{22} Al Hajj ayat 1 - 78
{18} Al Anbiya (Nabi-Nabi)
_____________________________
< Mekah > < 112 ayat >
[1]
اِقْتَرَبَ لِلنَّاسِ حِسَا بُهُمْ وَهُمْ فِيْ غَفْلَةٍ مُّعْرِضُوْنَ ۚ
iqtaroba lin-naasi hisaabuhum wa hum fii ghoflatim mu'ridhuun
"Telah semakin dekat kepada manusia perhitungan amal mereka<5>, sedang mereka<5> dalam keadaan lalai (serta) berpaling (dari akhirat)."
[2]
مَا يَأْتِيْهِمْ مِّنْ ذِكْرٍ مِّنْ رَّبِّہِمْ مُّحْدَثٍ اِلَّا اسْتَمَعُوْهُ وَهُمْ يَلْعَبُوْنَ ۙ
maa ya`tiihim min zikrim mir robbihim muhdasin illastama'uuhu wa hum yal'abuun
"Setiap diturunkan kepada mereka<5> ayat-ayat yang baru dari Tuhan, mereka mendengarkannya sambil bermain-main."
[3]
لَاهِيَةً قُلُوْبُهُمْ ۗ وَاَسَرُّوا النَّجْوَى ۖ الَّذِيْنَ ظَلَمُوْا ۖ هَلْ هٰذَاۤ اِلَّا بَشَرٌ مِّثْلُكُمْ ۚ اَفَتَأْتُوْنَ السِّحْرَ وَاَ نْتُمْ تُبْصِرُوْنَ
laahiyatang quluubuhum, wa asarrun-najwallaziina zholamuu hal haazaaa illaa basyarum mislukum, a fa ta`tuunas-sihro wa antum tubshiruun
"hati mereka<5> dalam keadaan lalai. Dan orang-orang yang zalim itu merahasiakan pembicaraan mereka, (Orang) ini (Muhammad) tidak lain hanyalah seorang manusia (juga) seperti kamu. Apakah kamu menerimanya (sihir itu) padahal kamu menyaksikannya?"
[4]
قٰلَ رَبِّيْ يَعْلَمُ الْقَوْلَ فِى السَّمَآءِ وَا لْاَرْضِ ۖ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ
qoola robbii ya'lamul-qoula fis-samaaa`i wal-ardhi wa huwas-samii'ul-'aliim
"Dia (Muhammad) berkata, Tuhanku mengetahui (semua) perkataan di langit dan di bumi, dan Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui!"
[5]
بَلْ قَا لُوْۤا اَضْغَا ثُ اَحْلَا مٍۢ بَلِ افْتَـرٰٮهُ بَلْ هُوَ شَاعِرٌ ۚ فَلْيَأْتِنَا بِاٰيَةٍ كَمَاۤ اُرْسِلَ الْاَوَّلُوْنَ
bal qooluuu adhghoosu ahlaam, baliftaroohu bal huwa syaa'ir, falya`tinaa bi`aayating kamaaa ursilal-awwaluun
"Bahkan mereka<5> mengatakan, (Al-Qur'an itu buah) mimpi-mimpi yang kacau, atau hasil rekayasanya (Muhammad), atau bahkan dia hanya seorang penyair, cobalah dia datangkan kepada kita suatu tanda (bukti), seperti halnya rasul-rasul yang diutus terdahulu."
[6]
مَاۤ اٰمَنَتْ قَبْلَهُمْ مِّنْ قَرْيَةٍ اَهْلَـكْنٰهَا ۚ اَفَهُمْ يُؤْمِنُوْنَ
maaa aamanat qoblahum ming qoryatin ahlaknaahaa, a fa hum yu`minuun
"Penduduk suatu negeri sebelum mereka, yang telah Kami binasakan, mereka<5> itu tidak beriman (padahal telah Kami kirimkan bukti). Apakah mereka akan beriman?"
[7]
وَمَاۤ اَرْسَلْنَا قَبْلَكَ اِلَّا رِجَا لًا نُّوْحِيْۤ اِلَيْهِمْ فَسْــئَلُوْۤا اَهْلَ الذِّكْرِ اِنْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ
wa maaa arsalnaa qoblaka illaa rijaalan nuuhiii ilaihim fas`aluuu ahlaz-zikri ing kuntum laa ta'lamuun
"Dan Kami tidak mengutus (rasul-rasul) sebelum engkau (Muhammad), melainkan beberapa orang laki-laki yang Kami beri wahyu kepada mereka, maka tanyakanlah kepada orang yang berilmu, jika kamu tidak mengetahui."
[8]
وَمَا جَعَلْنٰهُمْ جَسَدًا لَّا يَأْكُلُوْنَ الطَّعَا مَ وَمَا كَا نُوْا خٰلِدِيْنَ
wa maa ja'alnaahum jasadal laa ya`kuluunath-tho'aama wa maa kaanuu khoolidiin
"Dan Kami tidak menjadikan mereka<5> (para rasul) memiliki tubuh yang tidak perlu makan, dan mereka<5> tidak (pula) hidup kekal."
[9]
ثُمَّ صَدَقْنٰهُمُ الْوَعْدَ فَاَ نْجَيْنٰهُمْ وَمَنْ نَّشَآءُ وَاَهْلَكْنَا الْمُسْرِفِيْنَ
summa shodaqnaahumul-wa'da fa anjainaahum wa man nasyaaa`u wa ahlaknal-musrifiin
"Kemudian Kami tepati janji (yang telah Kami janjikan) kepada mereka<5>.Maka Kami selamatkan mereka dan orang-orang yang Kami kehendaki, dan Kami binasakan orang-orang yang melampaui batas."
[10]
لَقَدْ اَنْزَلْنَاۤ اِلَيْكُمْ كِتٰبًا فِيْهِ ذِكْرُكُمْ ۗ اَفَلَا تَعْقِلُوْنَ٪
laqod anzalnaaa ilaikum kitaaban fiihi zikrukum, a fa laa ta'qiluun
"Sungguh, telah Kami turunkan kepadamu sebuah Kitab (Al-Qur'an) yang di dalamnya terdapat peringatan bagimu. Maka apakah kamu<5> tidak mengerti?"
[11]
وَكَمْ قَصَمْنَا مِنْ قَرْيَةٍ كَا نَتْ ظَا لِمَةً وَّاَنْشَأْنَا بَعْدَهَا قَوْمًا اٰخَرِيْنَ
wa kam qoshomnaa ming qoryating kaanat zhoolimataw wa ansya`naa ba'dahaa qouman aakhoriin
"Dan berapa banyak (penduduk) negeri yang zalim yang telah Kami binasakan dan Kami jadikan generasi yang lain setelah mereka<5> itu (sebagai penggantinya)."
[12]
فَلَمَّاۤ اَحَسُّوْا بَأْسَنَاۤ اِذَا هُمْ مِّنْهَا يَرْكُضُوْنَ ۗ
fa lammaaa ahassuu ba`sanaaa izaa hum min-haa yarkudhuun
"Maka ketika mereka<5> merasakan azab Kami, tiba-tiba mereka<5> melarikan diri dari itu."
[13]
لَا تَرْكُضُوْا وَ ارْجِعُوْۤا اِلٰى مَاۤ اُتْرِفْتُمْ فِيْهِ وَمَسٰكِنِكُمْ لَعَلَّكُمْ تُسْـئَلُوْنَ
laa tarkudhuu warji'uuu ilaa maaa utriftum fiihi wa masaakinikum la'allakum tus`aluun
"Janganlah kamu lari tergesa-gesa; kembalilah kamu kepada kesenangan hidupmu dan tempat-tempat kediamanmu (yang baik) agar kamu dapat ditanya."
[14]
قَا لُوْا يٰوَيْلَنَاۤ اِنَّا كُنَّا ظٰلِمِيْنَ
qooluu yaa wailanaaa innaa kunnaa zhoolimiin
"Mereka<5> berkata, Betapa celaka kami, sungguh, kami orang-orang yang zalim."
[15]
فَمَا زَا لَتْ تِّلْكَ دَعْوٰٮهُمْ حَتّٰى جَعَلْنٰهُمْ حَصِيْدًا خٰمِدِيْنَ
fa maa zaalat tilka da'waahum hattaa ja'alnaahum hashiidan khoomidiin
"Maka demikianlah keluhan mereka berkepanjangan sehingga mereka Kami jadikan seperti tanaman yang telah dituai, yang tidak dapat hidup lagi (diakhirat)"
[16]
وَمَا خَلَقْنَا السَّمَآءَ وَا لْاَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا لٰعِبِيْنَ
wa maa kholaqnas-samaaa`a wal-ardho wa maa bainahumaa laa'ibiin
"Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan segala apa yang ada di antara keduanya dengan main-main."
[17]
لَوْ اَرَدْنَاۤ اَنْ نَّـتَّخِذَ لَهْوًا لَّا تَّخَذْنٰهُ مِنْ لَّدُنَّاۤ ۖ اِنْ كُنَّا فٰعِلِيْنَ
lau arodnaaa an nattakhiza lahwal lattakhoznaahu mil ladunnaaa ing kunnaa faa'iliin
"Seandainya Kami hendak membuat suatu permainan (istri dan anak), tentulah Kami membuatnya dari sisi Kami, jika Kami benar-benar menghendaki berbuat demikian."
[18]
بَلْ نَـقْذِفُ بِا لْحَـقِّ عَلَى الْبَا طِلِ فَيَدْمَغُهٗ فَاِذَا هُوَ زَاهِقٌ ۗ وَلَـكُمُ الْوَيْلُ مِمَّا تَصِفُوْنَ
bal naqzifu bil-haqqi 'alal-baathili fa yadmaghuhuu fa izaa huwa zaahiq, wa lakumul-wailu mimmaa tashifuun
"Sebenarnya Kami melemparkan yang hak (benar) kepada yang batil (tidak benar) lalu yang hak itu menghancurkannya, maka seketika itu (yang batil) lenyap. Dan celaka kamu karena kamu menyifati (Allah dengan sifat-sifat yang tidak pantas bagi-Nya)."
[19]
وَلَهٗ مَنْ فِى السَّمٰوٰتِ وَا لْاَرْضِ ۗ وَمَنْ عِنْدَهٗ لَا يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِهٖ وَلَا يَسْتَحْسِرُوْنَ ۚ
wa lahuu man fis-samaawaati wal-ardh, wa man 'indahuu laa yastakbiruuna 'an 'ibaadatihii wa laa yastahsiruun
"Dan milik-Nya siapa yang di langit dan di bumi. Dan yang di sisi-Nya, tidak mempunyai rasa angkuh untuk menyembah-Nya dan tidak (pula) merasa letih."
[20]
يُسَبِّحُوْنَ الَّيْلَ وَا لنَّهَارَ لَا يَفْتُرُوْنَ
yusabbihuunal-laila wan-nahaaro laa yafturuun
"Mereka (malaikat-malaikat) bertasbih tidak henti-hentinya malam dan siang."
[21]
اَمِ اتَّخَذُوْۤا اٰلِهَةً مِّنَ الْاَرْضِ هُمْ يُنْشِرُوْنَ
amittakhozuuu aalihatam minal-ardhi hum yunsyiruun
"Apakah mereka<5> mengambil Tuhan-Tuhan dari bumi, yang dapat menghidupkan?"
[22]
لَوْ كَا نَ فِيْهِمَاۤ اٰلِهَةٌ اِلَّا اللّٰهُ لَـفَسَدَتَا ۚ فَسُبْحٰنَ اللّٰهِ رَبِّ الْعَرْشِ عَمَّا يَصِفُوْنَ
lau kaana fiihimaaa aalihatun illallohu lafasadataa, fa sub-haanallohi robbil-'arsyi 'ammaa yashifuun
"Seandainya pada keduanya (di langit dan di bumi) ada Tuhan-Tuhan selain Allah, tentu keduanya telah binasa. Maha Suci Allah yang memiliki 'Arsy, dari apa yang mereka sifatkan."
[23]
لَا يُسْـئَـلُ عَمَّا يَفْعَلُ وَهُمْ يُسْئَــلُوْنَ
laa yus`alu 'ammaa yaf'alu wa hum yus`aluun
"Dia (Allah) tidak ditanya tentang apa yang dikerjakan, tetapi mereka<7>lah yang akan ditanya."
[24]
اَمِ اتَّخَذُوْا مِنْ دُوْنِهٖۤ اٰلِهَةً ۗ قُلْ هَا تُوْا بُرْهَا نَكُمْ ۚ هٰذَا ذِكْرُ مَنْ مَّعِيَ وَذِكْرُ مَنْ قَبْلِيْ ۗ بَلْ اَكْثَرُهُمْ لَا يَعْلَمُوْنَ ۙ الْحَـقَّ فَهُمْ مُّعْرِضُوْنَ
amittakhozuu min duunihiii aalihah, qul haatuu bur-haanakum, haazaa zikru mam ma'iya wa zikru mang qoblii, bal aksaruhum laa ya'lamuunal-haqqo fa hum mu'ridhuun
"Atau apakah mereka<5> mengambil Tuhan-Tuhan selain Dia? Katakanlah (Muhammad), Kemukakanlah alasan-alasanmu! (Al-Qur'an) ini adalah peringatan bagi orang yang bersamaku dan peringatan bagi orang sebelumku. Tetapi kebanyakan mereka<5> tidak mengetahui yang hak (benar), karena itu mereka berpaling."
[25]
وَمَاۤ اَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رَّسُوْلٍ اِلَّا نُوْحِيْۤ اِلَيْهِ اَنَّهٗ لَاۤ اِلٰهَ اِلَّاۤ اَنَاۡ فَاعْبُدُوْنِ
wa maaa arsalnaa ming qoblika mir rosuulin illaa nuuhiii ilaihi annahuu laaa ilaaha illaaa ana fa'buduun
"Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum engkau (Muhammad), melainkan Kami wahyukan kepadanya, bahwa tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Aku maka sembahlah Aku."
[26]
وَقَا لُوا اتَّخَذَ الرَّحْمٰنُ وَلَدًا سُبْحٰنَهٗ ۗ بَلْ عِبَادٌ مُّكْرَمُوْنَ ۙ
wa qooluttakhozar-rohmaanu waladan sub-haanah, bal 'ibaadum mukromuun
"Dan mereka berkata, Tuhan Yang Maha Pengasih telah menjadikan (malaikat) sebagai anak. Maha Suci Dia. Sebenarnya mereka (para malaikat itu) adalah hamba-hamba yang dimuliakan,"
[27]
لَا يَسْبِقُوْنَهٗ بِا لْقَوْلِ وَهُمْ بِاَ مْرِهٖ يَعْمَلُوْنَ
laa yasbiquunahuu bil-qouli wa hum bi`amrihii ya'maluun
"mereka tidak berbicara mendahului-Nya dan mereka mengerjakan perintah-perintah-Nya."
[28]
يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَ لَا يَشْفَعُوْنَ ۙ اِلَّا لِمَنِ ارْتَضٰى وَهُمْ مِّنْ خَشْيَـتِهٖ مُشْفِقُوْنَ
ya'lamu maa baina aidiihim wa maa kholfahum wa laa yasyfa'uuna illaa limanirtadhoo wa hum min khosy-yatihii musyfiquun
"Dia (Allah) mengetahui segala sesuatu yang di hadapan mereka (malaikat) dan yang di belakang mereka, dan mereka tidak memberi syafaat melainkan kepada orang yang diridai (Allah), dan mereka selalu berhati-hati karena takut kepada-Nya."
[29]
وَمَنْ يَّقُلْ مِنْهُمْ اِنِّيْۤ اِلٰـهٌ مِّنْ دُوْنِهٖ فَذٰلِكَ نَجْزِيْهِ جَهَـنَّمَ ۗ كَذٰلِكَ نَجْزِى الظّٰلِمِيْنَ٪
wa may yaqul min-hum inniii ilaahum min duunihii fa zaalika najziihi jahannam, kazaalika najzizh-zhoolimiin
"Dan barang siapa di antara mereka<5> berkata, Sungguh, aku adalah Tuhan selain Allah, maka orang itu Kami beri balasan dengan Jahanam. Demikianlah Kami memberikan balasan kepada orang-orang<7> yang zalim."
[30]*
اَوَلَمْ يَرَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْۤا اَنَّ السَّمٰوٰتِ وَا لْاَرْضَ كَا نَـتَا رَتْقًا فَفَتَقْنٰهُمَا ۗ وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَآءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ ۗ اَفَلَا يُؤْمِنُوْنَ
a wa lam yarollaziina kafaruuu annas-samaawaati wal-ardho kaanataa rotqon fa fataqnaahumaa, wa ja'alnaa minal-maaa`i kulla syai`in hayy, a fa laa yu`minuun
"Dan apakah orang-orang<5> kafir tidak mengetahui bahwa langit dan bumi keduanya dahulu menyatu kemudian Kami pisahkan antara keduanya; dan Kami jadikan segala sesuatu yang hidup berasal dari air; maka mengapa mereka tidak beriman?"
[31]
وَجَعَلْنَا فِى الْاَرْضِ رَوَاسِيَ اَنْ تَمِيْدَ بِهِمْ ۖ وَجَعَلْنَا فِيْهَا فِجَاجًا سُبُلًا لَّعَلَّهُمْ يَهْتَدُوْنَ
wa ja'alnaa fil-ardhi rowaasiya an tamiida bihim wa ja'alnaa fiihaa fijaajan subulal la'allahum yahtaduun
"Dan Kami telah menjadikan di bumi ini gunung-gunung yang kukuh agar dia (tidak) guncang bersama mereka, dan Kami jadikan (pula) di sana jalan-jalan yang luas, agar mereka mendapat petunjuk."
[32]
وَجَعَلْنَا السَّمَآءَ سَقْفًا مَّحْفُوْظًا ۚ وَهُمْ عَنْ اٰيٰتِهَا مُعْرِضُوْنَ
wa ja'alnas-samaaa`a saqfam mahfuuzhoo, wa hum 'an aayaatihaa mu'ridhuun
"Dan Kami menjadikan langit sebagai atap yang terpelihara, namun mereka<5> tetap berpaling dari tanda-tanda (kebesaran Allah) itu."
[33]
وَهُوَ الَّذِيْ خَلَقَ الَّيْلَ وَا لنَّهَارَ وَا لشَّمْسَ وَا لْقَمَرَ ۗ كُلٌّ فِيْ فَلَكٍ يَّسْبَحُوْنَ
wa huwallazii kholaqol-laila wan-nahaaro wasy-syamsa wal-qomar, kullun fii falakiy yasbahuun
"Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing beredar pada garis edarnya."
[34]
وَمَا جَعَلْنَا لِبَشَرٍ مِّنْ قَبْلِكَ الْخُـلْدَ ۗ اَفَاۡئِن مِّتَّ فَهُمُ الْخٰـلِدُوْنَ
wa maa ja'alnaa libasyarim ming qoblikal-khuld, a faa im mitta fa humul-khooliduun
"Dan Kami tidak menjadikan manusia sebelum engkau kekal; maka jika engkau mati, apakah mereka akan kekal?"
[35]*
كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَنَبْلُوْكُمْ بِا لشَّرِّ وَا لْخَيْرِ فِتْنَةً ۗ وَاِ لَيْنَا تُرْجَعُوْنَ
kullu nafsin zaaa`iqotul-mauut, wa nabluukum bisy-syarri wal-khoiri fitnah, wa ilainaa turja'uun
"Setiap diri mengalami kematian.
Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Dan kamu<7> akan dikembalikan hanya kepada Kami."
[36]
وَاِذَا رَاٰ كَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْۤا اِنْ يَّتَّخِذُوْنَكَ اِلَّا هُزُوًا ۗ اَهٰذَا الَّذِيْ يَذْكُرُ اٰلِهَـتَكُمْ ۚ وَهُمْ بِذِكْرِ الرَّحْمٰنِ هُمْ كٰفِرُوْنَ
wa izaa ro`aakallaziina kafaruuu iy yattakhizuunaka illaa huzuwaa, a haazallazii yazkuru aalihatakum, wa hum bizikrir-rohmaani hum kaafiruun
"Dan apabila orang-orang kafir itu melihat engkau (Muhammad), mereka hanya memperlakukan engkau menjadi bahan ejekan. (Mereka mengatakan), Apakah ini orang yang mencela Tuhan-Tuhanmu? Padahal, mereka orang yang ingkar mengingat Allah Yang Maha Pengasih."
[37]
خُلِقَ الْاِنْسَا نُ مِنْ عَجَلٍ ۗ سَاُورِيْكُمْ اٰيٰتِيْ فَلَا تَسْتَعْجِلُوْنِ
khuliqol-insaanu min 'ajal, sa`uriikum aayaatii fa laa tasta'jiluun
"Manusia diciptakan (bersifat) terburu-buru. Kelak akan Aku perlihatkan kepadamu tanda-tanda (kekuasaan)-Ku. Maka janganlah kamu meminta Aku menyegerakannya."
[38]
وَيَقُوْلُوْنَ مَتٰى هٰذَا الْوَعْدُ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ
wa yaquuluuna mataa haazal-wa'du ing kuntum shoodiqiin
"Dan mereka<5> berkata, Kapankah janji itu (akan datang) jika kamu orang yang benar?"
[39]
لَوْ يَعْلَمُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا حِيْنَ لَا يَكُفُّوْنَ عَنْ وُّجُوْهِهِمُ النَّارَ وَلَا عَنْ ظُهُوْرِهِمْ وَلَا هُمْ يُنْصَرُوْنَ
lau ya'lamullaziina kafaruu hiina laa yakuffuuna 'aw wujuuhihimun-naaro wa laa 'an zhuhuurihim wa laa hum yunshoruun
"Seandainya orang kafir itu mengetahui ketika mereka itu tidak mampu mengelakkan api neraka dari wajah dan punggung mereka, sedang mereka tidak mendapat pertolongan (tentulah mereka tidak meminta disegerakan)."
[40]
بَلْ تَأْتِيْهِمْ بَغْتَةً فَتَبْهَتُهُمْ فَلَا يَسْتَطِيْعُوْنَ رَدَّهَا وَلَا هُمْ يُنْظَرُوْنَ
bal ta`tiihim baghtatan fa tab-hatuhum fa laa yastathii'uuna roddahaa wa laa hum yunzhoruun
"Sebenarnya itu akan datang kepada mereka<5> secara tiba-tiba lalu mereka menjadi panik; maka mereka tidak sanggup menolaknya dan tidak (pula) diberi penangguhan (waktu)."
[41]
وَلَـقَدِ اسْتُهْزِئَ بِرُسُلٍ مِّنْ قَبْلِكَ فَحَا قَ بِا لَّذِيْنَ سَخِرُوْا مِنْهُمْ مَّا كَا نُوْا بِهٖ يَسْتَهْزِءُوْنَ٪
wa laqodistuhzi`a birusulim ming qoblika fa haaqo billaziina sakhiruu min-hum maa kaanuu bihii yastahzi`uun
"Dan sungguh, rasul-rasul sebelum engkau (Muhammad) pun telah diperolok-olokkan, maka turunlah (siksaan) kepada orang-orang yang mencemoohkan apa (rasul-rasul) yang selalu mereka perolok-olokkan."
[42]
قُلْ مَنْ يَّكْلَـؤُكُمْ بِا لَّيْلِ وَا لنَّهَارِ مِنَ الرَّحْمٰنِ ۗ بَلْ هُمْ عَنْ ذِكْرِ رَبِّهِمْ مُّعْرِضُوْنَ
qul may yakla`ukum bil-laili wan-nahaari minar-rohmaan, bal hum 'an zikri robbihim mu'ridhuun
"Katakanlah, Siapakah yang akan menjaga kamu pada waktu malam dan siang dari Allah Yang Maha Pengasih? Tetapi mereka<5> enggan mengingat Tuhan mereka."
[43]
اَمْ لَهُمْ اٰلِهَةٌ تَمْنَعُهُمْ مِّنْ دُوْنِنَا ۗ لَا يَسْتَطِيْعُوْنَ نَـصْرَ اَنْفُسِهِمْ وَلَا هُمْ مِّنَّا يُصْحَبُوْنَ
am lahum aalihatun tamna'uhum min duuninaa, laa yastathii'uuna nashro anfusihim wa laa hum minnaa yush-habuun
"Ataukah mereka mempunyai Tuhan-Tuhan yang dapat memelihara mereka dari Kami? Tuhan-Tuhan mereka itu tidak sanggup menolong diri mereka sendiri dan tidak (pula) mereka dilindungi dari (azab) Kami."
[44]
بَلْ مَتَّـعْنَا هٰۤؤُلَآ ءِ وَ اٰبَآءَهُمْ حَتّٰى طَا لَ عَلَيْهِمُ الْعُمُرُ ۗ اَفَلَا يَرَوْنَ اَنَّا نَأْتِى الْاَرْضَ نَـنْقُصُهَا مِنْ اَطْرَا فِهَا ۗ اَفَهُمُ الْغٰلِبُوْنَ
bal matta'naa haaa`ulaaa`i wa aabaaa`ahum hattaa thoola 'alaihimul-'umur, a fa laa yarouna annaa na`til-ardho nangqushuhaa min athroofihaa, a fa humul-ghoolibuun
"Sebenarnya Kami telah memberi mereka<5> dan nenek moyang mereka kenikmatan (hidup di dunia) hingga panjang usia mereka. Maka apakah mereka tidak melihat bahwa Kami mendatangi negeri (yang berada di bawah kekuasaan orang kafir) lalu Kami kurangi luasnya dari ujung-ujung negeri. Apakah mereka yang menang?"
[45]
قُلْ اِنَّمَاۤ اُنْذِرُكُمْ بِا لْوَحْيِ ۖ وَلَا يَسْمَعُ الصُّمُّ الدُّعَآءَ اِذَا مَا يُنْذَرُوْنَ
qul innamaaa unzirukum bil-wahyi wa laa yasma'ush-shummud-du'aaa`a izaa maa yunzaruun
"Katakanlah (Muhammad), Sesungguhnya aku hanya memberimu peringatan sesuai dengan wahyu. Tetapi orang tuli tidak mendengar seruan apabila mereka diberi peringatan."
[46]
وَلَئِنْ مَّسَّتْهُمْ نَفْحَةٌ مِّنْ عَذَا بِ رَبِّكَ لَيَقُوْلُنَّ يٰوَيْلَنَاۤ اِنَّا كُنَّا ظٰلِمِيْنَ
wa la`im massat-hum naf-hatum min 'azaabi robbika layaquulunna yaa wailanaaa innaa kunnaa zhoolimiin
"Dan jika mereka ditimpa sedikit saja azab Tuhanmu, pastilah mereka berkata, Celakalah kami! Sesungguhnya kami termasuk orang yang selalu menzalimi (diri<7> sendiri)"
[47]
وَنَضَعُ الْمَوَازِيْنَ الْقِسْطَ لِيَوْمِ الْقِيٰمَةِ فَلَا تُظْلَمُ نَـفْسٌ شَيْـئًـا ۗ وَاِ نْ كَا نَ مِثْقَا لَ حَبَّةٍ مِّنْ خَرْدَلٍ اَتَيْنَا بِهَا ۗ وَكَفٰى بِنَا حٰسِبِيْنَ
wa nadho'ul-mawaaziinal-qistho liyaumil-qiyaamati fa laa tuzhlamu nafsun syai`aa, wa ing kaana misqoola habbatim min khordalin atainaa bihaa, wa kafaa binaa haasibiin
"Dan Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari Kiamat, maka tidak seorang pun dirugikan walau sedikit; sekalipun hanya seberat biji sawi, pasti Kami mendatangkannya (pahala). Dan cukuplah Kami yang membuat perhitungan."
[48]
وَلَـقَدْ اٰتَيْنَا مُوْسٰى وَهٰرُوْنَ الْفُرْقَا نَ وَضِيَآءً وَّذِكْرًا لِّـلْمُتَّقِيْنَ ۙ
wa laqod aatainaa muusaa wa haaruunal-furqoona wa dhiyaaa`aw wa zikrol lil-muttaqiin
"Dan sungguh, Kami telah memberikan kepada Musa dan Harun, Al-Furqan (Kitab Taurat) dan penerangan serta pelajaran bagi orang-orang<5> yang bertakwa,"
[49]
الَّذِيْنَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ بِا لْغَيْبِ وَهُمْ مِّنَ السَّاعَةِ مُشْفِقُوْنَ
allaziina yakhsyauna robbahum bil-ghoibi wa hum minas-saa'ati musyfiquun
"(yaitu) orang-orang yang takut Tuhannya, sekalipun mereka<5> tidak melihat-Nya, dan mereka merasa takut akan (tibanya) hari Kiamat."
[50]
وَهٰذَا ذِكْرٌ مُّبٰرَكٌ اَنْزَلْنٰهُ ۗ اَفَاَ نْتُمْ لَهٗ مُنْكِرُوْنَ٪
wa haazaa zikrum mubaarokun anzalnaah, a fa antum lahuu mungkiruun
"Dan ini (Al-Qur'an) adalah suatu peringatan yang mempunyai berkah yang telah Kami turunkan. Maka apakah kamu mengingkarinya?"
[51]
وَلَـقَدْ اٰتَيْنَاۤ اِبْرٰهِيْمَ رُشْدَهٗ مِنْ قَبْلُ وَ كُنَّا بِهٖ عٰلِمِيْنَ ۚ
wa laqod aatainaaa ibroohiima rusydahuu ming qoblu wa kunnaa bihii 'aalimiin
"Dan sungguh, sebelum dia (Musa dan Harun) telah Kami berikan kepada Ibrahim petunjuk dan Kami telah mengetahui dia."
[52]
اِذْ قَا لَ لِاَ بِيْهِ وَقَوْمِهٖ مَا هٰذِهِ التَّمَا ثِيْلُ الَّتِيْۤ اَنْتُمْ لَهَا عٰكِفُوْنَ
iz qoola li`abiihi wa qoumihii maa haazihit-tamaasiilullatiii antum lahaa 'aakifuun
"(Ingatlah), ketika dia (Ibrahim) berkata kepada ayahnya dan kaumnya, Patung-patung apakah ini yang kamu tekun menyembahnya?"
[53]
قَا لُوْا وَجَدْنَاۤ اٰبَآءَنَا لَهَا عٰبِدِيْنَ
qooluu wajadnaaa aabaaa`anaa lahaa 'aabidiin
"Mereka<5> menjawab, Kami mendapati nenek moyang kami menyembahnya."
[54]
قَا لَ لَـقَدْ كُنْتُمْ اَنْتُمْ وَاٰ بَآ ؤُكُمْ فِيْ ضَلٰلٍ مُّبِيْنٍ
qoola laqod kuntum antum wa aabaaa`ukum fii dholaalim mubiin
"Dia (Ibrahim) berkata, Sesungguhnya kamu dan nenek moyang kamu berada dalam kesesatan yang nyata."
[55]
قَا لُوْۤا اَجِئْتَـنَا بِا لْحَـقِّ اَمْ اَنْتَ مِنَ اللّٰعِبِيْنَ
qooluuu a ji`tanaa bil-haqqi am anta minal-laa'ibiin
"Mereka<5> berkata, Apakah engkau datang kepada kami membawa kebenaran atau engkau main-main?"
[56]
قَا لَ بَلْ رَّبُّكُمْ رَبُّ السَّمٰوٰتِ وَا لْاَرْضِ الَّذِيْ فَطَرَهُنَّ ۖ وَاَ نَاۡ عَلٰى ذٰلِكُمْ مِّنَ الشّٰهِدِيْنَ
qoola bar robbukum robbus-samaawaati wal-ardhillazii fathorohunna wa ana 'alaa zaalikum minasy-syaahidiin
"Dia (Ibrahim) menjawab, Sebenarnya Tuhan kamu ialah Tuhan (pemilik) langit dan bumi; (Dialah) yang telah menciptakannya; dan aku termasuk orang yang dapat bersaksi atas itu."
[57]
وَ تَا للّٰهِ لَاَ كِيْدَنَّ اَصْنَا مَكُمْ بَعْدَ اَنْ تُوَلُّوْا مُدْبِرِيْنَ
wa tallohi la`akiidanna ashnaamakum ba'da an tuwalluu mudbiriin
"Dan demi Allah, sungguh, aku akan melakukan tipu daya terhadap berhala-berhalamu setelah kamu pergi meninggalkannya."
[58]
فَجَعَلَهُمْ جُذٰذًا اِلَّا كَبِيْرًا لَّهُمْ لَعَلَّهُمْ اِلَيْهِ يَرْجِعُوْنَ
fa ja'alahum juzaazan illaa kabiirol lahum la'allahum ilaihi yarji'uun
"Maka dia (Ibrahim) menghancurkan (berhala-berhala itu) berkeping-keping, kecuali yang terbesar (induknya); agar mereka kembali (untuk bertanya) kepadanya."
[59]
قَا لُوْا مَنْ فَعَلَ هٰذَا بِاٰ لِهَتِنَاۤ اِنَّهٗ لَمِنَ الظّٰلِمِيْنَ
qooluu man fa'ala haazaa bi`aalihatinaaa innahuu laminazh-zhoolimiin
"Mereka<5> berkata, Siapakah yang melakukan (perbuatan) ini terhadap Tuhan-Tuhan kami? Sungguh, dia termasuk orang yang zalim."
[60]
قَا لُوْا سَمِعْنَا فَتًى يَّذْكُرُهُمْ يُقَا لُ لَهٗۤ اِبْرٰهِيْمُ ۗ
qooluu sami'naa fatay yazkuruhum yuqoolu lahuuu ibroohiim
"Mereka (yang lain) berkata, Kami mendengar ada seorang pemuda yang mencela (berhala-berhala ini), namanya Ibrahim."
[61]
قَا لُوْا فَأْتُوْا بِهٖ عَلٰۤى اَعْيُنِ النَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَشْهَدُوْنَ
qooluu fa`tuu bihii 'alaaa a'yunin-naasi la'allahum yasy-haduun
"Mereka berkata, (Kalau demikian) bawalah dia dengan diperlihatkan kepada orang banyak agar mereka menyaksikan."
[62]
قَا لُوْۤا ءَاَنْتَ فَعَلْتَ هٰذَا بِاٰ لِهَتِنَا يٰۤاِبْرٰهِيْمُ ۗ
qooluuu a anta fa'alta haazaa bi`aalihatinaa yaaa ibroohiim
"Mereka bertanya, Apakah engkau yang melakukan (perbuatan) ini terhadap Tuhan-Tuhan kami, wahai Ibrahim."
[63]
قَا لَ بَلْ فَعَلَهٗ ۖ كَبِيْرُهُمْ هٰذَا فَسْــئَلُوْهُمْ اِنْ كَا نُوْا يَنْطِقُوْنَ
qoola bal fa'alahuu kabiiruhum haazaa fas`aluuhum ing kaanuu yanthiquun
"Dia (Ibrahim) menjawab, Sebenarnya (patung) besar itu yang melakukannya, maka tanyakanlah kepada mereka jika mereka dapat berbicara."
[64]
فَرَجَعُوْۤا اِلٰۤى اَنْـفُسِهِمْ فَقَا لُوْۤا اِنَّكُمْ اَنْـتُمُ الظّٰلِمُوْنَ ۙ
fa roja'uuu ilaaa anfusihim fa qooluuu innakum antumuzh-zhoolimuun
"Maka mereka kembali kepada kesadaran mereka dan berkata, Sesungguhnya kamulah yang menzalimi (diri sendiri)."
[65]
ثُمَّ نُكِسُوْا عَلٰى رُءُوْسِہِمْ ۚ لَـقَدْ عَلِمْتَ مَا هٰۤؤُلَآ ءِ يَنْطِقُوْنَ
summa nukisuu 'alaa ru`uusihim, laqod 'alimta maa haaa`ulaaa`i yanthiquun
"Kemudian mereka menundukkan kepala (lalu berkata), Engkau (Ibrahim) pasti tahu bahwa itu tidak dapat berbicara."
[66]
قَا لَ اَفَتَعْبُدُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ مَا لَا يَنْفَعُكُمْ شَيْئًـا وَّلَا يَضُرُّكُمْ ۗ
qoola a fa ta'buduuna min duunillaahi maa laa yanfa'ukum syai`aw wa laa yadhurrukum
"Dia (Ibrahim) berkata, Mengapa kamu menyembah selain Allah, sesuatu yang tidak dapat memberi manfaat sedikit pun dan tidak (pula) mendatangkan mudarat kepada kamu?"
[67]
اُفٍّ لَّـكُمْ وَلِمَا تَعْبُدُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ اَفَلَا تَعْقِلُوْنَ
uffil lakum wa limaa ta'buduuna min duunillaah, a fa laa ta'qiluun
"Celakalah kamu dan apa yang kamu sembah selain Allah! Tidakkah kamu mengerti?"
[68]
قَا لُوْا حَرِّقُوْهُ وَا نْصُرُوْۤا اٰلِهَتَكُمْ اِنْ كُنْتُمْ فٰعِلِيْنَ
qooluu harriquuhu wanshuruuu aalihatakum ing kuntum faa'iliin
"Mereka<5> berkata, Bakarlah dia dan bantulah Tuhan-Tuhan kamu, jika kamu benar-benar hendak berbuat."
[69]
قُلْنَا يٰنَارُ كُوْنِيْ بَرْدًا وَّسَلٰمًا عَلٰۤى اِبْرٰهِيْمَ ۙ
qulnaa yaa naaru kuunii bardaw wa salaaman 'alaaa ibroohiim
"Kami (Allah) berfirman, Wahai api! Jadilah kamu dingin dan penyelamat bagi Ibrahim,"
[70]
وَاَرَادُوْا بِهٖ كَيْدًا فَجَعَلْنٰهُمُ الْاَخْسَرِيْنَ ۚ
wa arooduu bihii kaidan fa ja'alnaahumul-akhsariin
"dan mereka hendak berbuat jahat terhadap Ibrahim, maka Kami menjadikan mereka itu orang-orang yang paling rugi."
[71]
وَنَجَّيْنٰهُ وَلُوْطًا اِلَى الْاَرْضِ الَّتِيْ بٰرَكْنَا فِيْهَا لِلْعٰلَمِيْنَ
wa najjainaahu wa luuthon ilal-ardhillatii baaroknaa fiihaa lil-'aalamiin
"Dan Kami selamatkan dia (Ibrahim) dan Luth ke sebuah negeri yang telah Kami berkahi untuk seluruh alam."
[72]
وَوَهَبْنَا لَهٗۤ اِسْحٰقَ ۗ وَيَعْقُوْبَ نَا فِلَةً ۗ وَكُلًّا جَعَلْنَا صٰلِحِيْنَ
wa wahabnaa lahuuu is-haaqo wa ya'quuba naafilah, wa kullan ja'alnaa shoolihiin
"Dan Kami menganugerahkan kepadanya (Ibrahim), Ishaq, dan Ya'qub sebagai suatu anugerah. Dan masing-masing Kami jadikan orang yang saleh."
[73]*
وَجَعَلْنٰهُمْ اَئِمَّةً يَّهْدُوْنَ بِاَ مْرِنَا وَاَوْحَيْنَاۤ اِلَيْهِمْ فِعْلَ الْخَيْرٰتِ وَاِ قَا مَ الصَّلٰوةِ وَاِيْتَآءَ الزَّكٰوةِ ۚ وَكَا نُوْا لَـنَا عٰبِدِيْنَ ۙ
wa ja'alnaahum a`immatay yahduuna bi`amrinaa wa auhainaaa ilaihim fi'lal-khoirooti wa iqoomash-sholaati wa iitaaa`az-zakaah, wa kaanuu lanaa 'aabidiin
"Dan Kami menjadikan mereka<5> itu sebagai pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami dan Kami wahyukan kepada mereka agar berbuat kebaikan, melaksanakan sholat, dan menunaikan zakat, dan hanya kepada Kami mereka menyembah."
[74]
وَلُوْطًا اٰتَيْنٰهُ حُكْمًا وَّعِلْمًا وَّنَجَّيْنٰهُ مِنَ الْقَرْيَةِ الَّتِيْ كَا نَتْ تَّعْمَلُ الْخَبٰٓئِثَ ۗ اِنَّهُمْ كَا نُوْا قَوْمَ سَوْءٍ فٰسِقِيْنَ ۙ
wa luuthon aatainaahu hukmaw wa 'ilmaw wa najjainaahu minal-qoryatillatii kaanat ta'malul-khobaaa`is, innahum kaanuu qouma sau`in faasiqiin
"Dan kepada Luth, Kami berikan hikmah dan ilmu dan Kami selamatkan dia dari (azab yang telah menimpa penduduk) kota yang melakukan perbuatan keji. Sungguh, mereka<5> orang-orang yang jahat lagi fasik,"
[75]
وَاَدْخَلْنٰهُ فِيْ رَحْمَتِنَا ۗ اِنَّهٗ مِنَ الصّٰلِحِيْنَ٪
wa adkholnaahu fii rohmatinaa, innahuu minash-shoolihiin
"dan Kami masukkan dia<7> ke dalam rahmat Kami; sesungguhnya dia<7> masuk dalam golongan orang yang saleh."
[76]
وَنُوْحًا اِذْ نَادٰى مِنْ قَبْلُ فَاسْتَجَبْنَا لَهٗ فَنَجَّيْنٰهُ وَاَهْلَهٗ مِنَ الْكَرْبِ الْعَظِيْمِ ۚ
wa nuuhan iz naadaa ming qoblu fastajabnaa lahuu fa najjainaahu wa ahlahuu minal-karbil-'azhiim
"Dan (ingatlah kisah) Nuh, sebelum itu, ketika dia berdoa. Kami perkenankan (doa)nya, lalu Kami selamatkan dia<5> bersama pengikutnya dari bencana yang besar."
[77]
وَنَصَرْنٰهُ مِنَ الْقَوْمِ الَّذِيْنَ كَذَّبُوْا بِاٰيٰتِنَا ۗ اِنَّهُمْ كَا نُوْا قَوْمَ سَوْءٍ فَاَغْرَقْنٰهُمْ اَجْمَعِيْنَ
wa nashornaahu minal-qoumillaziina kazzabuu bi`aayaatinaa, innahum kaanuu qouma sau`in fa aghroqnaahum ajma'iin
"Dan Kami menolongnya dari orang-orang yang telah mendustakan ayat-ayat Kami. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang jahat, maka Kami tenggelamkan mereka<5> semuanya."
[78]
وَدَاوٗدَ وَسُلَيْمٰنَ اِذْ يَحْكُمٰنِ فِى الْحَـرْثِ اِذْ نَفَشَتْ فِيْهِ غَنَمُ الْقَوْمِ ۚ وَكُنَّا لِحُكْمِهِمْ شٰهِدِيْنَ ۙ
wa daawuuda wa sulaimaana iz yahkumaani fil-harsi iz nafasyat fiihi ghonamul-qouum, wa kunnaa lihukmihim syaahidiin
"Dan (ingatlah kisah) Daud dan Sulaiman, ketika keduanya memberikan keputusan mengenai ladang, karena (ladang itu) dirusak oleh kambing-kambing milik kaumnya. Dan Kami menyaksikan keputusan (yang diberikan) oleh mereka itu."
[79]
فَفَهَّمْنٰهَا سُلَيْمٰنَ ۚ وَكُلًّا اٰتَيْنَا حُكْمًا وَّعِلْمًا ۖ وَّسَخَّرْنَا مَعَ دَاوٗدَ الْجِبَا لَ يُسَبِّحْنَ وَا لطَّيْرَ ۗ وَكُنَّا فٰعِلِيْنَ
fa fahhamnaahaa sulaimaan, wa kullan aatainaa hukmaw wa 'ilmaw wa sakhkhornaa ma'a daawuudal-jibaala yusabbihna wath-thoiir, wa kunnaa faa'iliin
"Maka Kami memberikan pengertian kepada Sulaiman (tentang hukum yang lebih tepat); dan kepada masing-masing Kami berikan hikmah dan ilmu, dan Kami tundukkan gunung-gunung dan burung-burung, semua bertasbih bersama Daud. Dan Kamilah yang melakukannya."
[80]
وَعَلَّمْنٰهُ صَنْعَةَ لَبُوْسٍ لَّـكُمْ لِتُحْصِنَكُمْ مِّنْۢ بَأْسِكُمْ ۚ فَهَلْ اَنْـتُمْ شٰكِرُوْنَ
wa 'allamnaahu shon'ata labuusil lakum lituhshinakum mim ba`sikum, fa hal antum syaakiruun
"Dan Kami ajarkan (pula) kepada Daud cara membuat baju besi untukmu, guna melindungi kamu dalam peperanganmu. Apakah kamu<5> bersyukur (kepada Allah)?"
[81]
وَلِسُلَيْمٰنَ الرِّيْحَ عَاصِفَةً تَجْرِيْ بِاَ مْرِهٖۤ اِلَى الْاَرْضِ الَّتِيْ بٰرَكْنَا فِيْهَا ۗ وَكُنَّا بِكُلِّ شَيْءٍ عٰلِمِيْنَ
wa lisulaimaanar-riiha 'aashifatan tajrii bi`amrihiii ilal-ardhillatii baaroknaa fiihaa, wa kunnaa bikulli syai`in 'aalimiin
"Dan (Kami tundukkan) untuk Sulaiman angin yang sangat kencang tiupannya yang berembus dengan perintahnya ke negeri yang Kami beri berkah padanya. Dan Kami Maha Mengetahui segala sesuatu."
[82]
وَمِنَ الشَّيٰطِيْنِ مَنْ يَّغُوْصُوْنَ لَهٗ وَيَعْمَلُوْنَ عَمَلًا دُوْنَ ذٰلِكَ ۚ وَكُنَّا لَهُمْ حٰفِظِيْنَ ۙ
wa minasy-syayaathiini may yaghuushuuna lahuu wa ya'maluuna 'amalan duuna zaalik, wa kunnaa lahum haafizhiin
"Dan (Kami tundukkan pula kepada Sulaiman) segolongan setan-setan yang menyelam (ke dalam laut) untuknya dan mereka mengerjakan pekerjaan selain itu; dan Kami yang memelihara mereka itu,"
[83]
وَاَيُّوْبَ اِذْ نَادٰى رَبَّهٗۤ اَنِّيْ مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَاَ نْتَ اَرْحَمُ الرّٰحِمِيْنَ ۚ
wa ayyuuba iz naadaa robbahuuu annii massaniyadh-dhurru wa anta ar-hamur-roohimiin
"dan (ingatlah kisah) Ayyub, ketika dia berdoa kepada Tuhannya, (Ya Tuhanku), sungguh, aku telah ditimpa penyakit, padahal Engkau Tuhan Yang Maha Penyayang dari semua yang penyayang."
[84]
فَاسْتَجَبْنَا لَهٗ فَكَشَفْنَا مَا بِهٖ مِنْ ضُرٍّ وَّاٰتَيْنٰهُ اَهْلَهٗ وَمِثْلَهُمْ مَّعَهُمْ رَحْمَةً مِّنْ عِنْدِنَا وَذِكْرٰى لِلْعٰبِدِيْنَ
fastajabnaa lahuu fa kasyafnaa maa bihii min dhurriw wa aatainaahu ahlahuu wa mislahum ma'ahum rohmatam min 'indinaa wa zikroo lil-'aabidiin
"Maka Kami kabulkan (doa)nya lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan (Kami lipat gandakan jumlah mereka) sebagai suatu rahmat dari Kami, dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Kami."
[85]
وَاِسْمٰعِيْلَ وَاِدْرِيْسَ وَذَا الْكِفْلِ ۗ كُلٌّ مِّنَ الصّٰبِرِيْنَ ۙ
wa ismaa'iila wa idriisa wa zal-kifl, kullum minash-shoobiriin
"Dan (ingatlah kisah) Ismail, Idris, dan Zulkifli. Mereka semua termasuk orang-orang yang sabar,"
[86]
وَاَدْخَلْنٰهُمْ فِيْ رَحْمَتِنَا ۗ اِنَّهُمْ مِّنَ الصّٰلِحِيْنَ
wa adkholnaahum fii rohmatinaa, innahum minash-shoolihiin
"dan Kami masukkan mereka<7> ke dalam rahmat Kami. Sungguh, mereka termasuk orang-orang yang saleh."
[87]
وَ ذَا النُّوْنِ اِذْ ذَّهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ اَنْ لَّنْ نَّـقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادٰى فِى الظُّلُمٰتِ اَنْ لَّاۤ اِلٰهَ اِلَّاۤ اَنْتَ سُبْحٰنَكَ اِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظّٰلِمِيْنَ ۚ
wa zan-nuuni iz zahaba mughoodhiban fa zhonna al lan naqdiro 'alaihi fa naadaa fizh-zhulumaati al laaa ilaaha illaaa anta sub-haanaka innii kuntu minazh-zhoolimiin
"Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika dia pergi dalam keadaan marah, lalu dia menyangka bahwa Kami tidak akan menyulitkannya, maka dia berdoa dalam keadaan yang sangat gelap, Tidak ada Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim."
[88]
فَاسْتَجَبْنَا لَهٗ ۙ وَنَجَّيْنٰهُ مِنَ الْـغَمِّ ۗ وَكَذٰلِكَ نُـنْجِى الْمُؤْمِنِيْنَ
fastajabnaa lahuu wa najjainaahu minal-ghomm, wa kazaalika nunjil-mu`miniin
"Maka Kami kabulkan (doa)nya dan Kami selamatkan dia dari kedukaan. Dan demikianlah Kami menyelamatkan orang-orang yang beriman."
[89]
وَزَكَرِيَّاۤ اِذْ نَادٰى رَبَّهٗ رَبِّ لَا تَذَرْنِيْ فَرْدًا وَّاَنْتَ خَيْرُ الْوٰرِثِيْنَ ۚ
wa zakariyyaaa iz naadaa robbahuu robbi laa tazarnii fardaw wa anta khoirul-waarisiin
"Dan (ingatlah kisah) Zakaria, ketika dia berdoa kepada Tuhannya, Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan aku hidup seorang diri (tanpa keturunan) dan Engkaulah ahli waris yang terbaik."
[90]
فَاسْتَجَبْنَا لَهٗ ۖ وَوَهَبْنَا لَهٗ يَحْيٰى وَاَصْلَحْنَا لَهٗ زَوْجَهٗ ۗ اِنَّهُمْ كَا نُوْا يُسٰرِعُوْنَ فِيْ الْخَيْـرٰتِ وَ يَدْعُوْنَـنَا رَغَبًا وَّرَهَبًا ۗ وَكَا نُوْا لَنَا خٰشِعِيْنَ
fastajabnaa lahuu wa wahabnaa lahuu yahyaa wa ashlahnaa lahuu zaujah, innahum kaanuu yusaari'uuna fil-khoirooti wa yad'uunanaa roghobaw wa rohabaa, wa kaanuu lanaa khoosyi'iin
"Maka Kami kabulkan (doa)nya, dan Kami anugerahkan kepadanya Yahya, dan Kami jadikan istrinya (dapat mengandung). Sungguh, mereka selalu bersegera dalam (mengerjakan) kebaikan dan mereka berdoa kepada Kami dengan penuh harap dan cemas. Dan mereka orang-orang yang khusyuk kepada Kami."
[91]*
وَا لَّتِيْۤ اَحْصَنَتْ فَرْجَهَا فَـنَفَخْنَا فِيْهَا مِنْ رُّوْحِنَا وَ جَعَلْنٰهَا وَا بْنَهَاۤ اٰيَةً لِّـلْعٰلَمِيْنَ
wallatiii ahshonat farjahaa fa nafakhnaa fiihaa mir ruuhinaa wa ja'alnaahaa wabnahaaa aayatal lil-'aalamiin
"Dan (ingatlah kisah Maryam) yang memelihara kehormatannya lalu Kami tiupkan (ruh) dari Kami ke dalam (tubuh)nya; Kami jadikan dia dan anaknya sebagai tanda (kebesaran Allah) bagi seluruh alam."
[92]
اِنَّ هٰذِهٖۤ اُمَّتُكُمْ اُمَّةً وَّاحِدَةً ۖ وَّاَنَاۡ رَبُّكُمْ فَاعْبُدُوْنِ
inna haazihiii ummatukum ummataw waahidataw wa ana robbukum fa'buduun
"Sungguh, inilah agama kamu, agama yang satu, dan Aku adalah Tuhanmu maka sembahlah Aku."
[93]
وَتَقَطَّعُوْۤا اَمْرَهُمْ بَيْنَهُمْ ۗ كُلٌّ اِلَـيْنَا رٰجِعُوْنَ٪
wa taqoththo'uuu amrohum bainahum, kullun ilainaa rooji'uun
"Tetapi mereka terpecah belah dalam urusan (agama) mereka di antara mereka. Masing-masing akan kembali kepada Kami."
[94]
فَمَنْ يَّعْمَلْ مِنَ الصّٰلِحٰتِ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَا كُفْرَا نَ لِسَعْيِهٖ ۚ وَاِ نَّا لَهٗ كٰتِبُوْنَ
fa may ya'mal minash-shoolihaati wa huwa mu`minun fa laa kufroona lisa'yih, wa innaa lahuu kaatibuun
"Barang siapa mengerjakan kebajikan dan dia beriman maka usahanya tidak akan diingkari (disia-siakan), dan sungguh, Kamilah yang mencatat untuknya."
[95]
وَ حَرٰمٌ عَلٰى قَرْيَةٍ اَهْلَكْنٰهَاۤ اَنَّهُمْ لَا يَرْجِعُوْنَ
wa haroomun 'alaa qoryatin ahlaknaahaaa annahum laa yarji'uun
"Dan tidak mungkin bagi (penduduk) suatu negeri yang telah Kami binasakan, bahwa mereka<7> tidak akan kembali (kepada Kami)."
[96]
حَتّٰۤى اِذَا فُتِحَتْ يَأْجُوْجُ وَمَأْجُوْجُ وَهُمْ مِّنْ كُلِّ حَدَبٍ يَّنْسِلُوْنَ
hattaaa izaa futihat ya`juuju wa ma`juuju wa hum ming kulli hadabiy yansiluun
"Hingga apabila (tembok) Ya'juj dan Ma'juj dibukakan dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi."
[97]
وَا قْتَـرَبَ الْوَعْدُ الْحَـقُّ فَاِذَا هِيَ شَاخِصَةٌ اَبْصَارُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا ۗ يٰوَيْلَنَا قَدْ كُنَّا فِيْ غَفْلَةٍ مِّنْ هٰذَا بَلْ كُـنَّا ظٰلِمِيْنَ
waqtarobal-wa'dul-haqqu fa izaa hiya syaakhishotun abshoorullaziina kafaruu, yaa wailanaa qod kunnaa fii ghoflatim min haazaa bal kunnaa zhoolimiin
"Dan (apabila) janji yang benar (hari Kiamat) telah dekat, maka tiba-tiba mata orang-orang yang kafir terbelalak. (Mereka berkata), Alangkah celakanya kami! Kami benar-benar lengah tentang ini, bahkan kami benar-benar orang yang zalim."
[98]
اِنَّكُمْ وَمَا تَعْبُدُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ حَصَبُ جَهَـنَّمَ ۗ اَنْـتُمْ لَهَا وَارِدُوْنَ
innakum wa maa ta'buduuna min duunillaahi hashobu jahannam, antum lahaa waariduun
"Sungguh, kamu (orang kafir) dan apa yang kamu sembah selain Allah adalah bahan bakar Jahanam. Kamu<6> (pasti) masuk ke dalamnya."
[99]
لَوْ كَا نَ هٰۤؤُلَآ ءِ اٰلِهَةً مَّا وَرَدُوْهَا ۗ وَكُلٌّ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ
lau kaana haaa`ulaaa`i aalihatam maa waroduuhaa, wa kullun fiihaa khooliduun
"Seandainya (berhala-berhala) itu Tuhan, tentu mereka tidak akan memasukinya (neraka). Tetapi semuanya akan kekal di dalamnya."
[100]
لَهُمْ فِيْهَا زَفِيْرٌ وَّهُمْ فِيْهَا لَا يَسْمَعُوْنَ
lahum fiihaa zafiiruw wa hum fiihaa laa yasma'uun
"Mereka<7> merintih dan menjerit di dalamnya (neraka) dan mereka<7> di dalamnya tidak dapat mendengar (tuli)."
[101]
اِنَّ الَّذِيْنَ سَبَقَتْ لَهُمْ مِّنَّا الْحُسْنٰۤى ۙ اُولٰٓئِكَ عَنْهَا مُبْعَدُوْنَ ۙ
innallaziina sabaqot lahum minnal-husnaaa ulaaa`ika 'an-haa mub'aduun
"Sungguh, sejak dahulu bagi orang-orang yang telah ada (ketetapan) yang baik dari Kami, mereka itu akan dijauhkan (dari neraka)."
[102]
لَا يَسْمَعُوْنَ حَسِيْسَهَا ۚ وَهُمْ فِيْ مَا اشْتَهَتْ اَنْفُسُهُمْ خٰلِدُوْنَ ۚ
laa yasma'uuna hasiisahaa, wa hum fii masytahat anfusuhum khooliduun
"Mereka<7> tidak mendengar bunyi desisnya (api neraka) dan mereka<7> kekal dalam (menikmati) semua yang mereka<7> inginkan."
[103]*
لَا يَحْزُنُهُمُ الْـفَزَعُ الْاَكْبَرُ وَتَتَلَقّٰٮهُمُ الْمَلٰٓئِكَةُ ۗ هٰذَا يَوْمُكُمُ الَّذِيْ كُنْـتُمْ تُوْعَدُوْنَ
laa yahzunuhumul-faza'ul-akbaru wa tatalaqqoohumul-malaaa`ikah, haazaa yaumukumullazii kuntum tuu'aduun
"Ledakan yang dahsyat (kiamat) tidak membuat mereka merasa sedih dan para malaikat akan menyambut mereka (dengan ucapan), Inilah harimu yang telah dijanjikan kepadamu."
[104]
يَوْمَ نَـطْوِى السَّمَآءَ كَطَـيِّ السِّجِلِّ لِلْكُتُبِ ۗ كَمَا بَدَأْنَاۤ اَوَّلَ خَلْقٍ نُّعِيْدُهٗ ۗ وَعْدًا عَلَيْنَا ۗ اِنَّا كُنَّا فٰعِلِيْنَ
yauma nathwis-samaaa`a kathoyyis-sijilli lil-kutub, kamaa bada`naaa awwala kholqin nu'iiduh, wa'dan 'alainaa, innaa kunnaa faa'iliin
"Pada hari langit Kami gulung (kiamat) seperti menggulung lembaran-lembaran kertas. Sebagaimana Kami telah memulai penciptaan pertama, begitulah Kami akan mengulanginya lagi. (Suatu) janji yang pasti Kami tepati; sungguh, Kami akan melaksanakannya."
[105]
وَلَـقَدْ كَتَبْنَا فِى الزَّبُوْرِ مِنْۢ بَعْدِ الذِّكْرِ اَنَّ الْاَرْضَ يَرِثُهَا عِبَادِيَ الصّٰلِحُوْنَ
wa laqod katabnaa fiz-zabuuri mim ba'diz-zikri annal-ardho yarisuhaa 'ibaadiyash-shoolihuun
"Dan sungguh, telah Kami tulis di dalam Zabur setelah (tertulis) di dalam Az-Zikr (Lauh Mahfuz), bahwa bumi ini akan diwarisi oleh hamba-hamba<7>-Ku yang saleh."
[106]
اِنَّ فِيْ هٰذَا لَبَلٰغًا لِّـقَوْمٍ عٰبِدِيْنَ ۗ
inna fii haazaa labalaaghol liqoumin 'aabidiin
"Sungguh, (apa yang disebutkan) di dalam (Al-Qur'an) ini benar-benar menjadi petunjuk bagi orang-orang yang menyembah (Allah)."
[107]*
وَمَاۤ اَرْسَلْنٰكَ اِلَّا رَحْمَةً لِّـلْعٰلَمِيْنَ
wa maaa arsalnaaka illaa rohmatal lil-'aalamiin
"Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam."
[108]
قُلْ اِنَّمَا يُوْحٰۤى اِلَيَّ اَنَّمَاۤ اِلٰهُكُمْ اِلٰـهٌ وَّاحِدٌ ۚ فَهَلْ اَنْـتُمْ مُّسْلِمُوْنَ
qul innamaa yuuhaaa ilayya annamaaa ilaahukum ilaahuw waahid, fa hal antum muslimuun
"Katakanlah (Muhammad), Sungguh, apa yang diwahyukan kepadaku ialah bahwa Tuhanmu adalah Tuhan Yang Esa, maka apakah kamu telah berserah diri (kepada-Nya)?"
[109]
فَاِ نْ تَوَلَّوْا فَقُلْ اٰذَنْـتُكُمْ عَلٰى سَوَآءٍ ۗ وَاِ نْ اَدْرِيْۤ اَقَرِيْبٌ اَمْ بَعِيْدٌ مَّا تُوْعَدُوْنَ
fa in tawallau fa qul aazantukum 'alaa sawaaa`, wa in adriii a qoriibun am ba'iidum maa tuu'aduun
"Maka jika mereka berpaling maka katakanlah (Muhammad), Aku telah menyampaikan kepadamu (ajaran) yang sama (antara kita) dan aku tidak tahu apakah yang diancamkan kepadamu itu sudah dekat atau masih jauh."
[110]
اِنَّهٗ يَعْلَمُ الْجَـهْرَ مِنَ الْقَوْلِ وَيَعْلَمُ مَا تَكْتُمُوْنَ
innahuu ya'lamul-jahro minal-qouli wa ya'lamu maa taktumuun
"Sungguh, Dia (Allah) mengetahui perkataan (yang kamu ucapkan) dengan terang-terangan dan mengetahui (pula) apa yang kamu rahasiakan."
[111]
وَاِ نْ اَدْرِيْ لَعَلَّهٗ فِتْنَةٌ لَّـكُمْ وَمَتَاعٌ اِلٰى حِيْنٍ
wa in adrii la'allahuu fitnatul lakum wa mataa'un ilaa hiin
"Dan aku tidak tahu, boleh jadi hal itu cobaan bagi kamu<5> dan kesenangan (didunia) sampai waktu yang ditentukan."
[112]
قٰلَ رَبِّ احْكُمْ بِا لْحَـقِّ ۗ وَرَبُّنَا الرَّحْمٰنُ الْمُسْتَعَا نُ عَلٰى مَا تَصِفُوْنَ٪
qoola robbihkum bil-haqq, wa robbunar-rohmaanul-musta'aanu 'alaa maa tashifuun
"Dia (Muhammad) berkata, Ya Tuhanku, berilah keputusan dengan adil.
Dan Tuhan kami Maha Pengasih, tempat memohon segala pertolongan atas semua yang kamu<5> katakan."
.
.
{22} Al-Hajj ( Haji )
______________________
<Madinah> <78 ayat>
[1]
يٰۤـاَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمْ ۚ اِنَّ زَلْزَلَةَ السَّاعَةِ شَيْءٌ عَظِيْمٌ
yaaa ayyuhan-naasuttaquu robbakum, inna zalzalatas-saa'ati syai`un 'azhiim
"Wahai manusia<5>! Bertakwalah kepada Tuhanmu; sungguh, guncangan (hari) Kiamat itu adalah suatu (kejadian) yang sangat besar."
[2]
يَوْمَ تَرَوْنَهَا تَذْهَلُ كُلُّ مُرْضِعَةٍ عَمَّاۤ اَرْضَعَتْ وَتَضَعُ كُلُّ ذَا تِ حَمْلٍ حَمْلَهَا وَتَرَى النَّاسَ سُكٰرٰى وَمَا هُمْ بِسُكٰرٰى وَلٰـكِنَّ عَذَا بَ اللّٰهِ شَدِيْدٌ
yauma tarounahaa taz-halu kullu murdhi'atin 'ammaaa ardho'at wa tadho'u kullu zaati hamlin hamlahaa wa taron-naasa sukaaroo wa maa hum bisukaaroo wa laakinna 'azaaballohi syadiid
"Pada hari ketika kamu<5> melihatnya (guncangan itu), semua perempuan yang menyusui anaknya akan lalai terhadap anak yang disusuinya, dan setiap perempuan yang hamil akan keguguran kandungannya, dan kamu melihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, tetapi azab Allah itu sangat keras."
[3]
وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يُّجَادِلُ فِى اللّٰهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَّيَـتَّبِعُ كُلَّ شَيْطٰنٍ مَّرِيْدٍ ۙ
wa minan-naasi may yujaadilu fillaahi bighoiri 'ilmiw wa yattabi'u kulla syaithoonim mariid
"Dan di antara manusia<5> ada yang berbantahan tentang Allah tanpa ilmu dan hanya mengikuti para setan yang sangat jahat,"
[4]
كُتِبَ عَلَيْهِ اَنَّهٗ مَنْ تَوَلَّاهُ فَاَ نَّهٗ يُضِلُّهٗ وَيَهْدِيْهِ اِلٰى عَذَا بِ السَّعِيْرِ
kutiba 'alaihi annahuu man tawallohu fa annahuu yudhilluhuu wa yahdiihi ilaa 'azaabis-sa'iir
"(tentang setan), telah ditetapkan bahwa siapa yang berkawan dengan dia, maka dia akan menyesatkannya, dan membawanya ke azab neraka."
[5]
يٰۤـاَيُّهَا النَّاسُ اِنْ كُنْـتُمْ فِيْ رَيْبٍ مِّنَ الْبَـعْثِ فَاِ نَّـا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ تُرَا بٍ ثُمَّ مِنْ نُّـطْفَةٍ ثُمَّ مِنْ عَلَقَةٍ ثُمَّ مِنْ مُّضْغَةٍ مُّخَلَّقَةٍ وَّغَيْرِ مُخَلَّقَةٍ لِّـنُبَيِّنَ لَـكُمْ ۗ وَنُقِرُّ فِى الْاَرْحَا مِ مَا نَشَآءُ اِلٰۤى اَجَلٍ مُّسَمًّى ثُمَّ نُخْرِجُكُمْ طِفْلًا ثُمَّ لِتَبْلُغُوْۤا اَشُدَّكُمْ ۚ وَمِنْكُمْ مَّنْ يُّتَوَفّٰى وَمِنْكُمْ مَّنْ يُّرَدُّ اِلٰۤى اَرْذَلِ الْعُمُرِ لِكَيْلَا يَعْلَمَ مِنْۢ بَعْدِ عِلْمٍ شَيْـئًـا ۗ وَتَرَى الْاَرْضَ هَا مِدَةً فَاِذَاۤ اَنْزَلْنَا عَلَيْهَا الْمَآءَ اهْتَزَّتْ وَرَبَتْ وَاَ نْۢبَـتَتْ مِنْ كُلِّ زَوْجٍۢ بَهِيْجٍ
yaaa ayyuhan-naasu ing kuntum fii roibim minal-ba'si fa innaa kholaqnaakum min turoobin summa min nuthfatin summa min 'alaqotin summa mim mudhghotim mukhollaqotiw wa ghoiri mukhollaqotil linubayyina lakum, wa nuqirru fil-ar-haami maa nasyaaa`u ilaaa ajalim musamman summa nukhrijukum thiflan summa litablughuuu asyuddakum, wa mingkum may yutawaffaa wa mingkum may yuroddu ilaaa arzalil-'umuri likai laa ya'lama mim ba'di 'ilmin syai`aa, wa tarol-ardho haamidatan fa izaaa anzalnaa 'alaihal-maaa`ahtazzat wa robat wa ambatat ming kulli zaujim bahiij
"Wahai manusia! Jika kamu<5> meragukan (hari) Kebangkitan, maka sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu<5> dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna agar Kami jelaskan kepada kamu; dan Kami tetapkan dalam rahim menurut kehendak Kami sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur-angsur) kamu sampai kepada usia dewasa, dan di antara kamu<5> ada yang diwafatkan dan (ada pula) di antara kamu yang dikembalikan sampai usia sangat tua (pikun), sehingga dia tidak mengetahui lagi sesuatu yang telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air (hujan) di atasnya, hiduplah bumi itu dan menjadi subur dan menumbuhkan berbagai jenis pasangan tetumbuhan yang indah."
[6]
ذٰلِكَ بِاَ نَّ اللّٰهَ هُوَ الْحَـقُّ وَاَ نَّهٗ يُحْيِ الْمَوْتٰى وَاَ نَّهٗ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ ۙ
zaalika bi`annalloha huwal-haqqu wa annahuu yuhyil-mautaa wa annahuu 'alaa kulli syai`ing qodiir
"Yang demikian itu karena sungguh, Allah, Dialah yang hak, dan sungguh, Dialah yang menghidupkan segala yang telah mati, dan sungguh, Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu,"
[7]*
وَّاَنَّ السَّاعَةَ اٰتِيَةٌ لَّا رَيْبَ فِيْهَا ۙ وَاَ نَّ اللّٰهَ يَـبْعَثُ مَنْ فِى الْقُبُوْرِ
wa annas-saa'ata aatiyatul laa roiba fiihaa wa annalloha yab'asu man fil-qubuur
"dan sungguh, (hari) Kiamat itu pasti datang, tidak ada keraguan padanya; dan sungguh, Allah akan membangkitkan siapa pun yang di dalam kubur."
[8]
وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يُّجَادِلُ فِى اللّٰهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَّلَا هُدًى وَلَا كِتٰبٍ مُّنِيْرٍ ۙ
wa minan-naasi may yujaadilu fillaahi bighoiri 'ilmiw wa laa hudaw wa laa kitaabim muniir
"Dan di antara manusia<5> ada yang berbantahan tentang Allah tanpa ilmu, tanpa petunjuk, dan tanpa Kitab (wahyu) yang memberi penerangan,"
[9]
ثَا نِيَ عِطْفِهٖ لِيُضِلَّ عَنْ سَبِيْلِ اللّٰهِ ۗ لَهٗ فِى الدُّنْيَا خِزْيٌ وَّنُذِيْقُهٗ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ عَذَا بَ الْحَرِيْقِ
saaniya 'ithfihii liyudhilla 'an sabiilillaah, lahuu fid-dun-yaa khizyuw wa nuziiquhuu yaumal-qiyaamati 'azaabal-hariiq
"sambil memalingkan lambungnya (dengan congkak) untuk menyesatkan manusia dari jalan Allah. Dia<5> mendapat kehinaan di dunia dan pada hari Kiamat Kami berikan kepada<7>nya rasa azab neraka yang membakar."
[10]
ذٰلِكَ بِمَا قَدَّمَتْ يَدٰكَ وَاَ نَّ اللّٰهَ لَـيْسَ بِظَلَّامٍ لِّلْعَبِيْدِ٪
zaalika bimaa qoddamat yadaaka wa annalloha laisa bizhollaamil lil-'abiid
"(Akan dikatakan kepadanya), Itu karena perbuatan yang dilakukan dahulu oleh kedua tanganmu<5>, dan Allah sekali-kali tidak menzalimi hamba-hamba-Nya."
[11]
وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَّعْبُدُ اللّٰهَ عَلٰى حَرْفٍ ۚ فَاِ نْ اَصَا بَهٗ خَيْرٌ ٭ِطْمَاَ نَّ بِهٖ ۚ وَاِ نْ اَصَا بَتْهُ فِتْنَةُ ٭ِنْقَلَبَ عَلٰى وَجْهِهٖ ۚ خَسِرَ الدُّنْيَا وَا لْاٰخِرَةَ ۗ ذٰلِكَ هُوَ الْخُسْرَا نُ الْمُبِيْنُ
wa minan-naasi may ya'budulloha 'alaa harf, fa in ashoobahuu khoirunithma`anna bih, wa in ashoobat-hu fitnatuningqolaba 'alaa waj-hih, khosirod-dun-yaa wal-aakhiroh, zaalika huwal-khusroonul-mubiin
"Dan di antara manusia<5> ada yang menyembah Allah hanya di tepi, maka jika dia memperoleh kebajikan, dia merasa puas dan jika dia ditimpa suatu cobaan, dia berbalik ke belakang.
Dia rugi di dunia dan di akhirat. Itulah kerugian yang nyata."
[12]
يَدْعُوْا مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ مَا لَا يَضُرُّهٗ وَمَا لَا يَنْفَعُهٗ ۗ ذٰلِكَ هُوَ الضَّلٰلُ الْبَعِيْدُ ۚ
yad'uu min duunillaahi maa laa yadhurruhuu wa maa laa yanfa'uh, zaalika huwadh-dholaalul-ba'iid
"Dia<5> menyeru kepada selain Allah sesuatu yang tidak dapat mendatangkan bencana dan tidak (pula) memberi manfaat kepadanya. Itulah kesesatan yang jauh."
[13]
يَدْعُوْا لَمَنْ ضَرُّهٗۤ اَقْرَبُ مِنْ نَّـفْعِهٖ ۗ لَبِئْسَ الْمَوْلٰى وَلَبِئْسَ الْعَشِيْرُ
yad'uu laman dhorruhuuu aqrobu min naf'ih, labi`sal-maulaa wa labi`sal-'asyiir
"Dia<5>menyeru kepada sesuatu yang (sebenarnya) bencananya lebih dekat daripada manfaatnya. Sungguh, itu seburuk-buruk penolong dan sejahat-jahat kawan."
[14]
اِنَّ اللّٰهَ يُدْخِلُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ ۗ اِنَّ اللّٰهَ يَفْعَلُ مَا يُرِيْدُ
innalloha yudkhilullaziina aamanuu wa 'amilush-shoolihaati jannaatin tajrii min tahtihal-an-haar, innalloha yaf'alu maa yuriid
"(Sungguh), Allah akan memasukkan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Sungguh, Allah berbuat apa yang Dia kehendaki."
[15]
مَنْ كَا نَ يَظُنُّ اَنْ لَّنْ يَّـنْصُرَهُ اللّٰهُ فِى الدُّنْيَا وَا لْاٰخِرَةِ فَلْيَمْدُدْ بِسَبَبٍ اِلَى السَّمَآءِ ثُمَّ لْيَـقْطَعْ فَلْيَنْظُرْ هَلْ يُذْهِبَنَّ كَيْدُهٗ مَا يَغِيْظُ
mang kaana yazhunnu al lay yanshurohullohu fid-dun-yaa wal-aakhiroti falyamdud bisababin ilas-samaaa`i summalyaqtho' falyanzhur hal yuz-hibanna kaiduhuu maa yaghiizh
"Barang siapa menyangka bahwa Allah tidak akan menolongnya (Muhammad) di dunia dan di akhirat, maka hendaklah dia merentangkan tali ke langit-langit, lalu menggantung (diri), kemudian pikirkanlah apakah tipu dayanya itu dapat melenyapkan apa yang menyakitkan hatinya."
[16]
وَكَذٰلِكَ اَنْزَلْنٰهُ اٰيٰتٍۢ بَيِّنٰتٍ ۙ وَّاَنَّ اللّٰهَ يَهْدِيْ مَنْ يُّرِيْدُ
wa kazaalika anzalnaahu aayaatim bayyinaatiw wa annalloha yahdii may yuriid
"Dan demikianlah Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) yang merupakan ayat-ayat yang nyata; sesungguhnya Allah memberikan petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki."
[17]
اِنَّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَا لَّذِيْنَ هَادُوْا وَا لصّٰبِــئِيْنَ وَا لنَّصٰرٰى وَا لْمَجُوْسَ وَا لَّذِيْنَ اَشْرَكُوْۤا ۖ اِنَّ اللّٰهَ يَفْصِلُ بَيْنَهُمْ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ شَهِيْدٌ
innallaziina aamanuu wallaziina haaduu wash-shoobi`iina wan-nashooroo wal-majuusa wallaziina asyrokuuu innalloha yafshilu bainahum yaumal-qiyaamah, innalloha 'alaa kulli syai`in syahiid
"Sesungguhnya orang-orang beriman, orang Yahudi, orang Sabi'in, orang Nasrani, orang Majusi, dan orang musyrik, Allah pasti memberi keputusan di antara mereka pada hari Kiamat. Sungguh, Allah menjadi saksi atas segala sesuatu."
[18]
اَلَمْ تَرَ اَنَّ اللّٰهَ يَسْجُدُ لَهٗ مَنْ فِى السَّمٰوٰتِ وَمَنْ فِى الْاَرْضِ وَا لشَّمْسُ وَا لْقَمَرُ وَا لنُّجُوْمُ وَ الْجِبَا لُ وَا لشَّجَرُ وَا لدَّوَآ بُّ وَكَثِيْرٌ مِّنَ النَّاسِ ۗ وَكَثِيْرٌ حَقَّ عَلَيْهِ الْعَذَا بُ ۗ وَمَنْ يُّهِنِ اللّٰهُ فَمَا لَهٗ مِنْ مُّكْرِمٍ ۗ اِنَّ اللّٰهَ يَفْعَلُ مَا يَشَآءُ ۗ
a lam taro annalloha yasjudu lahuu man fis-samaawaati wa man fil-ardhi wasy-syamsu wal-qomaru wan-nujuumu wal-jibaalu wasy-syajaru wad-dawaaabbu wa kasiirum minan-naas, wa kasiirun haqqo 'alaihil-'azaab, wa may yuhinillaahu fa maa lahuu mim mukrim, innalloha yaf'alu maa yasyaaa`,
"Tidakkah engkau<5> tahu bahwa siapa yang ada di langit dan siapa yang ada di bumi bersujud kepada Allah, juga matahari, bulan, bintang, gunung-gunung, pohon-pohon, hewan-hewan yang melata, dan banyak di antara manusia? Tetapi banyak (manusia) yang pantas mendapatkan azab. Barang siapa dihinakan Allah, tidak seorang pun yang akan memuliakannya. Sungguh, Allah berbuat apa saja yang Dia kehendaki."
[19]
هٰذٰنِ خَصْمٰنِ اخْتَصَمُوْا فِيْ رَبِّهِمْ فَا لَّذِيْنَ كَفَرُوْا قُطِّعَتْ لَهُمْ ثِيَا بٌ مِّنْ نَّارٍ ۗ يُصَبُّ مِنْ فَوْقِ رُءُوْسِهِمُ الْحَمِيْمُ ۚ
haazaani khoshmaanikhtashomuu fii robbihim fallaziina kafaruu quththi'at lahum siyaabum min naar, yushobbu min fauqi ru`uusihimul-hamiim
"Inilah dua golongan (golongan mukmin dan kafir) yang bertengkar, mereka<5>
bertengkar mengenai Tuhan mereka<5>. Maka bagi orang kafir akan dibuatkan pakaian-pakaian dari api (neraka) untuk mereka<7>. Ke atas kepala mereka<7> akan disiramkan air yang mendidih."
[20]
يُصْهَرُ بِهٖ مَا فِيْ بُطُوْنِهِمْ وَا لْجُلُوْدُ ۗ
yush-haru bihii maa fii buthuunihim wal-juluud
"Dengan (air mendidih) itu akan dihancurluluhkan apa yang ada dalam perut dan kulit mereka<7> (tapi mereka tidak mati)"
[21]
وَلَهُمْ مَّقَا مِعُ مِنْ حَدِيْدٍ
wa lahum maqoomi'u min hadiid
"Dan (azab) untuk mereka<7> cambuk-cambuk dari besi."
[22]
كُلَّمَاۤ اَرَادُوْۤا اَنْ يَّخْرُجُوْا مِنْهَا مِنْ غَمٍّ اُعِيْدُوْا فِيْهَا وَذُوْقُوْا عَذَا بَ الْحَرِيْقِ٪
kullamaaa arooduuu ay yakhrujuu min-haa min ghommin u'iiduu fiihaa wa zuuquu 'azaabal-hariiq
"Setiap kali mereka<7> hendak keluar darinya (neraka) karena tersiksa, mereka<7> dikembalikan (lagi) ke dalamnya. (Kepada mereka dikatakan), Rasakanlah azab yang membakar ini!"
[23]
اِنَّ اللّٰهَ يُدْخِلُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ يُحَلَّوْنَ فِيْهَا مِنْ اَسَاوِرَ مِنْ ذَهَبٍ وَّلُـؤْلُـؤًا ۗ وَلِبَاسُهُمْ فِيْهَا حَرِيْرٌ
innalloha yudkhilullaziina aamanuu wa 'amilush-shoolihaati jannaatin tajrii min tahtihal-an-haaru yuhallauna fiihaa min asaawiro min zahabiw wa lu`lu`aa, wa libaasuhum fiihaa hariir
"Sungguh, Allah akan memasukkan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Di sana mereka<7> diberi perhiasan gelang-gelang emas dan mutiara, dan pakaian mereka<7> dari sutra."
[24]
وَهُدُوْۤا اِلَى الطَّيِّبِ مِنَ الْقَوْلِ ۚ وَهُدُوْۤا اِلٰى صِرَا طِ الْحَمِيْدِ
wa huduuu ilath-thoyyibi minal-qouul, wa huduuu ilaa shiroothil-hamiid
"Dan mereka diberi petunjuk kepada ucapan-ucapan yang baik dan diberi petunjuk (pula) kepada jalan (Allah) yang terpuji."
[25]
اِنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا وَيَصُدُّوْنَ عَنْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَا لْمَسْجِدِ الْحَـرَا مِ الَّذِيْ جَعَلْنٰهُ لِلنَّاسِ سَوَآءً ٭لْعَا كِفُ فِيْهِ وَا لْبَادِ ۗ وَمَنْ يُّرِدْ فِيْهِ بِاِ لْحَـادٍ بِۢظُلْمٍ نُّذِقْهُ مِنْ عَذَا بٍ اَ لِيْمٍ٪
innallaziina kafaruu wa yashudduuna 'an sabiilillaahi wal-masjidil-haroomillazii ja'alnaahu lin-naasi sawaaa`anil-'aakifu fiihi wal-baad, wa may yurid fiihi bi`il-haadim bizhulmin nuziq-hu min 'azaabin aliim
"Sungguh, orang-orang kafir dan yang menghalangi (manusia) dari jalan Allah dan dari Masjidilharam yang telah Kami jadikan terbuka untuk semua manusia, baik yang bermukim di sana maupun yang datang dari luar dan siapa saja yang bermaksud melakukan kejahatan secara zalim di dalamnya, niscaya akan Kami rasakan kepadanya siksa yang pedih."
[26]
وَاِذْ بَوَّأْنَا لِاِ بْرٰهِيْمَ مَكَا نَ الْبَيْتِ اَنْ لَّا تُشْرِكْ بِيْ شَيْئًـا وَّطَهِّرْ بَيْتِيَ لِلطَّآئِفِيْنَ وَا لْقَآئِمِيْنَ وَ الرُّكَّعِ السُّجُوْدِ
wa iz bawwa`naa li`ibroohiima makaanal-baiti al laa tusyrik bii syai`aw wa thohhir baitiya lith-thooo`ifiina wal-qooo`ket I war-rukka'is-sujuud
"Dan, ketika Kami tempatkan Ibrahim di tempat Baitullah (dengan mengatakan), Janganlah engkau<5> menyekutukan Aku dengan apa pun dan sucikanlah rumah-Ku bagi yang tawaf, dan yang beribadah dan orang yang rukuk dan sujud."
[27]
وَاَذِّنْ فِى النَّاسِ بِا لْحَجِّ يَأْتُوْكَ رِجَا لًا وَّعَلٰى كُلِّ ضَا مِرٍ يَّأْتِيْنَ مِنْ كُلِّ فَجٍّ عَمِيْقٍ ۙ
wa azzin fin-naasi bil-hajji ya`tuuka rijaalaw wa 'alaa kulli dhoomiriy ya`tiina ming kulli fajjin 'amiiq
"Dan serulah manusia<5> untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, atau mengendarai setiap unta yang kurus, mereka datang dari segenap penjuru yang jauh,"
[28]
لِّيَشْهَدُوْا مَنَا فِعَ لَهُمْ وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللّٰهِ فِيْۤ اَ يَّامٍ مَّعْلُوْمٰتٍ عَلٰى مَا رَزَقَهُمْ مِّنْۢ بَهِيْمَةِ الْاَنْعَا مِ ۚ فَكُلُوْا مِنْهَا وَاَ طْعِمُوا الْبَآئِسَ الْفَقِيْـرَ ۖ
liyasy-haduu manaafi'a lahum wa yazkurusmallohi fiii ayyaamim ma'luumaatin 'alaa maa rozaqohum mim bahiimatil-an'aam, fa kuluu min-haa wa ath'imul-baaa`isal-faqiir
"agar mereka<5> menyaksikan berbagai manfaat untuk mereka dan agar mereka<5> menyebut nama Allah pada beberapa hari yang telah ditentukan atas rezeki yang Dia berikan kepada mereka berupa hewan ternak. Maka makanlah sebagian darinya dan (sebagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara dan fakir."
[29]
ثُمَّ لْيَـقْضُوْا تَفَثَهُمْ وَلْيُوْفُوْا نُذُوْرَهُمْ وَلْيَطَّوَّفُوْا بِا لْبَيْتِ الْعَتِيْقِ
summalyaqdhuu tafasahum walyuufuu nuzuurohum walyaththowwafuu bil-baitil-'atiiq
"Kemudian, hendaklah mereka menghilangkan kotoran (yang ada di badan) mereka, menyempurnakan nazar-nazar mereka, dan melakukan tawaf sekeliling rumah tua (Baitullah)."
[30]
ذٰلِكَ وَمَنْ يُّعَظِّمْ حُرُمٰتِ اللّٰهِ فَهُوَ خَيْرٌ لَّهٗ عِنْدَ رَبِّهٖ ۗ وَاُحِلَّتْ لَـكُمُ الْاَنْعَا مُ اِلَّا مَا يُتْلٰى عَلَيْكُمْ فَاجْتَنِبُوا الرِّجْسَ مِنَ الْاَوْثَا نِ وَاجْتَنِبُوْا قَوْلَ الزُّوْرِ ۙ
zaalika wa may yu'azhzhim hurumaatillaahi fa huwa khoirul lahuu 'inda robbih, wa uhillat lakumul-an'aamu illaa maa yutlaa 'alaikum fajtanibur-rijsa minal-ausaani wajtanibuu qoulaz-zuur
"Demikianlah (perintah Allah). Dan barang siapa mengagungkan apa yang terhormat di sisi Allah (hurumat), maka itu lebih baik baginya di sisi Tuhannya. Dan dihalalkan bagi kamu semua hewan ternak kecuali yang diterangkan kepadamu (keharamannya), maka jauhilah (penyembahan) berhala-berhala yang najis itu dan jauhilah perkataan dusta."
[31]
حُنَفَآءَ لِلّٰهِ غَيْرَ مُشْرِكِيْنَ بِهٖ ۗ وَمَنْ يُّشْرِكْ بِا للّٰهِ فَكَاَ نَّمَا خَرَّ مِنَ السَّمَآءِ فَتَخْطَفُهُ الطَّيْرُ اَوْ تَهْوِيْ بِهِ الرِّيْحُ فِيْ مَكَا نٍ سَحِيْقٍ
hunafaaa`a lillaahi ghoiro musyrikiina bih, wa may yusyrik billaahi fa ka`annamaa khorro minas-samaaa`i fa takhthofuhuth-thoiru au tahwii bihir-riihu fii makaanin sahiiq
"Ikhlas kepada Allah tanpa menyekutukan-Nya. Barang siapa menyekutukan Allah, maka seakan-akan dia jatuh dari langit lalu disambar oleh burung atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh."
[32]
ذٰلِكَ وَمَنْ يُّعَظِّمْ شَعَآئِرَ اللّٰهِ فَاِ نَّهَا مِنْ تَقْوَى الْقُلُوْبِ
zaalika wa may yu'azhzhim sya'aaa`irollaahi fa innahaa min taqwal-quluub
"Demikianlah (perintah Allah). Dan barang siapa<5> mengagungkan syi'ar-syi'ar Allah, maka sesungguhnya hal itu timbul dari ketakwaan hati."
[33]
لَـكُمْ فِيْهَا مَنَا فِعُ اِلٰۤى اَجَلٍ مُّسَمًّى ثُمَّ مَحِلُّهَاۤ اِلَى الْبَيْتِ الْعَتِيْقِ٪
lakum fiihaa manaafi'u ilaaa ajalim musamman summa mahilluhaaa ilal-baitil-'atiiq
"Bagi kamu padanya (hewan hadyu) ada beberapa manfaat sampai waktu yang ditentukan kemudian, tempat penyembelihannya adalah di sekitar Baitul 'Atiq (Baitullah)."
[34]
وَلِكُلِّ اُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنْسَكًا لِّيَذْكُرُوا اسْمَ اللّٰهِ عَلٰى مَا رَزَقَهُمْ مِّنْۢ بَهِيْمَةِ الْاَنْعَا مِ ۗ فَاِ لٰهُكُمْ اِلٰـهٌ وَّاحِدٌ فَلَهٗۤ اَسْلِمُوْا ۗ وَبَشِّرِ الْمُخْبِتِيْنَ ۙ
wa likulli ummatin ja'alnaa mansakal liyazkurusmallohi 'alaa maa rozaqohum mim bahiimatil-an'aam, fa ilaahukum ilaahuw waahidun fa lahuuu aslimuu, wa basysyiril-mukhbitiin
"Dan bagi setiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban) agar mereka menyebut nama Allah atas rezeki yang dikaruniakan Allah kepada mereka berupa hewan ternak. Maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan sampaikanlah (Muhammad) kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah),"
[35]
الَّذِيْنَ اِذَا ذُكِرَ اللّٰهُ وَجِلَتْ قُلُوْبُهُمْ وَا لصّٰبِرِيْنَ عَلٰى مَاۤ اَصَا بَهُمْ وَا لْمُقِيْمِى الصَّلٰوةِ ۙ وَمِمَّا رَزَقْنٰهُمْ يُنْفِقُوْنَ
allaziina izaa zukirollaahu wajilat quluubuhum wash-shoobiriina 'alaa maaa ashoobahum wal-muqiimish-sholaati wa mimmaa rozaqnaahum yunfiquun
"(yaitu) orang-orang<5> yang apabila disebut nama Allah hati mereka bergetar, orang yang sabar atas apa yang menimpa mereka, dan orang yang melaksanakan sholat, dan orang yang menginfakkan sebagian rezeki yang Kami karuniakan kepada mereka."
[36]
وَا لْبُدْنَ جَعَلْنٰهَا لَـكُمْ مِّنْ شَعَآئِرِ اللّٰهِ لَـكُمْ فِيْهَا خَيْرٌ ۖ فَاذْكُرُوا اسْمَ اللّٰهِ عَلَيْهَا صَوَآ فَّ ۚ فَاِذَا وَجَبَتْ جُنُوْبُهَا فَكُلُوْا مِنْهَا وَاَ طْعِمُوا الْقَا نِعَ وَا لْمُعْتَـرَّ ۗ كَذٰلِكَ سَخَّرْنٰهَا لَـكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
wal-budna ja'alnaahaa lakum min sya'aaa`irillaahi lakum fiihaa khoirun fazkurusmallohi 'alaihaa showaaaff, fa izaa wajabat junuubuhaa fa kuluu min-haa wa ath'imul-qooni'a wal-mu'tarr, kazaalika sakhkhornaahaa lakum la'allakum tasykuruun
"Dan unta-unta itu Kami jadikan untukmu<5> bagian dari syiar agama Allah, kamu banyak memperoleh kebaikan padanya. Maka sebutlah nama Allah (ketika kamu akan menyembelihnya) dalam keadaan berdiri (dan kaki-kaki telah terikat). Kemudian apabila telah rebah (mati), maka makanlah sebagiannya dan berilah makan orang yang merasa cukup dengan apa yang ada padanya (tidak meminta-minta) dan orang yang meminta. Demikianlah Kami tundukkan (unta-unta itu) untukmu agar kamu bersyukur."
[37]
لَنْ يَّنَا لَ اللّٰهَ لُحُـوْمُهَا وَلَا دِمَآ ؤُهَا وَلٰـكِنْ يَّنَا لُهُ التَّقْوٰى مِنْكُمْ ۗ كَذٰلِكَ سَخَّرَهَا لَـكُمْ لِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰٮكُمْ ۗ وَبَشِّرِ الْمُحْسِنِيْنَ
lay yanaalalloha luhuumuhaa wa laa dimaaa`uhaa wa laakiy yanaaluhut-taqwaa mingkum, kazaalika sakhkhorohaa lakum litukabbirulloha 'alaa maa hadaakum, wa basysyiril-muhsiniin
"Daging (hewan kurban) dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kamu. Demikianlah Dia menundukkannya untukmu agar kamu mengagungkan Allah atas petunjuk yang Dia berikan kepadamu. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik."
[38]
اِنَّ اللّٰهَ يُدٰفِعُ عَنِ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا ۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ خَوَّانٍ كَفُوْرٍ٪
innalloha yudaafi'u 'anillaziina aamanuuu, innalloha laa yuhibbu kulla khowwaaning kafuur
"Sesungguhnya Allah membela orang yang beriman. Sungguh, Allah tidak menyukai setiap orang yang berkhianat dan kufur nikmat."
[39]
اُذِنَ لِلَّذِيْنَ يُقٰتَلُوْنَ بِاَ نَّهُمْ ظُلِمُوْا ۗ وَاِ نَّ اللّٰهَ عَلٰى نَـصْرِهِمْ لَـقَدِيْرُ ۙ
uzina lillaziina yuqootaluuna bi`annahum zhulimuu, wa innalloha 'alaa nashrihim laqodiir
"Diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi karena sesungguhnya mereka dizalimi. Dan sungguh, Allah Maha Kuasa menolong mereka itu,"
[40]
٭لَّذِيْنَ اُخْرِجُوْا مِنْ دِيَارِهِمْ بِغَيْرِ حَقٍّ اِلَّاۤ اَنْ يَّقُوْلُوْا رَبُّنَا اللّٰهُ ۗ وَلَوْلَا دَ فْعُ اللّٰهِ النَّاسَ بَعْضَهُمْ بِبَـعْضٍ لَّهُدِّمَتْ صَوَا مِعُ وَبِيَعٌ وَّصَلَوٰتٌ وَّمَسٰجِدُ يُذْكَرُ فِيْهَا اسْمُ اللّٰهِ كَثِيْرًا ۗ وَلَيَنْصُرَنَّ اللّٰهُ مَنْ يَّنْصُرُهٗ ۗ اِنَّ اللّٰهَ لَقَوِيٌّ عَزِيْزٌ
allaziina ukhrijuu min diyaarihim bighoiri haqqin illaaa ay yaquuluu robbunalloh, walau laa daf'ullohin-naasa ba'dhohum biba'dhil lahuddimat showaami'u wa biya'uw wa sholawaatuw wa masaajidu yuzkaru fiihasmullohi kasiiroo, wa layanshuronnallohu may yanshuruh, innalloha laqowiyyun 'aziiz
"(yaitu) orang-orang yang diusir dari kampung halamannya tanpa alasan yang benar hanya karena mereka berkata, Tuhan kami ialah Allah. Seandainya Allah tidak menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain, tentu telah dirobohkan biara-biara Nasrani, gereja-gereja, rumah-rumah ibadah orang Yahudi, dan masjid-masjid yang di dalamnya banyak disebut nama Allah. Allah pasti akan menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sungguh, Allah Maha Kuat, Maha Perkasa."
[41]
اَ لَّذِيْنَ اِنْ مَّكَّنّٰهُمْ فِى الْاَرْضِ اَقَا مُوا الصَّلٰوةَ وَاٰ تَوُا الزَّكٰوةَ وَاَ مَرُوْا بِا لْمَعْرُوْفِ وَنَهَوْا عَنِ الْمُنْكَرِ ۗ وَلِلّٰهِ عَا قِبَةُ الْاُمُوْرِ
allaziina im makkannaahum fil-ardhi aqoomush-sholaata wa aatawuz-zakaata wa amaruu bil-ma'ruufi wa nahau 'anil-mungkar, wa lillaahi 'aaqibatul-umuur
"(Yaitu) orang-orang<5> yang jika Kami beri kedudukan di bumi, mereka<5> melaksanakan sholat, menunaikan zakat, dan menyuruh berbuat yang makruf dan mencegah dari yang mungkar; dan kepada Allah-lah kembali segala urusan."
[42]
وَاِ نْ يُّكَذِّبُوْكَ فَقَدْ كَذَّبَتْ قَبْلَهُمْ قَوْمُ نُوْحٍ وَّعَادٌ وَّثَمُوْدُ ۙ
wa iy yukazzibuuka fa qod kazzabat qoblahum qoumu nuuhiw wa 'aaduw wa samuud
"Dan jika mereka<5> (orang-orang musyrik) mendustakan engkau (Muhammad), begitu pulalah kaum-kaum yang sebelum mereka, kaum Nuh, 'Ad, dan Samud (juga telah mendustakan rasul-rasul-Nya),"
[43]
وَقَوْمُ اِبْرٰهِيْمَ وَقَوْمُ لُوْطٍ ۙ
wa qoumu ibroohiima wa qoumu luuth
"dan (demikian juga) kaum Ibrahim dan kaum Luth,"
[44]
وَّاَصْحٰبُ مَدْيَنَ ۚ وَكُذِّبَ مُوْسٰى فَاَ مْلَيْتُ لِلْكٰفِرِيْنَ ثُمَّ اَخَذْتُهُمْ ۚ فَكَيْفَ كَا نَ نَكِيْرِ
wa ash-haabu madyan, wa kuzziba muusaa fa amlaitu lil-kaafiriina summa akhoztuhum, fa kaifa kaana nakiir
"dan penduduk Madyan. Dan Musa (juga) telah didustakan, namun Aku beri tenggang waktu kepada orang-orang<5> kafir, kemudian Aku siksa mereka<7>, maka betapa hebatnya siksaan-Ku."
[45]
فَكَاَيِّنْ مِّنْ قَرْيَةٍ اَهْلَكْنٰهَا وَهِيَ ظَا لِمَةٌ فَهِيَ خَاوِيَةٌ عَلٰى عُرُوْشِهَا وَبِئْرٍ مُّعَطَّلَةٍ وَّقَصْرٍ مَّشِيْدٍ
fa ka`ayyim ming qoryatin ahlaknaahaa wa hiya zhoolimatun fa hiya khoowiyatun 'alaa 'uruusyihaa wa bi`rim mu'aththolatiw wa qoshrim masyiid
"Maka betapa banyak negeri yang telah Kami binasakan karena (penduduk)nya dalam keadaan zalim, sehingga runtuh bangunan-bangunannya dan (betapa banyak pula) sumur yang telah ditinggalkan dan istana yang tinggi (tidak ada penghuninya)."
[46]
اَفَلَمْ يَسِيْرُوْا فِى الْاَرْضِ فَتَكُوْنَ لَهُمْ قُلُوْبٌ يَّعْقِلُوْنَ بِهَاۤ اَوْ اٰذَا نٌ يَّسْمَعُوْنَ بِهَا ۚ فَاِ نَّهَا لَا تَعْمَى الْاَبْصَارُ وَلٰـكِنْ تَعْمَى الْـقُلُوْبُ الَّتِيْ فِى الصُّدُوْرِ
a fa lam yasiiruu fil-ardhi fa takuuna lahum quluubuy ya'qiluuna bihaaa au aazaanuy yasma'uuna bihaa, fa innahaa laa ta'mal-abshooru wa laakin ta'mal-quluubullatii fish-shuduur
"Maka tidak pernahkah mereka<5>berjalan di bumi, sehingga hati-sanubari mereka dapat memahami, telinga mereka dapat mendengar?
Sebenarnya bukan mata itu yang buta, tetapi yang buta ialah hati-sanubari yang di dalam dada."
[47]*
وَيَسْتَعْجِلُوْنَكَ بِا لْعَذَا بِ وَلَنْ يُّخْلِفَ اللّٰهُ وَعْدَهٗ ۗ وَاِ نَّ يَوْمًا عِنْدَ رَبِّكَ كَاَ لْفِ سَنَةٍ مِّمَّا تَعُدُّوْنَ
wa yasta'jiluunaka bil-'azaabi wa lay yukhlifallohu wa'dah, wa inna yauman 'inda robbika ka`alfi sanatim mimmaa ta'udduun
"Dan mereka meminta kepadamu (Muhammad) agar azab itu disegerakan, padahal Allah tidak akan menyalahi janji-Nya.
Dan sesungguhnya sehari di sisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu."
[48]
وَكَاَيِّنْ مِّنْ قَرْيَةٍ اَمْلَيْتُ لَهَا وَهِيَ ظَا لِمَةٌ ثُمَّ اَخَذْتُهَا ۚ وَاِ لَيَّ الْمَصِيْرُ٪
wa ka`ayyim ming qoryatin amlaitu lahaa wa hiya zhoolimatun summa akhoztuhaa, wa ilayyal-mashiir
"Dan berapa banyak negeri yang Aku tangguhkan (penghancuran)nya karena penduduknya berbuat zalim, kemudian Aku azab mereka dan hanya kepada-Ku tempat kembali (segala sesuatu)."
[49]
قُلْ يٰۤاَيُّهَا النَّاسُ اِنَّمَاۤ اَنَاۡ لَـكُمْ نَذِيْرٌ مُّبِيْنٌ ۚ
qul yaaa ayyuhan-naasu innamaaa ana lakum naziirum mubiin
"Katakanlah (Muhammad), Wahai manusia! Sesungguhnya aku (diutus) kepadamu sebagai pemberi peringatan yang nyata."
[50]
فَا لَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَ عَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ لَهُمْ مَّغْفِرَةٌ وَّرِزْقٌ كَرِيْمٌ
fallaziina aamanuu wa 'amilush-shoolihaati lahum maghfirotuw wa rizqung kariim
"Maka orang-orang<5> yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka<7> memperoleh ampunan dan rezeki yang mulia."
[51]
وَا لَّذِيْنَ سَعَوْا فِيْۤ اٰيٰتِنَا مُعٰجِزِيْنَ اُولٰٓئِكَ اَصْحٰبُ الْجَحِيْمِ
wallaziina sa'au fiii aayaatinaa mu'aajiziina ulaaa`ika ash-haabul-jahiim
"Tetapi orang-orang<5> yang berusaha menentang ayat-ayat Kami dengan maksud melemahkan, mereka<7> itu adalah penghuni-penghuni Neraka Jahim."
[52]
وَمَاۤ اَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رَّسُوْلٍ وَّلَا نَبِيٍّ اِلَّاۤ اِذَا تَمَنّٰۤى اَلْقَى الشَّيْطٰنُ فِيْۤ اُمْنِيَّتِهٖ ۚ فَيَنْسَخُ اللّٰهُ مَا يُلْقِى الشَّيْطٰنُ ثُمَّ يُحْكِمُ اللّٰهُ اٰيٰتِهٖ ۗ وَا للّٰهُ عَلِيْمٌ حَكِيْمٌ ۙ
wa maaa arsalnaa ming qoblika mir rosuuliw wa laa nabiyyin illaaa izaa tamannaaa alqosy-syaithoonu fiii umniyyatih, fa yansakhullohu maa yulqisy-syaithoonu summa yuhkimullohu aayaatih, wallohu 'aliimun hakiim
"Dan Kami tidak mengutus seorang rasul dan tidak (pula) seorang nabi sebelum engkau (Muhammad), melainkan apabila dia mempunyai suatu keinginan, setan pun memasukkan godaan-godaan ke dalam keinginannya itu. Tetapi Allah menghilangkan apa yang dimasukkan setan itu. dan Allah akan menguatkan ayat-ayat-Nya. Dan Allah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana,"
[53]
لِّيَجْعَلَ مَا يُلْقِى الشَّيْطٰنُ فِتْـنَةً لِّـلَّذِيْنَ فِيْ قُلُوْبِهِمْ مَّرَضٌ وَّالْقَاسِيَةِ قُلُوْبُهُمْ ۚ وَ اِنَّ الظّٰلِمِيْنَ لَفِيْ شِقَا قٍۢ بَعِيْدٍ ۙ
liyaj'ala maa yulqisy-syaithoonu fitnatal lillaziina fii quluubihim marodhuw wal-qoosiyati quluubuhum, wa innazh-zhoolimiina lafii syiqooqim ba'iid
"Dia (Allah) ingin menjadikan godaan yang ditimbulkan setan itu sebagai cobaan bagi orang-orang yang dalam hatinya ada penyakit dan orang yang berhati keras. Dan orang-orang yang zalim itu benar-benar dalam permusuhan yang jauh,"
[54]
وَّلِيَـعْلَمَ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ اَنَّهُ الْحَـقُّ مِنْ رَّبِّكَ فَيُؤْمِنُوْا بِهٖ فَـتُخْبِتَ لَهٗ قُلُوْبُهُمْ ۗ وَاِ نَّ اللّٰهَ لَهَادِ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اِلٰى صِرَا طٍ مُّسْتَقِيْمٍ
wa liya'lamallaziina uutul-'ilma annahul-haqqu mir robbika fa yu`minuu bihii fa tukhbita lahuu quluubuhum, wa innalloha lahaadillaziina aamanuuu ilaa shiroothim mustaqiim
"dan agar orang-orang yang telah diberi ilmu meyakini bahwa (Al-Qur'an) itu benar dari Tuhanmu, lalu mereka<5> beriman dan hati mereka tunduk kepada-Nya. Dan sungguh, Allah pemberi petunjuk bagi orang-orang<5> yang beriman kepada jalan yang lurus."
[55]
وَلَا يَزَا لُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا فِيْ مِرْيَةٍ مِّنْهُ حَتّٰى تَأْتِيَهُمُ السَّاعَةُ بَغْتَةً اَوْ يَأْتِيَهُمْ عَذَا بُ يَوْمٍ عَقِيْمٍ
wa laa yazaalullaziina kafaruu fii miryatim min-hu hattaa ta`tiyahumus-saa'atu baghtatan au ya`tiyahum 'azaabu yaumin 'aqiim
"Dan orang-orang kafir itu senantiasa ragu mengenai hal itu (Al-Qur'an), hingga saat (kematiannya) datang kepada mereka dengan tiba-tiba, atau azab hari Kiamat yang datang kepada mereka."
[56]
اَ لْمُلْكُ يَوْمَئِذٍ لِّـلّٰـهِ ۗ يَحْكُمُ بَيْنَهُمْ ۗ فَا لَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَ عَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ فِيْ جَنّٰتِ النَّعِيْمِ
al-mulku yauma`izil lillaah, yahkumu bainahum, fallaziina aamanuu wa 'amilush-shoolihaati fii jannaatin-na'iim
"Raja pada hari itu ada pada Allah, Dia memberi keputusan di antara mereka<7>. Maka orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan berada dalam surga-surga yang penuh kenikmatan."
[57]
وَا لَّذِيْنَ كَفَرُوْا وَ كَذَّبُوْا بِاٰيٰتِنَا فَاُولٰٓئِكَ لَهُمْ عَذَا بٌ مُّهِيْنٌ٪
wallaziina kafaruu wa kazzabuu bi`aayaatinaa fa ulaaa`ika lahum 'azaabum muhiin
"Dan orang-orang<5> kafir dan yang mendustakan ayat-ayat Kami, maka mereka<7> akan merasakan azab yang menghinakan."
[58]
وَا لَّذِيْنَ هَاجَرُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ ثُمَّ قُتِلُوْۤا اَوْ مَا تُوْا لَيَرْزُقَنَّهُمُ اللّٰهُ رِزْقًا حَسَنًا ۗ وَاِ نَّ اللّٰهَ لَهُوَ خَيْرُ الرّٰزِقِيْنَ
wallaziina haajaruu fii sabiilillaahi summa qutiluuu au maatuu layarzuqonnahumullohu rizqon hasanaa, wa innalloha lahuwa khoirur-rooziqiin
"Dan orang-orang<5> yang berhijrah di jalan Allah kemudian mereka<5> terbunuh atau mati, sungguh Allah akan memberikan kepada mereka<7> rezeki yang baik (diakhirat). Dan sesungguhnya Allah adalah Pemberi Rezeki yang terbaik."
[59]
لَيُدْخِلَـنَّهُمْ مُّدْخَلًا يَّرْضَوْنَهٗ ۗ وَاِ نَّ اللّٰهَ لَعَلِيْمٌ حَلِيْمٌ
layudkhilannahum mudkholay yardhounah, wa innalloha la'aliimun haliim
"Sungguh, Dia (Allah) pasti akan memasukkan mereka<7> ke tempat masuk yang mereka sukai. Dan sesungguhnya Allah Maha Mengetahui, Maha Penyantun."
[60]
ذٰلِكَ ۚ وَمَنْ عَا قَبَ بِمِثْلِ مَا عُوْقِبَ بِهٖ ثُمَّ بُغِيَ عَلَيْهِ لَيَنْصُرَنَّهُ اللّٰهُ ۗ اِنَّ اللّٰهَ لَعَفُوٌّ غَفُوْرٌ
zaalika wa man 'aaqoba bimisli maa 'uuqiba bihii summa bughiya 'alaihi layanshuronnahulloh, innalloha la'afuwwun ghofuur
"Demikianlah dan barang siapa membalas seimbang dengan penganiayaan yang pernah dia derita kemudian dia dizalimi (lagi), pasti Allah akan menolongnya. Sungguh, Allah Maha Pemaaf, Maha Pengampun."
[61]
ذٰلِكَ بِاَ نَّ اللّٰهَ يُوْلِجُ الَّيْلَ فِى النَّهَارِ وَيُوْلِجُ النَّهَارَ فِى الَّيْلِ وَاَ نَّ اللّٰهَ سَمِيْعٌۢ بَصِيْرٌ
zaalika bi`annalloha yuulijul-laila fin-nahaari wa yuulijun-nahaaro fil-laili wa annalloha samii'um bashiir
"Demikianlah karena Allah (kuasa) memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam, dan sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Melihat."
[62]
ذٰلِكَ بِاَ نَّ اللّٰهَ هُوَ الْحَـقُّ وَاَ نَّ مَا يَدْعُوْنَ مِنْ دُوْنِهٖ هُوَ الْبَا طِلُ وَاَ نَّ اللّٰهَ هُوَ الْعَلِيُّ الْكَبِيْرُ
zaalika bi`annalloha huwal-haqqu wa anna maa yad'uuna min duunihii huwal-baathilu wa annalloha huwal-'aliyyul-kabiir
"Demikianlah (kebesaran Allah) karena Allah, Dialah (Tuhan) Yang Hak. Dan apa saja yang mereka seru selain Dia, itulah yang batil, dan sungguh Allah, Dialah Yang Maha Tinggi, Maha Besar."
[63]
اَلَمْ تَرَ اَنَّ اللّٰهَ اَنْزَلَ مِنَ السَّمَآءِ مَآءً ۖ فَتُصْبِحُ الْاَرْضُ مُخْضَرَّة ً ۗ اِنَّ اللّٰهَ لَطِيْفٌ خَبِيْرٌ ۚ
a lam taro annalloha anzala minas-samaaa`i maaa`an fa tushbihul-ardhu mukhdhorroh, innalloha lathiifun khobiir
"Tidakkah engkau memperhatikan bahwa Allah menurunkan air (hujan) dari langit sehingga bumi menjadi hijau? Sungguh, Allah Maha Halus, Maha Mengetahui."
[64]
لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِ ۗ وَاِ نَّ اللّٰهَ لَهُوَ الْغَنِيُّ الْحَمِيْدُ٪
lahuu maa fis-samaawaati wa maa fil-ardh, wa innalloha lahuwal-ghoniyyul-hamiid
"Milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan Allah benar-benar Maha Kaya, Maha Terpuji."
[65]
اَلَمْ تَرَ اَنَّ اللّٰهَ سَخَّرَ لَـكُمْ مَّا فِى الْاَرْضِ وَا لْـفُلْكَ تَجْرِيْ فِى الْبَحْرِ بِاَ مْرِهٖ ۗ وَيُمْسِكُ السَّمَآءَ اَنْ تَقَعَ عَلَى الْاَرْضِ اِلَّا بِاِذْنِهٖ ۗ اِنَّ اللّٰهَ بِا لنَّاسِ لَرَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ
a lam taro annalloha sakhkhoro lakum maa fil-ardhi wal-fulka tajrii fil-bahri bi`amrih, wa yumsikus-samaaa`a an taqo'a 'alal-ardhi illaa bi`iznih, innalloha bin-naasi laro`uufur rohiim
"Tidakkah engkau memperhatikan bahwa Allah menundukkan bagimu (manusia) apa yang ada di bumi, dan kapal yang berlayar di lautan dengan perintah-Nya. Dan Dia menahan (benda-benda) langit agar tidak jatuh ke bumi, melainkan dengan izin-Nya? Sungguh, Allah Maha Pengasih, Maha Penyayang kepada manusia."
[66]
وَهُوَ الَّذِيْۤ اَحْيَا كُمْ ۖ ثُمَّ يُمِيْتُكُمْ ثُمَّ يُحْيِيْكُمْ ۗ اِنَّ الْاِنْسَا نَ لَـكَفُوْرٌ
wa huwallaziii ahyaakum summa yumiitukum summa yuhyiikum, innal-insaana lakafuur
"Dan Dialah yang menghidupkan kamu<5>, kemudian mematikan kamu<5>, kemudian menghidupkan kamu<7> kembali (diakhirat sebagai diri-sejati<7>). Sungguh, manusia itu sangat kufur nikmat."
[67]
لِّـكُلِّ اُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنْسَكًا هُمْ نَاسِكُوْهُ فَلَا يُنَازِعُنَّكَ فِى الْاَمْرِ وَادْعُ اِلٰى رَبِّكَ ۗ اِنَّكَ لَعَلٰى هُدًى مُّسْتَقِيْمٍ
likulli ummatin ja'alnaa mansakan hum naasikuuhu fa laa yunaazi'unnaka fil-amri wad'u ilaa robbik, innaka la'alaa hudam mustaqiim
"Bagi setiap umat telah Kami tetapkan syariat tertentu yang (harus) mereka<5> amalkan maka tidak sepantasnya mereka berbantahan dengan engkau dalam urusan ini, dan serulah kepada Tuhanmu. Sungguh, engkau (Muhammad) berada di jalan yang lurus."
[68]
وَاِ نْ جَادَلُوْكَ فَقُلِ اللّٰهُ اَعْلَمُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ
wa in jaadaluuka fa qulillaahu a'lamu bimaa ta'maluun
"Dan jika mereka<5> membantah engkau maka katakanlah, Allah lebih tahu tentang apa yang kamu<5> kekerjakan."
[69]
اللّٰهُ يَحْكُمُ بَيْنَكُمْ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ فِيْمَا كُنْتُمْ فِيْهِ تَخْتَلِفُوْنَ
allohu yahkumu bainakum yaumal-qiyaamati fiimaa kuntum fiihi takhtalifuun
"Allah akan mengadili di antara kamu<7> pada hari Kiamat tentang apa yang dahulu (sewaktu didunia) kamu<5> memperselisihkannya."
[70]
اَلَمْ تَعْلَمْ اَنَّ اللّٰهَ يَعْلَمُ مَا فِى السَّمَآءِ وَا لْاَرْضِ ۗ اِنَّ ذٰلِكَ فِيْ كِتٰبٍ ۗ اِنَّ ذٰلِكَ عَلَى اللّٰهِ يَسِيْرٌ
a lam ta'lam annalloha ya'lamu maa fis-samaaa`i wal-ardh, inna zaalika fii kitaab, inna zaalika 'alallohi yasiir
"Tidakkah engkau tahu bahwa Allah mengetahui apa yang di langit dan di bumi? Sungguh, yang demikian itu sudah terdapat dalam sebuah Kitab (Lauh Mahfuz). Sesungguhnya yang demikian itu sangat mudah bagi Allah."
[71]
وَيَعْبُدُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ مَا لَمْ يُنَزِّلْ بِهٖ سُلْطٰنًا وَّمَا لَـيْسَ لَهُمْ بِهٖ عِلْمٌ ۗ وَمَا لِلظّٰلِمِيْنَ مِنْ نَّصِيْرٍ
wa ya'buduuna min duunillaahi maa lam yunazzil bihii sulthoonaw wa maa laisa lahum bihii 'ilm, wa maa lizh-zhoolimiina min nashiir
"Dan mereka menyembah selain Allah, tanpa dasar yang jelas tentang itu, dan mereka tidak mempunyai pengetahuan (pula) tentang itu. Bagi orang-orang yang zalim tidak ada seorang penolong pun."
[72]
وَاِذَا تُتْلٰى عَلَيْهِمْ اٰيٰـتُـنَا بَيِّنٰتٍ تَعْرِفُ فِيْ وُجُوْهِ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا الْمُنْكَرَ ۗ يَكَادُوْنَ يَسْطُوْنَ بِا لَّذِيْنَ يَتْلُوْنَ عَلَيْهِمْ اٰيٰتِنَا ۗ قُلْ اَفَاُ نَبِّئُكُمْ بِشَرٍّ مِّنْ ذٰ لِكُمُ ۗ اَلنَّارُ ۗ وَعَدَهَا اللّٰهُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا ۚ وَبِئْسَ الْمَصِيْرُ٪
wa izaa tutlaa 'alaihim aayaatunaa bayyinaatin ta'rifu fii wujuuhillaziina kafarul-mungkar, yakaaduuna yasthuuna billaziina yatluuna 'alaihim aayaatinaa, qul a fa unabbi`ukum bisyarrim min zaalikum, an-naar, wa'adahallohullaziina kafaruu, wa bi`sal-mashiir
"Dan apabila dibacakan di hadapan mereka ayat-ayat Kami yang terang niscaya engkau akan melihat (tanda-tanda) keingkaran pada wajah orang-orang yang kafir itu. Hampir-hampir mereka menyerang orang-orang yang membacakan ayat-ayat Kami kepada mereka. Katakanlah (Muhammad), Apakah akan aku kabarkan kepadamu (mengenai sesuatu) yang lebih buruk daripada itu, (yaitu) neraka? Allah telah mengancamkannya (neraka) kepada orang-orang kafir. Dan (neraka itu) seburuk-buruk tempat kembali."
[73]
يٰۤـاَيُّهَا النَّاسُ ضُرِبَ مَثَلٌ فَاسْتَمِعُوْا لَهٗ ۗ اِنَّ الَّذِيْنَ تَدْعُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ لَنْ يَّخْلُقُوْا ذُبَا بًا وَّلَوِ اجْتَمَعُوْا لَهٗ ۗ وَاِ نْ يَّسْلُبْهُمُ الذُّبَا بُ شَيْـئًـا لَّا يَسْتَـنْـقِذُوْهُ مِنْهُ ۗ ضَعُفَ الطَّالِبُ وَا لْمَطْلُوْبُ
yaaa ayyuhan-naasu dhuriba masalun fastami'uu lah, innallaziina tad'uuna min duunillaahi lay yakhluquu zubaabaw wa lawijtama'uu lah, wa iy yaslub-humuz-zubaabu syai`al laa yastangqizuuhu min-h, dho'ufath-thoolibu wal-mathluub
"Wahai manusia! Telah dibuat suatu perumpamaan. Maka dengarkanlah! Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah tidak dapat menciptakan seekor lalat pun walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, mereka tidak akan dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Sama lemahnya yang menyembah dan yang disembah."
[74]
مَا قَدَرُوا اللّٰهَ حَقَّ قَدْرِهٖ ۗ اِنَّ اللّٰهَ لَقَوِيٌّ عَزِيْزٌ
maa qodarulloha haqqo qodrih, innalloha laqowiyyun 'aziiz
"Mereka<5> tidak mengagungkan Allah dengan sebenar-benarnya. Sungguh, Allah Maha Kuat, Maha Perkasa."
[75]
اَللّٰهُ يَصْطَفِيْ مِنَ الْمَلٰٓئِكَةِ رُسُلًا وَّمِنَ النَّاسِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ سَمِيْعٌۢ بَصِيْرٌ ۚ
allohu yashthofii minal-malaaa`ikati rusulaw wa minan-naas, innalloha samii'um bashiir
"Allah memilih para utusan(-Nya) dari malaikat dan dari manusia. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar, Maha Melihat."
[76]
يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۗ وَاِ لَى اللّٰهِ تُرْجَعُ الْاُمُوْرُ
ya'lamu maa baina aidiihim wa maa kholfahum, wa ilallohi turja'ul-umuur
"Dia (Allah) mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka. Dan hanya kepada Allah dikembalikan segala urusan."
[77]
يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا ارْكَعُوْا وَاسْجُدُوْا وَ اعْبُدُوْا رَبَّكُمْ وَا فْعَلُوْا الْخَيْرَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ ۚ
yaaa ayyuhallaziina aamanurka'uu wasjuduu wa'buduu robbakum waf'alul-khoiro la'allakum tuflihuun
"Wahai orang-orang yang beriman! Rukuklah, sujudlah, dan sembahlah Tuhanmu; dan berbuatlah kebaikan agar kamu beruntung."
[78]
وَجَاهِدُوْا فِى اللّٰهِ حَقَّ جِهَادِهٖ ۗ هُوَ اجْتَبٰٮكُمْ وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِى الدِّيْنِ مِنْ حَرَجٍ ۗ مِلَّةَ اَبِيْكُمْ اِبْرٰهِيْمَ ۗ هُوَ سَمّٰٮكُمُ الْمُسْلِمِيْنَ ۙ مِنْ قَبْلُ وَفِيْ هٰذَا لِيَكُوْنَ الرَّسُوْلُ شَهِيْدًا عَلَيْكُمْ وَتَكُوْنُوْا شُهَدَآءَ عَلَى النَّاسِ ۖ فَاَ قِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰ تُوا الزَّكٰوةَ وَاعْتَصِمُوْا بِا للّٰهِ ۗ هُوَ مَوْلٰٮكُمْ ۚ فَنِعْمَ الْمَوْلٰى وَنِعْمَ النَّصِيْرُ٪
wa jaahiduu fillaahi haqqo jihaadih, huwajtabaakum wa maa ja'ala 'alaikum fid-diini min haroj, millata abiikum ibroohiim, huwa sammaakumul-muslimiina ming qoblu wa fii haazaa liyakuunar-rosuulu syahiidan 'alaikum wa takuunuu syuhadaaa`a 'alan-naasi fa aqiimush-sholaata wa aatuz-zakaata wa'tashimuu billaah, huwa maulaakum, fa ni'mal-maulaa wa ni'man-nashiir
"Dan berjihadlah kamu di jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia tidak menjadikan kesukaran untukmu dalam agama. (Ikutilah) agama nenek moyangmu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamakan kamu orang-orang muslim sejak dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al-Qur'an) ini agar Rasul (Muhammad) itu menjadi saksi atas dirimu dan agar kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia. Maka laksanakanlah sholat dan tunaikanlah zakat, dan berpegang teguhlah kepada Allah. Dialah pelindungmu; Dia sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong."
.
Lanjut ke JUZ 18 >>
.
.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar