذَا بِ يَوْمِئِذٍ بِۢبَنِيْهِ ۙ 
yubashshoruunahum, yawaddul-mujrimu lau yaftadii min 'azaabi yaumi`izim bibaniih

"sedang mereka<7> saling melihat. Pada hari itu, orang yang berdosa ingin sekiranya dia dapat menebus (dirinya) dari azab dengan anak-anaknya,"

[12]
وَ صَاحِبَتِهٖ وَاَخِيْهِ ۙ 
wa shoohibatihii wa akhiih

"dan istrinya dan saudaranya,"

[13]
وَفَصِيْلَتِهِ الَّتِيْ تُـئْوِيْهِ ۙ 
wa fashiilatihillatii tu`wiih

"serta keluarga yang melindunginya (di dunia)."

[14]
وَمَنْ فِى الْاَرْضِ جَمِيْعًا ۙ ثُمَّ يُنْجِيْهِ ۙ 
wa man fil-ardhi jamii'an summa yunjiih

"dan orang-orang di bumi seluruhnya, kemudian mengharapkan (tebusan) itu dapat menyelamatkannya."

[15]
كَلَّا   ۗ اِنَّهَا لَظٰى ۙ 
kallaa, innahaa lazhoo

"Sama sekali tidak! Sungguh, neraka itu api yang bergejolak,"

[16]
نَزَّاعَةً لِّلشَّوٰى ۚ 
nazzaa'atal lisy-syawaa

"yang mengelupaskan kulit kepala."

[17]
تَدْعُوْا مَنْ اَدْبَرَ وَتَوَلّٰى ۙ 
tad'uu man adbaro wa tawallaa

"Yang memanggil orang yang membelakangi dan yang berpaling (dari agama Allah),"

[18]
وَجَمَعَ فَاَوْعٰى
wa jama'a fa au'aa

"dan orang yang mengumpulkan (harta benda) lalu menyimpannya."

[19]
اِنَّ الْاِنْسَا نَ خُلِقَ هَلُوْعًا ۙ 
innal-insaana khuliqo haluu'aa

"Sungguh, manusia diciptakan bersifat suka mengeluh."

[20]
اِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ جَزُوْعًا ۙ 
izaa massahusy-syarru jazuu'aa

"Apabila dia ditimpa kesusahan dia berkeluh kesah,"

[21]
وَاِذَا مَسَّهُ الْخَيْرُ مَنُوْعًا ۙ 
wa izaa massahul-khoiru manuu'aa

"dan apabila mendapat kebaikan (harta) dia jadi kikir,"

[22]*
اِلَّا الْمُصَلِّيْنَ ۙ 
illal-musholliin

"kecuali:
orang-orang<5> yang melaksanakan sholat,"

[23]*
الَّذِيْنَ هُمْ عَلٰى صَلَا تِهِمْ دَآئِمُوْنَ ۖ 
allaziina hum 'alaa sholaatihim daaa`imuun

"mereka<5> yang tetap setia melaksanakan sholatnya,"

[24]
وَا لَّذِيْنَ فِيْۤ اَمْوَا لِهِمْ حَقٌّ مَّعْلُوْمٌ ۖ 
wallaziina fiii amwaalihim haqqum ma'luum

"dan orang-orang<5> yang dalam hartanya disiapkan bagian tertentu,"

[25]
لِّلسَّآئِلِ وَا لْمَحْرُوْمِ ۖ 
lis-saaa`ili wal-mahruum

"bagi orang (miskin) yang meminta dan yang tidak meminta,"

[26]
وَا لَّذِيْنَ يُصَدِّقُوْنَ بِيَوْمِ الدِّيْنِ ۖ 
wallaziina yushoddiquuna biyaumid-diin

"dan orang-orang<5> yang mempercayai hari-agama,"

[27]
وَا لَّذِيْنَ هُمْ مِّنْ عَذَا بِ رَبِّهِمْ مُّشْفِقُوْنَ ۚ 
wallaziina hum min 'azaabi robbihim musyfiquun

"dan orang-orang<5> yang takut terhadap azab Tuhannya,"

[28]
اِنَّ عَذَا بَ رَبِّهِمْ غَيْرُ مَأْمُوْنٍ
inna 'azaaba robbihim ghoiru ma`muun

"sesungguhnya terhadap azab Tuhan mereka, tidak ada seseorang yang merasa aman (dari kedatangannya),"

[29]
وَا لَّذِيْنَ هُمْ لِفُرُوْجِهِمْ حٰفِظُوْنَ ۙ 
wallaziina hum lifuruujihim haafizhuun

"dan orang-orang<5> yang memelihara kemaluannya,"

[30]
اِلَّا عَلٰۤى اَزْوَاجِهِمْ اَوْ مَا مَلَـكَتْ اَيْمَا نُهُمْ فَاِ نَّهُمْ غَيْرُ مَلُوْمِيْنَ ۚ 
illaa 'alaaa azwaajihim au maa malakat aimaanuhum fa innahum ghoiru maluumiin

"kecuali terhadap istri-istri mereka atau hamba sahaya yang mereka miliki maka sesungguhnya mereka tidak tercela."

[31]
فَمَنِ ابْتَغٰى وَرَآءَ ذٰلِكَ فَاُولٰٓئِكَ هُمُ الْعٰدُوْنَ ۚ 
fa manibtaghoo warooo`a zaalika fa ulaaa`ika humul-'aaduun

"Maka barang siapa mencari di luar itu (berzina), mereka<5> itulah orang-orang yang melampaui batas."

[32]
وَا لَّذِيْنَ هُمْ لِاَ مٰنٰتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رٰعُوْنَ ۖ 
wallaziina hum li`amaanaatihim wa 'ahdihim roo'uun

"Dan orang-orang<5> yang memelihara amanat dan janjinya."

[33]
وَا لَّذِيْنَ هُمْ بِشَهٰدٰتِهِمْ قَآئِمُوْنَ ۖ 
wallaziina hum bisyahaadaatihim qooo`imuun

"dan orang-orang<5> yang berpegang teguh pada kesaksiannya,"

[34]*
وَا لَّذِيْنَ هُمْ عَلٰى صَلَا تِهِمْ يُحَا فِظُوْنَ ۗ 
wallaziina hum 'alaa sholaatihim yuhaafizhuun

"Dan orang-orang<5> yang memelihara (meningkatkan kualitas) sholatnya,"

[35]
اُولٰٓئِكَ فِيْ جَنّٰتٍ مُّكْرَمُوْنَ ۗ 
ulaaa`ika fii jannaatim mukromuun

"mereka<7> itu dimuliakan di dalam surga."

[36]
فَمَا لِ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا قِبَلَكَ مُهْطِعِيْنَ ۙ 
fa maalillaziina kafaruu qibalaka muhthi'iin

"Maka mengapa orang-orang<5> kafir itu datang bergegas ke hadapanmu (Muhammad),"

[37]
عَنِ الْيَمِيْنِ وَعَنِ الشِّمَا لِ عِزِيْنَ
'anil-yamiini wa 'anisy-syimaali 'iziin

"dari kanan dan dari kiri dengan berkelompok-kelompok?"

[38]
اَيَطْمَعُ كُلُّ امْرِىءٍ مِّنْهُمْ اَنْ يُّدْخَلَ جَنَّةَ نَعِيْمٍ ۙ 
a yathma'u kullumri`im min-hum ay yudkhola jannata na'iim

"Apakah setiap orang<5> dari orang-orang kafir itu ingin masuk surga yang penuh kenikmatan?."

[39]
كَلَّا ۗ اِنَّا خَلَقْنٰهُمْ مِّمَّا يَعْلَمُوْنَ
kallaa, innaa kholaqnaahum mimmaa ya'lamuun

"tidak mungkin! Sesungguhnya Kami menciptakan mereka dari apa yang mereka ketahui."

[40]
فَلَاۤ اُقْسِمُ بِرَبِّ الْمَشٰرِقِ وَا لْمَغٰرِبِ اِنَّا لَقٰدِرُوْنَ ۙ 
fa laaa uqsimu birobbil-masyaariqi wal-maghooribi innaa laqoodiruun

"Maka Aku bersumpah demi Tuhan yang mengatur tempat-tempat terbit dan terbenamnya (matahari, bulan, dan bintang), sungguh, Kami pasti mampu,"

[41]
عَلٰۤى اَنْ نُّبَدِّلَ خَيْرًا مِّنْهُمْ ۙ وَمَا نَحْنُ بِمَسْبُوْقِيْنَ
'alaaa an nubaddila khoirom min-hum wa maa nahnu bimasbuuqiin

"untuk mengganti (mereka) dengan kaum yang lebih baik dari mereka<5>, dan Kami tidak dapat dikalahkan."

[42]
فَذَرْهُمْ يَخُوْضُوْا وَيَلْعَبُوْا حَتّٰى يُلٰقُوْا يَوْمَهُمُ الَّذِيْ يُوْعَدُوْنَ ۙ 
fa zar-hum yakhuudhuu wa yal'abuu hattaa yulaaquu yaumahumullazii yuu'aduun

"Maka biarkanlah mereka<5> tenggelam dan bermain-main (dalam kesesatan) sampai mereka<7> menjumpai hari yang diancamkan kepada mereka<5>,"

[43]
يَوْمَ يَخْرُجُوْنَ مِنَ الْاَجْدَا ثِ سِرَاعًا كَاَ نَّهُمْ اِلٰى نُصُبٍ يُّوْفِضُوْنَ ۙ 
yauma yakhrujuuna minal-ajdaasi siroo'ang ka`annahum ilaa nushubiy yuufidhuun

"(yaitu) pada hari (kiamat) ketika mereka<7> keluar dari kubur dengan cepat seakan-akan mereka<7> pergi dengan segera kepada berhala-berhala (sewaktu di dunia),"

[44]
خَاشِعَةً اَبْصَارُهُمْ تَرْهَقُهُمْ ذِلَّةٌ    ۗ ذٰلِكَ الْيَوْمُ الَّذِيْ كَا نُوْا يُوْعَدُوْنَ
khoosyi'atan abshooruhum tar-haquhum zillah, zaalikal-yaumullazii kaanuu yuu'aduun

"pandangan mereka<7> tertunduk ke bawah diliputi kehinaan. Itulah hari yang diancamkan kepada mereka<5>."
.


{71}  N u h  ( N u h )
_____________________
 <Mekah> <28 ayat>


[1]
اِنَّاۤ اَرْسَلْنَا نُوْحًا اِلٰى قَوْمِهٖۤ اَنْ اَنْذِرْ قَوْمَكَ مِنْ قَبْلِ اَنْ يَّأْتِيَهُمْ عَذَا بٌ اَلِيْمٌ
innaaa arsalnaa nuuhan ilaa qoumihiii an anzir qoumaka ming qobli ay ya`tiyahum 'azaabun aliim

"Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya; Berilah kaummu peringatan sebelum datang kepadanya azab yang pedih."

[2]
قَا لَ يٰقَوْمِ اِنِّيْ لَـكُمْ نَذِيْرٌ مُّبِيْنٌ ۙ 
qoola yaa qoumi innii lakum naziirum mubiin

"Dia (Nuh) berkata, Wahai kaumku! Sesungguhnya aku ini seorang pemberi peringatan yang menjelaskan kepada kamu,"

[3]
اَنِ اعْبُدُوا اللّٰهَ وَا تَّقُوْهُ وَاَ طِيْعُوْنِ ۙ 
ani'budulloha wattaquuhu wa athii'uun

"(yaitu) sembahlah Allah, bertakwalah kepada-Nya dan taatlah kepadaku,"

[4]
يَغْفِرْ لَـكُمْ مِّنْ ذُنُوْبِكُمْ وَيُؤَخِّرْكُمْ اِلٰۤى اَجَلٍ مُّسَمًّى ۗ اِنَّ اَجَلَ اللّٰهِ اِذَا جَآءَ لَا يُؤَخَّرُ ۘ لَوْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ
yaghfir lakum min zunuubikum wa yu`akhkhirkum ilaaa ajalim musammaa, inna ajalallohi izaa jaaa`a laa yu`akhkhor, lau kuntum ta'lamuun

"niscaya Dia mengampuni sebagian dosa-dosamu dan menangguhkan kamu<5>(memanjangkan umurmu) sampai pada batas waktu yang ditentukan. Sungguh, ketetapan Allah itu apabila telah datang tidak dapat ditunda, seandainya kamu mengetahui."

[5]
قَا لَ رَبِّ اِنِّيْ دَعَوْتُ قَوْمِيْ لَيْلًا وَّنَهَارًا ۙ 
qoola robbi innii da'autu qoumii lailaw wa nahaaroo

"Dia (Nuh) berkata, Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah menyeru kaumku siang dan malam,"

[6]
فَلَمْ يَزِدْهُمْ دُعَآءِيْۤ اِلَّا فِرَارًا
fa lam yazid-hum du'aaa`iii illaa firooroo

"tetapi seruanku itu tidak menambah (iman) mereka, justru mereka lari (dari kebenaran)."

[7]
وَاِ نِّيْ كُلَّمَا دَعَوْتُهُمْ لِتَغْفِرَ لَهُمْ جَعَلُوْۤا اَصَا بِعَهُمْ فِيْۤ اٰذَا نِهِمْ وَاسْتَغْشَوْا ثِيَا بَهُمْ وَاَصَرُّوْا وَاسْتَكْبَرُوا اسْتِكْبَارًا ۚ 
wa innii kullamaa da'autuhum litaghfiro lahum ja'aluuu ashoobi'ahum fiii aazaanihim wastaghsyau siyaabahum wa ashorruu wastakbarustikbaaroo

"Dan sesungguhnya aku setiap kali menyeru mereka (untuk beriman) agar Engkau mengampuni mereka, mereka memasukkan anak jarinya ke telinganya dan menutupkan bajunya (ke wajahnya) dan mereka<5> tetap (mengingkari) dan sangat menyombongkan diri."

[8]
ثُمَّ اِنِّيْ دَعَوْتُهُمْ جِهَارًا ۙ 
summa innii da'autuhum jihaaroo

"Lalu sesungguhnya aku menyeru mereka<5> dengan cara terang-terangan."

[9]
ثُمَّ اِنِّيْۤ اَعْلَـنْتُ لَهُمْ وَاَسْرَرْتُ لَهُمْ اِسْرَارًا ۙ 
summa inniii a'lantu lahum wa asrortu lahum isrooroo

"Kemudian aku menyeru mereka<5> secara terbuka dan dengan diam-diam,"

[10]
فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوْا رَبَّكُمْ ۗ اِنَّهٗ كَا نَ غَفَّارًا ۙ 
fa qultustaghfiruu robbakum innahuu kaana ghoffaaroo

"maka aku berkata (kepada mereka), Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu, sungguh, Dia Maha Pengampun,"

[11]
يُّرْسِلِ السَّمَآءَ عَلَيْكُمْ مِّدْرَارًا ۙ 
yursilis-samaaa`a 'alaikum midrooroo

"niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu,"

[12]
وَّيُمْدِدْكُمْ بِاَ مْوَا لٍ وَّبَنِيْنَ وَيَجْعَلْ لَّـكُمْ جَنّٰتٍ وَّيَجْعَلْ لَّـكُمْ اَنْهٰرًا ۗ 
wa yumdidkum bi`amwaaliw wa baniina wa yaj'al lakum jannaatiw wa yaj'al lakum an-haaroo

"dan Dia memperbanyak harta dan anak-anakmu, dan mengadakan kebun-kebun untukmu dan mengadakan sungai-sungai untukmu."

[13]
مَا لَـكُمْ لَا تَرْجُوْنَ لِلّٰهِ وَقَارًا ۚ 
maa lakum laa tarjuuna lillaahi waqooroo

"Mengapa kamu<5> tidak takut akan kebesaran Allah?"

[14]
وَقَدْ خَلَقَكُمْ اَطْوَارًا
wa qod kholaqokum athwaaroo

"Dan sungguh, Dia telah menciptakan kamu dalam beberapa tingkatan (kejadian)."

[15]
اَلَمْ تَرَوْا كَيْفَ خَلَقَ اللّٰهُ سَبْعَ سَمٰوٰتٍ طِبَا قًا ۙ 
a lam tarou kaifa kholaqollaahu sab'a samaawaatin thibaaqoo

"Tidakkah kamu memperhatikan bagaimana Allah telah menciptakan tujuh  langit berlapis-lapis."

[16]
وَّجَعَلَ الْقَمَرَ فِيْهِنَّ نُوْرًا ۙ وَّجَعَلَ الشَّمْسَ سِرَاجًا
wa ja'alal-qomaro fiihinna nuurow wa ja'alasy-syamsa siroojaa

"Dan di sana Dia menciptakan bulan yang bercahaya dan menjadikan matahari sebagai pelita (sumber cahaya yang dipantulkan oleh bulan...., sehingga bulan nampak bercahaya)?"

[17]
وَا للّٰهُ اَنْۢبَتَكُمْ مِّنَ الْاَرْضِ نَبَا تًا ۙ 
wallohu ambatakum minal-ardhi nabaataa

"Dan Allah menumbuhkan kamu dari tanah, tumbuh (berangsur-angsur),"

[18]
ثُمَّ يُعِيْدُكُمْ فِيْهَا وَيُخْرِجُكُمْ اِخْرَاجًا
summa yu'iidukum fiihaa wa yukhrijukum ikhroojaa

"kemudian Dia akan mengembalikan kamu<5> ke dalamnya (tanah) dan mengeluarkan kamu<7> (pada hari Kiamat) dengan pasti."

[19]
وَا للّٰهُ جَعَلَ لَـكُمُ الْاَرْضَ بِسَا طًا ۙ 
wallohu ja'ala lakumul-ardho bisaathoo

"Dan Allah menjadikan bumi untukmu sebagai hamparan."

[20]
لِّـتَسْلُكُوْا مِنْهَا سُبُلًا فِجَاجًا
litaslukuu min-haa subulan fijaajaa

"agar kamu dapat pergi kian kemari di jalan-jalan yang luas."

[21]
قَا لَ نُوْحٌ رَّبِّ اِنَّهُمْ عَصَوْنِيْ وَا تَّبَعُوْا مَنْ لَّمْ يَزِدْهُ مَا لُهٗ وَوَلَدُهٗۤ اِلَّا خَسَارًا ۚ 
qoola nuuhur robbi innahum 'ashounii wattaba'uu mal lam yazid-hu maaluhuu wa waladuhuuu illaa khosaaroo

"Nuh berkata, Ya Tuhanku, sesungguhnya mereka<5> durhaka kepadaku, dan mereka mengikuti orang-orang yang harta dan anak-anaknya hanya menambah kerugian baginya,"

[22]
وَمَكَرُوْا مَكْرًا كُبَّارًا ۚ 
wa makaruu makrong kubbaaroo

"dan mereka melakukan tipu daya yang sangat besar."

[23]
وَ قَا لُوْا لَا تَذَرُنَّ اٰلِهَتَكُمْ وَلَا تَذَرُنَّ وَدًّا وَّلَا سُوَاعًا ۙ وَّ لَا يَغُوْثَ وَيَعُوْقَ وَنَسْرًا ۚ 
wa qooluu laa tazarunna aalihatakum wa  laa tazarunna waddaw wa laa suwaa'aw wa laa yaghuusa wa ya'uuqo wa nasroo

"Dan mereka<5> berkata, Jangan sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) tuhan-tuhan kamu dan jangan pula sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) Wadd, dan jangan pula Suwa', Yagus, Ya'uq, dan Nasr."

[24]
وَقَدْ اَضَلُّوْا كَثِيْرًا ۚ وَلَا تَزِدِ الظّٰلِمِيْنَ اِلَّا ضَلٰلًا
wa qod adholluu kasiiroo, wa laa tazidizh-zhoolimiina illaa dholaalaa

"Dan sungguh, mereka telah menyesatkan banyak orang; dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kesesatan."

[25]
مِّمَّا خَطِيْٓئٰتِهِمْ اُغْرِقُوْا فَاُدْخِلُوْا نَارًا ۙ فَلَمْ يَجِدُوْا لَهُمْ مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ اَنْصَارًا
mimmaa khothiii`aatihim ughriquu fa udkhiluu naaron fa lam yajiduu lahum min duunillaahi anshooroo

"Disebabkan kesalahan-kesalahan mereka<5>, mereka ditenggelamkan lalu dimasukkan ke neraka, maka mereka<7> tidak mendapat penolong selain Allah."

[26]
وَ قَا لَ نُوْحٌ رَّبِّ لَا تَذَرْ عَلَى الْاَرْضِ مِنَ الْكٰفِرِيْنَ دَيَّارًا
wa qoola nuuhur robbi laa tazar 'alal-ardhi minal-kaafiriina dayyaaroo

"Dan Nuh berkata, Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan seorang pun di antara orang-orang kafir itu tinggal di atas bumi."

[27]
اِنَّكَ اِنْ تَذَرْهُمْ يُضِلُّوْا عِبَادَكَ وَلَا يَلِدُوْۤا اِلَّا فَاجِرًا كَفَّارًا
innaka in tazar-hum yudhilluu 'ibaadaka wa laa yaliduuu illaa faajirong kaffaaroo

"Sesungguhnya jika Engkau biarkan mereka tinggal, niscaya mereka akan menyesatkan hamba-hamba-Mu, dan mereka<5> hanya akan melahirkan anak-anak yang jahat dan tidak tahu bersyukur."

[28]
رَبِّ اغْفِرْلِيْ وَلِـوَا لِدَيَّ وَلِمَنْ دَخَلَ بَيْتِيَ مُؤْمِنًا وَّلِلْمُؤْمِنِيْنَ وَا لْمُؤْمِنٰتِ ۗ وَلَا تَزِدِ الظّٰلِمِيْنَ اِلَّا تَبَارًا
robbighfir lii wa liwaalidayya wa liman dakhola baitiya mu`minaw wa lil-mu`miniina wal-mu`minaat, wa laa tazidizh-zhoolimiina illaa tabaaroo

"Ya Tuhanku, ampunilah aku, ibu bapakku, dan siapa pun yang memasuki rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kehancuran."
.


{72}  Al-Jinn  ( Jin )
_____________________
 <Mekah> <28ayat>


[1]
قُلْ اُوْحِيَ اِلَيَّ اَنَّهُ اسْتَمَعَ نَفَرٌ مِّنَ الْجِنِّ فَقَا لُوْۤا اِنَّا سَمِعْنَا قُرْاٰنًاعَجَبًا ۙ 
qul uuhiya ilayya annahustama'a nafarum minal-jinni fa qooluuu innaa sami'naa qur`aanan 'ajabaa

"Katakanlah (Muhammad), Telah diwahyukan kepadaku bahwa sekumpulan jin telah mendengarkan (bacaan), lalu mereka berkata, Kami telah mendengarkan bacaan yang menakjubkan (Al-Qur'an),"

[2]
يَّهْدِيْۤ اِلَى الرُّشْدِ فَاٰ مَنَّا بِهٖ ۗ وَلَنْ نُّشْرِكَ بِرَبِّنَاۤ اَحَدًا ۙ 
yahdiii ilar-rusydi fa aamannaa bih, wa lan nusyrika birobbinaaa ahadaa

"(yang) memberi petunjuk kepada jalan yang benar, lalu kami beriman kepadanya. Dan kami sekali-kali tidak akan menyekutukan sesuatu pun dengan Tuhan kami,"

[3]
وَّاَنَّهٗ تَعٰلٰى جَدُّ رَبِّنَا مَا اتَّخَذَ صَاحِبَةً وَّلَا وَلَدًا ۙ 
wa annahuu ta'aalaa jaddu robbinaa mattakhoza shoohibataw wa laa waladaa

"dan sesungguhnya Maha Tinggi keagungan Tuhan kami, Dia tidak beristri dan tidak beranak."

[4]
وَّ اَنَّهٗ كَا نَ يَقُوْلُ سَفِيْهُنَا عَلَى اللّٰهِ شَطَطًا ۙ 
wa annahuu kaana yaquulu safiihunaa 'alallohi syathothoo

"Dan sesungguhnya orang yang bodoh di antara kami dahulu selalu mengucapkan (perkataan) yang melampaui batas terhadap Allah,"

[5]
وَّاَنَّا ظَنَنَّاۤ اَنْ لَّنْ تَقُوْلَ الْاِنْسُ وَا لْجِنُّ عَلَى اللّٰهِ كَذِبًا ۙ 
wa annaa zhonannaaa al lan taquulal-insu wal-jinnu 'alallohi kazibaa

"dan sesungguhnya kami mengira, bahwa manusia dan jin itu tidak akan mengatakan perkataan yang dusta terhadap Allah,"

[6]
وَّاَنَّهٗ كَا نَ رِجَا لٌ مِّنَ الْاِنْسِ يَعُوْذُوْنَ بِرِجَا لٍ مِّنَ الْجِنِّ فَزَادُوْهُمْ رَهَقًا ۙ 
wa annahuu kaana rijaalum minal-insi ya'uuzuuna birijaalim minal-jinni fa zaaduuhum rohaqoo

"dan sesungguhnya ada beberapa orang laki-laki dari kalangan manusia yang meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki dari jin, tetapi mereka (jin) menjadikan mereka<5> (manusia) bertambah sesat."

[7]
وَّاَنَّهُمْ ظَنُّوْا كَمَا ظَنَنْتُمْ اَنْ لَّنْ يَّبْعَثَ اللّٰهُ اَحَدًا ۙ 
wa annahum zhonnuu kamaa zhonantum al lay yab'asallohu ahadaa

"Dan sesungguhnya mereka (jin) mengira seperti kamu<5> (orang musyrik Mekah) yang juga mengira bahwa Allah tidak akan membangkitkan kembali siapa pun (pada hari kiamat)."

[8]
وَّاَنَّا لَمَسْنَا السَّمَآءَ فَوَجَدْنٰهَا مُلِئَتْ حَرَسًا شَدِيْدًا وَّشُهُبًا ۙ 
wa annaa lamasnas-samaaa`a fa wajadnaahaa muli`at harosan syadiidaw wa syuhubaa

"Dan sesungguhnya kami (jin) telah mencoba mengetahui (rahasia) langit, maka kami mendapatinya penuh dengan penjagaan yang kuat dan panah-panah api."

[9]
وَّاَنَّا كُنَّا نَقْعُدُ مِنْهَا مَقَاعِدَ لِلسَّمْعِ ۗ فَمَنْ يَّسْتَمِعِ الْاٰنَ يَجِدْ لَهٗ شِهَا بًا رَّصَدًا ۙ 
wa annaa kunnaa naq'udu min-haa maqoo'ida lis-sam', fa may yastami'il-aana yajid lahuu syihaabar roshodaa

"dan sesungguhnya kami (jin) dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu untuk mencuri dengar (berita-beritanya). Tetapi sekarang siapa (mencoba) mencuri dengar (seperti itu) pasti akan menjumpai panah-panah api yang mengintai (untuk membakarnya)

[10]*
وَّاَنَّا لَا نَدْرِيْۤ اَشَرٌّ اُرِيْدَ بِمَنْ فِى الْاَرْضِ اَمْ اَرَادَ بِهِمْ رَبُّهُمْ رَشَدًا ۙ 
wa annaa laa nadriii asyarrun uriida biman fil-ardhi am arooda bihim robbuhum rosyadaa

"Dan sesungguhnya kami (jin) tidak mengetahui (adanya penjagaan itu) apakah keburukan yang dikehendaki orang yang di bumi ataukah Tuhan mereka menghendaki kebaikan baginya."

[11]
وَّاَنَّا مِنَّا الصّٰلِحُوْنَ وَمِنَّا دُوْنَ ذٰلِكَ ۗ كُنَّا طَرَآئِقَ قِدَدًا ۙ 
wa annaa minnash-shoolihuuna wa minnaa duuna zaalik, kunnaa thorooo`iqo qidadaa

"Dan sesungguhnya di antara kami (jin) ada yang saleh dan ada (pula) kebalikannya. Kami menempuh jalan yang berbeda-beda."

[12]*
وَّاَنَّا ظَنَنَّاۤ اَنْ لَّنْ نُّعْجِزَ اللّٰهَ فِى الْاَرْضِ وَلَنْ نُّعْجِزَهٗ هَرَبًا ۙ 
wa annaa zhonannaaa al lan nu'jizalloha fil-ardhi wa lan nu'jizahuu harobaa

"Dan sesungguhnya kami (jin) telah menduga, bahwa kami tidak akan mampu melepaskan diri (dari kekuasaan) Allah di bumi dan tidak (pula) dapat lari melepaskan diri (dari)-Nya."

[13]
وَّاَنَّا لَمَّا سَمِعْنَا الْهُدٰۤى اٰمَنَّا بِهٖ ۗ فَمَنْ يُّؤْمِنْ بِۢرَبِّهٖ فَلَا يَخَا فُ بَخْسًا وَّلَا رَهَقًا ۙ 
wa annaa lammaa sami'nal-hudaaa aamannaa bih, fa may yu`mim birobbihii fa laa yakhoofu bakhsaw wa laa rohaqoo

"Dan sesungguhnya ketika kami (jin) mendengar petunjuk (Al-Qur'an), kami beriman kepadanya. Maka barang siapa beriman kepada Tuhan, maka tidak perlu ia takut rugi atau berdosa."

[14]
وَّاَنَّا مِنَّا الْمُسْلِمُوْنَ وَمِنَّا الْقٰسِطُوْنَ ۗ فَمَنْ اَسْلَمَ فَاُولٰٓئِكَ تَحَرَّوْا رَشَدًا
wa annaa minnal-muslimuuna wa minnal-qoosithuun, fa man aslama fa ulaaa`ika taharrou rosyadaa

"Dan di antara kami ada yang muslim dan ada yang menyimpang dari kebenaran. Siapa yang patuh (kepada Allah), maka mereka itu telah memilih jalan yang lurus.

[15]
وَاَ مَّا الْقٰسِطُوْنَ فَكَا نُوْا لِجَهَنَّمَ حَطَبًا ۙ 
wa ammal-qoosithuuna fa kaanuu lijahannama hathobaa

"Dan adapun yang menyimpang dari kebenaran, maka mereka menjadi bahan bakar bagi Neraka jahanam."

[16]
وَّاَنْ لَّوِ اسْتَقَا مُوْا عَلَى الطَّرِيْقَةِ لَاَسْقَيْنٰهُمْ مَّآءً غَدَقًا ۙ 
wa al lawistaqoomuu 'alath-thoriiqoti la`asqoinaahum maaa`an ghodaqoo

"Dan sekiranya mereka tetap berjalan lurus di atas jalan itu, niscaya Kami akan mencurahkan kepada mereka air yang cukup."

[17]
لِّنَفْتِنَهُمْ فِيْهِ ۗ وَمَنْ يُّعْرِضْ عَنْ ذِكْرِ رَبِّهٖ يَسْلُكْهُ عَذَا بًا صَعَدًا ۙ 
linaftinahum fiih, wa may yu'ridh 'an zikri robbihii yasluk-hu 'azaaban sho'adaa

"Dengan (cara) itu Kami hendak menguji mereka. Dan barang siapa berpaling dari peringatan Tuhannya, niscaya akan dimasukkan-Nya ke dalam azab yang sangat berat."

[18]
وَّاَنَّ الْمَسٰجِدَ لِلّٰهِ فَلَا تَدْعُوْا مَعَ اللّٰهِ اَحَدًا ۙ 
wa annal-masaajida lillaahi fa laa tad'uu ma'allohi ahadaa

"Dan sesungguhnya masjid-masjid itu adalah untuk (menyembah) Allah. Maka janganlah kamu menyembah apa pun di dalamnya selain Allah."

[19]*
وَّاَنَّهٗ لَمَّا قَا مَ عَبْدُ اللّٰهِ يَدْعُوْهُ كَادُوْا يَكُوْنُوْنَ عَلَيْهِ لِبَدًا ۗ 
wa annahuu lammaa qooma 'abdullohi yad'uuhu kaaduu yakuunuuna 'alaihi libadaa

"Dan sesungguhnya ketika hamba Allah (Muhammad) berdiri menyembah-Nya (melaksanakan sholat), mereka (jin-jin) itu berdesakan mengerumuninya."

[20]
قُلْ اِنَّمَاۤ اَدْعُوْا رَبِّيْ وَلَاۤ اُشْرِكُ بِهٖۤ اَحَدًا
qul innamaaa ad'uu robbii wa laaa usyriku bihiii ahadaa

"Katakanlah (Muhammad), Sesungguhnya aku hanya menyembah Tuhanku dan aku tidak menyekutukan sesuatu pun dengan-Nya."

[21]
قُلْ اِنِّيْ لَاۤ اَمْلِكُ لَـكُمْ ضَرًّا وَّلَا رَشَدًا
qul innii laaa amliku lakum dhorrow wa laa rosyadaa

"Katakanlah (Muhammad), Aku tidak kuasa menolak mudarat maupun mendatangkan kebaikan kepadamu."

[22]
قُلْ اِنِّيْ لَنْ يُّجِيْرَنِيْ مِنَ اللّٰهِ اَحَدٌ ۙ وَّلَنْ اَجِدَ مِنْ دُوْنِهٖ مُلْتَحَدًا ۙ 
qul innii lay yujiironii minallohi ahaduw wa lan ajida min duunihii multahadaa

"Katakanlah (Muhammad), Sesungguhnya tidak ada sesuatu pun yang dapat melindungiku dari (azab) Allah dan aku tidak akan memperoleh tempat berlindung selain dari-Nya."

[23]
اِلَّا بَلٰغًا مِّنَ اللّٰهِ وَرِسٰلٰتِهٖ ۗ وَمَنْ يَّعْصِ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ فَاِ نَّ لَهٗ نَارَ جَهَنَّمَ خٰلِدِيْنَ فِيْهَاۤ اَبَدًا ۗ 
illaa balaaghom minallohi wa risaalaatih, wa may ya'shillaaha wa rosuulahuu fa inna lahuu naaro jahannama khoolidiina fiihaaa abadaa

"(Aku hanya) menyampaikan (peringatan) dari Allah dan risalah-Nya. Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sesungguhnya dia akan mendapat (azab) Neraka Jahanam, mereka(<7> dan jin) kekal di dalamnya selama-lamanya."

[24]
حَتّٰۤى اِذَا رَاَوْا مَا يُوْعَدُوْنَ فَسَيَعْلَمُوْنَ مَنْ اَضْعَفُ نَاصِرًا وَّاَقَلُّ عَدَدًا
hattaaa izaa ro`au maa yuu'aduuna fa saya'lamuuna man adh'afu naashirow wa aqollu 'adadaa

"Sehingga apabila mereka(<7> dan jin) melihat (azab) yang diancamkan kepadanya, maka mereka akan mengetahui siapakah yang lebih lemah penolongnya dan lebih sedikit jumlahnya."

[25]
قُلْ اِنْ اَدْرِيْۤ اَقَرِيْبٌ مَّا تُوْعَدُوْنَ اَمْ يَجْعَلُ لَهٗ رَبِّيْۤ اَمَدًا
qul in adriii a qoriibum maa tuu'aduuna am yaj'alu lahuu robbiii amadaa

"Katakanlah (Muhammad), Aku tidak mengetahui, apakah azab yang diancamkan kepadamu itu sudah dekat ataukah Tuhanku menetapkan waktunya masih lama."

[26]*
عٰلِمُ الْغَيْبِ فَلَا يُظْهِرُ عَلٰى غَيْبِهٖۤ اَحَدًا ۙ 
'aalimul-ghoibi fa laa yuzh-hiru 'alaa ghoibihiii ahadaa

"Dia Mengetahui yang gaib, tetapi Dia tidak memperlihatkan kepada siapa pun tentang yang gaib itu."

[27]
اِلَّا مَنِ ارْتَضٰى مِنْ رَّسُوْلٍ فَاِ نَّهٗ يَسْلُكُ مِنْۢ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهٖ رَصَدًا ۙ 
illaa manirtadhoo mir rosuulin fa innahuu yasluku mim baini yadaihi wa min kholfihii roshodaa

"Kecuali kepada rasul yang diridai-Nya, maka sesungguhnya Dia mengadakan penjaga-penjaga (malaikat) di depan dan di belakangnya."

[28]
لِّيَـعْلَمَ اَنْ قَدْ اَبْلَغُوْا رِسٰلٰتِ رَبِّهِمْ وَاَحَا طَ بِمَا لَدَيْهِمْ وَاَحْصٰى كُلَّ شَيْءٍ عَدَدًا
liya'lama ang qod ablaghuu risaalaati robbihim wa ahaatho bimaa ladaihim wa ahshoo kulla syai`in 'adadaa

"Agar Dia mengetahui, bahwa rasul-rasul itu sungguh, telah menyampaikan risalah Tuhannya, sedang (ilmu-Nya) meliputi apa yang ada pada mereka, dan Dia menghitung segala sesuatu satu per satu."
.


{73} Al-Muzzammil 
                   (Orang yang berselimut)
____________________________________
          < Mekah >   < 20 ayat >


[1]
يٰۤاَيُّهَا الْمُزَّمِّلُ ۙ 
yaaa ayyuhal-muzzammil

"Wahai orang yang berselimut (Muhammad)."

[2]
قُمِ الَّيْلَ اِلَّا قَلِيْلًا ۙ 
qumil-laila illaa qoliilaa

"Bangunlah (untuk sholat) pada malam hari, kecuali sebagian kecil,

[3]
نِّصْفَهٗۤ اَوِ انْقُصْ مِنْهُ قَلِيْلًا ۙ 
nishfahuuu awingqush min-hu qoliilaa

"(yaitu) separuhnya atau kurang sedikit dari itu,"

[4]
اَوْ زِدْ عَلَيْهِ وَرَتِّلِ الْقُرْاٰنَ تَرْتِيْلًا ۗ 
au zid 'alaihi wa rottilil-qur`aana tartiilaa

"atau lebih dari (seperdua) itu, dan bacalah Al-Qur'an itu dengan perlahan-lahan."

[5]
اِنَّا سَنُلْقِيْ عَلَيْكَ قَوْلًا ثَقِيْلًا
innaa sanulqii 'alaika qoulan saqiilaa

"Sesungguhnya Kami akan menurunkan perkataan yang berat kepadamu."

[6]*
اِنَّ نَاشِئَةَ الَّيْلِ هِيَ اَشَدُّ وَطْـاً وَّاَقْوَمُ قِيْلًا ۗ 
inna naasyi`atal-laili hiya asyaddu wath`aw wa aqwamu qiilaa

"Sungguh, bangun malam itu lebih kuat (energinya); dan (membaca Al Qur'an) lebih berkesan."

[7]
اِنَّ لَـكَ فِى النَّهَارِ سَبْحًا طَوِيْلًا ۗ 
inna laka fin-nahaari sab-han thowiilaa

"Sesungguhnya pada siang hari engkau sangat sibuk dengan urusan-urusan yang panjang."

[8]
وَاذْكُرِ اسْمَ رَبِّكَ وَتَبَتَّلْ اِلَيْهِ تَبْتِيْلًا ۗ 
wazkurisma robbika wa tabattal ilaihi tabtiilaa

"Dan sebutlah nama Tuhanmu, dan beribadahlah kepada-Nya dengan sepenuh hati."

[9]
رَبُّ الْمَشْرِقِ وَا لْمَغْرِبِ لَاۤ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ فَا تَّخِذْهُ وَكِيْلًا
robbul-masyriqi wal-maghribi laaa ilaaha illaa huwa fattakhiz-hu wakiilaa

"(Dialah) Tuhan timur dan barat, tidak ada tuhan selain Dia, maka jadikanlah Dia sebagai pelindung."

[10]
وَاصْبِرْ عَلٰى مَا يَقُوْلُوْنَ وَاهْجُرْهُمْ هَجْرًا جَمِيْلًا
washbir 'alaa maa yaquuluuna wahjur-hum hajron jamiilaa

"Dan bersabarlah (Muhammad) terhadap apa yang mereka katakan dan tinggalkanlah mereka<5> dengan cara yang baik."

[11]
وَذَرْنِيْ وَا لْمُكَذِّبِيْنَ اُولِى النَّعْمَةِ وَمَهِّلْهُمْ قَلِيْلًا
wa zarnii wal-mukazzibiina ulin-na'mati wa mahhil-hum qoliilaa

(Allah berfirman) "Dan biarkanlah Aku (yang bertindak) terhadap orang-orang yang mendustakan, yang memiliki segala kenikmatan hidup, dan berilah mereka<5> penangguhan sebentar."

[12]
اِنَّ لَدَيْنَاۤ اَنْـكَا لًا وَّجَحِيْمًا ۙ 
inna ladainaaa angkaalaw wa jahiimaa

"Sungguh, di sisi Kami ada belenggu-belenggu (yang berat) dan neraka yang menyala-nyala,"

[13]
وَّطَعَا مًا ذَا غُصَّةٍ وَّعَذَا بًا اَلِيْمًا
wa tho'aaman zaa ghushshotiw wa 'azaaban aliimaa

"dan (ada) makanan yang menyumbat di kerongkongan dan azab yang pedih."

[14]
يَوْمَ تَرْجُفُ الْاَرْضُ وَا لْجِبَا لُ وَكَا نَتِ الْجِبَا لُ كَثِيْبًا مَّهِيْلًا
yauma tarjuful-ardhu wal-jibaalu wa kaanatil-jibaalu kasiibam mahiilaa

"pada hari (ketika) bumi dan gunung-gunung berguncang keras, dan menjadilah gunung-gunung itu seperti onggokan pasir yang dicurahkan."

[15]
اِنَّاۤ اَرْسَلْنَاۤ اِلَيْكُمْ رَسُوْلًا ۙ شَاهِدًا عَلَيْكُمْ كَمَاۤ اَرْسَلْنَاۤ اِلٰى فِرْعَوْنَ رَسُوْلًا ۗ 
innaaa arsalnaaa ilaikum rosuulan syaahidan 'alaikum kamaaa arsalnaaa ilaa fir'auna rosuulaa

"Sesungguhnya Kami telah mengutus seorang Rasul (Muhammad) kepada kamu<5>, yang menjadi saksi terhadapmu, sebagaimana Kami telah mengutus seorang rasul kepada Fir`aun."

[16]
فَعَصٰى فِرْعَوْنُ الرَّسُوْلَ فَاَخَذْنٰهُ اَخْذًا وَّبِيْلًا
fa 'ashoo fir'aunur-rosuula fa akhoznaahu akhzaw wabiilaa

"Namun Fir`aun mendurhakai rasul itu, maka Kami siksa dia dengan siksaan yang berat."

[17]
فَكَيْفَ تَتَّقُوْنَ اِنْ كَفَرْتُمْ يَوْمًا يَّجْعَلُ الْوِلْدَا نَ شِيْبًا ۖ 
fa kaifa tattaquuna ing kafartum yaumay yaj'alul-wildaana syiibaa

"Lalu bagaimanakah kamu akan dapat menjaga dirimu jika kamu tetap kafir kepada hari yang menjadikan anak-anak beruban."

[18]
٭لسَّمَآءُ مُنْفَطِرٌ بِۢهٖ ۗ كَا نَ وَعْدُهٗ مَفْعُوْلًا
as-samaaa`u munfathirum bih, kaana wa'duhuu maf'uulaa

"Langit terbelah pada hari itu. Janji Allah pasti terlaksana."

[19]
اِنَّ هٰذِهٖ تَذْكِرَةٌ ۚ فَمَنْ شَآءَ اتَّخَذَ اِلٰى رَبِّهٖ سَبِيْلًا
inna haazihii tazkiroh, fa man syaaa`attakhoza ilaa robbihii sabiilaa

"Sungguh, ini adalah peringatan. Barang siapa menghendaki, niscaya dia mengambil jalan (yang lurus) kepada Tuhannya."

[20]
اِنَّ رَبَّكَ يَعْلَمُ اَنَّكَ تَقُوْمُ اَدْنٰى مِنْ ثُلُثَيِ الَّيْلِ وَ نِصْفَهٗ وَثُلُثَهٗ وَطَآئِفَةٌ مِّنَ الَّذِيْنَ مَعَكَ ۗ وَا للّٰهُ يُقَدِّرُ الَّيْلَ وَا لنَّهَارَ ۗ عَلِمَ اَنْ لَّنْ تُحْصُوْهُ فَتَا بَ عَلَيْكُمْ فَا قْرَءُوْا مَا تَيَسَّرَ مِنَ الْقُرْاٰنِ ۗ عَلِمَ اَنْ سَيَكُوْنُ مِنْكُمْ مَّرْضٰى ۙ وَاٰخَرُوْنَ يَضْرِبُوْنَ فِى الْاَرْضِ يَبْتَغُوْنَ مِنْ فَضْلِ اللّٰهِ ۙ وَاٰخَرُوْنَ يُقَا تِلُوْنَ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ ۖ فَا قْرَءُوْا مَا تَيَسَّرَ مِنْهُ ۙ وَاَ قِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰ تُوا الزَّكٰوةَ وَاَ قْرِضُوا اللّٰهَ قَرْضًا حَسَنًا ۗ وَمَا تُقَدِّمُوْا لِاَ نْفُسِكُمْ مِّنْ خَيْرٍ تَجِدُوْهُ عِنْدَ اللّٰهِ هُوَ خَيْرًا وَّاَعْظَمَ اَجْرًا ۗ وَاسْتَغْفِرُوا اللّٰهَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
inna robbaka ya'lamu annaka taquumu adnaa min sulusayil-laili wa nishfahuu wa sulusahuu wa thooo`ifatum minallaziina ma'ak, wallohu yuqoddirul-laila wan-nahaar, 'alima al lan tuhshuuhu fa taaba 'alaikum faqro`uu maa tayassaro minal-qur`aan, 'alima an sayakuunu mingkum mardhoo wa aakhoruuna yadhribuuna fil-ardhi yabtaghuuna min fadhlillaahi wa aakhoruuna yuqootiluuna fii sabiilillaahi faqro`uu maa tayassaro min-hu wa aqiimush-sholaata wa aatuz-zakaata wa aqridhulloha qordhon hasanaa, wa maa tuqoddimuu li`anfusikum min khoirin tajiduuhu 'indallohi huwa khoirow wa a'zhoma ajroo, wastaghfirulloh, innalloha ghofuurur rohiim

"Sesungguhnya Tuhanmu mengetahui bahwa engkau (Muhammad) berdiri (sholat) kurang dari dua pertiga malam, atau seperdua malam, atau sepertiganya dan (demikian pula) segolongan dari orang-orang yang bersamamu. Allah menetapkan ukuran malam dan siang. Allah mengetahui bahwa kamu tidak dapat menentukan batas-batas waktu itu, maka Dia memberi keringanan kepadamu, karena itu bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al-Qur'an; Dia mengetahui bahwa akan ada di antara kamu orang-orang yang sakit, dan yang lain berjalan di bumi mencari sebagian karunia Allah; dan yang lain berperang di jalan Allah, maka bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al-Qur'an dan laksanakanlah sholat, tunaikanlah zakat, dan berikanlah pinjaman kepada Allah pinjaman yang baik. Kebaikan apa saja yang kamu<5> perbuat untuk diri (sejati<7>)mu niscaya kamu memperoleh (balasan)nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya. Dan mohonlah ampunan kepada Allah; sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang."
.


{74} Al Muddassir 
                     (Orang yang berkemul)
____________________________________
         < Mekah >    < 56 ayat >


[1]
Allah SWT berfirman:

يٰۤاَيُّهَا الْمُدَّثِّرُ ۙ 
yaaa ayyuhal-muddassir

"Wahai orang yang berkemul (berselimut)!"

[2]
قُمْ فَاَ نْذِرْ ۖ 
qum fa anzir

"Bangunlah, lalu berilah peringatan."

[3]
وَرَبَّكَ فَكَبِّرْ ۖ 
wa robbaka fa kabbir

"Dan agungkanlah Tuhanmu."

[4]*
وَثِيَا بَكَ فَطَهِّرْ ۖ 
wa siyaabaka fa thohhir

"dan bersihkanlah pakaianmu,"

Iqro':
Bersihkan jiwamu...., pakaian dari diri-sejati<7>mu

[5]
وَا لرُّجْزَ فَاهْجُرْ ۖ 
war-rujza fahjur

"dan tinggalkanlah segala (perbuatan) yang keji."

[6]
وَلَا تَمْنُنْ تَسْتَكْثِرُ ۖ 
wa laa tamnun tastaksir

"dan janganlah engkau (Muhammad) memberi (dengan maksud) memperoleh (imbalan) yang lebih banyak."

[7]
وَ لِرَبِّكَ فَاصْبِرْ ۗ 
wa lirobbika fashbir

"Dan karena Tuhanmu, bersabarlah."

[8]
فَاِذَا نُقِرَ فِى النَّاقُوْرِ ۙ 
fa izaa nuqiro fin-naaquur

"Maka apabila sangkakala ditiup,"

[9]
فَذٰلِكَ يَوْمَئِذٍ يَّوْمٌ عَسِيْرٌ ۙ 
fa zaalika yauma`iziy yaumun 'asiir

"maka itulah hari yang serba sulit."

[10]
عَلَى الْكٰفِرِيْنَ غَيْرُ يَسِيْرٍ
'alal-kaafiriina ghoiru yasiir

"bagi orang-orang<5> kafir tidak mudah."

[11]
ذَرْنِيْ وَمَنْ خَلَقْتُ وَحِيْدًا ۙ 
zarnii wa man kholaqtu wahiidaa

(Allah berfirman) "Biarkanlah Aku (yang bertindak) terhadap orang yang Aku sendiri telah menciptakannya,"

[12]
وَّجَعَلْتُ لَهٗ مَا لًا مَّمْدُوْدًا ۙ 
wa ja'altu lahuu maalam mamduudaa

"dan Aku berikan baginya kekayaan yang melimpah,"

[13]
وَّبَنِيْنَ شُهُوْدًا ۙ 
wa baniina syuhuudaa

"dan anak-anak yang selalu bersamanya,"

[14]
وَّمَهَّدْتُّ لَهٗ تَمْهِيْدًا ۙ 
wa mahhattu lahuu tamhiidaa

"dan Aku berikan baginya kelapangan (hidup) seluas-luasnya."

[15]
ثُمَّ يَطْمَعُ اَنْ اَزِيْدَ ۙ 
summa yathma'u an aziid

"kemudian dia<5> ingin sekali agar Aku menambahnya."

[16]
كَلَّا ۗ اِنَّهٗ كَا نَ لِاٰيٰتِنَا عَنِيْدًا ۗ 
kallaa, innahuu kaana li`aayaatinaa 'aniidaa

"Tidak bisa! Sesungguhnya dia<5> telah menentang ayat-ayat Kami (Al-Qur'an)."

[17]
سَاُرْهِقُهٗ صَعُوْدًا ۗ 
sa`ur-hiquhuu sho'uudaa

"Aku akan membebaninya dengan pendakian yang memayahkannya."

[18]
اِنَّهٗ فَكَّرَ وَقَدَّرَ ۙ 
innahuu fakkaro wa qoddar

"Sesungguhnya dia telah memikirkan dan menetapkan (apa yang ditetapkannya),"

[19]
فَقُتِلَ كَيْفَ قَدَّرَ ۙ 
fa qutila kaifa qoddar

"maka celakalah dia! Bagaimana dia menetapkan?"

[20]
ثُمَّ قُتِلَ كَيْفَ قَدَّرَ ۙ 
summa qutila kaifa qoddar

"Sekali lagi, celakalah dia! Bagaimana dia menetapkan."

[21]
ثُمَّ نَظَرَ ۙ 
summa nazhor

"Kemudian dia<5> (merenung) memikirkan,

[22]
ثُمَّ عَبَسَ وَبَسَرَ ۙ 
summa 'abasa wa basar

"lalu berwajah masam dan cemberut,"

[23]
ثُمَّ اَدْبَرَ وَاسْتَكْبَرَ ۙ 
summa adbaro wastakbar

"kemudian berpaling (dari kebenaran) dan menyombongkan diri."

[24]
فَقَا لَ اِنْ هٰذَاۤ اِلَّا سِحْرٌ يُّؤْثَرُ ۙ 
fa qoola in haazaaa illaa sihruy yu`sar

"lalu dia<5> berkata, (Al-Qur'an) ini hanyalah sihir yang dipelajari (dari orang-orang dahulu)."

[25]
اِنْ هٰذَاۤ اِلَّا قَوْلُ الْبَشَرِ ۗ 
in haazaaa illaa qoulul-basyar

"ini hanyalah perkataan manusia."

[26]
سَاُصْلِيْهِ سَقَرَ
sa`ushliihi saqor

"Kelak, Aku akan memasukkannya ke dalam (Neraka) Saqar."

[27]
وَمَاۤ اَدْرٰٮكَ مَا سَقَرُ ۗ 
wa maaa adrooka maa saqor

"Dan tahukah kamu apa (Neraka) Saqar itu?"

[28]
لَا تُبْقِيْ وَ لَا تَذَرُ ۚ 
laa tubqii wa laa tazar

"Ia (Saqar itu) tidak meninggalkan dan tidak membiarkan,"

[29]
لَـوَّاحَةٌ لِّلْبَشَرِ ۚ 
lawwaahatul lil-basyar

"yang menghanguskan kulit manusia."

[30]
عَلَيْهَا تِسْعَةَ عَشَرَ ۗ 
'alaihaa tis'ata 'asyar

"Di atasnya ada sembilan belas (malaikat penjaga)."

[31]
وَمَا جَعَلْنَاۤ اَصْحٰبَ النَّارِ اِلَّا مَلٰٓئِكَةً ۖ وَّمَا جَعَلْنَا عِدَّتَهُمْ اِلَّا فِتْنَةً لِّلَّذِيْنَ كَفَرُوْا ۙ لِيَسْتَيْقِنَ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ وَيَزْدَادَ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اِيْمَا نًا وَّلَا يَرْتَا بَ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ وَا لْمُؤْمِنُوْنَ ۙ وَلِيَقُوْلَ الَّذِيْنَ فِيْ قُلُوْبِهِمْ مَّرَضٌ وَّالْكٰفِرُوْنَ مَاذَاۤ اَرَادَ اللّٰهُ بِهٰذَا مَثَلًا ۗ كَذٰلِكَ يُضِلُّ اللّٰهُ مَنْ يَّشَآءُ وَيَهْدِيْ مَنْ يَّشَآءُ ۗ وَمَا يَعْلَمُ جُنُوْدَ رَبِّكَ اِلَّا هُوَ ۗ وَمَا هِيَ اِلَّا ذِكْرٰى لِلْبَشَرِ
wa maa ja'alnaaa ash-haaban-naari illaa malaaa`ikataw wa maa ja'alnaa 'iddatahum illaa fitnatal lillaziina kafaruu liyastaiqinallaziina uutul-kitaaba wa yazdaadallaziina aamanuuu iimaanaw wa laa yartaaballaziina uutul-kitaaba wal-mu`minuuna wa liyaquulallaziina fii quluubihim marodhuw wal-kaafiruuna maazaaa aroodallohu bihaazaa masalaa, kazaalika yudhillullohu may yasyaaa`u wa yahdii may yasyaaa`, wa maa ya'lamu junuuda robbika illaa huw, wa maa hiya illaa zikroo lil-basyar

"Dan yang Kami jadikan penjaga neraka itu hanya dari malaikat; dan Kami menentukan bilangan mereka itu hanya sebagai cobaan bagi orang-orang kafir, agar orang-orang yang diberi kitab menjadi yakin, agar orang yang beriman bertambah imannya, agar orang-orang yang diberi kitab dan orang-orang mukmin itu tidak ragu-ragu; dan agar orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan orang-orang kafir (berkata), Apakah yang dikehendaki Allah dengan (bilangan) ini sebagai suatu perumpamaan? Demikianlah Allah membiarkan sesat orang-orang yang Dia kehendaki dan memberi petunjuk kepada orang-orang yang Dia kehendaki. Dan tidak ada yang mengetahui bala tentara Tuhanmu kecuali Dia sendiri. Dan Saqar itu tidak lain hanyalah peringatan bagi manusia."

[32]
كَلَّا وَا لْقَمَرِ ۙ 
kallaa wal-qomar

"Tidak! Demi bulan."

[33]
وَا لَّيْلِ اِذْ اَدْبَرَ ۙ 
wal-laili iz adbar

"dan demi malam ketika telah berlalu,"

[34]
وَا لصُّبْحِ اِذَاۤ اَسْفَرَ ۙ 
wash-shub-hi izaaa asfar

"dan demi subuh apabila mulai terang."

[35]
اِنَّهَا لَاِحْدَى الْكُبَرِ ۙ 
innahaa la`ihdal-kubar

"sesungguhnya (Saqar itu) adalah salah satu (bencana) yang sangat besar,"

[36]
نَذِيْرًا لِّلْبَشَرِ ۙ 
naziirol lil-basyar

"sebagai peringatan bagi manusia,"

[37]
لِمَنْ شَآءَ مِنْكُمْ اَنْ يَّتَقَدَّمَ اَوْ يَتَاَخَّرَ ۗ 
liman syaaa`a mingkum ay yataqoddama au yata`akhkhor

"(yaitu) bagi siapa di antara kamu yang ingin maju atau mundur."

[38]*
كُلُّ نَفْسٍ بِۢمَا كَسَبَتْ رَهِيْنَةٌ ۙ 
kullu nafsim bimaa kasabat rohiinah

"Setiap diri-sejati<7> bertanggung jawab atas apa yang telah dilakukan (oleh diri<5>)nya (sewaktu didunia dulu),"

[39]
اِلَّاۤ اَصْحٰبَ الْيَمِيْنِ  ۛ 
illaaa ash-haabal-yamiin

"kecuali golongan kanan,"

[40]
فِيْ جَنّٰتٍ  ۛ  يَتَسَآءَلُوْنَ ۙ 
fii jannaatiy yatasaaa`aluun

"berada di dalam surga (surga II) mereka<7> saling menanyakan,"

[41]
عَنِ الْمُجْرِمِيْنَ ۙ 
'anil-mujrimiin

"tentang (keadaan) orang-orang yang berdosa,"

[42]
مَا سَلَـكَـكُمْ فِيْ سَقَرَ
maa salakakum fii saqor

"Apa yang menyebabkan kamu<7> masuk ke dalam (Neraka) Saqar?"

[43]
قَا لُوْا لَمْ نَكُ مِنَ الْمُصَلِّيْنَ ۙ 
qooluu lam naku minal-musholliin

"Mereka<7> menjawab, Dahulu kami tidak termasuk orang-orang yang melaksanakan sholat,"

[44]
وَلَمْ نَكُ نُطْعِمُ الْمِسْكِيْنَ ۙ 
wa lam naku nuth'imul-miskiin

"dan kami (juga) tidak memberi makan orang miskin."

[45]
وَكُنَّا نَخُوْضُ مَعَ الْخَـآئِضِيْنَ ۙ 
wa kunnaa nakhuudhu ma'al-khooo`idhiin

"bahkan kami biasa berbincang (untuk tujuan yang batil), bersama orang-orang yang membicarakannya."

[46]
وَ كُنَّا نُكَذِّبُ بِيَوْمِ الدِّيْنِ ۙ 
wa kunnaa nukazzibu biyaumid-diin

"dan kami mendustakan hari Pembalasan,"

[47]
حَتّٰۤى اَتٰٮنَا الْيَقِيْنُ ۗ 
hattaaa ataanal-yaqiin

"sampai datang kepada kami kematian (diri-ini<5>)."

[48]*
فَمَا تَنْفَعُهُمْ شَفَاعَةُ الشّٰفِعِيْنَ ۗ 
fa maa tanfa'uhum syafaa'atusy-syaafi'iin

"Maka tidak berguna lagi bagi mereka<7> syafaat (pertolongan) dari orang-orang yang memberikan syafaat."

[49]
فَمَا لَهُمْ عَنِ التَّذْكِرَةِ مُعْرِضِيْنَ ۙ 
fa maa lahum 'anit-tazkiroti mu'ridhiin

"Lalu mengapa mereka<5> (orang-orang kafir) berpaling dari peringatan (Allah)?"

[50]
كَاَ نَّهُمْ حُمُرٌ مُّسْتَنْفِرَةٌ ۙ 
ka`annahum humurum mustanfiroh

"Seakan-akan mereka<5> keledai liar yang lari terkejut,

[51]
فَرَّتْ مِنْ قَسْوَرَةٍ ۗ 
farrot ming qoswaroh

"lari dari singa."

[52]
بَلْ يُرِيْدُ كُلُّ امْرِئٍ مِّنْهُمْ اَنْ يُّؤْتٰى صُحُفًا مُّنَشَّرَةً ۙ 
bal yuriidu kullumri`im min-hum ay yu`taa shuhufam munasysyaroh

"Bahkan setiap orang dari mereka ingin agar diberikan kepadanya lembaran-lembaran (kitab) yang terbuka."

[53]
كَلَّا ۗ بَلْ لَّا يَخَا فُوْنَ الْاٰخِرَةَ ۗ 
kallaa, bal laa yakhoofuunal-aakhiroh

"Tidak! Sebenarnya mereka<5> tidak takut kepada akhirat.

[54]
كَلَّاۤ اِنَّهٗ تَذْكِرَةٌ ۚ 
kallaaa innahuu tazkiroh

"Tidak! Sesungguhnya (Al-Qur'an) itu benar-benar suatu perinngatan."

[55]
فَمَنْ شَآءَ ذَكَرَهٗ ۗ 
fa man syaaa`a zakaroh

"Maka barang siapa menghendaki, tentu dia mengambil pelajaran darinya."

[56]
وَمَا يَذْكُرُوْنَ اِلَّاۤ اَنْ يَّشَآءَ اللّٰهُ ۗ هُوَ اَهْلُ التَّقْوٰى وَاَهْلُ الْمَغْفِرَةِ
wa maa yazkuruuna illaaa ay yasyaaa`alloh, huwa ahlut-taqwaa wa ahlul-maghfiroh

"Dan mereka<5> tidak akan mengambil pelajaran darinya (Al-Qur'an) kecuali (jika) Allah menghendakinya. Dialah Tuhan yang patut (kita) bertakwa kepada-Nya dan yang berhak memberi ampun."
.


{75} Al-Qiyamah (Hari Kiamat)
_________________________________
       < Mekah >   < 40 ayat >


[1]
لَاۤ اُقْسِمُ بِيَوْمِ الْقِيٰمَةِ ۙ 
laaa uqsimu biyaumil-qiyaamah

"Aku bersumpah dengan hari Kiamat."

[2]*
وَلَاۤ اُقْسِمُ بِا لنَّفْسِ اللَّوَّامَةِ ۗ 
wa laaa uqsimu bin-nafsil-lawwaamah

"dan aku bersumpah demi diri-sejati<7> yang selalu menyesali (diri<5>nya sendiri)."

[3]
اَيَحْسَبُ الْاِنْسَا نُ اَلَّنْ نَّجْمَعَ عِظَا مَهٗ ۗ 
a yahsabul-insaanu allan najma'a 'izhoomah

"Apakah insan-manusia mengira, bahwa Kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang-belulangnya."

[4]
بَلٰى قٰدِرِيْنَ عَلٰۤى اَنْ نُّسَوِّيَ بَنَا نَهٗ
balaa qoodiriina 'alaaa an nusawwiya banaanah

"(Bahkan) Kami mampu menyusun (kembali) jari-jemarinya dengan sempurna."

[5]
بَلْ يُرِيْدُ الْاِنْسَا نُ لِيَفْجُرَ اَمَا مَهٗ ۚ 
bal yuriidul-insaanu liyafjuro amaamah

"Tetapi insan-manusia hendak berbuat maksiat terus-menerus."

[6]
يَسْئَـلُ اَيَّانَ يَوْمُ الْقِيٰمَةِ ۗ 
yas`alu ayyaana yaumul-qiyaamah

"Dia bertanya, Kapankah hari kiamat itu ?."

[7]
فَاِذَا بَرِقَ الْبَصَرُ ۙ 
fa izaa bariqol-bashor

"Maka apabila mata terbelalak (ketakutan)."

[8]
وَخَسَفَ الْقَمَرُ ۙ 
wa khosafal-qomar

"dan bulan pun telah hilang cahayanya,"

[9]
وَجُمِعَ الشَّمْسُ وَا لْقَمَرُ ۙ 
wa jumi'asy-syamsu wal-qomar

"lalu matahari dan bulan dikumpulkan,"

[10]
يَقُوْلُ الْاِنْسَا نُ يَوْمَئِذٍ اَيْنَ الْمَفَرُّ ۚ 
yaquulul-insaanu yauma`izin ainal-mafarr

"pada hari itu insan-manusia berkata, Ke mana tempat lari?"

[11]
كَلَّا لَا وَزَرَ ۗ 
kallaa laa wazar

"Tidak! Tidak ada tempat berlindung!"

[12]
اِلٰى رَبِّكَ يَوْمَئِذِ ٭ِلْمُسْتَقَرُّ ۗ 
ilaa robbika yauma`izinil-mustaqorr

"Hanya kepada Tuhanmu tempat kembali pada hari itu."

[13]
يُنَبَّؤُا الْاِنْسَا نُ يَوْمَئِذٍ بِۢمَا قَدَّمَ وَاَخَّرَ ۗ 
yunabba`ul-insaanu yauma`izim bimaa qoddama wa akhkhor

"Pada hari itu diberitakan kepada insan-manusia apa yang telah dikerjakannya dan apa yang dilalaikannya."

[14]
بَلِ الْاِنْسَا نُ عَلٰى نَفْسِهٖ بَصِيْرَةٌ ۙ 
balil-insaanu 'alaa nafsihii bashiiroh

"Bahkan insan-manusia<5> menjadi saksi atas diri (sejati<7>)nya sendiri."

[15]
وَّلَوْ اَلْقٰى مَعَاذِيْرَهٗ ۗ 
walau alqoo ma'aaziiroh

"dan meskipun dia mengemukakan alasan-alasannya."

[16]
لَا تُحَرِّكْ بِهٖ لِسَا نَكَ لِتَعْجَلَ بِهٖ ۗ 
laa tuharrik bihii lisaanaka lita'jala bih

"Jangan engkau (Muhammad) gerakkan lidahmu (untuk membaca Al-Qur'an) karena hendak cepat-cepat (menyelesaikan)nya.

[17]
اِنَّ عَلَيْنَا جَمْعَهٗ وَقُرْاٰنَهٗ ۚ 
inna 'alainaa jam'ahuu wa qur`aanah

"Sesungguhnya Kami yang akan mengumpulkan (di hati-sanubarimu) dan membacakannya."

[18]
فَاِذَا قَرَأْنٰهُ فَا تَّبِعْ قُرْاٰنَهٗ ۚ 
fa izaa qoro`naahu fattabi' qur`aanah

"Apabila Kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaannya itu."

[19]
ثُمَّ اِنَّ عَلَيْنَا بَيَا نَهٗ ۗ 
summa inna 'alainaa bayaanah

"Kemudian sesungguhnya Kami yang akan menjelaskannya."

[20]
كَلَّا بَلْ تُحِبُّوْنَ الْعَاجِلَةَ ۙ 
kallaa bal tuhibbuunal-'aajilah

"Tidak! Bahkan kamu<5> mencintai kehidupan dunia."

[21]
وَتَذَرُوْنَ الْاٰخِرَةَ ۗ 
wa tazaruunal-aakhiroh

"dan mengabaikan (kehidupan) akhirat."

[22]
وُجُوْهٌ يَّوْمَئِذٍ نَّاضِرَةٌ ۙ 
wujuuhuy yauma`izin naadhiroh

"Wajah-wajah (orang mukmin) pada hari itu berseri-seri."

[23]
اِلٰى رَبِّهَا نَا ظِرَةٌ ۚ 
ilaa robbihaa naazhiroh

"Memandang Tuhannya."

[24]
وَوُجُوْهٌ يَّوْمَئِذٍۢ بَاسِرَةٌ ۙ 
wa wujuuhuy yauma`izim baasiroh

"Dan wajah-wajah (orang kafir) pada hari itu muram."

[25]
تَظُنُّ اَنْ يُّفْعَلَ بِهَا فَا قِرَةٌ ۗ 
tazhunnu ay yuf'ala bihaa faaqiroh

"mereka<7> yakin bahwa akan ditimpakan kepadanya malapetaka yang sangat dahsyat."

[26]
كَلَّاۤ اِذَا بَلَغَتِ التَّرَا قِيَ ۙ 
kallaaa izaa balaghotit-tarooqii

"Tidak! Apabila (nyawa) telah sampai ke kerongkongan,"

[27]
وَقِيْلَ مَنْ  ٚ  رَا قٍ ۙ 
wa qiila man rooq

"dan dikatakan (kepadanya), Siapa yang dapat menyembuhkan?"

[28]
وَّظَنَّ اَنَّهُ الْفِرَا قُ ۙ 
wa zhonna annahul-firooq

"Dan dia<5> yakin bahwa itulah waktu perpisahan (dengan dunia),"

[29]
وَا لْتَفَّتِ السَّاقُ بِا لسَّاقِ ۙ 
waltaffatis-saaqu bis-saaq

"dan bertaut betis (kiri) dengan betis (kanan)."

[30]
اِلٰى رَبِّكَ يَوْمَئِذِ ٭ِلْمَسَا قُ ۗ 
ilaa robbika yauma`izinil-masaaq

"kepada Tuhanmulah pada hari itu kamu<7> dihalau."

[31]
فَلَا صَدَّقَ وَلَا صَلّٰى ۙ 
fa laa shoddaqo wa laa shollaa

"Karena dia<5> (dahulu) tidak mau membenarkan (Al-Qur'an dan Rasul) dan tidak mau melaksanakan sholat."

[32]
وَلٰكِنْ كَذَّبَ وَتَوَلّٰى ۙ 
wa laaking kazzaba wa tawallaa

"tetapi justru dia<5> mendustakan (Rasul) dan berpaling (dari kebenaran),"

[33]
ثُمَّ ذَهَبَ اِلٰۤى اَهْلِهٖ يَتَمَطّٰى ۗ 
summa zahaba ilaaa ahlihii yatamaththoo

"kemudian dia pergi kepada keluarganya, dengan sombong."

[34]
اَوْلٰى لَكَ فَاَوْلٰى ۙ 
aulaa laka fa aulaa

"Celakalah kamu! Maka celakalah...!

[35]
ثُمَّ اَوْلٰى لَكَ فَاَوْلٰى ۗ 
summa aulaa laka fa aulaa

"Sekali lagi, celakalah kamu!, Maka celakalah!"

[36]
اَيَحْسَبُ الْاِنْسَا نُ اَنْ يُّتْرَكَ سُدًى ۗ 
a yahsabul-insaanu ay yutroka sudaa

"Apakah insan-manusia mengira, dia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggungjawaban)?"

[37]
اَلَمْ يَكُ نُطْفَةً مِّنْ مَّنِيٍّ يُّمْنٰى ۙ 
a lam yaku nuthfatam mim maniyyiy yumnaa

"Bukankah dia<5> mulanya hanya setetes mani yang ditumpahkan (ke dalam rahim)."

[38]*
ثُمَّ كَا نَ عَلَقَةً فَخَلَقَ فَسَوّٰى ۙ 
summa kaana 'alaqotan fa kholaqo fa sawwaa

"Kemudian (mani itu) menjadi sesuatu yang menempel (pada dinding rahim), lalu Allah menciptakannya dan menyempurnakannya (dengan peniupan ruh),"

[39]
فَجَعَلَ مِنْهُ الزَّوْجَيْنِ الذَّكَرَ وَا لْاُنْثٰى ۗ 
fa ja'ala min-huz-zaujainiz-zakaro wal-unsaa

"lalu Dia menjadikan darinya sepasang laki-laki dan perempuan."

[40]
اَلَيْسَ ذٰلِكَ بِقٰدِرٍ عَلٰۤى اَنْ يُّحْـيِيَ الْمَوْتٰى
a laisa zaalika biqoodirin 'alaaa ay yuhyiyal-mautaa

"Bukankah (Allah yang berbuat) demikian berkuasa (pula) menghidupkan orang mati?."
.


{76} Al-Insan (Insan-Manusia)
________________________________
      < Madinah >  < 31 ayat >


[1]
هَلْ اَتٰى عَلَى الْاِنْسَا نِ حِيْنٌ مِّنَ الدَّهْرِ لَمْ يَكُنْ شَيْئًـا مَّذْكُوْرًا
hal ataa 'alal-insaani hiinum minad-dahri lam yakun syai`am mazkuuroo

"Bukankah pernah datang kepada insan-manusia waktu dari masa, yang ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut?"

[2]
اِنَّا خَلَقْنَا الْاِنْسَا نَ مِنْ نُّطْفَةٍ اَمْشَاجٍ ۖ نَّبْتَلِيْهِ فَجَعَلْنٰهُ سَمِيْعًۢا بَصِيْرًا
innaa kholaqnal-insaana min nuthfatin amsyaajin nabtaliihi fa ja'alnaahu samii'an bashiiroo

"Sungguh, Kami telah menciptakan insan-manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan anjuran dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat."

[3]
اِنَّا هَدَيْنٰهُ السَّبِيْلَ اِمَّا شَا كِرًا وَّاِمَّا كَفُوْرًا
innaa hadainaahus-sabiila immaa syaakirow wa immaa kafuuroo

"Sungguh, Kami telah menunjukkan kepadanya jalan yang lurus; ada yang bersyukur dan ada pula yang kufur."

[4]
اِنَّاۤ اَعْتَدْنَا لِلْكٰفِرِيْنَ سَلٰسِلَاۡ وَاَغْلٰلًا وَّسَعِيْرًا
innaaa a'tadnaa lil-kaafiriina salaasila wa aghlaalaw wa sa'iiroo

"Sungguh, Kami telah menyediakan bagi orang-orang<7> kafir rantai, belenggu, dan neraka yang menyala-nyala.

[5]
اِنَّ الْاَبْرَارَ يَشْرَبُوْنَ مِنْ كَأْسٍ كَا نَ مِزَاجُهَا كَا فُوْرًا ۚ 
innal-abrooro yasyrobuuna ming ka`sing kaana mizaajuhaa kaafuuroo

"Sungguh, orang-orang yang berbuat kebajikan akan minum dari gelas (berisi minuman) yang campurannya adalah air kafur."

[6]
عَيْنًا يَّشْرَبُ بِهَا عِبَادُ اللّٰهِ يُفَجِّرُوْنَهَا تَفْجِيْرًا
'ainay yasyrobu bihaa 'ibaadullohi yufajjiruunahaa tafjiiroo

"(yaitu) mata air (dalam surga) yang diminum oleh hamba-hamba Allah dan mereka dapat memancarkannya dengan sebaik-baiknya."

[7]
يُوْفُوْنَ بِا لنَّذْرِ وَيَخَا فُوْنَ يَوْمًا كَا نَ شَرُّهٗ مُسْتَطِيْرًا
yuufuuna bin-nazri wa yakhoofuuna yaumang kaana syarruhuu mustathiiroo

"Mereka<5> memenuhi nazar dan takut pada suatu hari yang azabnya merata di mana-mana."

[8]
وَيُطْعِمُوْنَ الطَّعَا مَ عَلٰى حُبِّهٖ مِسْكِيْنًا وَّيَتِيْمًا وَّاَسِيْرًا
wa yuth'imuunath-tho'aama 'alaa hubbihii miskiinaw wa yatiimaw wa asiiroo

"Dan mereka<5> memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim, dan orang yang ditawan."

[9]
اِنَّمَا نُطْعِمُكُمْ لِـوَجْهِ اللّٰهِ لَا نُرِيْدُ مِنْكُمْ جَزَآءً وَّلَا شُكُوْرًا
innamaa nuth'imukum liwaj-hillaahi laa nuriidu mingkum jazaaa`aw wa laa syukuuroo

"(sambil berkata), Sesungguhnya kami<5> memberi makanan kepadamu hanyalah karena mengharapkan keridaan Allah, kami<5> tidak mengharap balasan dan terima kasih dari kamu."

[10]
اِنَّا نَخَا فُ مِنْ رَّبِّنَا يَوْمًا عَبُوْسًا قَمْطَرِيْرًا
innaa nakhoofu mir robbinaa yauman 'abuusang qomthoriiroo

"Sungguh, kami<5> takut akan (azab) Tuhan pada hari (ketika) orang-orang<7> berwajah masam penuh kesulitan."

[11]
فَوَقٰٮهُمُ اللّٰهُ شَرَّ ذٰلِكَ الْيَوْمِ وَ لَقّٰٮهُمْ نَضْرَةً وَّسُرُوْرًا ۚ 
fa waqoohumullohu syarro zaalikal-yaumi wa laqqoohum nadhrotaw wa suruuroo

"Maka Allah melindungi mereka<7> dari kesusahan hari itu, dan memberikan kepada mereka<7> keceriaan dan kegembiraan."

[12]
وَجَزٰٮهُمْ بِمَا صَبَرُوْا جَنَّةً وَّحَرِيْرًا ۙ 
wa jazaahum bimaa shobaruu jannataw wa hariiroo

"Dan Dia memberi balasan kepada mereka<7> karena kesabarannya (berupa) surga dan (pakaian) sutera,"

[13]
مُّتَّكِئِـيْنَ فِيْهَا عَلَى الْاَرَآئِكِ ۚ لَا يَرَوْنَ فِيْهَا شَمْسًا وَّلَا زَمْهَرِيْرًا ۚ 
muttaki`iina fiihaa 'alal-arooo`ik, laa yarouna fiihaa syamsaw wa laa zamhariiroo

"di sana mereka<7> duduk bersandar di atas dipan, di sana mereka<7> tidak melihat (dan merasakan teriknya) matahari dan tidak pula dingin yang berlebihan."

[14]
وَدَا نِيَةً عَلَيْهِمْ ظِلٰلُهَا وَذُلِّلَتْ قُطُوْفُهَا تَذْلِيْلًا
wa daaniyatan 'alaihim zhilaaluhaa wa zullilat quthuufuhaa tazliilaa

"Dan naungan (pepohonan)nya dekat di atas mereka<7> dan dimudahkan semudah-mudahnya untuk memetik (buah)nya."

[15]
وَيُطَا فُ عَلَيْهِمْ بِاٰ نِيَةٍ مِّنْ فِضَّةٍ وَّاَكْوَا بٍ كَا نَتْ قَوَارِيْرَاۡ
wa yuthoofu 'alaihim bi`aaniyatim min fidhdhotiw wa akwaabing kaanat qowaariiroo

"Dan kepada mereka<7> diedarkan bejana-bejana dari perak dan piala-piala yang bening laksana kristal."

[16]
قَوَارِيْرَاۡمِنْ فِضَّةٍ قَدَّرُوْهَا تَقْدِيْرًا
qowaariiro min fidhdhoting qoddaruuhaa taqdiiroo

"kristal yang jernih terbuat dari perak, mereka tentukan ukurannya yang sesuai.

[17]
وَيُسْقَوْنَ فِيْهَا كَأْسًا كَا نَ مِزَاجُهَا زَنْجَبِيْلًا ۚ 
wa yusqouna fiihaa ka`sang kaana mizaajuhaa zanjabiilaa

"Dan di sana mereka<7> diberi segelas minuman bercampur jahe."

[18]*
عَيْنًا فِيْهَا تُسَمّٰى سَلْسَبِيْلًا
'ainan fiihaa tusammaa salsabiilaa

"(dari) sebuah mata air (di surga) yang dinamakan Salsabil."

[19]
وَيَطُوْفُ عَلَيْهِمْ وِلْدَا نٌ مُّخَلَّدُوْنَ ۚ اِذَا رَاَيْتَهُمْ حَسِبْتَهُمْ لُـؤْلُـؤًا مَّنْثُوْرًا
wa yathuufu 'alaihim wildaanum mukholladuun, izaa ro`aitahum hasibtahum lu`lu`am mansuuroo

"Dan mereka<7> dikelilingi oleh para pemuda yang tetap muda. Apabila kamu melihatnya, akan kamu kira mereka, mutiara yang bertaburan."

[20]*
وَاِذَا رَاَيْتَ ثَمَّ رَاَيْتَ نَعِيْمًا وَّمُلْكًا كَبِيْرًا
wa izaa ro`aita samma ro`aita na'iimaw wa mulkang kabiiroo

"Dan apabila engkau melihat (keadaan) di sana (surga), niscaya engkau akan melihat berbagai macam kenikmatan dan kerajaan yang besar."

[21]
عٰلِيَهُمْ ثِيَا بُ سُنْدُسٍ خُضْرٌ وَّاِسْتَبْرَقٌ ۖ وَّحُلُّوْۤا اَسَاوِرَ مِنْ فِضَّةٍ ۚ وَسَقٰٮهُمْ رَبُّهُمْ شَرَا بًا طَهُوْرًا
'aaliyahum siyaabu sundusin khudhruw wa istabroquw wa hulluuu asaawiro min fidhdhoh, wa saqoohum robbuhum syarooban thohuuroo

"Mereka berpakaian sutra halus yang hijau dan sutera tebal dan memakai gelang terbuat dari perak, dan Tuhan memberikan kepada mereka<7> minuman yang bersih."

[22]
اِنَّ هٰذَا كَا نَ لَـكُمْ جَزَآءً وَّكَا نَ سَعْيُكُمْ مَّشْكُوْرًا
inna haazaa kaana lakum jazaaa`aw wa kaana sa'yukum masykuuroo

"Inilah balasan untukmu, dan segala usahamu (didunia) diterima dan diakui (Allah)."

[23]
اِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا عَلَيْكَ الْقُرْاٰنَ تَنْزِيْلًا ۚ 
innaa nahnu nazzalnaa 'alaikal-qur`aana tanziilaa

"Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Qur'an kepadamu (Muhammad) secara berangsur-angsur."

[24]
فَاصْبِرْ لِحُكْمِ رَبِّكَ وَلَا تُطِعْ مِنْهُمْ اٰثِمًا اَوْ كَفُوْرًا ۚ 
fashbir lihukmi robbika wa laa tuthi' min-hum aasiman au kafuuroo

"Maka bersabarlah untuk (melaksanakan) ketetapan Tuhanmu, dan janganlah engkau<5> ikuti orang yang berdosa dan orang yang kafir di antara mereka."

[25]
وَاذْكُرِ اسْمَ رَبِّكَ بُكْرَةً وَّاَصِيْلًا ۚ 
wazkurisma robbika bukrotaw wa ashiilaa

"Dan sebutlah nama Tuhanmu pada (waktu) pagi dan petang."

[26]
وَمِنَ الَّيْلِ فَاسْجُدْ لَهٗ وَسَبِّحْهُ لَيْلًا طَوِيْلًا
wa minal-laili fasjud lahuu wa sabbih-hu lailan thowiilaa

"Dan pada sebagian dari malam, maka bersujudlah kepada-Nya dan bertasbihlah kepada-Nya pada bagian yang panjang di malam hari."

[27]
اِنَّ هٰۤؤُلَآ ءِ يُحِبُّوْنَ الْعَاجِلَةَ وَيَذَرُوْنَ وَرَآءَهُمْ يَوْمًا ثَقِيْلًا
inna haaa`ulaaa`i yuhibbuunal-'aajilata wa yazaruuna warooo`ahum yauman saqiilaa

"Sesungguhnya mereka<5> (orang kafir) itu mencintai kehidupan (dunia) dan meninggalkan hari yang berat (hari-kemudian di akhirat) di belakangnya."

[28]
نَحْنُ خَلَقْنٰهُمْ وَشَدَدْنَاۤ اَسْرَهُمْ ۚ وَاِذَا شِئْنَا بَدَّلْنَاۤ اَمْثَا لَهُمْ تَبْدِيْلًا
nahnu kholaqnaahum wa syadadnaaa asrohum, wa izaa syi`naa baddalnaaa amsaalahum tabdiilaa

"Kami telah menciptakan mereka<5> dan menguatkan persendian tubuh mereka. Tetapi, jika Kami menghendaki, Kami dapat mengganti dengan yang serupa mereka."

[29]
اِنَّ هٰذِهٖ تَذْكِرَةٌ ۚ فَمَنْ شَآءَ اتَّخَذَ اِلٰى رَبِّهٖ سَبِيْلًا
inna haazihii tazkiroh, fa man syaaa`attakhoza ilaa robbihii sabiilaa

"Sungguh, (ayat-ayat) ini adalah peringatan, maka barang siapa menghendaki (kebaikan bagi diri-sejati<7>nya) tentu dia mengambil jalan menuju Tuhannya."

[30]
وَمَا تَشَآءُوْنَ اِلَّاۤ اَنْ يَّشَآءَ اللّٰهُ ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَا نَ عَلِيْمًا حَكِيْمًا ۖ 
wa maa tasyaaa`uuna illaaa ay yasyaaa`alloh, innalloha kaana 'aliiman hakiimaa

"Tetapi kamu tidak mampu (menempuh jalan itu), kecuali apabila dikehendaki Allah. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana."

[31]
يُّدْخِلُ مَنْ يَّشَآءُ فِيْ رَحْمَتِهٖ ۗ وَا لظّٰلِمِيْنَ اَعَدَّ لَهُمْ عَذَا بًا اَلِيْمًا
yudkhilu may yasyaaa`u fii rohmatih, wazh-zhoolimiina a'adda lahum 'azaaban aliimaa

"Dia memasukkan siapa pun yang Dia kehendaki ke dalam rahmat-Nya (surga). Adapun bagi orang-orang zalim disediakan-Nya azab yang pedih."
.


{77} Al-Mursalat (Para Utusan)
________________________________
      < Mekah >     < 50 ayat >


[1]
وَا لْمُرْسَلٰتِ عُرْفًا ۙ 
wal-mursalaati 'urfaa

"Demi para utusan kebaikan,"

[2]
فَا لْعٰصِفٰتِ عَصْفًا ۙ 
fal-'aashifaati 'ashfaa

"dan demi para yang terbang dengan kencangnya,"

[3]
وَّالنّٰشِرٰتِ نَشْرًا ۙ 
wan-naasyirooti nasyroo

"dan para penyebar (rahmat Allah) dengan seluas-luasnya,

[4]
فَا لْفٰرِقٰتِ فَرْقًا ۙ 
fal-faariqooti farqoo

"dan para pembeda sejelas-jelasnya,"

[5]
فَا لْمُلْقِيٰتِ ذِكْرًا ۙ 
fal-mulqiyaati zikroo

"dan para penyampai wahyu,"

[6]
عُذْرًا اَوْ نُذْرًا ۙ 
'uzron au nuzroo

"untuk menolak alasan-alasan atau memberi peringatan."

[7]
اِنَّمَا تُوْعَدُوْنَ لَوَا قِعٌ ۗ 
innamaa tuu'aduuna lawaaqi'

"Sungguh, apa yang dijanjikan kepadamu pasti terjadi."

[8]
فَاِذَا النُّجُوْمُ طُمِسَتْ ۙ 
fa izan-nujuumu thumisat

"Maka apabila bintang-bintang dihapuskan."

[9]
وَ اِذَا السَّمَآءُ فُرِجَتْ ۙ 
wa izas-samaaa`u furijat

"dan apabila langit terbelah,"

[10]
وَاِذَا الْجِبَا لُ نُسِفَتْ ۙ 
wa izal-jibaalu nusifat

"dan apabila gunung-gunung dihancurkan menjadi debu,"

[11]
وَاِذَا الرُّسُلُ اُقِّتَتْ ۗ 
wa izar-rusulu uqqitat

"dan apabila rasul-rasul telah ditetapkan waktunya."

[12]
لِاَيِّ يَوْمٍ اُجِّلَتْ ۗ 
li`ayyi yaumin ujjilat

"Sampai hari apakah ditangguhkan?."

[13]
لِيَوْمِ الْفَصْلِ ۚ 
liyaumil-fashl

"Sampai hari Keputusan."

[14]
وَمَاۤ اَدْرٰٮكَ مَا يَوْمُ الْفَصْلِ ۗ 
wa maaa adrooka maa yaumul-fashl

"Dan tahukah kamu apakah hari Keputusan itu?"

[15]
وَيْلٌ يَّوْمَئِذٍ لِّلْمُكَذِّبِيْنَ
wailuy yauma`izil lil-mukazzibiin

"Celakalah pada hari itu, bagi mereka yang mendustakan."

[16]
اَلَمْ نُهْلِكِ الْاَوَّلِيْنَ ۗ 
a lam nuhlikil-awwaliin

"Bukankah telah Kami binasakan orang-orang yang dahulu?"

[17]
ثُمَّ نُتْبِعُهُمُ الْاٰخِرِيْنَ
summa nutbi'uhumul-aakhiriin

"Lalu Kami susulkan (azab Kami terhadap) orang-orang yang datang kemudian."

[18]
كَذٰلِكَ نَفْعَلُ بِا لْمُجْرِمِيْنَ
kazaalika naf'alu bil-mujrimiin

"Demikianlah Kami perlakukan orang-orang yang berdosa."

[19]
وَيْلٌ يَّوْمَئِذٍ لِّلْمُكَذِّبِيْنَ
wailuy yauma`izil lil-mukazzibiin

"Celakalah pada hari itu, bagi mereka yang mendustakan (kebenaran)."

[20]
اَلَمْ نَخْلُقْكُّمْ مِّنْ مَّآءٍ مَّهِيْنٍ ۙ 
a lam nakhlukkum mim maaa`im mahiin

"Bukankah Kami menciptakan kamu dari air yang hina (mani),"

[21]
فَجَعَلْنٰهُ فِيْ قَرَارٍ مَّكِيْنٍ ۙ 
fa ja'alnaahu fii qoroorim makiin

"kemudian Kami letakkan ia dalam tempat yang kukuh (rahim)

[22]
اِلٰى قَدَرٍ مَّعْلُوْمٍ ۙ 
ilaa qodarim ma'luum

"sampai waktu yang ditentukan."

[23]
فَقَدَرْنَا     ۖ فَنِعْمَ الْقٰدِرُوْنَ
fa qodarnaa fa ni'mal-qoodiruun

"lalu Kami tentukan (bentuknya), maka (Kamilah) sebaik-baik yang menentukan."

[24]
وَيْلٌ يَّوْمَئِذٍ لِّلْمُكَذِّبِيْنَ
wailuy yauma`izil lil-mukazzibiin

"Celakalah pada hari itu, bagi mereka yang mendustakan."

[25]
اَلَمْ نَجْعَلِ الْاَرْضَ كِفَا تًا ۙ 
a lam naj'alil-ardho kifaataa

"Bukankah Kami jadikan bumi untuk (tempat) berkumpul."

[26]
اَحْيَآءً وَّاَمْوَا تًا ۙ 
ahyaaa`aw wa amwaataa

"bagi yang masih hidup dan yang sudah mati."

[27]
وَّجَعَلْنَا فِيْهَا رَوَاسِيَ شٰمِخٰتٍ وَّ اَسْقَيْنٰكُمْ مَّآءً فُرَا تًا ۗ 
wa ja'alnaa fiihaa rowaasiya syaamikhootiw wa asqoinaakum maaa`an furootaa

"Dan Kami jadikan padanya gunung-gunung yang tinggi, dan Kami beri minum kamu<5> dengan air tawar?"

[28]
وَيْلٌ يَّوْمَئِذٍ لِّلْمُكَذِّبِيْنَ
wailuy yauma`izil lil-mukazzibiin

"Celakalah pada hari itu, bagi mereka yang mendustakan."

[29]
اِنْطَلِقُوْۤا اِلٰى مَا كُنْتُمْ بِهٖ تُكَذِّبُوْنَ ۚ 
intholiquuu ilaa maa kuntum bihii tukazzibuun

"(Akan dikatakan), Pergilah kamu mendapatkan apa (azab) yang dahulu kamu dustakan."

[30]
اِنْطَلِقُوْۤا اِلٰى ظِلٍّ ذِيْ ثَلٰثِ شُعَبٍ
intholiquuu ilaa zhillin zii salaasi syu'ab

"Pergilah kamu mendapatkan naungan (asap api neraka) yang mempunyai tiga cabang."

[31]
لَا ظَلِيْلٍ وَّلَا يُغْنِيْ مِنَ اللَّهَبِ ۗ 
laa zholiiliw wa laa yughnii minal-lahab

"yang tidak melindungi dan tidak pula menolak nyala api neraka."

[32]
اِنَّهَا تَرْمِيْ بِشَرَرٍ كَا لْقَصْرِ ۚ 
innahaa tarmii bisyaroring kal-qoshr

"Sungguh, (neraka) itu menyemburkan bunga api (sebesar dan setinggi) istana,"

[33]
كَاَ نَّهٗ جِمٰلَتٌ صُفْرٌ ۗ 
ka`annahuu jimaalatun shufr

"seakan-akan iring-iringan unta yang kuning."

[34]
وَيْلٌ يَّوْمَئِذٍ لِّلْمُكَذِّبِيْنَ
wailuy yauma`izil lil-mukazzibiin

"Celakalah pada hari itu, bagi mereka yang mendustakan."

[35]
هٰذَا يَوْمُ لَا يَنْطِقُوْنَ ۙ 
haazaa yaumu laa yanthiquun

"Inilah hari, saat mereka<7> tidak dapat berbicara,"

[36]
وَلَا يُؤْذَنُ لَهُمْ فَيَـعْتَذِرُوْنَ
wa laa yu`zanu lahum fa ya'taziruun

"dan tidak diizinkan kepada mereka<7> mengemukakan alasan agar mereka<7> dimaafkan."

[37]
وَيْلٌ يَّوْمَئِذٍ لِّلْمُكَذِّبِيْنَ
wailuy yauma`izil lil-mukazzibiin

"Celakalah pada hari itu, bagi mereka yang mendustakan."

[38]
هٰذَا يَوْمُ الْفَصْلِ ۚ جَمَعْنٰكُمْ وَا لْاَوَّلِيْنَ
haazaa yaumul-fashli jama'naakum wal-awwaliin

"Inilah hari keputusan; Kami kumpulkan kamu<7> dan orang-orang<7> yang terdahulu."

[39]
فَاِ نْ كَا نَ لَـكُمْ كَيْدٌ فَكِيْدُوْنِ
fa ing kaana lakum kaidun fa kiiduun

"Maka jika kamu punya tipu daya, maka lakukanlah (tipu daya) itu terhadapKu."

[40]
وَيْلٌ يَّوْمَئِذٍ لِّلْمُكَذِّبِيْنَ
wailuy yauma`izil lil-mukazzibiin

"Celakalah pada hari itu, bagi mereka yang mendustakan."

[41]
اِنَّ الْمُتَّقِيْنَ فِيْ ظِلٰلٍ وَّعُيُوْنٍ ۙ 
innal-muttaqiina fii zhilaaliw wa 'uyuun

"Sungguh, orang-orang<7> yang bertakwa berada dalam naungan (pepohonan surga yang teduh) dan (di sekitar) mata air."

[42]
وَّفَوَا كِهَ مِمَّا يَشْتَهُوْنَ ۗ 
wa fawaakiha mimmaa yasytahuun

"dan buah-buahan yang mereka<7> sukai."

[43]
كُلُوْا وَاشْرَبُوْا هَنِيْٓئًا بِۢمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ
kuluu wasyrobuu haniii`am bimaa kuntum ta'maluun

"(Katakan kepada mereka<7>), Makan dan minumlah dengan rasa nikmat sebagai balasan dari apa yang telah kamu<5> kerjakan (dahulu didunia)."

[44]
اِنَّا كَذٰلِكَ نَجْزِى الْمُحْسِنِيْنَ
innaa kazaalika najzil-muhsiniin

"Sungguh, demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang<5> yang berbuat baik."

[45]
وَيْلٌ يَّوْمَئِذٍ لِّلْمُكَذِّبِيْنَ
wailuy yauma`izil lil-mukazzibiin

"Celakalah pada hari itu, bagi mereka yang mendustakan."

[46]
كُلُوْا وَتَمَتَّعُوْا قَلِيْلًا اِنَّكُمْ مُّجْرِمُوْنَ
kuluu wa tamatta'uu qoliilan innakum mujrimuun

"(Katakan kepada orang-orang kafir), Makan dan bersenang-senanglah kamu<5> (di dunia) sebentar, sesungguhnya kamu<5> orang-orang durhaka!"

[47]
وَيْلٌ يَّوْمَئِذٍ لِّلْمُكَذِّبِيْنَ
wailuy yauma`izil lil-mukazzibiin

"Celakalah pada hari itu, bagi mereka yang mendustakan."

[48]
وَاِذَا قِيْلَ لَهُمُ ارْكَعُوْا لَا يَرْكَعُوْنَ
wa izaa qiila lahumurka'uu laa yarka'uun

"Dan apabila dikatakan kepada mereka<5>, Rukuklah, mereka<5> tidak mau rukuk."

[49]

وَيْلٌ يَّوْمَئِذٍ لِّلْمُكَذِّبِيْنَ
wailuy yauma`izil lil-mukazzibiin

"Celakalah pada hari itu, bagi mereka yang mendustakan."

[50]
فَبِاَيِّ حَدِيْثٍۢ بَعْدَهٗ يُؤْمِنُوْنَ
fa bi`ayyi hadiisim ba'dahuu yu`minuun

"Maka kepada ajaran manakah (selain Al-Qur'an) ini mereka akan beriman?"
.


Lanjut ke JUZ 30 >>>
.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar